cover
Contact Name
Zumardii
Contact Email
redaksiMAPJ@gmail.com
Phone
+6282218140922
Journal Mail Official
redaksiMAPJ@gmail.com
Editorial Address
Melayu Art and Performance Journal Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan Padangpanjang, Sumatera Barat.
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Melayu Arts and Performance Journal
ISSN : 26560232     EISSN : 26563509     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/mapj
Melayu Arts and Performance Journal (MAPJ) is the Scientific Journal focusing on the study of performing arts and visual arts, as well as the development of methods for the creation of performing arts and visual arts.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal" : 13 Documents clear
PAYAH LALOK: KOMPOSISI MUSIK ALEATORIC DALAM FORMAT ORKESTRA Dinata, Anggra; Haris, Asep Saepul; Martarosa, Martarosa
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.679

Abstract

Payah Lalok merupakan sebuah karya seni musik yang terispirasi dari fenomena sosial Insomnia. Insomnia merupakan suatu gejala kelainan dalam tidur yang membuat sipenderita susah atau sulit untuk tidur. Insomnia juga sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Gejala yang dirasakan oleh sipenderita seperti kesulitan untuk tidur, gangguan emosional (Kecemasan, Kegelisahan dan Depresi). Berdasarkan defenisi imsomnia diatas pengkarya tertarik untuk menciptakan sebuah karya musik Aleatoric dengan menggunakan teknik komposisi musik avand garde yang menjadikan alat musik barat sebagai media penyampaian isian karya. Metode penciptaan dilakukan dengan beberapa pengelompokan kerja: Metode pengembangan konsep (observasi, wawancara, pengumpulan data dan perumusan konsep) dan metode mewujudkan konsep (eksplorasi, eksperimentasi, dan aplikasi). Dalam penggambaran ekspresi dan sisi emosional penderita Insomnia, karya komposisi musik ini dibuat kedalam bentuk empat bagian, yang masing-masing diberi judul Nio Lalok, Talayang, Naiak Darah dan Lalok. Selanjutnya komposisi ini disajikan dengan harapan agar mengetahui dan menyadari fenomena umum yang terjadi didalam kehidupan masyarakat serta memberi tawaran berupa terapi musik untuk meditasi tidur.
HIBRIDITAS LAGU POP DAERAH JAMBI DALAM ALBUM JAMBI KREASI BARU Weri, Rangga Sonata; Asril, Asril; Martarosa, Martarosa
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.893

Abstract

ABSTRACT The album of Jambi Kreasi Baru is the result of hybridization of Jambi pop music in the form of musician’s creativity that grows and develops in Jambi area. Mixing local and global idioms provides new forms of different colors to changes of musical nuance developing specially in Jambi area. The growth and development of that pop music are due to the mixing of urban people’s cultures in Jambi City. The rearrangement of old songs in the album of Jambi Kreasi Baru is a way for Jambi musicians to bring up Jambi regional songs with popular nuances to a wider domain, as a process of glocalization. To maintain the existence of regional pop music in Jambi, some artists and musicians in Jambi City re- create Jambi regional songs with contemporary forms in response to the changing and actual spirit of the age. The purpose of this study is to discuss the hybridity of Jambi regional pop songs in the album of Jambi Kreasi Baru between local music and the concept of Western pop music. The research method used was qualitative research namely doing observation, conducting interview, making documentation, doing direct observation, and analyzing the styles of regional local pop songs as the results of musicians’ creativity in Jambi city. Keywords: Hybridity, Regional Pop Music, Globalization, Urban, Jambi Kreasi Baru Album.   ABSTRAKAlbum Jambi Kreasi Baru merupakan hasil dari hibridisasi musik pop dalam bentuk kreativitas seniman (musisi) yang tumbuh dan berkembang   di daerah Jambi.Percampuran idiom lokal dan global memberikan bentuk baru dengan warna berbeda terhadap perubahan nuansa musikal yang berkembang khususnya di daerah Jambi. Tumbuh dan berkembangnya musik pop tersebut besar dugaan diakibatkan terjadinya pencampuran budaya masyarakat urban atau perkotaan di Kota Jambi.Adapun penataanulang lagu-lagu lama dalam Album Kreasi Baru melalui kreativitas merupakan salah satu cara seniman Jambi untuk memunculkan lagu-lagu daerah Jambi dalam nuangsa musik pop ke ranah yang lebih luas sebagai proses glokalisasi.Kreativitas seniman ini sangat menarik untuk diteliti dalam bentuk mengkreasikan kembali lagu daerah Jambi denganbentuk kekinian sebagai respon para seniman yang terus berubah dan aktual.Tujuan penelitian ini adalah membahas hibriditas lagu pop daerah Jambi dalam Album Jambi Kreasi Baru dalam bentuk garapan musik lokal dengan menggunakan konsep musik popBarat.  Metode  penelitian  ini  menggunakan  penelitian  kualitatif  yaitu  di  sampingmelakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi dan juga melakukan pengamatan   langsung dan analisis style musik lagu pop daerah sebagai hasil dari kreativitas seniman di kota Jambi.
Menggali Falsafah Hidop Orang Basudara dari Melodi Bakubae (Perdamaian) - Lagu Gandong di Maluku Lestari, Dewi Tika
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.684

