cover
Contact Name
Asef Kurniyawan Hardjana
Contact Email
publikasidiptero@gmail.com
Phone
+62811582318
Journal Mail Official
publikasidiptero@gmail.com
Editorial Address
Jalan A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
ISSN : 24605875     EISSN : 24605883     DOI : https://doi.org/10.20886/jped
Core Subject : Agriculture,
Silvikultur; Jasa Lingkungan (Nilai Hutan); Biometrik Hutan; Pengolahan Hasil Hutan; Keteknikan dan Pemanenan Hutan; Hasil Hutan Bukan Kayu; Perlindungan Hutan; Konservasi Sumberdaya Hutan; Perhutanan Sosial, Ekonomi dan Kebijakan; Ekologi Tumbuhan dan Biomassa Hutan; Mikrobiologi dan Bioteknologi; Hama dan Penyakit Hutan; Anatomi Kayu; Hidrologi dan Konservasi Tanah Hutan; Dendrologi, Fitogeografi dan Arsitektur Pohon; Fisiologi Tumbuhan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 156 Documents
PENGARUH JARAK TANAM DAN TEKNIK PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN KENUAR (Shorea johorensis Foxw.) DI HUTAN SEMAK BELUKAR WANARISET SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR Omon, R. Mulyana; Adman, Burhanuddin
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2007.1.1.47-54

Abstract

Pada saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap kayu semakin meningkat, hal ini tidak didukung oleh pasokan kayu yang cukup. Sebagai akibatnya tekanan terhadap hutan meningkat yang menyebabkan terjadinya illegal logging. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembangunan hutan tanaman dengan jenis-jenis andalan setempat.  Salah satu jenis pohon yang dapat dikembangkan dan dikelola adalah kenuar (Shorea johorensis Foxw.), khusus di Kalimantan.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pemeliharaan yang paling baik dan efektif terhadap pertumbuhan kenuar.  Lokasi penelitian dilaksanakan di hutan penelitian, Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja, dimulai pada bulan November 2004 sampai November 2006.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah split plot dengan jarak tanam sebagai plot utama dan perlakuan pemeliharaan sebagai sub plot dengan tiga ulangan.  Analisa data dilakukan dengan analisis varian (ANOVA) dengan Uji-F.  Hasil ANOVA menunjukkan kelompok, jarak tanam dan interaksi jarak tanam dan pemelihraan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap persen hidup, pertumbuhan tinggi dan diameter, sedangkan perlakuan pemeliharaan berbeda nyata.  Dari hasil uji BNT, pemeliharaan vertikal menunjukkan pengaruh nyata terhadap persen hidup, pertumbuhan tinggi dan diameter dengan rata-rata masing-masing sebesar 76.34 %, 62.04 cm and 0.81 cm.
PENGEMBANGAN BONTANG MANGROVE PARK SEBAGAI MODEL PERLINDUNGAN EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN NASIONAL KUTAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN Harjanto, Eko; Rayadin, Yaya; Aipassa, Marlon I; Ruslim, Yosep
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.21-30

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove Taman Nasional Kutai yang diberi nama Bontang Mangrove Park, sebagai kawasan wisata alam yang bertujuan untuk perlindungan terhadap ekosistem mangrove di Kota Bontang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan tutupan lahan pada Kawasan Bontang Mangrove Park dengan menggunakan citra tutupan lahan tahun 2002 sampai dengan tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bontang Mangrove Park seluas 294,78 Ha memiliki tutupan lahan (forest cover) terutama hutan mangrove seluas 203,58 Ha (29,06%) pada tahun 2002, meningkat menjadi 241,75 Ha (82,01%) pada tahun 2009, dan bertambah menjadi 264,61 Ha (89,77%) pada tahun 2018.  Peningkatan tutupan hutan seluas 61,03 Ha (30%) pada tahun 2002-2018 umumnya disebabkan adanya perubahan tutupan tambak menjadi ekosistem hutan mangrove dalam kurun waktu 16 tahun tersebut. Hasil ini setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan Bontang Mangrove Park sebagai salah satu model perlindungan ekosistem hutan mangrove berbentuk ekowisata di Taman Nasional Kutai (TNK) mampu memberikan dampak positif  terhadap peningkatan kualitas tutupan hutan mangrove di Kota Bontang.
PENGARUH JARAK TANAM PADA PERTUMBUHAN TIGA JENIS MERANTI DI HUTAN PENELITIAN HAURBENTES Kosasih, Achmad Syaffari; Mindawati, Nina
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2011.5.2.1-10

