cover
Contact Name
Muhamad Ridwan Effendi
Contact Email
p3m.staimuttaqien@gmail.com
Phone
+6281809652244
Journal Mail Official
jurnal.muttaqien@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baru Terusa Maracang, No. 35, Desa Maracang, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Muttaqien
ISSN : -     EISSN : 27235963     DOI : https://doi.org/10.7520/mtq
Muttaqien Journal is a periodical scientific journal published 2 (two) times a year in January and July by Muttaqien Publishing and managed by the Center for Research and Community Service (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta. This journal is a multilingual (Indonesian, English, and Arabic), peer-reviewed journal reviewing multidisciplinary Islamic studies related to the Indonesian Context. The aim is to provide readers with a better understanding of Islamic studies in Indonesia and present developments by publishing articles, research reports, and book reviews.
Articles 10 Documents
Strategi Dakwah di Era New Normal Baidowi, Achmad; Salehudin, Moh.
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 2 No. 01 (2021): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.02.1.04

Abstract

Pandemi Covid-19 mengharuskan seorang da’i untuk lebih kreatif dalam membuat strategi dakwah agar dapat digunakan dengan baik di era new normal. Startegi dakwah adalah cara yang digunakan oleh da’i untuk menyiarkan kebenaran kepada seluruh lapisan masyarakat. Proses pembuatan strategi dakwah dilakukan melalui beberapa tahap, pertama analisis lingkungan dengan menganalisis lingkungan internal yaitu analisis sumber daya internal pendukung proses dakwah dan menganalisis lingkungan eksternal yaitu analisis terhadap masalah yang terjadi di lingkungan eksternal dakwah, kedua perumusan strategi yaitu merumuskan berbagai pilihan strategi dakwah, ketiga pemilihan strategi yaitu penetapan strategi yang akan digunakan untuk berdakwah, keempat pelaksanaan strategi yaitu menggunakan startegi dakwah yang telah dipilih, kelima evaluasi strategi yaitu kegiatan menilai strategi yang telah digunakan. Strategi dakwah di era new normal dapat dilakukan dengan cara pertama pendekatan kekeluargaan (Fardhiyah) yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan kepada anggota keluarga (mematuhi protokol kesehatan). Kedua strategi tatap muka yang dilakukan dengan dua pendekatan yaitu tatap muka skala kecil yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan pada jumlah mad’u yang sedikit (mematuhi protokol kesehatan) dan tatap muka skala besar yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan pada jumlah mad’u yang relatif banyak (tidak dianjurkan di era new normal). Ketiga strategi memanfaatkan media sosial yaitu kegiatan dakwah yang dilakukan untuk menghindari kontak langsung dengan mad’u dan menggunakan media sosial seperti whatsapp, Instagram, zoom, dan lain sebagainya sebagai sarana utama untuk melakukan dakwah.
Strategi Komunikasi dan Dakwah Pada Kalangan Milenial di Era Modernisasi Estuningtyas, Retna Dwi
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 2 No. 01 (2021): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.02.1.05

Abstract

Perkembangan dakwah di masa modern ini sangat pesat, mengalami banyak perubahan terutama dalam berstrategi. Komunikasi dan dakwah adalah dua bidang yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Keberhasilan gerakan dakwah sangat ditentukan oleh kompetensi seorang da’i. Membahas komunikasi dan dakwah kepada kaum milenial ini tentu sesuatu yang menarik, di mana diketahi bahawa kaum milenial adalah kaum yang senantiasa melibatkan kegiatan komunikasi dengan dunia cyber atau mereka lebih familiar terhadap media social dan apapun yang berbau teknologi untuk informasi. Penggunaan metode yang tepat guna dengan memanfatkan media social tentu harus memperhatikan banyak hal, diantaranya adalah Bahasa media dan jenis media social itu sendiri. Dengan demikian dakwah di kalangan milenial ini dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Saung Manglid Saripudin, Abin; Oktriawan, Wawan; Kurniasih, Nunung
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 2 No. 01 (2021): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.02.1.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Restoran Saung Manglid. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling yang berjumlah 96 orang responden. Variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bukti Fisik, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan Empati dan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Kepuasan Pelanggan. Berdasarkan hasil  penelitian diperoleh t hitung 12, 465 dan F hitung 155,388 dengan tingkat signifikasi menunjukan sig. 0,000 < 0,05 yang berarti kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dan dalam uji R interpretasi koefisien korelasi didapat sebesar 0,789,  terbukti kualitas pelayanan mempunyai hubungan positif dengan kepuasan pelanggan atau tingkat hubungan kuat. Dari hasil analisis data penelitian diketahui bahwa kepuasan pelanggan di Restoran Saung Manglid dipengaruhi sebesar 62,3% oleh kualitas pelayanan, sedangkan 37,7% dipengaruhi oleh variabel lainnya.
Philosophical Review of Materialism and Idealism Limits of Wedding Age in Indonesia; Study of Article 7 Paragraph (1) of Law 16 of 2019 jo. Law 1 of 1974 concerning Marriage Tabroni, Imam; Ahyani, Hisam; Permana, Dian
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 2 No. 01 (2021): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.02.1.01

