cover
Contact Name
Faiz Urfan
Contact Email
faiz.urfan@unsam.ac.id
Phone
+6282117009117
Journal Mail Official
fkip_geografi@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Syarif Thayeb, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Samudra Geografi
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27162737     EISSN : 27162001     DOI : https://doi.org/10.33059/jsg
Jurnal Samudra Geografi is a scientific publication media for lecturers, researchers, and students in the fields of geography education, geography, and other study that related to geographic phenomena.
Articles 30 Documents
Studi Potensi Sumber Daya Alam dan Permasalahan Wilayah Pesisir di Desa Kuala LangsaKecamatan Langsa Barat Kota Langsa Radhiallah, Pupili
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa kuala merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan langsa barat, yang memiliki wilayah pesisir dengan luas 16 km. Wilayah pesisir desa kuala sangat potensial, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat pesisir desa kuala masih cenderung miskin dan sumber daya manusia rendah. Dengan begitu timbul lah beberapa permasalahan di wilayah pesisir yang di sebabkan oleh aktivitas dan pola fikir masyarakat itu sendiri. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian angket, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Potensi yang ada di wilayah pesisir desa kuala cukup banyak dilihat dari potensi wisata, perikanan, dan perdagangan. Kata Kunci: Wilayah Pesisir, Potensi, Permasalahan.
Analisis Hasil Tangkapan Ikan Laut di Pelabuhan Perikanan Kuala Idi Kabupaten Aceh Timur Suciani, Ayu
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi hasil tangkap laut Provinsi Aceh memiliki jumlah yang berbeda di setiap Pelabuhan Perikanan, salah satu Pelabuhan Perikanan terbesar di Provinsi Aceh adalah PelabuhanPerikanan Kuala Idi di Kabupaten Aceh Timur. Pelabuhan Perikanan Kabupaten Aceh Timurlangsung berbatasan dengan Selat Malaka dan menjadikannya sebagai salah satu PelabuhanPerikanan tersibuk di Provinsi Aceh (aktif 24 jam). Penelitian akan dilaksanakan selamadelapan bulan dimulai dari bulan april sampai November. Penelitian akan dilakukan diPelabuhan Perikanan (PP) Kuala Idi Kabupaten Aceh Timur. Teknik pengumpulan datapenelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan datadalam penelitian ini terdiri atas angket terbuka, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkanteknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. PelabuhanPerikanan Kuala Idi merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia danterletak di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh. Tangkapan paling besar adalah ikan cakalang yaitu sebesar 64.126.874 kg dan tangkapan ikan paling kecil adalah ikan tuna mata besar yaitu sebesar 6.342.097 kg. Ikan cakalang (ikan pelagis) hasil tangkapan nelayan di pelabuhanperikanan kuala idi merupakan salah satu ikan dengan pembelian terbanyak yaitu sebanyak2000 kg dengan harga jual beli 20.000 per kg. Ikan cakalang termasuk ikan yang paling banyakdiminati oleh masyarakat dikarenakan harga yang murah dan banyak tersedia di pasaran.Kata Kunci: Pelabuhan Perikanan Kuala Idi, Hasil Tangkap, Ikan Cakalang (pelagis)
Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Terpadu Melalui Kajian Pemanfaatan Ruang Yang Berwawasan Lingkungan di Desa Kuala Langsa faddila, ismura
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan pembangunan, wilayah pesisir menjadi sangat penting bagi negara-negara yang mempunyai wilayah pesisir. Kawasan pesisir Desa Kuala Langsa merupakan kawasan strategis di perairan Teluk Langsa, yang memiliki Sumber Daya Alam yang potensial untuk dikembangkan demi menunjang pembangunan perekonomian, regional maupun lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir kuala langsa. Pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu ialah pengelolaan sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan pesisir dilakukan melalui penilaian menyeluruh, memiliki tujuan, merencanakan dan sasaran pemanfaatan serta mengelola segenap kegiatan pemanfaatannya. Dalam pelaksanaanya ditemui adanya potensi dan kendala lingkungan eksisting yang disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif melalui pendekatan analisis SWOT. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Dengan memaksimalkan SDA dan meminimalkan kondisi yang diakibatkan oleh degradasi lingkungan dan pemanfaatan ruang pesisir, perlu adanya suatu yang direncanakan yaitu rencana zonasi, rencana strategis, rencana pengelolaanm rencana aksi untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan pesisir yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Wilayah Pesisir, Pengelolaan Terpadu, Ruang dan Lingkungan
Pengelolaan Potensi Magrove dan Strategi Pengelolaan Wilayah Pesisir di Gampong Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh Syawla Noriska, Riska
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Potensi ekosistem mangrove dapat berupa penyedia sumber ekonomi, menjaga lingkungan ekologi serta menyediakan jasa lingkungan, karena itu keberadaan mangrove di kuala langsa penting untuk dikaji potensi wisata, potensi ekonomi, potensi wisata pesisir serta potensi social masyarakat dalam mendukung upaya pengembangannya. Mengelola potensi tersebut diperlukan strategi konservasi, peningkatan kinerja lembaga adat dan keberadaan lembaga pengelola seperti saat ini. Hasil penelitian diperoleh bahwa potensi keberadaan mangrove terhadap sector perikanan adalah sebesar Rp.657.563.000/tahun, potensi penyerapan karbon dalam bentuk biomasa sebesar 180.365 ton/tahun, potensi ekonommi dari wisata pesisir mencapai Rp. 22.921.107.253/tahun. Jadi total keseluruhan potensi keberadaan mangrove di wilayah kuala langsa sebesar Rp. 29.923.415.253/tahun. Kata Kunci: Potensi Mangrove, Strategi Pengelolaan, Kuala Langsa.
