cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 156 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR DAN LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SE’I ( DAGING ASAP KHAS TIMOR) Malelak, Gemini E.M.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.695

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efek dari asap cair pada organoleptik kualitas se'i. Rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 3 x 5 digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah asap cair: Ao = tidak menambahkan asap cair (kontrol), A1 = kusambi (Schleichera oleosa) asap cair, A2 = tempurung kelapa asap cair. Faktor kedua adalah waktu penyimpanan: S0 = 0 hari (kontrol), S5 = 5 hari, S10 = 10 hari, S15 = 15 hari dan S20 = 20 hari. Setiap kombinasi perlakuan termasuk 3 ulangan. Parameter yang diukur adalah aroma, warna dan rasa se'i. Data dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskall-Wallis SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma, warna dan rasa skor menurun dan mencapai nilai terendah pada 20 hari waktu penyimpanan (P <0,05). Skor terendah untuk aroma, warna dan rasa berada di t se'i kontrol. Kesimpulannya, penambahan asap cair bisa menghambat laju turun kualitas organoleptik.
SUPEROVULASI PADA INDUK SAPI BALI (SUPEROVULATION ON BALI COWS) *, Burhanuddin; Nalley, W. Marlene; Mata Hine, Thomas; Armadianto, Heri
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.696

Abstract

Pengaruh superovulasi pada korpus luteum (CL) sapi bali telah diteliti. Ten sapi bali tidak bunting berumur antara lima sampai tujuh tahun dalam kondisi baik, partus normal dan siklus estrus yang teratur digunakan dalam penelitian ini. Injeksi seri Prostaglandin (PGF2á¾³) diikuti oleh suntikan gonadotropin eksogen yang diberikan kepada sapi sebagai perlakuan. Jumlah korpus luteum dievaluasi dan dikelompokkan menjadi tiga kategori tinggi (> 7), menengah (3-6) dan rendah (0-2). Kegiatan ovarium ditentukan dengan palpasi rektal terutama tentang jumlah korpus luteum setelah program superovulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% dari sapi memiliki rata-rata jumlah 4.00 CL (kategori sedang), 20% dengan rata-rata 7,50 CL (kategori tinggi), dan 30% adalah kategori rendah dengan rata-rata jumlah 1,7 CL.
ENGARUH KETINGGIAN TEMPAT DAN SISTEM PEMELIHARAAN TERHADAP KORELASI GENETIK BOBOT LAHIR DENGAN BOBOT DEWASA SAPI BALI THE EFFECT OF ALTITUDES AND CARE SYSTEM ON THE GENETIC CORRELATION BETWEEN BIRTH WEIGHT AND PARENTAL BODY WEIGHT OF BALI CATTLE Telupere, Franky M.S.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.697

Abstract

A research has been done to estimate the genetic correlation between birth weight and parental bodyweight of bali cattle with survey method by procedures observation, measurements, and interviews inhighland (Kabupaten Timor Tengah Selatan) and lowland (Kabupaten Kupang) at difference care system(semi intensive and extensive). Four hundred eighty bali cattle were use in this research. The results showedthat no significance differences (P>0.05) on sire and dam body weight based on altitudes, care system, andinteraction between altitudes and care system. However, the birth weight had significant differences(P<0.05) whereas in highland at semi intensive care system the value was better than extensive system.Estimation of the phenotype correlation between birth weight and parental body weight at semi intensivecare system showed a high positive value whether in highland or in lowland for all estimation components.While for extensive care system, the estimation based on sire component produced a negative value. Thephenotype correlation values based on dam component was better than sire or sire-dam components. Thegenetik correlation values for semi intensive care system showed a positive value, on the other hand anegative value was found in extensive care system
PERSENTASE NIRA LONTAR (Borassus flabellifer L) DALAM PENGENCER TRIS - KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DISIMPAN PADA SUHU 3 - 5 °C Kaka, Aleksander; Nalley, W Marlene; Kune, Petrus; burhanuddin, Burhanuddin
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suplementasi nira lontar dalamkuning telur Tris-(TEY) pengencer pada kualitas blasteran kambing peranakan etawah (ECB)semen disimpan pada 3-5oC. Semen dikumpulkan dari dua ECB jantan, menggunakan vaginabuatan dua kali seminggu. Semen dievaluasi makro dan mikroskopis. Sperma menunjukkan >70%sperma motil dibagi menjadi empat alikuot dan masing-masing diperpanjang dengan TEY (T0),90% TEY + 10% nira lontar (T1), 80% TEY + 20% nira lontar (T2) dan 70% TEY + 30% niralontar (T3) dan masing-masing disimpan di 3-50 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motildan sperma hidup pada T0 (50,83 ± 6.65; 63,04 ± 4,24) dan T1 (44,17 ± 9,17; 54,12 ± 7.85) dicapaipada hari ke-5 secara signifikan lebih tinggi (P <0,05) dibandingkan dengan T2 (44,17 ± 9.17 ;44,68 ± 5,61) dan T3 (50,83 ± 6.65; 37,46 ± 10,92). Disimpulkan bahwa T0 dan T1 adalahextender yang lebih baik untuk mempertahankan motilitas dan sperma hidup blasteran kambingperanakan etawah
SUPLEMENTASI PAKAN LOKAL DAN SULFUR PADA KAMBING BUNTING TUA YANG DIPELIHARA DI PADANG SABANA TIMOR Manu, Arnol E.; Handayani, Herawati T.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.703