Abstract

This research departs from a juridical confusion regarding the ideal of a person going to get married, where the age of marriage with other provisions regarding age, namely, in terms of philosophical Materialism and Idealism of Marriage Age in Indonesia. Whereas in Indonesian Law on Marriage Marriage is only permitted if men and women have reached the age of 19 (nineteen) years. The purpose of this study is to find out the philosophical review of materialism and idealism of marriage age in Indonesia, with the article 7 paragraph (1) for 16 of 2019 jo. u 1 year 1974 regarding marriage). The conclusion of this research is the philosophical value of materialism and idealism of marriage age is the concept of historical materialism of humans who will choose their readiness in facing marriage, this is because one's age is not a reference, which is the basis for people to get married including their readiness to face material livelihood, readiness self and material. Likewise in Indonesia, the ideal age in society in Indonesia if it is associated with Karl Mark's theory, then the readiness of oneself in the material (economic elements) is as a reference for people to get married.
Komunikasi Publik Ormas Keagamaan Islam terkait Social Distancing pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi atas Sikap Resmi NU, Muhammadiyah, dan MUI) Kusumaningtyas, AD
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 2 No. 01 (2021): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.02.1.02

Abstract

Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan keseharian masyarakat. Sejak awal pemerintah menyatakan pandemi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) bencana non alam sejak Maret 2020 yang lalu, berbagai kebiasaan masyarakat berubah. Seruan stay at home dalam bentuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo maupun upaya social distancing (jaga jarak) yang diperkenalkan oleh WHO membawa dampak pada kehidupan keseharian masyarakat. Tak terkecuali kehidupan sosial keagamaan, termasuk tatacara pelaksanaan ibadah bagi muslim. Menyikapi hal ini, berbagai ormas keagamaan Islam dalam hal ini NU, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan sikap resmi organisasi untuk menjawab pertanyaan umat tentang hal ini. Sejumlah surat edaran,  instruksi, hasil bahtsul masa’il, maklumat, maupun fatwa terkait atas respon terhadap situasi pandemi COVID-19 diterbitkan. Hal ini merupakan salah satu bentuk komunikasi publik yang dilakukan oleh ormas-ormas tersebut, di samping seruan dan himbauan yang disampaikan oleh para tokoh agama. Studi ini hendak menelah sikap resmi keagamaan yang dilakukan oleh ketiga organisasi keagaman Islam tersebut maupun komunikasi publik yang dilakukan oleh para tokoh agama dari ketiga lembaga ini dalam menyampaikan pesan pencegahan  penularan  virus  COVID-19 kepada umatnya.
Kebijakan Peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia Irvi Nurul Husna, Ade
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2020): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.01.1.03

Abstract

Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki beragam potensi untuk menjadinegara dengan ekonomi skala besar. Indonesia memiliki potensi pada sumberdaya alam dan manusia, serta iklim investasi yang kondusif. Namun Indonesiajuga masih memiliki berbagai permasalahan seperti pengangguran dankemiskinan. Kehadiran UMKM memiliki peran penting dalam perekonomianIndonesia. Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan salah satupermasalahan yang dapat diatasi dengan hadirnya UMKM. Ketika terjadi kondisikrisis ekonomi maka sektor ekonomi khususnya UMKM yang mampu bertahan.Pemerintah perlu menetapkan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkankemampuan UMKM baik secara kuantitas maupun kualitas. Peningkatan UMKMjuga perlu adanya dukungan dari masyarakat dengan menumbuhkan jiwawirausaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kebijakan dalamupaya peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia sebagai salahsatu penanganan dalam masalah pengangguran dan kemiskinan. Jenis penelitianyang digunakan yaitu penelitian kepustakaan (library research). Penelitian inimenggunakan metode dengan pendekatan kualitatif yang menyajikan analisabersifat deskriptif. Fokus peningkatan kegiatan pelaku UMKM ditujukan kepadamasyarakat berpenghasilan rendah, wirausahawan, pengangguran, dan investor.Aspek kebijakan pada UMKM terdiri atas 8 aspek yaitu pendanaa, sarana danprasarana, informasi usaha, kemitraan, perizinan usaha, kesempatan berusaha,promosi dagang, dan dukungan kelembagaan.
Batas Usia Minimal Perkawinan Menurut Perspektif Hukum Positif di Indonesia dan Hukum Islam Mintarsih, Mimin; ssa'adah, Pirotu
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2020): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.01.1.05

