cover
Contact Name
Fata Nidaul Khasanah
Contact Email
fata.nidaul.khasanah@dsn.ubharajaya.ac.id
Phone
+6285647212938
Journal Mail Official
jki@ubharajaya.ac.id
Editorial Address
Jurnal Kajian Ilmiah Jl. Perjuangan No.81, Marga Mulya, Kec. Bekasi Utara, Kota Bks, Jawa Barat 17143
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah
ISSN : 14109794     EISSN : 2597792X     DOI : https://doi.org/10.31599/jki
Jurnal Kajian Ilmiah mempublikasikan artikel dengan Fokus dan Ruang Lingkup pada bidang ilmu yang telah dikaji secara empiris dan teori. Adapun Fokus dan Ruang Lingkup penelitian pada: 1. Ilmu Komputer 2. Ilmu Sosial 3. Ilmu Manajemen 4. Ilmu Hukum 5. Ilmu Komunikasi dan Humaniora 6. Ilmu Kimia 7. Ilmu Alam Beserta ilmu lain yang berhubungan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Strategi Komunikasi dalam membentuk Budaya Keselamatan kerja melalui Implementasi Observasi PEKA (Pengamatan Keselamatan Kerja) di PT. X Sulistyo P, Bambang
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.66

Abstract

In an effort to establish organizational culture can not be separated from the application of the principles of Communication. In building a culture, surely an organization will carry out a communication process, whereby the Management / Management of the company conveys various policies, responsibilities through messages both verbally and non-verbally continuously to shape the behavior of members of the company organization. For this reason, an appropriate communication strategy is needed, so that company workers can understand, implement, and be affected by messages conveyed and socialized by the Management / Leadership of the organization. As it is known within the organization, it invites organizational members/workers to implement/implement Cultural behavior not easily, so that the communication strategy must be formulated and planned properly, so that it can be used as a reference/guideline in carrying out communication activities. This study seeks to determine the communication strategy implemented in the PT. Pertamina EP HSSE Division in building a Safety and Health culture for all workers/members of the organization. By using the method of observation, carried out on aspects of PEKA (Safety Observation) with the process of Planning, Implementation and evaluation of the Communication Program that is run Based on the observations and evaluations of researchers it can be concluded that communication carried out in the workplace is able to improve unsafe behavior, create dialogue related to safe and unsafe behavior, to safe and unsafe condition and be able to prioritize observations based on the level of risk and subsequently be able to determine the corrective action results from work Safety observations. Keywords: Organization culture, Communication strategy, Safety Observation (PEKA) Abstrak Dalam upaya pembentukan Budaya organisasi tidak dapat lepas dari penerapan prinsip-prinsip Komunikasi. Dalam membangun budaya, tentunya sebuah organisasi akan melakukan proses komunikasi, dimana para Manajemen/Pimpinan perusahaan menyampaikan berbagai kebijakan, tanggung jawab melalui pesan baik verbal maupun non verbalsecara terus menerus berkesinambungan untuk membentuk perilaku anggota organisasi perusahaan. Untuk itu diperlukan strategi komunikasi yang tepat , agar para pekerja perusahaan dapat memahami, mengimplementasikan, dan terpengaruh dengan pesan yang disampaikan dan disosialisaikan oleh Manajemen /Pimpinan organisasi .Seperti diketahui didalam organisasi untuk mengajak anggota organisasi / pekerja untuk mengimplementasikan / menerapkan perilaku Budaya tidak mudah, sehingga strategi komunikasi harus dirumuskan dan direncanakan dengan baik, sehingga dapat dipergunakan sebagai acuan/pedoman dalam melaksanakan aktivitas berkomunikasi. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilaksanakan di Divisi HSSE PT. X dalam membangun budaya K3 kepada seluruh pekerja/anggota organisasi. Dengan menggunakan metode observasi, dilakukan pada aspek PEKA (Pengamatan Keselamatan Kerja) dengan proses Perencanaan, Penerapan/Implementasi dan Evaluasi Program Komunikasi yang dijalankan. Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi peneliti dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang dijalankan ditempat kerja mampu memperbaiki perilaku tidak aman, kondisi tidak aman, menciptakan dialog terkait dengan perilaku aman dan tidak aman, dan kondisi aman dan tidak aman serta mampu memprioritaskan observasi berdasarkan tingkat risiko dan selanjutnya apat menentukan tindakan koreksi hasil observasi dari pengamatan Keselamatan kerja. Kata Kunci: Budaya organisasi, Strategi Komunikasi, Observasi PEKA
Analisis Pengaruh Waktu Artificial Age Terhadap Kekerasan, Densitas Dan Struktur Kristal Paduan Alumunium (7075) Untuk Bahan Sirip Roket Budiarto, Budiarto; Antonius , Dikky; Putra , Brillian Ardiana
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.67

