cover
Contact Name
Tri Widya Swastika
Contact Email
tri.widyaswastika@sipil.pnj.ac.id
Phone
+6221-7270036
Journal Mail Official
camjournal.sipil@pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Construction and Material Journal
ISSN : -     EISSN : 26559625     DOI : https://doi.org/10.32722/cmj
Core Subject : Engineering,
Jurnal Construction And Material adalah jurnal Teknik Sipil yang mencakup bidang keahlian Dasar Teknik, Struktur, Material, Manajemen Konstruksi, Tata Laksana, Transportasi, Sumber Daya Air dan Lingkungan, Geoteknik, Pengukuran dan Jalan Raya. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa, pengajar, dan masyarakat luas yang ingin mempublikasikan karya ilmiahnya dan belum pernah dipublikasikan dimanapun. Jurnal ini terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun (Maret, Juli, dan November). - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Construction And Material Journal is one of journals in the discipline of Civil Engineering from vocational school, covering basic of Civil Engineering; Structure, Material Technology, Construction Methods, Construction Management, Water Resources and Environmental Engineering, Geotechnical Engineering, Surveying and Highway Engineering. This journal is intended for engineering student, lecturer, professional and engineering assosiation member in civil works, and other community in Civil Engineering. The journal offers the Authors to publish their paper works in the Civil Engineering from their research result, work experience, etc and never published it in elsewhere. The journal issues would be published in three times a year (March, July and November). - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Articles 52 Documents
OPTIMASI STRUKTUR HELIDECK DENGAN VARIASI BEBAN HELIKOPTER Anwar, Anwar; Bachmid, Reza
Construction and Material Journal Vol 2, No 3 (2020): CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL VOL. 2 NO. 3 NOVEMBER 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTHelideck is a helicopter landing field located on ships and offshore buildings. The helideck structure must have the strength to withstand the loads of the helicopter landing. The purpose of this study is to determine the maximum strength of the helideck structure. Helideck structure strength calculations used SACS structural strength software by performing a running analysis adopting the finite element method. The maximum calculation results value that the helideck structure can hold is the type of helicopter with a maximum weight of 155 kN with a working stress of 37,80 N/mm2 and an interaction value of (IR) 1. The helideck structure will encounter a yield stress or fracture with an IR value > 1.Keywords : Structure Strength, Helideck, Helicopter LoadABSTRAKHelideck merupakan lapangan pendaratan helikopter yang terdapat pada kapal dan bangunan lepas pantai, struktur helideck harus memiliki kekuatan yang mampu menahan beban pendaratan helikopter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung kekuatan maksimum dari struktur helideck, perhitungan kekuatan struktur helideck menggunakan software kekuatan struktur SACS dengan melakukan running analisis yg mengadopsi metode elemen hingga.hasil penelitian menunjukkan nilai maksimum yang dapat ditahan struktur helideck adalah tipe helikopter dengan berat maksimum 155 kN dengan tegangan kerja maksimum sebesar 37,80 N/mm2 dan nilai interaksi rasio (IR) 1. Struktur helideck akan mengalami tegangan leleh atau patah dengan nilai IR > 1.Kata kunci : Kekuatan Strutur, Helideck, beban helikopter
IDENTIFIKASI TINGKAT KEPENTINGAN FAKTOR KINERJA GREEN BUILDING PONDOK PESANTREN Sedayu, Agung
Construction and Material Journal Vol 1, No 2 (2019): Construction and Material Journal Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran di pondok pesantren didukung oleh ketersediaan dan kinerja fasilitas fisik bangunan gedung yang dimiliki. Dukungan ini perlu diperhatikan mengingat peran penting pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan ke-Islaman yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara mental spiritual. Pondok pesantren terdiri atas ruang kelas, asrama, masjid, kantin, kantor, perpustakaan, dan lain-lain. Ruang atau gedung tersebut dipengaruhi oleh komponen fisik bangunan yang menunjang tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan faktor kinerja fasilitas bangunan pondok pesantren dengan berbasis prinsip bangunan ramah lingkungan (Green Building). Objek dan lokasi penelitian adalah pondok pesantren Al-Fatah Kabupaten Malang Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah analisis deskripsi statistik tingkat kepentingan pengguna yang terdiri dari kiyai (ustad), santri, dan pengunjung. Hasil survei memperoleh sepuluh faktor kinerja meliputi Keamanan (Security), Keselamatan dan kesehatan (Safety and Healthy), Fungsi (Function), Estetika (Aesthetics), Kemudahan dan keterjangkauan (Easiness and Accessbility), Keandalan (Reliability), Daya tahan (Durability), Kenyamanan dan keteraturan (Comfortable and Regularity), Ketersediaan dan kapasitas (Availability and Capacity) dan Ramah Lingkungan (Eco-friendly). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata untuk 10 faktor kinerja yang memiliki skor tingkat kepentingan pada skala penting (skala likert 4).Kata kunci: Identifikasi, tingkat kepentingan, kinerja, green building, pondok pesantren
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH PII QUARY SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS BETON Mandela, Wennie; Purwantoro, A. Didik Setyo
Construction and Material Journal Vol 1, No 1 (2019): Construction and Material Journal Vol. 1 No. 1 Maret 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta di beberapa quary pasir wilayah Sorong Raya, kadar lumpurnya masih cukup tinggi yaitu kisaran 8% - 19 % dengan mutu beton yang didapatkan maksimal K-200. Dalam upaya mencari alternatif material pasir lokal tersebut, teridentifikasi ada limbah dari perusahaan pengolah tambang batu pecah yang ada di Kota Sorong yaitu PT Pro Intertech Indonesia (PII QUARY).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu beton rata-rata yang dihasilkan dari uji laboratorium atas benda uji beton yang memakai limbah PII Quary dan untuk mengidentifikasi potensi serta kelayakan limbah PII Quary apakah dapat dijadikan alternatif pengganti agregat halus beton Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Teknologi Beton Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong. Penelitian yang menggunakan jenis material limbah dari PII Quary berupa pasir batu. Sampel yang diambil akan dicampur dengan agregat kasar, semen dan air untuk kemudian diketahui karakteristik mutu beton yang dihasilkan. Hasil penelitian didapatkan uji kuat tekan rata-rata silinder beton umur 28 hari sebesar 17,5 MPa belum mencapai mutu beton yang ditargetkan yaitu 25 MPa. Limbah batu pecah PII Quary disimpulkan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pengganti agregat halus beton. Akan tetapi, mutu beton yang dihasilkan hanya memenuhi mutu beton kelas 1 yang digunakan bukan untuk pekerjaan struktur.Kata kunci: Limbah quary, mutu beton, agregat halus   
PERKUATAN DAN STABILISASI BADAN JALAN MENGGUNAKAN SISTEM PLAT SPUN PILE Maha Agung, Putera Agung; Tsabita, Dea Putri
Construction and Material Journal Vol 2, No 1 (2020): CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL VOL. 2 NO. 1 MARET 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSome damages of the Jalan Lintas Selatan Road, Suradita-Kranggan has occured every year with the identical failure cycle. One of the effort to make problem solving is to replace the base of road body construction with a concrete plate construction supported by circular pre-stressed concrete pile foundation (spun pile) system. The system will carry on the upper structure or embankment (subgrade) since the below of the structure exists soft soil layers and the depth of hard layer soil reachs more than 10 m. Later on, all vertical and horizontal forces including moments caused by the external loads can be retained by the plate and spun pile foundation system. The purpose of the study is to calculate the bearing capacity, negative friction force, settlement of spun pile group with using field test data (SPT and CPT); and diameter variation of pile is 30 cm to 50 cm. From calculations with the average length of 1400 cm and diameter of 50 cm can be determined bearing capacity of 298.9 tons by SPT and 504.3 tons by CPT data, respectively. Then, lateral bearing capacity is 168.5 tons (free pile head) and 344.2 tons (fixed pile head). The settlement occurred of a single pile foundation is 9.40 cm. The results of negative friction resistance were obtained is 81.9 tons. The group piles is designed of 2 (two) rows and 3 (three) columns and can be safe for receiving the construction and traffic loads. Based on the analysis results, the