cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 1907–040     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 100 Documents
Pemberian LCC Mucuna Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Pada Tanah PMK -, Nurhadiah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan hasil sayuran sawi hijau di Kabupaten Sekadau dapat dilakukan dengan cara menambahkan bahan organik berupa pembenaman tanaman LCC pada tanah. Ini dilakukan karena sebagian besar kondisi tanah di Kabupaten Sekadau kesuburannya rendah seperti kandungan hara dan bahan organik rendah, serta jumlah mikro organisme sedikit, sementara ketersediaan LLC cukup banyak.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian LCC Mb terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah PMK; serta mengetahui dosis pemberian LCC Mb yang menghasilkan pertumbuhan serta hasil sawi hijau tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan pada penelitian ini adalah LCC Mb yang terdiri atas 7 (tujuh) taraf perlakuan dan tiap taraf diulang 4 (empat) kali. Taraf perlakuan yang dimaksud yaitu: kontrol (L0); 0,5 kg LCC Mb per m2 (L1); 1 kg LCC Mb per m2 (L2); 1,5 kg LCC Mb per m2 (L3); 2 kg LCC Mb per m2 (L4); 2,5 kg LCC Mb per m2 (L5); dan 3 kg LCC Mb per m2 (L6). Peubah yang diamati adalah tinggi tanman, jumlah daun dan berat segar tanaman. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada selang kepercayaan 0,05 dan 0,01. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian LCC Mb berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah PMK. Pemberian 3 kg LCC Mb menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman sawi hijau dengan rerata tinggi tanaman 26,58 cm, jumlah daun 13,25 helai, dan berat segar tanaman 0,092 kg per tanaman.
Pemberian Pupuk Organik Granular Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogea,L) Pada Tanah Ultisol Sinaga, Markus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian pupuk organik granular mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanahpada tanah ultisol,hal ini dikarenakan bahan dasar pembuatannya berasal dari bahan-bahan organik sehingga mampu menambah bahan orgaik tanah. Membaiknya kondisi tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam hal ini kacang tanah, sehinggahasil yang diberikan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian pupuk granular terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah ultisol. (2) Dosis pupuk organik granular yang memberikan pengaruh tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah ultisol. Variabel bebas yaitu, pupuk organik granular.Variabel terikat terdiri atas tinggi tanaman, jumlah polong isi, dan berat biji. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima ulangan,perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk organik granular yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu: p0 = tidak diberi organik granular, p1 = 25 g organik granular per m2, p2= 50 g organik granular per m2, p3 = 75 g organik granular per m2, p4 = 100 g organik granular per m2. Data dianalisis dengan analisis ragam dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada selang kepercayaan 95 dan 99%. Hasil penelitian diketahui bahwa Pupuk organik granular berpengaruh terhadap hasil tanaman kacang tanah pada tanah ultisol yang ditandai dari jumlah polong isi dan berat polong isi, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman yang ditandai dengan tinggi tanaman. Dosis organik granular yang menghasilkan jumlah polong isi dan berat biji tanaman kacang tanah pada tanah ultisol adalah 100 gram per m2 tetapi tidak lebih baik dari pemberian 75 gram.
