cover
Contact Name
Priyo Sambodo
Contact Email
igkojei@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igkojei@unipa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat - 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Papua
ISSN : 27468656     EISSN : 27468666     DOI : https://doi.org/10.46549/igkojei
Articles cover the results of community service and empowerment activities related to the application of science and technology (IPTEK) from various fields of sciences and have relevance to the fields of human development, management of rural and coastal areas with local wisdom, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, micro small and medium enterprises (UMKM) including agriculture and veterinary, engineering, education, social humanities, socio-economics, computers, and health. This journal was first published in 2020. This journal was published 3 times a year, in February, June and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Peningkatan Usaha Produk Asal Hewan Sesuai Sni Halal Pada Industri Rumah Tangga di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Sofyan, Miyayu Soneta; Sukmanandi, Moh.; Rochmi, Siti Eliana
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i1.160

Abstract

ABSTRACT Merchants in Laban Village, Menganti District, Gresik Regency, which has a diverse population and different beliefs, require knowledge of the importance of SNI in the ‘halal’ field in the household industry. The lack of awareness about ASUH (safe, healthy, whole, and halal) food ingredients, food hygiene and halal certification causes people to ignore the important role of public health risks that may come from food. The business concept is still traditional. Food processing is still relatively simple, so it has not reached optimal results. The potential of merchants as a driving force for the people's economy in that particular village is quite large but it is still not supported with knowledge regarding proper ASUH meat and food hygiene. The goal of this community service is to raise the public awareness of emerging diseases from food, along with improving the health standard of animal-based products business under the SNI in the Halal sector in the Food Household Industry in Gresik Regency and thus improving the income of food entrepreneurs selling processed animal-based food. The method used in this community service is to guide animal health to street vendors selling processed materials derived from livestock followed by SNI training and the process of halal certification submission. The main idea of the focus group discussion is about how to obtain ASUH meat and its processing application. The evaluation of this activity is a pre and post-test for the community service participants. The result of this community service is an increase in the awareness of SNI in the halal sector in the home industry and an increase in regulations regarding the flow of obtaining halal certification for processing basic products from livestock along with the increase of knowledge and skills of community service participants. In conclusion, the community service activity has a positive impact on the implementation of halal SNI in household industries in Laban Wetan village to achieve halal certification. Keywords: SNI; Halal; Certification; Pelapak ABSTRAK Pelapak di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaen Gresik dengan penduduk dan latar belakang keyakinan yang majemuk memerlukan pengetahuan pentingnya SNI bidang halal pada industry Rumah Tangga . Minimnya kesadaran tentang bahan pangan yang asuh, higyne pangan dan sertifikasi halal menjadikan masyarakat kurang memahami peran penting terhadap kesehatan masyarakatnya yang bisa disebabkan oleh makanan.Konsep usaha yang masih tradisional. Pengolahan pangan masih relative sederhanan sehingga belum mencapai hasil yang optimal. Potensi pelapak sebagai penggerak ekonomi rakyat di Desa tersebut cukup besar tetapi masih belum diimbanagi dengan pengetahuan tentang daging asuh , dan kesehatan makanan. Peningkatan public awarnes terhadap emerging disease penyakit akibat pangan Peningkatan kesehatan terhadap usaha produk asal hewan sesuai SNI bidang Halal pada Industri Rumah Tangga Pangan di kabupaten Gresik sehingga meningkatkan pendapatan pelaku usaha makan berbahan dasar olahan dari hewan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan pembinaan pada para pelapak pedagang kaki lima yang menjual bahan olahan yang berasal dari ternak,sni , kesehatan ternak,dilanjutkan dengan pelatihan alur SNI dan pengajuan sertifikasi halal. Pelksanaan focus group discussion mengenai cara mendapatkan daging asuh, dan aplikasi pengolahannya. Evaluasi kegiatan ini adalah pre dan post test peserta pengmas. Hasil dari pengmas ini adalah adanya peningkatan kesadaran SNI bidang halal pada industry rumah tangga dan peningkatan pengatuan tentang alur mendapatkan sertifikasi halal untuk olahan produk bernahan dasar dari hasil ternak. dan peningkatan pengetahuan serta ketrampilan peserta pengmas. Kegiatan Pengmas memberikan dampak yang positif terkait pelaksanaan SNI halal pada industry rumah tangga di desa laban wetan untuk mencapai sertifikasi halal. Kata kunci: SNI; Halal; Sertifikasi; Pelapak
Penyuluhan Teknik Pengolahan Urea Mineral Mollases Blok di Kelompok Ternak Sumber Rezeki Karya Tani Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Wati, Siti Dharma; Sugiarti, Sugiarti; Nurhasanah, Nurhasanah
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v1i1.120