concrete plate and spun pile system has fullfilled to design criteria. Keywords: spun pile, bearing capacity, negative friction, settlement, pile group.AbstrakKerusakan pada Jalan Lintas Selatan, Suradita-Kranggan terjadi setiap tahun dengan siklus kegagalan yang sama. Salah satu upaya penyelesaian masalah tersebut adalah mengganti landasan konstruksi badan jalan dengan plat beton yang didukung oleh sistem pondasi tiang pancang bulat beton prategang (spun pile). Sistem ini akan memikul struktur atas atau timbunan (subgrade) karena di bawah struktur terdapat lapisan tanah lunak dan kedalaman tanah keras mencapai lebih dari 10 m. Nantinya, semua beban vertikal, horizontal berikut momen akibat beban luar dapat ditahan oleh sistem plat dan pondasi spun pile. Tujuan studi ini adalah untuk menghitung daya dukung, gaya gesek negatif, dan penurunan dari kelompok tiang menggunakan data hasil uji lapangan (SPT dan CPT), dan variasi diameter tiang adalah sebesar 30 cm sampai 50 cm. Dari hasil perhitungan dengan panjang rata-rata 1400 cm dan diameter tiang 50 cm dapat ditentukan daya dukung sebesar 298,86 ton (data SPT) dan 504,3 ton (CPT data) secara berurutan. Kemudian, daya dukung lateral sebesar 168,5 ton (kepala tiang bebas) dan sebesar 344,2 ton (kepala tiang terjepit). Penurunan tunggal rata-rata yang terjadi adalah sebesar 9,40 cm. Hasil tahanan gesek negatif diperoleh sebesar 81,9 ton. Kelompok tiang yang direncanakan adalah terdiri 2 baris tiang dan 3 kolom tiang dan aman untuk menerima beban konstruksi dan beban lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis, sistem plat dengan spun pile telah memenuhi kriteria desain. Kata kunci: spun pile, daya dukung, gaya gesek negatif, penurunan, grup tiang.
PENDEKATAN MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI REKLAMASI LAHAN DAN KONSERVASI AIR Setyowati, Rr Diah Nugraheni; Susilowati, Fajar
Construction and Material Journal Vol 1, No 3 (2019): CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL VOL. 1 NO. 3 NOVEMBER 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractClimate change is a condition of temperature change and rainfall distribution. Extreme climate events or anomalies such as very high rainfall intensity in short time cause floods and landslides. There is no rain in a long time that will cause drought. Flood and landslide disasters are a form of hydrological disaster in this study. The approach to mitigation and adaptation to climate change focused on how to prevent the occurrence of hydrological disasters, namely land reclamation and water conservation. The method of this research was descriptive research. Descriptive research methods aimed at describing, explaining, and validating the phenomena which became the object of this research. From the recapitulation results of the Indonesian Central Statistics Agency, the temperature of the last 25 years has increased dramatically to reach around 7.5oC. While rainfall figures have also experienced significant fluctuations. The ups and downs are not easily predicted, which will have an impact on human activities in daily life. To anticipate the climate change in Indonesia, two policy approaches are used to develop development patterns, namely mitigation and adaptation. In the concept of a mitigation approach based on research results, intermittent irrigation has proven to be effective. The concept of adaptation approach about the development of the database system expected that the primary foundation for the government and the community was the early warning system for disasters. Principally, the ways of handling climate change mitigation and adaptation through land reclamation and water conservation are quite extensive and varied. The latest in the implementation is the reclamation of ex-mining land, the development of agroforestry systems, and rainwater harvesting systems.Keywords: Mitigation, Adaptation, Climate, Conservation, Water.AbstrakPerubahan iklim adalah kondisi perubahan suhu dan distribusi curah hujan. Kejadian atau anomali iklim ekstrem seperti intensitas curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Tidak ada hujan dalam waktu lama yang akan menyebabkan kekeringan. Bencana banjir dan tanah longsor adalah bentuk bencana hidrologi dalam penelitian ini. Pendekatan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim berfokus pada bagaimana menangani terjadinya bencana hidrologi, yaitu reklamasi lahan dan konservasi