Analisis Ekosistem Hutan Mangrove Kota Langsa Yanti, Widya Lusi
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekosistem manggrove memiliki komponen sumberdaya alam berupa bentang alam, flora, fauna, dan masyarakat setempat saling berinteraksi menjadi satu kesatuan ekosistem yang memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sosial penting dalam pembangunan di wilayah pesisir. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ekowisata manggrove serta upaya pengelolaan pada suatu kawasan konservasi yang didasarkan pada dinamika dan status kerusakan lingkungan serta mencegah terjadinya abrasi pantai yang diakibatkan oleh perilaku manusia. Perilaku manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan disebabkan oleh adanya pemanfaatan sumber daya alam di pesisir tanpa memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam dan daya dukung lingkungannya. Diperlukan adanya penanaman pohon bakau di sekitar pesisir kuala langsa agar terhindar dari adanya abrasi pantai dikarenakan banyak di pesisir kuala langsa hutan manggrove banyak penebangan pohon secara tiba-tiba. Ekosistem hutan manggrove saat ini banyak mengalami tekanan yang secara nyata telah mengurangi luasan manggrove. Upaya yang dilakukan dengan cara ekowisata dan hal ini dilakukan untuk mencapai pembangunan pesisir yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimum bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus mempertahankan kualitas ekonomi manggrove sebagai sistem penyangga kehidupan dan mencegah terjadi abrasi pantai. Kata kunci : Manggrove, Pariwisata, Abrasi Pantai, Kota Langsa
Analisis Aktivitas Ekonomi Masyarakat Pesisir Gampong Kuala Langsa, Kota Langsa Abda, M Khoirullah
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat sekitar pesisir Kuala Langsa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kuala Langsa dengan mengambil sampel dari jumlah populasi (50 KK) yang aktivitas ekonominya terkait langsung dengan pelabuhan Kuala Langsa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah komunikasi langsung,dan dokumentasi. Selanjutnya data yang di peroleh menunjukkan bahwa Terdapat 5 (lima) bentuk aktivitas ekonomi masyarakat yang dilakukan di pesisir Kuala Langsa yaitu nelayan, 14% buruh pelabuhan, 8% karyawan pelabuhan, 16% pedagang dan 8% penyedia jasa wisata bahari, 76% diantaranya menyatakan memiliki aktivitas ekonomi sampingan untuk meningkatkan pendapaatan. Kemudian 18% masyarakat memiliki pendapatan rata-rata perbulan melebihi UMP anggroe Aceh Darussalam sedangkan 81% masih berada dibawah UMP Nanggroe Aceh Darussalam atau tergolong miskin. Dari 5 bentuk aktivitas ekonomi yang dilakukan, bila dilihat peningkatan pendapatan rata-ratanya sebelum dan sesudah beralih mata pencaharian terdapat 3 kelompok aktivitas ekonomi yang mengalami peningkatan pendapatan rata-rata. Kata Kunci: Aktivitas Ekonomi Pesisir, Kuala Langsa
Masalah dan Solusi Struktural Mitigasi Bencana Kawasan Pesisir Langsa (Studi Kasus Desa Pusong, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa) Susi, Susilawati
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kawasan pesisir merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana baik yang disebabkan oleh alam maupun yang disebabkan oleh manusia itu sendiri. Desa Pusong merupakan salah satu desa di Langsa yang memiliki tingkat abrasi yang tinggi. Tingginya tingkat abrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu, gelombang laut, penebangan pohon mangrove yang membuat hilangnya pelindung alami pantai, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, diperlukan upaya mitigasi bencana yang lebih efektif berdasarkan kondisi dan tingkat kerentanan yang tinggi di Desa ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-ekploratif, dengan teknik pengumpulan data berupa, teknik wawancara, dokumentasi, observasi dan teknik kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pemerintah Desa Pusong membuat struktural mitigasi bencana berupa jetty dan sandbox, yang memiliki tingkat keefektifan ysng kurang. Adapun beberapa solusinya yaitu membangun penahan dan pelindung pantai berupa APO tipe ban dan bambu. Kata Kunci: Masalah, Solusi, Struktural Mitigasi, Desa Pusong
