cover
Contact Name
Anis Fauzi
Contact Email
nidhom.jurnal@uinbanten.ac.id
Phone
+6287808276414
Journal Mail Official
nidhom.jurnal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
An-Nidhom : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 25417177     EISSN : -     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/annidhom
Core Subject : Science, Education,
An-Nidhom : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam merupakan jurnal yang dipublish oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jurnal ini menerbitkan karya tulis ilmiah berupa artikel dari kalangan Mahasiswa, Dosen, Peneliti dan Scholar lainnya dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.
Articles 16 Documents
Politik Dan Kebijakan Pendidikan Islam: Aspek Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Fiuluminnisa, Meliska
An-Nidhom Vol 4 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v4i2.4416

Abstract

Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pamong belajar, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar. PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, menyebutkan tenaga kependidikan di SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat sekurangkurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. tandar tenaga administrasi sekolah/madrasah mencakup kepala tenaga administrasi, pelaksana urusan, dan petugas layanan khusus sekolah/madrasah. Pelaksana urusan terdiri atas Urusan Administrasi Kepegawaian, Urusan Administrasi Keuangan, Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana, Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat, Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan, Urusan Administrasi Kesiswaan, dan Urusan Administrasi Kurikulum. Petugas layanan khusus terdiri atas penjaga sekolah/madrasah, tukang kebun, tenaga kebersihan, pengemudi, dan lain-lain
IMPLEMENTASI METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DAN KURIKULUM 2013 Fauzi, Anis; Amri, Saeful
An-Nidhom Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui sejauhmana penerapan metode Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 di Madarasah Aliyah Mathla’ul Anwar Kepuh Cinangka, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cinangka dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cinangka; (2) mengetahui kendala-kendala yang dialami Guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 di Madarasah Aliyah Mathla’ul Anwar Kepuh Cinangka, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cinangka dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cinangka; (3) mengetahui perbedaan dan persamaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013; dan (4) mengetahui Metode Pendidikan Agama Islam yang paling cocok dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANGNOMOR 14 TAHUN 2005 PASAL 7 POIN C TENTANG GURU DAN DOSEN DI MADRASAH ALIYAH SE KABUPATEN LEBAK Suharjono, Suharjono
An-Nidhom Vol 5 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v5i2.4401

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1). Untuk mengetahui kualifikasi akademik tenaga pendidik setelah diberilakukannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 7 poin c mengenai Guru dan Dosen di MAN 2 Lebak dan Madrasah Aliyah Nurul Hidayah Lebakjaha Malingping; (2).Linieritas pendidikan tenaga pendidik unntuk mata pelajaran yang diampu setelah di berlakukannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 7 poin c mengenai Guru dan Dosen di MAN 2 Lebak dan Madrasah Aliyah Nurul Hidayah Lebakjaha Malingping; (3). Mneggambarkan langkah-langkah yang ditempuh kepala madrasah di dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 7 poin c mengenai Guru dan Dosen di MAN 2 Lebak dan Madrasah Aliyah Nurul Hidayah Lebakjaha Malingping serta untuk mengetahui factor apa saja yang dapat memberikan pengaruhi pada pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 7 poin c mengenai Guru dan Dosen di MAN 2 Lebak dan Madrasah Aliyah Nurul Hidayah Lebakjaha Malingping, terkhusus pada permasalahan kualifikasi pendidikan tenaga pendidik dan linieritasnya. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan simpulan yaitu kualifikasi pendidikan tenaga pendidik di madrasah Aliyah Negeri 2 Lebak dan madrasah Aliyah Nurul Hidayah Lebakjaha Malingping masuk pada kategori “sangat baik”, menegnai linieritas tenaga pendidik dilihat dari ijazah guru d mata pelajaran juga tergolong pada kategori “sangat baik”. Adapun langkah-langkah yang dilaksanakan kepala madrasah yaitu pembinaan, supervisi akademik, pendekatan perseorangan, serta pelatihan guru.
Pengaruh Insentif Terhadap Kedisplinan Dan Kinerja Gur Kamal, Yusaini
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Insentif Terhadap Kedisiplinan dan Kinerja Guru. Hipotesis penelitian ini meliputi : 1) Ketercapaian Pemberian Insentif di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. 2). Tingkat Ketercapaian pelaksanaan kedisiplinan di SMPN 1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang . 3). Tingkat Ketercapaian Kinerja Guru di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. . 4). Seberapa besar Pengaruh insentif terhadap Kedisiplinan Guru di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. 5). Seberapa besar pengaruh Insentif Terhadap kinerja guru di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei. Dengan populasi terjangkau guru SMPN 1 Pontang sebanyak 30 orang dan guru MTsN Ciruas/Serang sebanyak 35 orang jumlah seluruhnya 65 orang .. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket Variabel X (Insentif) 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitas; angket Variabel Y1 (kedisiplinan) sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan angket Variabel Y2 (kinerja) guru sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.; Analisis data menggunakan Regresi Sederhana. Dari hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh insentif terhadap kedisiplinan dan kinerja guru. Dari pengolahan data diperoleh persamaan regresi yang terbentuk antara Ŷ= α+=61,62+78,260.26Y1+0.40Y2, dengan taraf signifikan 0.05 diperoleh Ftabel sebesar 0.66. Karena > yaitu 138.8 >0.66, Maka tolak H0 dan terima H1, dengan demikian terdapat pengaruh insentif terhadap kedisiplinan dan kinerja guru
PENGARUH SUPERVISI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN DISIPLIN GURU TERHADAP PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN Farida, Iis; Suryapermana, Nana; Soeryana, Atang
An-Nidhom Vol 5 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v5i1.4397