air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memvalidasi fenomena yang menjadi objek penelitian. Dari hasil rekapitulasi Badan Pusat Statistik Indonesia, suhu 25 tahun terakhir telah meningkat secara dramatis hingga mencapai sekitar 7,5oC. Sementara angka curah hujan juga mengalami fluktuasi yang signifikan. Pasang surut tidak mudah diprediksi, yang akan berdampak pada aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengantisipasi perubahan iklim di Indonesia, dua pendekatan kebijakan digunakan untuk mengembangkan pola pembangunan, yaitu mitigasi dan adaptasi. Dalam konsep pendekatan mitigasi berdasarkan hasil penelitian, irigasi intermiten terbukti efektif. Konsep pendekatan adaptasi tentang pengembangan sistem basis data diharapkan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dan masyarakat dalam sistem peringatan dini untuk bencana. Pada prinsipnya, cara penanganan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui reklamasi lahan dan konservasi air cukup luas dan beragam. Yang terbaru dalam implementasi adalah reklamasi lahan bekas penambangan, pengembangan sistem agroforestri, dan sistem pemanenan air hujan (rain water harvesting).Kata kunci: Mitigasi, Adaptasi, Iklim, Konservasi, Air.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 PADA KONTRAKTOR PT. X Darmawan, Arief; Wacono, Sidiq; Saputra, Jonathan
Construction and Material Journal Vol 2, No 3 (2020): CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL VOL. 2 NO. 3 NOVEMBER 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTInfrastructures development in Indonesia is experiencing a high increase. However, many construction failures were due to construction that was not following the predetermined quality. Data obtained from the Investigation of the PNK Technical Team in 2013 contained 5 cases of construction project failure handled by the authorities with a total loss of more than 5 billion to the state. The reality shows that many construction service businesses have names but do not have the supporting facilities. Therefore, data collection aims to analyze the application of the ISO 9001: 2015 application quality management system and its application constraints. Processing data use descriptive statistical analysis and using SPSS version 25 software. The data testing techniques used include validity, reliability, and descriptive hypothesis. The data was collected using a questionnaire method for construction employees in the Design Project for the Tanjung Barat Station Flats. This analysis indicates that the application of the ISO 9001: 2015 quality management system by taking into account all the points from clause 4 to clause 10 is 85.19% and is in the excellent category (80-100%). Factors that become obstacles in implementing ISO 9001: 2015 are due to the lack of socialization regarding the application of ISO 9001, documented information, and communication between project teams.Keywords : ISO 9001; ISO 9001:2015; Quality Management System.ABSTRAKPerkembangan infrastruktur di Indonesia sedang mengalami peningkatan yang tinggi. Tetapi, banyak ditemui kegagalan konstruksi yang disebabkan oleh pelaksanaan konstruksi yang tidak sesuai dengan kualitas yang sudah ditetapkan. Data yang diperoleh dari Investigasi Tim Teknis PNK pada tahun 2013 menunjukkan 5 kasus kegagalan proyek konstruksi yang ditangani pihak berwajib dengan nilai kerugian negara mencapai lebih dari 5 milyar. Kenyataan menunjukkan banyak usaha jasa konstruksi yang memiliki nama tetapi tidak memiliki fasilitas yang mendukung. Oleh karena itu, dilakukan pengambilan data yang bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dan faktor kendala dalam penerapannya. Pengolahan data menggunakan uji hipotesis deskriptif dan menggunakan bantuan software SPSS versi 25. Teknik pengujian data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas dan hipotesis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode kuesioner terhadap karyawan konstruksi yang terlibat dalam Proyek Rancang Bangun Rumah Susun Stasiun Tanjung Barat. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dengan memperhatikan seluruh butir dari klausul 4 sampai klausul 10 adalah sebesar 85,19% dan masuk kategori sangat baik (80-100%). Faktor yang menjadi kendala dalam penerapan ISO 9001:2015 adalah akibat kurangnya sosialisasi mengenai penerapan ISO 9001, informasi terdokumentasi, dan komunikasi antar tim proyek.Kata kunci : ISO 9001; ISO 9001:2015; Sistem Manajemen Mutu.
