cover
Contact Name
Rizki Agung Novariyanto, M.Pd
Contact Email
maharsi@budiutomomalang.ac.id
Phone
+6285236936893
Journal Mail Official
maharsi@budiutomomalang.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui 47 B Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan sejarah dan Sosiologi
Published by IKIP Budi Utomo Malang
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v2i2
Core Subject : Social,
Jurnal Maharsi ini divisikan sebagai wadah bagi para peneliti, baik di lingkungan Jurusan Pendidikan Sejarah dan Sosiologi IKIP Budi Utomo Malang maupun diluar IKIP Budi Utomo Malang untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya dan hasil kajian teori terutama dalam bidang Pendidikan, Sejarah, dan Sosiologi atau ilmu-ilmu sosial pada umumnya
Articles 28 Documents
KONFLIK PERTANAHAN ANTARA PETANI DENGAN PUSKOPAD (PUSAT KOPERASI ANGKATAN DARAT) TNI-AD DI DESA HARJOKUNCARAN KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN M.Hum, Dr. Rusdi,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui Latar Belakang terjadinya konflik pertanahan Antara Petani dengan Puskopad Pusat Koperasi Angkatan Darat) TNI-AD di Desa Harjokuncaran; (2) Mengetahui proses terjadinya konflik; (3). Menemukan bentuk penyelesaian konflik pertanahan antara Petani dengan Puskopad (Pusat Koperasi Angkatan Darat) TNI-AD di Desa Harjokuncaran; (4). Mengetahui peranan institusi-institusi negara (BPN Kab. Malang, Pemda Kab. Malang) dalam penyelesaian konflik tersebut di atas.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan didukung data primer, dan sekunder. Adapun pengambilan data menggunakan teknik Purposive Sample. Analisis Deskriptif kualitatif, dan cara penarikan kesimpulan bersifat induktif.Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Latar belakang terjadinya konflik pertanahan Antara Petani dengan Puskopad Pusat Koperasi Angkatan Darat) TNI-AD di Desa Harjokuncaran karena masing-masing pihak merasa memiliki hak atas tanah tersebut; (2) Proses terjadinya konflik pertanahan Antara Petani dengan Puskopad Pusat Koperasi Angkatan Darat) TNI-AD di Desa Harjokuncaran, dimana terjadi demonstrasi dari warga desa Harjokuncaran menuntut kemepilikan tanah terhadap Puskopad (Pusat Koperasi Angkatan Darat) TNI-AD yang sampai menimbulkan korban jiwa dari pihak warga; (3) Bentuk penyelesaian konflik pertanahan antara Petani dengan Puskopad (Pusat Koperasi Angkatan Darat) TNI-AD di Desa Harjokuncaran diantaranya para warga petani desa tersebut diberikan hak atas kepemilikan tanah; (4) Institusi-institusi negara (BPN Kab. Malang, Pemda Kab. Malang) dalam penyelesaian konflik pertanahan antara Petani dengan Puskopad (Pusat Koperasi Angkatan Darat) TNI-AD di Desa Harjokuncaran perannya kurang maksimal sehingga menimbulkan konflik tersebut.
Revolusi Mental Melalui Pendidikan Membatik Di Sekolah Dengan Motif Arca Singosari M.Pd, Dra. Amanah Agustin,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.352

