cover
Contact Name
andi
Contact Email
andi@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
chronologia@uhamka.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jl. Tanah Merdeka, Ps. Rebo, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Chronologia : Journal of History Education
ISSN : -     EISSN : 26860171     DOI : https://doi.org/10.22236/jhe
Chronologia is an Open Access Journal published by University of Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka and managed by Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. This journal published third times a year, March, July and November. This journal provides space for academic debate and critical thinking to explore the history education, history, culture, and social science. This journal covers original research article, article review, book review, and research report in History Education, History, Culture, and other relevant social science.
Articles 35 Documents
Penerapan Model Pembelajaran PASA dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Pembelajaran Sejarah Kelas X IPS 2 SMAN 1 Barru Auliana, Rezki; Patahuddin, Patahuddin; Bustan, Bustan
CHRONOLOGIA Vol 2 No 3 (2021): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i3.6427

Abstract

This study aims to analyze the application of the implementing the Picture and Student Active (PASA) learning model in increasing learning motivation of learning history in Class X IPS 2 SMAN 1 Barru. This research is a Classroom Action Research using qualitative and quantitative data analysis. This study shows that there are increases in students' historical learning motivation after apply PASA learning model, namely in Cycle I it shows that the average score of students' learning motivation is 67.47% which is in the medium category, while in Cycle II shows the average score of students' learning motivation of 80.88% which is in the high category. So, it can be concluded that the application of the PASA learning model can increase the learning motivation of Class X IPS 2 SMAN 1 Barru students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Picture and Student Active (PASA) dalam meningkatkan motivasi belajar pada pembelajaran sejarah Kelas X IPS 2 SMAN 1 Barru. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar sejarah peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran PASA, yaitu pada Siklus I menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 67,47% yang berada pada kategori sedang, sedangkan pada Siklus II menunjukkan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 80,88% yang berada pada kategori tinggi. Maka, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PASA dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas X IPS 2 SMAN 1 Barru.
Kontribusi Ki Bagus Hadikusumo dalam Sidang BPUPKI Mei-Juli 1945 Santosa, Yusuf Budi Prasetya; Rina Kurnia
CHRONOLOGIA Vol 2 No 3 (2021): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i3.6419

Abstract

Abstract In the field of political struggle, the leaders of the national movement were jointly preparing for an independent Indonesia. One of the efforts to prepare for Indonesian independence was through the BPUPKI session which took place from May to July 1945. BPUPKI was the preparation committee for Indonesian independence in the form of Japan which was originally used as a propaganda tool but instead used as a means of struggle for national movement figures. National movement figures who sit in BPUPKI come from various religious and ideological backgrounds. One of the national movement figures who became a member of BPUPKI was Ki Bagus Hadikusumo. Ki Bagus Hadikusumo is the leader of the Islamic organization, Muhammadiyah, which contributed to fighting for and fighting for Indonesian independence through BPUPKI. This study intends to find out about how Ki Bagus Hadikusumo's contribution to the trial of BPUPKI in May-July 1945. The method used in writing this article is a literature study. The results of the study revealed that Ki Bagus Hadikusumo made a big contribution to the BPUPKI session. There are two things put forward by Ki Bagus Hadikusumo, first is the concept of an independent Indonesia, which is a state that is run on the sovereignty of the people, and secondly, fighting for Islam as the legal foundation for an independent Indonesian state. Keywords : BPUPKI, Ki Bagus Hadikusumo, Islam Abstrak Di medan perjuangan politik para tokoh pergerakan nasional bersama-sama mempersiapkan Indonesia merdeka. Salah satu upaya dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia ialah melalui sidang BPUPKI yang berlangsung dari Mei hingga Juli 1945. BPUPKI merupakan panitia persiapan kemerdekaan Indonesia bentukkan Jepang yang semula digunakan menjadi alat propaganda, namun justru dijadikan sebagai alat perjuangan bagi para tokoh pergerakan nasional. Para tokoh pergerakan nasional yang duduk di dalam BPUPKI berasal dari berbagai latar belakang agama dan ideologi. Salah satu diantara tokoh pergerakan nasional yang menjadi anggota dari BPUPKI adalah Ki Bagus Hadikusumo. Ki Bagus Hadikusumo adalah pemimpin organisasi Islam, Muhammadiyah yang turut berkontribusi dalam memperjuangkan dan memperisapkan kemerdekaan Indonesia melalui BPUPKI. Penelitian ini bermaksud mencari tahu mengenai bagaimana kontribusi Ki Bagus Hadikusumo dalam persidangan BPUPKI Mei-Juli 1945. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi pustaka. Hasil kajian mengemukakan, bahwa Ki Bagus Hadikusumo memberikan kontribusi yang besar dalam sidang BPUPKI. Terdapat dua hal yang dikemukakan oleh Ki Bagus Hadikusumo, pertama ialah konsep negara Indonesia merdeka adalah negara yang dijalankan atas kedaulatan rakyat, dan kedua memperjuangkan Islam sebagai pondasi hukum bagi negara Indonesia merdeka. Kata kunci : BPUPKI, Ki Bagus Hadikusumo, Islam
Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia dalam Persoalan TKI Ilegal Tahun 2004-2011 Rizaldi, Martin; Qodariyah, Anin Lailatul
CHRONOLOGIA Vol 2 No 3 (2021): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i3.6393

