cover
Contact Name
Andi Farid Hidayanto
Contact Email
kreatifjurnal@gmail.com
Phone
+6281346201488
Journal Mail Official
kreatifjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Desain, Politeknik Negeri Samarinda Jl. Ciptomangunkusumo, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur
ISSN : 23031662     EISSN : 27472582     DOI : 10.46964
Core Subject : Art, Engineering,
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu desain produk industri, arsitektur dan ilmu ilmu umum yang mendukung disiplin tersebut. Diterbitkan secara berkala 6 bulanan, tiap bulan April dan Oktober
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2014): Volume 1, No.2, April 2014" : 5 Documents clear
DESAIN BOKS BAYI MULTIFUNGSI Shyafary, Darius; Andansari, Dita; Putri, Mega Rahmanita
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 2 (2014): Volume 1, No.2, April 2014
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For babies, beds have enormous benefits for growth and development. One of the business so the baby can get the maximum comfort to achieve quality sleep is by using the cribs. However, baby cribs on the market of Indonesia, as we all know the average can only be used when infants aged 0 to 1 year only. Objectives to be achieved in the manufacture of multifunctional crib is helping reduce waste to purchase a bed for the baby. This multifunctional crib not only survive until the baby is one year old, but able to work until the child is 12 years old (elementary school graduation). With a design method that has been done such as data collection, data analysis, concept design, design alternatives, development of alternative design was chosen, and the final design, the proposed design isexpected to provide input to the relevant parties to complete the facilities at the crib, as well as to improve the efficiency and resale value. The results of the analysis that has been done is, to use a form of the Bauhaus design style, where the style of this design concept “form follow function”. Because the shape of this crib adjusts to the functionality of the product itself. This concept is used to emphasize that the crib products which usually can only be used as a crib, but the product “Multifunction Baby Boks” is after is no longer used as a bed to change its function into desks and chairs. For color, this product uses pattern/color combination complementary, the color purple, and yellow and use a monochromatic color scheme to make it look more aesthetically pleasing. The material used in this product is multiplex. Bagi bayi, tidur memiliki manfaat yang sangat besar untuk tumbuh kembangnya. Salah satu usaha agar bayi bisa mendapat kenyamanan secara maksimal untuk mencapai tidur yang berkualitas yaitu dengan menggunakan boks bayi. Namun, boks bayi yang beredar di pasaran Indonesia, seperti yang kita ketahui rata-rata hanya dapat digunakan saat bayi berumur 0 hingga 1 tahun saja. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan boks bayi multifungsi ini adalah membantu mengurangi pemborosan terhadap pembelian tempat tidur untuk bayi. Boks bayi multifungsi ini tidak hanya bertahan hingga bayi berusia satu tahun saja, namun dapat berfungsi hingga si anak berusia 12 tahun (lulus Sekolah Dasar). Dengan metode perancangan yang sudah dilakukan diantaranya pengumpulan data, analisis data, konsep desain, alternatif desain, pengembangan desain dari alternatif terpilih, serta desain akhir, diharapkan usulan desain ini dapat memberikan masukan bagi pihak-pihak yang terkait untuk melengkapi fasilitas-fasilitas pada boks bayi, serta untuk meningkatkan nilai efisiensi dan nilai jualnya. Hasil dari analisis yang telah dilakukan adalah, untuk bentuk menggunakan gaya desain Bauhaus, dimana gaya desain ini berkonsep “form follow function”. Konsep ini digunakan untuk menekankan bahwa produk “Boks Bayi Multifungsi” ini setelah tidak lagi digunakan sebagai tempat tidur dapat berubah fungsinya menjadi meja dan kursi belajar. Untuk warna, produk ini menggunakan pola/kombinasi warna komplementer, yaitu warna ungu dan kuning serta menggunakan skema warnamonokromatik agar terlihat lebih estetis. Material yang digunakan pada produk ini adalah multiplek.