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui tingkat kepencapaian supervisi manajerial kepala sekolah di SMP Islam Kota Serang, 2) untuk mengetahui tingkat kepencapaian disiplin guru di SMP Islam Kota Serang, 3) untuk mengetahui tingkat kepencapaian peningkatan mutu pembelajaran di SMP Islam Kota Serang, 4) untuk mengetahui pengaruh supervisi manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan mutu pembelajaran, 5) untuk mengetahui pengaruh disiplin guru terhadap peningkatan mutu pembelajaran, 6) untuk mengetahui pengaruh supervisi manajerial kepala sekolah dan disiplin guru terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Jenis metode penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dan mengambil sampel sebanyak 43 orang dari 6 sekolah yang ada di Kota Serang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pengaruh supervisi manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan mutu pembelajaran secara parsial berpengaruh signifikan. Dengan nilai thitung ˃ ttabel 4,44 ˃ 2,020. 2) pengaruh dsiplin guru terhadap peningkatan mutu pembelajaran berpengaruh signifikan dengan nilai thitung ˃ ttabel 6,68 ˃ 2,020. 3) pengaruh supervisi manajerial kepala sekolah dan disiplin guru terhadap peningkatan mutu pembelajaran berpengaruh secara signifikan dengan nilai thitung ˃ ttabel 7,27 ˃ 2,020. Selanjutnya nilai Fhitung dikonsultasikan dengan Ftabel yaitu 7,743 ˃ 2,364 dengan signifikan 5% atau 0,05 yang artinya dapat dinyatakan bahwa korelasi ganda tersebut bersifat signifikan. Kemudian dilihat dari tabel interpretasi bahwa nilai tersebut mempunyai korelasi yang kuat
Konsep Dan Sejarah Total Quality Management Firmansyah, Firmansyah
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4420

