cover
Contact Name
Serlika Aprita
Contact Email
5312lika@gmail.com
Phone
+6281377530314
Journal Mail Official
kepastianhukum19@gmail.com
Editorial Address
Geduang Fakultas Hukum Lantai 1, Jl. Jend. Ahmad yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan
Core Subject : Social,
Jurnal Kepastian Hukum Dan Keadilan merupakan jurnal atau media informasi dan komunikasi di bidang hukum berisi artikel-artikel ilmiah hasil penelitian terkait bidang ilmu hukum yang meliputi hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum ekonomi/bisnis, hukum konstitusi, hukum islam, hukum lingkungan, hukum adat, hukum internasional, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan masalah-masalah hukum.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 24 Documents
EFEKTIVITAS PERFORMA KOMITE ANTI DUMPING INDONESIA DALAM MEMBERI PERLINDUNGAN HUKUM PADA INDUSTRI LOKAL Zahrani, Hanna Tasya
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 2, No 1 (2020): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v2i1.3049

Abstract

ABSTRAK Komite Anti Dumping Indonesia diberikan kewenangan untuk menyelidiki adakah tindakan dumping yang dialami oleh Indonesia dan dapat mengusulkan pengenaan pemulihan perdagangan kepada Kementerian yang terkait untuk dilakukan Bea Masuk Anti Dumping bagi negara yang melakukan dumping. Karena hal tersebut, paper ini dibuat untuk mengetahui efektivitas tugas dan fungsi Komite Anti Dumping yang dijabarkan di Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 dikaitkan dengan beberapa kasus yang telah diselesaikan ataupun tidak dapat diselesaikan oleh Komite Anti Dumping Indonesia.Kata kunci: Komite Anti Dumping Indonesia, Bea Masuk Anti Dumping, Efektivitas
PERLINDUNGAN DATA PRIVASI DI INDONESIA DAN SINGAPURA TERKAIT PENERAPAN DIGITAL CONTACT TRACING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 SERTA TANGGUNGJAWABNYA Raila, Tiara Almira; Rosadi, Sinta Dewi; Permata, Rika Ratna
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 2, No 1 (2020): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v2i1.3044

Abstract

ABSTRAKVirus COVID-19 sedang menjadi perhatian utama dunia hingga saat ini. Terkait pencegahan penyebarannya, Pemerintah Indonesia melakukan beberapa upaya, salah satunya dengan menerapkan digital contact tracing menggunakan aplikasi pelacakan. Pada pelaksanaannya, aplikasi pelacakan (contact tracing) mengumpulkan data pribadi seseorang (seperti nama lengkap, NIK, nomor telepon pribadi dan e-mail pribadi), yang sangat berpotensi akan terjadinya pelanggaran data pribadi. Selain menggunakan aplikasi pelacakan, metode digital contact tracing juga kerap dilakukan oleh pihak swasta dengan penginputan data pengunjung pada public places. Melalui tulisan dengan metode yuridis normatif ini, penulis akan membahas ketentuan hukum perihal data pribadi yang akan dihubungkan dengan penerapan digital contact tracing. Penulis juga akan melakukan kajian serupa pada negara Singapura, sebagai negara pertama yang menerapkan digital contact tracing melalui aplikasi pelacakan dan sebagai negara tetangga Indonesia.  Penulisan ini terlebih dahulu akan melihat apakah penerapan digital contact tracing di Indonesia dengan aplikasi pelacakan yang ada, telah sesuai dengan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan digital contact tracing di Indonesia dengan aplikasi pelacakan melanggar beberapa prinsip terkait data pribadi. Peraturan data pribadi di Indonesia sendiri secara khusus masih sebatas peraturan menteri. Berbeda dengan Singapura, telah menjamin perlindungan data pribadi masyarakatnya melalui Personal Data Protection Act dan Public Sector Governance Act 2018, dan mengenai tanggung jawab pada data pribadi, di Indonesia masih sebatas sanksi administratif, sementara di Singapura, sampai pada pertanggungjawaban pidana.Kata Kunci: Data Privasi; Aplikasi Contact Tracing; Digital Contact Tracing; COVID-19 
Hak Milik Atas Tanah Badan Hukum Persyarikatan Muhammadiyah Usman, Abdul Hamid
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 1, No 1 (2019): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v1i1.2441

