cover
Contact Name
Prof. Dr. Suwarto, M.Pd
Contact Email
suwartowarto@yahoo.com
Phone
+6281329275915
Journal Mail Official
suwartowarto@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Letjend Sujono Humardani No. 1 Jombor Sukoharjo 57521
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
ISSN : 2715095X     EISSN : 26865041     DOI : https://doi.org/10.32585/jp.v29i2.647
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan merupakan jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan gagasan atau karya inovatif di bidang pendidikan. Karya inovatif para guru dan dosen pembangunan sektor pendidikan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan institusi pendidikan menjadi fokus jurnal ini. 1. Media pembelajaran 2. Model Pembelajaran 3. Pendekatan Pembelajaran 4. Strategi Instruksional 5. Metode Intruksional 6. Teknik Pengajaran 7. Taktik Pengajaran
Articles 58 Documents
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning bagi Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 1 Boyolali Tahun Pelajaran 2018-2019 Hariyani, Suprapti
JURNAL PENDIDIKAN Vol 28, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v28i2.343

Abstract

Tujuan penelitian ini: pertama mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas VIII G pada pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning di SMP Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2018-2019, kedua: untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VIII G dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning di SMP Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2018-2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah GURU IPA kelas VIII G dan Guru IPA kelas VII A sebagai kolaborator, serta siswa kelas VIII G di SMP Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2018-2019. Objek penelitiannya adalah aktivitas belajar siswa, hasil belajar IPA siswa dan model pembelajaran discovery learning. Metode pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif untuk mengtahui ada tidaknya aktivitas belajar siswa instrument yang digunakan adalah pedoman pengamatan, dan analisis kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VIII G dalam mata pelajaran IPA sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran discovrt learning. Hasil penelitian: berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang dilakukan pada tanggal 21–27 Agustus 2018 ditemukan hal-hal sebagai berikut: pembelajaran bersifat tradisional, pembelajaran berpusat pada guru, siswa pasif, metode dan gaya mengajar guru tidak menarik, pembelajaran tekstual. Dampaknya adalah daya serap siswa rendah dari hasil tes yang di peroleh melalui daftar Skor guru Skor rata-rata kelas hanya 72 dengan Skor tertinggi 80 dan Skor terendah 71, dengan KKM 77 . Simpulannya bahwa aktivitas belajar siswa kelas VIII G dalam pembelajaran IPA kurang maksimal, hasil belajar siswapun juga rendah karena itu dicarikan solusi dengan menerapkan model pembelajaran discovery leanring.
Peningkatan Kompetensi Menganalisis Vektor dengan Model Pembelajaran Jigsaw Bagi Siswa Kelas X MIPA 4 Semester 1 SMA Negeri 1 Tawangsari Tahun Pelajaran 2019/2020 Muhtar, Muh
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v29i2.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kompetensi menganalis vektor, dan mengetahui perubahan keaktifan siswa setelah pambelajaran menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw. Penelitian ini merupakan Penetian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan kemudian dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan,observasi, evaluasi dan  refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 4 semester 1 SMA Negeri 1 Tawangsari tahun pelajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  (1) Proses pembelajaran dengan model pembelajaran tipe  jigsaw  mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. (2). Besar peningkatan kompetensi menganalisis vektor dengan  rincian nilai rata-rata nilai  Siklus 1 sebesar 75 dan Siklus 2 rata-rata sebesar 80. Sehingga peningkatan dari Siklus 1 ke Siklus 2 adalah 5%. (3) Pembelajaran dengan model pembelajaran tipe jigsaw pada kompetensi menganalisis vektor mengalami perubahan keaktifan siswa. Pada siklus 1 menjadi 62 (sedang) dan pada siklus 2 menjadi 76 (baik). 
Keefektifan Model Pembelajaran Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Kecepatan Kelas V SDN 4 Kemujan Kecamatan Karimunjawa Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020 Sudarmaji, S
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v29i1.599