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan rasio sulfur pada profil darah ternak kambing betina masa kebuntingan akhir yang merumput di savana Timor pada musim kemarau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima belas kambing betina kebuntingan akhir, dan dilakukan selama sepuluh minggu. Kambing betina diacak dan dibagi menjadi 3 kelompok suplemen pakan yang terdiri dari 3 tingkat sulfur perlakuan yang berbeda: R1 = 0,32% sulfur; R2 = 0,47% sulfur; R3 = 0,64% sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat lahir anak, pertambahan bobot badan harian kambing, skor tubuh tidak berpengaruh signifikan antara perlakuan. Pada periode akhir, R3 lebih tinggi dari R2 dan R1 and menunjukan perbedaan signifikan (P <0,01). Kesimpulannya adalah total protein plasma kebuntingan akhir kambing betina yang dipelihara di savana Timor di musim kemarau meningkat dengan inklusi dari 0,62% sulfur dalam suplemen bahan kering.
SEPARASI SPERMATOZOA X DAN Y MENGGUNAKAN LEVEL ALBUMIN YANG BERBEDA SEBAGAI MEDIA PEMISAH SPERMATOZOA BABI Sudarma, I Made A.; Nalley, W Marlene; Belli, Henderiana L.L.; Marawali, Aloysius
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.705

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan albumin dengan tingkatyang berbeda untuk memisahkan spermatozoa X dan Y sebagai media untuk memisahkan spermababi jantan. Sperma dipisahkan menggunakan tingkat yang berbeda dari albumin dengan 4perlakuan: rasio antara fraksi atas dan fraksi bawah: 10 dan 30%, 10 dan 40%, 10 dan 50%, 10 dan60% selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi terbaik sperma X oleh fraksi disemua pelakuan, dan juga proporsi terbaik dari sperma Y oleh fraksi bawah pada semua lokasi.Proporsi X:Y dari semen segar (51,68: 48,32 ± 2,66) berbeda (P <0,05) dibandingkan dengan setiapperlakuan sampai fraksi atas (T1 – 74,02: 25,98 ± 5 , 65); T2 – 64,14: 35,86 ± 3,41); T3 – 62,29:37,71 ± 3,98), dan T4 – 59,26: 40,74 ± 4,33)) dan juga fraksi bawah (T1 – 38,13: 61,87 ± 7,69); T2– 35,48: 64,52 ± 6,11); T3 – 30,37: 69,63 ± 4,93); dan T4 – 26,41: 73,59 ± 4,54)). Viabilitas dankelainan sperma setelah dipisahkan tidak berbeda dalam setiap perlakuan. Konsentrasi spermasetelah perpisahan di fraksi atas lebih dari fraksi bawah di semua perlakuan. Sperma babi tidakterpisah selama serangkaian perlakuan dari proses pencucian hingga proses pemisahan dalammedia albumin yang mengakibatkan penurunan motilitas sperma dari 73 ± 3% menjadi 6,5 ± 0,58%pada fraksi atas pada perlakuan pertama sampai 3 ± 0,82% di fraksi bawah pada perlakuan keempatdi akhir pemisahan. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik untuk mendapatkan sperma X olehkonsentrat 10 dan 30% sedangkan sperma Y yang oleh konsentrat 10 dan 60%, sperma setelahperpisahan baik fraksi atas maupun fraksi bawah memiliki motilitas yang sangat rendah.
SUPLEMENTASI BEBERAPA PROBIOTIK MELALUI AIR MINUM TERHADAP PERFORMANS AYAM BROILER PERIODE AKHIR Dillak, Sutan Y.F.G.; Suryatni, Ni Putu F.; Henuk, Yusuf L.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.707