Abstract

Penetapan jarak tanam pada pembangunan hutan tanaman dimaksudkan untuk menghasilkan tegakan hutan yang memiliki bentuk batang yang lurus, sehat dan bernilai ekonomi tinggi seperti pada tanaman dan tiga jenis meranti merah yaitu Shorea leprosula, S. mecistopteryx dan  S. selanica untuk tujuan menghasilkan kayu pertukangan. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jenis tanaman, terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter, dilakukan penelitian pada tanaman berumur 13 tahun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial 2 x 3 dimana perlakuan A berupa jarak tanam 2 macam dan perlakuan B adalah 3 jenis tanaman meranti. Tiap kombinasi perlakuan terdiri dari 10 pohon contoh dan diulang sebanyak dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan S.leprosula lebih baik dibanding kedua jenis lainnya. Rata-rata pertumbuhan tanaman dengan jarak tanam 3 m x 2 m untuk jenis S. leprosula adalah 14,2 m tinggi dan berdiameter 24,7 cm ; S. selanica 16,1 m dan 20,8 cm ; S. mecistopteryx 13,7 m dan 20,6 cm. Pada jarak tanam 3 m x 3 m S. leprosula rata-rata tinggi 13,0 m dengan diameter 27,8 cm ; S.selanica rata-rata tinggi 12,8 m dengan diameter  22,0 cm ; S. mecistopteryx rata-rata tinggi14,5 m dengan diameter 19,9 cm.
Potensi Jenis Dipterokarpa di Hutan Penelitian Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Saridan, Amiril; Fajri, Muhamad
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2014.8.1.7-14

Abstract

Suku Dipterocarpaceae sangat dominan di hutan Kalimantan mempunyai peranan penting baik segi ekonomi, silvikultur maupun konservasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis, potensi yang berhubungan dengan kerapatan dan volume tegakan di hutan penelitian Labanan, Kalimantan Timur. Penelitian dengan menggunakan 3 buah plot masing-masing berukuran 100 x 100 m (1Ha). Pengukuran dilakukan terhadap semua jenis dipterocarpaceae yang berdiameter 10 cm dan keatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis Dipterocarpaceae yang terdapat dilokasi penelitian cukup banyak yaitu 29 jenis atau rata-rata 9.67 jenis/ha. Indeks keragaman jenis mencapai H’ = 2.68, kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan jenis-jenis Dipterocarpaceae areal ini tidak banyak mengalami gangguan. Kemerataan jenis (E=0.80) yang berarti kehadiran jenis Dipterocarpaceae dalam plot penelitan cukup merata sekitar 93.33% dari 75 sub-plot, hanya 5 sub-plot tidak ditemukan jenis Dipterocarpaceae. Jenis yang dominan adalah Parashorea melaanonan (Blanco) Merr. (NPJ=41.28%), Dipterocarpus tempehes V.Sl. (NPJ=39.32%), Shorea sp (NPJ=31.38%), Shorea johorensis Foxw. (NPJ=30.05%), Shorea parvifolia Dyer (NPJ=24.99%) dan Shorea pinanga Scheff. (NPJ=24.85%). Kerapatan pohon 318 batang atau 106 batang/ha dengan total volume tegakan sebesar 239.05 m³ atau rata-rata 79.68 m³/ha.
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT KUTAI MENGHADAPI PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI BERBASIS SDA (STUDI KASUS: WILAYAH KEDANG IPIL, KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR) Efendi, Hermin; Sardjono, Mustofa Agung; Matius, Paulus
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2018.4.2.95-108

Abstract

ABSTRAKMasalah utama yang dihadapi oleh masyarakat Kutai di wilayah Kedang Ipil adalah terkait ketergantungan mereka pada penggunaan lahan dan hasil hutan mulai terbatas karena perkembangan pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi adaptasi masyarakat Kutai wilayah Kedang Ipil dalam menghadapi perubahan lingkungan biofisik dan sosial sebagai implikasi dari perkembangan pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya alam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara mendalam (indepth-interview), studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan sosial dalam aspek sosial ekonomi masyarakat dan aspek sosial budaya. Dalam perubahan sosial yang dihadapi masyarakat mengadaptasi mata pencaharian diversifikasi melalui pola napkah ganda, mempertahankan sistem berladang berpindah, mengumpulkan/berburu berbagai hasil hutan non-kayu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya. Adaptasi proses dilakukan oleh masyarakat adalah proses adaptasi yang adaptif di mana perubahan ini memiliki dampak positif pada keberlanjutan hutan (SDA).Kata kunci: Adaptasi, Strategi
ANALISIS FITOKIMIA DAN GC-MS DAUN UNGU KUCING (EUPATORIUM ODORATUM L. F.) SEBAGAI BAHAN OBAT AKTIF Fernandes, Andrian; Maharani, Rizki; Supartini, Supartini
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2018.4.1.1-8