SEPATU BOOT DAN FETISHISME PADA BIKERS Hidayat, Anwar
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 2 (2014): Volume 1, No.2, April 2014
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise of motorcycles in Indonesia, triggered the emergence of motor communities. The existence of these communities cannot be separated from the attributes worn like a vest, gloves, and boots. This study aims to find out why a lot of boots worn by the biker community. The method used in this research were qualitatif which Kawasaki Ninja Community in Yogyakarta as case study approach. Fetishism theory used, based on the theories of Karl Marx and Jean Baudrillard, which were to review the theory of commodity fetishism in which revealing about the use value, exchange value, symbolic value and sign value on the boots. The result shows use value of boots in this community was that these shoes protected feet of the risk of collision, sprains, and protected feet from hot engine. In addition,it is tofacilitate the rider in performing activities gearshift. Exchange value of boots was that synthetic materials were commonly used by the community since leather boots more expensive than synthetic materials. Symbolic values that arises is the existence of a social status that distinguishes between the large capacity of Kawasaki Ninja (250 cc and above) with the others, which confirms the existence of their boots were more exclusive. Sign value that appear was the need to identity that distinguishes the model selection type of sports shoes which deliver the message as well as the motorsport rider. Maraknya jumlah sepeda motor di Indonesia, turut memicu munculnya komunitas-komunitas motor. Keberadaan komunitas tersebut tidak terlepas dari atribut yang dikenakan seperti rompi, sarung tangan, dan terutama sepatu boot. Kajian ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa sepatu boot banyak dipakai oleh komunitas bikers tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Komunitas Kawasaki Ninja di Yogyakarta. Teori Fetishism yang digunakan, mengacu pada teori dari Karl Marx dan Jean Baudrillard, dimana teori tersebut mengulas pada fetisisme komoditas yang didalamnya mengungkap tentang nilai guna, nilai tukar, nilai simbolik dan nilai tanda pada sepatu boot yang dikenakan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwanilai guna sepatu boot pada komunitas ini adalah sepatu tersebut melindungi kaki dari resiko benturan, terkilir, dan melindungi kaki dari panas mesin. Selain itu juga untuk mempermudah pengendara dalam melakukan aktifitas perpindahan gigi. Nilai tukar dari sepatu boot yang digunakan adalah bahwa komunitas ini banyak menggunakan sepatu motorcycle boot yang menggunakan bahan sintetis karena sepatu boot berbahan kulit lebih mahal harganya. Nilai simbolik yang muncul adalah adanya status sosial yang membedakan antara motor Kawasaki Ninja yang berkapasitas besar (250 cc ke atas) dengan motor lainnya, dimana sepatu boot menegaskan keberadaan mereka secara lebih eksklusif. Nilai tanda yang muncul yaitu adanya kebutuhan identitas yang membedakan dengan pemilihanmodel sepatu bertipe sport yang memberikan pesan kecepatan seperti halnya pembalap motorsport.
PERANCANGAN SARANA PENYAPU JALAN RAYA UNTUK KAWASAN PERKOTAAN H, Roni
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 2 (2014): Volume 1, No.2, April 2014
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of the city in our country with all facilities and public facilities constructed within the framework of the modern era. However, the cleanliness of the city, especially the implementation of the highway is still impressive sweeping away from the modern age because of the cleanliness of the facility is still using a simple device. Although existing tools are more sophisticated street sweeper, but its use can not be sustained due to economic reasons and substantial operational costs. Through the design process, the design of the street sweeper means look for a solution that can ease the work of street sweeper. Designing started from existing products, street sweeper activity analysis and anthropometric measurements of components and users. Of this design obtained a draft means cheaper road sweeper and is expected to streamline and improve work efficiency street sweeper. Perkembangan kota di negara kita dengan segala fasilitas dan sarana umum dibangun dalam kerangka jaman modern. Namun, dalam penyelenggaraan kebersihan kota terutama penyapuan jalan raya masih berkesan jauh dari jaman modern karena fasilitas kebersihan ini masih menggunakan perangkat yang sederhana. Walaupun sudah ada perangkat penyapu jalan yang lebih canggih namun penggunaannya tidak dapat berkelanjutan karena alasan ekonomi dan biaya operasional yang cukup besar. Melalui proses desain, perancangan sarana penyapu jalan ini dicarikan solusi yang dapat meringankan pekerjaan penyapu jalan. Perancangan dimulai dari eksisting produk, analisis aktivitas penyapu jalan dan komponen serta pengukuran anthropometri pengguna. Dari perancangan ini didapatkan sebuah rancangan sarana penyapu jalan yang lebih murah dan diharapkan dapat mengefektifkan serta meningkatkan efisiensi pekerjaan penyapu jalan.