Abstract

Masalah yang ingin dipecahkan dalam Penelitian Tindakan Kelas; ”Bagaimanakah keefektifan  model pembelajaran Index Card Match terhadap hasil belajar Matematika materi kecepatan pada siswa kelas V SDN 4 Kemujan  Kecamatan Karimunjawa semester I tahun pelajaran 2019/2020? Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Index Card Match terhadap hasil belajar Matematika pada siswa kelas V SDN 4 Kemujan  Kecamatan Karimunjawa semester I tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian dilaksanakan di SDN 4 Kemujan Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara semester I tahun pelajaran 2019/2020. Obyek penelitian peserta didik kelas V. Lokasi di SDN 4 Kemujan Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara, karena peneliti merupakan Kepala SDN 4 Kemujan. Pelaksanaan penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan MC.Tanggart berupa siklus spiral yang terdiri dari 4 tahap: (1) perencanaan tindakan kelas, (2) pelaksanaan tindakan kelas, (3) observasi tindakan kelas, dan (4) refleksi, yang diikuti siklus spiral berikutnya. Penerapan model pembelajaran Index Card Match membawa dampak berupa meningkatnya hasil belajar dan prestasi belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat hasil pada prasiklus yang tuntas 10 siswa (52,63%) dan yang belum tuntas 9 siswa (47,37%). Nilai rata-rata kelas 65,79. siklus I pertemuan 1 yang tuntas 12 siswa (63,16%). Nilai rata-rata kelas 69,47. Siklus 1 pertemuan 2 terjadi peningkatan ketuntasan sebesar 10,52%  dari 63,16%  siklus I pertemuan 1 menjadi 73,68%  siklus I pertemuan 2. Siswa yang tuntas 14 siswa (73,68%). Siklus II pertemuan 1 hasil prestasi belajar siswa meningkat 5,27% dari 73,68% siklus I pertemuan 2 menjadi 78,95% siklus II pertemuan 1. Siklus II pertemuan 2 hasil prestasi belajar  siswa meningkat  sebesar 15,79% dari  78,95%  siklus II pertemuan 1 menjadi 94,74% siklus II pertemuan 2. Siswa yang tuntas 18 siswa ( 94,74%) dan  yang belum tuntas 1 siswa ( 5,26%). Nilai rata -rata kelas 78,95. 
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Bagi Siswa Kelas IXH Semester II SMP Negeri 4 Sukoharjo Jamiyem, Jamiyem
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v29i3.1009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajarr IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IXH SMP Negeri 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IXH SMP Negeri 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 32 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan, sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk subjek pelaku tindakan adalah guru IPS kelas IXH selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran, Kepala Sekolah selaku subjek sumber data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajarr IPS siswa kelas IXH SMP Negeri 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar IPS siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 70,3, pada siklus I sebesar 77,5 dan pada siklus II sebesar 82,5. Selain itu, presentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 43,75%, pada siklus I sebesar 72% dan pada siklus II sebesar 94%..
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing dengan Media Konkret Dalam Peningkatan Pembelajaran IPA Materi Gaya pada Siswa Kelas V SDN Kalijoso TahunPelajaran 2018/2019 Oktaviana, .
JURNAL PENDIDIKAN Vol 28, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v28i3.489