Potensi Karbon Dan Emisi Lahan Gambut Pada Tanaman Karet Di Desa Padang Tikar I Kabupaten Kubu Raya Selfiany, Widiya Octa
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi besarnya simpanan karbon pada tegakan tanaman karet dan emisi dari dekomposisi lahan gambut penggunaan tanaman karet di Desa Padang Tikar I. Analisis kandungan karbon tegakan tanaman karet menggunakan metode survei dengan cara sensus menggunakan jalur berpetak. Pengumpulan data di lapangan menggunakan meode non destructive sampling (pengumpulan data tanpa pemanenan). Panjang jalur yang dibuat disesuaikan dengan kondisi lapangan, di dalam jalur penelitian dibuat sub-petak pengamatan 20 m x 20 m untuk pertumbuhan tingkat pohon dengan kelas dimater 20 cm sampai lebih; sub-petak 10 m x 10 m untuk pertumbuhan tingkat tiang dengan kelas diameter 10 - < 20 cm; dan sub-petak 5 m x 5 m untuk pertumbuhan tingkat pancang dengan tinggi > 1,5 m – diameter < 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Potensi karbon tanaman karet pada tingkat tiang adalah sebesar 30,05 Ton C/Ha atau setara dengan 110,18 Ton CO2/Ha, sedangkan pada tingkat pohon adalah sebesar 30,64 Ton C/Ha atau setara dengan 112,36 Ton CO2/Ha. Jumlah total karbon tersimpan pada tegakan tanaman karet adalah sebesar 60,69 Ton C/Ha atau setara dengan 222,55 Ton CO2/Ha. Jumlah emisi gas CO2 akibat proses dekomposisi lahan gambut akibat saluran drainase dengan kedalaman 100 cm adalah sebesar 19 ton CO2 ha-1 tahun-1. Emisi lahan gambut akibat proses dekomposisi dapat diserap kembali oleh tegakan tanaman karet dengan jumlah total emisi serapan sebesar 203,55 Ton CO2 ha-1 tahun-1. Kata Kunci : Karbon Tegakan, Tanaman Karet, Emisi Lahan Gambut
PENGARUH BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) Sumartoyo, Sumartoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi. Hasil kacang hijau di kabupaten Sintang masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kacang hijau adalah dengan perbaikan teknik budidaya, antara lain melalui pemberian Bokashi Tandan Kosong Kelapa Sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau dan untuk mendapatkan dosis bokashi tandan kosong kelapa sawit yang akan menghasilkan pertumbuhan serta hasil kacang hijau tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali, ke lima perlakuan tersebut adalah: B0 = Tanpa bokashi TKKS. B1 = Bokashi TKKS 5 ton per ha (0,50 kg per m2). B2 = Bokashi TKKS 10 ton per ha (1,00 kg per m2). B3 = Bokashi TKKS 15 ton per ha (1,50 kg per m2). B4 = Bokashi TKKS 20 ton per ha (2,00 kg per m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bokashi tandan kosong kelapa sawit dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang ditunjukkan oleh peubah, diameter batang, jumlah polong per tanaman, dan berat biji per tanaman. Pertumbuhan dan hasil tertinggi akibat pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit dicapai pada dosis 2,00 kg per m2, pada dosis tersebut menghasilkan bahwa rerata diameter batang terbesar (8,650 mm), rerata jumlah polong per tanaman terbanyak (38,600 buah), dan rerata berat biji per tanaman terberat (45,500 g).
Pemecahan Dormansi Dan Perkecambahan Keranjik (Dialium indum L.) Secara Mekanis Dan Kimiawi Aspita, Surya
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keranjik termasuk tumbuhan penghasil biji bertipe dormansi atau disebut “benih keras” biji ini sulit untuk menyerap air karena kulit bijinya yang keras dengan struktur terdiri dari lapisan sel-sel palisade berdinding tebal terutama di permukaan paling luar dan bagian dalamnya mempunyai lapisan lilin dari bahan kutikula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan mekanis dan kimiawi terhadap perkecambahan Keranjik dan Perlakuan manakah yang terbaik dalam mempergaruhi kecepatan berkecambah biji Keranjik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu dan pengetahuan terutama mengenai Pemecahan Dormansi Dan Perkecambahan Keranjik (Dialium indum L.) Secara Mekanis Dan Kimiawi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 (lima) perlakuan dalam penelitian yang meliputi 3 (tiga) perlakuan secara mekanis dan 2 (dua) perlakuan secara kimiawi .Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Analisis yang digunakan adalah analisis sidik ragam, selanjutnya untuk mengetahui perbedaan perlakuan digunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf perlakuan 5% dan 1%. Hasil penelitian tentang pemecahan dormansi dan perkecambahan Keranjik (Dialium indum l.) secara mekanis dan kimiawi diketahui bahwa memberikan pengaruh yang sangat singnifikan terhadap waktu berkecambah, persentase perkecambahan dan persentase hidup biji Keranjik. Perlakuan M1 (pengamplasan) adalah yang terbaik untuk mempercepat perkecambahan biji keranjik yaitu 11 kecambah yang hidup dengan rerata hari berkecambah 2,5 hari, persentase berkecambah yang terbaik yaitu perlakuan M1 (pengamplasan) yaitu sebesar 91,67%, sedangkan persentase hidup yang terbaik yaitu perlakuan pengamplasan (M1), sedangkan perlakuan terkecil adalah perlakuan K2 ( perendaman dengan menggunakan Air Infus Otsu-RL) yaitu pada perendaman dengan menggunakan Air Infus Otsu- RL yaitu sebesar 66,67%.
