cover
Contact Name
Nahda Kanara
Contact Email
hortuscolerpyk@gmail.com
Phone
+6281365562928
Journal Mail Official
hortuscolerpyk@gmail.com
Editorial Address
Jalan Negara Km 7, Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapupuh Kota, Sumatera Barat
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Hortuscoler
ISSN : 27759245     EISSN : 27759962     DOI : https://doi.org/10.32530/jh
Core Subject : Agriculture,
Focus Jurnal Hortuscoler publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of horticulture. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Jurnal Hortuscoler covers horticulture in broad sense including agronomy, plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, and seed science and technology.
Articles 15 Documents
PENGGUNAAN KOMPOS BAGASE UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Selfiani, Risa; Darmansyah, Darmansyah
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.75

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is a plant species that is known as the fruit and vegetables grown for use as a food ingredient. These plants belong to one group of plants that produce seeds Eggplant Trunk divided into two kinds, namely the main stem and branching. Eggplant leaf consists of a petiole and the leaf blade. Eggplant flowers are hermaphrodite flowers, or better known as the bisexual flowers, the flowers are one of the stamen to the pistil. Eggplant fruit is the fruit of a true single.. Cultivation of eggplant in the Project of Independent Business is using composting technology bagase. Bagase compost is compost that comes from bagasse or the rest of the sugar mill. Bagase own compost organic matter content of about 90%, N content of 0,3%, 0,02% P2O5, K20 0,14%, Ca 0,06% and 0,04% Mg. The project goal independent business is the use of compost bagase on the cultivation of eggplant to reduce the use of chemical fertilizers and optimize plant production eggplant, farming systems semi-organic environmentally sustainable and analyze the feasibility of cultivation of eggplant with market potential in Payakumbuh and the District Fifty City. Independent business projects implemented during the four months from September to December 2015 and conducted experiments dikebun State Agricultural Polytechnic Payakumbuh with total area of ​​300 m2. Eggplant crop production on the independent business projects with the use of compost bagase treatment that is 575 Kg/300 m2, a profit of Rp. 835.310, the profitability of 92% and RC Ratio of 1,92.
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM Nurahim, Lukman; Alfina, Rina
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.69

Abstract

Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat terutama sebagai pelengkap bumbu masakan, untuk menambah cita rasa dan kenikmatan makanan. Selain itu bawang merah juga besar manfaatnya terhadap kesehatan konsumen, seperti mampu mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, mencegah pertumbuhan sel kanker, mengontrol kadar diabetes dalam tubuh dan sebagai bahan aromatik dalam tubuh. Banyaknya manfaat yang dimiliki bawang merah menyebabkan kebutuhan terhadap bawang merah setiap tahunnya selalu meningkat. Petani bawang merah pada saat ini banyak yang bercocok tanam dengan menggunakan bahan anorganik dimana penggunaan bahan anorganik secara terus menerus akan merusak lingkungan. Dengan demikian, penggunaan pupuk kandang ayam dalam budidaya bawang merah merupakan alternatif teknologi yang dapat diaplikasikan untuk pengurangan pemakaian bahan anorganik dalam budidaya bawang merah serta dapat meningkatkan produksi bawang merah. Budidaya bawang merah ini dilakukan pada proyek usaha mandiri dengan tujuan yaitu, menerapkan sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, mengoptimalkan produksi bawang merah dalam proyek usaha mandiri, dan menganalisis kelayakan usaha budidaya bawang merah di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini dilaksanakan selama 4 bulan yang berlangsung dari Oktober 2015 sampai Januari 2016. Lokasi proyek adalah di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Dari pelaksaan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh sebanyak 29 kg dengan harga rata-rata Rp.25.172,41 /kg, profitabilitas – 39,06 % dan R/C rasio 0,61 serta kegiatan PUM mengalami kerugian. Faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah adalah kondisi lingkungan yang kurang cocok dengan kebutuhan bawang merah. Saran untuk budidaya bawang merah ini hedaklah memilih waktu dan lokasi yang tepat untuk budidaya.
PENGGUNAAN FERMENTASI URIN KUDA DAN PUPUK KANDANG KUDA UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG DAUN ( Allium fistulosum L.) Saputri, Mega; Jonni, Jonni; Jonni, Jonni
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.68

