cover
Contact Name
Andi Prastowo
Contact Email
albidayahjurnal@gmail.com
Phone
+6281804033569
Journal Mail Official
anditarbiyah@gmail.com
Editorial Address
Jl Marsda Adisucipto, Yogyakarta 55281 Indonesia Telp. (0274) 513056 Fax. (0274) 519734
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam
ISSN : 20850034     EISSN : 25493388     DOI : https://doi.org/10.14421/jpdi
Core Subject : Education, Social,
https://jurnal.albidayah.id/index.php/home/about/editorialPolicies#focusAndScope The focus of the Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam publication is on various issues found in the field of Islamic Basic Education, both as material objects and or as formal objects. We invite scientists, academics, researches, practitioners, and observers in the field of Islamic Basic Education to publish the results of their research in our journal, the articles are focussed including: 1. Development and Design of Learning in Islamic Elementary Education 2. Learning Strategy in Islamic Elementary Education 3. Evaluation of Learning in Islamic Elementary Education 4. Management of Basic Education in Islamic Elementary Education 5. Inclusive Education in Islamic Elementary Education 6. Integration and Interconnection Based Research on Basic Education 7. Professionalism of Teachers in Islamic Elementary Education 8. Use of Information and Digital Technology on Islamic Elementary Education
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
Pendekatan Matematika Realistik Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Proses Pembelajaran Geometri Bidang Datar di Kelas V MI Nurul Khair Rajati, Tati
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i1.44

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan pemahaman siswa MI Nurul Khair terhadap konsep geometri yang memprihatinkan. Ini diakibatkan dari karakteristik matematika yang mempunyai objek bersifot abstrak yang memuat aturan-aturan yang harus dipahami dan dihapal. Selain itu belajar matematika di sekolah terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari maka anak cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika. Sifot abstrak, banyaknya aturan serta cepat lupa tersebut yang menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan memecahkan masalah dalam matematika terutamanya yang berhubungan dengan konsep Geometri. Oleh karena itu tujuan umum dari penelitian ini untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan hasil belajar pada mata pelajaran matematika pada kelas V MI Nurul Khair. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan. proses belajar mengajar materi geometri datar dengan menggunakan matematika relistik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan matematika relistik dapat mengaktijkan proses pembelajaran, mempertinggi pemahaman konsep, merubah sikap siswa dari tidak tertarik belajar matematika menjadi tertarik dan dapat mempertinggi prestasi belajar. Hal ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata siklus satu sebesar 5, 6 menjadi 8, 8 pada siklus dua.
Keefektifan Penggunaan Media Anagram Dalam Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Indonesia Ardhani, Ayu Putri
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: keifektifan penggunaan media anagram dalam pembelajaran kosakata bahasa Indonesia terhadap prestasi belajar kosakata bahasa Indonesia siswa kelas III SQ keifektifan penggunaan media anagram dalam pembelajaran kosakata bagi siswa kelas III SD yang terbiasa berbahasa Indonesia dan berbahasa daerah1 dan pengaruh interaksi antara media pembelajaran dengan kebiasaan berbahasa terhadap hasil belajar kosakata bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan variabel terikat hasil belajar kosakata bahasa Indonesia dan variabel bebasf!Ja adalah media anagram dan kebiasaan berbahasa. Desain eksperimen faktorial 2 x 2 dengan dua taraf kualifikasi variabel terikat yaitu pembelajaran kosakata menggunakan media anagram dan tanpa menggunakan media anagram. Suijek penelitian sebmryak 123 siswa. Instrumen pengumpulan data terdiri: (1) angket kebiasaan berbahasa1 (2) tes penguasaan kosakata bahasa Indonesia. Data diana/isis dengan menggunakan ana/isis varian dua jalur pada taraf signifikansi 5 % (d = 0105).  Hasil penelitian ini adalah: media anagram lebih ifektif digunakan dalam pembelajaran kosakata bahasa Indonesia dan pada pembelajaran tanpa media anagram, hasil Anava menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signijikan antara keduanyaa, (2) terdapat perbedaan prestasi belajar kosakata antara siswa kelas III SD yang terbiasa berbahasa Indonesia yang belajar menggunakan media anagram dengan yang belajar tanpa menggunakan media anagram. Siswa yang terbiasa berbahasa Indonesia yang diajar dengan media anagram lebih tinggi dari pada hasil belajar kosakata bahasa Indonesia siswa yang terbiasa berbahasa Indonesia yang diajar tanpa menggunakan media anagram, terdapat perbedaan prestasi belajar kosakata antara siswa kelas III SD yang terbiasa berbahasa daerah yang diajar menggunakan media anagram dengan yang diajar tanpa menggunakan media anagram. Siswa yang terbiasa berbahasa daerah yang diajar dengan media anagram lebih tinggi daripada hasil belajar kosakata bahasa Indonesia siswa yang terbiasa berbahasa daerah yang diajar tanpa menggunakan media anagram, tidak ada pengaruh interaksi antara media pembelajaran dengan kebiasaan berbahasa terhadap hasil belajar kosakata bahasa Indonesia.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Melalui Pembentukan Kelompok Belajar Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngawen Mauluah, Luluk
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i1.31