EVALUASI KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA AKIBAT SISTEM SATU ARAH KOTA BOGOR Humaira, Nurhani; Nadjam, Achmad
Construction and Material Journal Vol 1, No 2 (2019): Construction and Material Journal Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kota Bogor melakukan manajemen lalu lintas dengan memberlakukan kebijakan sistem satu arah pada 4 ruas jalan yang mengelilingi kebun raya Bogor. Pada sistem satu arah ini diberlakukan pula penataan angkutan kota di Kota Bogor. Dimana terjadi perubahan trayek baru sehingga terjadinya perpanjangan lintasan rute angkutan kota. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pelayanan angkutan kota akibat SSA Kota Bogor agar menjaga kelangsungan usaha dari Operator angkutan dan menjadikan angkutan kota sebagai moda transportasi pilihan utama bagi masyarakat. Dengan mengevaluasi tingkat pelayanan dari sudut pandang pengguna (User) dan Operator. Mengidentifikasi pengaruh SSA terhadap kinerja pelayanan angkutan kota dan menganalisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) terhadap tarif. Metode pengumpulan data dengan survei statis, dinamis dan wawancara komponen BOK. Metode analisis menggunakan SK Dirjen 687/2002 serta wawancara. Mengidentifikasi dengan mengetahui peningkatan dan penurunan hasil evaluasi sebelum dan setelah SSA. BOK dengan menggunakan metode yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, Fare Box Ratio (FBR) untuk mengetahui keuntungan atau kerugian pengusaha angkutan. Hasil analisis evaluasi dari sudut pandang User didapat frekuensi rata-rata 54 kend/jam, headway rata-rata 1,88 menit, waktu tunggu rata-rata 1,29 menit, waktu sirkulasi rata-rata 104,03 menit, kecepatan perjalanan 23,2 km/jam. Hasil analisis evaluasi dari sudut pandang Operator diperoleh Load Factor rata-rata 56%. ritase 6 rit/hari, pendapatan pengemudi Rp.50.000, setoran Rp.120.000. Tingkat pelayanan termasuk kategori baik. Dapat diidentifikasi bahwa angkutan kota mengalami penurunan kinerja setelah diterapkan SSA. Hasil BOK riil sebesar Rp.328,01/km BOK teoritis sebesar Rp.2138,69/km dan pendapatan pengusaha sebesar Rp.291,18/km dengan hasil analisis tarif sebesar Rp.10.023,36/pnp FBR=1,76 artinya pengusaha angkutan masih mendapat keuntungan.Kata kunci: Angkutan kota, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Kinerja Pelayanan
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG DENGAN BETON PRACETAK PADA APARTEMEN THE CONEXIO Devania, Adita; Hermawan, Andrias Rudi
Construction and Material Journal Vol 2, No 2 (2020): CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL VOL. 2 NO. 2 JULI 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  The Conexio Appartements in actual condition are designed using conventional reinforced concrete method and does not have good quality. While in the project also often afected by the weather. The use of precast concrete are having some excellence of them are not affected by the weather, well maintained quality, and earthquake resistant. The connection between the precast elements play an important role in precast buildings to make the buildings resistant to earthquake. This modification is intended to created earthquake resistant precast building  according to SNI 2847:2013 with good quality control. In this study, the building will be modified into 8 floors precast building as planned and reviewed which will be analyzed by ETABS. From the results of the modification according to SNI 1726:2012 and SNI 2847:2013 we obtained, main beam dimension 40x60cm, secondary beam 35x55 cm, column dimension 65x65 cm, overtopping 6 cm for slab and using Splice sleeve grout for column to column connection, lap splices 500mm for beam-column connection, and 30x40cm for concrete consol dimension.Keywords : Precast, Splice Sleeve, Wet Connection.Abstrak Apartemen The Conexio pada kondisi sebenarnya dirancang menggunakan metode konvensional dengan kondisi mutu yang kurang baik. Dalam pelaksanannya, proyek tersebut juga sering terganggu oleh cuaca. Penggunaan beton pracetak memiliki beberapa keunggulan diantaranya pelaksanaannya tidak terpengaruh oleh cuaca, memiliki mutu yang terjaga dan tahan gempa. Sambungan antar elemen pracetak sangat berperan penting dalam bangunan dengan beton pracetak yang tahan gempa sehingga perlu diperhitungkan sesuai dengan peraturan. Modifikasi ini ditujukan untuk menghasilkan gedung dengan pracetak yang tahan gempa sesuai dengan SNI 2847:2013 dengan pengendalian mutu yang baik. Dalam studi ini, gedung tersebut akan dilakukan modifikasi struktur menjadi beton pracetak dengan tinjauan 8 lantai dan analisa dibantu dengan software ETABS. Dari hasil modifikasi yang dilakukan, elemen-elemen pracetak sesuai dengan ketentuan SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2013 yaitu meliputi ukuran balok induk 40x60cm, ukuran balok anak 35x55 cm, dengan kolom berdimensi 65x65 cm, tebal overtopping 6 cm pada pelat dan menggunakan Splice sleeve grout pada sambungan kolom, penyambungan balok-kolom dengan panjang penyaluran 500 mm dan penggunaan konsol pada kolom dengan dimensi 30x40cm. Kata kunci  : Beton Pracetak, Splice Sleeve, Sambungan Basah.  
