cover
Contact Name
Muhammad Yusuf
Contact Email
snast@gmail.com
Phone
+6282282677899
Journal Mail Official
snast@akprind.ac.id
Editorial Address
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Jl. Kalisahak 28 Kompleks Balapan Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding SNAST
ISSN : 1979911X     EISSN : -     DOI : -
SNAST merupakan seminar nasional rutin yang diselenggarakan oleh IST AKPRIND Yogyakarta, sejak tahun 2008 dan diselenggarakan setiap 2 tahun sekali
Articles 100 Documents
KANDUNGAN UNSUR LOGAM DASAR (BASE METAL) Au, Ag, Cu, Pb DAN Zn DENGAN METODA ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (AAS) KECAMATAN BUAYAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KEBUMEN, PROPINSI JAWA TENGAH Dwichandra, Andriano; Affrizal, Rindhan; Magdalena, Sylvianova; Purnamawati, Dwi Indah
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geokimia adalah ilmu mempelajari tentang keberadaan berbagai jenis unsur serta sebarannya, penggunaan geokimia sebagai metode yang telah berkembang dengan pesat sangatlah tepat, karena geokimia merupakan suatu cabang ilmu kimia mempelajari kelimpahan, sebaran dan perpindahan atau migrasi unsur-unsur bijih atau berhubungan dengan bijih dengan tujuan mendeteksi endapan bijih. Diterapkan pada mineral relatif stabil pada kondisi permukaan bumi (emas, platinum, kalsiterit dan mineral tanah jarang) cocok di daerah yang kondisi ilmiahnya membatasi pelapukan kimiawi. Misal melalui pergerakan pinggir sungai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil dari pengujian kandungan unsur logam dasar Au, Ag, Cu, Pb, Zn pada daerah sungai aktif, dilakukan pengambilan sampel sebanyak 6 titik. Au (< 0,02 ppm), Ag (< 0,02 ppm), Cu (39,15-61,55 ppm), Pb (1,04-7,94 ppm) dan Zn (63,07-92,99 ppm). 3 perioritas daerah untuk ditinjau kembali untuk eksplorasi Au, Ag, Cu, Pb, dan Zn. Perioritas I: Au, Ag, Cu, Pb, Zn, Perioritas II: Cu dan Pb, Perioritas III: Cu dan Zn. Melalui penelitian geokimia, daerah penelitian ini memiliki potensi adanya mineral berharga, daerah ini layak di selidiki lebih rinci terutama logam mulia. Hasil analisis AAS dari ke-6 titik pengambilan sampel endapan sungai aktif, dianggap sebagai kisaran nilai yang menunjukan kelimpahan normal.
KONDISI GEOLOGI DAN ANALISIS TINGKAT POROSITAS DAN PERMEABILITAS BATUPASIR PADA REMBESAN MINYAKBUMI DI FORMASI KEREK SEBAGAI RESERVOIR MINYAKBUMI DAERAH REPAKING DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WONOSEGORO, KABUPATEN BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH _, Miftahussalam; Arif, Subhan
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian terletak di Zona Kendeng, secara administrative berada pada Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali Propinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seperti apa kondisi geologi daerah telitian. Penelitian ini juga untuk mengetahui seperti apa tatanan geologi pada daerah tersebut ditinjau dari petroleum system-nya lebih khusus lagi pada karakter porositas dan permeabilitas batupasir gampingan yang diasumsikan sebagai reservoir minyakbumi. Metode yang digunakan adalah dengan pengambilan data geologi permukaan. Kemudian data lapangan yang telah terkumpul ditindaklanjuti dengan tahap pasca lapangan berupa analisis laboratorium dan analisis di studio.Fisiografi daerah penelitian adalah bergelombang sedang sampai lemah akibat kontrol dari struktur geologi yang ada. Stuktur geologi yang berkembang berupa sesar naik dan mendatar yang sebelumnya memotong kompleks lipatan pada daerah penelitian. Struktur geologi tersebut menyebabkan lokasi penelitian menjadi lokasi yang baik untuk terbentuknya petroleum system. Batupasir gampingan sebagai reservoir, napal sebagai batuan penutup dan sesar-sesar yang memotong lipatan-lipatan pada daerah penelitian sebagai jalur migrasi minyakbumi. Hasil uji porositas dan permeabilitas, satuan batupasir gampingan menunjukan bahwa batupasir gampingan pada lokasi penelitian memiliki potensi untuk menjadi reservoir minyakbumi yang baik.
