cover
Contact Name
nanang
Contact Email
kjc@uin-suka.ac.id
Phone
+6281229023291
Journal Mail Official
kjc@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kalijaga Journal of Communication
ISSN : -     EISSN : 26851334     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KKalijaga Journal of Communication always places studies related to Islamic broadcasting and journalism as the main focus on academic inquiry and invites comprehensive observations of multidisciplinary studies. The journal, which functions as a forum for the study of Islamic broadcasting in Indonesia and other parts of the world in a challenging local and global context, supports studies that focus on specific themes and studies across disciplines. Subjects include textual studies and fieldwork with a media development perspective.
Articles 22 Documents
JURNALISME BENCANA DI ERA NEW MEDIA (Analisis Framing Tirto.id, Kumparan.com, dan Republika.co.id dalam Pemberitaan Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 Zamhari, Zamhari
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.01.2019

Abstract

Pada 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Laut Utara, Karawang, Jawa Barat. Setelah terjadinya musibah tersebut, media online dengan kemampuan mengkonstruksi realitas mempunyai kuasa mengolah fakta dan data sedemikian rupa sesuai kepentingannya. Tulisan ini mengulas bagaimana ketiga media ini; Tirto.id, Kumparan.com dan Republika.co.id membingkai pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Pertanyaan tersebut sekaligus menjadi benang merah penelitian ini. Pada intinya, penelitian berhasil menangkap framing dari ketiga media online di atas; Tirto.id memandang pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 karena minimnya keprofesionalitasan manajemen Lion Air. Kumparan.com membingkai pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 sebab masalah technical error. Sedangkan Republika.co.id lebih mem-framing pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 lantaran jenis pesawat Lion Air JT-610 merupakan keluaran terbaru.
Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid: Analisis Framing Media Online: BBC.com, detik.com, dan tempo.co Nur, M. Irpan
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.09.2019

Abstract

Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid pada acara Hari Santri Nasional (HSN) mampu menarik perhatian media. Hampir seluruh media massa di Indonesia menyoroti kejadian tersebut hingga mempengaruhi opini publik. Fokus penelitian ini adalah perspektif BBC.com, detik.com, dan tempo.co dalam memberitakan pembakaran bendera tersebut. Dengan analisis framing model William A. Gamson dan Andre Modigliani, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BBC.com cenderung berpihak pada pemerintah dan membenarkan bahwa bendera tersebut adalah bendera milik organisasi terlarang di Indonesia, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dalam reaksi yang berujung pada aksi bela tauhid, BBC.com melihat adanya unsur-unsur politik, yang ditunggangi salah satu calon presiden pada Pilpres 2019. Begitu pula dengan detik.com, media ini cenderung mencari dalang di balik pembakaran bendera tersebut, yang akhirnya memunculkan sosok Uus yang tidak semestinya ada di acara tersebut. Berbeda dengan BBC.com dan detik.com, tempo.co terlihat netral. Media ini banyak memuat berita-berita yang berhubungan dengan kedamaian dan himbauan untuk masyarakat agar tidak terprovokasi.
Model Komunikasi Dakwah Dalam Penguatan Wawasan Keislaman Remaja (Studi Kasus Dakwah Hajjah Siti Rayana di Sibuhuan, Sumatera Utara) Daulay, Hamdan; Septiani T.H., Evi
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.%x.2020