Abstract

AbstrakKonflik Maluku adalah suatu kenyataan historis yang terus menjadi suatu objek studi berbagai disiplin ilmu. Banyak pendekatan keilmuan, seperti sosiologi, antropologi, teologi dan agama – yang telah mengkaji masalah konflik dan proses perdamaian di Maluku. Kajian ini menegaskan peran musik lokal Maluku sebagai salah satu media mengomunikasikan perdamaian. Dalam proses perdamaian, nyanyian lokal Maluku, sebagai bentuk musik vokal seperti lagu gandong yang mengkespresikan semangat hidop orang basudara selalu digemakan. Pesan musikalitasnya merasuk sanubari dan perasaan kultural masyarakat, sehingga turut membangkitkan kesadaran bahwa semua masyarakat Maluku adalah sesama orang basudara,  yang mesti hidup bakubae atau berdamai. Demikian karya-karya musik itu dapat disebutkan sebagai suatu melodi perdamaian (bakubae) di Maluku. Kajian ini menggunakan pendekatan analisis filsafat-seni, yang mencari nilai-nilai etis, estetika dan pandangan hidup masyarakat pemilik musik tersebut. Kajian ini menghasilkan suatu pengetahuan bahwa musik juga berkontribusi membangun perdamaian.AbstractThe Maluku Conflict is a historical reality that always become an object of study from the various disciplines. There were many studies as like sociology, anthropology, theology and religion that did research about conflict and peace building in Maluku. This research impress about local music of Maluku also serves as one of the media to communicate peace. Local song, as like gandong that expressed the value and spirit hidop orang basudara (peaceful live), pervading the hearts and cultural feelings of the people, thus helping to raise awareness of all the people of Maluku as brother and sister or as one family from the same ancentor, who must live bakubae or in reconciling. Therefore local music creation can be explained as a peace melody (bakubae) in Maluku. This study uses a philosophy-art analysis approach, which search the ethical, aesthetic and world-view values of the music-owner community. This study resulted in a knowledge that music also could contribute to building peace. Key words: Falsafah, Orang Basudara, Melodi Baku bae. 
KEBERADAAN TARI BARABAH MANDI PADA MASYARAKAT JORONG SUNGAI DADOK KENAGARIAN KOTOTINGGI KECATAN GUNUNG OMEH KABUPATEN LIMAPULUH KOTA Robiansyah, Taufik; Erlinda, Erlinda; Rasmida, Rasmida
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.895

