cover
Contact Name
Nopernas Cahaya
Contact Email
nopernas.cahaya202@gmail.com
Phone
+6285390477704
Journal Mail Official
ejournal.kedokteran.upr@gmail.com
Editorial Address
Jln. Yos Sudarso Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
ISSN : 23550015     EISSN : 27235890     DOI : https://dx.doi.org/10.37304
Core Subject : Health, Science,
urnal Kedokteran Universitas Palangka Raya dengan scope kesehatan dan kedokteran memuat original article dan review article baik dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Terbitan 2 kali setahun setiap april dan oktober
Articles 34 Documents
Perspektif Terkini terhadap Penyakit Paru Obstruktif Kronis : Review Literatur
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit pada paru yang ditandai dengan adanya obstruksi kronik pada aliran udaha di paru paru yang mengganggu pernapasan normal dan bersifat irreversibel. Pengertian umum seperti bronkitis kronis dan emfisema sudah tidak digunakan, namun kedua hal ini dimasukkan sebagai diagnosis PPOK.1 PPOK berkaitan dengan inflamasi pada parenkim paru yang terjadi secara terus menerus mengakibatkan keterbatasan fungsi aliran napas yang terjadi secara kronis dan bersifat ireversibel. PPOK merupakan penyebab kematian nomor 4 di dunia pada 2018, dimana terjadi peningkatan kasus kematian akibat PPOK di tahun 2020 yang mengakibatkan PPOK menjadi penyakit penyebab kematian no 3 di dunia.2 PPOK merupakan penyakit dengan beban medis dan beban ekonomi yang tinggi terutama pada negara-negara berkembang. Penelitian oleh Zhu et al di China menunjukkan bahwa perawatan PPOK membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan biaya kesehatan yang lebih besar.3
SINDROMA FOSTER KENNEDY jurnalfk, admin; Reinne Natali Christine; Nicholas Dwiki Tanong
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Sindrom Foster Kennedy merupakan penyakit mata yang secara klasik melibatkan atrofi saraf optik ipsilateral dengan neoplasma intrakranial dengan papilledema kontralateral yang terjadi bersamaan. Sedikitnya 37 kasus telah didokumentasikan secara lengkap antara tahun 1909 dan 1989. Ini adalah kasus yang sangat langka karena tidak semua massa intrakranial akan bermanifestasi sebagai Sindrom Foster Kennedy. Tujuan: Melaporkan kasus Sindroma Foster Kennedy akibat massa supratentorial Laporan Kasus: Seorang wanita berusia empat puluh tahun datang ke Klinik Mata RS UKI Jakarta dengan riwayat 3 bulan penurunan penglihatan secara perlahan tanpa disertai nyeri mata. Dia tidak memiliki gejala mata lainnya dan tidak memiliki riwayat penyakit mata sebelumnya. Pasien mengeluh sakit kepala terus menerus yang lebih berat di pagi hari sehingga pasien minum analgetik secara teratur untuk mengurangi sakit kepala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal penurunan berat badan sekitar lima kilogram dalam dua bulan dan anosmia. Ketidakstabilan emosional ditemukan. Pasien memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal sejak dua belas tahun yang lalu dan tidak ada riwayat penyakit yang sama di keluarganya. Pada pemeriksaan ketajaman penglihatan adalah 6/6 pada mata kanan dan 1/60 pada mata kiri. Pada pupil terdapat defek aferen relatif. Segmen anterior normal. Pada pemeriksaan fundus dilatasi, ditemukan adanya pembengkakan pada papil diskus optik kanan dan pada papil optik kiri pucat. Computed tomography (CT) kepala dan orbit menunjukkan massa supratentorial di regio frontotemporal kiri. Pemeriksaan perimetri menunjukkan skotoma sentral dan depresi mata yang berat. Pasien dirujuk ke tim bedah saraf untuk diperiksa, dan disarankan untuk melakukan debulking pada lesi. Kesimpulan: Pada kasus Sindroma Foster Kennedy yang disebabkan oleh adanya massa intrakranial, diperlukan kerjasama dalam penatalaksanaan dengan departemen lain seperti bedah saraf. Diagnosis dini dengan reseksi bedah dapat mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut dan bersifat “life saving”
Pengaruh Pengetahuan Remaja dan Pemuda tentang PMS (Penyakit Menular Seks) serta HIV/AIDS dan Hubungannya dengan Linkungan Sosial di Kota Palangka Raya jurnalfk, admin; Nawan
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DNA : PEMAHAMAN DALAM PERSPEKTIF PIKIRAN TUBUH DAN MASYARAKAT jurnalfk, admin; Septi Handayani; Nawan