Abstract

Sebagai salah satu gulma yang cukup luas penyebarannya di ekosistem hutan Dipterokarpa, Ungu Kucing (Eupatorium odoratum) ternyata mempunyai manfaat sebagai obat herbal yang mampu mengatasi penyakit rematik dan asam urat. Secara etnobotani, pembuktian oleh masyarakat sekitar hutan dusun Nyapa Indah telah banyak dijumpai. Oleh karena itu, studi ini menyediakan data uji laboratoris tentang kandungan kimia Daun Ungu Kucing sebagai anti rematik dan asam urat, serta senyawa kimia turunannya yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan obat herbal aktif lainnya. Dalam rangka memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan Daun Ungu Kucing sebagai bahan obat aktif, maka ekstrak Daun Ungu Kucing akan diuji fitokimia dan GC-MS sebagai analisa lanjutannya. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa E. odoratum mengandung alkaloid, triterpenoid, tannin dan steroid. Alkoloid telah dipergunakan luas sebagi bahan obat terapi rematik dan penyembuhan asam urat. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa selain sebagai obat rematik dan asam urat, senyawa carbamic acid ethyl ester memiliki bioaktifitas antimikroba dan antijamur. Sedangkan senyawa 2,6-Dichloro-4-nitrophenol dipercaya untuk membantu fungsi hati (antihepatitis).
Kesesuaian Lahan Tanaman Jati; ”Studi Kasus di Arboretum Kwala Bekala, Universitas Sumatera Utara” Rahmawaty, Rahmawaty; Siregar, Nicho Chandra; Rauf, Abdul
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2016.2.2.73-82

Abstract

Tectona grandis (Jati) dikenal sebagai spesies yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan sebagai tanaman agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan kelas kesesuaian lahan untuk Tectona grandis sebagai tanaman agroforestri di  Arboretum Universitas Sumatera Utara (USU) di Kwala Bekala, Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Metode survei dilakukan untuk mengumpulkan sampel tanah di lapangan. Kelas kesesuaian lahan tanaman Jati dianalisis dengan menggunakan metode matching. Metode tersebut mengacu pada referensi dan kriteria yang diadopsi dari Kesesuaian Tanah Tanaman Pertanian oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor-Indonesia. Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk memetakan kelas kesesuaian lahan. Salah satu aplikasi SIG adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk Tectona grandis adalah cukup sesuai (S2), sesuai marginal (S3) dan tidak sesuai (N) sebagai tanaman agroforestri pada beberapa satuan lahan di Arboretum Kampus USU Kwala Bekala. Untuk kelas tidak sesuai ditemukan pada unit lahan XIV, XV, dan XVI. Ada beberapa faktor pembatas dalam evaluasi kesesuaian lahan di Arboretum USU, yaitu: ketersediaan Oksigen, ketersediaan air, dan bahaya erosi. Bahaya erosi adalah faktor pembatas yang dominan, diikuti oleh ketersediaan air dan ketersediaan Oksigen. Bahaya erosi dapat diatasi dengan membuat teras dan meningkatkan ketersediaan oksigen tanah di Arboretum USU Kwala Bekala.
KERAGAMAN JENIS VEGETASI PADA HUTAN BEKAS KEBAKARAN DI TAMAN NASIONAL KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Wahyudi, Agus; Susanty, Farida Herry; Lestari, Nurul Silva
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2017.3.2.95-102

