cover
Contact Name
Ryandi
Contact Email
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Phone
+6285336892787
Journal Mail Official
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pancing Medan, Pasar V Medan Estate» Tel /fax : 0616622925 /
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : -     EISSN : 26222019     DOI : http://dx.doi.org/10.51900/ssr.v3i1
Core Subject : Religion,
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama memuat artikel yang berasal dari hasil penelitian studi agama dalam ragam lingkup kajian meliputi perbandingan agama, sejarah agama, agama dan politik, sosiologi agama, antropologi agama, agama dan isu-isu kontemporer, hubungan antaragama, toleransi agama, pluralisme, multikulturalisme, perdamaian dan kekerasan dalam agama.
Articles 33 Documents
AGAMA DAN TANTANGAN GLOBAL Syahputra, Heru
Studia Sosia Religia Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i1.7666

Abstract

AbstractReligion is a form of belief that is believed by humans as a system of judgement that must be run into certain social behaviors, and is related to human historical experience. The intended trust must be as needed, and is also a truth. Therefore, the actualization of religious values that are subjective must be subjectively subjected to various Paradigms, visions, and conceps through certain structures or institutions that are easily understood especially in the era of globalization. Keywords : Religion, Globalization, History.
PERSEPSI KRISTEN TERHADAP KEHIDUPAN MODERN Adenan, Adenan
Studia Sosia Religia Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i1.7671

Abstract

AbstractThe modernization movement brings the West to a new, more modern and high-tech life that can affect the world globally, not only in terms of material development, structure and infrastructure, but also changes in thinking methods, lifestyles, ways of dress, politics, economics to shift to the perspective and the view of people's life that seeps on the shifting of religious doctrine. The Christian religion represented by the church with the modern reform movement gave a very strong influence on Christianity itself, causing physical battles between the church and supporters of moderation. Which claimed many lives, such as the brutal arson, of thinkers and priests. Keywords: Christian, Modern, Perception.
AGAMA DAN HAPPINESS Rambe, Uqbatul Khoir
Studia Sosia Religia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i2.6483

Abstract

AbstrakKebahagiaan adalah dambaan setiap orang, berbagaiupaya dilakukan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan, salah satunya adalah dengan memeluk suatu agama. Tulisan ini merupakan library reseach dan deskriptif yang berupaya mendeskripsikan konsep agama-agama besar dunia tentang kebahagiaan, serta respon rasional dan sosial kemasyarakatan setiap agama tersebut.Dapat disimpulkan bahwa setiap agama mempunyai konsep  kebahagiaan. Secara normatif setiap agama memberikan landasan kepada pemelukuntuk mendapatkan kebahagiaan. Secara rasionalitas para tokoh berupaya memberikan pencerahan kepada umatnyademi mencapai kebahagiaan. Adapun secara sosio empirik dinyatakan bahwa respon umat beragama terhadap kebahagiaan tersebut sangat beragam, dan keberagaman tersebut terjadi pada seluruh umat beragama.Kata kunci: Agama, Konsep Kebahagiaan(Happiness)AbstractHappiness is everyone's dream, various efforts made by humans to get happiness, one of them is to embrace a religion. This paper uses the library research and descriptive method, which seeks to describe the concept of the world's major religions about happiness, as well as the rational and social response of each of these religions. It can be concluded that every religion has a concept of happiness. Normatively every religion provides a foundation for adherents to get happiness. Rationally, the figures try to give guidance to their people in order to achieve happiness. As for socio-empirically stated that the response of religious communities to happiness is very diverse, and that diversity occurs in all religious communities.Keywords: Concept of Happines,Religion
JARAN KEPANG MENURUT PANDANGAN TOKOH ISLAM DAN KRISTEN DI DESA SEI ROTAN, DELI SERDANG Siregar, Husna Sari Siregar dan Zulkifli Nasution Sari
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6465