Abstract

This article aims to find out about international relations in the bilateral cooperation between Indonesia and Malaysia in the problem of illegal TKI. The method of preparing this article uses the literature review method, the literature review method is a research method that uses reference sources from books and journals. The problem of illegal TKI cannot be separated from the problems that are often faced in Indonesia, namely the problem of unemployment and the problem of limited employment opportunities. There are several factors that encourage Indonesians to work as migrant workers in Malaysia. To resolve the TKI problem, the respective governments of Indonesia and Malaysia carry out bilateral cooperation which aims to create a prosperous life for the nation and state together. Keywords: Indonesia, Malaysia, TKI. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hubungan internasional pada kerjasama bilateral Indonesia-Malaysia dalam Persoalan TKI ilegal. Metode penyusunan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka, metode kajian pustaka adalah metode penelitian yang menggunakan sumber referensi dari buku dan jurnal. Persoalan TKI ilegal tidak terlepas dari masalah yang sering dihadapi di Indonesia yaitu masalah pengangguran dan masalah terbatasnya lapangan pekerjaan. Ada beberapa faktor yang mendorong orang Indonesia untuk bekerja sebagai TKI di Malaysia. Untuk menyelesaikan persoalan TKI tersebut, maka masing-masing pemerintah dari negara Indonesia dan Malaysia melakukan kerjasama bilateral yang bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan berbangsa dan bernegara secara bersama. Kata Kunci : Indonesia, Malaysia, TKI.
Konsep The new urban history dalam Studi Kasus Perubahan Monumen KNIP ke Monumen Sarinah di Kota Malang Arifin Putri, Rizka Cahyaning
CHRONOLOGIA Vol 3 No 1 (2021): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v3i1.6392

Abstract

Penulisan sejarah atau historiografi di Indonesia memiliki dua periodisasi. Historiografi tradisional dan historiografi modern. Dalam historiografi modern berbagai bidang kajian mulai muncul untuk dibahas. Ada berbagai bidang kajian dalam historiografi modern seperti sejarah lisan, sejarah sosial, sejarah kota, sejarah pedesaan, sejarah ekonomi, sejarah wanita, sejarah kebudayaan, sejarah agama, sejarah politik, sejarah pemikiran, sejarah kuantitatif dan sejarah mentalitas. Bidang sejarah tersebut ada beberapa yang belum dikaji secara mendalam, termasuk salah satunya sejarah kota. Hal ini dikarenakan ada tumpang tindih dalam pembahasan sejarah kota. Maka dari itu, perlu diperjelas batasan-batasan bidang kajian sejarah kota. salah satu konsep yang ada dalam bidang kajian sejarah kota adalah the new urban history. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara. Pada penulisan kali ini akan dijelaskan mengenai batasan kajian sejarah kota beserta dengan konsep the new urban history. Pembahasan selanjutnya yaitu terkait dengan studi kasus perubahan Monumen KNIP menjadi Monumen Sarinah di Kota Malang. Pembahasan mengenai studi kasus ini diharapkan konsep the new urban history dapat dipahami secara jelas.
Museum Multatuli sebagai Sumber Sejarah Lokal dalam Pembelajaran Design Thinking di Era Digital Wasiso, Andrian Jati
CHRONOLOGIA Vol 2 No 3 (2021): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i3.6391