Abstract

A heat treatment study has been carried out on Al 7075 alloys. Al 7075 Alloys have strong, lightweight, corrosion-resistant, and good thermal conductivity properties. To meet the requirements of the Al-7075 alloy, a T6 heating process can be used. The T6 process begins with a heated solid solution at temperatures above 570 ° C held for 1 hour, then dip it quickly in water media, as well as the artificial aging process time variations of 1, 4, and 20 hours at a temperature of 210°C. After the cooling process, the specimen is then carried out in a metallographic process. Characterization of hardness by Vickers scale obtained that Al 7075 alloy without heat treatment gave a hardness rate of 84.1 HV. Al 7075 test sample in which heat treatment gave the highest hardness value of 144.90 HV obtained at a combination of the aging temperature of 210°C aging time of 20 hours, an increase in hardness value of 42.96%. The crystal structure test using Scanning Electron Microscope (SEM), showed that the Al 7075 test sample without heat treatment showed the dominant Al matrix, whereas in the Al 7075 test sample after going through the T6 process, the CuA12, AlCuMg, MgZn2 phases were used to harden the alloy. Crystal size, dislocation density, and crystal lattice strain with X-Ray Diffraction (XRD), indicate an increase in crystal size as the heating time of artificial aging increases. While the dislocation density and lattice strain increase during the artificial aging period of 1 hour and 4 hours, then at 20 hours experience a decrease in dislocation density and lattice strain. Keywords: Al-7075 alloys, artificial aging, T6, hardness, Vickers, crystal structure, crystal size, dislocation density, lattice strain. Abstrak Telah dilakukan studi perlakuan panas terhadap paduan Al 7075. Paduan Al 7075 mempunyai sifat kuat, ringan, tahan korosi, dan konduktifitas termal yang baik. Untuk memenuhi syarat paduan Al-7075 dapat dipakai dilakukan proses pemanasan T6. Proses T6 dimulai dengan dipanaskan solid solution pada suhu diatas 570°C ditahan selama 1 jam, kemudian celup cepat di media air, serta proses penuaan buatan (artificial aging) variasi waktu 1, 4, dan 20 jam pada suhu 210°C. Setelah proses pendinginan, spesimen ini kemudian dilakukan proses metalografi. Karakterisasi kekerasan dengan skala Vickers, diperoleh bahwa paduan Al 7075 tanpa perlakuan panas memberikan angka kekerasan sebesar 84,10 HV. Sampel uji Al 7075 yang mengalami perlakuan panas memberikan nilai kekerasan tertinggi sebesar 144,90 HV diperoleh pada kombinasi temperatur aging 210°C waktu aging 20 jam, terjadi kenaikan nilai kekerasan sebesar 41,96%. Pengujian struktur kristal dengan Scanning Electron Microscope (SEM), menunjukkan bahwa pada sampel uji Al 7075 tanpa perlakuan panas terlihat matriks Al yang dominan, sedangkan pada sampel uji Al 7075 setelah melalui proses T6 memunculkan fasa CuA12, AlCuMg, MgZn2 yang berfungsi mengeraskan paduan. Ukuran kristal, kerapatan dislokasi, dan regangan kisi kristal dengan X-Ray Diffraction (XRD), menunjukkan bertambahnya ukuran kristal seiring dengan lamanya waktu pemanasan penuaan buatan. Sedangkan densitas dislokasi dan regangan kisi meningkat selama periode waktu pemanasan 1 jam dan 4 jam, lalu pada waktu 20 jam mengalami penurunan densitas dislokasi serta regangan kisi. Kata Kunci: Paduan Al-7075, penuaan buatan, T6, kekerasan, Vickers, struktur kristal, ukuran kristal, kerapatan dislokasi, regangan kisi.
Pengaruh Financial Leverage Dan Operating Leverage Terhadap Rentabilitas PT Kalbe Farma, Tbk Sibarani , Novia; Bukhari , Eri
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.68