Abstract

ABSTRACT The partners involved in Community Service (P2M) is the Sumber Rezeki Karya Tani Farmer Groups based in the Landasan Ulin Timur Subdistrict, Landasan Ulin Subdistrict, Banjarbaru City, South Kalimantan. The problems faced by the farmers' group are: (1) Farmers are very dependent on the availability of forage feed, but the availability is restricted and not proportional to the amount of feed consumption per cow, which is a lot (10% of body weight). (2) Lack of dissemination and innovation by farmers to utilize and process local feed ingredients and waste feed. (3) In general, farmers do not provide supplements to cattle to promote growth. Due to these conditions, the beef cattle fattening period becomes longer (> 6 months). The purpose of this activity is to help cattle farmers to increase their productivity by utilizing the feed-materials and processed materials in the form of urea molasses mineral block. The method of activities includes the provision of materials and hands-on practice of making urea molasses mineral block (UMMB). At the end of the activity, an evaluation was conducted on the Farmer Group. Results of activities The evaluation showed that 90-100% of the members of the farmer group played an active role during the activity, 75-85% understood how to properly process the mineral urea block molasses, and 50% planned to continue implementing the UMMB technology. Keywords: Processing, Feed; Landasan Ulin Timur; Banjarbaru ABSTRAK Mitra yang dilibatkan pada Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) adalah Kelompok Tani Sumber Rezeki Karya Tani berdomisili di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Permasalahan yang dihadapi adalah: (1) Peternak sangat tergantung dengan ketersediaan pakan hijauan namun ketersediaannya sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah konsumsi pakan per ekor sapi yang cukup tinggi (10% dari berat badan). (2) Kurangnya diseminasi dan inovasi peternak untuk memanfaatkan dan mengolah bahan-bahan pakan lokal dan pakan limbah. (3) Pada umumnya peternak tidak memberi suplemen pada sapi untuk pemacu pertumbuhan sehingga dengan kondisi tersebut masa penggemukkan sapi potong menjadi lebih lama (> 6 bulan). Tujuan kegiatan ini adalah membantu peternak untuk meningkatkan produktivitas sapi dengan memanfaatkan bahan–bahan pakan dan diolah dalam bentuk urea mineral molases blok (UMMB). Metode kegiatan meliputi pemberian materi dan praktek langsung pembuatan UMMB kemudian pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi pada kelompok tani. Hasil kegiatan adalah 90-100% dari anggota kelompok tani berperan aktif selama kegiatan berlangsung, 75-85 % memahami cara pengolahan UMMB dengan baik dan 50% berencana melanjutkan penerapan teknologi UMMB tersebut. Kata Kunci: Pengolahan; Pakan; Landasan Ulin Timur; Banjarbaru
Pengenalan, Penyuluhan, dan Pemantauan Pentingnya Higiene Sanitasi Terhadap Penyakit Salmonellosis pada Kelompok Budidaya Ikan Bandeng di Segorotambak, Sedati, Sidoarjo Wibisono, Freshinta Jellia; Wibisono, Freegied Satriya
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v1i1.149