Keanekaragaman Jenis Dan Pemanfaatan Buah Buahan Pada Areal Tembawang Landau Buaya Syukur, Muhammad
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan pemanfaatan buah buhan pada areal Tembarawan Landau Buaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang meliputi wawancara / interview dan analisa vegetasi. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran jenis-jenis tumbuhan penghasil buah-buahan lokal, sedangkan analisa vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode eksplorasi melalui penjelajahan pada seluruh areal Tembawang. Hasil penelitian diketahui terdapat 12 jenis buah-buahan lokal yaitu Cempedak (Artocarpus cempedens), Durian (Durio zibethinus), Kemantan (Mangifera torquenda Kosterm), Kubal/Jetak (Lansium sp1), Langsat Lokal (Lansium sp2), Mantut (Nephelium mutabile), Mawang (Mangifera foetida Lour), Mentawak (Artocarpus lanceifolius),Pedalai (Artocarpus odoratissimus Blanco), Puak (Baccaurea edulis Merr), Sibau (Nephelium eriopetalum) dan Tertung (Durio dulcis).Pemanfaatan buah-buahan lokal oleh masyarakat belum ada pengolahan lebih lanjut, kecuali buah durian yang biasa dibuatkan Lempok dan Tempoyak. Selebihnya setiap jenis buah yang diambil hanya untuk dikonsumsi secara langsung. Kata Kunci: Keanekaragaman Jenis dan Pemanfaatan Buah Buahan, Tembawang Landau Buaya
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis NPK Terhadap Pertumbuhan Stek Kantong Semar (Nepenthes ampullaria Jack) Candra, H.M.Kurniawan; -, Sumjulia
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantong Semar merupakan tumbuhan yang mempunyai nilai estetika tinggi. Salah satu Kantong Semar yang memiliki nilai estetika serta banyak digemari oleh para pecinta  tumbuhan  hias  adalah  kantong  semar  (Nepenthes  ampullaria  Jack).  Meskipun jumlahnya  cukup  banyak  di  alam,  namun  apabila  tidak  ada  upaya  untuk  melestarikan dan  membudayakannya,  dikhawatirkan  jenis  ini  menjadi  punah.  Hal  ini  dapat  terjadi karena  tingginya  nilai  komersil  dari  kantong  semar  tersebut.  Sehingga  memicu masyarakat untuk memanfaatkannya tanpa terkendali, serta adanya upaya pengelolaan hutan yang tidak  berwawasan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan Rancngan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, masing-masing factor terdiri dari  3  taraf  perlakuan  dan  3  kali  taraf  ulangan.  Factor  pertama  adalah  media  tanam kokopit dan sekam bakar, factor kedua adalah dengan dosis pupuk NPK. Analisis yang digunakan adalah Analis Sidik Ragam, selanjutnya untuk mengetahui untuk mengetahui perbedaan perlakuan digunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf perlakuan 5% dan  1%.  Dari  hasil  penelitian  tentang  pengaruh  komposisi  media dan  dosis  NPK terhadap pertumbuhan stek kantong semar  Nepenthes ampularia  Jack diketahui bahwa perlakuan  komposisi  media  tidak  signifikan  terhadap  panjang  akar,  jumlah  tunas  dan panjang  tunas,  sedangkan  interaksi  komposisi  media  75%kokopit  dengan  25%  sekam bakar  (K1n1)  dan  dosis  NPK  0,5  gram  hanya  signifikan  pada  jumlah  tunas  tanaman Nepenthes ampularia Jack. Dan tidak signifikan pada panjang akar dan panjang tunas.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Anakan Gaharu Beringin (Aquilaria malaccensis) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Kamaludin, Kamal
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran Sapi dan dosis yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Gaharu Beringin (Aquilaria malaccensis) pada tanah Podsolik Merah Kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu : Tanpa Pupuk/Kontrol (S0), Pupuk kandang kotoran Sapi 100 gram per anakan (S1), Pupuk kandang kotoran Sapi 200 gram per anakan (S2) dan Pupuk kandang kotoran Sapi 300 gram per anakan (S3). Rancangan ini dipilih karena anakan Gaharu Beringin dan alat yang digunakan dalam penelitian relatif homogen (seragam) Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk kandang kotoran Sapi berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Gaharu Beringin pada tanah Podsolik Merah Kuning. Perlakuan berupa pemberian pupuk kandang kotoran Sapi sebanyak 300 gram per anakan (S3) adalah yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, untuk meningkatkan pertambahan tinggi dengan rerata 4,50 cm dan pertambahan jumlah daun anakan Gaharu Beringin dengan rerata 4,67 helai.