Abstract

Kualitas sering disama artikan dengan mutu. Kualitas sebenarnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tetapi, sampai sekarang, dalam dunia industri, belum ada definisi yang sama tentang kualitas. Kualitas itu seperti halnya pornografi, yaitu sulit didefinisikan, tetapi fenomenanya atau tanda-tandanya dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan nyata. Total Quality Management atau manajemen kualitas mutu merupakan suatu filsafat manajemen atau komitmen budaya organisasi untuk memuaskan pelanggan secara konstan lewat perbaikan terus menerus atas semua proses organisasional, sehingga bisa menghasilkan produk dan jasa yang bermutu tinggi serta menjadikan kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi kepada kepuasaan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Selain itu, Total Quality Management juga sebagai suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha, baik secara kulitas maupun kuantitas
PERGESERAN ORIENTASI PENDIDIKAN PESANTREN KHALAFI Apud, Apud
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren khalafi dihadapkan pada situasi dan pilihan sulit antara tetap mempertahankan jati diri dan identitasnya atau mengikuti perubahan lingkungan. Pada kasus pesantren Daar el-Qolam Gintung upaya merespon tuntutan lingkungan tersebut dilakukan dengan mengembangkan struktur lembaga dan kurikulum pesantren. Pertanyaan yang muncul adalah apakah pengembangan struktur lembaga dan kurikulum tersebut diikuti dengan pergeseran orentasi pendidikannya? Bagaimana jati diri dan identitas pesantren dipertahankan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis melakukan penelitian lapangan (field research) di Pesantren Daar el-Qolam dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan pesantren terkait dengan pengembangan struktur dan kurikulum, observasi terhadap berbagai situasi yang terjadi di lokasi, dan dokumentasi yang dilakukan dengan menelusuri berbagai dokumen Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1. Pondok pesantren Daar el-Qolam telah melakukan pengembangan lembaga pendidikan berdasarkan spesifikasi orientasi lulusan (output) yang dihasilkan, yaitu: Pertama, Daar el-Qolam Satu menaungi jenjang MTs dan MA berorientasi untuk mencetak kader ulama yang menguasai ilmu agama dan dapat melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI); kedua, Daar el-Qolam Dua, merupakan lembaga unggulan menaungi jenjang pendidikan SMP dan SMA diorientasikan untuk mencetak alumni yang menguasai bidang ilmu agama dan umum serta memiliki kemampuan untuk melakukan riset dan menulis karya ilmiah. Alumni diorientasikan agar dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Agama Islam; dan ketiga, Daar el-Qolam Tiga, merupakan kelas extension menaungi jenjang pendidikan SMA dengan lama belajar tiga tahun akselerasi dari program pendidikan empat tahun da lulusan diorientasikan untuk memasuki PTN. 2. Pengembangan struktur kurikulum disesuaikan dengan orientasi dan tujuan dari lembaga-lembaga tersebut. Struktur kurikulum Daar el-Qolam meliputi kurikulum intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. 3. Pergeseran orientasi pendidikan Pesantren Daar el-Qolam secara substantif tidak merubah identitas dan jati dirinya. Identitas pesantren khalafi adalah penguasaan dwibahasa asing, yaitu: Bahasa Inggris dan Arab dan menjadikannya sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran dan dalam pergaulan santri sehari-hari. Sedangkan jati diri pesantren khalafi sebagai lembaga tafaqquh fi al-din melalui pengajaran dirasah Islamiyah dan pengkajian kutub turots.
DIALEKTIKA MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PERUSAHAAN Widowati, Dewi
An-Nidhom Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Komunikasi merupakan tren baru yang menggabungkan dua bidang ilmu sosial, yaitu bidang Manajemen dan bidang Komunikasi. Phillip Kotler adalah pakar manajemen pemasaran yang memiliki terobosan baru ini, yang pada akhirnya memperkaya dan mengembangkan kedua bidang ilmu tersebut. Perusahaan yang notabene adalah organisasi merupakan wadah tempat orang-orang yang terlibat dalam organisasi menyatukan visi- misi nya untuk mencapai tujuan organisasi melalui berbagai kegiatan dalam organisasi atau perusahaan. Berbagai permasalahan dalam organisasi akan datang silih berganti, yang memerlukan penanganan khusus oleh manajemen perusahaan. Permasalahan-permasalahan inilah yang dimaksud sebagai “dialektika” dalam organisasi, yaitu bertemunya impuls-impuls perbedaan yang bersinggungan antar orang-orang dalam organisasi.Implementasi Manajemen komunikasi menjadi penting diperhatikan bagi insan organisasi agar upaya yang dilakukan dalam menjalankan kegiatan dapat berhasil maksimal dan bergantung juga pada faktor psikologis, yaitu sikap. Beberapa hal yang masuk dalam sikap, yaitu sisi kognitif (pengetahuan), afektif (rasa), dan konatif (perilaku). Sisi kognitif merupakan awal sebuah perilaku muncul, kemudian masuk pada sisi afektif, apakah pesan yang merupakan “stimuli” memberikan rasa suka atau tidak suka bagi orang-orang dalam organisasi, barulah kemudian muncul bagaimana perilaku seseorang.Manajemen adalah bidang yang berupaya mengatur, mengelola, merencanakan, mengarahkan kegiatan perusahaan. Sementara komunikasi adalah bidang ilmu yang membahas mengenai proses penyampaian pesan atau informasi yang mengalir dalam perusahaan, baik itu secara vertikal (downward & upward), horizontal, dan diagonal. Manajemen Komunikasi memberikan kemudahan bagi para manajer untuk mengendalikan perusahaan dengan cara pendekatan yang berbeda, yaitu menggunakan sisi komunikasi efektif dalam menyampaikan “pesan penugasan”, sehingga suasana lebih menyenangkan, nyaman, dan iklim kerja yang kondusif sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Manajer mampu memahami apa yang dihadapi bawahannya ketika harus menyelesaikan pekerjaan, tanpa men”judge” secara negatif ketika bawahan menghadapi hambatan saat menjalankan tugasnya dan mampu mangatasi krisis perusahaan.Salah satu kasus yang berkaitan dengan manajemen komunikasi dalam menangani krisis, yaitu PT Krakatau Steel ketika harus mengambil keputusan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun 1995-1996. Berbagai upaya dilakukan untuk proses PHK ini, dengan memberikan penawaran pensiun dini yang dikenal dengan program P2DAPS (Permohonan Pensiun Dini Atas Permintaan Sendiri) yang berada pada posisi menyenangkan bagi kedua belah pihak, yaitu bagi karyawan maupun pihak perusahaan. Untuk lebih memastikan apa yang diterima karyawan dalam program ini sesuai dengan yang semestinya, PTKS dibantu oleh konsultan “Price Water House”. Pada akhirnya program ini diterima oleh karyawan, sehingga jumlah karyawan yang semula 9000 orang menjadi 6000 orang.
Anaisis Kebijakan Pemerintah Tentang Guru Karomi, Hafidz
An-Nidhom Vol 4 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v4i2.4415