Abstract

Tingkat kedewasaan menjadi acuan bahwa seseorang mampu untuk melaksanakan perkawinan, dan semua pemikiran masyarakat pada umumnya menjadikan usia sebagai ukuran tingkat kedewasaan, meskipun pada dasarnya usia tidak menjadi ukuran tingkat kedewasaan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konteks batasan minimal usia perkawinan menurut pandangan hukum positif di Indonesia dan pandangan hukum islam serta untuk mengetahui relevansi konteks batasan minimal usia perkawinan dengan konteks sekarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menganalisis fenomena dan dokumen peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini adalah batas usia perkawinan menurut hokum positif di Indonesia adalah 19 tahun, sedangkan menurut hukum islam tidak ada batasan usia hanya sampai usia baligh, dan aturan ini sudah relevan dengan kondisi saat ini. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi ilmiah di bidang hukum islam dan pranata sosial dan berguna untuk memberikan gambaran atau pedoman awal bagi para praktisi hukum sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan batas usia minimal perkawinan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, dan juga bisa sebagai bahan kajian untuk penelitian selanjutnya.
Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga Isteri yang Bekerja Gussevi, Sofia
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2020): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.01.1.04

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi awal penulis yaitu gugatan cerai oleh isteri kepada suaminya mendominasi kasus perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Purwakarta. Ini terjadi pada mayoritas isteri yang be-kerja di luar rumah. Berbeda dengan hal itu, di Perum Citra Permata Sakinah banyak isteri yang bekerja di luar rumah seperti di kantor pemerintahan, swasta, pabrik dan lainnya yang terikat dengan waktu yang sudah ditentukan. Walaupun mereka terikat dengan waktu tertentu, bahkan isteri yang bekerja di pabrik yang terikat dengan tiga sift yaitu sift pagi, siang dan malam tetapi mereka tidak mengalami permasalahan yang berarti, apalagi sampai kepada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik yang terjadi dalam rumah tangga isteri yang bekerja dan untuk mengetahui manajemen konflik yang diterapkan dalam rumah tangga isteri yang bekerja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik yang terjadi dalam rumah tangga isteri yang bekerja Perum Citra Permata Sakinah berupa perdebat-an/pertengkaran dan tidak saling tegur sapa dengan pasangan. Konflik yang terjadi dalam rumah tangga tersebut disebabkan antara lain karena perbedaan pendapat, kecemburuan pasangan, keadaan ekonomi rumah tangga serta faktor eksternal: pihak ketiga, orang tua serta lingkungan. Selanjutnya konflik yang terjadi dalam rumah tangga tersebut dapat mendatangkan dampak negatif antara lain terhambatnya komunikasi antar pihak yang berkonflik,  terganggunya kerjasama dalam rumah tangga, serta timbulnya rasa ketidak-puasan dalam berumah tangga. Selain itu juga dapat berdampak positif di antaranya memandang bahwa konflik merupakan nikmat dari Allah SWT., penyesuaian diri dengan lingkungan rumah tangga, lebih berhati-hati dalam bertindak di kemudian hari, serta sebagai langkah intropeksi diri dalam rumah tangga. Selanjutnya manajemen konflik yang diterapkan isteri yang bekerja yaitu dengan cara pendekatan terhadap hal yang melatarbelakangi konflik ter-sebut, bermusyawarah mencari solusi baik dengan pasangan maupun melibat-kan pihak ketiga misalnya orang tua, berdiam diri mengintrospeksi kesalahan sendiri yang mengakibatkan konflik tersebut muncul, serta saling pengertian terhadap kebiasaan dari masing-masing pasangan. Dengan demikian, gaya manajemen konflik yang diterapkan yaitu gaya kolaborasi.
Perspektif Gender tentang Isu Poligami dalam Lima Film Bergenre Religi Kusumaningtyas, AD
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2020): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.01.1.02