Abstract

Hasil pengamatan yang dilakukan di kelas V MIN Ngawen menunjukkan bahwa selama mengikuti proses kegiatan pembelajaran matematika siswa cenderung pasif, dan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, penulis mengupayakannya dengan melakukan pembentukan kelompok belajar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Melalui penelitian ini diharapkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika akan meningkat. Peningkatan prestasi belajar diukur dari peningkatan nilai pre-test, nilai akhir siklus I, nilai akhir siklus II dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa, keaktifon siswa, dan proses pembelajaran.
Optimalisasi Penggunaan Kit IPA Dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) Prasetyo, Sigit
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penggunaan kit IPA di SD yang didasarkan atas: (1) kondisi umum sekolah, meliputi keadaan siswa dan guru, (2) kelengkapan kit IPA dan buku petunjuknya, meliputi kondisi saat diterima dan saat ini, (3) jumlah dan penggunaan kit IPA dalam pembelajaran IPA, ( 4) ftekuensi penggunaan kit IPA, (5) pengetahuan guru terhadap tujuan penggunaan kit IPA, (6) pengalaman guru mengikuti penataran, dan (7) pendapat serta pengalaman guru menggunakank it IPA dalam pembelajaran IPA.Sampel penelitian ini adalah 8 SDN inti sewilayah Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Wedung yang mendapatkan bantuan kit IPA. Karena jumlah populasi yang relatif sedikit, maka penentuan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kategori jenis penelitian survei. Data dikumpulkan melalui tiga teknik yaitu angket, observasi, dan wawancara kepada pejabat pendidikan setempat. Untuk menjamin validitas instrumen, peneliti menggunakan validitas isi sedangkan untuk menguji reliabilitasnya, peneliti menggunakan metode triangulation Data diana/isis menggunakan ana/isis diskriptif.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan kit IPA di SD belum sepenuhnya optimal yang dilihat dari: (1) kondisi umum sekolah: a) rasio an tara jumlah siswa dan kit JPA tidak memadai, b) jumlah guru sudah mencukupi namun kualifikasinya secara keseluruhan maupun yang menjadi responden belum memadai; (2) jumlah peralatan kit IPA dalam kondisi lengkap sedangkan buku petunjuknya kurang lengkap: a) kondisi kit IPA saat diterima dalam kondisi yang baik, b) kondisi kit IPA saat ini sebagian dalam kondisi rusak (45,8%); (3) kit IPA digunakan pada sebagian kecil pembelajaran IPA (54,2%), dan penggunaannya untuk kegiatan praktik kelompok masih kurang (91,7%), sedangkan untuk kegiatan demonstrasi sudah mencukupi (8,2%); (4) frekuensi penggunaan kit JPA rata-rata maksimal hanya 12 kali; (5) responden telah memahami tujuan penggunaan kit IPA; (6) hanya sebagian kecil responden yang mengikuti kegiatan penataran; (7) responden mengalami kendala-kendala dalam penggunaan kit JPA diantaranya: paket kit IPA belum mencukupi, kurangnya penataran kit IPA, dan perlu banyak waktu dalam penggunaan kit IPA, sehingga responden memberikan alternatif pemecahan masalah diantaranya: peningkatan program penyetaraan guru, penataran kit IPA, peningkatan kualitas KKG, sharing guru, dan bahan pendamping atau referensi lain (sudah terlaksana), perlu adanya bintek khususnya bagi guru IPA, peningkatan program penataran IPA, peningkatan kualitas KKG, penambahan jumlah kit IPA, dan alokasi waktu disendirikan (belum terlaksana).
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar (SD) Syuhda, Nisa
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i1.42

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana media pembelajaran sains yang efektif untuk anak-anak, terutama bagi anak-anak pada tingkat SD. Pemilihan dan pemanfoatan media pembelajaran sains yang efektif di SD sebaiknya merupakan media yang paling sederhana, mudah dipahami, mudah didapat dan berada di tempat yang terdekat dengan tempat tinggal siswa, atau lingkungan sekolah. Adapun beberapa contoh media pembelajaran sains yang efektif di SD antara lain: (I) Penggunaan media biji kacang hijau dalam kegiatan pembelajaran sains dengan menugasi siswa untuk menanam biji kacang hijau di dalam sebuah gelas plastik bekas air mineral (2) Penggunaan media benih padi dalam kegiatan pembelajaran sains dengan metode field trip (mempelajari sains dengan langsung terjun ke lapangan atau langsung ke alam), anak-anak belajar bagaimana seorang petani menanam padi hingga memanennya. (3) Penggunaan media langsung di alam, misalnya media buah-buahan yang ada di halaman sekolah. Untuk mempelajari sains mereka lebih mudah memahami materinya, karena mereka dapat mempraktikkan langsung di alam.
Guru MI: Makhluk Multi Fungsi (Reformulasi Guru Midi Era Globalisasi) Abidin, Zainal
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i1.22

Abstract

Pendidikan di Indonsia memegang peran multi fungsi karena tidak sekedar transfer of knowledge, tetapi juga pembudayaan di segala bidang, salah satunya pembentukan karakter bangsa. Seharusnya, hal itu menjadi tanggung jawab semua anak bangsa dari setiap komponen, baik dari lembaga formal (sekolah), non formal ( masyarakat), informal (keluarga), dan pemerintah sendiri. Namun, yang terjadi selama ini pendapat yang berkembang cenderung menganggap bahwa pembudayaan anak bangsa adalah "tugas" lembaga pendidikan. Ini berarti melimpahkan semua beban pemberdayaan warga negara di tangan para guru di sekolah. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang guru, seseorang tidak saja harus mempunyai kompetensi keilmuan secara akademis, tetapi juga kualifikasi moral keagamaan. Islam memberitahukan bahwa guru pertama adalah Allah, guru kedua adalah Muhammad Saw, guru ketiga adalah orangtua, dan guru keempat adalah orang lain. Dalam konteks profesionalisme, guru MI, sebagai "orang lain" tidak lepas dari tuntutan peran muti fungsi, yakni transfer of knowledge dan pembentukan karakter (akhlak) bangsa. Di samping itu, guru MI juga harus menguasai dasar-dasar berbagai bidang ilmu, seperti Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan lain sebagainya, karena guru MI sebagai guru kelas yang profesional.

Page 1 of 1 | Total Record : 6