cover
Contact Name
herlinda
Contact Email
jurnalkeb.basurek1@gmail.com
Phone
+6285367262277
Journal Mail Official
jurnalkeb.basurek1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mahakam Raya No.16, Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Basurek
ISSN : 25273698     EISSN : 26214393     DOI : https://doi.org/10.51851/jkb.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan Besurek merupakan jurnal yang menyediakan tulisan ilmiah untuk bertukar gagasan tentang teori, metodelogi dan inovasi berhubungan dengan dunia kesehatan khususnya lingkup Kebidanan yang tertulis dan mengandung manfaat tersurat untuk pembaca.
Articles 20 Documents
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN DENGAN EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIK Eka Rati Astuti
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Number 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i1.63

Abstract

Alat kontrasepsi suntik sangat efektif karena mudah digunakan, tidak memerlukan aksi setiap hari, tidak banyak dipengaruhi kelalaian atau faktor lupa, sangat praktis, dan tidak mempunyai efek yang serius terhadap kesehatan. Selain itu, penggunaan jangka panjang tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan yaitu tabulasi silang (cross sectional) yang berguna untuk mengukur hubungan antara lama penggunaan dengan efek samping alat kontrasepsi suntik. Hasil analisis menunjukkan nilai α = 0,05 dengan derajat kepercayaan 95% menggunakan uji ­chi-square . Terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan dengan efek samping penggunaan alat kontrasepsi suntik. Dari hasil analisis bivariat diperoleh nilai chi square (χ2) hitung 57,7 dan p-value 0,00. Simpulannya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan dengan efek samping penggunaan alat kontrasepsi suntik di wilayah kerja Puskesmas Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.
HUBUNGAN KEHAMILAN USIA DINI DENGAN KEJADIAN BAYI LAHIR PREMATUR Liya Lugita Sari
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Number 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i1.64

Abstract

Penyebab meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu faktor kehamilan dan persalinan. Kematian ibu lebih dominan disebabkan oleh usia ibu saat hamil dan bersalin yang masih muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan usia dini dengan kejadian bayi lahir prematur di RSUD Hasanuddin DamrahKabupaten Bengkulu Selatan tahun 2015. Rancangan penelitian ini menggunakan metode observasional dengan teknik Cohort. Pendekatan yang digunakan yaitu case control retrospektif yaitu penelitian yang membandingkan dua kelompok kasus dan kontrol dimana kelompok kasus pada penelitian ini yaitu kehamilan usia dini dan kelompok kontrol yaitu kehamilan tidak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang menjadi kasus dalam penelitian ini yaitu ibu dengan kehamilan usia dini sebanyak 50% dan responden yang menjadi kontrol penelitian ini yaitu ibu dengan kehamilan tidak usia dini 50%. Bayi lahir prematur sebanyak 52,1% dan bayi lahir tidak prematur 47,9%. Simpulannya adalah terdapat hubungan antara kehamilan usia dini dengan kejadian bayi lahir premature dibuktikan dengan nilai uji korelasi 0,702, nilai uji t hitung tidak berpasangan 9,474 dan nilai uji resiko relative (RR) 6,275.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TERHADAP KEAKTIFAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU Rickah Liva Yulianti
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Number 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i1.65

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai salah satu pelayanan kesehatan yang berfungsi memudahkan masyarakat dalam mengetahui atau memeriksakan kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 5 orang ibu diketahui bahwa sebanyak 2 ibu (40%) mempunyai pengetahuan yang cukup tentang posyandu dan 3 ibu lainnya (60%) mempunyai pengetahuan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan terhadap keaktifan ibu balita dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tungkal. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 12-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tungkal yang berjumlah 1.383 orang, dengan sampel 93 orang (Simple Random Sampling). Pengambilan data dilakukan menggunakan data primer, kemudian data diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu balita sebagian besar (48,8%) memiliki pengetahuan cukup tentang posyandu, 58,1% ibu masih kurang aktif untuk membawa balitanya mengikuti berbagai kegiatan dalam posyandu. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa X2 hitung (15,951) > X2 tabel (5,991) dengan nilai ρ=0,000 < 0,05, yang berarti bahwa ada pengetahuan terhadap keaktifan ibu balita dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tungkal. Simpulan penelitian adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap keaktifan ibu balita dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tungkal.
GAMBARAN PARITAS IBU PADA PERSALINAN PRETERM Kristina Paskana
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Number 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i1.66