Abstract

ABSTRACT Sidoarjo Regency has the highest potential in milkfish aquaculture ponds. The maintenance of healthy milkfish requires clean and uncontaminated water and ponds, so sanitation efforts are pivotal in the management of milkfish cultivation. Milkfish is sensitive to Salmonella Spp. This service activity is carried out in several stages, namely 1) survey and filling in the questionnaire, 2) counseling activities, and lastly, 3) monitoring and evaluation. This community service was carried out to 3 groups of the milkfish cultivation community, namely the Mina Sentosa Segorotambak Group, Tumbuh Jaya Segorotambak, and Tumbuh Makmur Segorotambak Group. The results of the community service activities show that overall the milkfish farmers in Segorotambak Village have an understanding of hygiene (77,78%), sanitation (72,22%), but overall respondents gave the answer that respondents did not know about salmonellosis (100%). Salmonella spp. can survive in water contaminated with human or animal fecal matter. The importance of awareness in maintaining hygiene and sanitation needs to be understood by milkfish pond farmers to prevent the incidence of salmonellosis. Communication, information, and education on the relationship between hygiene and sanitation and contamination against salmonellosis in the community are of the utmost importance. Keywords: Higiene; Milkfish; Sanitation; Salmonella spp; Salmonellosis ABSTRAK Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi tertinggi pada tambak budidaya ikan bandeng. Pemeliharaan ikan bandeng yang sehat mensyaratkan air dan tambak yang bersih serta tidak tercemar, sehingga diperlukan upaya higiene sanitasi pada pengelolaan budidaya ikan bandeng. Ikan bandeng peka terhadap cemaran bakteri Salmonella Spp. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu 1) survei dan pengisian kuesioner, 2) kegiatan penyuluhan, dan 3) pemantauan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 3 kelompok masyarakat budidaya bandeng yaitu Kelompok Mina Sentosa Segorotambak, Tumbuh Jaya Segorotambak, dan Tumbuh Makmur Segorotambak. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pembudidaya tambak ikan bandeng di Desa Segorotambak, memiliki pemahaman terhadap higiene (77,78%), sanitasi (72,22%) namun secara keseluruhan responden memberikan jawaban bahwa responden belum mengetahui mengenai penyakit salmonellosis (100%). Bakteri Salmonella spp. dapat bertahan pada air yang tercemar feses manusia atau hewan penderita. Pentingnya kesadaran dalam menjaga higiene sanitasi perlu dipahami oleh pembudidaya tambak ikan bandeng untuk mencegah kejadian penyakit salmonellosis. Komunikasi, informasi, dan edukasi pada mengenai hubungan higiene sanitasi dengan cemaran terhadap penyakit salmonellosis pada masyarakat sangat perlu untuk dilakukan. Kata Kunci : Bandeng; Higiene; Sanitasi; Salmonella spp; Salmonellosis
Hidup Berdampingan Dengan Hidupan Liar di Masa Pandemi Covid-19 (Interaksi dengan Pemirsa Pro2 FM RRI Manokwari) Pattiselanno, Freddy; Koibur, Johan; Manik, Hotlan; Rahardjo, Dwi Djoko
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i1.170

Abstract

ABSTRACT Culturally, the relationship between the people and wild animals in Papua is close-knitted and inseparable. In response to this, through the Manokwari Menyapa program of RRI Manokwari, we share information about the current relationship between people and wildlife during the Covid-19 pandemic. This community service activity is carried out through radio broadcasts, which is an interactive program between listeners and informants on Monday, July 20, 2020. Listeners’ responses vary widely including the impact of consuming animal meat, keeping animals as pet animals, and the consequences of forest loss to the intense exposure of animals to the people. Another thing that was revealed was the extent of the role of academics in efforts to reduce the current spread of the Covid-19 virus. This activity shows that the dissemination of information through electronic media (radio) related to the issue of the Covid-19 epidemic is very good and effective. The media’s wide reach for people who can follow the radio broadcasts of RRI Pro2FM Manokwari benefits this program so much. This activity provides input to us regarding the public’s understanding of the Covid-19 pandemic and the proper follow-up actions that should be considered by the authorities to reduce the spread of the Covid-19 virus in the community. Intense dissemination of information about the Covid-19 virus now needs to be done as an effort to raise awareness for ordinary people who do not understand well the dangers of this virus for human health. Keywords: Covid-19; RRI listeners; Manokwari Menyapa ABSTRAK Secara kultural, hubungan manusia-satwa liar (hewan) di Papua sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Menyikapi hal tersebut, melalui program Manokwari Menyapa RRI Manokwari, kami berbagi informasi tentang hubungan antara manusia dan hidupan liar di masa pandemik Covid-19. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan melalui siaran radio yang merupakan program interaksi antara pendengar dengan nara sumber pada hari Senin, 20 Juli 2020. Respon pendengar sangat bervariasi termasuk dampak mengkonsumsi daging satwa, memelihara satwa sebagai hewan kesenangan, serta akibat kehilangan hutan terhadap ekspose satwa yang sangat intens dengan manusia. Hal lain yang terungkap adalah sejauh mana peran akademisi dalam upaya mengurangi penyebaran virus Covid-19 saat ini. Kegiatan ini menunjukan bahwa penyebaran informasi melalui media elektronik (radio) berkaitan dengan isu pendemi Covid-19 ini, sangat baik dan efektif karena jangkauannya yang luas bagi masyarakat yang bisa mengikuti siaran radio RRI Pro2FM Manokwari. Kegiatan ini memberikan masukan kepada kita bagaimana pemahaman masyarakat terhadap pandemik Covid-19, dan tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh pihak-pihak berwenang untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di masyarakat terutama yang berhubungan dengan hidupan liar. Penyebaran informasi tentang virus Covid-19 secara intens saat ini perlu dilakukan sebagai upaya penyadartahuan bagi masyarakat awam yang belum memahami dengan baik bahayanya virus ini bagi kesehatan manusia. Kata kunci: Covid-19; Pemirsa RRI; Manokwari Menyapa
Pendampingan Peningkatan Potensi Objek Retribusi Daerah Melalui IMB di Distrik Tanah Miring dan Semangga Kabupaten Merauke Raubaba, Henry Soleman; Alahudin, Muchlis
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v1i1.125

