cover
Contact Name
Opik Jamaludin
Contact Email
iktisyafjurnal@gmail.com
Phone
+6285351060699
Journal Mail Official
lppm.stid@gmail.com
Editorial Address
STID Sirnarasa Dusun Ciceuri RT 10 RW 05 Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
ISSN : -     EISSN : 27745511     DOI : -
Iktisyaf Jurnal Ilmu Dakwah berbasis Nilai-nilai Sufistik, diserbitkan berkala tiap bulan Juni dan Desember oleh STID Sirnarasa.
Articles 12 Documents
NILAI-NILAI KITAB TA’LIMUL MUTA’ALIM DALAM PESANTREN MELALUI DAKWAH FARDIYAH Muliawan, dadang; Abdul Kustiana, Ade
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 1 No 1 (2019): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah Fardiyah merupakan salah satu metode yang baik dalam tercapainya pesan seorang da’i kepada mad’u. dan salah satu pesan yang di berikan adalah Nilai-nilai dari kitab Ta’limul Muta’alim karangan Syekh az-Zarnuji, kitab ini adalah kajian penting di setiap pesantren, Kitab ini menjadi suatu pedoman bagi para santri dalam meraih keberhasilan dalam mencari ilmunya, namun tidak semudah itu dalam memahami nilai-nilai yang terdapat pada kitab ini perlu adanya suatu metode dalam penyampaian nilai-nilai yang ada pada Kitab Ta’limul Muta’alim ini, salah satu dari metode penyamnpaian nilai ini dengan dakwah fardiyah. Penelitian ini betujuan untuk mengkaji metode-metode dalam penyampaian nilai-nilai kitab ta’limul muta’alim yang dilakukan di Pesantren Sirnarasa. Upaya dari peneitian ini ditujukan Pertama, untuk mengetahui nilai-nilai yang ada pada kitab ta’limul muta’alim, Kedua, untuk mengetahui implementasi dari nilai-nilai kitab ta’limul muta’alim melalui dakwah fardiyah.Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka menggunakan metode penelitian yang digunakan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, sumber data dari Kitab Ta’limul Muta’alim dan dikuatkan dengan wawancara bersama Mudaris Pesantren Sirnarasa.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif yakni Proses bergulir dan peninjauan kembali selama proses penelitian sesuai dengan fenomena dan strategi penelitian yang dipilih peneliti memberi warna analisis data yang dilakukan, namun tidak akan terlepas dari kerangka pengumpulan data, reduksi data, penyajian (display) data, dan kesimpulan/verifikasi, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah fardiyah menjadi metode yang tepat dalam menanamkan pemahaman nilai-nilai yang ada pada kitab Ta’limul Muta’alim, karena Dakwah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tingkat keberhasilan mengajak orang ke jalan dakwah. Hasil dari Penelitian ini adalah sebagai berikut Nilai-nilai yang terdapat pada kitab Ta’limiul Muta’alim yakni Nilai Ta’dziman Watakriman, Nilai Semangat Juang, dan Menjauhi Sifat Malas. Implementasi dari nilai-nilai diatas adalah 1. Nilai ta’dziman watakriman dalam dakwah fardiyahnya menggunakan cara Hikmah, Mauizhah Hasanah, Mujadalah bi al-lati hiya ahsan, 2. Nilai Semangat Juang dakwah fardiyahnya dengan cara Uswah Hasanah dan Ta’aruf. 3. Nilai Menjauhi Sifat malas Dakwah fardiyahnya menggunakan cara : Tilawah, Tausiyah, Mauizhah Hasanah.
BIMBINGAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Guntara, Yudi; Nisa
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 1 No 1 (2019): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memiliki akhlak yang mulia perlu melalui proses bimbingan. Bimbingan yaitu memberikan informasi berupa penyajian pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambill suatu keputusan atau memberi tahu akan sesuatu sambil memberikan nasehat. Membentuk akhlakul karimah dilakukan dengan cara mendidik, menanamkan dan membiasakan akhlak yang baik, sejak kecil sampai tumbuh dewasa, atau bahkan sampai di usia senja, dan sampai menjelang meninggal, sebagaimana perintah dalam menacari ilmu dimulai sejak dari ayunan sampai ke liang lahat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif pendekatan kuantitatif, penelitian kualitatif menurut Uhar adalah prosedur yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis ataupun secara lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini nmemiliki tujuan untuk memahami bimbingan keagamaan dalam membentuk akhlakul karimah pada anak usia 5-6 tahun di Raudathul Athfal Riyadhul Jannah Baros. Karena persentase yang diperoleh adalah sebesar 70,30% dan angka ini berada pada rentang persentase 50%-75%, maka dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa bimbingan keagamaan dalam membentuk akhlakul karimah pada anak usia 5-6 tahun di lembaga RA Riyadhul Jannah Dusun Baros Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis tergolong kurang efektif.