Abstract

Bawang daun merupakan istilah umum yang terdiri dari spesies yang berbeda. Tiga Jenis bawang daun yang banyak dibudidayakan adalah bawang prei atau leek (Allium porum L), kucai (Allium schoecoprasum) dan bawang bakung dan bawang semprong (Allium fistulosum L). Hasil program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia pada periode tahun 1989-1994 garapan puslitbang hortikultura belum memprioritaskan bawang daun, namun kenyataan di lapangan bawang daun telah dibudidayakan secara luas di berbagai daerah (wilayah). Tujuan dari proyek usaha mandiri ini : Menganalisis kelayakan usaha budidaya tanaman bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda dan mengoptimalkan produksi tanaman bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda Proyeksi Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di Tanjung Pati, dari bulan September sampai Desember 2016. Pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri diperoleh hasil produksi bawang daun sabanyak 25 kg dengan harga jual Rp. 15.000 dari hasil produksi diperoleh penerimaan total (TR) Rp. 375.000 dan biaya total (TC) Rp. 872.224. Kesimpulan dari proyek usaha mandiri bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda memperoleh hasil sebanyak 25 kg, TR Rp. 375.000, TC Rp. 872.224 yang mana proyek mengalami kerugian dengan profitabilitas –57 % dan R.C ratio 0,43 dan fermentasi urin kuda dan pupuk kandang kuda belum mampu mengoptimalkan produksi bawang daun pada proyek usaha mandiri ini. Disarankan pada budidaya ini penggunaan teknik fermentasi urin kuda dan pupuk kandang kuda sebaiknya dilakukan pada kondisi lingkungan yang menguntungkan.
PEMANFAATAN KOMPOS KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Pramono, Hadi
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.67

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Terung dapat dikonsumsi dalam bentuk sayur dan lalapan, dan jika diolah terung di buat untuk sayur lodeh, tumis, asem-asem, pecel, sayur bening, pepesan berbumbu dan sebagainya. Terung juga bermanfaat membantu pencernaan, mencegah timbulnya sariawan dan dapat mencegah penyakit kejang. Tanaman terung merupakan tanaman yang responsif terhadap pemupukan. Pemupukan sangat penting karena menentukan tingkat pertumbuhan dan hasil baik kuantitatif maupun kualitatif sebagai alternatifnya yaitu memakai pupuk organik. Untuk mengoptimalkan produksi terung dapat digunakan kompos kirinyuh, yang mengandung 2,95% N; 3,02% K dan 0,35% P. Sehingga pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tujuan proyek usaha mandiri yaitu pemanfaatan kompos kirinyuh untuk mengoptimalkan produksi tanaman terung serta menganalisa kelayakan usaha budidaya tanaman terung dengan potensi pasar di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota dan sekitarnya. Proyek Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dari bulan September sampai Desember 2015. Pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri menghasilkan produksi terung ungu sebanyak 542 kg dengan harga jual rata-rata Rp. 3.626, penerimaan total (TR) Rp.1.951.200, dan biaya total (TC) sebesar Rp.785.032 dengan untung sebesar Rp. 1.166.168. R/C yang didapat adalah 2,48 dan profitabilitasnya 148,5 %, sehingga Proyek Usaha mandiri ini layak diusahakan, berdasarkan hal tersebut disarankan menggunakan kompos kirinyuh yang dapat mengoptimalkan produksi dan kesuburan tanah.
PEMANFAATAN KOMPOS KULIT KAKAO UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG Yulianti, Widia; Aburdin, Asrin
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.188

