cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur Terracotta
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 52 Documents
Kontekstualitas Dalam Perancangan Superblok Kepatihan, Kota Bandung Shofa, Azmi Nur
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i2.4015

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sosial seperti kemacetan yang ditimbulkan oleh mobilitas kota yang tinggi dapat menghambat efisiensi aktivitas di kota Bandung. Kemacetan mengakibatkan ruang publik kota semakin berkurang. Faktor penyebabnya adalah tingginya pertumbuhan penduduk akibat dari urbanisasi yang diprediksikan akan mencapai 60% pada 2025. Dalam aspek desain, pola tata fungsi kota yang terpisah-pisah merupakan salah satu faktor penyebabnya. Konsep superblok yang mengintegrasikan fungsi-fungsi berbeda dan menyediakan ruang publik menjadi solusi permasalahan tersebut. Penerapan konsep superblok di Kepatihan yang merupakan kawasan pusat kegiatan kota Bandung menjadi strategis untuk pengembangan kota berkelanjutan dengan konsep superblok. Perancangan superblok Kepatihan menggunakan pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip desain yang responsif sehingga perancangan superblok dapat mempertahankan identitas kota dan selaras dengan lingkungan sekitarnya.Kata kunci: superblok, pusat perbelanjaan, ruang publik.ABSTRACTSocial problems such as congestion caused by high city mobility can hamper the efficiency of activities in the city of Bandung. Congestion causes city public space to decrease. The contributing factor is the high population growth due to urbanization which is predicted to reach 60% in 2025. In the aspect of design, the pattern of urban functioning is one of the factors causing it. The superblock concept that integrates different functions and provides public space is the solution to the problem. The application of the superblock concept in Kepatihan, which is the center of Bandung's city activity, is strategic for developing sustainable cities with the superblock concept. The design of the Kepatihan superblock uses a contextual approach. The contextual approach is carried out by applying responsive design principles so that the design of the superblock can maintain the city's identity and be in harmony with the surrounding environment.Keywords: superblock, shopping center, public space.
Pengaruh Secondary Skin Fasade Bangunan Terhadap Kualitas Pencahayaan Alami Ruang Kerja Rahadian, Erwin Yuniar; Dwiastuti, Windi; Maretia, Nanda Annisa; Fitrian, Beri
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4688

Abstract

Pencahayaan merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam perancangan suatu ruang. Kenyamanan pencahayaan pada ruang kantor sebagai area kerja  sangat dibutuhkan sesuai standar SNI sebesar 350 lux, sehingga dapat menunjang aktivitas dan memiliki produktivitas kerja yang baik. Gedung Rektorat Unpad Jatinangor merupakan gedung yang terdiri dari empat lantai dengan fungsi utama sebagai gedung administrasi dalam bidang akademik untuk menunjang kegiatan kemahasiswaan. Gedung ini memiliki bentuk massa lingkaran dan menggunakan secondary skin pada fasad yang selain berfungsi dalam unsur estika bangunan, juga berfungsi untuk mereduksi paparan panas dan sinar matahari yang masuk pada bangunan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pencahayaan alami yang dipengaruh oleh penggunaan secondary skin. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengukuran langsung menggunakan luxmeter dan metode pengukuran dengan simulasi software ecotect. Hasil pengukuran langsung mengunakan luxmeter menunjukan kuat pencahayaan alami yang menghadap secondary skin lebih terang dibandingkan yang menghadap koridor sedangkan hasil pengukuran dengan simulasi software ecotect menunjukan kuat pencahayaan alami yang tidak menggunakan secondary skin intensitas cahayanya lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan secondary skin. Sehingga penerapan secondary skin pada facade bangunan tidak hanya untuk memenuhi unsur estetika dan perlindungan faktor iklim ekternal terhadap bangunan, namun harus juga memperhatikan dampak pencahayaan alami yang terjadi pada ruang dalam bangunan.
Photogrammetry dalam Perancangan: Pemetaan dan Pemodelan Kawasan Desa Wisata Dewi, Nitih Indra Komala
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4292

