cover
Contact Name
Arham Rusli
Contact Email
a_rusli06@yahoo.com
Phone
+624102312704
Journal Mail Official
agrokompleksjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Poros Makassar-Parepare Km. 83 Mandalle, Kab. Pangkajene dan Kepulauan, Prop. Sulawesi Selatan, 90652
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Agrokompleks
ISSN : 1412811X     EISSN : 27752321     DOI : http://doi.org/10.51978/
Core Subject : Agriculture,
Agrokompleks merupakan jurnal ilmiah kedua yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Ruang lingkup artikel yang dimuat pada jurnal ini meliputi bidang pertanian secara umum meliputi; teknologi pertanian, teknologi perikanan, teknologi peternakan, dan agribisnis. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan Januari dan Juli
Articles 69 Documents
Pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) pada berbagai konsentrasi pupuk urin sapi Halid, Erna; Mutalib, Abdul; Sufyan, Sufyan
Agrokompleks Vol 19 No 2 (2019): Agrokompleks Edisi Juni
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi kakao dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti penggunaan bibit unggul, aplikasi pupuk yang tepat, pemakaian zat pengatur tumbuh dan perbaikan cara bercocok tanam. Salah satu jenis pupuk yang dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan tersebut adalah pupuk organik. Urin sapi merupakan salah satu alternatif pupuk organik yang dapat digunakan dalam pemeliharaan tanaman kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kakao pada pemberian berbagai konsentrasi pupuk urin sapi. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan. Penelitian dirancang berdasarkan rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan yaitu: 25 cc urin sapi/liter air, 50 cc/liter air, 75 cc/liter air, 100 cc/liter air dan tanpa pemberian urin sapi sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk urin sapi sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao dan konsentrasi 75 cc/liter air sampai 100 cc/liter air menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan laju fotosistesis tanaman kakao tertinggi.
Karakteristik dan pengaruh faktor-faktor produksi terhadap volume hasil produksi pada industri pengolahan hasil perkebunan di Kabupaten Kepulauan Selayar Laylah, Nur
Agrokompleks Vol 19 No 2 (2019): Agrokompleks Edisi Juni
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik industri, elastisitas produksi dan pengaruh masing-masing faktor produksi terhadap volume hasil produksi pada industri pengolahan hasil perkebunan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Penggambaran karakteristik industri pengolahan hasil perkebunan dianalisis secara deskriptif, sedangkan pengukuran elastisitas produksi, tingkat skala hasil dan pengaruh faktor produksi terhadap volume hasil produksi menggunakan analisis kuantitatif dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ciri industri pengolahan hasil perkebunan merupakan industri kecil, sebagian besarnya dikelola secara informal dengan menggunakan peralatan produksi yang relatif sederhana dan jangkauan pemasarannya yang masih terbatas. Jumlah elastisitas faktor-faktor produksi mencerminkan tingkat skala hasil yang meningkat kecuali pada industri kopra tingkat skala hasilnya menurun. Rasio nilai produksi marginal dengan harga masing-masing faktor produksi mengindikasikan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi belum berjalan secara efisien. Oleh karena itu, untuk mencapai penggunaan faktor produksi yang efisien perlu dilakukan realokasi.
Hasil tangkapan bubu pada terumbu karang alami dan terumbu karang buatan di Perairan Barru Kabupaten Barru Suaib, Syatir; Salman, Salman
Agrokompleks Vol 19 No 2 (2019): Agrokompleks Edisi Juni
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengganti daerah-daerah karang yang telah rusak dilakukan langkah-langkah penanggulangan dengan membuat karang buatan. Keberhasilan suatu karang buatan ditentukan oleh struktur ukuran dan jumlah ikan yang menghuni terumbu tersebut. Penelitian ini telah dilaksananakan dari bulan (Mei-Juli 2018 pemasangan terumbu buatan, Agustus-November 2018 pengeoperasian alat tangkap bubu).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah terumbu karang tersebut layak digunakan, dengan melakukan analisis hasil tangkapan bubu dasar pada terumbu karang alami dan terumbu karang buatan.Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus pada terumbu karang alami dan terumbu karang buatan berdasarkan pengamatan langsung di lapangan dengan cara menganalisis hasil tangkapan yang dominan antara terumbu karang alami dengan terumbu karang buatan dilihat dari jumlah dan struktur ukuran populasi. Pada terumbu karang alami dan buatan dipasang alat tangkap bubu dasar masing-masing 2 unit. Hasil penelitian menunjukkan tiga struktur ukuran yaitu; ukuran kecil, sedang dan besar dengan rincian sebagai berikut; ukuran kecil 9,00-17,66 cm, ukuran sedang 17,66-26,33 cm dan ukuran besar 26,33-35,00 cm ang diperoleh dari hasil tangkapan pada dua jenis terumbu yaitu terumbu karang asli dan terumbu karang buatan. Hasil Tangkapan pada terumbu karang asli diperoleh ukuran kecil 49 ekor, ukuran sedang 33 ekor dan ukuran besar 17 ekor. Pada terumbu karang buatan diperoleh ukuran kecil 2 ekor, ukuran sedang 4 ekor dan ukuran besar 3 ekor.