Abstract

 Tulisan ini  membahas  jaran  kepang dalam pandangan  tokoh  Islam  dan  Kristen yang  terdapat  di  Desa Sei  Rotan  Kecamatan  Percut  Sei  Tuan  Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini merupakanstudi lapangan(field Research)menggunakan metode  deskriftif analisis  dengan pendekatan komperatip. Penelitian ini berupaya mengkaji pandangan tokoh Islam dan pandangan tokoh Kristen mengenai jaran kepang. Tokoh Islam menyatakan ada 2 sudut pandang syirik dan khurafat. Pandangan Tokoh Kristen ini merupakan sesuatu hal yang dilarang karena mengandung khurafat  dan  syirik.Kata Kunci : Islam, Kristen, dan Jaran Kepang                  AbstractThis paper discusses of Jaran Kepang in the view of Muslim and Christian figures in Sei Rotan Village, Percut Sei District, Deli Serdang Regency. This research is a field research, using descriptive analysis method with a comparative approach. This research attempts to trace the views of Islamic figures and Christian figure about Jaran Kepang. Islamic figures state that there are two points of view of shirk and khurafat. According to the views of Christian figures this is something that is prohibited because it contains khurafat and shirk.Keyword : Islam, Kristen, dan Jaran Kepang
ORIENTASI NILAI BUDAYA BATAK TOBA, ANGKOLA DAN MANDAILING DALAM MEMBINA INTERAKSI DAN SOLIDARITAS SOSIAL ANTAR UMAT BERAGAMA DI TAPANULI UTARA (ANALISIS SOSIOLOGIS) Firmando, Harisan Boni
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8879

Abstract

AbstrakMasyarakat yang beragam sangat perlu dirawat keharmonisannya agar tidak menimbulkan kecurigaan, perbedaan pandangan yang mengarah pada kesalahpahaman, pertentangan dan berujung pada konflik. Sistem Kemasyarakatan Dalihan na tolu yang diorientasikan dalam nilai budaya masyarakat Batak Toba, Angkola dan Mandailing menjadi modal utama dalam membina interaksi dan solidaritas sosial antar umat beragama. Terjadinya silang budaya melalui adaptasi, akulturasi dan asimilasi antara masyarakat lokal dan pendatang menjadi cara dalam membina interaksi dan solidaritas social antar umat beragama di Tapanuli Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Unit analisis dan informasi adalah masyarakat lokal dan pedatang. Data ditafsirkan menggunakan catatan lapangan. Kata Kunci : Nilai Budaya, Interaksi, Solidaritas Sosial Abstract   Diverse society really needs to be maintained harmony so as not to arouse suspicion, differences in views that lead to misunderstanding, conflict and lead to conflict. The Dalihan na tolu Community System which is oriented in the cultural values of the Batak Toba, Angkola and Mandailing communities is the main capital in fostering interaction and social solidarity between religious communities. The occurrence of cross culture through adaptation, acculturation and assimilation between local people and migrants is a way to foster interaction and social solidarity between religious communities in North Tapanuli. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. Data collected by observation and interview. The unit of analysis and information is the local and migrant communities. Data are interpreted using field notes. Keywords : Cultural Values, Interaction, Social Solidarity
STRATEGI KEBUDAYAAN PEMBANGUNAN KEBERAGAMAAN DI INDONESIA: Mempertegas Kontribusi Kearifan Budaya Lokal Dalam Masyarakat Berbhinneka Sari, Ismet
Studia Sosia Religia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i2.6487

Abstract

AbstrakMasyarakat Indonesia yang majemuk dan memiliki latar belakang kebudayaan yang beragam, jelas memerlukan  kerangka acuan untuk dijadikan pegangan dalam pergaulan nasional  masa kini. Oleh karena itu, nilai-nilai tradisional yang mengandung kearifan, persamaan, multikultural, dan bisa dijadikan pegangan bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia di mana pun tempat tinggalnya, perlu digali dan diteliti kemudian ditawarkan sebagai alternatif yang baik untuk pengembangan dan pembangunan kehidupan sosial keagamaan yang baru dan serasi.Dalam sejarah bangsa-bangsa ketika menghadapi kerumitan sosial, ekonomi, politik, konflik agama, dan sebagainya, kerap menemukan solusi dengan memetik kearifan tradisi lokal. Nilai kearifan lokal akan memiliki makna apabila tetap menjadi rujukan dalam mengatasi setiap dinamika kehidupan sosial, lebih-lebih lagi dalam menyikapi berbagai perbedaan yang rentan menimbulkan konflik. Keberadaan kearifan budaya lokal justru akan diuji ditengah-tengah kehidupan sosial yang dinamis. Di situlah sebuah nilai akan dapat dirasakan.Kata Kunci : Kearifan Lokal, Pembangunan, StrategiBudaya AbstractIndonesian society that is plural and has a diverse cultural background, clearly requires a framework of reference to be used as a guideline in today's national relations. Therefore, traditional values that contain wisdom, equality, multiculturalism, and can be shared with all Indonesian people wherever they live, need to be explored and researched and then offered as a good alternative for the development and development of a new religious social life and harmonious.In the history of nations when faced with the complexity of social, economic, political, religious conflicts, etc., often find solutions by reaping the wisdom of local traditions. The value of local wisdom will have meaning if it continues to be a reference in overcoming every dynamic of social life, moreover in addressing various differences that are prone to conflict. The existence of local cultural wisdom will be tested in the midst of dynamic social life. That's where a value will be felt.Keywords: Local Wisdom, Development, Strategy of Culture
AKAR HISTORIS DAN DOKTRIN ALIRAN ADARI (TINJAUAN SELINTAS) Harahap, Indra
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6476