Abstract

ABSTRACT Increasing the potential of regional retribution objects in the Merauke Regency is an effort of the regional government to increase regional budget revenues. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) or the "Construction Permit", which is the primary source of the regional retribution in Merauke Regency, is one of the requirements for the people to legally own a building. The dearth of resources at the relevant agencies, combined with the lack of awareness and knowledge within the community in managing the IMB, has caused the implementation of the IMB to run ineffectively. This service aims to survey potential user fees in the Kurik, Tanah Miring, and Semangga Districts of Merauke Regency by registering the ownership of the IMB and understanding the problems that occur in the community related to the management of IMB and at the same time to obtain a constructive input for the Investment Office and One-Stop Integrated Services of Merauke Regency in the framework of increase in IMB retribution in 2020. Keywords: Retribution objects; IMB; Merauke ABSTRAK Peningkatan potensi objek retribusi daerah di Kabupaten Merauke merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan anggaran daerah. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai primadona objek retribusi daerah di Kabupaten Merauke merupakan salah satu kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan legalitas kepemilikan bangunan gedung. Ketersediaan sumber daya di instansi terkait, kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mengelola IMB menyebabkan implementasi IMB tidak berjalan efektif. Pengabdian ini bertujuan melaksanakan survey potensi retribusi bagi masyarakat di Distrik Tanah Miring dan Distrik Semangga Kabupaten Merauke dengan mendata kepemilikan IMB dan mengetahui permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait pengurusan IMB dan sekaligus menjadi masukan bagi Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Merauke dalam rangka peningkatan retribusi IMB tahun 2020. Kata Kunci: Objek retribusi; IMB; Merauke
Pengembangan Masyarakat Melalui KKN Merdeka Belajar Dalam Pengembangan Kemandirian di Tengah Pandemi Covid 19 Distrik Warmare Kabupaten Manokwari Wambrauw, Yustina L. D.; Sonbait, Lukas Y.; Mulyadi, Mulyadi
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v1i1.155