Abstract

Selain sebagai pelaksana kebijakan (dalam hal ini kurikulum pendidikan), guru juga berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum. Merekalah yang tahu persis bagaimana pelaksanaan kurikulum pendidikan yang telah disusun oleh pemerintah dan mengaplikasikanya pada proses pembelajaran di sekolah, terlebih lagi penerapanya di setiap kelasnya. Oleh karenanya, keberhasilan suatu tujuan pendidikan yang telah direncanakan terdapat pada tangan seorang guru sebagai pelaksananya. Sebaik apapun kurikulum itu dirubah dan disusun kembali, jika pelaksanaan di lapangan masih tetap sama, maka hasilnyapun akan tetap sama, artinya tidak akan ada perubahan. Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Agama) sebagai pemegang “monopoli” penyelenggara pendidikan guru agama, serta sebagai pengambil keputusan pendidikan tingkat makro, sudah mengambil berbagai macam langkah kongkrit demi terciptanya pendidikan dan guru yang ideal. Mulai dari pembentukan lembaga-lembaga pencetak calon guru seperti SGAI (Sekolah Guru Agama Islam), PGA (Pendidikan Guru Agama), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), hingga FAI (Fakultas Agama Islam) dan FITK (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan).
MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN KELUARGA Fahmi, Fahmi
An-Nidhom Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi anak. Lingkungan keluarga sebagai lingkungan untuk mengenalkan atau mengajarkan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai akhlak kepada anak usia dini termasuk salah satunya yaitu mengenalkan pendidikan seks (pendidikan biologis) kepada anak usia dini. Orang tua di dalam lingkungan keluarga memiliki kewajiban untuk mengenalkan pendidikan seks karena mau, tidak mau dan siap, tidak siap bagi orang tua suatu saat anak di lingkungan keluarga akan mempertanyakan hal-hal yang berkaitan tentang seks kepada orang tuanya maka orang tua perlu menyiapkan pendidikan seks anak usia dini di lingkungan keluarga. Teknologi dan informasi terus berkembang seiring berkembangnya perubahan zaman. Teknologi dan informasi berkembang sangat cepat, tembus ruang dan waktu hadir setiap lingkungan keluarga melalui TV, radio, komputer, internet dan handphone. Peran kedua orang tua sangat penting sekali dalam mendidik dan mengajarkan pendidikan seks anak usia dini.

Page 1 of 2 | Total Record : 16