Abstract

Unesco menetapkan batik Indonesia sebagai “Intangible Cultural Heritages” (kekayaan tak benda) yang mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia. Demikian besar peran batik dalam kehidupan bangsa Indonesia sejak masa lalu hingga saat ini, karena itu sangat wajar apabila upaya-upaya untuk terus mengeksplore dan mengembangkan seni batik di tanah air terus di lakukan, termasuk seni batik Malang sebagai bagian dari seni batik Indonesia. Motif batik di Malang masih belum menemukan ciri khas motif yang dapat dijadikan sebagai ikon batik Malang. Penciptaan seni batik masih berorientasi pada lingkungan alam sekitar. Padahal dari peninggalan masa kerajaan Singosari berupa arca-arca, yakni Arca Siwa, Durga Mahisasuramardini, Ganesya, Mahakala, Nandiswara, Mandala Parwati dan Brahma ditemukan motif yang dipahatkan pada kain yang dikenakan arca-arca tinggalan tersebut. Kain yang dikenakan bermotif ‘Kawung’ untuk arca jenis kelamin maskulin, sedangkan untuk jenis kelamin feminine mengenakan kain yang bermotif ‘Jlamprang’. Motif-motif dari masa Singasari yang bertemakan kawung dan jlamprang juga memiliki ciri khusus yaitu dalam hal kehalusan guratan, sulur-sulurannya, geometrisnya tumpal, motif pohon hayat, dan bonggol teratai. Revitalisasi batik motif archa singasari pada seni batik malang dapat dilakukan dengan ’menghidupkan kembali’ seni batik malangan ini melalui dunia pendidikan. Revitalisasi batik melalui proses pembelajaran dapat membangun mentalitas peserta didik melalui membatik. Membangun mentalitas berkaitan dengan penanaman aspek kecerdasan emosional (emotional intelligence), dan kecerdasan emosional ini merupakan pengembangan konsep Soft skills. Pembelajaran membatik dengan mengembangkan kemampuan soft skills dapat
Dinamika Politik Lokal; Sebuah Kajian Gerakan Mahasiswa 98 dan Perkembangan Politik Pasca Orde Baru di kota Malang M.Pd, Ferdinan Bashofi
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.353

Abstract

Dalam Negara yang manganut demokrasi partisipasi masyarakat dalam dunia pelotik tentunnya merupakan sebauah keharusan, banyak partisipasi masyarakat timbul dengan mengambil bentuk dan sifat yang bermacam-macam, di Indonesia partisipasi masyarakat dapat kita lihat pada pemilu, sedangkan pada masa orde baru bisa dikatakan partisipasi semu, barulah geliat masyarakat muncul dengan wajah gerakan mahasiswa dan setelah itu pemilu pada masa transisi demokrasi. Sejarah perkembangan Gerakan Mahasiswa (GM) di Indonesia selalu menarik karena tidak dapat dilepaskan dengan sejarah perkembangan negara Indonesia. Bahkan, keberadaan GM selalu berpengaruh pada situasi politik nasional. Meskipun sudah berkali-kali "diberangus" oleh penguasa di setiap jamannya, GM selalu muncul dengan sikap kritis dan tuntutan untuk memperbaiki keadaan politik nasional. sistem perpolitik Soeharto yang berlandaskan pada kultur jawa membawa pengaruh yang tidak baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia partsipasi masyarakat sangat minim. Sikap otoritarian yang susuai dengan konsep raja jawa membawa pengaruh buruk terlebih lebih saat masalah masalah dalam negeri tidak bisa di atasi dengan baik. Ketika keinginan keinginan untuk menyampaikan suara dibatasi rakyat Indonesia terutama golongan muda yakni para mahasiswa mulai menunjukkan perangai melawan pemerintah yang pada puncaknya mei 1998, yang tersebar di beberapa kota pendidikan di Indonesia salah satunya adalah Kota malang yang dikenal sebagai kota pendidikan. Di kota malang mahasiswa mulai membentuk oraganisasi organisasi seperti : Forstep FKMM, FKSMPT,dan KMM yang nantinya mulai melakukan aksi aksi menentang rezim Soeharto. Dengan runtuhnya rezim Soeharto. Terbukalah angin segar dalam melakukan demokrasi di Indonesia. Pemilu 1999 dilaksakan di Indonesia dan khususnya di Kota malang pemilu dilakukan dengan hasil yang cukup signifikan yakni partai golkar tersisihkan oleh PDI-P, dimana partai ini mengidentifikasikan diri sebagai partai wong cilik.
Makna Smartphone Bagi Pelajar M.Si, Dani Miftahul Ula,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.354

Abstract

Pada awalnya pengguna smartphone ini dirancang untuk orang-orang yang memiliki tingkat kesibukan yang tinggi seperti para pejabat, karyawan swata, wanita karir dan juga eksekutif, namun saat ini tren smartphone telah menjadi lifestyle dikalangan pelajar, alat ini merupakan sebuah barang yang wajib dimiliki. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna penggunaan smartphone dikalangan pelajar khususnya pelajar SMAN 1 Kota Malang, bagi sebagian pelajar smartphone mempunyai makna lebih dari sekedar alat komunikasi, ada makna lain yang terkandung pada smartphone yang sangat berkaitan dengan gaya hidup.
Sejarah Manusia Purba di Antara Kontroversi, Penolakan, dan Penerimaan M.Hum, Irvan Lestari,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.355