Abstract

ABSTRACT Community Service Program (KKN) is a manifestation of the Papua University Higher Education, namely community service. Community service is a form of knowledge that is expressed theoretically in college to be applied in real life in the Dindey village community, so that the knowledge gained can be applied and developed in the life of the wider community. In general, the objectives to be achieved from independent learning KKN are; Train and instill personality values, change the perspective, mindset and attitudes, behavior and work methods of both students and society in solving problems in society, raising awareness and building an optimistic attitude, enhancing Indonesia that is sovereign, independent and has personality. Raise public awareness about health protocols in the midst of a pandemic. Developing the independence of students and society in the midst of the COVID-19 pandemic. Kampung Dindey is one of the areas targeted for KKN-PPM activities in providing religious, education, health, environmental, agricultural and village administration assistance. Through this activity, it is hoped that the implementation of teaching reading and writing to eradicate illiteracy, so that there will be a decrease in illiteracy, especially in Manokwari Regency and public awareness of the importance of protecting yourself from the corona virus pandemic. In general, all programs can be absorbed thanks to the support of the local government. Constraints that are still encountered are the low level of community participation in several activities and the low independence of the target groups. Hopefully in the future to be used as a model, the assistance of programs that have been formed must be continued through the next Community Service Program. Keywords: Freedom community service; independence; covid pandemic 19. ABSTRAK Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu perwujudan dari Perguruan Tinggi Universitas Papua yaitu pengabdian pada masyarakat. Pengabdian merupakan suatu wujud dari ilmu yang tertuang secara teoritis di bangku kuliah untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kampung Dindey ini, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat luas. Tujuan dari KKN merdeka belajar adalah melatih dan menanamkan nilai kepribadian, mengubah cara pandang, pola pikir dan sikap, perilaku dan cara kerja baik mahasiswa maupun masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimis, meningkatkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan di tengah pandemi. Mengembangkan kemandirian diri mahasiswa dan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kampung Dindey ini merupakan salah satu daerah yang dijadikan target kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan keagaamaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian dan administrasi kampung. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan buta aksara khususnya di Kabupaten Manokwari serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi diri dari pandemi virus corona. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapannya bisa dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui KKN berikutnya. Kata Kunci: KKN merdeka; kemandirian; pandemi covid 19.
Pengembangan Usaha Kue Rumahan Uti Palembang Melalui Penerapan Marketing Mix dan Dokumen Bisnis Miskiyah, Neneng; Z, Mariskha; Purwati, Purwati; Pebrianti, Yulia
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i1.166

Abstract

ABSTRACT Working as a housewife is a job that all women can do. However, being a housewife and an entrepreneur at the same time can only be done by certain women, like our current partner. Nursiati is a housewife and at the same time, she opens a home cake business that she has been doing for 12 years under the name Uti Home Cake Business. Uti Home Cake Business provides various types of cakes and street snacks. Every day, Uti’s home cake business regularly provides 6 types of street snacks and cakes specially ordered by customers. Customers come from various circles and different places in Palembang city, such as the surrounding community, foundations, schools, and government and private agencies. In carrying out its business, our partner does not have business documents and finds it difficult when they are asked for business documents such as notes, receipts, and business stamps. Our partner also never make promotions. Customers know the partner’s pastry business by word of mouth. The partner’s turnover has increased, but the increase in profit is not too high nor constant. The purpose of this community service is that the partner can apply the marketing mix properly to maximize the profit. The results obtained from this activity are our partner now has business documents, product packaging designs, brochures, and the Instagram Online application (IG) for promotion purposes. Keywords: Marketing Mix; Business Documents; Social Media; Home Industry ABSTRAK Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh semua kalangan wanita. Namun menjadi seorang ibu rumah tangga sekaligus berwirausaha hanya dapat dilakukan oleh kalangan wanita tertentu saja. Seperti mitra kami saat ini ibu Nursiati adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus membuka usaha kue rumahan yang telah ditekuninya sejak 12 tahun yang lalu dengan nama usaha Kue Rumahan Uti. Usaha kue rumahan Uti menyediakan berbagai macam jenis kue basah dan jajanan pasar. Setiap hari usaha kue rumahan Uti menyediakan kue secara rutin sebanyak 6 macam jenis kue atau jajanan pasar dan kue yang dipesan khusus oleh pelanggan. Pelanggan datang dari berbagai kalangan dan tempat yang berbeda di kota Palembang, seperti masyarakat sekitar, yayasan, sekolah, dan instansi pemerintah maupun swasta. Dalam melaksanakan usahanya, mitra tidak memiliki dokumen bisnis dan kesulitan jika diminta dokumen bisnis seperti nota, kuitansi, dan cap usaha, dan mitra juga tidak pernah melakukan promosi. Pelanggan mengetahui usaha kue mitra dari mulut ke mulut. Omzet mitra mengalami peningkatan, akan tetapi peningkatan keuntungan tidak terlalu tinggi dan bahkan tetap. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra dapat menerapkan marketing mix sebagaimana mestinya sehingga keuntungan yang dicapai lebih maksimal. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, mitra memiliki dokumen bisnis, desain kemasan produk, brosur, dan aplikasi Online Instagram (Ig). Kata Kunci: Marketing Mix; Dokumen Bisnis; Media Sosial; Home Industri
Peningkatan Produktivitas Sapi Potong Melalui Introduksi Pakan Konsentrat Dengan Bahan Lokal Pada Masyarakat Asli Papua Supriyantono, Andoyo; Iyai, Deny Anjelius; Ollong, Abdul Rahman
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v1i1.126