Abstract

Preterm merupakan persalinan belum cukup umur di bawah 37 minggu atau berat bayi kurang dari 2500 gr. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kejadian persalinan preterm ini adalah paritas, yaitu jumlah kehamilan yang menghasilkan bayi viable. Berdasarkan survei awal diketahui bahwa pada bulan Januari 2014 kasus persalinan preterm terjadi sebanyak 9 kasus (15,51%) dari 58 persalinan dan bulan Februari 2014 sebanyak 7 kasus (14,28%) dari 49 persalinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran paritas ibu pada persalinan preterm di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2014. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif, sedangkan penelitian dilakukan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan pada bulan Juni-Juli 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dengan persalinan preterm di RSUD Hasanuddin Damrah Manna periode Januari-Desember 2014 berjumlah 61 orang ibu, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas ibu pada persalinan preterm paling banyak terjadi pada paritas tidak aman yaitu sebanyak 35 orang (57,4%), sedangkan 26 orang ibu lainnya (42,6%) berada pada paritas aman. Simpulannya bahwa sebagian besar ibu dengan persalinan preterm berada pada paritas tidak aman (paritas <2 atau > 3).
HUBUNGAN 4 T DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN Vevi Gusnidarsih
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Number 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i1.67

Abstract

Kematian ibu terjadi pada perempuan yang terlalu muda untuk hamil, ada juga yang terlalu tua untuk hamil, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak kehamilan. Selain itu, terdapat beberapa kondisi lainnya seperti: Anemia; Perkawinan usia dini masih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan 4 Terlalu terhadap kejadian Preeklampsia di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Bengkulu Selatan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan secara case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sistematis random sampling yaitu metode pengambilan sampel secara acak sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 114 ibu bersalin usia terlalu muda ≤ 20 tahun sebanyak 41 (36,0%); usia ≥ 35 tahun sebanyak 44 (38,6%); jumlah anak ≥ 4 anak sebanyak 38 (33,3%); jarak kelahiran terlalu dekat ≤ 2 tahun sebanyak 32 (28,1%). Hasil statistik uji chi square usia terlalu muda didapatkan nilai p value = 0,032 (p value < 0,05); usia terlalu tua nilai p value = 0,047 (p value < 0,05); terlalu banyak anak nilai p value = 0,021 (p value < 0,05); terlalu dekat jarak kehamilan nilai p value = 0,012 (p value < 0,05). Simpulannya bahwa ada hubungan antara usia terlalu muda, usia terlalu tua, jumlah anak, jarak kelahiran terlalu dekat dengan kejadian preeklampsia.
HUBUNGAN TINDAKAN EKSTRAKSI VAKUM DENGAN KEJADIAN RETENSIO URINE Rismayani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Number 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i1.68

