cover
Contact Name
Muh. Alias L Rajamuddin
Contact Email
mal_rajamuddin@yahoo.co.id
Phone
+62410-2312704
Journal Mail Official
lutjanus@polipangkep.ac.id
Editorial Address
Jl. Poros Makassar-Pare-Pare Km.83 Mandalle, Kab. Pangkep, Prov. Sulawesi Selatan, 90652
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Lutjanus
ISSN : 08537658     EISSN : 27213757     DOI : http://doi.org/10.51978/
Jurnal Lutjanus terbit dua kali setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini mencakup artikel penelitian asli dan artikel review bidang Teknologi Perikanan dan Kelautan meliputi; Teknologi Budidaya Perairan, Teknologi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Manajemen Sumberdaya Perikanan, Teknologi Hasil Perikanan, dan Teknologi Kelautan.
Articles 10 Documents
Model Rantai Pasok Hasil Tangkapan di Kota Makassar (Studi Kasus TPI Paotere) A. Ghaffar, Mukhlisa; Erna, Erna; Bachrum, St. Muslimah
Lutjanus Vol 25 No 1 (2020): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rantai pasok hasil tangkapan berperan dalam menyampaikan produk dari titik asal hingga titik akhir tempat produk digunakan atau dikonsumsi, sedangkan komoditas ikan bersifat perishable food. Semakin panjang rantai pasok hasil tangkapan, maka semakin menurun kualitas ikan yang diterima konsumen akhir. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model supply chain hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere dan pihak-pihak yang terlibat dalam model rantai pasok tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data primer dari wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pihak-pihak yang terlibat dalam model rantai pasok hasil tangkapan di TPI Paotere yaitu nelayan penangkap, koperasi/nelayan pemasaran, pengusaha perikanan (pengusaha besar dan pengecer), dan konsumen akhir. Dalam penyaluran hasil tangkapan, nelayan penangkap tidak berhubungan langsung dengan konsumen akhir. Seluruh hasil tangkapan dijual ke koperasi untuk selanjutnya didistribusikan ke pengusaha perikanan dan pengecer. Nilai jual ditentukan oleh nelayan pemasaran. Rantai pasok berakhir pada konsumen yang membeli ikan dari pengecer. Dengan model demikian, nelayan tidak menanggung kerugian, namun tidak memiliki kemampuan untuk memilih pihak pembeli. Di pihak konsumen, nilai jual yang diberikan akan lebih tinggi karena telah melalui beberapa tahapan distribusi dengan tingkat kualitas ikan yang relative telah menurun.
Rancangan Bangun Alat Perekam Suara Ikan di Dalam Laut Aras, Muhammad; Sulaiman, Muhammad; Hasmawati, Hasmawati
Lutjanus Vol 25 No 1 (2020): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan alat pemanggil ikan dengan suara ikan khususnya pada perikanan bagan (liftnet) dilaksanakan untuk merekam suara ikan sendiri dan diimplementasikan pada alat pemanggil ikan sehingga akan menciptakan alat bantu penangkapan ikan yang efesien dan ramah lingkugan dalam meningkatkan hasil tangkapan Tujuan mendesain alat perekaman suara ikan di laut khususnya ikan teri dan diharapkan memperoleh rekaman suara ikan yang dapat dipergunakan untuk memanggil ikan yang efesien dan ramah lingkungan. Desain alat perekam suara yang dibuat dimuali dari kepala rekam kedap air, pre amp, sound card dan komputer sebagai tempat penyimpanan hasil rekaman dan sekaligus pengolah suara. Konsumsi daya 1 watt pada tegangan listrik 12 volt 7 ampere dc dapat bekerja selama 80 jam tanpa henti. Hasil rekaman yang diperoleh mengatakan terdapat 8 jenis suara ikan dengan amplitude dan frekuensi yang berbeda-beda.
