cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan Website. //http:www.pusdikrara-publishing.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Ability : Journal of Education and Social Analysis
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : 27742431     EISSN : 27468216     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Ability mengundang para Dosen, sarjana, peneliti, dan mahasiswa untuk menyumbangkan hasil studi dan penelitiannya di bidang yang berkaitan dengan Pendidikan, yang meliputi studi tekstual dan lapangan dengan berbagai perspektif, Manajemen Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Pengembangan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran serta hasil-hasil penelitian kontemporer dalam bidang Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 NAMORAMBE KECAMATAN NAMORAMBE MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG Dahliana
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 1 No 1 Oktober 2020
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan peneliti,diketahui bahwa guru belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif,pembelajaran yang belum optimal,serta aktivitas siswa yang masih pasif dalam kegiatan pembelajaran sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Hal ini ditunjukkan tes hasil belajar siswa pada pra siklus dari 17 siswa, 11 siswa diataranya belum mencapai KKM.Solusi dari beberapa kendala tersebut adalah dilaksanakannya Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Model pembelajaran NHT memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling sharing ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat.Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah model NHT dapat meningkatkan keterampilan guru,aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Namorambe Kecamatan Namorambe Morawa Kabupaten Deli Serdang.Tujuan penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) menggunakan model pembelajaran NHT pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Namorambe Kecamatan Namorambe Morawa Kabupaten Deli Serdang.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan.Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Namorambe Kecamatan Namorambe Morawa Kabupaten Deli Serdang sebanyak 17 siswa.Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan guru, dan hasil belajar siswa.Hasil belajar siklus I yang mengalami ketuntasan sebesar 70,58 dengan rata-rata kelas 63,05, siklus II yang mengalami ketuntasan sebesar 88,23% dengan rata-rata kelas 83,76.Simpulan dari hasil penelitian ini adalah model pembelajaran NHT dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK).
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru-Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop Di Sd Negeri 081232 Sibolga Tahun Pembelajaran 2018/2019 Suanna Mariahati Situmorang
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 1 No 1 Oktober 2020
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan guru SD Negeri 081232 Sibolga dalam menetapkan kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yang selama ini masih ditentikan kesepakatan. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan seluruh guru mata pelajaran di lingkungan SD Negeri 081232 Sibolga dari hasil pengamatan sebelumnya mereka belum mampu menentukan KKM sendiri. dari 11 orang guru hanya 2 orang (18%) yang menghitung nilai KKM , Diharapkan dengan Workshop 55% guru sudah menghiting KKM berdasarkan kesesuaian silabus dan KKM, kerapian,Penetapan nilai Penetapan nilai intake,penetapan nilai Kompleksitas dan penetapan nilai daya dukung. Penelitian direncanakan dengan 2 siklus. Dalam melakukan observasi, penelitian ini diawali dengan melakukan workshop adan selanjutnya penelitian dilanjutkan dengan meneliti hasil KKM yang dibuat oleh guru mata pelajaran sehingga hasil yang diperoleh dapat terlihat dengan jelas. Berdasarkan kriteria tersebut di atas,walaupun disediakan 2 siklus tercapai pada siklus 1, 50% guru sudah memahami bagaimana menyusun penetapan KKM dengan baik. Dan sudah melaksanakan dan sesuai dengan target yang di tentukan penulis. Dari hasil analisis pada siklus 1 menunjukkan hasil bahwa 6 guru dari 11 atau ± 50% SD Negeri 081232 Sibolga telah menetapkan KKM secara mandiri, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat membantu guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan Minimal.