Abstract

This study aims to determine the effect of Financial Leverage and Operating Leverage partially and simultaneously on the Profitability of PT. Kalbe Farma, Tbk. The data used is the Financial Report for the period 2002 to 2018. The data analysis technique used is the Multiple Linear Regression Analysis. Based on the results of the analysis show that partially Financial Leverage does not significantly influence Rentability, while the Operating Leverage partially has a significant effect on Rentability. Simultaneously Financial Leverage and Operating Leverage have a significant effect on Rentability. Keywords: financial leverage, operating leverage, return on equity, profitability Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Financial Leverage dan Operating Leverage secara parsial dan secara simultan terhadap Rentabilitas PT. Kalbe Farma, Tbk. Adapun data yang digunakan adalah Laporan Keuangan periode tahun 2002 sampai dengan tahun 2018. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda. Berdasarkan Hasil analisis menunjukan bahwasecara parsial Financial Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap Rentabilitas, sedangkan Operating Leverage secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Rentabilitas. Secara simultan Financial Leverage dan Operating Leverage berpengaruh signifikan terhadap Rentabilitas. Kata Kunci: financial leverage, operating leverage, return on equity, rentabilitas
Analisis Ketidak Efektifan Prosedur Penyelesaian Hak Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Manusia (Trafficking) Hakim, Lukman
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.69

Abstract

This paper discusses the problem of ineffective procedures in resolving rights for victims of human trafficking resulting from dualism in its resolution. Although there is the provision of restitution for trafficking victims in Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of Trafficking in Person (TPPO), in the process of granting restitution it encountered some obstacles. The provision of compensation, in general, is also regulated in the Criminal Procedure Code (KUHAP), in which it provides more certain legal aspects for trafficking victims, even though there are also some obstacles when associated with human trafficking cases. The purpose of this paper is to evaluate the restitution for human trafficking victims to provide legal certainty and justice. Keyword: restitution, trafficking Abstrak Paper ini membahas mengenai adanya permasalahan ketidak efektifan dalam prosedur penyelesaian hak restitusi bagi korban tindak pidana perdagangan manusia (trafficking) yang diakibatkan adanya dualisme dalam penyelesaiannya. Meskipun sudah ada ketentuan pemberian restitusi bagi korban trafficking sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), namun dalam proses pemberian restitusi berdasarkan ketentuan undang-undang ini masih banyak menimbulkan kendala. Sementara ketentuan pemberian ganti rugi secara umum juga diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan ketentuan ini lebih memberikan aspek kepastian hukum bagi korban trafficking, sekalipun juga ada beberapa kendala jika dikaitkan dengan kasus trafficking yang terjadi selama ini. Tujuan dari tulisan ini adalah menciptakan kepastian hukum dan keadilan dalam hal pemberian restitusi bagi korban kasus trafficking. Kata kunci: restitusi, tindak pidana perdagangan manusia.
Analisis Keranjang Belanja dengan Algoritma Apriori Klasik pada Data Mining Putra , Tri Dharma
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.70

Abstract

Association Rule Mining is an area of data mining that focus on pruning candidate keys, to find frequent item set. For example, a set of items, such as milk and bread, that appear frequently together in a transaction data set is a frequent itemset. A subsequence, such as buying first PC, then a digital camera, and then a memory card, if it occurs frequently in a shopping history database, is a (frequent) sequential pattern, also knwon as market basket analysis. This paper describes the step by step classical apriori on market basket analysis. Keywords: apriori algorithm, frequent item set, market basket analysis, association rule Abstrak Penambangan Aturan Asosiasi adalah area data mining yang fokus pada pemangkasan kunci kandidat, untuk menemukan frequent itemset. Sebagai contoh, satu set item, misalnya susu dan roti, yang muncul sering bersama-sama di set data transaksi adalah frequent itemset. Berikutnya, pelanggan, misalnya membeli PC dahulu, lalu kamera digital, lalu kartu memori, jika ini sering terjadi dalam riwayat basisdata belanja, adalah pola sekuensial berurutan (sering), juga dikenal sebagai analisis keranjang belanja. Tulisan ini menjelaskan langkah demi langkah algoritma apriori klasik pada analisis keranjang belanja. Kata kunci: algoritma apriori, frequent itemset, analisis keranjang belanja, aturan asosiasi
Prediksi Kelas Jamak dengan Deep Learning Berbasis Graphics Processing Units Handayanto, Rahmadya Trias; Herlawati, Herlawati
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.71

