cover
Contact Name
Reza Akbar
Contact Email
rezabimbelaplus@gmail.com
Phone
+6281254504942
Journal Mail Official
alwatzikhoebillaha@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Sultan Muhamamd Syafiuddin Sambas Jalan Raya Sejangkung No 126 Sambas Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
ISSN : 2442384X     EISSN : 25487396     DOI : https://doi.org/10.37567
The scopes of this journal are Economics and Business, Islamic Economics, Islamic History and Civilization, Islamic Dakwah, Study of The Koran And Tafseer, Education, Islamic Education, Islamic Philosophy, Islamic Law, and Social Sciences
Articles 34 Documents
Qashashul Quran: Ayat-Ayat yang Menunjuk Peristiwa Nabi dan Sejarah Posha, Beti Yanuri
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan Alquran sebagai kitab suci umat Islam memainkan peran penting, sebagai pilar Islam dan otoritas tertinggi dalam persoalan-persoalan spiritual dan etika. Kemurnian kitab Alquran dijamin langsung oleh Allah swt., yaitu dzat yang menciptakan dan menurunkanAlquran itu sendiri. Kenyataannya, bisa diketahui bahwa satu-satunya kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh jutaan umat Islam. Isi kandungan dalam Alquran banyak memuat tentang Qashashul (Kisah-Kisah Sejarah). Suatu peristiwa disebut sejarah jika memilikiciri-ciri bahwa peristiwa tersebut unik dan besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya. Misalnya menceritakan umat-umat terdahulu, sejarah nabi-nabi, peristiwa-peristiwa masa lampau, kini dan masa yang akan datang, tidak hanya mempelajari pertumbuhan dan kemajuannya, tetapi juga mampu menghayati kisah-kisah pada zaman dahulu serta mampu mengambil value dan ibrahnya. Ayat-ayat yang berbicara tentang kisah-kisah sejarah dalam Alquran banyak sekali, seperti yang telah dipaparkan dalam uraian ini. Untuk itu, perlu kita mengetahui dan mengkaji kembali pengertian dari Qashashul Quran, ayat-ayat yang menunjuk peristiwa nabi dan sejarah serta bagaimana perspektif orientalis terhadap Qashashul Quran.
Sejarah Pemikiran Islam Hasan Al-Banna Nurulloh, Deden Gumilang Masdar
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasan Al Banna melalui gerakan Ikhwanul Muslimun telah menginspirasi pembaharuan Islam pada abad ke-20. Corak pemikiran yang diketengahkannya adalah pemikiran Islam yang moderat, tidak berlebih-lebihan dan tidak pula serba memudahkan. Menjadi alternatif bagipemikiran umum yang berkembang saat itu, yakni pemikiran sekularisme (memisahkan urusan agama dan negara). Warisan terbesar Hasan Al Banna adalah jama’ah Ikhwanul Muslimun, yang didirikannya pada bulan Maret 1928 masehi, bertepatan dengan bulan Zulqa’idah 1347hijriyah. Hasan Al Banna tewas ditembak pada 12 Februari 1949 di depan Kantor Pusat Pemuda Ikhwanul Muslimun, lewat sebuah perencanaan tingkat tinggi petinggi militer Mesir dikomandoi Mahmud Abdul Majid, seperti yang diungkap Fathi Yakan. Menjadi semakinmenarik lagi, apabila pemikiran Hasan Al Banna ditinjau lebih dalam, untuk mengangkat gagasan-gagasan orisinilnya tentang perkembangan dan pergerakan keislaman, akan dipaparkan pemikiran-pemikiran Hasan Al Banna meliputi Islam, aqidah, hadits, fiqih, tasawuf dan tarekat, masalah-masalah khilafiyah, tarbiyah, ilmu pengetahuan, ekonomi, paham-paham ideologi, gender, jihad, politik, sistem pemerintahan, dan persoalan Khilafah
POTRET PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA Etriadi, Etriadi
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum agama Islam masuk ke Indonesia, berbagai macam agama dan kepercayaan seperti Animisme, Dinamisme, Hindu, dan Budha telah dianut oleh masyarakat Indoesia. Bahkan pada abad 7-12 M di beberapa wilayah Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha. Dalam tulisan ini akan dibahas beberapa poin penting antara lain: 1 Awal masuknya Islam di Indonesia 2. Cara masuknya Islam di Indonesia 3. Perkembangan Islam di Beberapa Wilayah Nusantara 4. Peranan Umat Islam dalam Mengusir Penjajah 5. Peranan Umat Islam dalam upaya mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 6. Peranan Organisasi-organisasi Islam dan Partai-partai Politik Islam dalam perjuangan membela bangsa, Negara dan menegakkan Islam di Indonesia.
