cover
Contact Name
-
Contact Email
risetmediakeperawatan.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
risetmediakeperawatan.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mahakam Raya No. 16 Lingkar Barat Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Riset Media Keperawatan
ISSN : 2527368X     EISSN : 26214385     DOI : https://doi.org/10.51851/jrmk.v3i1.71
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Media Keperawatan (JRMK) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JRMK is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JRMK adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 25 Documents
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU Indaryani, Indaryani; Melati, Putri
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i1.1

Abstract

Sebuah masalah di dunia pada bayi dan balita adalah ISPA, ISPA adalah suatu penyakit infeksi yang masuk ke dalam daftar 10 penyakit terbanyak, World Health Organization (WHO) tahun 2013 mengatakandari tahun 2010-2015 dalam 10 juta kematian bayi dan balita sebagian besar disebabkan oleh Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) (19%), beberapa faktor resiko penyebab ISPA, yaitu pendidikan, pengetahuan, komponen rumah, ventilasi, rokok, asap, status nutrisi, ASI Eksklusif, BBLR dan status imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dari kejadian ISPA di Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu Tahun 2016. Jenis penelitian yang di gunakan analitik dengan desain case control, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita usia 9 bulan-4 tahun yang berkunjung ke Puskesmas Basuki Rahmad, dengan sampel sebanyak 53 ibu yang memiliki bayi dan balita dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Menggunakan data primer dan data sekunder, di olah secara univariate dan bivariate. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di Puskesmas Basuki Rahmad . Hasil analisis bivariat menggunaka uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan yang bermakna antara BBLR dengan kejadian ISPA (p=0,000), ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi dengan kejadian ISPA (p=0,000), ada hubungan yang bermakna antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA (p=0,000), tidak ada hubungan yang bermakna antara ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA (p=0,300). Di harapkan tenaga kesehatan khususnya Perawat dapat memberikan informasi kesehatan tentang bahaya merokok, pentingnya status imunisasi, dan manfaat ASI Eksklusif pada ibu dan keluarga yang memiliki bayi dan balita agar dapat menekan tingginya angka kejadian ISPA.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN PENYAKIT KRONIS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI BALAI PELAYANAN DAN PENYANTUNAN LANSIA PROVINSI BENGKULU Oktavia, Nova; Fransiska, Dwi
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i1.2

Abstract

Jumlah Lansia pada tahun 2010 berjumlah 18,1 juta jiwa, pada tahun 2030 diperkirakan akan mencapai 36 juta. Dengan semakin meningkatnya populasi lanjut usia akan menyertai potensi permasalahan yang meningkat pula sehingga membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lanjut usia akan mengalami penurunan baik dari segi biologis, sosial, maupun psikilogis yang berdampak pada kemampuan lanjut usia untuk beradaptasi dan bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan penyakit kronis dengan kualitas hidup lansia. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik, dengan rancangan Cross-Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang tinggal di BPPLU Tresna Werda Bengkulu yang berjumlah 57 orang, dengan jumlah sampel 36 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji chi-quare). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2016 di BPPLU Tresna Werda Bengkulu. Hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 36 lansia, sebagian besar yaitu 21 (58,3%) lansia memiliki dukungan sosial kurang baik, sebagian besar yaitu 22 (61,1%) lansia menderita penyakit kronis dan sebagian besar yaitu 20 (55,6%) lansia memiliki kualitas hidup kurang baik. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dan penyakit kronis dengan kualitas hidup lansia dengan nilai p=0,000 (nilai p < α = 0.05). Diharapkan pada pihak BPPLU Tresna Werda Bengkulu untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan memantau aktifitas lansia agar kebutuhan nutrisi, kebersihan diri dan kondisi kesehatan lansia terpenuhi serta keamanan fisik terjaga.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK PANTI PURUHITA KRAPYAK KOTA SEMARANG Wahyuningsih, Wahyuningsih
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i1.3

