cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Windw of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Studi Kualitas Bakteriologis Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kota Makassar Puspitasari, Ayu; Hikmah B, Nurul; Rahman, Harpiana
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.28

Abstract

Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Oleh karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya air minum isi ulang dapat langsung dikonsumsi. Kehadiran bakteri coliform yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air yang dapat menimbulkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa, ditinjau dari parameter kualitas bakteriologi coliform depot air minum isi ulang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan metode observasional, wawancara, dan uji laboratorium. Populasi penelitian adalah seluruh depot air minum isi ulang yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa, yaitu sebanyak 21 depot, dengan sampel adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 21 sampel yang diteliti hanya 3 yang memenuhi syarat kualitas bakteriologis sesuai Permenkes No.492/Menkes/per/IV/2010. Dengan demikian diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar agar memeriksaan air minum isi ulang yang telah diisi ke dalam galon dan mampu memberikan penyuluhan mengenai bahaya dari kandungan bakteriologis.
Analisis Persepsi Sembuh dari Perspektif Penderita Tuberkolosis dan Pengawas Minum Obat di Puskesmas Panambungang Kota Makassar Rahman, Harpiana; Puspitasari, Ayu; Hikmah B, Nurul
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.29

Abstract

Puskesmas Panambungan adalah salah satu puskesmas dengan penemuan angka kejadian tuberkulosis terbanyak di Makassar. Terjadi peningkatan kasus baru tuberkulosis dari 65 kasus pada tahun 2012 menjadi 67 kasus pada tahun 2013. Peningkatan ini disertai temuan bahwa beberapa penderita tidak menuntaskan pengobatan hingga 6 bulan. Perilaku ini beresiko meningkatkan penularan tuberkolosis dan kasus tuberkolosis multi drug resistence di wilayah kerja Puskesmas Panambungan. Diperlukan analisis masalah terlebih dahulu untuk merancang pengambangan komunikasi kesehatan dalam penanggulangan tuberkolosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah perilaku ketidakpatuhan penderita menuntaskan pengobatan tuberkolosis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan mempelajari kasus serupa pada informan terpilih. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi perilaku penderita, studi dokumen puskemas dan wawancara mendalam. Infroman yang dipilih sebanyak 9 orang dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian lalai minum obat disertai dengan kemunculan terminologi sembuh menurut penderita tuberkolosis. Menurut penderita tuberkolosis, sembuh dari penyakit tersebut adalah kondisi tubuh penderita mengalami penurunan batuk dan merasa sehat. Persepsi ini menyebabkan penderita tidak mau melanjutkan pengobatan. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa kejadian putus minum obat sebelum enam bulan atau tidak patuh minum obat dipengaruhi oleh persepsi penderita yang keliru memahami konsep sembuh tuberkolosis.
Membandingkan Ketimpangan Ketersediaan Tenaga Kesehatan Puskesmas di Wilayah Indonesia Timur Hikmah, Nurul; Rahman, Harpiana; Puspitasari, Ayu
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.36

Abstract

Tenaga kesehatan merupakan prioritas utama dalam kesuksesan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Indonesia memiliki tantangan dalam meningkatkan jumlah tenaga kesehatan yang terlatih untuk memenuhi tuntutan yang berkembang. Departemen Kesehatan telah menggunakan beberapa pendekatan dalam menentukan kebutuhan staf, menggunakan proyeksi berdasarkan status kesehatan masyarakat, perubahan demografi dan program kesehatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penyebaran tenaga kesehatan puskesmas terhadap ketimpangan ekonomi rumah tangga di wilayah Indonesia Timur, sehingga pemerintah dapat menangani secara serius dan tegas terhadap permasalahan distribusi tenaga kesehatan, khususnya daerah yang sulit dijangkau. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain rancangan penelitian cross sectional. Menggunakan data sekunder skala besar dari Indonesia Family Life survey (IFLS) East. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antara puskesmas yang berada di wilayah dengan tingkat ekonomi rumah tangga tinggi dan rendah lokasi geografis berdasarkan perkotaan/pedesaan dan keterpencilan bahkan provinsi. Puskesmas di wilayah Indonesia Timur lebih banyak mengalami kekosongan tenaga khususnya dokter dan bidan, juga rendahnya jumlah tenaga kesehatan masyarakat membuktikan bahwa pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada promotif dan preventif terabaikan. Optimalisasi peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitator yang lebih memfokuskan dan membantu daerah yang kekurangan tenaga kesehatan khususnya provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua Barat yang lebih banyak mengalami kekurangan tenaga kesehatan masyarakat bahkan kekosongan tenaga dokter dan bidan.
Faktor yang Berhubungan dengan Akseptor dalam Memilih Jenis Kontrasepsi di Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar Nurgahayu, Nurgahayu; Ulfa, Nurul; Taqiyah, Yusrah
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.37