EKSISTENSI GERAKAN FREEMASONRY DI KARAWANG, 1926-1942 Arifin, Faizal
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Freemasonry merupakan organisasi ‘rahasia’ yang termasuk dalam gerakan New Age Movement. Organisasi ini didirikan di Inggris tahun 1717 dan kemudian menyebar ke seluruh dunia sehingga tak sedikit tokoh dunia yang menjadi anggotanya. Pada tahun 1756 didirikanLoge Agung Nederland sebagai awal terbentuknya Freemasonry di Belanda. Pengaruhnya sampai ke Hindia Belanda dan loge mulai didirikan tahun 1767 dan 1769. Loge Agung Nederland mencatat jumlah loge di Hindia Belanda pada masa ‘keemasan’-nya mencapai 25loge dan 1.500 anggota perkumpulan. Peneliti menggunakan metode sejarah dengan menghimpun sumber-sumber primer sezaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Freemasonry selain aktif di kota-kota besar juga terdapat di wilayah-wilayah kecil seperti Karawang dengan sebutan “De Krawangsche Kring” atau “Vrijmetselaarkring Krawang” yang melakukan berbagai aktifitas sejak 1926 sampai pendudukan Jepang. Kring Karawang melaksanakan pertemuan rutin sejak didirikan dan pernah vakum pada tahun 1930-1933 sampai diangkat pengurus ‘baru’ yang berhasil mengaktifkan kembali kegiatan organisasi. Berbagai pertemuan rutin tahunan atau bulanan dilaksanakan dengan beberapa tujuan yaitu mengembangkan dan mengevaluasi organisasi di satu sisi, selain itu juga menyelenggarkan diskusi dengan tema-tema seperti ilmu pengetahuan, okultisme, magis, misterius, supranatural dan spiritual.
GERAKAN MODERNISME ISLAM DI NUSANTARA: Studi Sejarah dan Perkembangan Muhammadiyah di Maluku Tahun 1932-1999 Latuapo, Hajar
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya Muhammadiyah di Maluku di perkenalkan oleh Saleh Kastor dan Raden Saparawi,ketika kunjungan dakwahnya ke Maluku pada tahun 1932. Di sini mereka berdua sebagai kaderHizbul Wathan, pertama kali di jaman penjajahan Belanda sebelum Indonesia merdeka PadaTahun 1932 atas prakasa Haji Hamid bin Hamid Muhammad baduri. Tujuannya pertama SalehKastor dan Raden Saparawi ini adalah untuk memperkenalkan gerakannya terutama di bidangdakwah dan pendidikan. Untuk pertama kalinya Muhammadiyah di Maluku di ketuai olehSaleh Kastor. Perkembangan Muhmmadiyah di Maluku selanjutnya di lakukan melalui dakwah pengajian dan diskusi-diskusi agama yang di adakan setiap malam hari. Kemudian dibentuknya juga bagian tabligh dalam memperluas pergerakan di daerah-daerah pedesaan. Sekitar tahun 1936, dibentuknya Pandu Hizbul Wathan yang merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan kepaduan putra maupun putri. Pengaruh dari pergerakan Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat telah memberikan kontribusi besar dalam pembaharuan agama Islam. Salah satunya adalah di bidang pendidikan dalam pemberantasan buta aksara dan mengubah kebiasaan masyarakat dalam adat-istiadat yang terdapat unsur TBC (Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat).