Abstract

Dari hasil studi pendahuluan dengan 8 anak, anak yang mendapat pola asuh demokratis 5, otoriter 2, permisif 1.Penyesuaian diri pada anak TK diawali adanya kecemasan dari anak saat berpisah dengan orang tua, menangis dan penarikan pada awal masuk sekolah.Hal ini berkaitan dengan peran orang tua dalam mempersiapkan anak masuk sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan adaptasi pada anak usia prasekolah di TK Panti Puruhita Semarang. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 72 responden di TK Panti Puruhita Semarang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dengan pola asuh demokratis sebanyak 40responden (55,6%), otoriter 27responden (37,5%) dan permisif sebanyak 5 responden (6,9%). Hasil korelasi rank spearman menunjukkan p value = 0,001 atau < 0,05. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan adaptasi pada anak usia prasekolah di TK Panti Puruhita Krapyak Kota Semarang.
TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT TERHADAP RAHASIA KESEHATAN PASIEN DI RSUD KOTA SEMARANG Heru Pramono, Wijanarko
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i1.4

Abstract

Semua informasi yang teridentifikasi mengenai status kesehatan pasien, kondisi medis, diagnosis, prognosis, dan tindakan medis dan semua informasi lain yang sifatnya pribadi, harus dijaga kerahasiaannya oleh seorang perawat, bahkan setelah kematian.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bentuk Tanggung Jawab Hukum Perawat Terhadap Wajib Simpan Rahasia Kesehatan Pasien, terdiri atas tanggung jawab administrasi yang berkaitan dengan izin sebagai perawat, tanggung jawab perdata yang berkaitan dengan wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum, serta tanggung jawab pidana yang berkaitan dengan pelanggaran larangan yang memenuhi unsur tindak pidana.Faktoryang menjadi hambatan dan solusi tanggung jawab hukum perawat terhadap rahasia kesehatan pasien, berawal dari tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh perawat.Hal itu terjadi karena perawat lalai dan tidak sengaja membocorkan rahasia kesehatan pasien serta perawat menganggap kondisi kesehatan pasien adalah hal biasa dan bukan rahasia.Akibat hukum bagi perawat yang lalai terhadap wajib simpan rahasia kesehatan pasienakan berorientasi pada hukum administratif, perdata dan pidana.
ANALISIS PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD ARGAMAKMUR KABUPATEN BENGKULU UTARA Hermawati, Dwi
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i1.5

Abstract

Pelayanan kesehatan seperti pelayanan keperawatan yang baik merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat seperti peningkatan pelayanan yang diberikan Perawat maupun Dokter terhadap Pasien, peningkatan jumlah perawat dan dokter serta peningkatan manajemen pelayanan di Rumah Sakit sehingga pelayanan keperawatan terhadap masyarakat bisa berjalan maksimal dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan meningkat. Perubahan–perubahan dan perbaikan dalam manajemen pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit harus ditingkatkan mengingat banyaknya keluhan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan. Setelah dianalisis dengan menggunakan bantuan komputerisasi di dapat X² hitung sebesar 10, 544, apabila divabdingkan dengan Xtabel yaitu 3,84 dengan α= 0,05 dan P=0,001 maka X²Hitung lebih besar dari Xtabel. Artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap. Dari hasil perhitungan selanjutnya diperoleh koefisien kontingensi (C) untuk analisis hubungan pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien yaitu sebesar 0,569. Koefisien kontingensi maksimal (Cmkas) berdasarkan table m=2 adalah sebesar 0,707, apabila dibandingkan dengan Chitung maka Cmaks lebih besar dari C hitung yang artinya terdapat hubungan yang nyata antara pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Arga Makmur.
PERAN ORANG TUA DAN BUD AYA PEMENUHAN GIZI PADA CAPAIAN TUMBUH KEMBANG BALITA Iskandar, Siska
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i2.11