Abstract

Retensio urine adalah tidak adanya proses berkemih spontan setelah dipasang kateter menetap dilepaskan selama 24 jam yang disebabkan oleh persalinan kala II lama dan tindakan ekstraksi vakum. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tindakan ekstraksi vakum dengan kejadian retensio urine pada ibu post partum diruang Mawar RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu Tahun 2014. Jenis penelitian Analitik Observasional dengan Desain Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin berjumlah 1101 dan dengan tindakan ekstraksi vakum dan ibu yang mengalami retensio urine dari bulan Januari sampai Desember 2014 berjumlah 92 orang dan seluruhnya dijadikan sampel (total sampel). Data yang digunakan adalah data sekunder dikumpulkan dengan instrumen berupa lembar check list. Data dianalisis dengan univariat dan bivariate. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Juni- 9 Juli 2015 di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Hasil uji Chi Square didapatkan ρ = 0,029 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara tindakan ekstraksi vakum dengan kejadian retensio urine pada post partum di RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu. Petugas kesehatan khususnya bidan, agar selalu meningkatkan pengetahuan melalui berbagai macam pelatihan khususnya tentang penangan persalinan dengan tindakan ekstraksi vakum dan menurunkan resiko ibu untuk mengalami retensio urine. Seperti melakukan Bladder training. Dengan bladder training diharapkan fungsi eliminasi berkemih spontan pada ibu postpartum spontan dapat terjadi dalam 2- 6 jam postpartum.
GAMBARAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK USIA 48 -72 BULAN BERDASARKAN DDST Iin Nilawati
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Number 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i1.69