Abstract

Hajjah Siti Rayana Hasibuan, sudah berusia 84 tahun, namun semangatnya untuk mendidik kaum  remaja di desanya untuk belajar membaca al Qur’an tidak pernah pudar. Ia tidak pernah mengenal pensiun menjadi guru mengaji, walaupun ia tak pernah mendapat gaji, apalagi tunjangan sertifikasi. Padahal ia sudah menjadi guru mengaji di desanya sejak usia 20 tahun. Sungguh merupakan perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan, karena sudah lebih 60 tahun ia wakafkan  waktunya untuk mendidik anak-anak di desanya dalam belajar membaca al Qur’an. Ia biasa dipanggil masyarakat di desanya dengan ibu Hajjah Siti, karena nama lengkapnya Hajjah Siti Rayana Hasibuan. Ia  tidak pernah mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi, dan tidak paham tentang teori-teori komunikasi dakwah. Namun dalam masa yang cukup panjang melaksanakan tugas dakwah di desanya, sesungguhnya ia telah mempraktikkan model komunikasi dakwah yang khas, dengan menyampaikan pesan yang penuh hikmah kepada anak didiknya. Melalaui komunikasi yang persuasuif pulalah anak-anak di desanya mampu membaca al Qur’an dengan baik. Lantunan ayat-ayat suci al Qur’an di rumah Hajjah Siti senantiasa terdengar sehabis maghrib. Dengan suara yang agak bergetar karena usia yang sudah tergolong senja, hajjah Siti tetap semangat mendidik anak-anak belajar membaca al Qur’an. Secara bergilir anak-anak maju menghadap hajjah Siti untuk membacakan ayat-ayat suci al Qur’an. Dengan cermat ia menyimak bacaan anak-anak, mulai dari tajwid, makhroj dan qiro’ah. Rutinitas menyimak bacaan anak-anak sudah menjadi tradisi dalam belajar membaca al Qur’an di desa ini. Di tengah arus globalisasi dewasa ini, dan semakin banyak terjadi kenakalan remaja, anak-anak semakin malas mengaji, semangat hajjah Siti untuk mendidik anak-anak belajar membaca al Qur’an tak pernah pudar. Walaupun semakin sedikit jumlah anak yang mau belajar membaca al Qur’an, Hajjah Siti tetap bertahan sebagai guru mengaji di desanya.
Polemik Hijab Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018: Analisis Framing Robert N. Entman di Media Online: TribunNews.com, Detik.com, dan Republika.co.id Malik, Rif’atul Khoiriah
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.04.2019

Abstract

Terjadinya diskualifikasi Judoka Miftahul Jannah atau Miftah di Asian Para Games 2018 menimbulkan kontroversi serta polemik dari pihak penyelenggara, pemerintah, bahkan masyarakat. Miftah didiskualifikasi dari pertandingan dikarenkan menolak melepaskan jilbab. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyebutkan sikap Miftah mempertahankan prinsip itu patut dihormati, tetapi peraturan juga harus ditegakkan. Alhasil, timbullah pertanyaan mengapa jilbab menjadi problem saat pertandingan judo di Asian Para Games? Apakah kejadian itu bagian dari diskriminasi bahwa seorang yang berjilbab tidak boleh menjadi atlet? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori analisis framing Robert N. Entman yang terdiri dari Define problems (pendefinisian masalah), Diagnose causes (memperkirakan masalah atau sumber masalah), Make moral judgement (membuat keputusan moral), dan Treatment recommendation (menekankan penyelesaian). Media online yang penulis teliti yakni Republika.co.id, Tribunnews.com, dan Detik.com. Dari ketiga media tersebut ditemukan bagaimana media mem-frame sebuah masalah sehingga menghasilkan kesimpulan berdasarkan kerangka teori yang ada.
NIAGA DAN ISLAMISASI MASYARAKAT LOMBOK DALAM PERSPEKTIF HISTORIS DAN FENOMENOLOGIS Rijal, Ahsanul
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.05.2019