Abstract

Sejarah asal-usul manusia yang dijelaskan dengan teori evolusi tidak dapat diterima oleh semua kalangan. Tidak sedikit ilmuwan yang menolak penjelasan jika manusia berawal dari kera atau seketurunan dengan kera. Bahkan mereka yang tidak sependapat dengan gagasan evolusi menilai jika penjelasan tentang sejarah asal-usul manusia melalui skema evolusi, dengan menyebutkan Meganthropus adalah nenek moyang manusia telah menghilangkan Tuhan sebagai pencipta atau setidaknya telah mereduksi peranan Tuhan. Karena kitab suci Al Quran menyebutkan jika manusia pertama adalah Adam. Namun, di sisi lain narasi sejarah tentang manusia purba dianggap merupakan fakta dan dianggap tidak bertentangan dengan ajaran agama serta kitab suci. Bagi kelompok ini, sejarah tentang bagaimana kemunculan manusia pertama kali di muka bumi tidak cukup hanya dijelaskan sebagai hasil ciptaan Tuhan semata. Usaha ilmiah untuk dapat menjawab bagaimana sejarah asal-usul manusia perlu dilakukan. Kitab suci tidak membatasi orang untuk melakukan penelaahan, jika terdapat pertentangan hal itu dianggap wajar. Sifat ilmu pengetahuan terbuka untuk dikoreksi, sanggahan dari suatu pendapat atau teori akan menyempurnakan ilmu pengetahuan. Sejarah manusia purba menjadi bagian dari sekian materi sejarah yang terus diperdebatkan, ia telah menjadi sebuah bahasan kontroversial.
Metode Fiel-Trip Dalam Menumbuhkan Kepedulian Siswa terhadap Peninggalan Sejarah Bukti-Bukti Kehidupan Pengaruh Hindhu Budha Yang Masih Ada Pada Saat Ini S.Pd, Tatik Widyawati,; M.Pd, Puspita Pebri Setiani,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.356

Abstract

The purpose of this research was to know effect from field-trip method to cultivate a caring of Hindhu-Budhist’s historical heritage in grade 10th MA AL HISI. The research method was used quasi experimental with nonequivalent control group desaign. Data were taken from 30 respondents of grade 10th of MA AL HISI. Data collection techniques use questionnaire, documents and observation. The hypotesis test use a paired sample t-test with a significance of 0.05. Field-trip implementation in grade 10th was good category, it came from observation that have value of 87. The caring in grade 10th MAAL HISI has increased seen from the result of average value from 79,2 to 93,1. The influence of the field-trip method on student care is high,it seen from the significance value of t-test 0,000 <0.05. So there is an influence between the field-trip method and the level of concern for students of class X MA AL HISI.
Slametan Dalam Spritualisme Orang Jawa Pada Masa Lalu Sampai Sekarang M.Pd, Debi Setiawati,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.357

Abstract

Slametan merupakan tradisi budaya masyarakat Jawa yang masih dillestarikan secara turun- temurun. Nilai – nilai yang terkadung dalam slametan tidak hanya sebatas pada religi, mitos dan budaya tetapi juga nilai sosial yang tinggi. Hal tersebut menyangkut eksistensi seseorang dalam masyarakat dan sarana untuk berkumpul serta bersilahturahmi dengan tetangga. Akan tetapi seiring perkembangan zaman Slametan mengalami Transformasi dalam tata cara dan uborampe. Akan tetapi terjadinya transformasi dalam tradisi slametan, tidak mengurangi pamaknaan dan magis spiritualnya. Untuk itu tradisi slametan masih tetap di lestarikan dan menjadi kekhasan nilai spiritual Orang Jawa.
Kajian KritisTerhadap Media Sosial Sebagai “Tuhan Kedua” Bagi Para Netizen M.Si, Fatmawati,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.358

Abstract

Seiring dengan perkembangan internet yang merupakan wujud perpaduan antara arus komunikasi dan perkembangan teknologi yang semakin maju. Salah satunya web yang digandrungi oleh masyarakat adalah jejaring sosial. Meningkatnya pengguna jejaring sosial di Indonesia disebabkan karena semakin lengkapnya fasilitas yang ada yaitu telepon seluler yang begitu beraneka ragam yang disediakan oleh produsen layanan komunikasi. Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya. Bagi masyarakat Indonesia , media sosial seakan sudah menjadi candu, tiada hari tanpa membuka media sosial.
Pembelajaran Sejarah Malang Raya Berbasis Contextual Teaching And Learning M.Pd, Septa Rahadian,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.359