Analisis Tingkat Selektifitas Jaring Rajungan di Perairan Kabupaten Pangkep Adam, Adam; A. Ghaffar, Mukhlisa
Lutjanus Vol 25 No 1 (2020): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya mewujudkan kegiatan perikanan yang bertanggung jawab adalah melalui penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Kriteria ramah lingkungan dalam teknologi penangkapan, diantaranya adalah alat tangkap yang digunakan selektif terhadap target species baik jenis maupun ukurannya (Monintja dan Yusfiandayani, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat selektifitas unit penangkapan jaring rajungan di perairan Kabupaten Pangkep berdasarkan jenis hasil tangkapan, komposisi ukuan rajungan yang tertangkap dan penanganan hasil tangkapan oleh nelayan. Data yang dikumpulkan adalah ukuran rajungan yang diukur dengan menggunakan mistar geser (mm). Berat rajungan diukur dengan menggunakan timbangan elektrik (gram). Penentuan unit penangkapan jaring insang tetap yang digunakan dilakukan secara purposive. Alat tangkap yang digunakan merupakan alat tangkap yang biasa digunakan oleh nelayan setempat tanpa diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah hasil tangkapan jaring insang tetap yang di gunakan selama penelitian adalah 142 ekor, dengan komposisi jenis sebanyak 6 spesies. Rajungan sebagai target utama hasil tangkapan jaring rajungan memberikan proporsi sebesar 55,6% dari total hasil tangkapan. Hal ini berarti bahwa proporsi hasil tangkapan sampingan relatif lebih rendah yaitu 44,4% (di bawah 60%). Dari hasil tersebut, menunjukkan bahwa jaring rajungan yang digunakan selama penelitian memiliki tingkat selektifitas terhadap hasil tangkapan yang cukup baik. Distribusi ukuran rajungan yang tertangkap baik betina maupun jantan menggambarkan adanya ukuran yang sangat beragam. Untuk ukuran lebar karapas rajungan betina dan jantan sebesar 37,5% dan 36%. Ukuran panjang karapas betina dan jantan sebesar 37,5% dan 32 %, dan Ukuran berat masing-masing sebesar 25% untuk betina dan 26 % untuk jantan. Dari hasil tersebut, sangat sulit untuk menentukan selektivitas jaring rajungan yang digunakan terhadap ukuran hasil tangkapan. Hal ini, mengingat rajungan yang tertangkap secara terpuntal. Rajungan yang tertangkap selama penelitian semuanya berada pada ukuran kedewasaan, baik rajungan betina maupun jantan. Sedangkan untuk ukuran layak tangkap 90 % untuk rajungan jantan dan 95% rajungan betina. Berdasarkan penanganan hasil tangkapan yang dilakukan oleh nelayan termasuk dalam kategori selektif karena jumlah biota yang berpeluang hidup sebesar 75%. (lebih besar dari 60%).
Penggunaan Zeolit pada Peti Ikan Berinsulasi untuk Mencegah Kemunduran Mutu Hasil Tangkapan Erna, Erna; Alam, Sultan; Salman, Salman
Lutjanus Vol 25 No 1 (2020): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara teknis melalui uji awal terhadap palka berinsulasi zeolit serta untuk menjajaki pengaruh penggunaan zeolit sebagai insulator dan mempertahankan mutu kesegaran ikan pada palka/peti ikan. Penelitian dilaksanakan melalui 2 tahap. Penelitian tahap pertama yaitu mengetahui pengaruh pemberian zeolit dalam mempertahankan kesegaran ikan dan penelitian tahap kedua adalah untuk menentukan jumlah dan waktu penggunaan zeolit mempertahankan kesegaran ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan es dan zeolith dalam penyimpanan ikan dalam peti berinsulasi dapat mempertahankan mutu organoleptik ikan segar. Peningkatan konsentrasi penggunaan zeolith yang dikombinasikan dengan es pada penyimpanan ikan segar dalam peti berinsulasi cenderung meningkatkan nilai organoleptik ikan segar tersebut. Penggunaan zeolit dan es pada penyimpanan dingin ikan segar perlu diterapkan pada tingkat nelayan untuk mempertahankan mutu dan meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.
Produksi dan Pola Musim Penangkapan Udang di Perairan Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep Ihsan, Ihsan; Tajuddin, Mustamin
Lutjanus Vol 25 No 1 (2020): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang merupakan jenis crustacea dan termasuk dalam komoditi perikanan laut yang bernilai ekonomis penting dan saat ini banyak diburu oleh nelayan dan umumnya ditemukan di perairan pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Produksi Udang dan Pola Musim Penangkapannya di Perairan Kabupaten Pangkep. Kegunaannya adalah sebagai bahan landasan dalam pemanfaatan sumberdaya udang di perairan Kabupaten Pangkep. Data dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung di lapangan melalui metode survei lapang (visual recall) terhadap potret kondisi sumberdaya rajungan. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait sesuai atribut yang akan dikaji dan mencatat data-data dari nelayan pengumpul yang ada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Pangkep. Produksi udang dari hasil tangkapan trammel net dan mini trawl di perairan Kecamatan Sigeri Kabupaten Pangkep tahun 2015 yang terdiri dari udang putih 706 ton dan Udang dogol 4.481 ton, sedangkan tahun 2016 udang putih 706 ton dan udang dogol4.481 ton. Analisis persentase indeks musim penangkapan udang di perairan Kabupaten Pangkep, terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan April. Persentase indeks musim penangkapan tertinggi terjadi pada bulan Januari setiap tahun.