Abstract

ABSTRAKPersyarikatan Muhammadiyah sebagai Ormas Islam melakukan Gerakan Islam, Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam gerakan dakwahnya ini, Muhammadiyah fokus pada bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, dengan Amal Usaha dan Amal Murninya. Dalam rangka melaksanakan kegiatan dakwahnya, Muhammadiyah memerlukan bidang-bidang tanah untuk tempat mendirikan sarana prasarana organisasi dan amal usahanya tersebut.Hak Milik atas tanah dapat dipunyai oleh perorangan dan badan-badan hukum tertentu, yaitu bank Negara, koperasi pertanian, badan keagamaan, dan badan sosial. Persyarikatan Muhammadiyah sebagai badan hukum keagamaan dan sosial diakui pemerintah sebagai badan hukum yang dapat mempunyai Hak Milik atas tanah, dengan penyebutan pemilik adalah Persyarikatan Muhammadiyah yang berkedudukan di Yogyakarta. Pengelolaan tanah Hak Milik Persyarikatan Muhammadiyah ini dilakukan oleh Majelis Wakaf dan Kehartabendaan tingkat Pusat, Wilayah dan Daerah. Sementara itu pemanfaatannya dapat dipergunakan untuk keperluan Persyarikatan Muhammadiyah sendiri, dan pihak lain di luar Persyarikatan Muhammadiyah dengan perjanjian tertulis dan dengan syarat-syarat tertentu. Kata Kunci: Hak Milik atas tanah, badan hukum, Persyarikatan Muhammadiyah.
Sistem Hukum Menurut Hukum Adat dan Hukum Barat Lubis, Ramiah
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 1, No 2 (2020): Volume 1 Nomor 2, Juni 2020: Jurnal Kepastian Hukum Dan Keadilan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v1i2.2590

Abstract

ABSTRAKAdat merupakan pencerminan daripada kepribadian suatu bangsa, yang merupakan salah satu penjelmaan daripada jiwa Bangsa yang bersangkutan dari abad kea bad. Oelh karena itu maka setia bangsa di dunia ini mempunyai adat kebiasaan sendiri-sendiri yang tidak sama dengan bangsa lainnya. Dalam kehidupan masyarakat adat terdapat hukum yang mengatur tentang kehidupan masyarakat itu sendiri dimana kekuasaan dalam pengaturan hukum yang terbentuk disana sepenuhnya diatur oleh kepala adat berbeda dengan hukum barat yang  terdapat pembagian hukum disana yaitu adanya pembagian hukum public dan hukum privat dan juga penyelesaian perkara akan diselesaikan oleh hakim sesuai dengan perkaranya yaitu apabila ada perkara perdata akan diselesaikan oleh Hakim Perdata dan apabila ada perkara Pidana maka akan diselaikan Oleh Hakim Pidana.  Kata kunci: Adat, Masyarakat Adat, Sistem Hukum
Analisis Penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Dalam Mewujudkan Kesadaran Hukum Berlalu Lintas (Penelitian Di Polres Pesawaran) Hadi, Satrio Nur; Malagano, Tahura
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 2, No 1 (2020): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v2i1.3045

Abstract

ABSTRAK Lalu lintas di Indonesia semakin hari semakin maju. Kemajuan ini berkembang pesat karena seirama dengan kemajuan dalam berbagai kehidupan, pertambahan jumlah kendaraan yang tidak seimbang dengan perkembangan sektor lainnya seperti pertambahan jumlah penduduk, ruas jalan atau volume jalan, pengembangan lingkungan seperti pertokoan, industri dan pertanian sehingga fungsi lalu lintas dianggap sangat penting terhadap kehidupan kita, di mana jika terjadi gangguan akan mempengaruhi mobilitas masyarakat yang memiliki kepentingan dan keperluan yang beragam. Bagaimanakah penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam mewujudkan kesadaran hukum berlalu lintas di Pesawaran ?, Apakah faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam mewujudkan kesadaran hukum berlalu lintas di Pesawaran ?Metode penelitian yang digunakan adalah hukum penelitian hukum normatif yaitu menggunakan bahan kepustakaan atau literatur-literatur dan empiris yaitu yang bersumber dari hasil wawancara terhadap beberapa narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang telah dilakukan Polri terbukti sudah sesuai dengan standar operasional di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk meminimalisir pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Sejak ditetapkannya undang-undang lalu lintas yang baru tahun 2009 sampai saat ini, Polri menggunakan cara yang telah diuraikan sebelumnya untuk mengatasi tindak pidana pelanggaran lalu lintas. Hambatan yang telah dialami oleh Polri dalam penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga terdiri dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Faktor lain adalah inspeksi yang dilakukan oleh pihak kepolisian hanya pada waktu-waktu tertentu saja, sehingga masyarakat mengetahui lebih awal kapan waktu pelaksanaan inspeksi, sehingga pada saat tersebut saja, para pengguna jalan mematuhi peraturan, dan selebihnya melakukan pelanggaran lagi. Sebaiknya pihak kepolisian memperbaiki metode atau sistem yang sudah ada untuk menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas, karena pelanggaran merupakan salah satu penyebab dari terjadinya kecelakaan. Dengan upaya Polri yang lebih inovatif diharapkan dapat lebih optimal dalam menggalakkan tertib berlalu lintas, sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana pelanggaran lalu lintas. Masyarakat umum sebagai pengguna jalan seharusnya mentaati peraturan perundang-undangan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, supaya terciptanya ketertiban di dalam berlalu lintas di jalan umum. Sehingga dapat dengan nyaman saat berkendaraan di jalan raya. Kata Kunci: Polri, Lalu Lintas, Kesadaran Hukum.
Faktor Yang Mempengaruhi Politik Hukum Dalam Suatu Pembentukan Undang-Undang Mahfuz, Abdul Latif
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 1, No 1 (2019): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v1i1.2442