Abstract

Pemetaan kawasan dalam bentuk model yang terukur dengan memanfaatkan teknologi digital dapat mempermudah proses pencitraan kawasan Desa Wisata dan mempermudah dalam proses desain. Artikel mengkaji mengenai studi kelayakan pemodelan visual tiga dimensi (3D) berbasis foto pada lingkup kawasan dengan objek studi Kampung Wisata Rotan Galmantro, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Beberapa tahapan dilakukan dalam proses pemetaan kawasan ini, antara lain: (1) Tahap pertama melakukan persiapan sebelum proses pemodelan dilakukan, diantara mempersiapkan alat berupa drone dengan spesifikasi kamera 4K, pemilihan program yang akan digunakan untuk pemotretan, pemilihan teknik pengambilan foto, perencanaan cakupan luas wilayah pengukuran; (2) Tahap kedua melakukan proses pengecekan kondisi lapangan, kalibrasi drone sebelum penerbangan, pemotretan kawasan, pemeriksaan hasil pengambilan gambar, pengolahan foto udara menjadi data kawasan, kalibrasi ukuran dan pemodelan 3D. Hasil pemodelan tiga dimensi bagian dari kawasan Kampung Rotan Galmantro menggunakan teknologi photogrammetry memberikan hasil pemodelan visual tiga dimensi kawasan dengan akurasi yang baik, sesuai dengan kondisi eksisting tanpa harus membuat 3D model dari awal. Proses Perancangan menjadi lebih mudah dan efektif
Keberlanjutan Aktivitas Sehari-hari Pengunjung Alun-alun Ujung Berung Pasca Perubahan Desain Rentang Waktu tahun 2014 dan tahun 2017 Septianto, Eggi; Putri, Damayanti Damayanti; Syafitri, Amanda Rahmalia; Haj, Ading Amirul; Karmelia, Annisa
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i3.3230

Abstract

AbstrakPada tahun 2014 dilakukan revitalisasi dengan membuat perubahan fisik di hampir seluruh bagian alun-alun Ujung Berung. Perubahan desain ini membuat wajah fisik dan menciptakan bentukan ruang-ruang baru di beberapa lokasi. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi terhadap aktivitas pengunjung sehari-hari setelah terjadi perubahan desain alun-alun  di tahun 2014. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan studi litelatur juga wawancara terkait kondisi dan gambaran aktivitas alun-alun Ujung Berung sebelum revitalisasi (2014), lalu membuat identifikasi pada aktivitas pengunjung selama 1(satu)  minggu di waktu pagi, siang, sore dan malam hari setiap harinya juga mengukur dimensi ruang dan sarana penunjang di alun-alun Ujung Berung. Selanjutnya proses analisis dilakukan untuk identifikasi terpenuhinya kebutuhan aktivitas masyarakat dalam ruang-ruang hasil desain baru setelah revitalisasi dengan cara disesuaikan berdasarkan standar aktivitas ruang dan aktivitas yang ada. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagaimana sebuah desain alun-alun yang baik sebagai ruang publik suatu kawasan yang tetap dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari masyarakat.Kata kunci: alun-alun, aktivitas, desain, ruang publik.  AbstractIn 2014, revitalization was carried out by making physical changes in almost all parts of the Ujung Berung square. This design change creates a physical form and creates the formation of new spaces in several locations. This study aims to identify the activities of daily visitors after a change in the design of the Alun-alun in 2014. The method used in this research is to conduct literature studies as well as interviews related to the conditions and description of the Alun-alun Ujung Berung activity before revitalization (2014), then make identification on visitor activities for 1 (one) week in the morning, afternoon, evening and night each day also measure the dimensions of space and supporting facilities in the Ujung Berung square. Furthermore, the analysis process is carried out to identify the fulfillment of the needs of community activities in the newly Alun-alun designed after the revitalization by adjusting them based on the existing standard of spatial activities and current activities. The results of this study can be used as a reference for how a good plaza design can be used as a public space for an area that can still be used for people's daily activities.Keywords: square, activity, design, public space
Koridor Jl. R.E. Martadinata ditinjau dari Kelengkapan Elemen, Ukuran, Peletakan dan Material Jalur Pedestrian Hasim, Irfan Sabarilah; Budi, Annisa Tresna; Prabandani, Dearesti Ozadita; Suhendro, Rika Amalia
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i1.3360