UPAYA BIMBINGAN PEMBINAAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM ANTISIPASI PERNIKAHAN TANPA MELALUI PENCATATAN KUA DI KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR Gojin, Ahmad; Ruskandar, Sofyan
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 1 No 1 (2019): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebanyakan orang meyakini bahwa pernikahan tanpa melalui pencatatan KUA dianggap sah menurut hukum Islam apabila telah memenuhi rukun dan syarat-syaratnya, sekalipun pernikahan tersebut tidak dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Akibat dari pemahaman tersebut timbullah dualism hukum yang ada di Negara Indonesia ini, yaitu disatu sisi perkawinan itu harus dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan disisi lain perkawinan tanpa dicatatpun tetap berlaku. Jika dilihat dari kenyataan yang ada, nikah dibawah tangan merupakan salah satu model perkawinan yang bermasalah dan cenderung mengutamakan kepentingan-kepentingan subjektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang memuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data berupa ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati didapat untuk mengungkap mengenai peran KUA dalam meminimalisir nikah tanpa pencatatan di Kecamatan Purwaharja. Tempat ataupun wilayah yang akan dijadikan lokasi dalam penelitian ini adalah Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwaharja Kota Banjar dengan waktu penelitian yang diperlukan kurang lebih selama tiga bulan yakni dari bulan April sampai Juni 2018. Berdasarkan hasil Pemeriksaan dan Pencatatan Nikah dan Rujuk dengan peristiwa Nikah di Kecamatan Purwaharja pada tahun 20017 sebanyak 202 pernikahan. Selanjutnya berdasarkan catatan Pengadilan Agama dari bulan Januari sampai bulan Desember tahun 2017 masyarakat yang melakukan nikah tanpa pencatatan KUA berdasarkan alamat domisili pemohon itsbat nikah dengan jumlah yang sangat lumayan besar yaitu 17 orang dengan 4 Desa/Kelurahan yang berada dibawah naungan Kecamatan Purwaharja. Upaya yang dilakukan Kantor Urusan Agama kecamatan Purwaharja dalam meminalisir pernikahan dibawah tangan adalah: Pertama, melakukan penyuluhan-penyuluhan Pencatatan Pernikahan dan Keluarga Bahagia yang dilakukan oleh Badan Penasehat, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) di Kantor Urusan Agama kepada calon pengantin dan wali. Kedua, melakukan sosialisasi tentang pentingnya pencatatan pernikahan dan dampak buruknya terhadap keluarga, ibu dan anak melalui seminar-seminar dan pengajian-pengajian yang diadakan oleh Departemen Agama melalui perwakilannya di kecamatan yang diselenggarakan di masyarakat. Ketiga, Kantor Urusan Agama saling bekerjasama dengan rekan kerjanya yang berada di setiap desa yaitu P3N (Pembantu Pegawai Pencatat Nikah/ Amil Desa) bersama staff aparatur desa melakukan penyuluhan-penyuluhan setiap 2 Bulan sekali kepada masyarakat yang diselenggarakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan juga sering diselenggarakan di balai desa sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati
PENGARUH METODE DZIKIR LAA ILAAHA ILLAALLAH TERHADAP AKHLAK SANTRI PUTRI BINAAN Anwar, Syuhudul; Nur Syamsiah, Ai
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 1 No 1 (2019): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh metode dzikir Laa Ilaaha Illaallah terhadap akhlak santri putri binaan di Pondok Bustanul Arifat Selangor Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif statistik. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 64 orang. Metode ini digunakan untuk mendeteksi seberapa besar pengaruh pada suatu faktor yang berkaitan dengan satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Data yang ingin diperoleh adalah tinggi rendahnya pengaruh antara variabel X (metode dzikir Laa ilaaha illaallah) terhadap variabel Y (akhlak santri binaan) di Pondok Bustanul Arifat Selangor Malaysia. Angka koefisien korelasi sebesar 0,70 menghasilkan kadar pengaruh metode dzikir Laa ilaaha illaallah terhadap akhlak santri putri binaan sebesar 29%. Ini berarti masih terdapat 71% dari faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap akhlak para santri binaan. Faktor-faktor tersebut adalah kapasitas dasar (IQ), motivasi, kematangan, kebiasaan, lingkungan, masyarakat dan teman pergaulan. Berdasarkan hasil perhitungan angka koefisien korelasi sebesar 0,70 termasuk kedalam kategori tinggi, karena berada pada rentang nilai 0,61 – 0,80. Oleh karena itu, hubungan antara variabel X dengan variabel Y berkorelasi tinggi. Hasil perhitungan uji hipotesis ternyata t hitung = 7,72 lebih besar daripada t tabel = 1,67. Dalam keadaan demikian, maka hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dapat diterima, dengan kata lain terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.
