cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Phone
+6281806885732
Journal Mail Official
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Editorial Address
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta Timur 13710 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : 2088026X     EISSN : 25499424     DOI : http://dx.doi.org/10.24817
Jurnal Kimia dan Kemasan (JKK) publishes original research article related to Applied chemistry including natural product (essential oils, palm oil derivative, natural dye), biopolymer, chemical synthesis, and problems of chemical processes and apparatus; and also packaging material and technology.
Articles 255 Documents
Botol Pet, Kemasan Tara-Pangan Pengganti Botol Gelas Hadisoemarto, Triyanto; Pudjiastuti, Wiwik
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5148

Abstract

Due to is unique characteristics, PET bottle can now be used replacing the glass bottle to pack a variety of foodstuffs, and in certain circumtances can be both reused and recycled.The principal positive features of PET bottle are being reviewed.
Karakteristik Dinamik Sistem Koloid Magnetik Berbasis Nanopartikel Oksida Fe-Chitosan Mujamilah, Mujamilah; Sulungbud, Grace Tj.
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v35i1.1875

Abstract

Karakteristik dinamik dari sistem koloid berbasis nanopartikel magnetik oksida Fe dan chitosan yang meliputi ukuran partikel dan magnetik telah dipelajari. Sistem koloid diencerkan dalam medium cairan infus NaCl 0,9% sebagai medium simulasi cairan yang biokompatibel dengan cairan tubuh. Diperoleh sampel dengan variasi konsentrasi hingga pengenceran 100 kali. Hasil analisis distribusi ukuran partikel dengan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan terjadinya aglomerasi nanopartikel dalam sistem koloid dengan distribusi aglomerasi yang cenderung menyempit untuk koloid yang lebih encer dengan ukuran rata-rata cenderung stabil pada ukuran ~80 nm. Stabilisasi koloid terbentuk sebagai resultan kompetisi antara gaya gravitasi pada aglomerat dan interaksi elektrostatik antar aglomerat. Hasil pengukuran zeta potential menunjukkan nilai rendah untuk koloid yang sangat pekat ataupun sangat encer. Pengenceran juga akan sangat mempengaruhi responsivitas magnetik dari koloid terhadap medan luar. Hasil pengukuran kurva histeresis dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan semakin encer koloid semakin dominan fasa diamagnetik dari medium cair dispersan yang akan memberikan efek medan balik dan menurunkan nilai magnetisasi total. Dua hasil analisis ini menunjukkan penggunaan koloid yang terlalu pekat akan menimbulkan aglomerasi partikel yang cukup besar, sedangkan penggunaan koloid yang terlalu encer akan menurunkan responsivitas magnetik nanopartikel. Dua kondisi ini tidak diharapkan dalam proses aplikasi koloid di bidang biomedis terutama untuk proses in-vivo seperti untuk proses drug delivery ataupun proses hyperthermia. 
Poli Propilen (Pp) Sebagai Alternatif Untuk Kemasan AMDK Isi Ulang ( 5 Galon) Pudjiastuti, Wiwik; Syamsuddin, Samiha
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4789

Abstract

Packed drinking water is a commodity which is widely needed by the customer. One kind of the packaging used is reusable packaging with 5 (five) gallon capacity which is made from Poly Carbonat (PC) or Glass. Based on the technical, and safety reason, Poly Propylene (PP) can be used as an alternative for the reusable packaging of the drinking water.
Pengaruh Penambahan Aditif Bi2O3 Terhadap Karakteristik Barium Heksaferit Hasil Sintesis dengan Metode Sol-Gel Siswoyo, Siti Wardiyati; Winatapura, Didin S.; Sukirman, Engkir
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v39i2.2793