TAFSIR SURAT AL-MA’UN Maulana, Maulana
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran merupakan kitab yang penuh berkah, membacanya saja akan diberikan pahala oleh Allah SWT. Al-Quran bisa menjadi obat jasmani dan rohani bagi manusia . Para ulama berbeda tentang asbâbu an-nuzûl (sebab-sebab turun) ayat ini, ada yang mengatakan bahwa ayat initurun kepada Walid bin Mughirah seorang tokoh Quraisy yang memiliki harta tapi kikir, memiliki kedudukan tapi kejam terhadap anak yatim. Ada yang mengatakan turun kepada Abi Sufyan yang dikatakan setiap minggu menyembelih dua ekor unta, tetapi sutu hari datang anakyatim datang kepadanya meminta sesuatu dan ia bentak dengan menggunakan tongkatnya tanpa memberi sesutu apapun. Akan tetapi kita jangan berhenti sekedar membacanya saja, akan tetapi harus direali-sasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada penulisan tafsir surat al-Ma’un ini penulis ingin menekankan bahwa agama Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT juga hubung an dengan sesama manusia, sebab Allah juga tidak akan menerima ibadah seorang hambaNya ketika hambaNya itu bersikap buruk terhadap hambaNya yang lain, apalagi sampai menyakiti hati orang lain sudah barang tentu akan mempengaruhi hubungannya dengan Allah SWT.
METODE PENDIDIKAN AKHLAK-TASAWUF WALISONGO Muhajir, Muhammad
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan modern tampil dalam dua wajah yang antagonistik. Di satu pihak modernisme telah berhasil mewujudkan kemajuan yang spektakuler dalam bidang sains dan teknologi. Di sisi lain, ia telah menampilkan wajah kemanusiaan yang buram berupa manusia modern yang mengalami kesengsaraan ruhaniah. Masalah yang fundamental adalah pendidikan mengalami materialisasi tujuan. Keberhasilan pendidikan hanya berorientasi kuantitatif lulusan dan orientasi lapangan kerja. Akibatnya, krisis terbesar di dunia saat ini adalah krisis akhlak. Metode pendidikan akhlak tasawuf Walisongo memiliki relevansi dengan sarat dengan prinsip-prinsip sufistik, sehingga membuahkan hasil diterimanya Islam sebagai agama baru bagi masyarakat Jawa, bahkan menjadikan Islam sebagai agama mayoritas dan mengakar hingga sekarang. Para Walisongo dalam mendidik masyarakat (Jawa, khususnya) mencoba memahami kondisi psikologis masyarakat sebagai sebuah realitas yang harus dipahami dengan kebesaran jiwa yang sebelumnya telah memiliki keyakinan dan corak sosial-budaya yang tidak sesuai dengan Islam. Pendidikan akhlak tasawuf Walisongo tidak sekedar mengajak untuk menerima dan memahami Islam dari sisi normatif-fiqhiyah atau simbolis-ritual saja. Akan tetapi, bertujuan membangun keharmonisan dalam pergaulan interaksi antar manusia melalui bangunan etika dan akhlakul karimah, saling menjaga, saling menghormati, dan saling bekerjasama untuk kebaikan bersama. Dengan metode pendidikan tersebut akan membangun kesadaran spiritual-religius umat dan pada akhirnya akan membangun kesadaran untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.