SHUHBAH SEBAGAI INTERAKSI KOMUNIKASI ANTARA MURID DAN MURSYID THORIQOH QODIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH PONDOK PESANTREN SURYALAYA Feriyanto, Feriyanto; Nurhasanah
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 1 No 1 (2019): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara psikologis, manusia membutuhkan seorang motivator yang bisa memberinya semangat dalam berbagai hal, termasuk dalam beribadah kepada Allah SWT. Dalam tasawuf, motivator itu biasa disebut mursyid (pembimbing). Adapun seseorang yang mendalami tasawuf di bawah bimbingan mursyid disebut dengan murid. Dalam perjalanan ini, seorang murid akan menemukan berbagai hal yang perlu dikonsultasikan dengan orang yang lebih berpengalaman dan juga (mungkin) pernah mengalaminya. Proses interaksi antara murid dan mursyid disebut shuhbah. Peresmian hubungan antara murid dan mursyid ditandai dengan baiat atau talqin. Proses ini didasarkan pada Al Qur’an, hadits, serta ijma’ para ulama. Pentingnya shuhbah bagi murid di antaranya: relaksasi, problem solving (penyelesaian masalah), mahabbah fillah (cinta yang sejati kepada Allah swt.), mahabbah fi syaikh (cinta pada syekh), mahabbah fii ikhwan (cinta kepada saudara), ma’rifat (mengenal Allah swt.), musyahadah (penyaksian), istiqamah (teguh pendirian/selalu konsekuen), mujahadah (tekun/rajin/sungguh-sungguh). Ada pengaruh ruhani yang didapatkan, diantaranya ringan dalam menjalankan ibadah, terjadinya transfer ilmu, energi positif dan spiritual dari sang guru ke murid. Selain itu, ada pengaruh berkah yang diraih dari tatapan mursyid kepada murid. Seorang murid yang akan bersungguh-sungguh untuk berjalan bersama mursyidnya dalam rangka mengosongkan jiwa dari segala penyakit-penyakit dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, mutlak untuk shuhbah kepada mursyidnya. Murid harus duduk bersama mursyid, mendengarkan taujihad (nasehat) dari mursyid, lalu mengikuti segala arahan dan bimbingan dari mursyidnya. Ada beberapa motivasi murid melakukan shuhbah, di antaranya cinta kepada guru, problem solving, dan mengikuti ajakan seseorang. Dengan adanya interaksi yang intensif antara murid dan mursyid, mursyid memberikan pengaruh dengan member dan memompa semangat dalam beribadah kepada Allah swt.
PROSES MEDIASI DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA Hidayati Afsari, Novi; Andini, Ineu
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 1 No 1 (2019): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui perundingan pihak ketiga (mediator) yang netral tidak memihak, tidak bekerja dengan pihak yang bersengketa, membantu yang bersengketa mencapai kesepakatan hasil negosiasi yang memuaskan. Salah satu sengketa yang terjadi yaitu perceraian, mediasi perceraian ialah suatu upaya yang dilakukan Pengadilan Agama untuk menekan tingginya angka perceraian. Tingginya angka perceraian di daerah kabupaten Ciamis merupakan suatu permasalahan yang sangat sulit di selesaikan dengan cara kekeluargaan. Untuk itulah perlu adanya mediasi sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya perceraian. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses mediasi perceraian dalam mencegah perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1-A Ciamis Jawa Barat. Penelitian yang digunakan adalah metode analisis kualitatif yaitu apa yang dinyatakan oleh responden secara tertulis mupun lisan dan perilaku yang nyata diteliti sebagai sesuatu yang utuh.Hasil dari penelitian yang penulis lakukan di Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjung karang ialah bahwa mediasi bukanlah sekedar formalitas saja yang harus dilalui dalam proses perceraian, akan tetapi dalam proses mediasi serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi mediator dalam proses mediasi, Hakim Mediator bersungguh-sungguh mengupayakan pihak yang bersengketa baik suami ataupun istri yang ingin bercerai untuk bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi melalui proses mediasi yang diatur dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016.