Abstract

ABSTRACT Beef cattle is one of the livestock which is considered as a side-business by Papuan. Generally, the farming practice is extensive - they let the cattle graze freely in palm plantations or just tie them down around the house. In the last seven years, more Papuan were keeping beef cattle since the government introduced beef cattle to act as a dowry for weddings to the community. The purposes of this community service program-community empowerment learning (KKN-PPM) were (1) Optimal use of agricultural waste such as tofu waste, rice bran, cocoa peels, cassava along with its by-products as additional feeds of beef cattle; (2) Reduced dependence on an additional feed from factories. KKN-PPM was carried out in Waseki Pop, Prafi District for 67 days. KKN-PPM was commenced from provisioning to students concerning the potential of feeding; the development of feed technology; complete feed and feed concentrate. Local feed materials for making feed concentrate were rice brand (70%), stacks (16%0), the waste product of tofu (11%), salt (2%), and urea (1%). Those compositions have met the requirements of dry matter and crude protein for beef cattle. 30 students from different field studies joined the KKN-PPM program. The workload of each student was calculated based on the effective working time (EWT) which was about 288 EWT. The method of implementing KKN-PPM starts from debriefing students on campus, namely the use of potential feed; feed technology development; complete feed and concentrate. During the implementation in the field, students and their supervisors conducted technical guidance on beef cattle maintenance, concentrate processing techniques, and counseling for cattle breeders. During the KKN-PPM activities, a total of 114.4 kg of concentrate was given to 7 cows. Sustainability of the program would be reached when the government of West Papua and Manokwari district had the same program for students every year to make feed concentrate for farmers. Keywords: Feed concentrate; Local material feed; Beef cattle ABSTRAK Sapi merupakan salah satu ternak yang dijadikan usaha sambilan bagi penduduk asli Papua. Pola pemeliharaan sapi pada umumnya dilakukan secara ekstensif yaitu sapi dibiarkan berkeliaran di perkebunan kelapa sawit atau diikat di sekitar rumah. Tujuh tahun terakhir ini, masyarakat asli Papua banyak mengusahakan sapi potong setelah Bupati Manokwari dengan kesepakatan Lembaga Masyarakat Adat memperkenalkan sapi potong sebagai salah satu bentuk mas kawin. Tujuan dilaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) adalah 1. pemanfaatan secara optimal limbah pertanian untuk pakan tambahan sapi potong; 2. Berkurangnya ketergantungan pakan tambahan dari pabrik. KKN-PPM dilaksanakan selama 67 hari di Kampung Waseki Pop Distrik Prafi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa secara terpadu dari berbagai bidang ilmu. Volume pekerjaan setiap mahasiswa dihitung berdasarkan Jam Kerja Efektif Mahasiswa yakni sebanyak 288 JKEM. Metode pelaksanaan KKN-PPM dimulai dari pembekalan mahasiswa di kampus yaitu pemanfaatan bahan pakan potensial; pengembangan teknologi pakan; pakan komplit dan konsentrat. Dalam pelaksanaan di lapang, mahasiswa bersama-sama dosen pembimbing melakukan bimbingan teknis pemeliharaan sapi potong, teknik membut konsentrat dan penyuluhan kepada peternak sapi. Konsentrat dibuat dari bahan-bahan lokal setempat yaitu dedak padi (70%), onggok (16), ampas tahu (11%), garam (2%) dan urea (1%). Dengan formulasi konsentrat seperti tersebut maka kebutuhan bahan kering dan protein kasar sapi potong telah memenuhi standar. Selama kegiatan KKN-PPM, total konsentrat yang dibuat sebanyak 114,4 kg yang diberikan pada 7 ekor sapi. PEMDA Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari diharapkan mempunyai program yang sama setiap tahunnya untuk mendanai kegiatan pendampingan dalam pembuatan konsentrat pada wilayah-wilayah binaannya. Kata kunci: Konsentrat; Bahan lokal; Sapi potong
Pemberian Pelayanan Jasa Kepada Masyarakat: Desain Goa Maria Gereja St. Mikhael, Kampung Kweel, Merauke Hematang, Yashinta Irma Pratami; Mekiuw, Yosehi
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i1.127