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perspektif mind-body-society membuka tabir tersembunyi di dalam DNA, “prosesor”-nya sel-sel tubuh manusia. DNA (DeoxyriboNucleic Acid) atau asam deoksiribonukleat merupakan asam nukleat yang berisi kode genetik yang berfungsi sebagai blue print (cetak biru) segala aktivitas kita terutama sel manusia. Dengan informasi DNA, maka sel dan jaringan di kepala akan menumbuhkan rambut yang terus tumbuh, sedangkan bulu di alis akan tumbuh dengan panjang tertentu, begitu juga sel jari, telinga, mata dan seterusnya. DNA menjadi fondasi pertumbuhan sel, menyusun dengan tepat protein dan molekul RNA, lalu membentuk jaringan, organ hingga tubuh kita. Dalam hal ini, DNA sangat mempengaruhi aspek fisik/body. Sedangkan sikap mental baik yang positif dapat menstimuli gen-gen baik, yaitu mengubah sikap mental orang itu, sehingga tidak disangkal bahwa pikiran positif maupun negative, memiliki efek yang besar bagi kesehatan. Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan dalam masyarakat secara positif sehingga diperoleh hasil akhir kesehatan dan kesejahteraan optimal
HEPATITIS B PADA ANAK
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis adalah inflamasi jaringan hepar yang dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan autoimun. Pada infeksi hepatitis akibat virus, terdapat lima strain utama dari virus hepatitis, yaitu tipe A, B, C, D dan E. Hepatitis B adalah penyakit hepar yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Infeksi ini dapat menjadi akut maupun kronis. Hepatitis B pada anak terjadi karena HBV dapat menular secara vertikal dari ibu ke anak. Penularan vertikal, 95% terjadi di masa perinatal (saat persalinan) dan 5% intra uterina. Pada saat ini pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis HBV adalah pemeriksaan DNA HBV, HBsAg, HBeAg, dan anti-HBc. Pengobatan Hepatitis B pada anak dapat diberikan interferon atau analog nukleosida. Untuk pencegahan, pada masa perinatal dapat diberikan vaksinasi pada semua bayi. Jika pada bayi dengan ibu HBsAg positif dengan atau tanpa adanya HBeAg, maka pada bayi diberikan immunoglobulin hepatitis B (HBIG) dan vaksinasi aktif
HUBUNGAN KADAR APOLIPOPROTEIN B DENGAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PADA DEWASA MUDA OBESITAS DAN NON OBESITAS Abi Bakring Balyas; Atifah Darwis
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas dapat mempengaruhi kadar apolipoprotin B dalam darah sehingga mempengaruhi kadar kolesterol dan menyebabkan dislipidemia, arterosklerosis, hingga hipertensi. Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya hubungan antara kadar apolipoprotein B dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang (cross sectional) dengan jumlah sampel 60 dewasa muda, yang terdiri atas 30 dewasa muda obesitas dan 30 dewasa muda non-obesitas. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposif. Kategori lingkar pinggang ditentukan berdasarkan penilaian Waist Circumference menurut WHO. Kriteria IMT ditentukan berdasarkan standar antropometri Penilaian Status Gizi Kriteria Asia Pasifik dari WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi kadar apolipoprotein B dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah sistolik. Terdapat korelasi positif antara kadar polipoprotein B dengan tekanan darah diastolik
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate x Musa balbisiana (ABB cv)) DENGAN METODE ABTS (2,2 azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat) PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN Anggi Pantria Saputri; Indria Augustina; Fatmaria
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dengan elektron yang tidak berpasangan dan cenderung “mencuri” elektron dari atom lain. Oleh karena itu, tubuh memerlukan suatu senyawa antioksidan. Antioksidan alami salah satunya didapat dari buah pisang Kepok sebagai antioksidan alami. Kulit pisang Kepok ternyata memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, kuinon, dan terpenoid yang memiliki efek sebagai penangkal radikal bebas. Tujuan Penelitian : Untuk mengukur kadar antioksidan kulit pisang Kepok dalam berbagai tingkat kematangan dan mengetahui tingkat kematangan yang paling efektik menghambat pembentukan radikal bebas. Metode : Metode maserasi dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Kemudian dilakukan uji menggunakan reagen ABTS dan diukur menggunakan spektrofotometer untuk mengukur panjang gelombang. Nilai absorbansi digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan dan menentukan nilai IC50. Hasil Penelitian : Nilai IC50 dari tingkat kematangan mentah sebear 60,50, matang sebesar 95,85, dan sangat matang sebesar 68,74. Kesimpulan : Terdapat aktivitas antioksidan yang berbeda pada berbagai tingkat kematangan dan tingkat kematangan mentah adalah yang paling efektif karena memiliki nilai IC50 sebesar 60,50.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Sampo Terhadap Kejadian Pedikulosis Kapitis di Panti Asuhan X Palangka Raya Reza Kurnia Rahmawati; Astrid Teresa; Dian Mutiasari; Helena Jelita; Indria Augustina