MORFOLOGI DAN KARAKTERISTIK SUNGAI SEBAGAI PENDUKUNG PANAS BUMI DI DAERAH LERENG SELATAN GUNUNG API UNGARAN Budiadi, Ev.; R.A, T. Listyani
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek geologi yang perlu dikaji dalam suatu pengembangan panas bumi adalah geomorfologi daerah prospek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji morfologi dan karakteristik sungai di daerah lereng selatan Gunung api Ungaran sebagai bagian dari upaya pengembangan lapangan panas bumi. Adapun metose yang dipakai adalah survei geomorfologi di lapangan, meliputi pendataan / deskripsi bentang alam dan kondisi sungai, baik morfologi lembahnya maupun debit alirannya. Bentang alam di daerah lapangan panas bumi Gunung api Ungaran meliputi puncak Gunung api Ungaran hingga lereng gunung membentuk bentang alam bergelombang lemah hingga perbukitan tersayat kuat. Pola pengaliran radier berkembang dari puncak hingga lereng bawah. Di daerah lereng selatan gunung ini, pola tersebut berkembang menjadi paralel, dendritik dan rektanguler. Pola dendritik berkembang pada litologi dengan resistensi yang relatif sama, umumnya memiliki lembah V, dimana erosi vertikal lebih dominan. Pola paralel berkembang pada breksi andesit dan breksi laharik dengan lembah V pula. Sementara itu pola rektanguler berkembang pada breksi andesit dan sisipan lava, dikontrol oleh struktur kekar dengan bentuk lembah sungai V. Sungai di daerah penelitian cukup banyak walaupun kecil-kecil, dengan debit bervariasi pada bagian hulu hingga hilir, berkisar dari 0,02 hingga 3,11 m3/detik.
KARAKTERISTIK GEOTEKNIK TUFA ANDESIT TERALTERASI HIDROTERMAL PEMICU LUNCURANBAHAN ROMBAKAN PADA LERENG PEGUNUNGAN SELATAN PULAU LOMBOK Winarti, Dwi; Karnawati, Dwikorita; Hardiyatmo, Hary Christady; _, Srijono
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebih dari 12 kejadian gerakan tanah pada bagian barat lereng pegunungan Selatan Pulau Lombokterekam selama periode 2013 hingga Januari 2014. Gerakan tanah berupa luncuran bahan rombakan terjadi di daerah Rambut Petung, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Luncuran bahan rombakan tersebut terjadi pada lereng dengan kemiringan 40° yang tersusun oleh tufa andesit teralterasi hidrotermal. Studi geoteknik terhadap tufa andesit dilakukan untuk mengetahuipenyebab gerakan tanah, sifat keteknikan material penyusun lereng, dan kondisi stabilitas lereng di daerah Rambut Petung. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, penelitian lapangan, analisis laboratorium, dan analisis stabilitas lereng.Hasil penelitian menunjukkan bahwa luncuran bahan rombakan di daerah penelitian terjadi karena adanya faktor kontrol berupa perbedaan kekompakan material penyusun lereng dan kecuraman lereng, serta pemicu gerakan berupa penurunan kekuatan tufa andesit akibat alterasi hidrotermal. Proses alterasi hidrotermal menyebabkan peningkatan nilai porositas dan penurunan kuat geser tufa andesit. Hasil analisis stabilitas lereng menunjukkan bahwa lereng alami dengan kemiringan 40° dalam kondisi tidak stabildengan nilai FK < 1,3. Upaya perbaikan geometri lereng dengan kemiringan 18° (3H:1V) menghasilkan nilai FK > 1,5 sehingga lereng dalam kondisi stabil baik untuk pembebanan sementara maupun pembebanan tetap.
Kajian Teknis Sistem Penyaliran dan Penirisan Tambang Pit 4 PT. DEWA, Tbk Site Asam-asam Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Saismana, Uyu; _, Riswan
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan batubara pada PT. DEWA, Tbk Site Asam-asam menggunakan sistem tambang terbuka dengan Metode Open Pit sehingga seluruh rangkaian kerja penambangan akan dipengaruhi oleh iklim dan cuaca secara langsung. Sistem penyalirannya menggunakan kolam terbuka (open sump) dengan sistem pemompaan tunggal. Sumber air utama yang masuk ke dalam pit adalah air limpasan. Pit 4 penambangan PT. DEWA, Tbk memiliki dua daerah tangkapan hujan yang masing-masing memiliki satu sump yaitu Sump Pit 4 Barat dan Sump Pit 4 Timur dengan menggunakan pompa multiflow 420. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan sistem pemompaan yang ada dan mengkaji sistem penyaliran pada pit 4 yang ada untuk mencegah meluapnya air pada sump yang melebihi kapasitas agar lokasi dan kegiatan penambangan tidak terganggu. Penentuan curah hujan rencana didasarkan pada data curah hujan maksimum selama 6 tahun (2010-2015) dengan Metode Distribusi Normal. Perhitungan intensitas curah hujan menggunakan Metode Mononobe. Luas daerah tangkapan hujan (DTH) didapatkan langsung tinjauan di lapangan. Perhitungan debit air limpasan, debit aktual pompa, serta penentuan volume sump dan pemompaan masing-masing dilakukan dengan Metode Rasional, Metode Discharge, dan Water Balance. Nilai curah hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun sebesar 143,55 mm dengan intensitas 14,09 mm/jam. DTH Pit 4 Timur sebesar 21 ha menghasilkan debit limpasan sebesar 0,74 m3/detik, sedangkan DTH Pit 4 Barat sebesar 45 ha menghasilkan debit limpasan sebesar 1,59 m3/detik. Debit aktual pompa sump Pit 4 Timur pada 1.150 rpm adalah 386,08 m3/jam dengan head 89,82 m. Volume aktual sump Pit 4 Barat (4.959 m3) kurang dari volume daya tampung (33.856 m3). Sedangkan volume aktual sump Pit 4 Timur (6.462 m3) kurang dari volume daya tampung (15.187 m3), sehingga perlu perbaikan kinerja pompa.
PERMODELAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA PADA PIT 2 BLOK 31 PT. PQRS SUMBER SUPLAI BATUBARA PLTU ASAM-ASAM KALIMANTAN SELATAN _, RISWAN; SAISMANA, UYU
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi adalah kebutuhan vital bagi semua negara untuk memenuhi kebutahan setiap warga negaranya, salah satu energi vital adalah energi Listrik yang dapat dihasilakan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan bahan bahan bakar Batubara, Cadangan batubara setiap hari semakin berkurang, sementara kebutuhan batubara pada PLTU Asam-asam mencapai 42.000 ton/hari, berdasarkan hal tersebut menjadi permasalahan apabilah pasokan batubara tidak terpenuhi setiap hari. Untuk mengantisipasi permasalah tersebut diperlukan suatu inovasi menentukan sumber cadangan batubara yang baru. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melakukan eksplorasi dan memodelkan endapan batubara untuk menghitung sumberdaya dan cadangan batubara. Permodelan dan perhitungan sumberdaya serta cadangan batubara dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak/software, berdasarkan data eksplorasi, batas IUP-OP, Stripping Ratio, data geoteknik. Hasil permodelan batubara yang didapat pada Blok 31 Pit 2, dimodelkan 2 seam yaitu seam A dengan ketebalan antara 1,2 m – 1,4 m dan seam B dengan ketebalan antara 2,2 m – 2,7 m. sehinga dapat disimpulkan bahwa sumberdaya batubara pada Blok 31 Pit 2 sebesar 4.554.302,35 ton, (sumberdaya terukur 1.241.905,52 ton, sumberdaya tertunjuk 1.339.624,98 ton dan sumberdaya tereka 1.972.771,85 ton) dan Cadangan batubara sebesar 291.963,31 ton berdasarkan SR sebesar 11,78.
STUDI POTENSI GERAKANTANAH DAERAH TANJUNGSARI DAN SEKITARNYA KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN WONOGIRI PROPINSI JAWA TENGAH Putrawiyanta, Putu; _, Miftahussalam; Purnamawati, Dwi Indah
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Tanjungsari dan sekitarnya, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, pada musim penghujan rentan mengalami bencana gerakantanah. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui data kondisi geologi permukaan serta kenampakan gerakantanah dilokasi penelitian, sehingga dapat diperkirakan adanya potensi gerakantanah pada daerah penelitian. Gerakantanah pada daerah telitian dipengaruhi oleh bentuk morfologi yang berbukit terjal-sangat terjal, kerapatan sungai, jenis litologi yang mengalami pelapukan tingkat tinggi, curah hujan dan akibat aktivitas manusia. Metode yang digunakan adalah pendugaan geologi permukaan dengan melakukan pemetaan geologi permukaan dan pemetaan titik-titik penyebaran gerakantanah. Tingkat zonasi potensi gerakantanah pada daerah penelitian dibagi menjadi 3 tingkat kerentanan : Rendah, Menengah, dan Tinggi.
GUNUNG API LUMPUR DI DAERAH CENGKLIK DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH Bronto, S.; Asmoro, P.; Efendi, M.