Abstract

ABSTRACT Prayer activities, specifically for Catholics, are carried out through the Virgin Mary at a certain pilgrimage area. The Catholic Church of St. Michael in Kweel Village has a problem in planning for the construction of Maria Cave. As a form of Higher Education Tri Dharma, activities are carried out to provide cave design services along with the preparation of Budget and Cost Plans (RAB). The methods of implementing the activities include site/site data collection, analysis, drafting of design concepts, drawings, and ending with the making of the RAB. The result of the activity is the design of a Maria Cave measuring 8 X 5 m without roofing with geometric shapes consisting of public and private zones with the concept of utility lighting and resulting in building cost calculation with a value of Rp. 42,900,000. Keywords: Pilgrimage; Orison; Catholic Christianity ABSTRAK Kegiatan-kegiatan doa secara khusus bagi umat katolik adalah dengan melalui perantara Bunda Maria, pada suatu kawasan ziarah. Gereja Katolik St. Mikhael di Kampung Kweel memiliki permasalahan dalam perencanaan pembangunan Goa Maria. Sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka dilakukan kegiatan pemberian pelayanan jasa desain goa dan penyusunan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: pengumpulan data site/tapak, analisis, penyusunan konsep desain, drawing, dan diakhiri dengan pembuatan RAB. Hasil kegiatan adalah desain suatu bangunan Goa Maria berukuran 8 X 5 m tanpa pernanungan dengan bentuk geometris yang terdiri atas zona publik dan privat dengan konsep utilitas pencahayaan lampu dan juga menghasilkan perhitungan biaya pembangunan goa maria dengan nilai bangunan adalah Rp. 42.900.000. Kata kunci: Ziarah; Doa; Kristen Katolik
Pelatihan Penggunaan Alat Penghalus Kotoran Ternak di Kelompok Ternak Sidomaju Bantul Yogyakarta Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Sarmin, Sarmin; Airin, Claude Mona
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i1.168

Abstract

ABSTRACT The utilization of manure as organic fertilizer is on the rise, but the coarse form may negatively impact the aesthetics. This community service aims to train the farmers to operate the livestock manure grinder machine. The community service was performed in the Sidomaju livestock group, Panggungharjo village, Sewon, Bantul, Yogyakarta, with 37 farmers. The method for this community service is providing online presentations followed by online and offline workshops. The participation and satisfaction of the participants were measured by direct interaction and analyzed descriptively. The results of this community service showed that all farmers were more enthusiastic to participate in offline activities rather than online ones. All of the participants of the training can operate the livestock manure grinder machine. Based on the results of this activity, it is concluded that the training on the use of grinders for livestock manure machine has been adopted by farmers. Keywords: Manure; Manure grinder; Livestock; Organic manure ABSTRAK Pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk organik semakin meningkat, tetapi bentuk yang kasar dapat mengurangi estetika. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melaksanakan pelatihan penggunaan alat pelembut kotoran ternak. Pengabdian dilakukan di kelompok ternak Sidomaju, desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta yang beranggotakan 37 peternak. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan presentasi dan pelatihan secara daring dan luring. Keterlibatan dan kepuasan peserta diukur melalui interaksi langsung dan hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa semua peternak lebih antusias mengikuti kegiatan secara luring. Semua peserta yang hadir dalam pelatihan telah dapat mengoperasionalkan mesin penghalus kotoran ternak. Berdasar hasil kegiatan ini, disimpulkan bahwa pelatihan penggunaan mesin penghalus kotoran ternak telah dapat diadopsi oleh peternak. Kata kunci: Kotoran ternak; Pelembut kotoran; Pupuk organik; Ternak

Page 1 of 2 | Total Record : 19