Abstract

This study aims to describe the use of the Museum Multatuli as a source of local history in Lebak, Rangkasbitung, Banten in design thinking learning in school in today's digital era. This research uses a qualitative method using document study instruments or it can be called a literature study. These results indicate that design thinking learning can be applied in history learning with the modifications provided in visual research in measuring learning outcomes such as infographics, mind maps, and videos. With its facilities and collections, Museum Multatuli has a good collection in building students' historical awareness with empathy. Through learning at the Museum Multatuli as a source of local history, students will have diverse responses with digital resources that are supported in local history learning. So that students can save and record the values ​​of historical events by providing awareness of their past to always make changes in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penggunaan Museum Multatuli sebagai sumber sejarah lokal di Lebak, Rangkasbitung, Banten dalam pembelajaran design thinking di sekolah pada era digital saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan instrumen studi dokumen atau bisa disebut studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran design thinking dapat diterapkan dalam pembelajaran sejarah dengan diberikan modifikasi secara visual dalam mengukur hasil belajar seperti infografis, mind map, dan video. Dengan fasilitas dan koleksi yang dimilikinya, Museum Multatuli memiliki koleksi yang baik dalam membangun kesadaran sejarah siswa dengan empati. Melalui pembelajaran di Museum Multatuli sebagai sumber sejarah lokal, siswa akan memiliki respons yang beragam dengan didukung sumber digital dalam mempelajari sejarah lokal. Sehingga, siswa dapat menyimpan dan merekam nilai-nilai dari peristiwa sejarah dengan memberikan kesadaran akan masa lalunya untuk selalu melakukan perubahan-perubahan di masa yang akan datang.
Pendidikan Bercorak Sufisme dalam Pemikiran Abdul Munir Mulkhan Ahmad, Mubarak
CHRONOLOGIA Vol 2 No 2 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i2.6182

Abstract

This study aims to explain and analyze Abdul Munir Mulkhan's sufism-style education thoughts in dealing with the problems of modern society. This thought is an exploration of ideas that aims to find a contemporary educational format that can overcome the pathologies of modernity and modernism. This study uses a historical method, with primary data derived from interviews with sources and secondary data from literature reviews of the works of other sources and writers with related themes. This research finds that the concept of education with Abdul Munir Mulkhan’s sufism-style is an attempt to deconstruct theological doctrines in Islam and conventional sufism and direct them to the functionalization of Islam in social life. The epistemology of Sufism developed in Abdul Munir Mulkhan's sufism-style education aims to synthesize an objective-empirical paradigm with a subjective-intuitive nature so as to create an integrative paradigm model. Abdul Munir Mulkhan's sufism-style education ultimately aims to open people's internal awareness of situations, conditions, and spiritual responsibilities that can lead people to improve their self-quality and be responsive to the changes that occur around them, as well as to improve the welfare of other humans through the science of charity and the scientific charity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis pemikiran pendidikan bercorak sufisme Abdul Munir Mulkhan dalam menghadapi problematika masyarakat modern. Pemikiran tersebut merupakan eksplorasi pemikiran yang bertujuan mencari format pendidikan kontemporer yang dapat mengatasi patologi modernitas dan modernisme. Penelitian ini menggunakan metode historis, dengan data primer berasal dari hasil wawancara dengan narasumber serta data sekunder berasal dari telaah pustaka terhadap karya-karya narasumber dan penulis lainnya dengan tema yang terkait. Penelitian ini menemukan bahwa konsep pendidikan bercorak sufisme Abdul Munir Mulkhan merupakan upaya mendekonstruksi doktrin-doktrin teologis dalam Islam dan tasawuf konvensional dan mengarahkannya pada fungsionalisasi agama Islam dalam kehidupan sosial. Epistemologi tasawuf yang dikembangkan dalam pendidikan bercorak sufisme Abdul Munir Mulkhan bertujuan untuk menyintesis paradigma objektif-empiris dengan subjektif-intuitif sehingga tercipta suatu model paradigma yang bersifat integratif. Pendidikan bercorak sufisme Abdul Munir Mulkhan pada akhirnya bertujuan untuk membuka kesadaran internal manusia terhadap situasi, kondisi, dan tanggungjawab spiritual yang dapat mengantarkan manusia ke arah perbaikan kualitas diri dan tanggap terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya, sekaligus dapat menyejahterakan manusia lainnya melalui ilmu amaliah dan amal yang ilmiah.
Meluruskan Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Suatu Kajian Terhadap Buku Teks Pelajaran Sejarah Suharya, Toto
CHRONOLOGIA Vol 2 No 2 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i2.6107