ANALISIS TEKNIS PENGARUH PENAMBANGAN BATU PADAS TERHADAP KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI OOS DI UBUD GIANYAR Suasira, I Wyn; Tapayasa, I Made; Santoiana, I Made Anom; Made Parwita, I Gusti Lanang
Construction and Material Journal Vol 1, No 1 (2019): Construction and Material Journal Vol. 1 No. 1 Maret 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jaman dahulu pemakaian material batu padas di Bali pada umumnya terbatas hanya untuk bangunan suci dan untuk keperluan perumahan bangsawan/ keraton. Namun dengan perkembangan jaman seiring dengan berkembang pesatnya sektor kepariwisataan menyebabkan pemakaian batu padas semakin luas penggunaannya baik untuk kantor, sekolah, tempat bisnis maupun untuk akomodasi kepariwisataan. Kondisi ini membawa konsekwensi terhadap meningkatnya permintaan terhadap material batu padas dari waktu ke waktu. Kondisi lain lagi penambangan batu padas yang berlokasi di sepanjang alur daerah aliran sungai Oos diyakini memiliki kwalitas material terbaik di Bali dilihat dari tekstur, warna dan kekuatan materialnya. Permasalahan mulai timbul dimana permintaan batu padas yang meningkat tidak diikuti dengan penyediaan yang memadadi karena persediaan di alam cenderung tetap bahkan mulai berkurang. Kondisi yang ada saat ini menunjukkan bahwa kegiatan penambangan batu padas tersebut telah mulai menimbulkan kerusakan terhadap sungai. Dari penelitian pendahuluan yang dilakukan di Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa pengambilan batu padas mulai menunjukkan perubahan yang sangat besar terhadap lingkungan di sekitarnya  dilihat dari jumlah material yang diambil,  kedalaman penggalian, penurunan kalitas air, kebisingan suara serta berkurangnya kapasitas sungai. Kondisi ini membawa konsekwensi terhadap beberapa hal negatif seperti alur sungai yang mulai mengalami perubahan serta daerah sekitar aliran sungai yang tidak lagi memperhatikan aspek keamanan serta estetika lingkungan. Kwalitas air sungai yang menurun memberi dampak yang tidak bagus terhadap sungai serta terancamnya daerah tebing di sekitar sungai yang berpotensi longsor. Penelitian ini memakai metode deskriftif kwantitatif dan kwalitatif dengan hasil yang diharapkan berupa suatu pola kebijakan penataan Tukad Oos yang komprehensif dan inovatif sehingga kerusakan sungai dapat dicegah. Hasil akhir dari penelitian ini adalah adanya suatu pola kebijakan dalam penambangan batu padas di daerah aliran sungai Oos sehingga kerusakan yang lebih besar bias dihindari.Kata Kunci: Sungai  Oos, tambang batu padas , kerusakan sungai In ancient times the use of rock material in Bali in general was limited only to the sacred buildings and for the purposes of royal or palace housing. However, the development of the era along with the rapidly growing tourism sector led to the use of stone  more widely or offices, schools, business places and for tourism accommodation. This condition brings consequences to the increasing demand for rock material over time. Another condition of stone rock mining located along the flow of the Oos river basin is believed to have the best material quality in Bali in terms of texture, color and material strength. Problems begin to arise where increasing demand for rocks is not accompanied by an adequate supply because the inventories in nature tend to remain even begin to decrease. Current conditions indicate that the rock mining activities have started to cause damage to the river. From preliminary research conducted in Lodtunduh Village, Ubud District, Gianyar Regency shows that rocks taking start to show a very big change to the surrounding environment seen from the amount of material taken, the depth of excavation, the decrease of water calm, the noise and the decrease in river capacity. This condition brings consequences