cover
Contact Name
Frans Paillin Rumbi
Contact Email
peadaiakntoraja@gmail.com
Phone
+6282194286613
Journal Mail Official
peadaiakntoraja@gmail.com
Editorial Address
IAKN Toraja Jl. Poros Makale-Makassar Km.11,5 Tlp/Fax (0423) 24620, 24064 Batukila Mengkendek Tana Toraja
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Peada': Jurnal Pendidikan Kristen
ISSN : 27228843     EISSN : 27228835     DOI : 1034307
Core Subject : Religion, Education,
1. Pendidikan Karakter Kristiani 2. Pendidikan Kristen Anak Usia Dini 3. Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Kristen 4. Pendidikan Agama Kristen Kontekstual 5. Konseling Pendidikan Agama Kristen 6. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen 7. Manajemen Pendidikan Agama Kristen 8. Teori Belajar Pendidikan Agama Kristen
Articles 10 Documents
Konseling Agama Pada Siswa Pecandu Narkoba Masing, Musa
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i1.9

Abstract

The purpose of giving counseling for drug addicts students is to correct mistakes that are the new direction and purpose of life in God. Direction of life to God who will be equipped to a better future. In this study using qualitative research with case study techniques. The subjects in this study consisted of 2 students, junior high school students in Samarinda City who were addicted to drugs but were undergoing rehabilitation at the Tanah Merah Samarinda Rehabilitation Center and one person as a mental mentor of religion. This research focuses on Religious Counseling on addicted students. The purpose of this research is to find out the type of religious counseling used for drug addicts students who are undergoing rehabilitation at the BNN Tanah Merah Rehabilitation. The results showed that there were 6 Religious Counseling conducted at the Tanah Merah Samarinda Rehabilitation Center for DT and KS Clients, namely 6 Supportive-Counseling, Confrontational-Counseling, Educative-Counseling, Spiritual-Counseling, Group-Counseling, Preventive-Counseling. Tujuan pemberian konseling bagi siswa pecandu narkoba adalah memperbaiki kesalahan yang menjadi arah dan tujuan hidup baru di dalam Tuhan. Pengarahan hidup kepada Tuhan yang akan menjadi bekal menuju masa depan yang lebih baik. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan Teknik studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 yaitu Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Samarinda yang menjadi Pecandu narkoba tetapi sedang menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda dan satu orang sebagai Pembina mental Agama. Penelitian ini menfokuskan pada Konseling Agama pada siswa pecandu. Tujuan Penelitiannya adalah untuk mengetahui jenis konseling agama yang digunakan bagi siswa pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konseling Agama yang dilakukan di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda kepada Klien DT dan KS ada 6 yaitu Supportive-Konseling, Confrontational-Konseling, Educative-Konseling, Spiritual-Konseling, Group-Konseling, Preventive-Konseling.
Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Hutapea, Rinto Hasiholan; Dima, Yuliana Hau
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i1.10

Abstract

This study aims to study the benefits of using the discussion method in improving student learning outcomes in Christian Religious Education subjects. This research uses classroom action research. The subjects of this study were a teacher and grade IV students of SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang. The results of the study can be studied in the first cycle and second cycle. In the first cycle students learning outcomes were obtained with an average grade of 72,12 out of 19 students. Of the 19 students, there were 11 people in the completed category, and 8 people in the not completed category. In the implementations of the second cycle of action obtained an average grade of 76,05 from 19 students. Students who participated 19 people, there are 17 people who are categorized as completed, and 2 people who are categorized as not completed. The results of monitoring cycle I and cycle II showed significant changes to the learning outcomes of students. Changes in learning using discussion methods in Christian Religious Education learning have improved the learning methods of students in class IV SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari penggunaan metode diskusi dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah seorang guru dan peserta didik kelas IV  SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang. Hasil penelitian dapat digambarkan pada pelaksanaan siklus I dan siklus II. Pada siklus I diperoleh keterangan hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata kelas adalah 72,12 dari 19 orang peserta didik. Dari 19 orang peserta didik tersebut, terdapat 11 orang yang masuk kategori Tuntas, dan 8 orang yang masuk kategori Belum Tuntas. Pada pelaksanaan tindakan siklus II diperoleh keterangan nilai rata-rata kelas adalah 76,05 dari 19 orang peserta didik. Peserta didik yang berjumlah 19 orang tersebut, terdapat 17 orang yang masuk kategori Tuntas, dan 2 orang yang masuk kategori Belum Tuntas. Hasil observasi siklus I dan siklus II menunjukkan perubahan yang signifikan atas pencapaian hasil belajar peserta didik. Perubahan ini menunjukkan bahwa penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran PAK telah dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas IV SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang.
Menerapkan Keteladanan Yesus sebagai Guru berdasarkan Injil Lukas bagi Guru SMA Kristen Adhi Wiyata Jember Nelly; Gultom, Lican
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i1.12