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek probiotik ditambahkan dalam air minum pada konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan rasio konversi ransum ayam pedaging finisher. 80 DOC broiler (CP 707) digunakan dalam penelitian ini. Acak Lengkap Desain digunakan dalam percobaan dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ke-4 perlakuan adalah (1) air dringking tanpa probiotik (P0); (2) air minum + EM4 probiotik 1 cc / l air (P1); 3) air minum + probiotik ABG UD 1cc / l air (P2); (4). Minum air + probiotik FM 5 cc / l air (P3). Komersial diet CP 12 diberikan secara ad libitum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan adalah sigficant (P> 0,05) pada berat badan dan rasio konversi ransum. Namun, probiotik FM memiliki efek yang lebih baik pada berat badan dan rasio konversi ransum jika dibandingkan dengan EM4, FM dan ABG UD ABSTRACT The purpose of the study is to evaluate probiotics effect added in drinking water on feed consumption (FC), body weight gain (BWG) and feed convertion ratio (FCR) of finisher broiler. 80 DOC broiler (CP 707) were used in this study. Completely Randomized Design was used in the experiment with 4 treatments and 5 replicates. The four treatments were (1) dringking water without probiotic (T0); (2) Drinking water + probiotic EM4 1 cc/l air (T1); 3) Drinking water + probiotic ABG UD 1cc/l air (T2); (4). Drinking water + probiotic FM 5 cc/l air (T3). Commercial diet CP 12 was offered ad libitum. The results showed that the effect of treatmens was sigficant (P>0.05) on BWG and FCR. However, FM probiotic had better effect compared to its couterparts concerning BWG and FCR.
ANALISIS KARAKTERISTIK DEBITUR UMKM BIDANG PERTANIAN TERPADU BANK NTT KANTOR CABANG UTAMA KUPANG (CHARACTERISTICS ANALYSIS OF MICRO, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (SMES) DEBTORS IN INTEGRATED AGRICULTURAL SECTOR AT NTT BANK -MAIN BRANCH OFFICE OF KUPANG Makandolu, Solviana M.; Sogen, Johanis G.; Henuk, Yusuf L.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.708

Abstract

The Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) in the economy have a very important role. A study with a survey method has been conducted to determine the factors that affect the rate of return on the Main Micro Credit (MMC) in agriculture at Bank NTT Main Branch Office of Kupang. The study aimed to describe the characteristics of the MMC debtors both smooth and non-current in the credit worthiness on Bank NTT Main Branch Office of Kupang. The sampling method used was nonproportionate cluster sampling. The number of samples selected were 80 debtors consists of 55 non-current debtors and 25 smoothly debtors. Results showed that the characteristics of MMC debtors of NTT Bank experiencing non performing loans mostly are no longer productive age, male sex, marital status, highest level of education was junior high school or equivalent, as well as having a large number of family. Business characteristics that affect the noncurrent collectibility is the amount of assets that is less than IDR 20 million, turnover of less than IDR 5 million, credit limit of more than IRD 30 million, operating revenues of less than IDR one million as well as the field of business done is not a primary business but only as a companion of primary business. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) dalam perekonomian memiliki peran yang sangat penting. Sebuah studi menggunakan metode survei telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian Kredit Mikro Utama (KMU) di bidang pertanian di Bank NTT Pusat Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik debitur KMU baik lancar dan tidak lancar dalam kelayakan kredit di Bank NTT Pusat Kupang. Metode sampel yang digunakan adalah cluster sampling nonproportionate. Jumlah sampel yang dipilih adalah 80 debitur terdiri dari 55 debitur tidak lancar dan 25 debitur lancar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik debitur KMU di Bank NTT Pusat Kupang mengalami kredit bermasalah yang sebagian besar tidak lagi usia produktif, jenis kelamin laki-laki, status perkawinan, tingkat pendidikan tertinggi adalah SMP atau sederajat, serta memiliki sejumlah besar keluarga. Karakteristik usaha yang mempengaruhi kolektibilitas lancar adalah jumlah aset yang kurang dari Rp 20 juta, omset kurang dari Rp 5 juta, batas kredit lebih dari Rp. 30 juta, pendapatan usaha kurang dari Rp satu juta serta usaha yang dilakukan bukan usaha utama tetapi hanya sebagai usaha sampingan.
KERAGAAN USAHATANI LAHAN KERING PADA PETANI MISKIN DI WILAYAH TIMOR BARAT NUSA TENGGARA TIMUR (DRY LAND PERFORMANCE OF POOR FARMERS IN WEST TIMOR REGION, EAST NUSA TENGGARA) Sogen, Johanes G.; Lalus, Matheos F.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.711