Abstract

ABSTRAK Jalur pedestrian merupakan salah satu elemen dari kota yang sangat penting dalam menunjang aktifitas perkotaan yang sehat dan berkelanjutan. Banyak jalur pedestrian pada jalan-jalan utama Kota Bandung sedang diperbaiki, salah satunya adalah jalur pedestrian di Jl. R.E.Martadinata. Sebagai sebuah ruang publik, jalur pedestrian Jl. R.E. Martadinata harus bisa diakses oleh semua kalangan dengan baik dan aman. Jalur pedestrian yang baik harus mempunyai elemen-elemen yang baik dan menunjang aktifitas pejalan dan rancanganya harus sesuai dengan standar-standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan pedestrian berdasarkan kelengkapan elemen, standar ukuran, peletakan dan jenis material melalui metode survey dan studi pustaka. Metode survey digunakan untuk mengamati dan mengukur obyek penelitian sementara studi pustaka untuk mencari teori yang sesuai yang akan digunakan untuk mengkaji obyek penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Koridor Jl. R.E. Martadinata sudah memiliki kelengkapan elemen material dan pendukung jalur pedestrian dan sebagian besar sudah memenuhi standar, ukuran, peletakan dan jenis material yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Kata Kunci :Jalur Pedestrian,Koridor, Jalan, R.E.Martadinata
Kontekstualisme Elemen Fasad Hotel Ibis Styles Braga Terhadap Fasad Bangunan Eks Bank Denis Sihombing, Reza Phalevi
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4405

Abstract

Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak kawasan bersejarah, dengan salah satu kawasannya yaitu Jalan Braga. Kehadiran bangunan baru di kawasan ini menjadi perhatian khusus bagaimana desain olahan fasad  yang akan diterapkan pada fasad bangunannya. Pada studi ini akan membahas bagaimana usaha bangunan baru dalam mendesain fasad bangunan sehingga dapat mengaitkan diri dengan fasad bangunan di lingkungan sekitarnya. Dengan menggunakan metoda deskriptif kualitatif dan metoda kuantitatif, penelitian ini akan meninjau desain elemen fasad Hotel Ibis Styles Braga terhadap bangunan eks Bank Denis yang merupakan bangunan cagar budaya. Karena bangunan cagar budaya dapat dijadikan tolak ukur desain untuk bangunan. Studi literatur digunakan untuk membandingkan antara teori arsitektur kontekstual, dengan teori elemen fasad. Hasil studi secara kualitatif memperlihatkan adanya keterkaitan elemen fasad pada bangunan Hotel Ibis Styles Braga terhadap bangunan Eks Bank Denis, namun secara kuantitatif terdapat perbedaan ukuran proporsi terhadap bentuk dari elemen fasad tersebut. Secara kontekstual, bangunan Hotel Ibis Styles Braga memiliki pendekatan konsep selaras dengan bangunan eks bank denis.
Koridor Karangwangi Sebagai ‘Main Street’ Kota Cirebon Indrayana, Yoyon
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i3.4106