Abstract

Islam menunjukkan konstribusinya dalam segala aspek, terutama dalam “dunia” niaga. Sehingga penyebaran Islam atau Islamisasi menjadi signifikan Upaya Islamisasi untuk mendakwahkan ajaran Islam yang lebih sempurna-pasca Sunan Prapen. Hal ini setidaknya dapat dibuktikan dengan penghargaan yang sangat tinggi terhadap anggota masyarakat yang pulang atau pergi ke Makkah walaupun hanya sebagai tenaga kerja. Memahami proses-proses transmisi gagasan pembaruan menjadi semakin penting dalam hubungannya dengan perjalanan Islam, khususnya di Lombok dan Nusantara pada umumnya. Karena kawasan ini secara geografis terletak pada pinggiran dunia Muslim. Terdapat kecenderungan para peneliti di masa modern ini untuk tidak memasukkan Nusantara dalam pembaruan tentang Islam. Diasumsikan, Islam di kawasan ini tidak mempunyai tradisi keilmuan yang mantap. Bahkan Islam di Nusantara dianggap bukan Islam yang sebenarnya, maka pada intinya niaga adalah salah satu metode islamisasi efektif masa itu.
New Media dan Medium Alternatif Konsumsi Media: Analisis Framing Model Robert N. Entman tentang “Tampang Boyolali” dalam berita mojok.co dan tirto.id Mugiarjo, Mugiarjo
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.10.2019

Abstract

The existence of mass media with framing devices is able to provide and carry out development of a reality that is completely different from each media. This certainly makes the audience's trust in the media also polarized especially if it concerns political events. So that the position of the mainstream mass media then doubts the credibility and partisanship of the public. For this reason, alternative new media is needed here as a new discussion space that gives a fresher picture of reality and provides another and new discourse from most mainstream mass media. This study shows the ways of Mojok.co and Tirto.id in building the reality of the "Tampang Boyolali" are completely different. Mojok.co is more on the side of jokes but is serious and prominent in terms of socio-cultural issues. Whereas tirto.id is more inclined to involve figures who are included in the issue as well as disclosure and focus on the systemic and turnaround issues.
Proses Evakuasi Kecelakaan Pesawat Lion Air JT610: Analisis Framing pada Media Online Detik.com dan Kompas.com Alfazri, M
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.05.2019

Abstract

Penelitian ini mengangkat berita proses evakuasi kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di media online Detik.com dan Kompas.com. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana situs berita online Detik.com dan Kompas.com membingkai peristiwa proses evakuasi kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat tak lama usai pesawat take-off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Penelitian ini menggunakan analisis framing model Robert N. Entman yang merekonstruksi teks berita melalui perangkat: define problem, diagnose cause, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan frame Detik.com dalam melihat peristiwa proses evakuasi kecelakaan lebih cenderung pada gambaran situasi proses evakuasi. Sedangkan Kompas.com melihat peristiwa ini sebagai masalah tanggungjawab tim SAR. Jika ditinjau dari cara penyajian peristiwa proses evakuasi, Detik.com lebih mengedepankan unsur kecepatan. Hal tersebut terlihat dari beberapa berita dengan tema yang sama antara Detik.com dan Kompas.com, namun Detik.com lebih awal memberitakannya. Selain itu, cara penyajian yang dilakukan Detik.com langsung menuju pada inti berita dengan menggunakan summary lead yang kemudian dipertegas pada paragraf berikutnya melalui kutipan narasumber. Sedangkan Kompas.com lebih mengedepankan unsur keakuratan. Hal tersebut terlihat dari penggunaan lead kutipan di awal teks berita. Kutipan di awal tersebut secara langsung menunjukkan kepada pembaca bahwa fakta yang disajikan bukanlah opini dari wartawan. Bila ditinjau dari pemilihan bahasa, pemberitaan Detik.com cenderung sulit dipahami karena lebih banyak menggunakan kalimat pasif. Sedangkan Kompas.com lebih mudah dipahami dengan pemilihan kalimat aktif.
Analisis Pesan Dakwah yang Terkandung Dalam Lirik Lagu “Sebelum Cahaya” Karya Group Band Letto Sansidar, Afifah Nur
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.%x.2020