Model Problem Based Learning Berbasis Scientific Approach Dalam Meningkatkan Karakter Rasa Ingin Tahu dan Peduli Lingkungan Siswa islami, zukya rona
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Kota Langsa pada mata pelajaran Geografi dengan tujuan untuk meningkatkan Karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, penelitian ini memiliki empat fase, mereka sedang merencanakan, bertindak, mengamati, dan merenung. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif metode. Validitas data diverifikasi melalui teknik triangulasi data metode pengumpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan siswa dari kegiatan pra siklus hingga siklus ketiga. Peningkatan karakter rasa ingin tahu lebih cepat terlihat dibandingkan karakter peduli lingkungan. Berdasarkan hasil penelitia maka penerapan PBL berbasir Scientific Approach mampu meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Langsa. Peningkatan karakter siswa dapat terbentuk karena diberikan permasalahan yang dekat dengan keseharian siswa dan pemecahan masalah dilakukan secara ilmiah. Hal tersebut terlihat pada peningkatan karakter keingintahuan siswa yang meningkat pada siklus kedua saat permasalahan yang diberikan dekat dengan siswa. Sedangkan dalam hal pembentukan karakter peduli lingkungan sepertinya membutuhkan waktu yang lebih lama dan pembiasaan agar dapat terbentuk secara perlahan. Terbukti pembentukan mencapai posisi terbaik pada saat siklus ketiga dilaksanakan. Kata Kunci: Problem Based Learning Model, Scientific Approach, Karakter, Rasa Ingin Tahu, Peduli Lingkungan.
Analisis Pengembangan Wilayah Pesisir Kuala Langsa Berdasarkan Infrastruktur Daerah febriana, fitria
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kuala Langsa merupakan daerah pesisir di Kota Langsa, perlu mentransformasi prioritas pembangunan pada potensi sumber daya lokal dan mengoptimalkan sumber-sumber pertumbuhan baru di wilayahnya. Secara geografis wilayah Kuala Langsa terletak di antara 040 24’ 35.68” LU - 040 33’47.03” LU dan 970 53’14.59” BT - 980 04’42.16” BT. Kuala langsa merupakan salah satu wilayah yang berada di kota Langsa. Desa Kuala Langsa terdiri dari 4 dusun yaitu dusun Damai, Setia, Ikhlas dan Harapan dengan total jumlah penduduk 2.108 jiwa atau 534 kepala keluarga (BPS 2015). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat perkembangan kecamatan berdasarkan kelengkapan infrastruktur wilayah. Hasil analisis tingkat perkembangan kecamatan berdasarkan kelengkapan infrastruktur wilayah menunjukkan bahwa Kecamatan Langsa Barat mempunyai tingkat perkembangan wilayah yang cukup tinggi. Kata Kunci: Wilayah Pesisir, Pengembangan Pesisir, Kuala Langsa, Infrastuktur
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa SMA zainal, soedirman; Suciani, Ayu
Jurnal Samudra Geografi Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa padamata pelajaran geografi materi sumber daya alaam setelah diterapkannya modelpembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas XIIIS 1 SMA Negeri 1 Langsa tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusterdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakandengan melibatkan peneliti, guru mata pelajaran geografi, dan siswa. Sumber data yangdigunakan dalam penelitian ini antara lain informan, tempat penelitian, peristiwa, dandokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara,dokumentasi, dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yangterbagi dalam 3 komponen berurutan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan. Proses pembelajaran sebelum tindakan berpusat pada guru sehinggakeaktifan siswa kurang yang berdampak pada kurangnya pemahaman siswa yangmembuat hasil belajar kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa daritindakan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan siswa hanya 62.5% dan hasilbelajar sebesar 66.6%. Pelaksanaan siklus II menyebabkan keaktifan dan hasil belajarmeningkat masing-masing menjadi 91.6%. Simpulan penelitian ini adalah penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan dan hasilbelajar siswa pada mata pelajaran geografi materi sumber daya alam di kelas XI IIS 1SMA Negeri 1 Langsa tahun pelajaran 2018/2019.

Page 1 of 3 | Total Record : 30