ESTIMASI KONSUMSI BAJA PADA INDUSTRI KONSTRUKSI GEDUNG TINGKAT TINGGI DI INDONESIA HS, Cisyulia Octavia
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 2 (2014): Volume 1, No.2, April 2014
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the main material component used in the Indonesian construction industry is steel. Excess properties owned by the steel is ductile, which has a higher elasticity than the main material that is widely used in Indonesia, such as concrete. Increased use of steel as the primary material forming structural components made of steel industry including steel supplier undertakes research to improve steel quality, both in terms of structural directly to construction, as well as to the needs of the market in general. Innovation made by the suppliers of the steel as a construction material providers strongly influenced by the trend types and profiles are widely used in certain constructions. Needs to know the steel consumption is accomplished by conducting research on the historical data in theconstruction sector. From the analysis of data from different sources in the construction of high rise buildings obtained ratio of the average value of consumption of steel to concrete consumption valueis a percentage value 2.07 with steel to the value of the project is 25.92%. Steel consumption values for each of the building is determined by the function of building, the location of the building and the building construction. Value of steel material consumption has increased every year for the national construction value, which might be caused by an increase in the quantity of material consumption due to the increasing number of buildings is done and increase the unit price of steel. Needs of most of the applications contained in the beams and foundation, where the high rise building project has most of the tonnage and value are always increase every year. Salah satu komponen material utama yang dipergunakan pada industri konstruksi Indonesia adalah baja. Kelebihan sifat yang dimiliki oleh baja adalah ulet, yang memiliki elastisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan material utama yang banyak dipergunakan di Indonesia seperti beton. Peningkatan penggunaan baja sebagai material utama pembentuk komponen struktural membuat para pelaku industri baja termasuk supplier baja melakukan berbagai penelitian untuk meningkatkan kualitas baja, baik dari segi struktural untuk konstruksi secara langsung, maupun untuk kebutuhan pasar pada umumnya. Inovasi yang dilakukan oleh para pemasok baja sebagai penyedia material konstruksi sangat dipengaruhi oleh tren jenis dan profil yang banyak digunakan dalam konstruksi-konstruksi tertentu. Kebutuhan untuk mengetahui konsumsi baja tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penelitian terhadap data historis dalam sektor konstruksi. Dari hasil analisa data dari sumber yang berbeda pada konstruksi gedung tingkat tinggi didapat rasio rata-rata nilai konsumsi baja terhadap nilai konsumsi beton adalah 2.07 dengan persentase nilai baja terhadap nilai proyek adalah 25.92%. Nilai konsumsi baja untuk masing-masing gedung ditentukan oleh fungsi gedung, lokasi gedung dan tahun pelaksanaan konstruksi gedung. Nilai konsumsi material baja mengalami peningkatan tiaptahunnya terhadap nilai konstruksi nasional yang kemungkinan dapat disebabkan oleh peningkatan kuantitas konsumsi material karena semakin banyaknya gedung yang dikerjakan dan peningkatan harga satuan baja. Kebutuhan aplikasi baja paling besar terdapat pada balok dan pondasi, dimana dalam proyek gedung tingkat tinggi memiliki tonase dan nilai paling besar yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.
KAJIAN MAKNA PANIL 13, PADA RELIEF LALITAVISTARA CANDI BOROBUDUR Hidayanto, Andi Farid
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 2 (2014): Volume 1, No.2, April 2014
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Borobudur temple in Indonesia as the largest temple is the ancestral filled with meaning stored in it. both in terms of shape, dimensions, levels, and reliefs. The reliefs depict an ongoing narrative between the panels with other woods panels forming the course of a story. To learn the hidden meaning in these panels can be used several methods. one of which is a method of iconography. with this method in order to obtain proper perspective to understand the background of an object being observed so that helps provide information on the history, politics, and life at a time. so as to know what the meaning is stored in one of the panels. Candi Borobudur sebagai candi terbesar di Indonesia merupakan peninggalan nenek moyang yang penuh dengan makna yang tersimpan di dalamnya. Baik dari sisi bentuk, dimensi, tingkatan maupun reliefnya. Relief-relief tersebut menggambarkan suatu cerita yang berkesinambungan antara panil satu dengan panil lainnya membentuk jalannya sebuah cerita. Untuk mempelajari makna yang tersembunyi pada panil tersebut dapat digunakan beberapa metode. Salah satunya adalah metode Ikonografi. Dengan metode ini agar dapat diperoleh sudut pandang yang tepat untuk memahami latar belakang suatu objek yang diamati sehingga membantu memberi keterangan mengenai sejarah, politik, serta kehidupan pada suatu masa. Sehingga dapat diketahui apa makna yang tersimpan dalam suatu panil tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5