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran buah yang banyak digemari oleh berbagai kalangan karena cita rasanya yang enak dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan makanan. Terung mempunyai kedudukan cukup penting dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia dan termasuk sayuran komersial yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, bahkan terung merupakan komoditas ekspor yang cukup berarti. Kebutuhan masyarakat akan terung terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan penduduk, tetapi petani belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan produksi terung menggunakan kompos kulit kakao. Kandungan hara kompos yang dibuat dari kulit buah kakao adalah 1,81% N, 26,61% C-organik, 0,31% P2O5, 6,08% K2O, 1,22% CaO, 1,37 % MgO, dan 44,85 cmol/kg KTK. Tujuan Proyek Usaha Mandiri adalah mengoptimalkan produksi tanaman terung dengan menggunakan kompos kulit kakao dan dapat menganalisa kelayakan usaha budidaya tanaman terung dengan potensi pasar di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Proyek Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan September sampai bulan Desember 2015 dengan luas lahan 206 m2. Teknologi dalam proyek usaha mandiri ini adalah kompos kulit kakao. Berdasarkan hasil kegiatan Proyek Usaha Mandiri (PUM) didapatkan produksi terung sebanyak 359 kg dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 292.670 untuk luasan 206 m2, R.C ratio 1,36, profitabilitas 36%, BEP harga Rp 2.236/Kg, BEP hasil 259/Kg dan BEP lahan 151 m2 dan usaha ini layak untuk diusahakan. Oleh sebab itu disarankan menggunakan teknologi kompos kulit kakao untuk budidaya tanaman terung
PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS ZPT TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF SETEK BATANG JAMBU AIR CITRA (Syzygium aqueum Murr) Gusti, Meka; Darlis, Olivia
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 02 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i02.251

Abstract

Jambu air Citra (Syzygium aqueum Murr) merupakan salah satu jenis tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia Tenggara, ditemukan di daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia, dan pulau-pulau di Pasifik. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis ZPT terhadap pertumbuhan setek batang tanaman jambu air Citra dan mendapatkan jenis ZPT yang terbaik terhadap pertumbuhan setek batang tanaman jambu air Citra. Perbanyakan tanaman jambu air Citra salah satunya dapat dilakukan dengan cara setek. Perbanyakan tanaman secara setek membutuhkan zat pengatur tumbuh (ZPT). Zat pengatur tumbuh yang digunakan meliputi Rapid root, ekstrak daun kelor, ekstrak tauge, dan kontrol. Jumlah sampel yang digunakan untuk masing-masing perlakuan adalah 5 sampel dengan 2 kali ulangan. Hasil yang diperoleh dari percobaan ini adalah pemberian zat pengatur dari ekstrak tauge memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan setek batang tanaman jambu air Citra, dengan persentase tumbuh 80 %, jumlah tunas 2,5 buah, rata–rata jumlah akar 7 buah dan rata–rata panjang akar 6,4 cm. Kesimpulan dari percobaan ini adalah Penggunaan beberapa ZPT berpengaruh terhadap pertumbuhan setek batang tanaman jambu air Citra dan penggunaan ZPT ekstrak tauge memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan setek batang tanaman jambu air Citra dibandingkan penggunaan ZPT yang lain. Disarankan untuk perbanyakan tanaman jambu air Citra secara setek batang menggunakan ZPT ekstrak tauge.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum mill)TERHADAP KOMBINASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK POS, EP DAN ST DI PT. INDMIRA YOGYAKARTA Effendi, Fatma; Rasdanelwati, Rasdanelwati
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 02 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i02.252