Abstract

Kumulatif peserta Keluarga Berencana baru premix kontrasepsi Provinsi Sulawesi Selatan untuk daerah Kota Makassar target pengguna Keluarga Berencana baru adalah 40.099 orang pasang usia subur, ternyata data di lapangan lebih dari 100% dari target pasangan usia subur yang menggunakan Keluarga Berencana baru. Data di Puskesmas Kassi-Kassi Tahun 2014 yaitu 711 akseptor Keluarga Berencana yang menggunakan suntikan sebanyak 573 peserta (80.59%), dan Intra Uterine Device sebanyak 19 peserta (2.67%), MOW sebanyak 50 peserta (7.03%), kondom sebanyak 22 peserta (3.09%) dan pil 47 peserta (6.61%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi akseptor dalam memilih jenis kontrasepsi yang digunakan dan efek samping yang dirasakan para akseptor di wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitan ini adalah wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi buatan sebanyak 239 orang, jumlah sampel sebesar 81 diambil menggunakan tenik Isacc dan Michael. Teknik pengambilan sampel digunakan accidental sampling yaitu sampel yang diambil di lokasi penelitian ketika penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara usia, jumlah anak yang diinginkan, pengalaman dengan kontrasepsi yang lalu. Disarankan setiap ibu perlu memperhatikan usia yang paling tepat untuk hamil, karena dapat menyebabkan risiko tinggi jika hamil pada usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun, pemilihan jenis kontrasepsi yang berjenjang dapat membantu akseptor di dalam mengatur jarak dan jumlah anak yang diinginkan, pengalaman dapat dijadikan acuan seorang akseptor dalam memilih jenis kontrasepsi yang tepat. The cumulative contraception of new contraception premix contraception participants in South Sulawesi Province for Makassar City, the target of new KB users is 40,099 people of childbearing age, it turns out that the data in the field is more than 100% of the target couples of childbearing age who use new birth control. Data in the 2014 Kassi-Kassi Puskesmas were 711 family planning acceptors using injections of 573 participants (80.59%), and IUDs of 19 participants (2.67%), MOW of 50 participants (7.03%), Condoms of 22 participants (3.09%) and 47 participant pills (6.61%). The purpose of this study was to determine the faktors that influence acceptors in choosing the type of contraception used and the side effects felt by acceptors in the working area of ​​the Kassi Kassi Public Health Center in Makassar. The research method used is quantitative research with cross sectional approach. The population in this research is women of childbearing age who use artificial contraception as many as 239 org, the total sample of 81 is taken using Isacc and Michael techniques. The sampling technique used was accidental sampling, which is the sample taken at the study site when the study took place. The results of the study showed there was no relationship between age, number of children desired, experience with past contraception. It is recommended that every mother needs to pay attention to the most appropriate age to get pregnant, because it can cause a high risk if pregnant at age <20 years and> 35 years, the selection of the type of contraceptive level can help acceptors in managing the distance and number of children desired, experience can be made reference for an acceptor in choosing the right type of contraception.
Kontaminasi Bakteri Eschericia Coli pada Botol Susu Balita dengan Kejadian Diare pada Balita Sani, Andi; Sartika, Sartika; Anugrah, Inka
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.38