PENINGKATAN BERPIKIR KREATIF DAN SIKAP BELAJAR MANDIRI MELALUI METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SISWA KELAS IX- 6 UPT. SMP N 2 SIDIKALANG TP. 2018/2019 Rusli Padang
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 1 No 1 Oktober 2020
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IX- 6 UPT. SMP N 2 Sidikalang pada Semester II Tahun Pembelajaran 2018/2019 pada bulan April sampai dengan Juni 2019 dengan objek penelitian 36 orang siswa. Dalam proses penelitian ini peneliti menggunakan proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam pelaksanaannya menggunakan siklus I, II, dan III. Setiap siklus terdiri atas empat bagian yaitu : (1) Tahap Perencanaan, (2) Tahap Pelaksanaan Tindakan, (3) Tahap Pengamatan / observasi, (4) Refleksi. Hasil akhir dengan adanya penelitian ini Setiap siswa dalam proses pembelajaran diharapkan memiliki tingkat kekreatifan yang baik dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dimaksudkan supaya proses pembelajaran semakin menarik dan menyenangkan dan tidak terjadi kevakuman menggali ide-ide yang baru dalam menyelesaikan sebuah masalah. Pemikiran kreatif adalah proses di mana seseorang menemukan atau menggali ide-ide yang baru kemudian dituangkan dalam menyelesaikan sebuah masalah. Pemikiran kreatif seperti inilah yang sebelumnya tidak peneliti temukan di Kelas IX- 6 UPT. SMP N 2 Sidikalang , Oleh karena itu peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran ini dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw khususnya pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Model ini merupakan model berbasis masalah dan dimaksudkan untuk menyelesaikan yang terdapat di dalam kelas. Dengan pemakaian model ini siswa akan dituntut untuk menyelesaikan sebuah masalah dalam topik pembelajaran melalui pemikiran-pemikiran yang kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana upaya perbaikan mutu pembelajaran Agama Kristen dan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan berpikir kreatif siswa dan Peningkatan Sikap Belajar Mandiri Siswa melalui penggunaan model Jigsaw. Hasil Akhir dari Penelitian Tindakan Kelas ini ditemukan peningkatan yang signifikan dari setiap siklus. Hasil pencapaian peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dan sikap belajar mandiri siswa yang meningkat dari siklus I ke siklus III ada 8,22% menjadi 15,27% dikategorikan ke dalam siswa yang memiliki kemampuan berpikir dan mampu belajar mandiri.
Peningkatan Kompetensi Guru Menggunakan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dengan Metode Tutor Sebaya Di Sekolah Dasar Negeri 173110 Hutaraja Tahun Ajaran 2019/2020 Resti Pasaribu
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 1 No 1 Oktober 2020
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penlitian ini adalah adalah masih rendahnya penguasaan guru guru SD Negeri 173110 Hutaraja Kec. Tarutung menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode tutor sebaya dapat meningkatkan kompetensi guru menggunakan TIK di SD Negeri 173110 Hutaraja Tahun 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru menggunakan TIK di SD Negeri 173110 Hutaraja. Dalam penelitian ini, nilai rata-rata guru yang bisa menggunakan TIK dari sebelum siklus hanya 62,27 kemudian naik menjadi 70,45 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 76,59 pada siklus II. Pada persentase ketuntasan dari sebelum siklus hanya 31,82% kemudian naik menjadi 72,73% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 90,91% pada siklus II. Sedangkan jumlah guru yang bisa menggunakan TIK dari sebelum siklus hanya 7 guru kemudian naik menjadi 1 guru pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 20 guru pada siklus II.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Supervisi Akademik Secara Berkelanjutan Di Smp Negeri 7 Pangaribuan. Kec. Pangaribuan Tahun Pelajaran 2019/2020 Lomide Pasaribu
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 1 No 1 Oktober 2020
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan penelitian ini adalah ingin mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya meningkatan Kompetensi Guru Melalui Supervisi Kepala Sekolah. Penelitian tindakan ini dilakukan terhadap guru di SMP Negeri 7 Pangaribuan Semester II Tahun ajaran 2019/2020. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan sekolah yang alurnya, yaitu membuat siklus yaitu dari rencana tindakan, melaksanakan tindakan, observasi dan refleksi pelaksanaan tindakan selama dua siklus. Hasil refleksi tersebut digunakan sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan mengambil keputusan melanjutkan atau menghentikan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru meningkat setelah dilakukan tindakan yang berupa penerapan supervisi berkelanjutan selama dua siklus. Peningkatan tersebut meliputi peningkatan dalam kompetensi mengajar dikelas, melaksanakan, membuat administrasi, melaksanakan evaluasi hingga pada kedisiplinan masuk kelas, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, dan melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa. Peningkatan kompetensi mutu pembelajaran disekolah sangat tergantung dari beberapa faktor. Faktor yang sangat penting antara lain adalah peningkatan kompetensi guru kearah peningkatan mutu. Dalam Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini, dicobakan tindakan berupa penerapan Supervisi Kepala Sekolah. Hasil Penelitian menunjukkan pada siklus kedua, kompetensi guru dalam mengajar dikelas pada proses belajar mengajar meningkat dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan sebesar 73%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar dikelas pada kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan penerapan supervisi kepala sekolah kepada guru.