Abstract

A survey was focused on the model of dry land farming performance of poor farmer was conducted at West Timor region for three months. The objectives of the study was: (1) to identify and compare: (a) flow system of goods, money and services in or out of a farming; (b) level of cash and non cash income; (c) the capability of farming in contributing repayment of capital and family labor; and (d) the capability repayment of farm debt and capital ratio of smallholders; (2) to identify and analyze factors influencing on the cash income; (3) to study the combination of group of farm contributing optimum income for poor farmer; and 4) to identify and analyze strength and weaknesses of strategy used by poor farmers in overcome their low income. Multiple stages sampling was established. Two selected districts, four sub-districts and 8 villages were purposively sampled. Whilst 186 poor farmers were randomly selected. Data were analyzed using input-output analyzes, comparative analyzes, linear programming and univariat. Results of analysis showed that total income obtained was Rp.5,961,061.40 which coming from paddy, corn, cassava and sweet potatoes, peanuts, vegetables and livestock. 46,39% of total income was cash income. Livestock was the greatest contributor compared to others (37,90% of total income). From total cash income obtained, the livestock contributing approximately 41,60%, implied that livestock was being the source cash income for poor farmer in rural area. In farming production, the farmer had invested the capital of Rp.9,708,066.61. The operator’s farm income was Rp.1.901.093,41/annual while operator’s farm labor earnings and family farm labor earnings were Rp.9.061.315,07 and Rp.11.956.315,07, respectively. Return on investment (ROI) was 160%. Meant that capital productivity was good enough where the capital had capability to give profit for poor farmer. Thus, farming was a profitable effort. Family income as cumulative of income from on farm, off farm and non farm was Rp.13.253.671.07 annually where only 20.86% out of this was cash income. In addition, the significant factors influencing on the cash income farming was land tenured, number of animal raised and family labor. Result of linear programming indicated that the best combination of farming activities giving optimum income was paddy, corn, cassava and sweet potatoes, peanuts, cattle, pig, goats, and chickens and also non farm activity. In summary, farming is at present to be an economically feasible and profitable enterprise. Through applying the optimum combination of each enterprise the poor farmer will obtain maximum income. ABSTRAK Sebuah survei difokuskan pada model kinerja pertanian lahan kering petani miskin dilakukan di wilayah Timor Barat selama tiga bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengidentifikasi dan membandingkan: (a) sistem arus barang, uang dan jasa dalam atau keluar dari pertanian; (b) tingkat kas dan pendapatan non cash; (c) kemampuan pertanian dalam memberikan kontribusi pembayaran kembali modal dan tenaga kerja keluarga; dan (d) pelunasan kemampuan utang pertanian dan rasio modal petani; (2) mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan tunai; (3) mempelajari kombinasi kelompok pertanian memberikan kontribusi pendapatan yang optimal bagi petani miskin; dan 4) mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan dan kelemahan strategi yang digunakan oleh petani miskin dalam mengatasi pendapatan mereka rendah. Beberapa tahap pengambilan sampel dilakukan. Dua kabupaten terpilih, empat kecamatan dan 8 desa dilakukan secara purposive sampel. Sementara 186 petani miskin dipilih secara acak. Data dianalisis dengan menggunakan analisis input-output, analisis komparatif, pemrograman linear dan univariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa total pendapatan yang diperoleh adalah Rp.5,961,061.40 yang berasal dari padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar, kacang tanah, sayuran dan ternak. 46,39% dari total pendapatan adalah pendapatan tunai. Ternak adalah penyumbang terbesar dibandingkan dengan orang lain (37,90% dari total pendapatan). Dari total pendapatan kas yang diperoleh, ternak memberikan kontribusi sekitar 41,60%, tersirat bahwa ternak menjadi sumber pendapatan tunai bagi petani miskin di daerah pedesaan. Dalam pertanian produksi, petani telah menginvestasikan ibukota Rp.9,708,066.61. Pendapatan usahatani operator adalah Rp.1.901.093,41 / tahunan, sementara pendapatan buruh tani operator dan pendapatan buruh tani keluarga masing-masing adalah Rp.9.061.315,07 dan Rp.11.956.315,07. Pengembalian investasi (ROI) adalah 160%. Berarti bahwa produktivitas modal itu cukup baik di mana modal memiliki kemampuan untuk memberikan keuntungan bagi petani miskin. Dengan demikian, pertanian adalah usaha yang menguntungkan. Pendapatan keluarga sebagai kumulatif pendapatan dari on farm, off farm dan non farm adalah Rp.13.253.671.07 per tahun di mana hanya 20,86% dari ini adalah pendapatan tunai. Selain itu, faktor-faktor yang signifikan berpengaruh terhadap pertanian pendapatan tunai adalah tanah tetap, jumlah hewan dibesarkan dan keluarga tenaga kerja. Hasil pemrograman linear menunjukkan bahwa kombinasi terbaik dari kegiatan pertanian memberikan pendapatan yang optimal adalah padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar, kacang tanah, ternak, babi, kambing, dan ayam serta kegiatan non pertanian. Singkatnya, pertanian pada saat ini menjadi suatu perusahaan layak secara ekonomis dan menguntungkan. Melalui menerapkan kombinasi optimum dari masing-masing perusahaan petani miskin akan memperoleh pendapatan yang maksimal.
PEMBERIAN MAKANAN KRIP (CREEP FEED) YANG MENGANDUNG GULA LONTAR DAN “LARD” PADA ANAK BABI UMUR 3-8 MINGGU (FEEDING CREEP FEED CONTAINED PALM SUGAR AND LARD FOR PIGLETS AGED 3-8 WEEKS) Suryani, Ni N.; Lalus, Matheos F.; Aryanta, I Made S.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.712