Abstract

The example of a teacher is very important in the world of education. This is because the teacher's example influences the learner's personality or character. The Gospel of Luke is one of the books that was deleted about Jesus' example as a teacher. In His ministry as a teacher, Jesus' example appears from how to teach, train, send, pray, hold on to the scriptures, serve wholeheartedly, thank you and be faithful. As a teacher, He not only teaches theory, but all who do also carry out His research every day. Modeling must be permanent and consistent. The purpose of this article is to describe Jesus' example as a teacher based on the Gospel of Luke and how the teachers applied it. By asking for qualitative, this research applies a descriptive method to Adhi Wiyata Jember Christian High School teachers. The conclusion is that teaching has become the main task of a teacher, but not just cognitive knowledge, but rather the exemplary life as Jesus taught in the Gospel of Luke, so that it brings changes to students and looks for others. Keteladanan seorang guru sangat penting dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan keteladanan guru memengaruhi kepribadian atau watak peserta didik.  Injil Lukas merupakan salah satu kitab yang mencatat tentang keteladanan Yesus sebagai guru. Dalam pelayanan-Nya sebagai guru, teladan Yesus tampak dari cara mengajar, melatih, mengutus, berdoa, berpegang pada kitab suci, melayani sepenuh hati, kasih dan setia. Sebagai guru, Ia tidak hanya mengajar secara teori, namun semua yang diajarkan juga ditunjukkan melalui perbuatan-Nya setiap hari. Keteladanan harus bersifat permanen dan konsisten. Tujuan dari artikel ini adalah mendeskripsikan keteladanan Yesus sebagai guru berdasarkan Injil Lukas dan bagaimana para guru mengaplikasikannya. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan metode deskriptif pada guru-guru SMA Kristen Adhi Wiyata Jember. Kesimpulannya adalah mengajar sudah menjadi tugas utama dari seorang guru, tetapi bukan hanya berfokus pada pengetahuan kognitif saja, namun lebih kepada keteladanan hidup seperti yang Yesus ajarkan dalam Injil Lukas, sehingga membawa perubahan perilaku pada murid-murid dan menjadi saksi bagi orang lain.
Pengaruh Konflik Rumah Tangga Terhadap Karakter Anak Bombongan Rantesalu, Marsi; Timuneno, Albert
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i1.13

Abstract

Domestic conflict is a problem where husband and wife are fixing problems in their marriage. In the household as a forum for interaction between parents and children can influence the good behavior of the child's character. The purpose of this study was to find out about household conflict with the character of children in the GMIT Betania Nevo Klasis Amarasi Barat. The method used in this study is a survey technique using quantitative. The population in this study were members of the GMIT Betania Nevo Klasis Amarasi Barat with a total sample of 44 people. Data collection was carried out by questionnaire and data obtained from the results of the study were analyzed with statistical procedures and techniques. Based on the results of the analysis in this study, it was found that the difference between the house and the character of children in the GMIT Betania Nevo Klasis Amarasi Barat was 46.4% and the rest was used by other factors. Konflik rumah tangga merupakan keadaan dimana suami dan istri sedang mengalami masalah dalam perkawinannya yang mengakibatkan perilaku mereka yang cenderung kurang harmonis. Dalam sebuah rumah tangga sebagai wadah interaksi antara orang tua dan anak dapat memberi pengaruh terhadap perilaku maupun karakter anak.  Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu seberapa besar pengaruh konflik rumah tangga terhadap karakter anak khususnya yang ada di Jemaat GMIT Betania Nevo Klasis Amarasi barat.  Peneliti  dalam  penelitian ini menggunakan teknik survei dengan pendekatan kuantitatif.  Populasi dalam penelitian ini adalah Anggota Jemaat GMIT Betania Nevo Klasis Amarasi Barat dengan menggunakan sampel yaitu 44 orang.  Pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliebilitasnya dan data-data yang terkumpul dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan tahap-tahap dan teknik statistika.  Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini ditemukan adanya pengaruh antara konflik rumah tanga dengan karakter anak di jemaat GMIT Betania Nevo Klasis Amarasi Barat sebesar 46,4 % dan selebihnya dipengaruhi oleh factor-faktor lain.
Analisis Tentang Tujuan Pendidikan Agama Kristen (PAK) Dalam Matius 28:19-20 Tanduklangi, Rinaldus
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i1.14