Abstract

Anak merupakan individu yang berada dalam suatu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayihingga remaja. Pertumbuhan dan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsitubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses kematangan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara peran orang tua dan budaya pemenuhan gizi balitadalam capaian pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif denganmenggunakan rancangan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan metode accidental sampling. Hasilpenelitian ditemukan dari 30 orang responden, sebanyak 18 responden memiliki peran orang tua “baik”, 19orang memiliki budaya pemenuhan gizi “baik” dan 20 orang responden dengan kategori capaian tumbuhkembang “sesuai usia”. Hasil analisa data ditemukan adanya hubungan antara peran orang tua dalam capaiantumbuh kembang (p value = 0,002), terdapat hubungan antara budaya pemenuhan gizi dalam capaianpertumbuhan dan perkembangan balita (p value = 0,004). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwaterdapat hubungan antara peran orang tua dan budaya pemenuhan gizi dalam capaian pertumbuhan danperkembangan balita.
HUBUNGAN STATUS MENTAL DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA LANSIA DI BPPLU TRESNA WERDHA Yani, Sutri
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i2.12

Abstract

Pembangunan kesehatan telah berhasil memperpanjang usia harapan hidup, dengan meningkatnyausia harapan hidup, sehingga dapat meningkatkan pula populasi lanjut usia dan semakin banyakpermasalahan yang timbul pada lanjut usia. Secara individu proses penuaan akan menimbulkanberbagai masalah baik secara fisik, biologis serta mental maupun sosial. Jenis penelitian ini adalahobservasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subyek pada penelitian ini dengan usia> 60tahun sebanyak 54 orang dengan menggunakan tehnik total Populasi. Dalam penelitian ini jenis datayang digunakan adalah data primer, Dengan menggunakan Pengkajian MMSE dan Barthel indeks,setelah data terkumpul di lakukan analisa univariat dan bivariat, Penelitian ini dilaksanakan di BPPLUTresna Wedha Bengkulu 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lansia di BPPLU sebagianbesar berjenis kelamin Sebanyak (64,8%) lansia, dan sebagian besar berusia >70 tahun sebanyak(85,2%). Sebagian kecil lansia diBPPLU Tresna Werdha Bengkulu sebanyak 17 (31,5%) menglamiStatus mental kategori berat, dan Sebanyak 17 (31,5%) Lansia tidak mampu dalam melaksanakanaktivitas sehari-harinya secara mandiri atau ketergantungan berat, Kemudian terdapat hubungan yangbermakna antara status mental dengan tingkat kemandirian pada lansia di BPPLU Tresna WerdhaBengkulu dengan p(0,000) < α (α = 0,05).
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK LULLABY TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA BAYI PREMATUR Antonilda Ina, Apolonia
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i2.13

Abstract

Data WHO tahun 2015 menyebutkan bahwa setiap tahun, diperkirakan 15 juta bayilahir prematur, komplikasi kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian anak-anakdibawah 5 tahun. Berdasarkan data profil kesehatan Jawa Tengah tahun 2015 persentase bayiprematur sebesar 5,1%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yaitu 3,9%. Bayi prematurberisiko mengalami masalah kesehatan pada awal kehidupannya. Bayi prematur memilikirisiko tinggi untuk gangguan perkembangan yang berhubungan dengan sindrom distrespernapasan, paten duktus arteriosus, dan apnea prematuritas, sedangkan komplikasi jangkapanjangnya adalah displasia bronkopulmoner. Apabila masalah yang dialami bayi prematurtidak ditangani dengan baik maka akan berisiko kematian. Intervensi keperawatan bayiprematur untuk mencegah komplikasi dan merangsang pertumbuhan serta perkembanganbayi dilakukan dengan memberikan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementeryang dapat digunakan adalah terapi musik. Terapi musik aman digunakan, praktis dan tidakmenimbulkan efek samping dalam penggunaannya. Selain itu terapi musik juga dapatdiberikan oleh orang tua bayi prematur secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayiprematur. Desain penelitian ini Quasi Experiment dengan rancangan one group pretestpostestwithout control. Pengambilan sampel berjumlah 34 bayi prematur dengan teknikconsecutive sampling. Setiap bayi prematur mendengarkan musik selama 45 menit selamatiga hari berturut-turut. Saturasi oksigen bayi prematur diukur pada hari pertama hingga harikeempat. Terdapat peningkatan saturasi oksigen bayi prematur sebelum dan sesudahpemberian terapi musik lullaby dengan p value <0,001. Jadi dapat disimpulkan bahwaterdapat pengaruh pemberian terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayipremature, sehingga terapi musik lullaby dapat diaplikasikan pelayanan kesehatan.
ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD X KOTA BENGKULU Yunita, Riska
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i2.14