Abstract

An experiment was carried out in Baumata vilage. The sub district of Taebenu, Kupang City. The purpose of this experiment was to evaluate effect of the used creep feed contained palm sugar and lard of the young pigs ages 3-8 weeks on performance, haematologic and economics. This experiment used 20 piglets aged 2 weeks with averaged initial body weight of 2,31 kg (KV=13,5%). The feedstuffs consisted of yellow corn, peanut, small green pea, fish meal, salt, pigmix, by product coconut oil. The experiment used a completely randomized design of 5 treatments and 4 replicates. The five treatmens were: (1) R0 (without creep feed); (2) R1 (0% palm sugar and 7,5% lard); (3) R2 (2,5% palm sugar and 5% lard); (4) R3 (5% palm sugar and 2,5% lard); and (5) R4 (7,5% palm sugar and 0% lard). The result of the experiment showed that the used creep feed were significant different affected (P<0,01) on body weight gain and income over feed cost, but no significant different on feed consumption, feed efficiency, blood Hb and blood glucose. R2 treatment (2,5% palm sugar and 5% lard) showed income over feed cost higher because body weight gain were higher. ABSTRAK Sebuah penelitian telah dilakukan di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek penggunaan pakan krip yang mengandung gula aren dan lemak babi dari babi muda usia 3-8 minggu pada performan, hematologi dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan 20 anak babi berusia 2 minggu dengan rata-rata berat badan awal 2,31 kg (KV = 13,5%). Para pakan terdiri dari jagung kuning, kacang tanah, kacang hijau, tepung ikan, garam, pigmix, dan minyak kelapa. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Ke-5 perlakuan adalah: (1) R0 (tanpa pakan krip); (2) R1 (0% gula aren dan 7,5% lemak babi); (3) R2 (2,5% gula aren dan 5% lemak babi); (4) R3 (5% gula aren dan 2,5% lemak babi); dan (5) R4 (7,5% gula aren dan 0% lemak babi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakan krip memberikan pengaruh nyata (P <0,01) terhadap bobot badan dan pendapatan atas biaya pakan, namun tidak berbeda nyata pada konsumsi pakan, efisiensi pakan, Hb darah dan glukosa darah. Perlakuan R2 (2,5% gula aren dan 5% lemak babi) menunjukkan pendapatan atas biaya pakan tinggi karena kenaikan berat badan yang tinggi.

Page 1 of 16 | Total Record : 156