cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
nurgiansah@upy.ac.id
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v4i1
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan Nama Jurnal Jurnal Kewarganegaraan Inisial JK Terbit 2 kali dalam setahun (Juni dan Desember) P-ISSN 1978-0184 E-ISSN 2723-2328 Penerbit Program Sarjana PPKN Editor-in-Chief T Heru Nurgiansah, M.Pd Jurnal Kewarganegaraan terbit 2 kali dalam 1 tahun pada bulan Juni dan Desember. Ruang Lingkup artikel mencakup : Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan Penddikan Karakter dan Pendidikan Antikorupsi Pendidikan Multikultural Pendidikan Politik dan Pendidikan Hukum Belajar dan Pembelajaran Kurikulum PPKN dan Penelitian Tindakan Kelas Media dan Model Pembelajaran
Articles 30 Documents
ANALISIS PENGHAPUSAN PIDANA MALAPRAKTIK TENAGA KESEHATAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 Sari, Syaldiva; Handoko, Sigit
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v4i1.887

Abstract

ini bertujuan untuk mengetahui alasan dari penghapusan pidana malapraktik tenaga kesehatan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Studi Literatur yaitu dengan menggunakan studi keperpustakaan. Pemaparan hasil data penelitian menggunakan studi analisis sesuai dengan tujuan penelitian dalam pembahasan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif serta objektif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa analisis penghapusan pidana malapraktik ditinjau dari undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu pada Pasal 29 UU Nomor 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa tindakan tenaga kesehatan yang melakukan kelalaian diselesaikan melalui mediasi. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tidak secara limitatif mengakomodir bahwa malapraktik sebagai bagian dari tindak pidana, melainkan hanya sebagai malapraktik hukum dan malapraktik etik. Begitupun dalam KUHP tidak diatur secara kontekstual mengenai malapraktik, yang diatur di KUHP adalah perbuatan yang berhubungan dengan nyawa orang atau perbuatan menyakiti tubuh orang. Apabila semua kewajiban dan perilaku tenaga kesehatan dalam melaksanakan pelayanan medis tidak menyimpang dari tata kelakuan yang ditetapkan oleh kode etik profesinya, serta kewajiban secara administrasi telah terpenuhi, maka dokter bersangkutan yang diduga melakukan malapraktik tidak dapat dituntut di hadapan Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK). Pertanggungjawaban tenaga kesehatan menurut hukum pidana harus dilihat dari perbuatannya terlebih dulu. Sesuai Pasal 50 dan Pasal 51 ayat (1) dan (2) KUHP, tenaga kesehatan yang melaksanakan undang-undang sesuai kode etik profesi dan melaksanakan perintah jabatan maka tidak dapat dipidana, alasan tersebut menjadi dasar untuk menghapus pidana perbuatan dokter atau tenaga kesehatan.Kata Kunci : Penghapusan Pidana Malapraktik dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (Studi Kasus Perkawinan Dini di Desa Kendayakan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu) Maulia, Tyssa; Indriyati, Rosalia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v4i1.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak di Desa Kendayakan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu. Penelitian Kualitatif ini dilaksanakan di Desa Kendayakan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu. Prosedur yang dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triagulasi sumber dan triagulasi teknik. Subjek penelitian 10 (Sepuluh) orang terdiri dari 1 Kepala KUA Kecamatan Terisi, 1 Kepala Desa, 1 Wali Nikah, 6 Pasangan Menikah, 1 Orang Tua pasangan yang menikah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak No.35 Tahun 2014 belum terimplementasikan dengan baik karena pemahaman masyarakat Desa Kendayakan mengenai ketentuan usia pernikahan sangat beragam. Mayoritas mereka berpendapat bahwa usia perkawinan adalah ketika anak-anak sudah mencapai baligh yang mengatakan bahwa haid dan hamil merupakan bukti ke-baligh-an seorang wanita. Ada juga yang berpendapat antara usia 15-17 tahun. Mereka menganggap usia tersebut adalah usia siap menikah Pemahaman tersebut dipengaruhi oleh : (1) Mereka menganggap mengawinkan anak lebih cepat adalah lebih baik. (2) Agar cepat lepas tanggung jawab orang tua. Alasan ini biasanya lebih bersifat ekonomis. (3) Pelaksanaan Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik. (4) Keberadaan kitab-kitab fiqih klasik masih menjadi rujukan dan pedoman kuat bagi masyarakat. Masyarakat memahami bahwa pernikahan atau menikahkan anak (diusia anak anak) merupakan salah satu bentuk perlindungan orang tua terhadap anak, dan Undang-Undang Perlindungan Anak ada untuk melindungi anak dari tindakan kekerasan, akan tetapi masyarakat juga tidak setuju jika Undang-Undang tersebut untuk mencegah pernikahan di usia anak-anak.Kata Kunci: Implementasi, Undang-Undang No. 35 Tahun 2014, dan Perlindungan Anak
PERANAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (UPTD PPA) DALAM PENDAMPINGAN KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI KABUPATEN BANTUL) Furi, Viezna Leana; Indriyati, Rosalia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1168