Abstract

AbstraksiHukum adalah seperangkat peraturan tingkah laku yang berisi perintah/anjuran, larangan, dan ada sanksi (upaya pemaksa) bagi para pelanggarnya.Berbagai faktor memengaruhi produk hukum di Indonesia dianggap lebih bersifat represif (menindas) dibandingkan responsif.Hukum adalah sebuah entitas yang sangat kompleks, meliputi kenyataan kemasyarakatan yang majemuk, mempunyai banyak aspek, dimensi, dan fase.Hukum merupakan produk politik sehingga karakter setiap produk hukum akan sangat ditentukan atau diwarnai oleh pertimbangan kekuatan atau konfigurasi politik yang melahirkannya.Alam paradigma baru,  hukum tidak lagi dilihat sebagai entitas yang berdiri sendiri, melainkan harus mampu berinteraksi dengan entitas lain dengan tujuan pokok untuk mengadopsi kepentingan-kepentingan yang ada di dalam masyarakat. Untuk itu, tidaklah heran jika hukum bisa berinteraksi dengan politik.Kata Kunci:Hukum, Politik, Masyarakat
HUKUM WARIS ISLAM (FARA’ID) DAN PENERAPANNYA DALAM MASYARAKAT ISLAM Basri, Saifullah
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 1, No 2 (2020): Volume 1 Nomor 2, Juni 2020: Jurnal Kepastian Hukum Dan Keadilan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v1i2.2591

Abstract

AbstraksiHukum waris adalah merupakan bagian dari hukum Islam dan menduduki tempat yang sangat penting dalam Hukum Islam . hal ini dapat dilihat pada Ayat Alquran yang mengatur  sebab masalah warisan pasti dialami oleh setiap orang.Negara Indonesia, mayoritas penduduknya adalah beragama Islam, yang berkewajiban menjalankan syariat Islam, baik dalam  kaedah ibadah sebagai norma yang mengatur hubungan manusia dengan Khaliknya merupakan hubungan langsung yang bersifat tertutup karena sudah terperinci di dalam Al-Quran dan penjelasanya melalui sunnah Rasul.Masyarakat muslim Indonesia belum melaksanakan kaedah-kaedah hukum yang bersumber dari Al Quran dan Al Hadits sebagai pedoman hidup bagi seorang muslim Khususnya kaedah hukum waris hal ini dipengaruhi beberapa faktor sejarah dan sosial kemasyarakatan.Kata Kunci: Hukum Islam, Waris, Indonesia
PROSEDUR DAN PERJANJIAN PEMASANGAN WI-FI ANTARA PIHAK INDIHOME DENGAN KONSUMEN SERTA AKIBAT HUKUMNYA JIKA SALAH SATU PIHAK WANPRESTASI Rusniati, Rusniati
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 2, No 1 (2020): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v2i1.3046

