cover
Contact Name
Djoko Priyono
Contact Email
k.nursingjournal@untan.ac.id
Phone
+628121550207
Journal Mail Official
djoko.priyono@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr Hadari Nawawi, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
TANJUNGPURA JOURNAL OF NURSING PRACTICE AND EDUCATION
ISSN : -     EISSN : 2745858X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education (TJNPE) is an open access international journal (e-journal) which publishes the scientific works for nurse practitioners and researchers. The focus and scopes of the journal include adult nursing, emergency nursing, gerontological nursing, community nursing, mental health nursing, pediatric nursing, maternity nursing, nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing and education in nursing. The TJNPE Editorial team welcome and invite researchers from around the world to submit their papers (original research article, systematic review, and case study) for publication in this journal. All papers are published as soon as they have been accepted. The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), and developed by the Department of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University.
Articles 42 Documents
STUDI FENOMENOLOGI : GAMBARAN MEKANISME KOPING IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME DI SLB-C DHARMA ASIH KOTA PONTIANAK ., Malinda Sureni
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 2 (2019): Keperawatan Tanjungpura
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Down syndrome (DS) merupakan suatu kelainan genetikdimana penderitanya mengalami ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhanfisik dan intelektual. Intelegensia anak dengan DS bervariasi mulai dari retardasisedang sampai berat dengan nilai IQ berkisar 30-70 sehingga membutuhkanperhatian dan perawatan yang ekstra dari orang tua dibandingkan dengan anakanakpada umumnya.Halinimenjadisalahsatustresoryangdialamiolehorangtuaanak DS. Strategi koping sendiri merupakan cara untuk mengatasi masalahmasalahyangberkaitandenganstresssehinggadiperlukangambaranmekanismekopingterhadaporangtuadengananakDS.Tujuan: Mengetahui stresor ibu yang memiliki anak DS dan mengetahuigambaran mekanisme koping ibu yang memiliki anak dengan DS di SLB-CDharma Asih Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Metode penelitian : Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Respondenpada penelitian ini berjumlah 5 orang yang memenuhi kriteria inklusi penelitian.Penelitian ini dilakukan di SLB-C Dharma Asih Kota Pontianak, KalimantanBarat. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam untukmengumpulkan data. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini denganmenggunakan metode Collaizi. Hasil : Tiga tema dihasilkan dalam penelitian ini yaitu stresor pada ibu, responmemiliki anak DS, dan strategi koping yang digunakan ibu.Kata kunci : Down syndrome, mekanisme koping, stresor.Referensi : 48 (2008-2017)
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUSAT DAMAI KABUPATEN SANGGAU ., Yudi Agustin Saputra
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): KEPERAWATAN TANJUNGPURA
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6bulan, tanpa tambahan cairan lain, setelah 6 bulan baru mulai diberikan makananpendamping ASI. Dukungan orang terdekat merupakan faktor penting dalammeningkatkan pemberian ASI eksklusif yaitu peran seorang suami. Dukungansuami dalam pemberian ASI eksklusif kepada isteri dapat meningkatkan pikiranpositif istri, sehingga dapat meningkatkan hormon prolaktin dan refleks let dow.Tujuan :Menganalisis hubungan dukungan suami dengan keberhasilan pemberianASI eksklusif di wilayah kerja Pukesmas Pusat Damai Kabupaten Sanggau.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian analitikobservasional dengan menggunakan responden sebanyak 37 orang, denganpengambilan sampel menggunakan teknik Snowball dengan syarat samplingspurposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Ujiyang digunakan pada penelitian ini yaitu uji Fisher.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 11 ibu (29.7%) mendapatkandukungan suami dengan baik, sedangkan 21 ibu (56.8%) mendapatkan dukungansuami cukup, dan 5 ibu (13.5%) lainya mendapatkan dukungan suami kurang.Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan dukungan suami dengankeberhasilan pemberian ASI esklusif diwilayah kerja puskesmas pusat damaiKabupaten Sanggau dengan nilai p value > 0.05 yaitu 0,540.Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan suami dengan keberhasilanpemberian ASI esklusif diwilayah kerja puskesmas pusat damai KabupatenSanggau, karena terdapat faktor – faktor yang mempengaruhi pemberian ASIeksklusif seperti, pengetahuan ibu, motivasi ibu, budaya, kesehatan ibu dan anak,psikologis ibu, dan peran petugas kesehatan.Kata Kunci : Dukungan suami, Keberhasilan ASI eksklusif