Validasi Metode dan Penetapan Kadar Kolesterol Ayam Broiler dengan Metode Lieberman- Burchard Sahriawati, Sahriawati; Sumarlin, Sumarlin; Wahyuni, Sri
Lutjanus Vol 24 No 2 (2019): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kadar kolesterol pada daging ayam broiler merupakan parameter penting yang harus dilakukan karena kandungan lemak dan kolesterol dalam daging ayam broiler relatif tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan. Metode Liebermann-Burchard merupakan metode tidak baku dalam penentuan kolesterol. Untuk menghindari ketidaksesuaian data hasil pengukuran yang dapat menyebabkan adanya kekeliruan, maka laboratorium harus memvalidasi metode tidak baku, metode yang didesain atau dikembangkan laboratorium, metode baku yang digunakan di luar lingkup yang dimaksudkan, dan penegasan serta modifikasi dari metode baku atau dengan kata lain validasi metode bertujuan untuk membuktikan bahwa semua cara atau prosedur pengujian yang digunakan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten atau terus menerus. Dalam validasi metode analisis, terdapat beberapa parameter analisis yang harus dipertimbangkan antara lain meliputi ketepatan (akurasi), ketelitian (presisi), spesifitas, linearitas, batas deteksi, batas kuantisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode Liebermann-Burchard serta menganalisis kadar kolesterol ayam broiler berdasarkan kriteria hasil validasi sehingga data yang diperoleh akurat. Kadar kolesterol ayam broiler dianalisis pada bagian yang berbeda yaitu daging bagian paha dan daging bagian dada. Analisis dilakukan deengan spektrofotometer UV visible HACH DR 5000, diperoleh panjang gelombang maksimum 625 nm. Hasil validasi penetapan kadar kolesterol metode Lieberman-Burchard diperoleh adanya hubungan yang linear antara absorbansi dengan kadar kolesterol dengan persamaan y = 0,009x + 0,004 dengan nilai r2 = 0,998. Hasil penetapan akurasi diperoleh %PK sebesar 97,037-108,519% menunjukkan metode ini memiliki ketepatan dan ketelitian yang baik. Hasil penetapan presisi didapatkan nilai KV sebesar 0,506 yang menunjukkan metode tersebut memiliki nilai keterulangan yang baik. Penetapan batas deteksi sebesar 0,511 ppm dan batas kuantitas sebesar 1,703 ppm. Kadar kolesterol daging ayam broiler bagian paha atas diperoleh.59 mg% dan bagian dada dengan kadar kolesterol 65 mg%.
Hubungan Faktor Lingkungan dan Kepadatan Plankton pada Ekosistem Mangrove di Desa Tongke-tongke Rusmidin, Rusmidin; Andy Omar2, Sharifuddin Bin; Nessa, Muhammad Natsir
Lutjanus Vol 24 No 2 (2019): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, kepadatan dan pengaruh faktor lingkungan terhadap kepadatan plankton pada tiga tipe ekosistem mangrove di Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Faktor lingkungan yang diukur adalah suhu, nitrat dan Total Solid Suspensiuon (TSS). Sampel plankton di ambil berdasarkan letak stasiun yang ditentukan secara purposif. Pengamatan meliputi komposisi jenis dan kepadatan plankton. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan analisis komponen utama (PCA). Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis plankton di dominasi oleh zooplankton. Kepadatan plankton lebih tinggi di daerah ekosistem mangrove yang dipengaruhi aktivitas manusia. Kepadatan plankton pada Substasiun Vegetasi pada umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan. Substasiun Nonvegetasi. Kepadatan zooplankton lebih tinggi dibandingkan dengan fitoplankton. Faktor lingkungan suhu, tidak berpengaruh nyata terhadap kepadatan Plankton di ekosistem mangrove Desa Tongke-tongke. Faktor lingkungan Oksigen terlarut (DO), Nitrat dan TSS tidak berpengaruh nyata terhadap kepadatan plankton di ekosistem mangrove Desa Tongke-tongke.