Abstract

AbstrakKemunculan dan perkembangan ADARI tidak bisa dipisahkan dari keberadaan agama-agama resmi di Indonesia. Sebab pada dasarnya para pendiri secara personal adalah orang-orang yang merupakan bagian dari para penghayat agama resmi. Menariknya, hal ini tampak dalam perkembangan ajaran ADARI yang disebut sebagai upaya akumulatif dari berbagai praktek keberagamaan. Hal ini sangat jelas tampak dalam ajaran mengenai ketuhanan yang tidak bisa dibedakan dengan prevalensi agama resmi. Berdasarkan beberapa referensi, dinyatakan bahwa munculnya ajaran ADARI dipelopori oleh Mangun Widjoyo saat berada di penjara di Wirogunan, Yogyakarta. Bahkan, menurut pengakuannya, selama di penjara dia mengadakan perenungan atau meditasi, sehingga instruksi dalam bentuk wangsit datang kepadanya untuk segera mengembangkan pengajaran tentang hasil perenungannya, yaitu Manunggaling Kawula Gusti, dan dia diangkat sebagai nabi yang juga sebagai inkarnasi tuhan.Kata kunci: Aliran ADARI, Doktrin Ketuhanan, Manunggaling Kawula GustiAbstractADARI's flow of birth and development cannot be separated from formal religion. Because indeed the founding fathers personally are people who are part of the practice of formal religion. Interestingly, it turns out that in the development of ADARI's doctrine, this can be called an accumulation effort from various religions. This is very clearly seen in his doctrine of divinity which is not distinguished as the prevalence of formal religions.Based on several references, it was stated that the emergence of ADARI's teachings was pioneered by Mangun Widjoyo while in prison (in a cell) in Wirogunan, Yogyakarta. In fact, according to his confession, during his time in prison he held contemplation or meditation, so that the instructions in the form of wangsit came to him to immediately develop a teaching on the results of his contemplation, namely Manunggaling Kawula Gusti, he was appointed as a prophet who was also God's incarnation.Keywords: ADARI’s Sect, Doctrine of God, Manunggaling Kawula Gusti
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Wirman, Wirman
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8877

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has changed various aspects of human life in a special world in Indonesia. One aspect that plays a role is the impact of the 19th world, namely the world of education. Education is a basic element in a country that can develop that country. Disorders that occur in the process of direct learning between students and teachers, now turn to distance learning. Online learning is the most effective solution in this pandemic. Covid-19 Pandemic. In a pandemic that requires students to study at home, they need to be in accordance with the needs of the facilities and the ability of parents to provide learning facilities for every student in Indonesia.Keywords: Pandemic, Covid-19, LearningAbstrakPandemi Covid-19 telah mengubah  berbagai  aspek  kehidupan manusia di dunia khususnya di Indonesia.Salah satu  aspek yang terkena dampak akibat Covid-19 yaitu dunia pendidikan.Pendidikan merupakan elemen dasar  dalam  suatu  Negara  yang  dapat membangun Negara tersebut. Gangguan yang terjadi dalam proses pembelajaran secara langsung antara siswa dan guru, kini beralih ke dalam situasi belajar jarak jauh. Pembelajaran online menjadi solusi paling efektif pada masa pandemik ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situasi belajar pada masa Pandemi Covid-19.Di masa pandemi yang mengharuskan siswa belajar di rumah perlu di evaluasi sesuai dengan kondisi setempat mengingat fasilitas dan kemampuan orang tua dalam memberikan fasilitas pembelajaran online berbeda kepada setiap siswa di Indonesia.Kata Kunci: pandemic, Covid-19, Pembelajaran
ISLAM NUSANTARA (DESKRIPTIF-ANALITIS) Ryandi, Ryandi
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6464