HUBUNGAN STRES TERHADAP PROSES ADAPTASI (TEORI CALLISTA ROY) PADA LANJUT USIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK ., Ulfa Muzliyati
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 1 (2019): Keperawatan Tanjungpura
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan suatu reaksi alami tubuh untuk mempertahankan diri dari stressor. Stressordapat menghasilkan respon koping adaptif maupun maladaptif tubuh yang dapat menyebabkan hipertensi.Proses adaptasi merupakan suatu cara yang dapat berpengaruh terhadap perilaku penderita dalam memanajemenstres sehingga terhindar dari hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres terhadap proses adaptasi dalam teori Callista Roy pada lanjutusia yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif dan menggunakanpendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 orang dengan teknik pengambilansampling yaitu convinience sampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji Chi Square.Hasil : Hasil menunjukkan nilai Sig (2-tailed) = 0,001 (É‘ < 0,05), hal ini menunjukkan bahwa ada hubunganantara tingkat stres terhadap tingkat proses adaptasi koping pada lanjut usia yang menderita hipertensiKesimpulan : Ada hubungan antara tingkat stres terhadap tingkat proses adaptasi koping pada lansia denganhipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak . Hubungan antara tingkat stres terhadap tingkatproses adaptasi koping pada lansia dapat menjadi acuan bagi penderita hipertensi untuk mencegah hipertensidengan manajemen stres dan adaptasi koping.Kata Kunci : Stres, Proses Adaptasi, Lansia, Hipertensi, Teori Callista RoyReferensi : 68 (2008-2018)
Pengaruh Terapi Relaksasi Zikir Dalam Menurunkan Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Upk Puskesmas Pal Tiga Kecamatan Pontianak Kota ., Erwin Setiawan
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): KEPERAWATAN TANJUNGPURA
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri kepala merupakan keluhan sangat umum terjadi pada pasiendengan hipertensi. Terapi zikir merupakan salah satu intervensi yang dipercaya untukmenurunkan tingkat stress pasien dan meningkatkan kenyamanan, sehingga nyeri kepalapasien dapat berkurang. Belum ada pemberian terapi spiritual seperti terapi zikir yangdilakukan di area kerja Puskesmas Pal 3 Pontianak.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi relaksasi zikir dalam menurunkan nyeri kepalapada pasien hipertensi di Puskesmas Pal 3 PontianakMetodologi: Menggunakan rancangan quasy-experimen dengan pre-post test controlledgrup. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan sampelberjumlah 20 pada masing-masing kelompok. Analisis data dengan uji Wilcoxon danMann-Whitney dengan nilai p ≤0,05Hasil: Karateristik responden rata-rata berusia 45-59 tahun (40.0%) dan berjenis kelaminlaki-laki (60.0%). Tingkat intensitas nyeri pada kelompok intervensi didapatkan nilai p =0,000 dengan nilai mean pretest= 2.90 dan postest = 2.10 juga kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,184 dengan nilai mean pretest= 2.95 dan postest = 3.00. Padaperbandingan intensitas nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol bernilai p = 0,000.Kesimpulan: Terdapat perubahan intensitas nyeri kepala pasien hipertensi setelahdiberikan terapi zikir pada kelompok intervensi dan tidak terdapat perubahan nyeri kepalapasien pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan antara perubahan intensitas nyerikepala pasien hipertensi sehingga terapi zikir dapat dipertimbangkan untuk menjadiintervensi mandiri keperawatan dalam menangani masalah nyeri kepala pasien denganhipertensi.Kata kunci :Intensitas Nyeri, Hipertensi, Terapi ZzikirReferensi : 70 (2009-2018)
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua di Ruang Perawatan II Rawat Inap Anak di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Rahayu, Uni Hardika; ., Ernawati; Tafwidhah, Yuyun
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 2 (2020): Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang dilakukan perawat dalam upaya mempercepat proses penyembuhan pasien anak. Hambatan dalam komunikasi terapeutik yaitu kecemasan yang dirasakan orang tua pasien anak. Upaya untuk menurunkan kecemasan orang tua pasien anak dapat dilakukan melalui pelaksanaan teknik komunikasi terapeutik perawat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan orang tua di Ruang Perawatan II Rawat Inap Anak RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional terhadap 82 responden orang tua pasien anak dengan teknik consecutive sampling. Metode analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan usia sebagian besar berusia 26-35 tahun dalam kategori dewasa awal (53,7%), jenis kelamin yaitu perempuan (75,6%), dan tingkat pendidikan berpendidikan SMA (48,8%). Penerapan komunikasi terapeutik menunjukkan hasil kurang baik (62,2%), dan tingkat kecemasan orang tua pasien anak menunjukkan kecemasan ringan (46,3%) serta sedang (12,2%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,004 (p< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan orang tua di Ruang Perawatan II Rawat Inap Anak RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Kecemasan Orang Tua Pasien Anak Referensi: 35 (2005-2017) ABSTRACT Background: Therapeutic communication is communication by nurses in an effort to accelerate the healing process of pediatric patients. Obstacles in therapeutic communication are anxiety felt by parents of pediatric patients. Efforts to reduce the anxiety of parents of pediatric patients can be done through the implementation of nurse therapeutic communication techniques. Purpose: Knowingthe relationship of nurse therapeutic communication on anxiety level of parent in the Care Room II Inpatient of the Children of Hospital Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Methode: Quantitative research uses observational analytic design with a cross sectional design of 82 respondents parents of pediatric patients with consecutive sampling technique. Data analysis method uses chi-square test. Results: Characteristics of respondents based on the age of most respondents aged 26-35 years in the category of early adulthood (53.7%), sex, namely women (75.6%), and education level of high school education (48.8%). Application of therapeutic communication showed less results good (62.2%), and parents' anxiety level of children showed mild anxiety (46.3%) and moderate (12.2%). Statistical test results obtained p value = 0.004 (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between the therapeutic communication of nurses on anxiety level of parent in the Care Room II Inpatient of the Children of Hospital Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Keywords: Therapeutic Communication, Parents Anxiety of Pediatric Patients Referensi : 35 (2005-2017).
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetic Foot Ulcer Di Klinik Kitamura Pontianak ., Sari Hari Yani
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 1 (2019): Keperawatan Tanjungpura
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Beberapa faktor yang berhubungan dengan terjadinyakecemasan pada pasien diabetic foot ulcer yaitu usia, jenis kelamin, dukungankeluarga, status ekonomi dan kondisi lingkungan. Hal ini sesuai dengan data padapasien Klinik Kitamura Pontianak bahwa setiap bulannya jumlah pasien diabeticfoot ulcer mengalami peningkatan, terdapat 12 orang pasien (60%) dari 20 pasienyang diobservasi. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor mana yang lebihdominan yang menyebabkan terjadinya kecemasan pada pasien dengan diabeticcfoot ulcer.Tujuan : Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan padapasien diabetic foot ulcer di Klinik Kitamura Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif secara observasional dengan bersifat deskriptifanalitik dengan pendekatan cross sectional jumlah sampel 52 dengan uji statistikchi-square.Hasil : Setelah menganalisa faktor-faktor tingkat kecemasan pada pasien diabeticfood ulcer tidak ada hubungan Usia dengan nilai p= 0,262 Jenis kelamin dengannilai p=0,054 status ekonomi dengan nilai p= 0,812 dukungan keluarga dengan nilai p= 0,262 kondisi lingkungan dengan nilai p=0,335.Kesimpulan : Tidak ada hubungan usia, jenis kelamin, dukungan keluarga, statusekonomi, dan kondisi lingkungan pada pasien diabetic foot ulcer di KlinikKitamura Pontianak. Kata Kunci : Faktor-Faktor Kecemaan, Diabetic Foot UlcerReferensi : 2007-2017
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SPIRITUAL DENGAN PERKEMBANGAN DIABETIC FOOT ULCER (DFU) DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK ., Meiti Zahara
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 2 (2019): Keperawatan Tanjungpura
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabetic foot ulcer (DFU) merupakan komplikasi dari diabetes Mellitus yangpaling sering terjadi dan semakin meningkat angka kejadiannya. Adanya kekuatan spiritual padadiri pasien dapat menjadi faktor penting dalam menguatkan pasien dalam menghadapipenyakitnya. Spiritualitas sangat berkaitan dengan koping individu, keyakinan dan praktik spiritualsangat membantu pasien dalam melakukan koping terhadap stres dan penyakit. Berdasarkan haltersebut, peneliti merasa perlu melihat hubungan antara tingkat spiritual dengan perkembangandiabetic foot ulcer (DFU) di Klinik Kitamura Pontianak. Tujuan : Mengetahui hubungan antaratingkat spiritual dan pekembangan diabetic foot ulcer (DFU) di Klinik Kitamura Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif dengan rancangan penelitiankohort prospektif dengan jumlah responden 31 orang. Pengumpulan data dilakukan dengankuesioner dan pendokumentasian gambar perkembangan luka. Analisis yang digunakanmenggunakan uji somers’d. Hasil : nilai r sebesar 0,217 dan nilai tersebut negatif sehinggamenunjukkan arah korelasi berlawanan, sedangkan nilai p didapat 0,184 Kesimpulan : Tidak adahubungan antara tingkat spiritual dan perkembangan DFU.Kata Kunci : diabetes mellitus, perkembangan diabetic foot ulcer, tingkat spiritual