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop Di Sd Negeri 174568 Simorangkir Tahun Ajaran 2019-2020 Katarina Tampubolon
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 1 No 1 Oktober 2020
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui workshop. Subyek penelitian adalah guru guru SD Negeri 174568 Simorangkir dengan melibatkan gabungan guru rayon siatas barita guru kelas I – VI sejumlah 21 orang. Workshop yang terdiri atas 2 siklus memberikan pemahaman dan latihan menetapkan KKM indikator, KKM Kompetensi Dasar, KKM Standar Kompetensi sampai KKM mata pelajaran. Siklus 1 dengan kelompok besar ( umum ) dan siklus ke 2 kelompok kecil yaitu sesuai kelas dan mata pelajaran. Penelitian Tindakan Sekolah ini menggunakan analisa data deskriptif komparatif yaitu membandingan kondisi awal dengan hasil siklus 1 dan siklus 2. Pengumpulan data dari Lembar Pemahaman KKM, instrumen serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tsb dapat disimpulkan bahwa (1) melalui workshop dapat meningkatkan kemampuan dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) bagi guru-guru SD Negeri 174568 Simorangkir, (2) dengan meningkatnya kemampuan tsb guru-guru lebih semangat dan antusias dalam pembelajaran karena mereka ingin mencapai hasil pembelajaran yang lebih tinggi dari KKM, dengan demikian hasil belajar siswa meningkat. Peneliti merekomendasikan : (1) Workshop dari pengawas sangat membantu dan diperlukan guru-guru guna meningkatkan kinerjanya dalam proses pembelajaran, (2) perlunya kinerja guru yang maksimal dalam pembelajaran agar hasil belajar meningkat , (3) sekolah hendaknya mendukung dan mendorong agar kinerja guru-guru senantiasa meningkat sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal, Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Di MAN 2 Model Medan Pohan, Riduan
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 2 No 1 Januari 2021
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is still a lack of communication and openness between principals and teachers in MAN 2 Medan Model. Principals rarely participate in activities at school. There is a gap between teachers and school principals. The lack of communication attitude of the principal causes the organizational culture to be less good so that groupings are formed between teachers. Principals should work closely with teachers. Through interpersonal communication the principal can embrace the teacher as a whole. So that a good organizational culture will be created in the school environment. Research objectives: determine the effect of interpersonal communication on teacher performance, determine the effect of leadership style on teacher performance, determine the influence of organizational culture on teacher performance, and determine the effect of interpersonal communication, leadership style, organizational culture on teacher performance. The research was conducted at MAN 2 Jalan Williem Iskandar No. 7a Medan in November 2020. This research is a quantitative study, with the same population and sample, namely 68 people, using the Totally Sampling method. There is a positive and significant influence of interpersonal communication on teacher performance. by 18.8%. There is a positive and significant influence of organizational culture on teacher performance by 25.7%. There is a positive and significant influence of leadership style on teacher performance by 32.1%. There is a positive and significant influence between interpersonal communication, organizational culture, leadership style together on teacher performance by 41.2%.