Abstract

DDST merupakan instrumen satu dari metode skrining untuk masalah kognitif dan perilaku pada anak pra sekolah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan anak berdasarkan DDST di Paud IT AULADUNA Kota Bengkulu. Metode dalam penelitian ini menggunakan diskriptif, teknik pengambilan sampling menggunakan stratified Random Sampling. Sampel penelitian ini adalah semua anak berusia 48 -72 bulan sebanyak 53 anak. Pengambilan data dilakukan melalui pengujian langsung terhadap anak yang bersangkutan melalui tes Denver II. Analisis data menggunakan Univariat dengan mencari distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian tugas perkembangan anak masing -masing sektor adalah motorik kasar menunjukkan hasil 81,1% normal, 15,1%Caution, dan 3,8% Advance. untuk motorik halus menunjukkan hasil 86,8% normal, 11,3% Caution, dan 1,9% Advance, untuk bahasa menunjukkan hasil 79,2% normal, 15,1%caution, 3,8% Advance, 1,9%delay, untuk personal sosial menunjukkan hasil 75,5% normal, 5,7% delay dan 18,9% caution. Jadi perkembangan anak usia 48-72 bulan di Paud IT AULADUNA Kota Bengkulu menunjukkan hasil normal 83,0% dansuspect 17,0%. Simpulan hasil penelitian ini adalah sektor yang paling mengalami keterlambatan perkembangan adalah sektor bahasa dan personal sosial sehingga disarankan bagi orang tua untuk melatih anak secara bertahap untuk mengembangkan komunikasi, memberikan stimulasi, mengajarkan anak mengenaikemandirian sejak usia dini, mengajarkan disiplin dan sopan santun agar tidak canggung dalam memasuki lingkungan yang baru.
PENGARUH RIWAYAT GENETIK DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN AUTIS Desi Widiyanti; Deka Kusmita
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 2 (2016): Volume 1 Number 2 Desember 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autis adalah gangguan perkembangan yang kompleks yang disebabkan adanya kerusakan pada otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan komunikasi, perilaku, kemampuan sosialisasi, sensoris dan belajar. Insiden kejadian autis di RSJKO Soeprapto Bengkulu tahun 2012 terdapat dengan kejadian autis 54 (61,3%) anak dan meningkat pada tahun 2013 yaitu kasus dengan kejadian autis 57 (64,7%) anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat genetik dan jenis kelamin dengan kejadian autis. Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi adalah seluruh pengunjung pada poli anak RSJKO Bengkulu tahun 2013 yang berjumlah 992 anak dari umur 3-12 tahun. Jumlah sampel sebesar 88 anak yang terdiri dari 44 sampel kasus secara total sampling dan 44 sampel control secara systematic random sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (63,6%) anak autis memiliki riwayat genetik dan sebagian besar (70,5%) anak autis berjenis kelamin laki-laki. Hasil uji chi square diperoleh ada hubungan yang signifikan antara riwayat genetik dengan kejadian autis pada anak dengan nilai p=0,000 (α=0,05) serta OR=9,250. Dan uji chi square diperoleh nilai ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian autis pada anak dengan nilai p=0,003 (α=0,05) serta OR=4,173. Disarankan petugas di poli anak dapat memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk promotif tentang autis pada masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak autis dan penanganan yang tepat dalam penatalaksanaan autis pada anak.
ANALISIS DETERMINAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DITINJAU DARI PENGGUNAAN JAMINAN KESEHATAN (BPJS) Yorga Esti Kurniati; Desi Widiyanti
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 2 (2016): Volume 1 Number 2 Desember 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertolongan persalinan dengan tenaga kesehatan menjadi salah satu indikator untuk mengurangi MMR sesuai dengan tujuan Millenium Development Goals 5 (MDGs). Di Indonesia masih ada yang memilih untuk melahirkan dibantu oleh dukun, termasuk di Puskesmas Air Padang Bengkulu Utara yaitu sebanyak 48,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemilihan penolong persalinan di puskesmas wilayah kerja Air Padang tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yaitu seluruh ibu yang datang di Puskesmas Air Padang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis univriat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas (51,7%), ibu memilih untuk melahirkan pada non tenaga kesehatan (dukun), mayoritas (55,0%), ibu memiliki pengetahuan yang kurang, sebagian besar (51,7%) ibu memiliki pendididkan dasar, mayoritas (75,0%) ibu tidak memiliki pekerjaan, dan hampir semua (86,7%) ibu memiliki status ekonomi yang rendah dan diperoleh perbedaan yang signifikan dengan batas signifikansi p <0,05 faktor pendidikan (p = 0,002) dan kesempatan kerja (p = 0,034). Pengetahuan (p = 0,324) dan status ekonomi (p = 0,111) tidak mempengaruhi pemilihan penolong persalinan. Petugas kesehatan di Puskesmas Air Padang dapat memberikan informasi tentang pentingnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, serta sebagai penghubung perjanjian tertulis (MOU) antara bidan-dukun, bidan-kader yang mengatur peran bidan, dukun dan kader, dukun dan kader menjadi asisten bidan ketika persalinan. Dan mengkoordinir secara kolektif untuk pengurusan pendaftaran menjadi anggota (BPJS) dan sistem pembayarannya sehingga memudahkan orang untuk menjadi anggota BPJS.
PENGARUH MASSASE AROMA TERAPI TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORHEA Rismayani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 2 (2016): Volume 1 Number 2 Desember 2016
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan gejala yang timbul menjelang dan selama menstruasi ditandai dengan gejala kram pada abdomen bagian bawah. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri yaitu dengan cara massase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massase aroma terapi terhadap penurunan nyeri dismenorhea pada mahasiswi kebidanan tingkat I dan II Akkes Sapta Bakti Bengkulu.Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dalam satu kelompok, variabel dependen dismenore dan independen massase aroma terapi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan menggunakan kriteria yang berjumlah 25 orang mahasiswa yang mengalami dismenore. Analisis penelitian didapatkan bahwa rata-rata nyeri dismenore sebelum dilakukan massase aroma terapi adalah 6,12 dan rata-rata nyeri sesudah adalah 2,88. Terjadi penurunan rata-rata nyeri dismenore sesudah dilakukan massase aroma terapi, dengan nilai p = 0,000, menunjukan ada pengaruh massase aroma terapi terhadap penurunan nyeri dismenore. Sehingga massase aroma terapi ini bisa menjadi pilihan untuk mengurangi nyeri haid.Penelitianinihendaknyadapatbermanfaatuntukmemperluaswawasandanpengalamanbelajardala mmeningkatkankemampuandibidangpenelitiankhususnyameningkatkanilmupengetahuandalampela yanankesehatanreproduksi.

Page 1 of 2 | Total Record : 20