Abstract

For the first time, machine learning did the classical classification process using two classes (bi-class) such as class -1 and class +1, 0 and 1, or the form of categories such as true and false. Famous methods used are Artificial Neural Networks (ANN) and Support Vector Machine (SVM). The current development was a problem with more than two classes, known as multi-class classes. For SVM sometimes the plural classes are overcome by doing a gradual process like a decision tree (DT) method. Meanwhile, ANN has experienced rapid development and is currently being developed with a large number of layers with the new activation functions, i.e. the rectified linear units (ReLu), and the probabilistic-based activation, i.e. softmax, including its optimizer methods (adam, sgd, and others). Then the term changed to Deep Learning (DL). This study aimed to compare two well-known methods (DL and SVM) in classifying multiple classes. The number of DL layers was six with the neuron composition are 128, 64, 32, 8, 4, and 3, while SVM uses a radial kernel base function with gamma and c respectively 0.7 and 5. Besides, this study intends to compare the use of the Graphics Processing Unit (GPU) available on Google Interactive Notebook (Google Colab), an online Python language programming application. The results showed that DL accuracy outperformed SVM but required large computational resources, with the accuracy for DL and SVM are 99% and 98%, respectively. However, the use of the GPU can overcome these problems and is proven to increase the speed of the process as much as 47 times. Keywords: Artificial Neural Networks, Graphics Processing Unit, Google Interactive Notebook, Rectified Linear units, Support Vector Machine. Abstrak Di awal perkembangannya mesin pembelajaran melakukan proses klasikfikasi menggunakan dua kelas (bi-class) misalnya kelas -1 dan kelas +1, 0 dan 1, atau bentuk kategori seperti benar dan salah. Metode terkenal yang digunakan adalah Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dan Support Vector Machine (SVM). Perkembangan selanjutnya adalah problem dengan kelas yang lebih dari dua kelas, dikenal dengan istilah kelas jamak (multi-class). Untuk SVM terkadang kelas jamak diatasi dengan melakukan proses berjenjang mirip pohon keputusan (decision tree). Sementara itu JST telah mengalami perkembangan yang pesat dan saat ini sudah dikembangkan dengan jumlah layer yang banyak disertai dengan fungsi-fungsi aktivasi terkini seperti rectified linear unit (ReLu), dan softmax yang berbasis probabilistik, termasuk juga metode-metode optimizernya (adam, sgd, dan lain-lain). Kemudian istilahnya berubah menjadi Deep Learning (DL). Penelitian ini mencoba membandingkan dua metode terkenal (DL dan SVM) dalam melakukan klasifikasi kelas jamak. Jumlah layer DL sebanyak enam dengan masing-masing neuron sebesar 128, 64, 32, 8, 4, dan 3, sementara SVM menggunakan kernel radial basis function dengan gamma dan c berturut-turut 0.7 dan 5. Selain itu penelitian ini bermaksud membandingkan penggunaan Graphics Processing Unit (GPU) yang tersedia di Google Interactive Notebook (Google Colab), sebuah aplikasi online pemrograman bahasa Python. Hasil penelitian menunjukan akurasi DL unggul tipis dibanding SVM namun memerlukan sumber daya komputasi yang besar masing-masing dengan akurasi 99% dan 98%. Namun penggunaan GPU mampu mengatasi permasalahan tersebut dan terbukti meningkatkan kecepatan proses sebanyak 47 kali. Kata kunci: Jaringan Syaraf Tiruan, Graphics Processing Unit, Google Interactive Notebook, Rectified Linear units, Support Vector Machine.
Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan SAK ETAP Pada PT Asia Pacific Energindo Di Jakarta Sari, Pratiwi Nila
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.72