Abstract

Kasus diare terus meningkat di Kota Makassar sebanyak 23.334 kasus ditahun 2016. Balita menjadi kelompok yang rentan terhadap diare. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontaminasi bakteri Escherichia coli pada botol susu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Sampel adalah balita yang memakai botol susu yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling, sebanyak 72 anak balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak dapat melihat hubungan Escherichia coli pada botol dikarenakan seluruh sampe terdapat Escherichia coli dan tidak memenuhi syarat, sedangkan pada proses pencucian (p=0.007), penyimpanan botol (p=0.041), menyiapkan botol (p=0.100), penyediaan air bersih (p=0.904), kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p=0.229). Kesimpulan dari penelitian bahwa tidak dapat melihat perbandingan Escherichia coli pada botol susu dikarenakan seluruh sample terdapat bakteri E.coli. Terdapat hubungan yang signifikan antara pencucian dan menyiapkan botol susu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Tahun 2018. Penelitian ini menyarankan agar para ibu atau wali anak lebih memperhatikan cara pencucian botol susu dan penyiapan botol susu. Diarrhea cases continue to increase in Makassar City as many as 23,334 cases in 2016. Toddlers are a group that is vulnerable to diarrhea. This study aims to determine the contamination of Escherichia coli bacteria in milk bottles with the incidence of diarrhea in infants in the working area of ​​Kaluku Bodoa Public Health Center Makassar City in 2018. The type of research used was observational with a cross sectional study design. The population is all children under five in the working area of ​​Kaluku Bodoa Health Center. Samples are toddlers who use milk bottles selected using proportional random sampling technique, as many as 72 children under five. The results showed that there was no relationship between Escherichia coli on the bottle because all Escherichia coli was present and did not meet the requirements, whereas in the washing process (p = 0.007), storage of bottles (p = 0.041), preparing bottles (p = 0.100), provision clean water (p = 0.904), handwashing habits with soap (p = 0.229). The conclusion from the study that can not see the comparison of Escherichia coli in milk bottles because all samples contained E.coli bacteria. There is a significant relationship between washing and preparing milk bottles with the incidence of diarrhea in infants in the working area of ​​the Kaluku Bodoa Public Health Center Makassar City in 2018. This study suggests that mothers or guardians of children pay more attention to how to wash bottles and prepare milk bottles.
Hubungan Pola Konsumsi Sayur dan Buah dengan Kejadian Sindrom Metabolik pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Labuang Baji Kota Makassar Septiyanti; Jafar, Nurhaedar; Hendrayati
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.40

Abstract

Semakin meningkatnya arus globalisasi di segala bidang, perkembangan teknologi dan industri telah banyak membawa perubahan pada perilaku dan gaya hidup masyarakat. Perubahan pola konsumsi makanan serta berkurangnya aktivitas fisik dan polusi lingkungan pun turut serta mempengaruhi perubahan gaya hidup. Perubahan tersebut tanpa disadari telah memberi pengaruh terhadap terjadinya transisi epidemiologi dengan semakin meningkatnya kasus-kasus penyakit degeneratif. Seiring dengan perubahan gaya hidup manusia tersebut, maka salah satu permasalahan yang muncul dalam bidang kesehatan adalah peningkatan kejadian sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi sayur dan buah dengan sindrom metabolik pada pasien rawat jalan di RSUD Labuang Baji Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porsi dan jenis konsumsi sayuran dan buah-buahan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan sindrom metabolik, sedangkan frekuensi konsumsi sayuran dan buah-buahan memiliki hubungan bermakna dengan sindrom metabolik. Penderita sindrom metabolik ditemukan tertinggi pada usia 60-69 tahun. Sebagian besar penderita sindrom metabolik adalah perempuan dengan pekerjaan pensiunan. Kemudian kejadian sindrom metabolik semakin meningkat dengan tingginya tingkat pendidikan. Disarankan kepada pasien agar memperbanyak konsumsi sayur dan buah baik dalam hal porsi, frekuensi, maupun jenisnya.
Pengobatan Tradisional Penyakit Diare Pada Anak Balita di Suku Bajo Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone Tria Syahrani, Andi Ratu; Asrina, Andi; Yusriani
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.42

Abstract

Diare merupakan suatu penyakit yang di anggap biasa oleh masyarakat, sehingga kadang diabaikan namun penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita. Diare dapat mengakibatkan demam, sakit perut, penurunan nafsu makan, rasa lelah dan penurunan berat badan. Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan informasi secara mendalam mengenai Pengobatan Tradisional Penyakit Diare Pada Anak Balita di Suku Bajo Kabupaten Bone. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi kualitatif yang bermaksud mengeksplorasi secara mendalam dengan pendekatan etnografi fokus utamanya pada budaya mengenai perilaku Pengobatan Tradisional Penyakit Diare Pada Anak Balita di Suku Bajo Kabupaten Bone Tahun 2020 melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di suku Bajo pada tanggal 4 Maret sampai dengan 13 Maret 2020. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam. Sumber data yaitu orang-orang yang dimintai memberikan informasi , dan bersedia memberikan informasi yang disebut informan. Jumlah informan biasa sebanyak 3 orang, namun yang peneliti dalami 2 orang. Kesimpulannya pengobatan tradisional telah diyakini masyarakat suku Bajo dan menjadi budaya dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan yang bahkan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis.
Pembentukan Konsep Diri Remaja (Studi Pada Remaja Korban Perceraian Orang Tua) Di Kota Makassar Tahun 2020 Irawan, Reina Renita; Andi Asrina; Yusriani
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.48