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum mill) merupakan tanaman Amerika Latin, seperti Peru, Ekuador dan Meksiko. Permintaan pasar tomat sangat banyak, karena tomat merupakan komoditas hortikultura yang diperlukan dalam kebutuhan sehari – hari. Potensi hasil tanaman tidak tercapai, hal ini disebabkan tanah tidak mengandung unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah cukup. Cara untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman tomat dengan penambahan beberapa pupuk berupa pupuk organik serbuk (POS), essen post (EP), dan soil treatment (ST). Tujuan pelaksanaan percobaan adalah mengetahui respon pertumbuhan tanaman tomat dengan pemberian kombinasi beberapa jenis pupuk organik dan menentukan respon pertumbuhan tanaman tomat terbaik dengan pemberian kombinasi beberapa jenis pupuk organik. Percobaan dilaksanakan di lahan percobaan Wonogiri, PT. Indmira Yogyakarta mulai akhir Februari sampai awal Mei 2019. Percobaan kombinasi beberapa jenis pupuk ini dilakukan dengan perlakuan A (Kontrol), perlakuan B (POS), perlakuan C (EP), perlakuan D (ST), perlakuan E (POS + ST), dan perlakuan F (EP + ST). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun per tanaman (helai), jumlah tandan bunga, dan jumlah buah. Pemberian kombinasi jenis pupuk organik memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Berdasarkan parameter yang diamati dapat disimpulkan, penggunaan kombinasi pupuk organik dan pembenah tanah pada perlakuan F (EP + ST) memperlihatkan hasil lebih baik, diikuti perlakuan C (EP), perlakuan D (ST), perlakuan E (POS + ST), perlakuan B (POS) dan perlakuan A (Kontrol). Penggunaan kombinasi pupuk EP dan pembenah tanah pada perlakuan F (EP + ST)memberikan hasil optimal. Berdasarkan kesimpulan disarankan menggunakan kombinasi pupuk organik dan pembenah tanah untuk mendapatkan hasil optimal.
PENGARUH KEDALAMAN TANAM SPROUT TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI BPTP SUMATERA BARAT Kanara, Nahda; Asrani, Disi
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 02 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i02.253

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman semusim yang berbentuk semak. Permintaan kentang dari tahun ke tahun terus meningkat, itu dikarenakan kentang memiliki protein dan vitamin yang cukup tinggi. Agar kentang tidak terjadi penurunan maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara pembibitan kentang bisa menggunakan sprout kentang dengan berbagai kedalaman tanam. Perbanyakan tanaman kentang dapat dilakukan dengan cepat melalui perbanyakan secara vegetatif, adapun kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif antara lain masa muda tanaman relatif pendek, tanaman lebih cepat bereproduksi, dapat diterapkan pada tanaman yang tidak menghasilkan biji, sifat-sifat yang lebih baik pada induknya dapat diturunkan, dan dapat tumbuh pada tanah yang memiliki lapisan tanah dangkal karena memiliki sistem perakaran yang dangkal. Pada kedalaman tanam harus disesuaikan dengan kondisi tanah. Untuk dataran tinggi dengan kelembaban udara yang relatif tinggi, penanaman dangkal yang semakin mendekat permukaan tanah, lebih dianjurkan.Tujuan dari percobaan ini adalah mengetahui pengaruh kedalaman tanam terhadap pertumbuhan vegetatif sprout kentang, dan mendapatkan kedalaman tanam terbaik dari perbanyakan sprout kentang. Percobaan dilakukan mulai bulan Februari – Maret 2019. Tempat pelaksanaan percobaan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat. Perlakuan yang diberikan adalah kedalaman tanam 2 cm (KT2), kedalaman tanam 3 cm (KT3), kedalaman tanam 4 cm (KT4), dan kedalaman tanam 5 cm (KT5). Parameter yang diamati pada percobaan ini adalah, tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun dan jumlah tangkai daun. Tahapan pelaksanaannya yaitu pertama penyiapan media tanam, kedua pengadaan bibit, ketiga penanaman, keempat pemberian perlakuan dan kelima pemeliharaan yang meliputi : penyiraman, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit, serta yang keenam pengamatan. Hasil yang didapat dari percobaan ini adalah perlakuan yang terbaik terdapat KT4, untuk tinggi tanaman dan lebar daun, sedangkan untuk parameter pada panjang daun yang paling baik pada perlakuan KT2, dan untuk parameter jumlah tangkai daun yang paling baik pada perlakuan KT5.Oleh karena itu, kedalaman tanam 4 cm adalah perlakuan yang paling baik untuk penanaman sprout kentang.
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN UMBI TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum.L) DI BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN SUMETERA BARAT. yulianti, uzi; yefriwati, yefriwati
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 02 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i02.254