Abstract

The Gospel of Matthew is a part of the new covenant the presents the great commission of the Jesus. The great commission is the command of the Lord Jesus to the disciples and to all believers in all ages. The great commission becomes the foundation in carrying out educational actions for the world in which Jesus has provided instructions, methods and ways of implementing them. The great commission becomes the foundation of education especially Christian religious education. This paper aims to analyze theologically the objectives of Christian religious education based on Matthew 28: 19-20. In an effort to trace the intention used qualitative-descriptive research methods. The results obtained that the purpose of PAK based on Matthew 28: 19-20's exposure is to make disciples of all nations, baptize and teach them to do all the commands of the Jesus. Injl Matius merupakan salah satu bagian kitab perjanjian baru yang menyajikan amanat agung Tuhan Yesus. Amanat agung ialah perintah Tuhan Yesus bagi para murid dan kepada semua orang percaya di segala zaman. Amanat agung menjadi landasan dalam melaksanakan tindakan pendidikan bagi dunia yang di dalamnya Yesus telah memberikan petunjuk, metode dan cara pelaksanaannya. Amanat agung menjadi landasan  pendidikan khususnya pendidikan agama Kristen (PAK). Tulisan ini bertujuan untuk menganalasis secara teologis tujuan pendidikan agama kristen (PAK) berdasarkan Matius 28:19-20. Dalam upaya menelusuri maksud tersebut digunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa tujuan PAK berdasarkan paparan Matius 28:19-20 ialah memuridkan segala bangsa, membaptis dan mengajar mereka melakukan segala perintah Tuhan Yesus.
Studi Penerapan Nilai Kasih Storge Orangtua Terhadap Anak di GMIT Jemaat Syalom Oinlasi Ndolu, Nelci Nafalia; Anika Tusi; Purnomo, Catur Prio
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i2.16

Abstract

Abstract: This article focuses on the application of the value of parental love for children in Christian families in the GMIT Congregation of Syalom Oinlasi. The purpose of writing this article is to determine the form of storge love that has been trained by parents to children in order to form character and soft skills to love oneself and others. The research was conducted using the interview method, the results of which were processed by means of reduction and verification. The results of the study show that parents at GMIT Syalom Oinlasi congregation apply the value of storge love to their children in the form of protecting them from fighting, promiscuity by advising them repeatedly. Ensure that her children receive food, formal education, and spiritual education to be actively involved in Bible studies in the Church. Parents also try to be role models with respect and honesty with themselves and others. Abstrak: Artikel ini fokus pada penerapan nilai kasih storge orang tua terhadap anak  dalam keluarga Kristen di GMIT Jemaat Syalom Oinlasi. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bentuk kasih storge yang telah dilatih orangtua kepada anak-anak dalam rangka membentuk karakter dan softskill mengasihi diri dan sesama. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara yang hasil penelitiannya diolah dengan cara reduksi, dan verifikasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa orang tua di GMIT Jemaat Syalom Oinlasi menerapkan nilai kasih storge terhadap anak-anak mereka dalam bentuk mengayomi anak-anak dari tindakan perkelahian, pergaulan bebas dengan cara menasehati mereka secara berulang-ulang. Memastikan anak- anaknya mendapat makanan, pendidikan formal dan pendidikan rohani  aktif terlibat dalam kegiatan PAR di Gereja. Orang tua pun berusaha menjadi teladan dalam sikap menghormati, dan jujur terhadap diri sendiri dan sesama.
Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak (TK) pada Era Pandemi Covid-19 Lola, James Anderson
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i2.18