Abstract

This study aims to analyze the accounting treatment of fixed assets for recognition, measurement, depreciation, termination, and presentation and disclosure at PT. Asia Pacific Energindo on the list of fixed assets in 2017. Tests are carried out by analyzing the extent to which the company has implemented a fixed asset accounting policy based on the Entity Financial Accounting Standards without Public Accountability (SAK ETAP) Chapter 15 in the company's operational activities. This study uses a qualitative descriptive analysis method that is to thoroughly describe the fixed asset accounting policies applied to PT. Asia Pacific Energindo in Jakarta and compared to SAK ETAP Chapter 15. The results of this study indicate that the recognition, measurement, depreciation, termination, and presentation and disclosure of fixed assets in practice are in accordance with the Entity Financial Accounting Standards without Public Accountability (SAK ETAP). Depreciation method uses a straight-line method, fixed assets are discontinued or released from usage then the book value is calculated and then all accounts related to the asset are written off. The presentation of accumulated depreciation is carried out separately for all fixed assets so that it can be seen directly how much accumulated depreciation for each group of fixed assets. This treatment makes it easier to read financial statements. For those who need financial statements, it will be easy to know some of the accumulated amount of the fixed assets in question and the book value of each of the asset groups. Keywords: Accounting, Fixed Assets, SAK ETAP chapter 15 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan akuntansi aset tetap atas pengakuan, pengukuran, penyusutan, penghentian dan penyajian serta pengungkapan pada PT. Asia Pacific Energindo pada daftar aset tetap tahun 2017. Pengujian dilakukan dengan menganalisis sejauh mana perusahaan telah menerapkan kebijakan akuntansi aset tetap berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik (SAK ETAP) Bab 15 dalam aktivitas operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu menjabarkan secara menyeluruh terhadap kebijakan akuntansi aset tetap yang diterapkan pada PT. Asia Pacific Energindo di Jakarta dan dibandingkan dengan SAK ETAP Bab 15. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengakuan, pengukuran, penyusutan, penghentian dan penyajian serta pengungkapan aset tetap dalam prakteknya sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik (SAK ETAP). Metode penyusutan menggunakan metode garis lurus, aset tetap dihentikan atau dilepaskan dari pemakaian maka dihitung nilai bukunya untuk kemudian semua akun yang berhubungan dengan aset tersebut dihapuskan. Penyajian akumulasi penyusutannya dilakukan secara terpisah atas seluruh aset tetap, sehingga dapat dilihat langsung berapa akumulasi penyusutan untuk masing-masing kelompok aset tetap. Perlakuan seperti ini mempermudah membaca laporan keuangan. Bagi yang membutuhkan laporan keuangan, akan mudah mengetahui beberapa jumlah akumulasi terhadap aset tetap yang bersangkutan dan nilai buku dari masing-masing kelompok aset tersebut. Kata kunci: Akuntansi, Aset Tetap, SAK ETAP Bab 15
Implementasi FingerPrint dan Short Message Service Gateway pada Sistem Presensi Purnomo , Rakhmat; Fudholi, Ahmad
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.73

Abstract

The research aims to apply the fingerprint and Short Message Service technology in the attendance system. Presence or attendance is an important activity in the lecturing process. SMK Global Teknologi has a problem in the student attendance data. The human error factor in captured student attendance is a problem in itself. On the other hand, there are cases of students who went to school but did not arrive at school to become complaints from parents. Fingerprint technology has been proven to be able to validate someone as proof of attendance, while the SMS gateway is proven to be a reliable telecommunications technology for data communication. The research method used was to conduct observations at the SMK Global Technologi. The interview method was carried out with the principal, representatives of parents, teachers, and students. The system development method used is Waterfall which consists of the stages of planning, analysis, design, finally implementation. The testing method used a black-box. The results of the research are the application of student attendance information systems with an attendance system indicator that has been integrated between parents, teachers, homeroom teachers. So that student attendance data can be directly known. Keywords: Attendance System, Fingerprint, SMS Gateway Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menerapkan teknologi fingerprint dan Short Message Service (SMS) dalam sistem presensi. Presensi atau kehadiran merupakan kegiatan yang penting dalam proses pembelajaran. SMK Global Teknologi memiliki masalah dalam data presensi siswanya. Faktor kesalahan manusia dalam merekap kehadiran siswa menjadi masalah tersendiri. Disisi lain adanya kasus peserta didik yang berangkat ke sekolah tetapi tidak sampai kesekolah menjadi keluhan orang tua. Teknologi fingerprint telah terbukti dapat memvalidasi seseorang sebagai bukti kehadiran, sedangkan SMS gateway terbukti untuk sebagai teknologi telekomunikasi yang handal untuk komunikasi data. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakuan observasi di SMK Global Teknologi. Metode wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, perwakilan orang tua, guru, dan siswa. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall yang terdiri dari tahapan perencanaan, analisis, perancangan, dan penerapan. Metode pengujian menggunakan black-box. Hasil dari penelitian ini adalah diterapkannya sistem informasi kehadiran peserta didik dengan indikator sistem kehadiran sudah terintegrasi antara orang tua, guru, wali kelas. Sehingga data kehadiran siswa dapat secara langsung diketahui. Kata kunci: Sistem Kehadiran, Fingerprint, SMS Gateway
Penggunaan Matlab dan Python dalam Klasterisasi Data Herlawati , Herlawati; Handayanto , Rahmadya Trias
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i1.85