Abstract

Selama ini banyak konsep yang salah mengenai belajar sejarah. Di sekolah biasanya pelajaran yang dianggap membosankan oleh siswa diantaranya adalah pelajaran sejarah. Kebanyakan siswa menganggap pelajaran sejarah membosankan karena hanya berkutat pada hafalan tokoh, peristiwa dan tempat bersejarah. Hal lain yang menyebabkan pelajaran sejarah di sekolah terkesan membosan karena guru yang mengajar kurang mampu dalam menghidupkan spirit atau jiwa sejarah itu sendiri. Materi yang diajarkan lebih berkutat pada tekstual bukan kepada kontekstual, jadi mengulang ulang materi atau pengetahuan yang sudah ada di buku atau diketahui oleh siswa. Dampaknya siswa menjadi kehilangan semangat dalam belajar sejarah. Setelah dilaksanakan kegiatan belajar sejarah dengan mengunjungi situs situs bersejarah yang ada di Malang raya khususnya yang berkaitan dengan peninggalan dari kerajaan Kanjuruhan dan Singhasari diperoleh sebuah kesimpulan jika 1) Pembelajaran sejarah dengan berbasis kontekstual learning sangat disukai oleh siswa atau masyarakat yang ikut kegiatan ajar sejarah tersebut. Hal ini karena mereka dapat melihat secara langsung sumber sejarah tersebut, mengamati serta mencari tahu asal usul mengenai bagaimana serta mengapa peninggalan sejarah tersebut terdapat di lokasi tersebut. 2) Dengan belajar sejarah kepada objeknya secara langsung mereka lebih memiliki kerangka konstruktivisme mengenai sejarah berdirinya kerajaan Kanjuruhan dan Singhasari. 3) Dengan belajar sejarah langsung kepada sumbernya peserta diharapkan mampu memiliki kesadaran sejarah. Belajar sejarah secara kontekstual learning juga mempunyai fungsi sosio-kultural yaitu membangkitkan kesadaran sejarah. Dari kesadaran sejarah inilah kesadaran nasional dapat terbentuk. 4) Terakhir dalam temuan penelitian ini adanya sebuah harapan agar kearifan lokal mengenai budaya serta peninggalan sejarah yang merupakan warisan dari leluhur kita terdahulu dapat dikenal oleh generasi yang akan datang.
Lejong Tau Dalam Perspektif Dialektis Relasional M.Si, Faizal Kurniawan,; M.Si, Winin Maulidya Saffanah,
MAHARSI Vol 1 No 01 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan sosiologi
Publisher : IKIP BUDI UTOMO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i01.360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam makna dari lejong yang berarti “bertamu”, sebuah kearifan lokal khas Manggarai. Lejong merupakan salah satu upaya meredakan konflik yang dialami oleh mahasiswa pendatang dari daerah Manggarai yang berada di Kota Malang. Dalam Penelitian ini ditemukan unsur-unsur dialektis yang ada dalam setiap prosesnya. Dialektis ini diwujudkan dalam proses berbicara dengan tuan rumah maupun kepada yang bertamu. Penelitian ini menggunakan pisau analisis dialektis relasional dari Leslie Bexter, selain itu penelitian ini membuka secara mendalam tentang makna Lejong sebagai identitas lokal masyarakat Manggarai, khususnya dalam bentuk komunikasi antar personalnya. Hasil dari Penelitian ini adalah adanya nilai-nilai lokal yang diterima dalam komunikasi sebagai identitas masyarakat Manggarai yang telah mengakar sejak dulu. Peran komunikator dalam media perantara konteks bertamu dalam “Lejong” menjadi unsur terpenting dalam proses dialektis untuk berperan dalam proses penyelesaian yang terjadi antara Mahasiswa Manggarai yang berada di Kota Malang. Penelitian ini terbatas hanya kepada mahasiswa Manggarai. Harapannya penelitian ini menambah kajian kepustakaan tentang resolusi konflik berbasis kearifan lokal. Lejong Tau Sebagai monolog terbuka dalam benturan konflik verbal.

Page 1 of 3 | Total Record : 28