Abstract

AbstrakKoridor Karangwangi adalah salah satu Jalan protokol di kota Cirebon,yang merupakan gabungan dari 2(dua) ruas Jalan , yaitu Jalan Karanggetas dan Jalan Siliwangi. Koridor Karangwangi memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan peran yang sangat penting bagi kota Cirebon. Melihat sejarah yang dimiliki Koridor Karangwangi, ini dapat mejadi potensi yang sangat menarik untuk pengembangan ‘Main Street’ pada koridor Jalan dimaksud. Adanya folklore atau mitos pada koridor Karangwangi menjadikan koridor Karangwangi ini selalu berada dalam benak sebagian besar warga kota Cirebon khususnya. Koridor Karangwangi merupakan koridor utama yang bisa memberikan kesan pertama bagi pengguna Jalan atau pendatang dari luar kota saat memasuki kota Cirebon. Dengan demikian koridor ini semestinya menjadi ‘landmark’ yang memberikan informasi dan kesan yang baik tentang kota cirebon. Dengan kata lain koridor ini berpeluang untuk menjadi ‘Main Street’, simbol atau identitas bagi kota Cirebon.Pada era globalisasi seperti saat ini, adanya main street sebagai identitas kota atau citra kota dapat berfungsi sebagai penambah daya tarik wisata bagi kota. Main street menjadi sesuatu yang penting untuk memperkuat identitas dan wajah kota sehingga membuat kota tersebut menarik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.Kata kunci: koridor karangwangi, landmark, main street, identitas kota, wisata AbstraCTThe Karangwangi Corridor is one of the protocol roads in the city of Cirebon, which is a combination of 2 (two) roads, namely Jalan Karanggetas and Jalan Siliwangi. The Karangwangi Corridor has a very high historical value and a very important role for the city of Cirebon. Looking at the history of the Karangwangi Corridor, this can be a very attractive potential for the development of 'Main Street' in the intended road corridor. The existence of folklore or myths in the Karangwangi corridor has made the Karangwangi corridor always in the minds of most Cirebon residents in particular. The Karangwangi Corridor is the main corridor that can give a first impression to road users or migrants from outside the city when entering the city of Cirebon. Thus, this corridor should be a 'landmark' that provides information and a good impression of the Cirebon city. In other words, this corridor has the opportunity to become 'main street', a symbol of identity for the city of Cirebon. In the current era of globalization, the existence of the main street as a city identity or the image of a city can serve as an addition to tourist attraction for the city. The main street is something important to strengthen the identity and face of the city so that it makes the city attractive and attractive to tourists.Keywords: Karangwangi corridor, landmark, main street, city identity, tourism
Revitalisasi Tirtomoyo Sebagai Sport And Wellness Center Di Surakarta dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Dekonstruksi Mutiari, Dhani; Gesyari, Intan Mentari Putri
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i2.4016

Abstract

AbstrakRevitalisasi merupakan upaya untuk menghidupkan kembali suatu daerah, kawasan atau bangunan agar dapat berfungsi kembali. Tirtomoyo merupakan fasilitas olah raga berenang pertama yang ada di Kota Surakarta. Fasilitas ini dahulu digunakan untuk PON pertama kali pada taun 1948 dan belum pernah diperbarui hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu muncullah fasilitas-fasilitas  olahraga berenang yang lebih menarik hingga Tirtomoyopun tertinggal karena tidak terurus dan sempat mangkrak selama beberapa tahun. Nilai sejarah pada Tirtomoyo sebagai tempat diadakan PON yang pertama menjadi motivasi untuk di revitalisasi. Permasalahannya adalah bagaimanakah konsep bangunan yang mampu mempertahankan Tirtomoyo sebagai kenangan masa lalu tetapi tetap dapat diterima untuk konsisi masa kini dan yang akan datang. Perencanaan wahana olahraga, rekreasi, dan sarana edukasi untuk masyarakat di sekitar Kota Surakarta menjadi pilihan sebagai upaya  menghidupkan kembali kolam renang di Tirtomoyo. Konsep desain dilakukan dengan menggabungkan bangunan lama dengan bangunan baru menggunakan penerapan trace of memory dan adaptive re-use hingga menghasilkan bangunan yang tetap mempertahankan kenangan masa lalu tirtomoyo dengan fungsi dan nuansa kekinian. Tirtomoyo Sport And Wellness Center Surakarta , selain tempat olah raga juga menjadi tempat untuk membuat masyarakat menjadi baik.Kata kunci: adaptive re-use, edukasi, kolam renang, rekreasi, trace of memory Inggris. AbstraCTRevitalization is an effort to revive an area, area or building so that it can function again. Tirtomoyo is the first swimming sport facility in the city of Surakarta. This facility was used for PON for the first time in 1948 and has not been updated until now. Over time came the more attractive swimming sport facilities until Tirtomoyopun was left behind because it was neglected and had been stalled for several years. The historical value of Tirtomoyo as the first PON venue was motivated to be revitalized. The problem is how the concept of a building that is able to maintain Tirtomoyo as a memory of the past but still acceptable for present and future concessions. Planning a sports vehicle, recreation, and educational facilities for the community around the city of Surakarta is an option as an effort to revive the swimming pool in Tirtomoyo. The design concept is carried out by combining old buildings with new buildings using the application of trace of memory and adaptive re-use to produce buildings that still retain tirtomoyo's past memories with the functions and nuances of the present. Tirtomoyo Sport and Wellness Center Surakarta, in addition to sports venues, is also a place to make the community better.Keywords: adaptive re-use, education, swimming pool, recreation, trace of memory UK
Karakteristik Fasad Gedung De Majestic Braga Karya C.P. Wolff Schoemaker Riany, Meta
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i3.4710