FAKTOR-FAKTOR YAN MEMENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN Hayati, Arini; Fujiana, Fitri; ., Murtilita
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): KEPERAWATAN TANJUNGPURA
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis yang muncul sebagai akibat dari keadaan kurang gizi yang berlangsung cukup lama. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kejadian stunting secara langsung dipengaruhi oleh penyakit infeksi dan kurangnya asupan gizi secara kualitas maupun kuantitas. Adapun faktor secara tidak langsung yaitu dari faktor sosial ekonomi, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, ASI eksklusif, status imunisasi, jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan serta pola asuh yang kurang memadai.Tujuan : Melihat hubungan sosial ekonomi dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil : : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sosial ekonomi (p=0,041), riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,002) dengan kejadian stunting.Kesimpulan : Adanya hubungan antara sosial ekonomi dan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting.Kata Kunci : Sosial ekonomi, ASI eksklusif, Stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PERILAKUDETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KAMPUNG BANGKA KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA ., Melsi Yunanda Sella
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 2 (2019): Keperawatan Tanjungpura
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering terjadi pada wanita.Sebanyak 60-70% wanita dengan kanker payudara berobat pada stadium lanjut sehingga sulituntuk disembuhkan,padahal kanker payudara dapat dideteksi pada stadium awal denganpemeriksaan payudara sendiri (SADARI). SADARI merupakan cara yang paling efektifuntuk pencegahan dini kanker payudara. Pengetahuan dan persepsi mengenai kankerpayudara akan mempengaruhi perilaku SADARI seseorang. Tujuan :Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan SADARI terhadap perilaku deteksi dinikanker payudara pada wanita usia subur (WUS).Metode :Penelitian bersifat kuantitatif, menggunakan desain quasi experiment (pre test andpost test nonequivalent control group.Sampel pada penelitian ini sebanyak 106 WUS terbagidalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisa data menggunakan uji Wilcoxondan Mann-Whitney.Hasil : Analisis uji Wilcoxon pada perilaku SADARI pada kelompok intervensi sebelum dansesudah diberi perlakuan menunjukkan nilai p value 0,000< 0,05 dan hasil uji Mann-Whitneypada post test intervensi dan post test kontrol diperoleh nilai p-value 0,000 < 0,05 yangberarti terdapat perubahan yang bermakna terhadap kelompok intervensi.Kesimpulan :Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan SADARI terhadap perilaku deteksidini kanker payudara pada WUS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung BangkaKescamatan Pontianak Tenggara.Kata Kunci :Pendidikan kesehatan, Perilaku SADARI, WUS
PENGALAMAN KELUARGA MERAWAT PENDERITA TB PARU DI KOTA PONTIANAK ., Selvy Rahmayuni
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): KEPERAWATAN TANJUNGPURA
Publisher : Nursing Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteriMycobacterium tuberculosis. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanganituberkulosis dengan membuat program Adopsi dari Strategi Penanggulangan Tuberkulosis(DOTS). Namun, adanya pengalaman dan dukungan keluarga dalam perawatan sertapengobatan dapat mempengaruhi proses penyembuhan pada penderita TB Paru.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga serta upayayang dilakukan keluarga dalam merawat penderita TB Paru.Metode : Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan metode wawancara in-depth interview(wawancara mendalam) dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan dengan 4orang partisipan yang menjadi anggota keluarga yang merawat penderita TB Paru di KotaPontianak. Sampel diambil menggunakan purposive sampling (variasi maksimal). Analisadata menggunakan Miles and Huberman dengan unsur reduksi data, penyajian data danpenarikan kesimpulan.Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan tiga tema, yaitu persepsi keluarga bahwa TBmerupakan penyakit yang berkepanjangan dan mudah menular, pengalaman keluarga yangpositif dan efek samping yang berdampak pada multisistem.Kesimpulan : Persepsi yang dimiliki keluarga mempengaruhi proses perawatan yangmembuat keluarga takut akan tertular. Namun, adanya pengalaman keluarga diharapkanmampu membantu proses perawatan dan pengobatan baik dengan memberikan dukunganmaupun membantu proses perawatan sehingga tidak menimbulkan efek samping yangsignifikan pada penderita selama pengobatan.Kata Kunci : TB Paru, Keluarga, Persepsi, Pengalaman, Efek Samping