cover
Contact Name
Muh. Arief Maulana
Contact Email
maulgonzalez89@gmail.com
Phone
+6285800002059
Journal Mail Official
maulgonzalez89@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen Sudjono Humardani, Kampus No.1, Gadingan, Jombor, Kec. Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57521
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 26859130     EISSN : 26859122     DOI : 10.32585/advice.v2i2.1250
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling is a scientific journal managed by the Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Veteran Bangun Nusantara. This journal is a vehicle that can be used as a medium to share research results and ideas in the field of guidance and counseling. Which focuses on the following issues: 1. Group Guidance and Counseling 2. Individual Guidance and Counseling 3. Culture-based guidance and counseling 4. Religion-based Guidance and Counseling 5. Technology-based guidance and counseling 6. Media Guidance and Counseling 7. Evaluation and assessment of Guidance and Counseling 8. Research and development of Guidance and Counseling
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOR TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU AGRESIF SISWA Yaudiatama, Vhiolita Rohma; Mulyaningsih, Indarti Endang; Nugroho, Panggih Wahyu
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan behaviour  terhadap perubahan perilaku agresif siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen pre test-post test one group design yaitu pendekatan yang diberikan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala psikologi (angket) yang disusun untuk mengungkap perilaku agresif. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis statistik Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan dari 68,62% menjadi 56,46% sehingga pada siswa yang belum diberi layanan konseling kelompok memiliki nilai agresif tinggi dibandingkan yang sudah diberi layanan. Berdasarkan penelitian tersebut, penulis menyimpulakn bahwa “Ada Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Behaviour Terhadap Perubahan Perilaku Agresif Siswa”.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA Wibowo, Nanda Anggoro Kasih; Susanto, Bambang; Maulana, Muhammad Arief
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan layanan bimbingan kelompok teknik role playing terhadap interaksi sosial pada siswa kelas X MM SMK PGRI Sukoharjo Tahun Ajaran 2017/2018.Subjek penelitian adalah siswa kelas X MM dengan kategori sangat rendah, dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Teknik sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik angket yang terdiri dari 31 pernyataan. Dan teknik analisis data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik role playing terhadap interaksi sosial. Dimana penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Hasil uji diperoleh skor mean pretest sebesar 41,2 sedangkan mean pada post test 66,1 eksperimen diperoleh harga signifikansi sebesar 0.005 dengan nilai Z yang didapat sebesar 2,807 dan nilai Z tabel 1,598. Dimana nilai signifikansi dari 5% adalah nilai standar untuk mengetahui diterima atau tidak  Ho nya, ternyata harga signifikasi sebesar 0.005 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan skor pretest dan post test. Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik role playing terhadap interaksi sosial pada siswa kelas X MM Sekolah Menengah Kejuruan PGRI Sukoharjo Tahun Ajaran 2017/2018.
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK COGNITIVE RETRUCTURING (CR) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Kurniawan, Retno Apit; Hidayati, Awik; Maynawati, Aldila Fitri Radite Nur
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.281

Abstract

Penelitian ini merupakan peneliti eksperimen dengan menggunakan sampel sebanyak 7 siswa yang memiliki skors rendah dari 36 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan skala psikologi, diberikan sebanyak dua kali yakni sebelum diberikan tindakan dan sesudah diberikan tindakan, tindakan tersebut berupa layanan konseling kelompok teknik cognitive retructuring. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik pengolahan data statitiska uji z Wilcoxon. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah layanan konseling kelompok sebagai variabel bebas dan motivasi belajar sebagai variabel terikat. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh penelitian pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Tawangsari terdapat pengaruh layanan konseling kelompok melalui Teknik Cognitive Retructuring untuk meningkatkan Motivasi Belajar pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Tawangsari Sukoharjo tahun ajaran 2018/2019 hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut: Motivasi belajar siswa sebelum mendapatkan layanan konseling kelompok rendah dengan skors rata – rata 33,625. Setelah mendapatkan layanan konseling kelompok skor rata – rata naik menjadi 65,63. Berdasarkan analisis data dengan uji tes dapat dilihat bahwa to = 2,366 sedangkan tabel nilai kritis wilcoxon pada taraf signifikasi 5 % diperoleh zt = 2,00 dengan demikian zo > zt. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Tawangsari, artinya semakin besar frekuensi layanan konseling kelompok, semakin tinggi motivasi belajar siswa.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP INTERAKSI SOSIAL SISWA SMA Setyorini, Lina Ria Tri; Hidayati, Awik; Nugroho, Panggih Wahyu
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap interaksi sosial siswa kelas SMA Negeri 1 Nguter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pre-test dan posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Nguter Tahun 2017/2018 yang berjumlah 30 siswa. Selanjutnya dari hasil pengukuran angket interaksi sosial diperoleh 10 siswa yang menunjukkan kemampuan interaksi sosial rendah, 10 siswa inilah sebagai subjek penelitian dan akan diberikan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan angket, sedangkan metode analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan program SPSS versi 23. Data yang diperoleh dari skor rata-rata sebelum diberi layanan bimbingan kelompok teknik diskusi adalah 78,9 dan setelah diberi layanan bimbingan kelompok teknik diskusi adalah 103,1 artinya mengalami peningkatan sebesar 24,2. Hasil uji Wilcoxon diperoleh  Zhitung sebesar 2,810. Untuk mengetahui Zhitung signifikan atau tidak selanjutnya dikonsultasikan dengan Ztabel dengan taraf signifikasi 5% sebesar 1,645. Dengan demikian Zhitung = 2,810 > Ztabel = 1,645.
PERILAKU OFF TASK DALAM PEMBELAJARAN Maulana, Muhammad Arief
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai sikap dan perilaku siswa yang tidak mendukung proses pembelajaran (perilaku off task). Perilaku off task yang sering muncul dan mengganggu proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini adalah penelitian pustaka,dengan menggunakan analisis deskripti analitik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku off task sering terjadi dalam proses pembelajaran terutama mata pelajaran yang tidak disukai siswa.  Penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan kurang menarik juga ikut mempengaruhi munculnya perilaku off task.   Bentuk perilaku off task yang muncul dalam pembelajaran dapat berupa sikap yang ditunjukkan oleh dalam bentuk verbal (berbicara di luar materi pelajaran, bernyanyi, berteriak) dalam bentuk non verbal (melamun, tidur, bermain, menyontek, dan lain-lain). Perilaku off task akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Sehingga perilaku off task ini merupakan indikator minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran.  Oleh sebab itu, guru perlu memperhatikan sikap dan perilaku siswa dalam mengikuti pembelajarnnya. Penggunaan metode pembelajaran yang menarik, media pembelajaran yang inovatif, penyusunan strategi pebelajaran perlu dilakukan oleh guru agar siswa tetap menunjukkan keterlibatan intelektual-emosional dalam pembelajaran. Guru yang profesional dalam menyiapkan strategi pembelajaran dan berupaya menanamkan nilai karakter dalam diri siswa melalui pemberian nasihat, dan teguran langsung yang bersifat mendidik pada siswa yang melakukan perilaku off task.
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MENGGUNAKAN KLASIKAL UNTUK MENGEMBANGKAN CHARACTER BUILDING Rosidah, Ainur; Irawan, Edy
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.291