Abstract

ABSTRACT This study aims at discussing about the exsistense of ‘Barabah Mandi’ dance in Lima Puluh Kota on mount omeh in Sungai Dadok, Kototinggi village, Gunung Omeh sub-district, Lima Puluh Kota district. The method used in this research was qualitative research, specifically, descriptive analysis. All data obtained, both written data and data from the field, has been collected and described, then analyzed according to the research problems that have been formulated. Theories used in this research refer to the existing theory by Y. Sumandiyo Hadi and thefunctional theory by Molinowski. The ‘Barabah Mandi’ dance still exists within its local community, and is often performed by women aged fifty until sixty five years and above. Keywords : Existence, Barabah Mandi dance, movement, Sungai Dadok   ABSTRAK Penelitian  ini  bertujuan  untuk  membahas  tentang    Keberadaan  tari  Barabah Mandi di Jorong Sungai Dadok Kenagarian Kototinggi Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik  data  tertulis  maupun  data  di  lapangan  dihimpun  dan  dijabarkan  kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada teori keberadaan oleh Y Sumandiyo Hadi, Selanjutnya teori fungsi oleh Molinowski. Tari Barabah Mandi sampai sekarang masih tetap eksis di tengah masyarakat pendukungnya, yang ditarikan oleh ibu-ibu berumur lima puluh sampai enam puluh lima tahun ke atas. Kata Kunci: Keberadaan, Tari Barabah Mandi, gerak, Sungai Dadok.
Mutualisme : penciptaan tari kontemporer dari fenomena sosial masyarakat pinggiran sungai Yuliani, Lovia Tri; Loravianti, Susasrita; Warhat, Zainal
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.693

Abstract

AbstrakMutualisme merupakan judul karya tari yang terinspirasi dari fenomena masyarakat pengguna jamban di Lubuk landai, Muara Bungo, Jambi. Jamban adalah wadah multifungsi yang digunakan oleh masyarakat setempat berupa tempat mandi, mencuci pakaian atau peralatan rumah tangga, berwudhu dan buang air  yang melahirkan berbagai pola interaksi sosial dan karakter masyarakatnya. Karya ini bertujuan untuk mengungkapkan peristiwa di jamban tentang pentingnya nilai kebersamaan dan komunikasi antar sesama,  namun perlu kesadaran masyarakat terhadap perkembangan zaman yang semakin canggih saat ini untuk membuka diri pada globalisasi.  Metode penciptaan diawali dari  pesiapan riset yakni pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Selanjutnya sintesis yakni pengembangan ide-ide dari konsep sebuah garapan karya, kemudian realisasi konsep berupa tahap mewujudkan ide yang telah dirancang. Hasil yang dicapai ialah menghadirkan abstraksi peristiwa dengan kemasan tari kontemporer sebagai hasil kontemplasi pengkarya dengan target audince yakni masyarakat umum.
HISTORY OF UZBEK MAKOM Ulasheva, Ulasheva
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.896

Abstract

ABSTRACT The Uzbek National musical art has a very ancient history. It can be known from the perfection of our national compositions, our melodies and songs. As shown by the discoveries of archaeologists and other historical sources, the ancient Khorezm, Bactrian and Sogdian elites had a rich and diverse musical art for several centuries BC. Samples of fine  art  found in  such cities as Ayratan,  Tuprokkala,  Afrosiab,  suggest that music is embedded in different aspects of life and has important social value. This article talks about the antiquity of the Uzbek makoms, especially about the history of Shashmakom. Research method used was historical method. Data were obtained through library research in order to get the historical data of Uzbek makoms. Research results show that Uzbek makom has been through a long journey with its various developments affected by various musical culture of other nations. Keywords: Makom, Shashmaqom, Borbad, Khorezm maqoms, Makoms and Fergana –Tashkent.
IDEOLOGI CAPAIAN ESTETIK DALAM PERTUNJUKAN TEATER MUHAMMAD KAFRAWI Rahmah, Fitri; Sastra, Andar Indra; Sahrul, Sahrul
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.707