Introduksi teknologi atraktor cumi-cumi untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan tradisional Rauf, Abdul
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan cumi-cumi di Kabupaten Pangkep, khususnya di Kecamatan Tupabbiring, Desa Mattirodeceng dan Mattirobone saat ini masih menggunakan metodekompensional yaitu memancing dan mencari lokasi fishing ground dalam kegiatan penangkapannya sehingga hasilnya belum optimal dan sangat tergantung dengan musim. Olehnya itu diperlukan alat bantu penangkapan cumi-cumi yang dapat juga digunakan sebagai tempat memijah dan perlekatan telur. Tujuan kegiatan penelitian ini adalah (1) untuk mendesain alat bantu “atraktor cumi-cumi” sebagai inovasi baru dalam teknologi penangkapan cumi-cumi; (2). Untuk mengetahui efektivitas alat tersebut sebagai alat bantu dalam mengumpulkan cumi-cumi. Alat ini disamping berfungsi sebagai alat bantu penangkapan yang digunakan untuk mengumpulkan cumi-cumi, juga berfungsi sebagai tempat untuk melekatkan telur dan memijah. Dari aspek ekonomi alat ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan nelayan, sedangkan dari aspek ekologi dapat merestoking bibit cumi-cumi dalam jumlah besar untuk menjaminkeberlanjutan sumberdaya cumi-cumi di laut. Disamping itu, keistimewaan alat ini adalah dapat memperkecil biaya operasi penangkapan dan dapat dioperasikan sepanjang tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah mendesain suatu alat atraktor cumi-cumi yang terbuat dari pipa paralon yang dipadukan dengan jaring (waring) dan kain berwarna hitam dan daun nipah. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari tiga atraktor yang masing-masing dipasangi 3, 4 dan 5 atap nipah yang digantung dalam atraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik cumi-cumi lebih banyak ditemukan pada atraktor yang didalamnya terpasang 4 atap nipah dan masuk katagori efektif.
Deteksi potensi longsor di Kabupaten Sinjai dengan teknologi geospasial Muhlis, Muhlis; Muhtar, Muhtar
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi bencana alam tanah longsor yang terdapat di wilayah Kabupaten Sinjai umumnya terjadi pada wilayah dengan kemiringan topografi >45% dengan kondisi hutan yang sudah mengalami penggundulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran wilayah yang berpotensi rawan longsor dengan teknologi geospasial dan penyebab longsor di wilayah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan satuan lahan di wilayah Kabupaten Sinjai yang merupakan hasil overlay enam peta meliputi; (1) Peta status kawasan skala1:200.000 tahun 2012 (2) Peta bentuk lahan (SRTM), (3) Peta kemiringan lereng (data DEM) skala 1:250.000 tahun 2011, (4) Peta penggunaan lahan (hasil klasifikasi data citra satelit landsat ETM+8), (5) peta jenis tanah skala 1:200.000 tahun 2011 dan (6) peta iklim skala 1:250.000 tahun 2012. Variabel yang dikaji antara lain : (1) Kemiringan lereng, (2) Daya dukung tanah, kedalaman solum dan tekstur tanah, (3) Bahaya erosi tingkat kemiringan. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode interpretasi, dokumentasi, wawancara, pengamatan, dan ground truth. Metode analisis data yaitu melalui metode tumpang susun (overlay) peta-peta dan metode pengharkatan (skoring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang paling berpotensi rawan longsor terutama di Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Borong, Sinjai Tengah, Sinjai Selatan dan Sinjai Timur bagian utara serta sebagian Bulupoddo, sedangkan Kecamatan Sinjai Utara, Sebagian Bulupoddo dan Tellu Limpo termasuk wilayah yang relative rendah potensi longsornya. Penyebab utama longsor di Kabupaten Sinjai disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan, kemiringan lereng, sedangkan faktor lain adalah penggunaan tutupan lahan yang tidak sesuai dengan konsep evaluasi kesesuaian lahan.
Alasan peternak ayam ras petelur memilih pakan produksi lokal di Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan Rohani, St.; Rasyid, Ilham; Siregar, Ahmad Ramadhan; Aminawar, Muhammad; Darwis, Muhammad; Kurniawan, Muhammad Erik
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peternakan ayam ras petelur merupakan salah satu upaya dalam pemenuhan kebutuhan manusia akan protein hewani yang semakin meningkat. Salah satu faktor yang sering menjadi permasalahan pada usaha peternakan ayam ras petelur adalah ketersediaan bahan pakan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Tingginya harga pakan komersial mendorong peternak melakukan inovasi dengan cara menyusun pakan sendiri dengan menggunakan bahan pakan lokal yang tersedia sehingga kebutuhan pakan ayam ras petelur dapat terpenuhi baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan peternak ayam ras petelur memilih pakan produksi lokal. Penelitian dilaksanakan pada 5 kecamatan di Kabupaten Sidrap yang memiliki jumlah ternak ayam ras petelur terbesar yaitu Kecamatan Maritengngae (1.112.100 ekor), Kecamatan Kulo (990.600 ekor), Kecamatan Panca Rijang (826.500 ekor), Kecamatan Baranti (399.400 ekor), dan Kecamatan Panca Lautang (375.850 ekor). Sampel penelitian dari kecamatan dipilih 25 peternak sehingga keseluruhan sampel terpilih 125 peternak. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuisioner. Data dikumpulkan menggunakan skala likert pada setiap parameter yang diukur yaitu 1 = tidak setuju, 2 = kurang setuju, 3 = setuju dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan peternak ayam ras petelur memilih pakan produksi lokal di Kabupaten Sidrap berdasarkan harga pakan, ketersediaan pakan, kandungan nutrisi pakan, daya tahan pakan, warna pakan, aroma pakan, bentuk butiran, informasi pakan, dan desain kemasan pakan berada pada kategori setuju.
Analisis trend produksi, konsumsi, dan harga komoditas pangan strategis di Sulawesi Selatan Jam'an, Jam'an; Mardiyati, Sri; Ruliaty, Ruliaty
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trend pola produksi, konsumsi, dan harga komoditas pangan strategis. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis data adalah data sekunder dalam bentuk data deret waktu (time series). Analisis data adalah analisis regresi linier sederhana (analisis trend). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tahun 2008-2017 perkembangan produksi padi baik di Provinsi Sulawesi Selatan maupun Kabupaten Gowa memiliki trend yang sama, yakni meningkat masing-masing sebesar 215.430 ton dan 22.726 ton per tahun,sedangkan produksi jagung meningkat masing-masing sebesar 66.738 ton dan 17.384 ton per tahun. Pada periode tahun yang sama, trend konsumsi/kebutuhan padi di Sulawesi Selatan maupun Gowa memiliki trend meningkat sebesar 1.005,8 ton dan 2,81 ton per tahun. Sedangkan kebutuhan jagung meningkat masing-masing sebesar 574,29 ton dan 1,2 kuintal per tahun. Pada tahun 2016-2018, trend harga beras secara umum di wilayah Sulawesi Selatan mengalami trend kenaikan Rp 19,42per kilogram per bulan. Dalam kurun waktu yang sama, trend harga jagung dan kedelai di Gowa naik Rp 0,26(Rp 3.016,31/kg) dan Rp 0,2 (Rp 9.733,14/kg) per kilogram per bulan. Trend harga bawang merah di Sulawesi Selatan dan Gowa menurun Rp 518,92 (Rp 28.878,00/kg) dan Rp 9,89 (Rp 17.322,96/kg)per kilogram per bulan. Trend harga cabai merah mengalami kenaikan, baik di Sulawesi Selatan maupun di Gowa, yaituRp 78,73 (Rp 24.808,00/kg) dan 2,92 (Rp 26.661,50/kg) per kilogram per bulan. Harga pangan strategis secara umum di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan cenderung lebih stabil.