Pengaruh Lama Pemaparan Thalus Rumput Laut Gracillaria SP terhadap Pelepasan Spora Hartinah, Hartinah; Wahidah, Sri; Lideman, Lideman; Syahrani, Dewi
Lutjanus Vol 24 No 2 (2019): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembibitan rumput laut secara spora merupakan teknik pembibitan dengan memanfaatkan sifat siklus hidup rumput laut Gracillariasp sesuai perkembangbiakannya secara generative yaitu spora, dapat dilakukan tanpa tergantung kondisi alam sehingga ketersediaan bibit dapat berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pemaparan terhadap jumlah dan derajat pelekatan karpspora rumput laut Gracillariasp secara terkontrol. Penelitian dilakukan dengan metode eksprimen dan didisain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuanm ( lama waktu pemaparan 0, 5, 15, dan 30 menit), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Hasil peneltian menunjukkan bahwa lama waktu pemaparan terbaik adalah 15 menit karena memberikan pengaruh lebih baik (anova pada α =0,05) dibanding perlakuan lainnya. Perlakuan lama waktu pemaparan 15 menit menghasilkan jumlah karpospora945 lebih tinggi dari perlakuan lainnya secara berturut-turut lama waktu pemaparan 0 menit menghasilkan 893 karpospora, 15 menit (928spora) dan 30 menit (610 karpospora). Perlakuan pemaparan thallus juga dapat mempercepat pelepasan spora, tertinggi jumlah karpospora sampai hari kedua pada setiap perlakuan dibandingkan perlakuan 0 menit (control). selanjutnya menurun sampai hari keempat
Kajian Penerapan Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Penentuan Kadar Air Metode Thermogravimetri Daud, Ahmad; Suriati, Suriati; Nuzulyanti, Nuzulyanti
Lutjanus Vol 24 No 2 (2019): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar air adalah salah satu metode uji laboratorium kimia yang sangat penting dalam industri pangan untuk menentukan kualitas dan ketahanan pangan terhadap kerusakan yangmungkin terjadi . Pengukuran kadar air dalam bahan pangan dapat ditentukan dengan beberapa metode, yaitu: dengan metode pengeringan ( thermogravimeri ), metode destilasi ( thermovolumetri ), metode fisis dan metode kimiawi ( Karl Fischer Method ). Pada umumnya penentuan kadar air bahan pangan dilakukan dengan mengeringkan bahan dalam oven suhu 105-1100C selama 5 jam atau sampai diperoleh berat konstan. Metode ini dikenal dengan metode pengeringan atau metode thermogravimetri yang mengacu pada SNI 01-2354.2-2006. Pada metode penentuan kadar air secara Thermogravimetri ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi akurasi penentuan kadar air bahan, yaitu: Suhu dan kelembaban ( RH ) ruang kerja / laboratorium, Suhu dan tekanan udara pada ruang oven, Ukuran dan struktur partikel sampel, Ukuran wadah / botol timbang ( ratio diameter : tinggi ). Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji faktor suhu dalam ruang oven, ukuran partikel sampel, serta bentuk wadah / botol timbang yang digunakan yang dapat mempengaruhi akurasi penentuan kadar air metode thermogravimetri. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian iniadalah rancangan acak lengkap faktorial dengan beberapa faktor perlakuan : A = Suhu udara pada ruang oven (A1 = 100oC, A2 = 105oC, A3 = 110oC). B = Ukuran wadah / botol timbang (B1 = Cawan Porselin Diameter 5 cm : Tinggi 4,5 cm, Volume 50 ml, B2 = Cawan Porselin Diameter 4 cm : Tinggi 4 cm, Volume 30 ml, B3 = Cawan Porselin Diameter 4 cm : Tinggi 3,5 cm, Volume 25 ml. C = Ukuran partikel sampel (C1 = 50 mesh, C2 = 100 mesh,C3 = 120 mesh). Hasil Analisis menunjukkan perlakuan suhu dalam ruang oven, ukuran partikel sampel,ukuran wadah atau botol timbang berpengaruh nyata terhadap kadar air tepung ikan (p Ë‚ 0,05).
Fyke Net sebagai Alat Tangkap Alternatif untuk Penangkapan Ikan Demersal Mallawa, Achmar; Amir, Faisal; Palo, Mahfud
Lutjanus Vol 24 No 2 (2019): Lutjanus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelarangan penggunaan jaring tarik dan pukat hela melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2 tahun 2015 menyebabkan hilangnya mata pencaharian sebagain nelayan dan kurang termanfaatkannya ikan demersal. Penelitian dilakukan di perairan Barru, Selat Makassar bertujuan menganalisis kesesuaian desain, cara pengoperasian, tata letak di dalam perairan, dan jenis ikan hasil tangkapan fyke net. Data aspek teknis meliputi konstruksi alat tangkap, tata letak alat tangkap di daerah penangkapan, jenis hasil tangkapan, dan perbandingan jenis ikan hasil tangkapan fyke dengan jaring tarik diperoleh melalui uji coba lapangan pengoperasian fyke net. Hasil penelitian bahwa fyke net dapat dioperasikan di perairan pantai, pengoperasiannya mudah, hasil tangkapan terdiri atas jenis ikan demersal, ikan neritik dan ikan bermigrasi harian ke pantai, dan beberapa jenis krustasea. Kesimpulan bahwa berdasarkan aspek teknis dan biologi fyke net dapat menjadi alat penangkapan ikan demersal alternatif pengganti jaring tarik dan pukat hela.

Page 1 of 1 | Total Record : 10