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum.L) merupakan salah satu sayuran yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan. Produksi kentang di Indonesia masih rendah disebabkan salah satunya penggunaan mutu bibit yang digunakan mempunyai kualitas rendah dan pengetahuan yang kurang tentang budidaya. Optimalisasi produksi tanaman kentang dapat dilakukan dengan pengaturan jarak tanam. Pengaturan jarak tanam terhadap produksi umbi benih kentang dapat mempengaruhi persaingan dalam hal penggunaan air dan zat hara. Semakin rapat perlakuan jarak tanam semakin meningkat pertumbuhan tinggi tanaman kentang, lebar daun, dan umbi yang berukuran kecil lebih banyak. Berdasarkan permasalahan tersebut telah dilakukan percobaan tugas akhir dengan judul “Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberasum. L)”. Tujuan percobaan ini adalah mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil umbitanaman kentang sebagaibibitdan untuk mendapatkan satu jarak tanam yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan umbi bibit tanaman kentang. Percobaan tugas akhir ini dilakukan mulai tanggal 26 Februari – 23 April 2019. Tempat pelaksanaan percobaan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat. Perlakuan menggunakan pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bibit tanaman kentang, dengan menggunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm, 15 cm x 15 cm dan 10 cm x 10 cm. Parameter yang diamati pada percobaan ini adalah, tinggi tanaman, lebar daun, jumlah tunas, dan bobot umbi. Tahapan pelaksanaannya pertama perlakuan, kedua persiapan media tanam tanaman kentang, ketiga penyiapan bibit tanaman kentang, keempat pengukuran jarak tanam dan pembuatan lubang tanam, kelima penanaman umbi tanaman kentang, keenam pemeliharaan tanaman meliputi : penyiraman, penyiangan, pemupukan susulan, ketujuh pengamatan, kedelapan panen. Hasil percobaan ini adalah penggunaan jarak tanam 10 cm x 10 cm untuk pembibitan lebih optimal pertumbuhan dan hasil umbi yang didapatkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dikesimpulan bahwa, 1. Jarak tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil umbi tanaman kentang sebagai bibit. 2. Jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kentang sebagai bibit terdapat pada percobaan jarak tanam 10 cm x 10 cm. Sebaiknya pada pembibitan tanaman kentang untuk bibit menggunakan jarak tanam 10 cm x 10 cm.
PENGARUH PUPUK KCl DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON HIBRIDA (Cucumis melo L.) Kamaratih, Desti; Ritawati, Ritawati
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 02 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i02.255

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) adalah tanaman semusim yang tumbuh merambat. Buah melon memiliki kandungan gizi diantaranya kalori, vitamin A dan C. Melon yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sangat ditentukan oleh penampilan dan kualitas rasa yang dikandungnya. Buah melon pada saat ini mengalami penurunan kadar kemanisansalah satunya disebabkan penggunaan pupuk NPK. Pupuk NPK mengandung unsur kalium yang tergolong rendah yaitu sekitar 16 %, sedangkan unsur kalium sangat dibutuhkan untuk meningkatkan rasa manis pada buah. Pemberian unsur kalium dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk KCl dan KNO3.Tujuan dari percobaan ini adalah mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman melon hibrida terbaik dari penggunaan pupuk pupuk KCl dan KNO3dan mengetahui pengaruh penggunaan pupuk KCl dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon hibrida. Percobaan ini dilakukan mulai tanggal 18 Februari - 10 Mei 2019. Tempat pelaksanaan percobaan di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok. Perlakuan yang digunakan pada percobaan ini adalah pupuk KCl 50 gr dan pupuk KNO3 50 gr. Hasil yang didapat dari percobaan ini adalah pertumbuhanvegetatifdan pertumbuhan generatif terbaik terdapat pada perlakuan pupuk KNO3.Rata-rata lebar daun pada perlakuan pupuk KNO3 adalah 21,9 cm, panjang ruas ke 7 adalah 10,1 cm, diameter batang adalah 11,2 mm, berat buah melon adalah 0,86 kg, lingkar buah melon adalah 36,75 cm, tebal daging buah adalah 3,15 cm, dan total soluble solid (ºbrix) adalah 14,00 ºbrix. Kesimpulan dari percobaan ini adalah penggunaan pupuk KNO3 lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk KCl. Penggunaan pupuk KNO3 berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman melon hibrida.

Page 1 of 2 | Total Record : 15