PENGARUH PEMBERIAN MOL BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Sukasih, Nining Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Mol Bonggol Pisang terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah PMK, serta untuk mengetahui dosis pemberian Mol Bongol Pisang yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tertinggi. Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu mol bonggol pisang, sedangkan variabel terikat terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, dan berat tongkol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan. Rancangan percobaan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor perlakuan yaitu bonggol pisang (b) terdiri dari 6 taraf yaitu Kontrol  (b0), 50 cc/ liter air / petak (b1), 100 cc/ liter air / petak (b2), 150 cc/ liter air / petak (b3), 200 cc/ liter air / petak (b4), 250 cc/ liter air / petak (b5). Jumlah kombinasi taraf perlakuan ada 6 kombinasi dan diulang 6 kali. Data dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian diketahui bahwa mol bonggol pisang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah PMK. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan dari perlakuan 250 cc perliter air perpetak (b5) dan pertumbuhan terendah dihasilkan dari perlakuan Kontrol (b0) . Rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan 250 cc MOL bonggol pisang per liter air (b5) dengan tinggi rata-rata 166.67 cm, rata-rata tanaman paling rendah tingginya hanya 92.83 cm pada tanaman yang tidak diberi MOL bonggol pisang (b0). Dan rerata diameter batang tertinggi terjadi pada pemberian MOL bonggol pisang 250 cc per liter air, dengan diameter rata-rata 25.21 mm. Sedangkan diameter batang yang terendah pada perlakuan kontrol (b0) dengan rata-rata 18.75 mm. Begitu juga dengan rata-rata berat tongkol per tanaman tertinggi pada percobaan ini dihasilkan oleh pemberian 250 cc MOL bonggol pisang dengan berat rata-rata 264.96 gram per tanaman, sedangkan tanaman yang tidak diberi MOL (kontrol) menghasilkan berat tongkol per tanaman paling rendah dengan berat rata-rata 109.58 gram per tanaman.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Anakan Rukam ( Flacourtian Rukam ) di Persemaian Sumarni, Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : PIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rukam adalah tumbuhan endemik Kalimantan selain itu buah rukam digemari oleh masyarakat lokal karena rasa buah yang manis dan segar. Akan tetapi ketersediaan bibit di alam sudah mulai berkurang, oleh karena itu budidaya rukam dengan pupuk kandang kotoran ayam menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah berkurangnya bibit rukam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran ayam dan dosis pupuk kandang kotoran ayam yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan anakan Rukam di persemaian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor tunggal dalam penelitian ini adalah dosis pupuk kandang kotoran ayam terdiri dari 6 taraf, yaitu : p0 = tanpa perlakuan, p1 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 100 gr per anakan, p2 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 150 gr per anakan, p3 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 200 gr per anakan, p3 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 100 gr, p4 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 250 gr per anakan, p5 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 300 gr per anakan. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi dan jumlah daun. Data dianalisis dengan menggunakan Uji BNT pada taraf 5% dan 1%. Dosis pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 300 gr (p5), merupakan perlakuan terbaik dalam mempengaruhi pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Rukam, namun tidak signifikan dibandingkan dengan dosis pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 250 gr (p4), sehingga secara ekonomis dapat diasumsikan bahwa perlakuan yang terbaik adalah perlakuan dengan dosis 250 gr (p4), dengan rerata pertambahan tinggi 8,50 cm dan rerata pertambahan jumlah daun 6,50 helai.

Page 1 of 10 | Total Record : 100