Abstract

Vegetasi hutan tropika basah di Kalimantan pada umumnya didominasi oleh jenis dari famili Dipterocarpaceae. Namun dengan adanya kebakaran hutan di beberapa wilayah di Kalimantan, telah mengakibatkan berubahnya komposisi vegetasi penyusun hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis vegetasi pada hutan bekas kebakaran. Pengambilan data dilakukan di daerah Sangkima, Taman Nasional Kutai. Pengumpulan data keragaman jenis vegetasi dilakukan dengan membuat empat plot temporer berukuran 100 m x 100 m, yang di dalamnya terdapat 25 sub plot berukuran 20 m x 20 m. Vegetasi yang diamati adalah pohon berdiameter lebih dari 10 cm. Hasil menunjukkan bahwa pada hutan bekas kebakaran di Sangkima Taman Nasional Kutai terdapat 163 jenis yang termasuk dalam 44 famili. Jenis dominan yang terdapat di hutan Sangkima antara lain: Eusideroxylon zwageri, Cananga odorata dan Macaranga gigantea. Kepadatan populasi berkisar antara 253 - 372 pohon/ha dengan keanekaragaman jenisnya 61 – 91 spesies/ha dan bidang dasar tegakan 17,63 – 23,5 m2/ha. Kondisi hutan Sangkima Taman Nasional Kutai yang merupakan hutan bekas kebakaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kepadatan populasi dan keanekaragaman jenis vegetasi di dalamnya.Kata kunci: vegetasi, hutan bekas kebakaran, Sangkima, Taman Nasional Kutai
Analisis Penyusunan Model Pendugaan Volume Pohon 3 Jenis Shorea di Tarakan, Kalimantan Utara Susanty, Farida Herry; Abdurrachman, Abdurrachman
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2016.2.1.29-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun model dugaan volume pohon Dipterocarpaceae yaitu jenis Shorea parvifolia, S. dasyphylla dan S. leprosula. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan pengukuran pohon  [Y1] dengan Spiegel Relaskop. Analisis kurva tinggi menunjukkan hubungan yang signifikan antara diameter setinggi dada dan tinggi bebas cabang, sehingga selanjutnya penyusunan model pendugaan volume hanya berdasarkan variabel diameter saja (Tariff).  Penyusunan model pendugaan volume menggunakan analisis stepwise regression. Pemilihan model terbaik pada tahap pembangunan model berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2), standar error (SE) dan Fhitung. Sementara penilaian model terbaik pada tahap validasi model berdasarkan nilai simpangan agregatif (sa), simpangan rataan (sr) dan Root Mean Square Error (RMSE).  Model Berkhout diterima sebagai model terbaik untuk ketiga jenis yang diteliti, yaitu S. parvifolia: V = 0,00007979.D2,67646, S. dasyphylla: V = 0,00005024.D2,80036 dan S. leprosula: V = 0,000082137.D2,67286  untuk wilayah hutan alam Tarakan. Model volume gabungan untuk 3 jenis tersebut mempunyai bentuk model Gehrhardt-Kopezky yaitu V = -0,43029 + 0,001392.D2.   
Pola Pemanenan Buah Tengkawang (Shorea Machrophylla) dan Regenerasi Alaminya di Kebun Masyarakat Fajri, Muhammad; Fernandes, Andrian
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2015.1.2.81-88

Abstract

Pemungutan buah tengkawang banyak dilakukan masyarakat di populasi alaminya, baik di kebun masyarakat, hutan adat maupun di hutan alam. Kenyataan yang dihadapi sekarang adalah adanya eksploitasi yang mengancam keberadaan pohon penghasil tengkawang. Permasalahan yang kedua adalah apakah selama ini masyarakat memanen biji tengkawang tersebut secara lestari, sehingga kedepannya keberadaan buah tengkawang tetap ada dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat tentang  cara pemanenan buah, produktivitas pohon dan permudaan yang ada di areal penghasil tengkawang di Kabupaten Sanggau. Metode pengumpulan data di dilapangan yaitu : 1. wawancara dengan pemilik pohon tengkawang; 2. Pembuatan plot pada setiap pohon yang berbuah; 3. Inventarisasi tingkat semai, pancang, tiang dan pohon tengkawang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanenan buah tengkawang terjadi pada bulan Desember, Januari, Pebruari dan diperkirakan berakhir di bulan Maret. Masa pembungaannya dimulai pada bulan Nopember, Desember dan Januari. Pemanenan buah tengkawang masih dilakukan secara tradisional. Untuk produksi rata-rata 206,14 kilogram buah/pohon. Untuk tingkat regenerasi alami yang paling banyak ditemukan adalah tingkat semai.

Page 1 of 16 | Total Record : 156