ANALISIS PESAN DAKWAH SEMBILAN PILAR PERADABAN DUNIA THORIQOH QODIRIYAH NAQSYABANDIYAH PONDOK PESANTREN SURYALAYA – SIRNARASA Khoirunnisa, Eunis; Alpian, Ridwan
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 2 No 1 (2020): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya-Sirnarasa sebagai salah satu jawiyah spiritual yang mu’tabar mempunyai way of life dan sebuah belief system berupa Tanbih, sebagai salah satu pedoman dalam mengamalkan, mengamankan dan melestarikan ajaran Thoriqoh Qodiriyyah Nasyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya-Sirnarasa. Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS (Abah Aos) Silsilah ke-38 sebagai penerus kemursyidan Syeikh Ahmad Sohibul Wafa Tajul ‘Arifin QS (Abah Anom) Silsilah ke-37 Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya-Sirnarasa, merinci dan mengambil intisari kandungan dari Tanbih, yang dinamakan “Sembilan Pilar Peradaban Dunia”, sebagai pesan dakwah dalam mengamalkan, mengamankan dan melestarikan ajaran Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya-Sirnarasa. Oleh karena itu maka munculah masalah yang penulis anggap menarik untuk dijadikan sebuah kajian. Pertama mengkaji dan menganalisis pesan dakwah sembilan pilar peradaban dunia thoriqoh qodiriyah naqsyabandiyah pondok pesantren suryalaya-sirnarasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi. Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi. Analisis pesan dakwah dalam sembilan pilar peradaban dunia thoriqoh qodiriyah naqsyabandiyah pondok pesantren suryalaya-sirnarasa meliputi: Butir 1 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memiliki sikap tawadhu, taraahum, tawa’ad dan ta’atuf , Butir 2 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memiliki sikap tawadhu dan menjauhi sikap takabbur, Butir 3 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memilki sikap tulus, rendah hati, setia, berpikir positif, ceria, bertanggung jawab, percaya diri, berjiwa besar, santai dan empati, Butir 4 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memiliki sikap syukur dan rasa kepekaan sosial, Butir 5 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memiliki sikap menghormati ulama, Butir 6 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk menjauhi sikap sombong dan bangga diri, Butir 7 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memiliki sikap toleransi dan menjauhi sikap tajassus, Butir 8 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memiliki sikap istiqomah, Butir 9 Mendorong ikhwan dan akhwat untuk memiliki rasa kasih sayang menyayangi.
BIMBINGAN PRA NIKAH DALAM MBENTUKAN KELUARGA SAKINAH Noor Justiatini, Witrin; Zainal Mustofa, Muhammad
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 2 No 1 (2020): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum  agama tertentu pula. Secara rasionalis rumah tangga begitu mudah dipahami, berbeda dengan praktik yang kadang jauh dari prasangka sebelumnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori yang disampaikan oleh Prayitno, bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan; berdasarkan norma-norma yang berlaku.Tujuan penenlitian ini Untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan Bimbingan Konseling Pranikah calon pengantin di KUA Kecamatan Panjalu dan Bagaimana hasil akhir juga dampak dari proses pelaksanaan Bimbingan Konseling Pranikah dalam membentuk keluarga sakinah di KUA Kecamatan Panjalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, sedangkan pendekatan menggunakan study fenomenologi yang mengungkapkan berbagai peristiwa dalam ranah penelitian yang bertempat di KUA panjalu. Berdasarkan hasil penelitian tentang bimbingan pranikah dalam membentuk keluarga sakinah di KUA Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: Bimbingan Pranikah dalam membentuk keluarga Sakinah di KUA Kecamatan Panjalu terbagi menjadi dua bentuk yaitu bimbingan secara individu dan kelompok, akan tetapi bimbingan pranikah individu tidak efektif di karenakan calon pengantin tidak langsung mendaftar ke KUA akan tetapi di urus langsung oleh petugas dari desa yaitu (Petugas Pembantu Pencatat Nikah) P3N.