Abstract

Lagu merupakan salah satu karya sastra yang memiliki kekuatan serta keharmonisan yang dapat dilihat melalui makna dari liriknya. Lirik lagu akan meningkatkan pendengar karena setiap pencipta lagu menerima pesan melalui lirknya. Penelitian ini merupakan analisis tentang pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu “Sebelum Cahaya” yang dibawakan oleh Grup Band Letto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis pesan-pesan dakwah yang terkandung pada setiap-setiap lirik dari lagu yang berjudul “Sebelum Cahaya” yang dibawakan oleh Grup Band Letto. Metode yang digunakan penulis adalah metode analisis isi (analisis isi) dengan menganalisis isi atau makna pesan komunikasi yang terdapat dalam lirik lagu “Sebelum Cahaya”.Kata kunci: Pesan Dakwah, Lagu Sebelum Cahaya.
SOSIALISASI KOMUNIKASI POLISI RESORT KOTA PALEMBANG DALAM MENANGKAL TERORISME DI KOTA PALEMBANG Ritonga, Muslimin
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.06.2019

Abstract

Terorisme merupakan sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman kekerasan guna menimbulkan rasa takut dan korban sebanyak-banyaknya baik yang dilakukan oleh suatu kelompok revolusioner, pemerintah maupun negara. Terorisme tumbuh dan berkembang karena didukung oleh situasi masyarakat yang tengah mengalami tekanan politik, ketidakadilan sosial, dan terdapatnya jurang pemisah yang dalam antara kaya dan miskin. Maka salah satu solusi untuk menangani terorisme ini adalah dengan adanya sosialisasi dari pihak kepolisian, pemuka agama untuk menjelaskan bahwa agama mengajarkan etos kemanusiaan yang sangat menekankan kemanusian universal yaitu mewujudkan perdamaian dan kehormatan. Penelitian ini membahas tentang sosialisasi komunikasi Polisi Resort Kota Palembang dalam menangkal terorisme di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data diperoleh berdasarkan hasil wanwancara, observasi dan studi pustaka. Sedangkan untuk menganalisis data mengunakan metode analisis studi deskriptif yakni, mendeskripsikan data yang didapat melalui realita dan fenomena yang sebenarnya. Hasil penelitian dilakukan untuk menjelaskan sosialisasi komunikasi yang digunakan oleh Satintelkam Polresta Kota Palembang dalam menangkal  terorisme di kota Palembang.
“TAMPANG BOYOLALI “ DALAM PIDATO PRABOWO SUBIANTO (Analisis Frasming Robert N. Entmen dalam Media Online CNNIndonesia.com, Sindonews.com, dan Kompas.com) Meiranti, Mike
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.02.2019

Abstract

Diksi “Tampang Boyolali" dalam pidato Prabowo Subianto mengundang kontroversi di masyarakat dan media. Para petinggi pemerintahan pun turut andil mengomentari diksi pidatonya tersebut. Diksi “Tampang Boyolali" seakan merendahkan warga Boyolali, dan seketika mengundang reaksi marah warga Boyolali. Namun, tidak lama kemudian Prabowo mengklarifikasi pernyataan tersebut sekaligus menghaturkan permohonan maaf kepada masyarakat Boyolali. Peneliti mengumpulkan data berupa gambar dan teks melalui 3 media, yaitu CNNIndonesia.com, Sindonews.com, dan Kompas.Com. Ketiga media tersebut aktif memberitakan “Tampang Boyolali” dengan framing yang berbeda-beda. Dalam hal ini penulis mencoba menganalisis berita dengan analisis Robert N. Entmen yang menghasilkan fakta bahwa CNNIndonesia.com tidak merespon baik dan mendiskreditkan permohonan maaf Prabowo. Sedangkan Sindonew.com sangat mengapresiasi sikap gentleman Prabowo yang berani menghaturkan permohonan maaf. Adapun Kompas.com cenderung netral, tidak mengapresiasi dan tidak mendiskreditkan tokoh yang diberitakan.

Page 1 of 3 | Total Record : 22