Abstract

Abstract Organizations need to dig through the data clustering process, both past data and data from the internet. Sometimes the data has to be re-clustered to match the actual conditions. Therefore, it is necessary to prepare clustering support equipment. In this study the K-Means method was chosen for comparing two technical computational languages, i.e. Matlab and Python which are currently in great demand by researchers and can be used by organizations for a clustering process. This study showed both Matlab and Python have enough libraries (libraries) and toolboxes to help users in data clastering as well as graphics presentation. The test results show that the two programming languages are capable of carrying out the clustering process with two clusters; cluster 1 with a center point at coordinates (1.24, 1.34) and cluster 2 with a center point at coordinates (3.1, 3.07) and are presented by a cluster distribution plot. Keywords: Clusterization, K-Means, Matlab, Python. Abstrak Organisasi perlu menggali data lewat proses klasterisasi data, baik data lampau maupun data dari internet. Terkadang data harus dilakukan klasterisasi ulang untuk mencocokan dengan kondisi yang sebenarnya. Oleh karena itu perlu dipersiapkan peralatan pendukung klasterisasi. Dalam penelitian ini metode K-Means dipilih untuk membandingkan dua bahasa komputasi teknis yaitu Matlab dan Python yang sekarang ini banyak diminati para peneliti yang dan dapat digunakan oleh organisasi yang membutuhkan proses klasterisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan baik Matlab maupun Python memiliki cukup pustaka (library) dan toolbox dalam membantu pengguna mengklasterisasi data, mempresentasikan grafik. Hasil pengujian menunjukan kedua Bahasa pemrograman mampu menjalankan proses klasterisasi berupa klaster 1 yang memiliki titik pusat yang berada pada koordinat (1.24, 1.34) dan klaster 2 dengan titik pusat yang berada pada koordinat (3.1, 3.07) disertai dengan plot sebaran klasternya. Kata kunci: Klasterisasi, K-Means, Matlab, Python.
Service High Availability Pada Native Server dan Virtual Server Menggunakan Proxmox VE Irwan, Dadan; Sukoco, Heru; Wahjuni, Sri
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 20 No. 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v20i2.87

Abstract

Teknologi virtualisasi dapat meningkatkan kemampuan layanan menjadi dua mesin server atau lebih secara virtual. Sistem failover dan failback merupakan teknik high availability dalam mengatasi terjadinya kegagalan layanan pada master server. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan service high availability dengan sistem failover dan failback pada dua arsitektur server yang berbeda yaitu native server dan virtual server menggunakan sistem virtualisasi Proxmox VE. Metodologi penelitian menggunakan tahapan analisa permasalahan dan kebutuhan sistem, disain arsitektur dan implementasi, pengujian dengan pengukuran kemampuan sistem, dan analisa hasil. Berdasarkan proses pengujian, high availability pada sistem virtual server memiliki tingkat kinerja lebih rendah rata-rata 4.15% dengan sistem native server. Kesimpulannya sistem virtualisasi memiliki keunggulan karena dapat memberikan dua layanan server virtual yang berbeda pada satu mesin native server sehingga lebih efisien dari sisi anggaran dan lebih efektif dalam pengelolaan sistem administrasi server.