PERBANDINGAN MATERI CERAMAH KEAGAMAAN DALAM PENGAJIAN MINGGUAN Lutpi, Danial; Abdul Ajis, Agus
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 2 No 1 (2020): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beranjak dari kepribadian Masyarakat yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Da’i kepada mad’u yang ada pada kitab suci Al-qur’an bahwa wawasan keagamaan kegiatan berbasis Mesjid seperti pengajian mingguan bisa merubah kepada perubahan akhlak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan materi ceramah keagamaan dalam dalam pengajian mingguan di Masjid Al-Istiqomah Ciomas dan Masjid Riyadhul Jannah Baros dari sudut pandang unsur-unsur dakwah sehingga akan terlihat perbedaan dari salah satu unsur unsur dakwah tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian komparatif sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. atau jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terlihatnya perbandingan materi-materi ceramah yang di dalamnya terdapat rujukan-rujukan dan referensi yang di sampaikan oleh da’i kepada mad’u sehingga ada perbedaan dalam rujukan kitab yang di sampaikan didalam pengajian mingguan. Dalam pengajian mingguan yang signifkan dari segi Dai, dari banyaknya Ustadz yang mengisi pengajian mingguan di dusun baros, dan juga dari keilmuan Ustad dari segi akademis, juga dari mad’u antusias Masyarakat Dusun Baros mengikuti pengajian mingguan lebih banyak dari pada dusun Ciomas begitupun dari jadwal pengajian itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis memberikan saran bahwa hendaknya selalu menjaga hubungan yang telah terjalin harmonis baik dengan ketua maupun dengan devisi-devisi yang lain, Mempertahankan citra baik yang sudah dimiliki dalam pandangan masyarakat, Menjaga dan mengimbangi pengaruh yang ada di kalangan, masyarakat, Mengikuti informasi-informasi yang berkembang berkaitan dengan pengajian.
METODE BIMBINGAN ROHANI BAGI PASIEN RAWAT TUBERKULOSIS Solehudin, Didin; Farid, Ridwan
Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf Vol 2 No 1 (2020): IKTISYAF: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Publisher : STID Sirnarasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien yang diperlukan rawat inap di rumah sakit akan perlu seseorang yang dapat memberikan dorongan dan stimulus untuk mempercepat pemulihan. Selain untuk keluarga sebagai encourager, tentu saja, diperlukan personel terampil mampu menyediakan panduan, arah, dan saran-saran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program bimbingan rohani di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dan mendeskripsikan Layanan Bimbingan Rohani Islam bagi Pasien Rawat Inap Tuberkulosisi (TBC) di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya serta Hasil dari Bimbingan Rohani itu sendiri berdasarkan analisis manajemen bimbingan dan konseling. Dimana program dan proses bimbingan rohani ini diperlukan dengan metode bimbingan rohani yang di terapkan untuk meningkatkan pelayanan terbaik bagi pasien dan sumber daya insani baik di lingkungan rumah sakit maupun di masyarakat. Rumah sakit RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dijadikan sumber data untuk mendapatkan potret pelaksanaan bimbingan rohani Islam di rumah sakit. Dan metode yang dipakai dalam bimbingan rohani. Datanya diperoleh dengan cara wawancara bebas, observasi, dan studi dokumentasi. Semua data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman (Mycobacterium tuberculosis) Kuman ini berbentuk batang, kuman tersebut biasanya masuk kedalam tubuh manusia melaliui udara yang di hirup kedalam paru, kemudian kuman tersebut dapat menyebar dari paru kebagian tubuh lain melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfa, melalui saluran pernapasan (broncus) atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya. Kajian ini menunjukkan bahwa Program Layanan Bimbingan Rohani Islam bagi Pasien Rawat Inap Tuberkulosis (TBC) di RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya yaitu : Pembinaan mental spiritual bagi karyawan, Budaya Islami rumah sakit (Islamic Hospital Culture), Bimbingan rohani Islam bagi pasien, Dakwah Sosial, adapun prosesnya adalah : Memberikan masukan tentang agama, Memberikan motivasi, membantu melaksanakan ibadah wajib seperti shalat dan wudu. Sedangkan hasil dari pelaksanaan bimbingan adalah pasien yang di berikan bimbingan rohani lebih cepat kesembuhannya di bandingkan dengan pasien yang tidak di berikan bimbingan rohani.

Page 1 of 2 | Total Record : 12