Abstract

ISLAM NUSANTARA(DESKRIPTIF-ANALITIS) RyandiUniversitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medanryanasofee@gmail.com AbstrakTulisan ini merupakan uraian deskriptif-analitis tentang Islam Nusantara (selanjutnya disebut IN), yang belakangan ini banyak diperbincangkan baik di kalangan elit intelektual, agamawan dan bahkan masyarakat awam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa terdapat dua pemaknaan terhadap Islam Nusantara. Pertama merujuk pada praktik orang-orang Nusantara dalam ber-Islam, ini artinya secara implisit, makna tersebut berarti Islam di Nusantara, yang tentunya berbeda dengan orang-orang Islam di negara-negara Islam lainnya. Kedua, merujuk pada peleburan nilai-nilai Islam pada Nusantara dalam kerangka HAM, Demokrasi, Kearifan Lokal, dan Pancasila, tanpa memperhatikan aspek-aspek pokok atau tsawabit dalam Islam. Namun demikian, menurut penulis, walaupun pada pemaknaan pertama, maksud Islam Nusantara adalah baik, pengistilahan tersebut juga kurang tepat. Kata “Islam” adalah istilah kunci (key concept) yang tidak perlu ditambahi atau dikurangi. Penambahan kata dalam Islam tentunya mereduksi makna Islam itu sendiri.Kata Kunci : Deskriptif-Analitis, Islam, Nusantara AbstractThis paper is a descriptive-analytical description of Nusantara Islam (hereinafter referred to as IN), which has recently been much discussed among both the intellectual elite, religious leaders and even ordinary people. From this it follows that there are two meanings of Nusantara Islam. The first refers to the practice of Archipelago people in Islam, this means implicitly, the meaning means Islam in the Archipelago, which is certainly different from the Muslims in other Islamic countries. Second, it refers to the fusion of Islamic values in the archipelago within the framework of human rights, democracy, local wisdom, and Pancasila, without regard to the basic aspects or tsawabit in Islam. However, according to the writer, although in the first meaning, the meaning of Nusantara Islam is good, the terminology is also not quite right. The word "Islam" is a key concept (key concept) that does not need to be added or subtracted. The addition of words in Islam certainly reduces the meaning of Islam itself.Keywords: Descriptive-Analytical, Islam, Nusantara
TASHAWWUR ISLAM SEBAGAI ASAS PERDAMAIAN Damanik, Agusman
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6472

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan ingin menelaah dan menganalisis sejauh mana Tashawwur Islam sebagai asas perdamaian, tentunya dengan memahami terlebih dahulu makna tashawwur dan selanjutnya memahami berbagai dimensi-dimensi Tashawwur Islam diantaranya, dimensi teleologis, dimensi teologis, dimensi filosofis dan dimensi kausalitas atau sunnatullah. Kemudian dibahas tentang Tashawwur melalui tujuh karakteristik Islam yakni Rabbaniyah, Insaniyah, Syumuliyah, Alwaqi’iyah, Alwashitiyyah, Alwudhuh dan Tauhid Tashawwur wa tsabat. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan riset kepustakaan yang bersumber dari berbagai literatur yang relevan dengan masalah yang diteliti. Data yang telah terhimpun kemudian dianalisis dengan berbagai pendekatan terutama melalui pendekatan secara normatif filosofis.                 Kata kunci : Islam, Perdamaian, Tashawwur AbstractThis study aims to examine and analyze the extent of Islamic Tashawwur as the principle of peace. Of course, by first understanding the meaning of tashawwur and further understanding the various dimensions of Islamic Tashawwur, among them are the teleological dimensions, theological dimensions, philosophical dimensions and the dimensions of causality or sunnatullah.  Then discussed about Tashawwur through seven characteristics of Islam, that is Rabbaniyah, Insaniyah, Syumuliyah, Alwaqi’iyah, Alwashitiyyah, Alwudhuh and Tauhid Tashawwur wa tsabat. This research is a library research, sourced from various literature relevant to the problem under study. The collected data is then analyzed using various approaches, especially through philosophical normative approaches.Keyword: Islam, Peace, Tashawwur

Page 1 of 4 | Total Record : 33