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan  pembelajaran IPA materi gaya melalui penerapan model inkuiri terbimbing dengan media benda konkret pada siswa kelas V SDN Kalijoso. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kalijoso yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Validasi data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif deskripsi yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA menggunakan berbagai model pembelajaran namun guru belum melibatkan keaktifan siswa secara penuh. Penggunaan media terbatas menggunakan media yang bersifat abstrak seperti gambar sehingga siswa kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran serta pemahaman terhadap materi menjadi sangat kurang. Hasil belajar siswa rata-rata 54,71 dari KKM yang ditentukan adalah 75. Simpulannya pembelajaran IPA materi gaya masih kurang maksimal dan hasil belajar siswa pun rendah sehingga perlu perbaikan pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dengan media konkret.
Pelaksanaan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Pramuka di Era Pandemi Covid 19 Suyahman, Suyahman
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v29i2.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter melalui gerakan pramuka di era pandemic covid19 yang dikaji secara teoritis dan praktis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Subjek penelitiannya adalah pelaksanaan pendidikan karakter di dalam gerakan pramuka, dan objek penelitiannya adalah Gerakan pramuka. Pengumpulan data dilakukan melalui: analisis buku-buku, laporan penelitian, makalah, artikel, dan skripsi, thesis serta sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan materi yang diteliti. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis  interaktif. Aktifitas analisis data model ini antara lain, reduksi data, display data dan gambaran konklusi atau verifikasi. Hasil penelitian: berdasarkan hasil analisis literature dari buku-buku pustaka diantaranya Buku-buku tentang pendidikan karakter, artikel tentang pendidikan karakter, makalah tentang pendidikan karakter, laporan hasil penelitian tentang pendidikan karakter, AD dan ART Gerakan Pramuka, UU nomor 10 tentang Gerakan Pramuka, SKB tentang pelaksanaan bela Negara melalui gerakan pramuka diperoleh informasi bahwa pelaksanaan pendidikan karakter khususnya nilai karakter: religius, kepedulian, tanggung jawab, melalui gerakan pramuka di era pandemic covid 19 dilakukan dengan menggunakan metode: menyanyi lagu-lagu yang bernuansa religius, kepedulian dan nasionalisme yang dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi google classroom, sedangkan untuk nilai karakter: nasionalisme, disiplin dan demokrasi dilakukan dengan menggunakan media video yang di dalamnya memuat nilai-nilai tersebut yang dilakukan secara online dengan aplikasi Whattsap. Kesimpulannya bahwa pelaksanaan pendidikan karakter religius, kepedulian, kemandirian, tanggung jawab, disiplin, nasionalisme, dan demokrasi dalam gerakan pramuka di era pandemic covid 19 dilakukan dengan menggunakan metode menyanyi, serta dengan video yang menceritakan tentang nilai karakter disiplin, mandiri, nasionalisme, dan demokrasi yang dilakukan secara online dengan aplikasi WA dan google class room.
Penggunaan Modelpembelajaran Learning Cycle untuk Meningkatkan Ketuntasan Belajar Peserta Didik pada Konsep Pencernaan di Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Gemolong Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 Riadi, Agus
JURNAL PENDIDIKAN Vol 28, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v28i2.348

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran learningcycle dalam meningkatkan ketuntasan belajar peserta didik Kelas XI MIPA 1 di SMA Negeri 1 Gemolong- Kabupaten Sragendalam mata pelajaran Biologi pada konseppencernaan .Penelitian ini adalah penilitian korelasi kuantitatf. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 1 semester II. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini teknik observasi dan teknik test. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan membandingkan hasil test siklus 1 dengan test berikutnya sebagai target keberhasilan pembelajaran Biologi pada konsep pencernaan. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran biologi materi pencernaan yang dilakukan guru kepada peserta didik melalui upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle ditempuh dalam empat langkah yakni (1) perencanaan (planning); (2) pelaksanaan (action); (3) observasi (observation); dan (4) refleksi, ada hubungan / korelasi positif dalam meningkatkan ketuntasan belajar peserta didik dimana diketahui bahwa siklus 2 lebih baik daripada siklus 1. Pada grafik 1 terlihat bahwa pada siklus 1pertemuan 1, jumlah peserta didik yang mengalami tuntas belajar mencapai50%, sedangkan yang masih belum tuntas sebanyak 50%. Pada siklus 1 pertemuan 2, peserta didik yang sudah mencapai KKM adalahmengalami peningkatan. Hasil tersebut lebih jelasnya tampak pada grafik 4.2 hasil Belajar Peserta didik Siklus 1 Pertemuan 2, jumlah peserta didik yang mengalami tuntas belajar mengalamipeningkatan, yaitu 78% peserta didik mengalami ketuntasan darisebelumnya hanya 50%, sedangkan yang masih belum tuntas mengalamipenurunan sebanyak 50% menjadi 22%. Dengan katalain proses pembelajaran pada siklus 1 pertemuan 2 mengalamipeningkatan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Seni Budaya Dan Kesenian Pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 3 Weru Tahun Pelajaran 2016/ 2017 Suyoto, .
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v29i1.604