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang peran unit pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan dan anak (UPTD PPA) dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bantul. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh UPTD PPA dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data, observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data yang lengkap dan detail. Subjek penelitian ini adalah : (1) kepala UPTD PPA, (2) konselor hukum, dan (3) konselor psikologi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data induktif. Pemeriksaan keabsahaan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) peran UPTD PPA dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan yaitu : a) peran dalam menangani perempuan korban kekerasan, b) pendampingan pemulihan kesehatan perempuan korban kekerasan, c) pendampingan psikologi perempuan korban kekerasan, d) pendampingan hukum perempuan korban kekerasan, e) peran dalam psikoedukasi dilingkungan perempuan korban kekerasan, dan f) peran dalam rehabilitasi sosial perempuan korban kekerasan. (2) kendala yang dihadapi oleh UPTD PPA yaitu kurangnya sumber daya manusia di UPTD PPA Kabupaten Bantul yaitu konselor psikologi laki-laki dan korban kekerasan yang tidak ingin melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya. Kata Kunci : UPTD PPA, Pendampingan Korban Kekerasan, Perempuan Abstract This study aims to describe and analyze the role of the Technical Implementation unit protection of women and children (UPTD PPA) in assisting victims of violence against women in Bantul Regency. In addition, this study aims to describe the constraints faced by UPTD PPA in assisting victims of violence against women in Bantul Regency. The research used descriptive qualitative method which is considered appropriate to describe an phenomenon. That occurs researchers collect data, observations, interviews and document to get complete and detail data. The subjects of this study were : (1) the head of the UPTD PPA, (2) the legal counselor, and (3) psychology counselor. Data analysis was performed using inductive data analysis techiques. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The result of the research are : (1) the role of UPTD PPA in assisting victims of violence against women namely : a) role in dealing with women victims of violence, b) assistance in restoring women health victims ofviolence, c) psychological assistance for women victims of violence, d) legal assistance for women victims of violence, e) the role of psychoeducation in the environment of women victims of violence, and f) the role in social rehabilitation of women victims of violence. (2) The obstacles faced by UPTD PPA is the lack of human resources in UPTD PPA Bantul namely male psychology counselor and victims of violence who do not want to report cases of violence experienced by women victims of violence. Keywords: UPTD PPA, Assisting of Violence, Women.
PERANAN KONGREGASI AMALKASIH DARAH MULIA TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI GOMBONG Rosalia Indriyati Saptaningsih, Elisabet Marta Bili Lete
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v3i1.511