Abstract

Abstract: Covid-19 which has spread to almost all over the world, including in Indonesia, has brought many changes, and one of the sectors which have the most changes is education, because as an effect of the Covid-19, learning must be done remotely or distance Learning (PJJ), and also must be done in early childhood in Kindergarten (TK). Learning in kindergarten that is oriented towards the development of the child as an individual through the Developmentally Approach Practice (DAP) learning strategy which emphasizes the interaction between teacher and child, and the child and his / her environment must begin to adjust to a pandemic situation so that children's development can take place holistically. Abstrak: Pandemi Covid-19 yang menyebar ke hampir seluruh dunia termasuk di Indonesia, telah membawa begitu banyak perubahan, dan salah satu sektor yang paling banyak mengalami perubahan adalah dunia pendidikan, karena akibat pandemi Covid-19, pembelajaran harus dilakukan jarak jauh (PJJ) termasuk juga pembelajaran pada anak usia dini yang berada di Taman Kanak-kanak (TK). Pembelajaran di TK yang berorientasi pada perkembangan anak sebagai sebuah individu melalui strategi pembelajaran Developmentally Approach Practice (DAP) yang begitu menekankan interaksi antara guru dan anak, dan anak dengan lingkungannya harus mulai menyesuaikan diri dengan situasi pandemi, agar perkembangan anak dapat berlangsung secara holistik. Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah penggunaan media yang sangat popular di kalangan anak usia dini yaitu menggunakan video yang di desain seperti yang ada di Youtube.
Spiritualitas Menurut Yohanes Calvin dan Implikasinya bagi Pendidikan Warga Gereja di Era New Normal Pasang, Agustina
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i2.19

Abstract

Abstract: One of the spiritualities that is important to learn and understand is spirituality according to John Calvin, which emphasizes the importance of the principle regarding the relationship between humans and God. Deeper recognition gives an indication that a person’s relationship with God is getting closer and closer to God, which will have an impact on spiritual growth. However, the spiritual understanding that is widely discussed today does not always originate from the existence of God but also from the potential of the human self. The purpose of this paper is to understand spirituality according to Calvin so that it can be a reference for the education of church members in the new normal era. This research uses a descriptive research method with a literature review approach and field data collection at the Indonesian Evangelical Mission Alliance Church in Balikpapan. Spirituality according to Calvin, if properly understood can help church members to have a correct understanding of knowing God and realizing the importance of spiritual growth and can find the strength to continue to grow in a stronger spiritual life that is expressed in the attitude of each individual’s life. Abstrak: Salah satu spiritualitas yang penting untuk dipelajari dan dipahami adalah spiritualitas menurut Yohanes Calvin, menegaskan pentingnya relasi antara manusia dengan Allah. Pengenalan yang semakin dalam memberi indikasi semakin erat dan intimnya relasi seseorang dengan Allah yang berdampak pada pertumbuhan spiritualitas. Namun pemahaman spiritual yang ramai dibicarakan saat ini tidak selalu bertolak dari keberadaan Allah tetapi juga dari potensi diri manusia. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami spiritualitas menurut Calvin, supaya dapat menjadi acuan bagi pendidikan warga gereja di era new normal. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kajian literatur dan pengumpulan data lapangan di Gereja Persekutuan Misi Injili Indonesia (GPMII) Balikpapan. Spiritualitas menurut Calvin, jika dipahami secara benar dapat menolong warga gereja untuk memiliki pemahaman yang benar mengenai pengenalan akan Allah serta menyadari pentingnya pertumbuhan spiritualitas dan dapat menemukan kekuatan untuk terus bertumbuh dalam kehidupan spiritualitas yang lebih kokoh yang dinyatakan dalam sikap hidup tiap hari
Filsafat Ilmu Pendidikan Agama Kristen dan Praksisnya bagi Agama Kristen Masa Kini Sidabutar, Hasudungan
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i2.20