Abstract

Persepsi anak, perceraian dianggap sebagai sebuah mimpi buruk karena mereka menganggap bahwa perceraian yang dialami oleh orang tuanya merupakan sebuah tanda kematian bagi keutuhan keluarganya dengan konsekuaensi yakni menerima kesedihan dan perasaan kehilangan yang mendalam akibat perceraian yang dialami oleh orang tua mereka. Angka perceraian di Kota Makassar setiap tahun semakin meningkat. Selama tahun 2019 dan mengalami peningkatan sekitar 25% dari tahun sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pedekatan penelitian quasi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bermaksud untuk mengeksplorasi mengenai pembentukan konsep diri remaja melalui observasi, indepth interview kepada 3 informan biasa, 3 orang Informan pendukung dan 1 informan kunci. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dampak perceraian orang tua terhadap remaja berpengaruh dalam pembentukan konsep diri dapat dilihat dari hasil penelitian oleh tiga informan. Significan others (orang terdekat) pada informan AR sebelum orang tua bercerai sangat dekat dengan orang tuanya terutama Bapak AR, dari kecil hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) namun setelah bercerai kedua orang tua AR lebih dekat dengan Ibu. Informan ke dua RJ Setelah kejadian perceraian yang di hadapai Ibunya, Ia merasa semakin dekat dengan ibunya, dan merasa cangggung dengan ayahnya sendiri. Informan ke tiga saat berumur 5 tahun, setelah orang tuanya bercerai merasa hancur dan mulai tidak begitu dekat dengan orangtuanya karena berpisah tempat dan perhatian yang ia dapatkan berubah.Di harapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain mengenai pembentukan konsep diri.
Persepsi Remaja Tentang HIV/AIDS Pada Organisasi Berbasis Komunitas (OBK) di Kota Makassar Tahun 2020 Aulia Apriliani; A. Rizki Amelia AP; Rusyidi, Arni Rizqiani
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.vi.50

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is interpreted as a symptom or disease caused by decreased immunity due to infection with Human Immunodeficiency Virus (HIV). The highest HIV/AIDS sufferers by age in South Sulawesi Province in 2019 are aged 15-29 years and Makassar City is the city with the highest number of sufferers HIV/AIDS as many as 430 people. The purpose of this study was to determine adolescent perceptions about HIV/AIDS in Community Based Organizations (OBK) in Makassar City in 2020. The type of research used was qualitative with a phenomenological approach. The informants in this study consisted of key informants, supporting informants, and ordinary informants who done with the snowball sampling method. From the results of the study it was found that adolescents who are members of the Makassar State University MAPHAN UKM show the perception of the vulnerability of girls knowing the risk of disease. The perception of seriousness shows that adolescents know the seriousness of an individual's illness by explaining and determining the impact of the risks and conditions. Perception Encouragement to act shows that adolescents already know the urge to make prevention efforts to the community by explaining and providing awareness to the community. Perception of benefits shows that adolescents already know the benefits of HIV/AIDS prevention efforts by determining the actions taken to prevent disease and the perceived benefits. Perception of barriers shows that adolescents can explain the obstacles in carrying out efforts to prevent HIV/AIDS through the impact that will occur when not making these efforts. Adolescents can explain the perception of vulnerability to the risk of HIV/AIDS, seriousness in dealing with HIV/AIDS, encouragement to act in efforts to prevent HIV/AIDS, and the benefits of HIV/AIDS prevention efforts and perceived obstacles when making these efforts.
Gambaran Promotion Mix Terhadap Keputusan dalam Memilih Pelayanan Kesehatan Di Klinik Physiota Kabupaten Pangkep Wahyuni, Eka; Muchlis, Nurmiati; Amelia, A. Rizki
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (Agustus, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.52

Abstract

Bauran promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran dengan menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk atau mengingatkan layanan kepada konsumen sehingga mereka dapat menerima, membeli, dan loyal pada produk/layanan yang ditawarkan. Pelayanan kesehatan salah satunya fisioterapi perlu mendesain program pemasaran agar mendapat respon yang baik dari konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bauran promosi terhadap keputusan dalam memilih pelayanan kesehatan dilihat dari persepsi pasien di Klinik Physiota Kabupaten Pangkep yang dilihat dari lima aspek bauran promosi yaitu periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemasaran langsung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa bauran promosi klinik sudah tergolong baik. Kesimpulan dari penelitian ini ialah dari hasil penelitian mengenai gambaran bauran promosi klinik sudah tergolong baik, hal ini dikarenakan pasien merasa puas dengan bauran promosi yang dilakukan klinik physiota.