Abstract

ABSTRAKElisabet Marta Bili Lete Peranan Kongregasi Amalkasih Darah Mulia terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Gombong. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta, Agustus 2015.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Kongregasi Amalkasih Darah Mulia terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Gombong.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tempat penelitian diadakan di Yayasan Sosial seraphine tempat bermisi kegiatan pemberdayaan masyarakat di Gombong-Jawa Tengah. Subjek penelitian terdiri dari enam (6) nara sumber yaitu: 2 suster, 2 karyawan dan 2 warga masyarakat di Gombong. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data atau meringkas data yang diperoleh, kemudian dengan menyajikan data yang mempunyai hubungan dengan judul. Keabsahan data menggunakan trianggulasi dengan cara menguji pemahaman yang didapat pada metode wawancara dan observasi.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peranan kongregasi Amalkasih Darah mulia terhadap pemberdayaan Masyarakat di Gombong adalah sangat membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha micro demi pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga. Mendidik mereka untuk menjadi orang yang mandiri dalam usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Membentuk sikap tanggungjawab dan karakter solidaritas, kerjasama dan peduli pada sesama. Perbaikan sistem dan personalia agar terbentuk regenerasi sehingga misi pelayanan dan pengabdian pada masyarakat terwujud. Kata Kunci: Peranan Kongregasi dan Pemberdayaan Masyarakat. ABSTRACTElisabet Marta Bili Lete. The role of the Precious Blood Amalkasih Congregation towards Community Empowerment in Gombong.The Faculty of Teacher Training and Education PGRI University of Yogyakarta, August 2015. This research method using descriptive qualitative research methods. It was conducted at the Seraphine Social Foundation mission, a community development activities in gombong. Subjects consisted of six speakers: two sisters, two employees and two communities. Data collection techniques used include: observation, interviews, documentation. Data analysis techniques by reducing the data or summarize data, then the present the data that had a relationship with the title. The validity of the data using triangulation by testing the understanding obtained in interviews and observation methods. The study concluded that the roles of charity precious Blood Amalkasih Congregation on the empowerment of communities in Gombong were is really helping people to develop micro enterprises for the sake of economic needs of the household. Educate them to become independent in business and developing their potentials. To create a responsibility attitude and solidarity character, coordition, and care of each other. Improvement of the system and personnel in order to form regeneration so that the service mission and community empowerment can be reached.  Keywords: Role of the Congregation and Community Empowerment
ANALISIS PENGGUNAAN SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN PPKn TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SMA N 1 SRANDAKAN BANTUL TAHUN 2020 Wicaksono, Ardian
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1163

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk analisis penggunaan Schoology pada Mata Pelajaran PPKn terhadap minat belajar siswa di SMA Negeri 1 Srandakan Bantul Tahun 2020. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Srandakan pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah : (1) satu orang Kepala Sekolah SMA N 1 Srandakan Bantul (2) satu orang Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (3) Siswa SMA N 1 Srandakan sejumlah 8 orang. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemerikasaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Schoology memiliki kemudahan dalam mengatur administrasi pembelajaran siswa di SMA Negeri 1 Srandakan karena siswa dapat presensi, mendapat materi hingga evaluasi di Schoology; (2) Schoology dapat mengendalikan minat belajar siswa dalam aspek preventif dengan cara kegiatan belajar menyenangkan, persuasif dengan cara membujuk melalui fitur massages, dan represif dengan cara didatangi rumahnya berdasarkan informasi yang disajikan dalam aplikasi tersebut; (3) Schoology memiliki tampilan seperti media sosial Facebook ditandai warna dasar yang sama yaitu biru dan putih serta menu yang identik; (4) Schoology memiliki keunggulan untuk diskusi pada pembelajaran daring, siswa dapat berdiskusi kelompok dengan guru sebagai pemantik materi dalam fitur Groups; (5) Schoology mengakomodasi aneka macam media pembelajaran antara lain media gambar visual, audio, dan audio visual atau video. Kata Kunci: Schoology, PPKn, Minat Belajar Siswa Abstract The research aims to analyze the use of Schoology in PPKn Subjects on student interest in learning at SMA Negeri 1 Srangkan Bantul in 2020. This research was conducted at SMA Negeri 1 Srangkan from July to August 2020. This study used a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews and documentation. The subjects of this study were: (1) one principal of SMA N 1 Srangkan Bantul (2) one teacher of Pancasila and Citizenship Education (3) 8 students of SMA N 1 Srangkan. Data analysis techniques through data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data validity was checked by data triangulation. The results of this study are: (1) Schoology has the convenience of managing the administration of student learning at SMA Negeri 1 Srangkan because students get presence, receive material and evaluation in Schoology; (2) Schoology can control student interest in preventive aspects by means of fun, persuasive learning activities by persuading through massages, and repressive features by visiting their house based on the information presented in the application; (3) Schoology has a display similar to Facebook's social media marked with the same basic colors, namely blue and white and identical menus; (4) Schoology has the advantage of discussions on online learning, students can have group discussions with the teacher as material triggers in the Groups feature; (5) Schoology accommodates various kinds of learning media, including visual images, audio, and audio-visual or video media. Keywords: Schoology, PPKn, Student Learning Interest
IMPLEMENTASI NILAI TOLERANSI TERHADAP MAHASISWA LINTAS KEYAKINAN PADA PERGURUAN TINGGI DI YOGYAKARTA Hasanah, Nur
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v3i1.506