Abstract

ABSTRAKProsedur pemasangan wi-fi baik pendaftaran secara online maupun pendaftaran secara offline, diatur dalam Perjanjian baku yang telah di buat oleh PT Telkom yang berisi mengenai detail permintaan terkait dengan skripsi ini maka di isi dengan pasang baru, kemudian pelanggan mengisi data pelanggan yang berisi mengenal Nama, Tipe Pelanggan, Jenis Kelamin, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Kartu Identitas, No Kartu Identitas, Masa Berlaku Kartu, NPWP, Alamat Tagihan, Alamat, Kode Pos, Kota, Provinsi, No. Telpon, No. Handphone, dan juga Email. Konsumen juga perlu untuk mengisi Informasi tagihan yang meliputi tanggal jatuh tempo tagihan, pengirim informasi tagihan. Pelanggaran terhadap ketentuan kontrak berlangganan dikenakan sanksi mulai dari pengisoliran, denda sampai dengan pemutusan atau pencabutan layanan IndiHome sesuai dengan ketentuan Telkom. Kata Kunci: Prosedur, Perjanjian Pemasangan Wi-Fi, Konsumen, Wanprestasi
Gagasan Membangun Lembaga Keuangan Partisipasif Pada Ekonomi Kerakyatan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Dalam Menghadapi Kapitalisme Prasada, Erisa Ardika
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 1, No 1 (2019): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v1i1.2438

Abstract

Di bawah dominasi kapitalisme, kerusakan ekonomi terjadi di mana-mana. Dalam beberapa tahun terakhir ini, perekonomian dunia tengah memasuki suatu fase yang sangat tidak stabil dan masa depan yang sama sekali tidak menentu.Alur sederhana kapitalisme yang dianut oleh Indonesia dapat dilihat ketika perusahaan melakukan ekspansi dan eksploitasi, maka di balik layar selalu ada dukungan investasi dari lembaga-lembaga keuanganDiperlukan lembaga keuangan alternatif untuk memutus kapitalistik semacam ini, karena yang juga terkena dampak dari adanya sistem ekonomi kapital adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah, sedangkan cita-cita kemakmuran perekonomian dalam konstitusi adalah untuk seluruh lapisan masyarakat.Baitul Maal wat Tamwil (BMT) disebut juga dengan Balai-usaha Mandiri Terpadu. Dalam suatu lembaga BMT terdapat dua manajemen keuangan di dalamnya, yakni baitul maal dan baitul tamwil.Perkembangan BMT di Indonesia cukup pesat dari tahun ke tahun.  Lembaga keuangan mikro mempunyai peran signifikan dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui berbagai pembiayaan mikronya.Kata Kunci: Kapitalisme, Baitul Maal, Lembaga Keuangan
Sanksi Hukum Terhadap Advokat Yang Melakukan Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen Klien Di Pengadilan Mulkan, Hasanal
JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN Vol 1, No 1 (2019): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jurnal khdk.v1i1.2443

Abstract

ABSTRAKPerkembangan Advokat di Indonesia yang sangat pesat ini merupakan indikasi banyaknya pencari keadilan yang membutuhkan konsultasi dan bantuan hukum terutama bagi golongan yang tidak mampu dimana mereka mendatangi Lembaga Bantuan Hukum maupun Pos Bantuan Hukum untuk meminta bantuan hukum dan mencari keadilan bila tertimpah kasus hukum.Sebagaimana diketahui, telah banyak lembaga-lembaga yang mendirikan untuk melakukan bantuan hukum. Lembaga-lembaga tersebut ada yang berada di sektor swasta, dan ada juga yang berada di bawah naungan perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Seorang Advokat dalam menjalankan profesinya ada kode etik yang mengatur tentang bagaimana tindakannya sebagai seorang Advokat yang akan beracara dimuka Pengadilan untuk membantu menyelesaikan suatu perkara. Advokat tersebut harus tunduk pada kode etik tersebut dan  bila dilanggar maka Advokat itu akan mendapatkan sanksinya. Advokat dalam menangani suatu perkara harus dengan sepenuh hati supaya perkara yang ditangani akan dapat terselesaikan dengan sebaik -baiknya.Dalam praktek sehari-sehari sering ditemukan adanya kecurangan yang dilakukan dikalangan Advokat. Adanya Advokat melakukan tindak pidana menyalah gunakan tugasnya dalam membelah kliennya terkadang melakukan perbuatan yang sangat tercelah dengan melakukan pemalsuan dokumen klien di Pengadilan supaya perkara yang ditanganinya menang di Pengadilan.Bagaimana sanksi hukum terhadap advokat yang melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen kilen di Pengadilan. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normative. Dengan demikian data yang utamanya data sekunder, baik berupa bahan hukum primer dan hukum sekunder.Kata Kunci: Sanksi Advokad,Tindak pidana Pemalsuan Dokumen,klien

Page 1 of 3 | Total Record : 24