Membangun Komunikasi Organisasi Untuk Mengembangkan Kinerja Guru Muhammad Yunus, Mesiono,
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 2 No 1 Januari 2021
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya membangun komunikasi organisasi untuk mengembangan kinerja guru. Tulisan ini menggunakan pendekatan kepustakaan dan literature yang terkait dengan tema penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi organisasi sangat diperlukan untuk mengembangan kinerja guru dan untuk menjalankan organisasi lembaga pendidikan. keberhasilan lembaga pendidikan dan meningkatnya kinerja guru sangat ditentukan oleh faktor manajemen organisasi serta kemampuan komuniasi yang dimiliki masing-masing stake holders dalam mengemban tugasnya. Komunikasi yang efektif dapat dilihat dari pelayanan terbaik dan hasil yang bisa dilihat melalui kinerja guru dan akhirnya bisa menciptakan kualitas dan sekolah unggulan dan menciptakan lulusan yang sebagaimana diharapkan. Maka keterampilan komunikasi para personil sekolah dan terutama guru-guru memang menjadi tugas pemimpin sekolah dan harus selalu ditingkatkan agar semakin jelas manfaat dan kontribusinya dalam mewujudkan kinerja guru yang maksinal dan mencapai tujuan di lembaga pendidikan tersebut.
Manajemen Mutu Pendidika Di SMA Negeri 2 Tanjungbalai Novia, Rahmat Hidayat, Willi,
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 2 No 1 Januari 2021
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to obtain data in SMA Negeri 2 Tanjungbalai which aims to determine the quality of education quality management in SMA Negeri 2 Tanjungbalai. This research was conducted from October 2020 to December 2020. Researchers used a qualitative approach and descriptive methods. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation study. The sources of this research are: the principal, the vice principal, the teacher. Planning for education quality management at SMA Negeri 2 Tanjungbalai begins with planning based on the results of the previous program evaluation. Planning is approved at a meeting of principals and teachers at the beginning of the school year. The planning process is guided by customer needs, vision, mission, and school goals, as well as government regulations. The implementation of quality management education at SMA Negeri 2 Tanjungbalai involves every element in the school according to their respective capacities and parts. In carrying out the implementation of the school based on the agreed program, government regulations, as well as the quality objectives of SMA Negeri 2 Tanjungbalai according to the vision and mission Supervision of education quality management at SMA Negeri 2 Tanjungbalai uses several strategies to supervise, namely forming a direct supervision team in schools whose officers are senior teachers in collaboration with Counseling Guidance teachers and parents, as well as monitoring student council activitiemonitoring activity of OSIS
Peranan Pengawas Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMK Tritech Informatika Medan Yasin; Nasution, Tirajabi’ah
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 2 No 1 Januari 2021
Publisher : Ability: Journal of Education and Social Analysis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan tujuan untuk mengetahaui program pengawas sekolah yang ada di SMK Tritech Informatika Medan, peranan pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Tritech Informatika Medan, dan faktor pendukung dan penghambat pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendiidkan di SMK Tritech Informatika Medan. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif Penelitian ini dilakukan di SMK Tritech Informatika Medan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa: 1) Program yang ada di SMK Ttritech tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi program tahun lalu, dan program pengawas sekolah yaitu program tahunan dan semester, 2). Peranan pengawas sekolah di SMK Tritech yaitu seperti seperti Pemantauan dan pembinaan terhadap perencanaan pembelajaran, sebagai pembina dan pelatihan terhadap guru dan kepala sekolah, dan menilai kinerja guru 3). faktor pendukung dan penghambat pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu faktor pendukungnya sendiri yaitu dengan adanya dukungan dari pihak sekolah maka ini akan mempermudah pekerjaan pengawas sekolah selama berkunjung dan menjalankan peranannya dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Tritech tersebut. Untuk faktor pengahambatnya sendiri berupa masih banyak guru yang berfikiran bahwa pengawas sekolah itu sangatlah menyeramkan dan masih banyak guru yang menghindar dari kunjung pengawas sekolah di sekolah.

Page 1 of 2 | Total Record : 18