Abstract

AbstrakTulisan ini merupakan hasil analisis terhadap pertunjukan teater Hang Kafrawi dengan pendekatan ideologi capaian estetik. Kajian diarahkan pada motif penciptaan pertunjukan teater yaitu untuk apa dan untuk siapa pertunjukan teater diciptakan. Metodologi penciptaan teater yaitu bagaimana pertunjukan teater itu diciptakan. Fungsi pertunjukan yaitu bagaimana pertunjukan teater tersebut berperan dalam konstelasi sosial budaya. Tujuan pertunjukan yaitu cita-cita apa yang akan diraih atau dunia ideal macam apa yang hendak diwujudkan.Hasil dari penelitian ini adalah pertunjukan Hang Kafrawi mengusung unsur-unsur kemanusiaan yang terus diperjuangkan. Banyak nilai-nilai pendidikan dalam pertunjukan-pertunjukan Hang Kafrawi. Pertunjukan teater karya Hang Kafrawi selalu berorientasi dalam menyuarakan hubungan kelas dominan dan kelas subordinat yang kepentingannya sering kali dikesampingkan
PERKEMBANGAN KESENIAN WARAK DUGDER DI KOTA SEMARANG MELALUI APROPRIASI BUDAYA fitriasari, paramitha dyah
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.597

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk kesenian Warak Dugder yang bersumber dari tradisi Dugderan di Kota Semarang. Tujuan penelitian yakni untuk menunjukkan bentuk apropriasi budaya sebagai upaya perkembangan kesenian Warak Dugder. Kesenian Warak Dugder merupakan hasil apropriasi, meskipun secara teks Tari Warak Dugder merupakan hasil dari kreativitas maskot hewan rekaan Warak Ngendhog yang ada pada prosesi Dugderan. Adapun bentuk apropriasi yakni berupa pemunculan gerak-gerak Warak yang dibuat lebih variatif dan mementingkan unsur-unsur keindahan tari, properti yang digunakan dalam kesenian warak dugder juga bervariatif. Apropriasi yang dilakukan oleh pencipta maskot binatang rekaan Warak Ngendhog merupakan bentuk akulturasi dan kesetaraan budaya yang diadopsi dan diadaptasi secara kreatif, selektif, dan atraktif, tetapi masih bisa dikenali. Dengan demikian Tari Warak Dugder dapat dikatakan sebagai hasil dari proses apropriasi, berupa produk baru yang bersumber dari tradisi Dugderan di Kota Semarang.
ABOUT THE FESTIVAL “SHARQ TARONALARI” IN SAMARKAND Mokhichekhra, Shomurotova
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.894

Abstract

ABSTRACT The international music festival "Sharq taronalari" (Melodies of the East) is one of the major festivals in Central Asia. The main goal and objective of the festival are to popularize the best achievements of the national musical art, to preserve and develop the great traditions of the people, to encourage talents in the field of music and vocal, to further expand international creative relations, to strengthen mutual cultural and spiritual cooperation, and to glorify the ideas of peace, friendship and reciprocal understanding. This forum, held with the assistance of UNESCO, regularly every two years  serves  to  preserve  and  develop the  traditions  of  musical  and  song  art  of  the peoples of the world and to unite Nations and nationalities on the way to noble goals through art. This article says about the festival “Sharq taronalari”, about decision of implementation, on the organization and condition, and also on scientifically – practical conference within the framework of the festival. Keywords: Sharq taronalari, festival, Central Asia, national music art.
KOMPOSISI BAKONSI ATE KOWO Kharisma, Kharisma; Sastra, Andar Indra; Rafiloza, Rafiloza
MELAYU ARTS AND PERFORMANCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.696

Abstract

Karya komposisi “Bakonsi Ate Kowo” terinspirasi dari fenomena sosial Bakonsi yang merupakan kegiatan gotong royong atau kerja sama dalam membersihkan ladang dan perkebunan di nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini dilakukan oleh wanita-wanita paruh baya yang beranggotakan lima sampai dengan sepuluh orang. Hingga saat ini bakonsi menjadi mata pencaharian bagi mereka, adapun wanita-wanita paruh baya ini memiliki suka duka dalam menjalani kehidupan. Hal ini yang mendorong para pelaku bakonsi saling berkomunikasi dengan berbalas pantun sambil berdendang pada saat kegiatan membersihkan ladang dan perkebunan. Apapun dendang yang mereka nyanyikan, mereka menyebutnya dengan dendang Ate Kowo dan  pantun-pantun yang mereka lantunkan berisikan tentang parasaian iduik. Berdasarkan dari kegiatan bakonsi ini maka dapatlah suatu prinsip kerja yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 13