Abstract

Telah dilakukan sintesis barium heksaferit (BaFe12O19) secara sol-gel menggunakan prekursor barium nitrat [Ba(NO3)2], besi nitrat [Fe(NO3)3] dan asam sitrat (C6H8O7) Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan BaFe12O19 fasa tunggal berukuran nano dengan koersivitas magnetik tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penambahan aditif Bi2O3 dengan berbagai variasi persentase berat terhadap BaFe12O19 dari 0,5% sampai dengan 2%. Karakterisasi BaFe12O19 hasil sintesis dilakukan dengan  menggunakan alat X-ray diffraction (XRD) untuk analisis  fasa, Fourier Transmission Infra Red (FTIR) untuk mengetahui tipe ikatan yang terjadi), Scanning Electron Microscope dan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM/EDS) untuk analisis struktur dan persentase atom, dan Vibrating Sample Magnetometer VSM) untuk mengetahui sifat magnetik yaitu koersivitas dan saturasi magnetik. Dari hasil percobaan diperoleh BaFe12O19 fasa tunggal dengan ukuran partikel sekitar 105 nm - 130 nm, saturasi magnetik 57,86 emu/g dan koersivitas magnetik sebesar 0,38 T. 
EKSTRAKSI INDIGO DARI DAUN STROBILANTHES CUSIA DAN KAJIAN PEMBENTUKAN KOMPLEKS DENGAN ION Ni2+ Kurniawan, Cepi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i2.5977

Abstract

Ekstraksi tanaman Strobilanthes cusia untuk mendapatkan zat warna alami indigo. Indigo tidak didapatkan langsung dari tanaman akan tetapi ada dalam bentuk glukosa indoksil. Ekstrak Strobilanthes cusia mengandung dua zat warna didalamnya yaitu indigo (biru) dan indirubin (merah). Pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis dan kolom. Variasi pelarut terbaik yaitu campuran dari kloroform:n-heksana:metanol (8:5:0,5) karena menghasilkan pemisahan baik. Pemisahan ini menghasilkan nilai Rf sebesar 0,2 untuk indigo dan indirubin 0,428. 1 kg daun strobilanthes cusia menghasilkan 195 mg pewarna indigo dan 89 mg indirubin. Senyawa indigo memiliki serapan maksimum pada 600 nm. Puncak serapan pada 800 nm teramati ketika indigo dicampurkan dengan Ni2+. Keberadaan puncak ini mengindikasikan pembentukan senyawa kompleks antara indigo dengan ion Ni2+. Sifat senyawa kompleks dari Ni-Indigo memberikan potensi lebih lanjut sebagai pewarna pada sel surya. 
Rice Husk In Indonesia Soebijarso, Koentoro
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4903

Abstract

The paddy production in Indonesia should contain rice husk 20 - 25 %. bran 10 - 12 %, and rice 63 - 70 %. Rice husk usually burned to ash used as abrasive purposes for household application, and also rice husk used for burning bricks. In this case we are facing the secondary waste product which is rich in Si02 con­tent, the ash from burning the rice husk as fuel.The characteristics for rice husk and ash (dry basis) from Tangerang & Karawang especially ash, Si02, CaO, MgO, and Fe2o3 are determinated.
Esterifikasi-Transesterifikasi dan Karakterisasi Mutu Biodiesel Dari Biji Jarak Pagar (Jatropha Curcas Linn) Alamsyah, Rizal; Lubis, Enny Hawani
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 1 April 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v33i1.1839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengolah minyak jarak pagar yang diperoleh dari biji jarak pagar (Jatropha curcas Linn) menjadi biodiesel, mempelajari pengaruh penambahan antioksidan Butylated Hidroxy Toluene (BHT) pada tahap pemurnian terhadap mutu biodesel yang dihasilkan dan menentukan kondisi optimum proses pembuatan biodiesel dari biji jarak pagar skala laboratorium. Minyak jarak pagar diekstraksi dengan cara pengempaan jackpress 50 ton pada kondisi suhu 60°C selama 1 jam. Konversi trigliserida (TG) menjadi metil ester dari asam lemak jarak pagar dilakukan dengan esterifikasi dan transesterifikasi pada suhu 60°C, menggunakan metanol 98% katalis NaOH 0,5%. Butylated Hidroxy Toluene (BHT) ditambahkan untuk mempertahankan keasaman minyak jarak dengan konsentrasi sebesar 0,3%. Hasil percobaan menunjukkan hasil pengepresan minyak biji jarak mencapai 35,47%. Sintesa TG menjadi asam lemak metil ester (biodiesel) mencapai 96%. Nilai bilangan asam, bilangan iod, bilangan penyabunan masing- masing sebesar 0,404 mg KOH/g; 95,36 mg I/100 g ; 180,397 mg KOH/g, sementara viskositas kinematik biodiesel jarak pagar masih tinggi, yaitu 11,245 cSt pada suhu 40°C. Indeks setana dan titik nyala adalah 44 dan 147°C. Nilai paramater tersebut masih sesuai dengan standar SNI 04-7182-2006, kecuali viskositas yang masih diatas ambang batas yang diijinkan (2,3-6,0 cSt) dan angka setana yang belum memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan (minimal 51). 
Proses Aktivasi Ulang Bentonit Bekas Proses Pemucatan Minyak Kelapa Sawit Agustina, Siti; Ratnawati, Emmy; H, siti Nurtri; Rofienda, Rofienda; Widianto, Tri
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4711