to some negative things such as the flow of the river that began to change as well as the area around the river that no longer pay attention to safety aspects as well as environmental aesthetics. The quality of declining river water gives a bad impact on the river and the threat of cliff areas around the river that have the potential of landslides. This study uses quantitative and qualitative descriptive methods with the expected results in the form of a comprehensive and innovative Tukad settlement policy so that river damage can be prevented. The end result of this research is the existence of a policy pattern in rock mining in the Oos watershed area, so that greater damage can be avoided.Keywords: Oos river, rock mining, river damage
VARIASI JUMLAH TUMBUKAN PADA PEMADATAN CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH ANTI STRIPPING Wiyono, Eko; Susilowati, Anni
Construction and Material Journal Vol 2, No 1 (2020): CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL VOL. 2 NO. 1 MARET 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe objectives of the research were to obtain the Marshall properties of asphalt concrete mixture mixed with variations of manual compact collisions and to determine the optimum number of compactions collisions in the asphalt concrete mixture using anti stripping additives. The independent variables in this research are variation of the number of compaction collisions of asphalt concrete as many as 2x50, 2x75, 2x100, 2x125 and 2x150, with optimum asphalt content of 6%, and Wetfix Be 0,3% to optimum asphalt content. Marshall test method used in this research was based on SNI 06-2489-1991. The dependent variables (research parameters) included percent of cavities in the aggregate (VMA), percent of cavities in the mix, percent of cavities filled in asphalt (VFB), percent of cavity to mix (VIM), stability, melting, and Marshall Quotient. The result showed that the optimum number of compactions of asphalt concrete was 2x100 with Marshall properties value fulfilling SNI 8198-2015 specification. In Asphalt concrete mixture with optimum asphalt content (KAO) of 6%, Wetfix Be level of 0,3%, optimum number of compactions of 2X100, could be obtained by Aggregate (VMA) cavity 17.50%; Asphalt filled cavity (VFB) 76.50%; Cavity to Mixture (VIM) 4,00%; Stability of 1800.00 kg; Melting of 3.75 mm; and Marshall Quontient 500.00 kg/mmKeywords: Anti Stripping, Collision, Compaction, Wetfix BeAbstrakTujuan penelitian untuk mendapatkan nilai properties Marshall campuran beton aspal dengan berbagai variasi jumlah tumbukan pemadatan dan menentukan jumlah tumbukan pemadatan yang optimum pada campuran beton aspal dengan menggunakan bahan tambah anti stripping. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi jumlah tumbukan pada pemadatan pembuatan beton aspal  sebanyak 2x50, 2x75, 2x100, 2x125 dan 2x150, dengan Kadar Aspal Optimum 6%, dan Wetfix Be 0,3% terhadap kadar aspal optimum. Metode pengujian Marshall berdasarkan SNI 06-2489-1991. Variabel terikat (parameter penelitian) meliputi persen rongga dalam agregat (VMA), persen rongga dalam campuran, persen rongga terisi aspal (VFB), persen rongga terhadap campuran (VIM), stabilitas, kelelehan, Marshall Quotient. Hasil penelitian didapat jumlah tumbukan pada pemadatan beton aspal yang optimum sebesar 2x100 dengan nilai properties Marshall memenuhi spesifikasi SNI 8198-2015. Campuran beton aspal dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) 6%, kadar Wetfix Be sebesar 0,3%, Jumlah Tumbukan Optimum 2X100, diperoleh Rongga terhadap Agregat (VMA) 17,50%; Rongga Terisi Aspal (VFB) 76,50%; Rongga terhadap Campuran (VIM) 4,00%; Stabilitas 1800,00 kg; Kelelehan 3,75 mm; dan Marshall Quontient 500,00 kg/mmKata kunci: Anti Stripping, Tumbukan, Pemadatan, Wetfix  Be