Identifikasi niche marketing produk jeroan sapi di Indonesia Tenrisanna, Vidyahwati; Asnawi, Aslina
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeroan sapi secara luas telah dikonsumsi pada berbagai kelompok masyarakat di Indonesia. Berbagai hidangan masakan tradisional menggunakan jeroan sapi sebagai bahan utama seperti coto makassar, sop saudara, rendang, pallubasa, dan soto. Kebutuhan jeroan sapi di Indonesia masih harus dicukupi dengan produk impor dimana produksi dalam negeri belum mencukupi. Selain itu, peningkatan harga daging sapi dari tahun ke tahun menyebabkan konsumen memilih beralih untuk membeli jeroan sapi. Hal ini merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh produsen dan pedagang. Penting untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat agar konsumen dapat membeli jeroan sapi dengan kuantitas, kualitas dan atribut yang mereka inginkan. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi niche marketing atau ceruk pasar jeroan sapi di Indonesia dengan melihat strategi yang dapat diterapkan oleh pedagang dalam menjual produk jeroan sapi. Studi literatur khususnya tentang pasokan jeroan sapi, konsumsi dan niche marketing jeroan sapi digunakan dalam studi ini. Studi ini menunjukkan bahwa untuk pemasaran jeroan sapi di Indonesia perlu melihat latar belakang sosial ekonomi konsumen, budaya makanan lokal, dan preferensi konsumen khususnya kualitas, harga dan jenis jeroan sapi yang diinginkan.
Analisis kinerja penyulingan minyak nilam sistem vakum terhadap jumlah bahan baku Sushanti, Gusni; Makkulawu, Andi Ridwan; Karma, Karma
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja alat penyulingan minyak nilam menggunakan sistem vakum terhadap jumlah bahan baku dengan membandingkan rendemen, laju distilat, jumlah bahan bakar yang digunakan, dan lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu dari proses penyulingan minyak nilam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancang Acak Lengkap yaitu jumlah bahan baku. Bahan baku yang digunakan berupa nilam kering. Penyulingan minyak nilam menggunakan kolom destilasi sistem vakum. Setiap kolom memiliki 3 perlakuan yaitu tanpa bahan baku, bahan baku 6 kg, dan bahan baku 7 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyulingan terbaik diperoleh dari penyulingan nilam 6 kg dengan rendemen, laju distilat dan konsumsi bahan bakar berturut-turut adalah 5,22%, 3359 ml dan 902.878,56 kJ.
Analisis risiko usahatani sawah tadah hujan berbasis perubahan iklim di Kabupaten Takalar Mardiyati, Sri; Natsir, Mohammad; Nailah, Nailah
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim memiliki risiko dan dampak paling rentan terhadap sektor pertanian khususnya pertanian lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat profitabilitas, risiko produksi, biaya, dan pendapatan pada usahatani padi sawah tadah hujan berbasis perubahan iklim. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Polombakeng Utara dan Polombakeng Selatan, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel secara purposif, yang berjumlah 147 petani responden. Data bersumber dari data primer dan sekunder. Analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis koefisien variasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kelayakan usahatani pola tanam I (padi – jagung) memiliki nilai RC ratio sebesar 3,83 dengan total pendapatan Rp 20.068.732,75 per hektar per tahun. Pada pola tanam II (padi – kacang hijau) memiliki nilai RC ratio sebesar 3,57 dengan total pendapatan Rp 17.635.048,16 per hektar per tahun. Pada pola tanam I, tingkat risiko biaya 15,47% dan risiko pendapatan 20,74%. Usahatani padi pola tanam I memiliki tingkat risiko produksi 9,76%, risiko biaya 19,24%, dan risiko pendapatan 21,87%. Untuk usahatani jagung memiliki tingkat risiko produksi 17,82%, risiko biaya 13,42%, dan risiko pendapatan 37,77%. Pada pola tanam II, tingkat risiko biaya 11,84% dan risiko pendapatan 16,4%. Usahatani padi pola tanam II memiliki tingkat risikoproduksi 10,68%, risiko biaya 15%, dan risiko pendapatan 20,69%. Untuk usahatani kacang hijau memiliki tingkat risiko produksi 11,55%, risiko biaya 9,81%, dan risiko pendapatan 25,93%. Profitabilitas dan tingkat risiko pola tanam I (padi – jagung) lebih tinggi dibandingkan dengan profitabilitas dan tingkat risiko pola tanam II (padi – kacang hijau).