Abstract

Perawat yang bekerja di rumah sakit mengalami beban kerja yang tinggi. Begitu juga perawat yang bekerja dirumah sakit Asi tenggara, termasuk Indonesia. Perawat yang bekerja di RSUD X Kota Bengkulu jugamengalami beban kerja yang tinggi, sehingga waktu istirahatnya digunakan untuk melayani pasien dan keluarga.Tujuan penelitian adalah menganalisis beban kerja perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap RSUD X KotaBengkulu. Jenis penelitian ini deskriptif dengan cara observasi. Responden dalam penelitian dengan melibatkan37 perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Bengkulu. Hasil penelitian didapatkan beban kerjaperawat pelaksana RSUD X Kota Bengkulu tahun 2017 sebagian besar produktif sebanyak 86,5%. Waktu reratakeperawatan langsung rerata 186,51 menit (3 jam 7 menit). Waktu rerata keperawatan tidak langsung rerata165,43 menit (2 jam 46 menit). Waktu rerata pendidikan kesehatan rerata waktu 10,38 menit. Waktu kegiatanpribadi rata-rata waktu 56,06 menit. Disarankan bagi bidang keperawatan perlu dipertimbangkan pengelolaantenaga perawat agar beban kerja lebih seimbang dengan pengaturan shif waktu kerja. Menetapkan penghitunganjumlah perawat yang lebih tepat dan juga meningkatkan observasi terhadap kegiatan perawat pelaksana dalammemberikan pelayanan keperawatan.
LAMA MENDERITA ULKUS DENGAN DISTRESS DAN DEPRESI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS K W, Maulidta
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi DIII Keperawatan Akademi Kesehatan Sapta Bengkulu Bekerjasama dengan organisasi profesi (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v1i2.15

Abstract

DM (Diabetes Mellitus) atau kencing manis merupakan salah satu jenis penyakit kronis, dimanakejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Adanya kekhawatiran berlebih apabilapenyakit yang diderita ternyata tidak kunjung sembuh menjadi faktor timbulnya distress dandepresi pada pasien diabetes mellitus. Lama sakit yang dialami pasien DM ditambah denganadanya komplikasi ulkus diabetikum terjadinya penurunan kualitas kesehatan pasien DM.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama sakit dan adanya ulkusdiabetikum dengan tingkat distress dan depresi pada pasien diabetes melitus di RSUD K.R.M.TWongsonegoro. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif,dimana peneliti berusaha hubungan lama sakit dan adanya ulkus dengan tingkat distress dandepresi DM dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderitadiabetes mellitus di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. Sampel penelitian sebanyak 32 pasien yangdiperoleh denganteknik accidental sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakankuesioner dananalisis data penelitian menggunakan uji korelasi product moment.Kesimpulanpenelitian adalah lama sakit pasien sebagian besar lebih dari 10 tahun, tingkatdistress pasien sebagian besar adalah ringan, sedangkan komponen distress yang paling dominantterhadap timbulnya distres pasien adalah beban emosi dan respon terhadap tenaga kesehatan, danterdapat hubungan antara lama sakit dan adanya ulkus dengan tingkat distress dan depresi padapasien diabetes mellitus di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro.

Page 1 of 3 | Total Record : 25