ASAS-ASAS PERJANJIAN DALAM HUKUM KONTRAK SYARIAH Munadi, Munadi
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membicarakan suatu kontrak haruslah di bangun di atas fondasi dan asas yang kuat. Para pakar sudah mendiskusikan hal ini sejak lama. Demi sah tidaknya suatu kontrak dalam perjanjian terset. Terlebih lagi dalam bangunan Syariah. Terutama terkait perjanjian dan kontrak-kontrak dalam bisnis Syariah. Para pakar menawarkan sehuah formulasi kontrak dalam bingkai Syariah, diantaranya ada yang menawarkan enam asas, dan ada pula yang menawarkan tujuh asas. Kompilasi Hukum Syariah menetapkan sebelas asas sementara Syamsul Anwar memberikan sembilan asas yaitu: al-Ibahah, kebebasan berkontrak, konsensualisme, asas janji itu mengikat, keseimbangan, amanah, keadilan, dan asas personalia akad. Sembilan asas tersebut harus teraplikasikan secara kumulatif dalam adu bangunan perjanjian karenanya apabila tidak teraplikasikan secara kumulatif, maka akan berimplikasi pada sah dan tidaknya suatu perjanjian.
PERAN TASAWUF DAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP AKHLAK MASYARAKAT MODERN Ubabuddin, Ubabuddin
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tasawuf memiliki relevansi dengan problema manusia modern masa kini, tasawuf secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syari’ah sekaligus. Tasawuf dapat dipahami sebagai petunjuk tingkah laku seseorang melalui pendekatan tasawuf akhlaki, dan dapatmemuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf falsafi. Tasawuf dapat diamalkan oleh setiap Muslim dari lapisan sosial dan tempat manapun. Mereka berlomba-lomba menempuh jalan (tarekat) melewati maqamat dan ahwal menuju pada kedekatan (qurb) kepadaAllah Swt, bahkan peleburan (fana') dengan Allah Swt. Artikulasi agama yang tidak ditopang oleh pemahaman dan penghayatan yang benar, dalam pengertian kemampuan meletakkan agama sesuai dengan inti spiritualnya, hanya akan mengakibatkan kepuasan psikologis dansosiologis yang absurd, serta melahirkan sikap yang radikal dalam beragama. Mengisi hidup dan kehidupan dengan visi dan artikulasi sufistik akan menjadi penawar krisis spiritualitas di era globalisasi ini. Agama Islam sarat akan ajaran-ajaran spiritual, dipandang sebagai alternatif pegangan hidup manusia di masa datang. Namun, di balik optimisme akan masa depan agama, muncul pertanyaan tentang model keberagamaan yang mampu menyangga kebutuhan spiritualitas manusia saat ini. Di era modern atau zaman globalisasi yang begitu pesat dan tak mungkin dihindari oleh manusia, tentunya seorang Muslim harus membentengi dirinya agar bisa menjalankan secara seimbang antara dunia dan akhirat.
POLITIK HIJRAH SEKARMAJI KARTO SUWIRYO Waliyadin, Yana
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik Hijrah SekaMaji Karto Suwiryo adalah salah satu politik non cooperatif untukmelepasakan berbagai kemelut yang terjadi di kubu PSII. Maka, adanya sebuah brosur hijrah itu dijadikan salah satu modal awal dalam mempertahankan ideologi dan menjalankan sistem hukum Islam juga tidak adanya cooperatif dalam masalah akidah, karena kemajuan Islam dalam membangun sebuah negara itu jelas bahwa harus di sesuaikan dengan al-quran dan rislah Rasulullah dengan konsepnya Iman, Hijrah dan Jihad. Dasar-dasar pemikiran yang mengilhami lahirnya sistem politik hijrah, di uraikan secara terperinci dalam sebuah brosur hijrah dan kemudian menjadi sistem politik yang dianut oleh PSII. Dan wewenang untuk menjelaskan sikap hijrah ini diserhakan kepada SM. Karto Suwiryo dalam kedudukannya sebagai Vice President Dewan Psii, sebagaimana tercantum.

Page 1 of 4 | Total Record : 34