Abstract

AbstrakC. P. Wolff Schoemaker adalah seorang arsitek Belanda yang menghasilkan banyak bangunan pada masa kolonialisasi Belanda. Hasil karyanya tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, salah satunya adalah gedung De Majestic yang terletak di kawasan cagarbudaya jalan Braga Bandung. Lamanya beliau berprofesi sebagai arsitek telah menghasilkan berbagai fungsi bangunan baik bangunan milik pemerintahan maupun swasta. Disain bangunannya tampak similar terutama pada fasad bangunannya sehingga menarik untuk dikaji lebih dalam karakteristik dari elemen pembentuk fasadnya. Studi ini dimulai dengan mempelajari karya-karya beliau melalui buku, foto dan situs internet dan kemudian mempelajari lebih dalam pada karya beliau yang berada di kota Bandung. Perkembangan karya beliai dapat digolongkan ke dalam 3 periode waktu sejak tahun 1918 hingga 1940 an berdasarkan elemen-elemen pembentuk fasad bangunannya. Gedung de Majestic dipilih sebagai studi kasus karena fungsinya yang berbeda (bioskop) dan berlokasi di jl Braga yang kental dengan karakter Kolonial di kota Bandung. Bangunan ini merupakan hasil karya C.P Wolf Schoemaker pada periode ke 2 yang mulai memadukan arsitektur Eropa dan unsur lokal arsitektur Indonesia. Diharapkan dengan memahami sejarah bangunan dapat memberikan ide kepada para arsitektur muda untuk mencintai dan menerapkan ciri khas budaya lokal Indonesia yang unik, menarik, variatif pada karakter karya-karya mereka. Kata kunci: C.P. Wolff Schoemaker, Elemen Fasad Bangunan, Karakteristik Bangunan, Gedung De Majestic.
Fasilitas Ruang Khusus Pada Sekolah Inklusi Binar Indonesia (Bindo) di Bandung Utami, Mamiek Nur; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4289

Abstract

Diterbitkannya Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Inklusif Tingkat Nasional Tahun 2019 – 2024, memperkuat keinginan pemerintah membuat konsep sekolah pendidikan inklusi. Sekolah Inklusi merupakan sebuah pelayanan pendidikan dimana Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dijadikan satu ruang dengan anak normal. Mereka belajar bersama, meskipun kemungkinan materi yang diberikan berbeda. Saat ini belum ada standar fasilitas kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi. Penelitian ini menganalisa kebutuhan ruang, persyaratan ruang sekolah yang dapat mendukung proses belajar pada sekolah inklusi. Analisa kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi ini berdasarkan karakteristik umum yang terdapat pada anak lamban belajar, kesulitan belajar, autis dan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Metode yang dipakai adalah metodologi kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah inklusi harus ada ruang-ruang khusus dengan persyaratan ruang yang khusus pula.