Abstract

Character building adalah suatu bentuk prilaku yang dilakukan terus menerus untuk dapat diperbaiki dan bibina serta membentuk tabiat, watak, dan akhlak mulia yang diharapkan dalam masyarakat. Character building harus ditanamkan dari sejak usia dini karena dapat menjadi penentu di usia-usia berikutnya, namun pada kenyataannya Character building hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat indonesia dan hasilnya tidak sedikit manusia saat ini menjadi tidak beretika baik dalam bicaranya ataupun tingkah laukunya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan uji efektivitas layanan bimbingan dan konsleing dalam mengembangkan  Character building. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif, metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian sebanyak 20 siswa Kelas VI SD Islam Terpadu Pringsewu. Analisi data yang digunakan berupa rumus uji beda yaitu uji statistik nonparametrik dengan rumus wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling menggunakan klasikal efektif untuk mengembangkan Character building.
PENGEMBANGAN MODUL KETRAMPILAN DASAR KONSELING Nugroho, Panggih Wahyu
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.286

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan modul ketrampilan dasar konseling. Diharapkan hasil penelitian ini dapat secara efektif meningkatkan ketrampilan konseling mahasiswa Binbingan dan Konseling Universitas Veteran Bangun Nusantara. Produk dari penelitian ini berupa modul yang berisikan tentang ketrampilan dasar konseling. Dengan modul ini diharapkan mahasiswa menjadi lebih mudah dalam memahami ketrampilan dasar konseling. Penelitian ini menghasilkan Modul Ketrampilan Dasar Konseling Bagi Mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu penelitian awal, perencanaan, dan pengembangan produk awal, uji kelayakan dan revisi produk. Pertama dilakukan untuk merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan. Tahap pertama yang dilakukan adalah penelitian awal. Penelitian awal meliputi analisis kebutuhan, studi literatur, dan Merumuskan masalah yang akan dipecahkan. Tahap kedua adalah perencanaan produk. Dalam tahap ini dilakukan perancangan produk yang akan dijadikan modul ketrampilan dasar konseling bagi mahasiswa. Tahap ketiga adalah pengembangan produk awal. Dalam tahap ini, langkah yang dilakukan adalah menyediakan peta konsep produk terlebih dahulu sebagai kerangka atau gambaran hasil produk. Tahap keempat adalah melakukan uji kelayakan produk. Pada tahap ini produk awal diujikan kelayakannya melalui validasi ahli dan praktisi bimbingan dan konseling. Setelah dilakukan validasi kemudian diadakan analisis hasil validasi. Hasil analisis validasi tersebut kemudian menjadi landasan dalam revisi produk awal. Revisi produk awal dilakukan untuk memperbaiki produk berdasarkan masukan para ahli dan praktisi, sehingga produk siap untuk uji lapangan terbatas.
INSTAGRAM : MEDIA DALAM BERPRASANGKA Fitria, Nita
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.290

Abstract

Prasangka sosial kerap terjadi di media sosial terutama di instagram. Individu tidak saling kenal di dunia nyata namun bisa memberikan penilaian (judment) kepada individu lain hanya berdasarkan apa yang dilihatnya melalui sesuatu yang ia posting. Banyak kasus terjadi yang bermula dari memberikan komentar negatif di instagram kemudian berakhir di kantor polisi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai fenomena-fenomena di instagram yang mencuat akibat prasangka sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, yaitu dengan mengamati 10 akun instagram yang dipilih secara acak dengan kategori followers yang melebihi satu juta. Hasil penelitian diperoleh bahwa foto dan video yang diunggah di intagram memberikan dua konsekuensi yaitu menaikkan citra diri atau mendapatkan cemoohan. Ketika pengguna instagram membagikan konten foto dan videonya, maka ada dua konsekuensi yang harus dia terima, siap dicela dan dipuji oleh orang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 8