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya terdapat endapan gunung api lumpur, yang tersingkap memanjang ke barat–timur (lk. 20 km) selebar 3–5 km mulai dari Danau Cengklik sampai tepi barat Bengawan Solo. Endapan gunung api lumpur itu berukuran butir lanau–lempung sampai pasir-kerakal andesit basal skoria di Dusun Gununglondo. Di bawah permukaan endapan lumpur itu berupa sisipan atau terobosan di antara perlapisan sedimen, serta mengisi struktur rekahan, membentuk struktur diapir dan bola lumpur, sedangkan yang mampu keluar meninggalkan jejak diatrema dan endapan permukaan. Data ini menggambarkan proses pergerakan lumpur dari dalam ke permukaan bumi, yang dapat disebandingkan dengan erupsi gunung api. Di permukaan endapan lumpur membentuk perlapisan, yang sebagian terlipat lemah dan tersesarkan. Danau Cengklik diduga sebagai bekas kawah gunung api lumpur.Daerah Cengklik dan sekitarnya berkembang pesat karena terdapat bandara internasional Adisumarmo dan sedang dibangun jalan tol Solo-Surabaya. Berhubung sebagian batuan penyusun adalah endapan gunung api lumpur dan banyak mengalami rekahan maka daerah ini dipandang sebagai zona lemah. Potensi bahaya geologi utama yang mengancam adalah deformasi muka tanah di jalan tol karena tidak kuat menahan beban berat bangunan jalan serta kendaraan yang melewatinya. Potensi bahaya lainnya adalah pencemaran air tanah, gempa bumi, reaktivasi gunung api lumpur dan gunung api. Oleh sebab itu penelitian dan mitigasi bahaya geologi tersebut agar dilakukan secara berkesinambungan.
STUDI EKSPERIMEN VORTEX INDUCED VIBRATION ENERGY CONVERTER (VIVEC) PADA REYNOLDS NUMBER 50.000 Gumpita, Karina Putri Nurma; Nugroho, Setyo; Dewanto, Raden Sanggar
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2018
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydro energy is one of the largest sources and capale generating 16% of electricity in the world. In Indonesia, In Indonesia, the potential of hydro energy reaches 75 GW. However, currently only about 9% of it that has been utilized properly. Vortex-Induced Vibration Energy Converter (VIVEC) is one technology that utilizes hydro energy. VIVEC converts the translational motion up and down from a cylinder attached to a slider into electrical energy. The oscillation of the cylinder is caused by the release of the vortex that forms around the cylinder when it hit by water at a certain speed. VIVEC has big potential to applied in Indonesia. This is because most of river in Indonesia has stable debit. One of them is Sungai Citarum. Sungai Citarum is at Desa Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat has max debit 397,4 m3/sand min debit 204,1 m3/s. One of the parameters affect the performance of VIVEC is Reynolds Number. This research focused on Reynolds Number around 50.000 with physical test using towing tank. The parameters as same as parameters at Sungai Citarum, which is velocity 0,4 m/s and the diameter of cylinder is 0,1257 cm. Based on this research, maximum amplitudo is 4,43 cm, frequency of oscillating is 0,67, and the efficiency of VIVEC is 13,03%.
KALIMANTAN UTARA GENESIS BATULEMPUNG DI PULAU NUNUKAN PROVINSI Effendi, Mutiara; Bronto, Sutikno; Asmoro, Pudjo
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2016
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Pulau Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, daerah Tanjungbatu, tersingkap batulempung yang berselang-seling dengan batu pasir kuarsa. Batuan berbutir lempung juga dijumpai sebagai hasil pelapukan batuan gunung api berkomposisi basal, yang terdiri dari lava, aglomerat, dan tuf. Selain itu ditemukan juga tanah lempung argilik sebagai produk ubahan hidrotermal di dalam fasies pusat gunung api purba Sei Apok. Melimpahnya batu lempung di daerah Nunukan mengindikasikan terjadinya perulangan proses vulkanisme berkomposisi basal yang lapuk menjadi tanah, mengalami erosi, dan terendapkan kembali sebagai batuan ubahan batulempung. Selain pengamatan lapangan, dilakukan juga analisis geokimia di laboratorium untuk mengetahui komposisi kimia batuan. Analisis geokimia dilakukan dengan metode Fluoresensi Sinar-X. Hasil analisis komposisi kimia menunjukkan bahwa sampel batulempung berhubungan dengan batuan gunung api basal. Artinya, perlapisan sedimen lempung Nunukan yang berselang-seling dengan batu pasir kuarsa merupakan rombakan dari pelapukan batuan gunung api basal dan ubahan hidrotermal. Namun, hasil menunjukkan bahwa pengaruh pelapukan lebih dominan daripada alterasi. Komposisi kimia batulempung memiliki kemiripan dengan mineral lempung ilite dan montmorillonite, terutama karena kaya unsur Al, Fe, K, dan Mg. Kedua mineral lempung tersebut terbentuk pada kondisi basa dan biasa terjadi pada shales. Hal ini bersesuaian dengan pengamatan lapangan bahwa batulempung Nunukan bercampur dengan material serpihan dan batu lumpur berukuran lanau sampai lempung. Komposisi kimia yang masih cukup berbeda menunjukkan bahwa sampel belum sepenuhnya membentuk mineral lempung.

Page 1 of 10 | Total Record : 100