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai toleransi terhadap mahasiswa lintas keyakinan pada perguruan tinggi di Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma, Universitas Janabadra, Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari responden terdiri dari Mahasiswa lintas keyakinan dan penanggungjawab bidang kemahasiswaan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deduktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifiaksi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Implementasi nilai toleransi terhadap mahasiswa lintas keyakinan pada perguruan tinggi di Yogyakarta diwujudkan melalui beberapa aspek, diantaranya, interaksi antar mahasiswa, kegiatan kemahasiswaan, bidang akademik, dan kebijakan yang diberikan perguruan tinggi terhadap mahasiswa lintas keyakinan. Sikap saling mengahargai, terbuka dan adil, menjadi kunci suksesnya implementasi nilai toleransi terhadap mahasiswa lintas keyakinan pada perguruan tinggi. Perguruan tinggi memperlakukan mahasiswa lintas keyakinan dengan perilaku dan ketentuan yang sama, tidak ada yang di khususkan dan semua terlaksana secara objektif sehingga tidak timbul rasa diistimewakan antar satu dengan lainnya yang dapat menimbulkan sikap pro kontra di kalangan mahasiswa. Adanya pengembangan nilai toleransi pada lingkungan perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa beragam latar belakang dan keyakinan dapat menjadi sarana dan pembelajaran terbentuknya sikap toleran. Perwujudan nilai toleransi terhadap mahasiswa lintas keyakinan dilaksanakan dengan baik, ditunjukan dengan tidak ditemukannya hambatan dalam hubungan antar mahasiswa serta perguruan tinggi terhadap mahasiswa dalam menjalankan kebijakannya. Kesimpulan yang menonjol berdasarkan hasil penelitian dan uraian tersebut ialah tidak ditemukannya perilaku dan kegiatan yang mengarah pada intoleransi, sehingga lingkungan perguruan tinggi berjalan dengan damai dan tentram tidak terjadi perpecahan antar mahasiswa lintas keyakinan. Kata Kunci : Toleransi, Mahasiswa Lintas Keyakinan, Perguruan Tinggi AbstractThe research is to analyze the implementation of tolerant value between university students who have belief at universities of Yogyakarta.The research was done at Sanata Dharma University, Janabadra University, PGRI Yogyakarta University and Sarjanawiyata Tamansiswa University. This is a descriptive qualitative research. The data were collected from the university stundents who share different beloef and the student chancellor. To collect the data, the techniques used were observation, interview, and documentation. The deductive method were employed in analyzing the data that includedseveral steps : data reduction, data presentation, and verrification.The result shows that the implementaion of tolerant value is embodied in several aspects such as the interaction between students. The students activities, the studies progam, and the policies given by the universityto the students who have different belief. Respecting each other, being open and just are the key succes of the implementation of the tolerant value betwen the students who share different belief. The university should be just ; There is no discrimination and all should be objectively done so that there is no senseof privilage between one another that can lead to pro contra among students. The improvement of tolerance value in the universities where the student have varius backgrounds and beliefs can be the tool and learning to bulid the tolerant values. The realization at the tolerant value between the stundents are done well, hown by there is no obstruction in the interaction betwen the students or the unvercities to the students in implementing their policy. The researcher concludes the there is no intolerance so universities enviroutments are in piece; the reseacher didn’t found any conflict between the students.  Key Words : Tolerance, students across beliefs, university
PEMENUHAN LAYANAN PEMBELAJARAN BAGI SISWA PENGHAYAT KEPERCAYAAN DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANTUL Putri, Ulfhia; Pringgowijoyo, Yitno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v4i1.883

Abstract

Penulisan penelitian ini yang pertama bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemerintah tentang pendidikan keagamaan bagi Penghayat Kepercayaan. Kedua ingin mengetahui pelaksanaan pemenuhan layanan pembelajaran pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan di wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul. Penelitian ini dilakukan di satuan pendidikan atau sekolah yang berada di wilayah Dinas Penidikan Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan penedekatan kualitatif, sebagaimana prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari narasumber yang diamati. Pendekatan ini diharapkan mampu menyesuaikan realita di lapangan dengan teknil mengumpulkan data secara langsung di lapangan melalui dokumen, wawancara, observasi dan kajian pustaka. Analisis data tahap berikutnya dari pengumpulan data kemudian reduksidata, penyajian data dan terakir yaitu penarikan kesimpulan. Subjek yang diteliti adalah 3 narasumer yaitu 1 Guru Penghayat Kepercayaan dan 2 siswa Penghayat Kepercayaan. Hasil dari penelitian ini bahwa kebijakan pemerintah tentang pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan. Kebijakan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Pada Satuan Pendidikan dan pelaksanaan pemenuhan layanan pembelajaran pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan di wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul tepatnya berlokasi di SMK Negeri 1 Kasihan, belum sepenuhnya terpenuhi layanan pembelajaran pendidikannya.Kata Kunci : Layanan pembelajaran, Penghayat Kepercayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul
REAKTUALISASI IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN INTEGRATIF DI SEKOLAH DALAM MENGANTISIPASI DEGRADASI MORAL Rahim, Abdul
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v4i1.929

Abstract

AbstrakReaktualisasi Implementasi Sistem Pendidikan Integratif di Sekolah dalam Mengantisipasi Degradasi Moral ini bertujuan untuk memaparkan strategi dalam mereaktualisasi pelaksanaan sistem pendidikan yang terintegratif di sekolah untuk mengantisipasi degradasi moral. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data digunakan teknik literatur, wawancara dan observasi. Metode analisis data digunakan metode deduktif. Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan masalah reaktualisasi implementasi sistem pendidikan di sekolah dalam mengantisipasi degradasi moral adalah perlunya penyegaran kembali pelaksanaan sistem pendidikan di sekolah dengan membangun komitmen bersama seluruh stakeholder pendidikan untuk melaksanakan berbagai strategi. Strategi yang dapat ditempuh antara lain (1) penguasan sistem dalam budaya sekolah, dengan membangun budaya sekolah yang terfokus pada peningkatan moral, pembuatan slogan yang mengacu pada peningkatan moral, mapun membuat banner; (2) penguatan penguatan ESQ, EQ dan Pembiasaan seperti pemberian waktu yang longgar untuk melaksanakan ibadah bersama membangun warung kejujuran, serta (3) perubahan indoktrinasi kepada pembelajaran tidak langsung, dengan berbagai strategi pembelajaran yang mengarah pada pembentukan nilai sikap yang dilandasi oleh moral reasioning.Kata kunci: Reaktualisasi, Sistem Pendidikan, Degradasi Moral
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PPKn DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BRAIN BASED LEARNING SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 16 REJANG LEBONG BENGKULU TAHUN AJARAN 2019/2020 Sakti, Rizki Oktiana; Hartanto, Supri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1171

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan prestasi belajar PPKn dengan menggunkan model Brain Based Learning Kelas VII B SMP Negeri 16 Rejang Lebong Bengkulu Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian dilakukan di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu pada tahun pelajaran 2019/2020 di Kelas VII B dengan jumlah 26 siswa (Laki-laki 11 dan Perempuan 15). Penelitian Tindakan Kelas ini menggunkan siklus model Kermmis dan Mc Taggart yaitu rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes evaluasi, wawancara, dokumentasi. Teknik Analisi Data menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu terjadi peningkatan prestasi belajar dari pra siklus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 16 Rejang Lebong Bengkulu dengan menggunakan model Brain Based Learninghasil jumlah perhitungan pra siklus dengan persentase ketuntasan sebesar 50,00%, pada siklus I mengalami peningkatan tuntas dengan persentase 57,69%, dan pada siklus II mengalami kenaikan kembali dengan presentase 65,38%. Sesuai dengan KKM 70 dan Indikator keberhasilan 60% dengan hasil yang diperoleh di siklus II maka, Penelitian Tindakan Kelas ini dihentikan karena prestasi belajar siswa meningkat dan sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Kata Kunci : Prestasi Belajar, PPKn Brain Based Learning Abstract This Classroom Action Research aims to determine efforts to improve PPKn learning achievement by using the Class VII B Brain Based Learning model of SMP Negeri 16 Rejang Lebong Bengkulu for the 2019/2020 academic year. The research was conducted in Rejang Lebong Bengkulu Regency in the 2019/2020 school year in Class VII B with a total of 26 students (male 11 and female 15). This Classroom Action Research uses the Kermmis and Mc Taggart model cycle, namely planning, acting, observing and reflecting. Data collection was carried out by observation, evaluation tests, interviews, documentation. The data analysis technique used quantitative descriptive, namely an increase in learning achievement from the pre-cycle. The results of the study concluded that efforts to improve student achievement in class VII B SMP Negeri 16 Rejang Lebong Bengkulu using the Brain Based Learningmodel resulted in the number of pre-cycle calculations with a completeness percentage of 50.00%, in the first cycle experienced an increase in completeness with a percentage of 57.69% , and in the second cycle it increased again with a percentage of 65.38%. In accordance with KKM 70 and success indicators of 60% with the results obtained in cycle II, this Classroom Action Research was stopped because student learning achievement had increased and had reached predetermined success indicators. Keywords: Learning Achievement, PPKn Brain Based Learning
PERANAN YAYASAN ANNISA SWASTI (YASANTI) DALAM UPAYA PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN BURUH GENDONG PEREMPUAN DI PASAR BERINGHARJO YOGYAKARTA Rosalia Indriyati Saptaningsih, Widya Astuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL KEWARGANEGARAAN
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v3i1.512

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Yasanti dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan buruh gendong perempuan di Pasar Beringharjo Yogyakarta.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun tempat penelitian diadakan di Yayasan Annisa Swasti dan Pasar Beringharjo Yogyakarta. Waktu penelitian diadakan pada bulan Februari 2014 sampai April 2014. Data dan sumber data diperoleh melalui dokumentasi mengenai profil, arsip Yasanti dan wawancara terhadap tiga pengurus dan pengelola Yasanti, satu karyawan Dinas Pengelola Pasar, satu konsumen, pedagang dan sembilan buruh gendong. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data yang mempunyai hubungan dengan judul. Keabsahan data menggunakan trianggulasi dengan cara menguji pemahaman yang didapat pada metode wawancara dan observasi.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Peranan Yasanti dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan buruh gendong perempuan melalui berbagai kegiatan sosial di bidang ekonomi, sosial budaya dan politik. Kegiatan ekonomi yang di berikan oleh Yasanti untuk buruh gendong perempuan meliputi simpan pinjam, usaha alternatif yang berkaitan dengan pemberian modal usaha dan pendampingan usaha, kunjungan dan konsultasi,evaluasi serta koperasi. Kegiatan di bidang sosial budaya untuk buruh gendong yakni seperti Pengajian Minggu Pon, belajar membaca, pemeriksaan kesehatan, pendidikan dan penyadaran, Pemberdayaan hak dan keguyupan. Kegiatan di bidang politik yang diberikan oleh Yasanti adalah Yasanti hanya mendorong dan memotivasi para buruh gendong agar mampu dan mandiri dalam menentukan apa yang akan menjadi pilihan hidup mereka dan berani memperjuangkan haknya. Hal tersebut dapat memberikan perubahan pola pikir dan kehidupan buruh gendong perempuan kearah kualitas hidup baik secara ekonomi, sosial dan politik yang lebih baik. Kata Kunci : Peranan Yasanti, perlindungan dan pemberdayaan, dan buruh gendong perempuan ABSTRACTThe aim of this research is to know the lead of Establishment Annisa Swasti (YASANTI) in the expedient of protection and empowerment the work woman of carry o’s back in Beringharjo Market of Yogyakarta.The method of the research is using descriptive and kualitative method. As to the place of the research is in Establishment Annisa Swasti and Beringharjo Market of Yogyakarta. The time of the research on February 2014 to April 2014. The data and the source of data can get by using documentation about the profile, archive of Yasanti and interview to the three excecutors and manager of Yasanti, the staff of the excecutor of the Market, the consument, the seller, and nine the work woman of carry o’s back. The technics to gathering of data are use : observation, interview, documentation. The analysis technics of data use the way of triangulation by to test (examine) of understanding which are get on the interview method and observationThe conclution that the lead of Yasanti in the protection and empowerment of the work woman of carry o’s back in Beringharjo Market of Yogyakarta through various activities in the fields of economic, social, cultural and political. Economic activity that is given to the work woman of carry o’s back include the savings and loan, alternative business relating to the provision of venture capital and business assistance, visits and consultations, evaluation and co-operatives. Social and cultural activities in the field to carry worker’s Pon Sunday that such recitation, learning to read, health screening, education and awareness, empowerment and rights keguyupan. Activities in the field of politics is to encourage and motivate the worker’s to be able to carry and self-sufficient in determining what will be their life choices and brave fight for their rights. It can provide a change of mindset and lives of worker’s towards the quality of life of the woker’s woman carry o’s back both economic, social and political culture better. Keywords: The Lead of Yasanti, Protection and the empowerment, and theworker’s woman carry o’s back

Page 1 of 3 | Total Record : 30