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan analisis dengan menggunakan perspektif gender dalam 5 (lima) film Indonesia yang bergenre religi Islami. Film-film itu adalah Perempuan Berkalung Sorban, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Ummi Aminah, dan Surga Yang Tak Dirindukan; dimana semua film ini diproduksi oleh sutradara Indonesia yang menyajikan topik yang menarik tetapi kontroversial: Poligami – melalui berbagai cara proses pembuatan film dan dialognya. Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metode analisis naratif dan perspektif feminis sebagai salah satu cara produktif untuk membaca teks budaya popular seperti film.  Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak berarti para sineas Indonesia menerima praktik poligami yang dilakukan oleh sebagian kalangan muslim; namun tetapi mereka lebih cenderung hendak menggambarkan fenomena sosial keagamaan ini dengan cara yang kritis, dan mengundang diskusi publik seputar topik tersebut. Berbagai film ini juga menunjukkan beragamnya upaya dalam memperkenalkan nilai-nilai universal Islam seperti kesetaraan gender, hak-hak perempuan, perdamaian, toleransi dan penghormatan terhadap keragaman. Dan juga, itu mendorong semua pihak: para pembuat film, dosen, mahasiswa, artis, pekerja seni dan semua orang untuk lebih terbuka dalam menyediakan pengajaran dengan cara yang lebih kreatif.
Corak Pemikiran Hukum Teologi Asy’ariyyah; Studi Pemikiran Hukum Abu Hâmid Al-Ghazâli (450 H - 505 H) Dalam Al-Mustashfâ Min ‘Ilm Al-Ushûl Ahmad Tadjudin, Azi
Muttaqien | Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2020): Muttaqien
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7520/mtq.01.1.01

Abstract

Polemik terkait masalah al-Husn wa al-Qubh al-‘aqliyayn telah mejadi perdebatan panjang antara kubu Mu’tazilah dengan Asy’ariyyah. Polemik ini hampir menghiasi lembaran kitab Ushul Fiqih yang ditulis para ulama pasca Imam al-Bâqillâni. Argumentasi mereka dalam membahas al-Husn wa al-Qubh tidak jauh berbeda dengan pembahasan yang telah dibahas oleh para pendahulunya. Kesamaan pola dan jawaban mengenai masalah ini (al-husn wa al-Qubh) mencerminkan identitas (eksistensi) sekaligus meneguhkan pola dan kecenderungan paradigma Madzhab Kalam dalam mewarnai corak pemikiran fiqih. Sebagai seorang As’ariyyah, Abû Hâmid al-Ghazâli (w. 505) Menyatakan bahwa Ushul Fiqih adalah qath’i, karena ia berdiri di atas pijakan kalam yang juga bersifat qath’i hingga berimplikasi pada cara pandang dan status produk ijtihad. Fiqih sebagai produk ijtihad pada wilayah zhanniyyât dihukumi tidak berdosa, namun hukum yang sama tidak berlaku dalam ranah qathiyyât, karena kesalahan ijtihad dalam ranah ini berakibat dosa bahkan menyandang status kâfir.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori al-Tashwîb Fî al-Ijtihâd  teori ini menyatakan bahwa setiap hasil ijtihad itu (pasti) benar (Kullu Mujtahid[in] Mushîb[un] Fi Ijtihadihi). Teori ini diikuti oleh Pengikut Madzhab Asy’ari (Asy’ariyyah), Mu’tazilah, termasuk al-Ghazâli dan al-Bâqillâni. Penelitian ini bersifat doktrinal yang akan menyingkap doktrin hukum al-Ghazali dalam kitab al-Mustashfâ Min ‘Ilm al-Ushûl melalui pendekatan analisis tekstual terhadap: (1) masalah-masalah fiqih, (2) klasifikasi objek pebahasan, (3) landasan pemikiran, (4) pendapat yang disepakati, (5) pendapat yang diperselisihkan, (6) diksi keyakinan pendapat, (7) diksi menyikapi perbedaan pendapat, (8) wilayah/ranah pemikiran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Nazhariyyat Qath’iyyat dan Zhanniyyat yang dikemukakan al-Ghazâli merupakan upaya proteksi pemikiran Kalam madzhab Asy’ari dari pengaruh pengaruh pemikiran kalam Mu’tazilah, yang berimbas pada masalah fiqih dan bahasa, sehingga paradigma hukum Madzhab al-Mushawwibah bersifat tegas, menutup ragam kebenaran (tashwîb) dalam wilayah-wilayah pemikiran yang bersifat Qath’iyyat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10