Abstract

Abstract: Philosophy is a method of thinking systematically and critically. In connection with Christian religious education, it must be studied systematically and critically as basis for knowledge so that it is parallel to other sciences that show real benefits for the development of humanity. The author will describe Christian Religious Education as a science praxis ontologically, epistemologically and axiologically. The method used in this research is systematic literature study approach. Ontologically Christian religious education must be a strong guide towards the journey of human life so that it is able to exist and exist both theologically and socially. Epistemology talks about knowledge. Epistemologically, the Bible and Jesus are the epistemological sources of Christian religious education. Axiology speaks of utility value. The axiological foundation of Christian Religious Education is a loving humanist inspired by Christian values. In other words, it axiology helps to humanize humans and free them from the alienation of their human role in life. Abstrak: Filsafat merupakan metode berfikir secara sistematis dan kritis. Sehubungan dengan pendidikan agama Kristen, maka ia harus dikaji secara sistematis dan kritis sebagai basis ilmu sehingga mampu sejajar dengan ilmu-ilmu lain yang menunjukkan kemanfaatan nyata bagi perkembangan kemanusiaan. Penulis akan menguraikan Pendidikan Agama Kristen sebagai praksis ilmu secara ontologis, epistemologis dan aksiologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi literatur. Secara ontologis pendidikan agama Kristen harus menjadi pedoman yang kuat kearah perjalanan hidup manusia supaya ia mampu ber-ada dan ber-eksistensi baik secara teologis maupun sosial. Epistemologi berbicara tentang pengetahuan. Secara epistemologis, Alkitab dan Yesus adalah sumber epistemologi pendidikan agama Kristen. Aksiologi berbicara tentang nilai kegunaan. Landasan aksiologis pendidikan agama Kristen adalah humanis yang penuh kasih yang dijiwai oleh nilai-nilai kristiani. Dengan kata lain aksiologis dapat membantu memanusiakan manusia dan membebaskannya dari keterasingan fungsi kemanusiaannya dalam kehidupan.
Pembelajaran Daring: Tantangan Pembentukan Karakter dan Spiritual Peserta Didik Sister Buulolo; Kual, Nelci; Sina, Rolan Marthin; Siburian, Hendro Hariyanto
PEADA' : Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i2.21

Abstract

Abstract: Online learning is a solution for the implementation of the teaching and learning process in the current pandemic era. In online learning, there are challenges in building the character and spirituality of students. Character and spiritual formation of students is generally done by direct interaction between educators and students in the class. The purpose of this research is to look at learning challenges and provide solutions. The qualitative descriptive method is chosen in this study because the researcher seeks to collect data and understand the meaning of an event or phenomenon that is the subject of observation and occurs in real or in full in the field so that conclusions can be drawn. The results of the study prove that students are hampered in following the online learning process, educators are less creative in utilizing online learning, no learning material can be used as a benchmark for students and educators, and the lack of supporting facilities in the online learning process. Abstrak: Pembelajaran daring (dalam jaringan) menjadi solusi pelaksanaan proses belajar mengajar dimasa pandemi yang melanda dunia masa ini. Dalam pembelajaran daring menemui tantangan dalam pembentukan karakter dan spiritual peserta didik. Pembentukan karakter dan spiritual peserta didik umumnya dilakukan dengan adanya interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik di kelas. Tujuan penelitian ini untuk melihat tantangan pembelajaran dan memberikan solusi. Metode deskriptif kualitatif yang dipilih dalam penelitian ini, karena peneliti berupaya mengumpulkan data dan memahami makna dari suatu peristiwa atau fenomena yang menjadi pokok pengamatan serta terjadi secara real maupun secara utuh di lapangan sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa peserta didik terhambat dalam mengikuti proses pembelajaran daring, pendidik kurang kreatif dalam memanfaatkan pembelajaran daring, tidak adanya meteri pembelajaran yang dapat menjadi patokan bagi peserta didik dan pendidik serta kurang tersedianya sarana penunjang dalam proses pembelajaran daring.

Page 1 of 1 | Total Record : 10