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pediculosis capitis is a scalp or hair infection in humans caused by Pediculus humanus capitis. The disease primarily affects childern and rapidly expanding in dense living environments, such as dormitories and orphanages. The purpose of this research is to know the relationship between level of knowledge and shampoo usage behavior on the incidence of pediculosis capitis in X Palangka Raya Orphanage. Method: This research was used a cross sectional approach, conducted in September 2019. Sampling techniques are performed with purposive sampling techniques. The variables studied are the level of knowledge and shampoo usage behavior. Relationship of each variable to the incidence of pediculosis capitis is measured using bivariate analysis. Research results: Based on the results of physical examination and microscopic examination was found 31 respondents (88.6%) positive of pediculosis capitis, which is based on the Chi-square test, the level of knowledge with the incidence of pediculosis capitis has p value= 0.285, and shampoo usage behavior with the incidence of pediculosis capitis has p value= 0.274. Conclusion: There is no correlation between level of knowledge and shampoo usage behavior with the incidence of pediculosis capitis in X Palangka Raya Orphanage
AKNE VULGARIS DEWASA : ETIOLOGI, PATOGENESIS DAN TATALAKSANA TERKINI Astrid Teresa
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akne vulgaris (AV) bukan lagi menjadi masalah kulit yang sering dijumpai pada remaja namun juga menjadi masalah yang sering ditemukan di usia dewasa. Dibandingkan dengan AV remaja, AV dewasa memiliki predileksi dan jenis lesi yang berbeda pula. Berbagai faktor penyebab munculnya AV dewasa yaitu adanya pengaruh hormonal, sensitifitas reseptor androgen mempengaruhi produksi sebum pada pasien AV. Tinjauan pustaka ini akan membahas mengenai etiologi, patogenesis, gambaran klinis dan tatalaksana AV terkini. Dengan mengetahui penyebab munculnya akne pada dewasa dan proses perjalanan penyakitnya diharapkan terapi yang tepat dapat diberikan agar menghasilkan perbaikan yang optimal
Pengaruh Obat Nyamuk Bakar dan Semprot Terhadap Motilitas Sperma Tikus (Rattus norvegicus) Silvani Permatasari; Agnes Frethernety; Herlina Eka Shinta
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigitan nyamuk dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh. Salah satu upaya untuk memberantas nyamuk dalam kehidupan sehari-hari yang umum digunakan adalah dengan menggunakan obat nyamuk. Obat nyamuk terbanyak yang dipakai di masyarakat Indonesia adalah jenis obat nyamuk bakar dan semprot. Kandungan dalam obat nyamuk yaitu berbahan aktif pyrethroid, yang memiliki efek bila dalam jangka waktu lama digunakan dapat menganggu kesehatan tubuh. Salah satunya gangguan terhadap reproduksi pada pria. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh obat nyamuk bakar dan semprot terhadap motilitas sperma tikus galur wistar. Penelitian eksperimental in vivo ini menggunakan desain post-test randomized control design dengan menggunakan 5 kelompok tikus. Kelompok ini terbagi menjadi kontrol, paparan obat nyamuk semprot 5 mL/hari selama 20 hari, paparan obat nyamuk semprot 5 mL/hari selama 35 hari, paparan obat nyamuk bakar 4,5 gr/hari selama 20 hari, paparan obat nyamuk bakar 4,5 gr/hari selama 20 hari. Hasil penelitian secara mikroskopis menunjukkan penurunan motilitas bermakna (p<0,05) pada kelompok tikus yang diberi obat nyamuk semprot dan bakar sejak dipaparkan 20 hari lamanya dan penurunan paling signifikan pada obat nyamuk bakar 35 hari. Obat nyamuk semprot dan bakar yang digunakan rutin dan dalam waktu lama dapat menurunkan motilitas sperma.

Page 1 of 4 | Total Record : 34