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar SBK melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division pada siswa kelas VIII B Semester IISMP Negeri 3 Weru tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2017 di SMP Negeri 3 Weru. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B sebanyak 22 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik  pengumpulan data  menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan  tes tertulis. Alat pengumpulan data berupa lembar pengamatan, butir  soal tes, dan dokumen  daftar  nilai. Analisis data  menggunakan  analisis deskriptif  komparatif  yang dilanjutkan  refleksi. Setiap  siklus terdiri dari  empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa, nilai SBK rata-rata prestasi belajar SBK siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 67,3, pada siklus I sebesar 73,1 dan pada siklus II sebesar 81,3. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat, yaitu sebelum tindakan sebesar 40,9%, siklus I sebesar 63,6% dan siklus II sebesar 90,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Model pembelajaran kooperatif tipe STAD  dapat meningkatkan prestasi belajar SBK pada siswa kelas VIII B Semester II SMP Negeri 3 Weru tahun pelajaran 2016/2017”.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD sebagai Upaya untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Seni Budaya dan Kesenian (SBK) Suratmi, Suratmi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 29, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v29i3.1014

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar SBK melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa kelas VIII B Semester 2 SMP Negeri 7 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/ 2018. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2018 di SMP Negeri 7 Sukoharjo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B sebanyak 32 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan tes tertulis. Alat pengumpulan data berupa lembar pengamatan, butir soal tes, dan dokumen daftar nilai. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa, persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu: sebelum tindakan 17 siswa atau 53,1%, pada siklus I sebanyak 23 siswa atau 71,8% dan pada siklus II sebanyak 217 siswa atau 90,6%. Sedangkan rata-rata prestasi belajar SBK siswa sebelum tindakan sebesar 70,1, pada siklus I sebesar 75,2, dan pada siklus II sebesar 80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar SBK pada siswa kelas VIII B Semester 2 SMP Negeri 7 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/ 2018”.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Materi Sistem Ekskresi Manusia melalui Model Pembelajaran Discovery Learning dan Metode Eksperimen Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 1 Boyolali pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2018-2019 Hariyani, Suprapti
JURNAL PENDIDIKAN Vol 28, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v28i3.494

Abstract

Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas VIIIG SMP Negeri 1 Boyolali semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Jumlah siswa dalam kelas ini adalah 28 yang terdiri atas 4 laki-laki dan 24 perempuan. Siswa diberikan perlakuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan metode Eksperimen dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Proses pembelajaran pada siklus I dilakukan di dalam kelompok besar, sedangkan proses pembelajaran pada siklus II dilakukan di dalam kelompok kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Untuk validasi data, observasi tidak dilakukan sendiri oleh peneliti, tetapi berkolaborasi dengan siswa dan teman sejawat, serta dengan menggunakan teknik tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang dilanjutkan dengan refleksi. Pada kondisi awal aktivitas belajar siswa rendah, hasil prestasi belajar, jumlah siswa tuntas 14 anak 50%, belum tuntas 14 anak 50%, nilai tertinggi 93, nilai terendah 50 nilai rata-rata 76,89. Simpulannya aktivitas belajar rendah dan hasil belajar siswa siswa kelas VIII G belum maksimal, untuk itu dicarikan solusi dengan menerapkan model pembelajaran dicovery learning dengan metode eksperimen, sehingga pada siklus I hasil prestasi belajar, jumlah siswa tuntas 26 anak 93%, belum tuntas 3 anak 7%, nilai tertinggi 95, nilai terendah 68 nilai rata-rata 83,18.Pada siklus II hasil prestasi belajar, jumlah siswa tuntas 28 anak 100%, belum tuntas 0 anak 0%, nilai tertinggi 98, nilai terendah 80 nilai rata-rata 88,57. Hasil penelitian menyatakan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dengan metode Eksperimen dapat meningkatkan aktivitas  dan hasil belajar IPA siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Boyolali semester genap tahun pelajaran 2018/2019.