Abstract

Pada saat ini limbah adsorben bekas pada proses pemucatan minyak kelapa sawit yang berupa bentonit bekas belum dimanfaatkan secara optimal oleh industri. Penelitian ini bertujuan untuk meminimisasi limbah tersebut dengan cara mengaktivasi ulang, sehingga dapat digunakan kembali untuk proses pemucatan minyak kelapa sawit. Proses aktivasi bentonit bekas dilakukan dengan 2 cara, yaitu pertama aktivasi secara pemanasan dan kedua aktivasi secara pengasaman lalu pemanasan. Variabel penelitian adalah suhu pemanasan, jenis asam dan konsentrasi asam. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa proses aktivasi adsorben bekas yangterbaik adalah proses aktivasi dengan cara pengasaman lalu pemanasan dengan menggunakan asam sulfat 4 % serta suhu pemanasan 400° C selama 1 jam. Efektifitas penurunan warna pada proses pemucatan minyak kelapa sawit dengan menggunakan bentonit bekas hasil aktivasi ulang adalah 90 %.
Sintesis Stearil Alkohol Etoksilat sebagai Emulsifier pada Kosmetik Yunilawati, Retno; Yemirta, Yemirta; Komalasari, Yesy
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 1 April 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v32i1.2736

Abstract

Produksi Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia yang kian tahun kian meningkat membutuhkan pengembangan lebih lanjut menjadi produk hilir seperti oleokimia, yaitu produk kimia yang berasal dari minyak atau lemak baik nabati maupun hewani, diantaranya fatty acid, fatty alcohol, dan metil ester. Salah satu jenis produk turunan oleokimia yang potensial untuk dikembangkan dan memiliki nilai tambah yang tinggi adalah surfaktan. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis surfaktan stearil alkohol etoksilat berbahan baku stearil alkohol yang merupakan oleokimia dari CPO, melalui reaksi etoksilasi. Reaksi etoksilasi berlangsung optimal pada suhu 150 oC hingga 160 oC selama 2 jam, dengan perbandingan mol stearil alkohol dan etilen oksida 1:1 dan menggunakan katalis asam (0,5% H2SO4). Produk dari reaksi ini berupa serbuk berwarna putih, dengan kadar air 0,06%, pH 6, bilangan hidroksi 198 mg KOH/g, cloud point 64 oC, dan Hidrophyl Lipophyl Balance (HLB) 8. Spesifikasi ini memenuhi standar yang biasa digunakan di industri, sehingga produk yang dihasilkan ini memiliki peluang untuk diaplikasikan sebagai emulsifier pada produk kosmetik seperti lotion dan cream. 
Pemanfaatan Kulit Pisang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pektin Rahmi, Dwinna; Agustina, Siti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5167

Abstract

One of the solution of waste problem is converted them to become a product which can give benefit for human being. Banana peel is a raw material for producing pectin. From five kind 's banana peel which is used the use of ambon 's banana peel produced the higher content of low metoksil pectin, i. e 3 - 5 %, followed by raj a serai 's banana peel, i. e 1 %, low metoksil . The use of acid as an extraction agent will influence the result

Page 1 of 26 | Total Record : 255


Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue