cover
Contact Name
Ima Nurmalia Permatasari
Contact Email
ima.nurmalia@hangtuah.ac.id
Phone
+6285655855373
Journal Mail Official
jtropimar@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Oseanografi, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Jl. Arif Rahman Hakim No. 150, Sukolilo, Keputih, Surabaya 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J-Tropimar
ISSN : 26563150     EISSN : 26567091     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/jrkt.v2i2
Core Subject : Science, Social,
aim: Researchers and teachers for publishing the original articles of review articles Scope: Oceanography Physics, Geological Oceanography, Marine Chemistry and Marine Biology, Marine Ecology and Pollution, Marine Biotechnology, Marine Remote Sensing, Marine Geographic Information Systems, Hydrography, Marine Meteorology, Marine Acoustics, and coastal and marine resource management.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: November 2019" : 6 Documents clear
KARAKTERISTIK PASANG SURUT, CURAH HUJAN DAN PENGUAPAN TERHADAP KEJADIAN BANJIR ROB DI PESISIR SURABAYA UTARA Wiyono, Arif; Rahyono, Rahyono
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 1, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v1i2.28

Abstract

Kenaikan pasang yang tinggi menjadi sumber utama penyebab meluapnya air laut atau banjir rob. Tinggi pasang surut air laut sangat dipengaruhi oleh faktor astronomis. Permodelan dapat memperoleh informasi spasial banjir rob berdasarkan hasil analisis tinggi HHWL pasang surut dengan memperhatikan faktor meteorologi berupa curah hujan dan penguapan. Pembuatan peta luas genangan banjir rob dengan menggunakan data selama satu dasawarsa dari 2008 – 2017 dan Januari 2018. Pasang surut satu dasawarsa di pesisir utara kota Surabaya merupakan tipe campuran condong harian ganda dengan nilai f 1,18. Elevasi HHWL mencapai 402,82 cm; curah hujan 357,7 mm dan penguapan 268,4 mm selama sedasawarsa. Januari 2018 elevasi HHWL mencapai 230 cm; 280,7 mm dan 119,9 mm penguapan. Elevasi darat di pesisir utara kota Surabaya yang paling rendah berada di Kenjeran dengan rerata antara 1,65 – 2,2 m.
PEMANFAATAN LIMBAH GARAM (BITTERN) UNTUK PEMBUATAN MAGNESIUM KLORIDA (MgCl2) Gilmawan, Giman; Mahmiah, Mahmiah
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 1, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v1i2.31

Abstract

Pembuatan garam NaCl dari air laut dengan metode penambahan ion sejenis menghasilkan garam dengan kemurnian tinggi, dan mempunyai hasil samping berupa air tawar dan bittern. Bittern dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik dalam bidang industri maupun kesehatan, salah satunya adalah sebagai sumber mineral magnesium. Magnesium yang diisolasi dari bahan dasar bittern dengan penambahan natrium hidroksida menghasilkan magnesium hidroksida, kemudian dirubah menjadi magnesium klorida dengan menambahkan asam klorida. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi mineral magnesium dari bahan dasar bittern. Hasil yang diperoleh berupa kristal MgCl2 yang berwarna putih bersifat higroskopis dengan kadar 65,5%.
PARAMETER OSEANOGRAFI UNTUK KESESUAIAN WISATA SNORKELING DI PULAU GILI DAN PULAU NOKO, KEPULAUAN BAWEAN Zain, Muhammad Abdul
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 1, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v1i2.29

Abstract

Pulau Gili dan Pulau Noko adalah pulau kecil yang terletak di sebelah timur Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik. Perairan Pulau Gili dan Pulau Noko mempunyai potensi terumbu karang yang bagus untuk wisata snorkeling. Potensi tersebut belum dikelola dan dikembangkan secara optimal. Hal ini disebabkan karena kurang perhatian pemerintah. Dalam upaya kelola dan pengembangan dengan mempertahankan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan, diperlukan pengetahuan yang baik tentang sumber daya alam, kondisi lingkungan, keadaan sosial ekonomi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis parameter oseanografi dan menentukan lokasi yang sesuai untuk wisata snorkeling. metode penelitian menggabungkan Citra Landsat 8 dengan parameter oseanografi dan untuk menentukan kesesuaian menggunakan perhitungan IKW. Penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai untuk wisata snorkeling di Kawasan Pulau Gili dan Pulau Noko adalah stasiun 2,3, dan 4 dengan Indeks Kesesuaian Wisata 68,42% dengan luas area 8,525ha; 77,63% dengan luas area 5,357ha; dan 69,74% dengan luas area 30,15ha , sedangkan berkategori kurang sesuai terdapat pada stasiun 1 dengan nilai IKW 36,84%  dan luas area 37,941ha.
DAFTAR ISI JURNAL J-TROPIMAR Editorial, Tim
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 1, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v1i2.32

Abstract

Volume 1 Nomer 2, November 2019
KARAKTER SIKLON TROPIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGGI GELOMBANG DI PERAIRAN PESISIR SELATAN JAWA Mahsunah, Ovia; Widagdo, Supriyatno; Siap Bintoro, Rudi
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 1, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v1i2.30

Abstract

Siklon tropik yang terbentuk di wilayah Samudera Hindia menyebabkan Indonesia yang secara geografis berbatasan dengan daerah pembentukan dan lintasannya rawan terkena dampak dari siklon tropik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakter siklon tropik dan pengaruhnya terhadap tinggi gelombang di perairan pesisir Selatan Jawa. Data siklon diolah menggunakan ArcGIS untuk mengetahui karakter siklon. Data angin dan gelombang diolah menggunakan excel dan WR-Plot kemudian dianalisis untuk mengetahui perubahannya dari siklon tropik yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan siklon tropik bertahan selama 3-9 hari dengan arah pergerakan berlawanan arah jarum jam dan cenderung bergerak ke Selatan Jawa. Kondisi gelombang saat Bakung lebih rendah dari pada saat siklon lainnya yaitu mencapai kurang lebih 2 m dengan terbentuknya siklon Bakung di Barat Daya Sumatera dan arah pergerakan siklon Bakung menjauhi Indonesia. Siklon Cempaka terbentuk di perairan Selatan Jawa dengan arah pergerakan sekitar Selatan Jawa di atas koordinat -8 LS dan 109 BT dan mempengaruhi perubahan tinggi gelombang di perairan pesisir Selatan Jawa mencapai kisaran 2-3 m. Perubahan tinggi gelombang di perairan pesisir Selatan Jawa mencapai kisaran 3-5 m saat terbentuknya siklon Dahlia di Selatan Bengkulu dengan arah pergerakan menuju perairan Selatan Jawa. Hal ini dikarenakan energi siklon Dahlia yang besar menyebabkan perubahan gelombang lebih tinggi dari siklon lainnya. Gelombang yang terbentuk di pusat siklon tropic menempuh waktu 1-4 hari untuk mencapai pesisir Selatan Jawa. Semakin jauh jarak yang ditempuh gelombang, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan gelombang untuk sampai ke pesisir.
PERGERAKAN ARUS PERMUKAAN LAUT SELAT BALI BERDASARKAN PARAMETER ANGIN DAN CUACA Setiawan, Fajar
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 1, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v1i2.25

Abstract

Selat Bali sebagai penghubung Pulau Jawa-Bali semakin berkembang seiring peningkatan ekonomi dan wisata kedua pulau tersebut. Penelitian terhadap dinamika kondisi atmosfir kaitannya terhadap pergerakan arus laut di Selat Bali bagian Utara dengan memanfaatkan data arus permukaan laut yang dipisahkan menjadi komponen harmonik dan non-harmonik, citra satelit awan, curah hujan serta kondisi angin permukaan dan lapisan atas diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang berkepentingan terkait perubahan kondisi arus permukaan mengacu pada perubahan kondisi fisis atmosfir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus permukaan Selat Bali didominasi oleh arus harmonik pada arah meridional (Utara- Selatan) dengan nilai perbandingan rata-rata kecepatan terhadap arus non-harmonik (residu) sebesar 2.655. Angin lokal yang berhembus tidak berdampak langsung terhadap pergerakan arus akibat luas Selat Bali yang sempit sehingga stress angin yang ditimbulkan tidak cukup kuat untuk membangkitkan arus residu permukaan. Tendensi arah angin monsun dari Barat- Barat Laut pada puncak musim hujan juga memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap arus residu permukaan yang ditimbulkan. Angin maksimum serta faktor cuaca lain berupa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir juga tidak berdampak langsung terhadap pergerakan arus residu di Selat Bali bagian Utara.

Page 1 of 1 | Total Record : 6