Abstract

Historical material around the proclamation includes knowledge that must become the collective memory of the Indonesian people. The history of the proclamation became a milestone for the success of the Indonesian nation in breaking away from colonialism. However, according to Hatta, there were many stories and writings that were not true about the Indonesian proclamation. In fact, the importance of writing history cannot be separated from the historical facts that were found. Thus, the objectives to be achieved in this study are to compile historical stories based on primary evidence and find the legitimacy of historical writing based on the theoretical point of view of historical writing for history textbooks. Meanwhile, the method used is literature study. The results show that the writing of the history of the proclamation of Indonesian independence in history textbooks does not reflect a narrative that has considered primary sources, both from the archives and the views of historical actors. The history of the proclamation that circulates in textbooks is dominated by historical stories based on the source of Adam Malik's book. Hatta's book of direct testimony which is more authentic, because as a direct actor in the incident, it is worth considering. Abstrak Materi sejarah sekitar proklamasi termasuk pengetahuan yang harus menjadi memori kolektif bangsa Indonesia. Sejarah proklamasi menjadi tonggak keberhasilan bangsa Indonesia dalam melepaskan diri dari penjajahan. Namun, menurut Hatta banyak tersiar cerita dan karangan yang tidak benar tentang proklamasi Indonesia. Padahal, kepentingan penulisan sejarah tidak lepas dari fakta sejarah yang ditemukan. Sehingga, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menyusun cerita sejarah berdasarkan bukti primer dan menemukan legitimasi penulisan sejarah berdasarkan sudut pandang teori penulisan sejarah bagi buku teks pelajaran sejarah. Sedangkan, metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulisan sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia dalam buku teks pelajaran sejarah, belum mencerminkan narasi yang sudah mempertimbangkan sumber-sumber primer, baik dari arsip maupun pandangan pelaku sejarah. Sejarah peristiwa proklamasi yang beredar dalam buku teks, didominasi oleh cerita sejarah berdasarkan pada sumber buku Adam Malik. Buku kesaksian langsung dari Hatta yang lebih otentik, karena sebagai pelaku langsung dalam perisitwa tersebut layak untuk dipertimbangkan.
Pembelajaran Sejarah dan Kebebasan Berpikir Santosa, Yusuf Budi Prasetya; Hendi Irawan
CHRONOLOGIA Vol 2 No 2 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i2.6102

Abstract

Learning is part of the educational process carried out by teachers and students. One of the lessons carried out is history learning. A part of the history learning process is still dominated by history teachers. Students feel they are not actively involved in the history learning process. History teachers still respect historical knowledge without providing sufficient opportunities for students. History learning should provide opportunities to think logically for students. Freedom of thought in learning history will have a positive impact on learning history itself and students. The purpose of this study is intended to provide a perspective on the importance of providing freedom of thought in history learning for students. The method used in this research is literature study, both technical and non-technical literature. The result was found that freedom of thought in history learning can make the learning process dynamic. Freedom of thought can develop students' logical and systematic reasoning abilities. Differences in interpretation due to diversity of thinking make the learning process run dialectically. Abstrak Pembelajaran adalah bagian dari proses pendidikan yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik. Salah satu pembelajaran yang dilakukan ialah pembelajaran sejarah. Sebagian dari proses pembelajaran sejarah masih didominasi oleh guru sejarah. Peserta didik merasa tidak dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran sejarah. Guru sejarah masih menghegomoni pengetahuan kesejarahan tanpa memberikan kesempatan yang cukup bagi peserta didik. Pembelajaran sejarah seharusnya memberikan kesempatan berpikir secara nalar bagi peserta didik. Kebebasan berpikir dalam pembelajaran sejarah akan berdampak positif bagi pembelajaran sejarah itu sendiri dan peserta didik. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sebuah sudut pandang akan pentingnya memberikan kebebasan berpikir dalam pembelajaran sejarah bagi peserta didik. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini ialah studi literatur, baik literatur teknis maupun non-teknis. Hasilnya ditemukan bahwa kebebasan berpikir dalam pembelajaran sejarah dapat membuat proses pembelajaran menjadi dinamis. Kebebasan berpikir dapat mengembangkan kemampuan penalaran peserta didik secara logis dan sistematis. Perbedaan interpretasi akibat keberagaman berpikir menjadikan proses pembelajaran berjalan secara dialektis.
Sejarah Pergerakan Perempuan Indonesia Abad 19 – 20: Tinjauan Historis Peran Perempuan dalam Pendidikan Bangsa Pradita, Silvy Mei
CHRONOLOGIA Vol 2 No 2 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i2.6060

Abstract

The discourse on the role of women never ends up talking. Women as actors in domestic work or their roles in the public sphere are not long debated, become discussions everywhere. One of them is about the women's movement. A movement created by women activists whose task is to promote the position of women. Step by step taken by women figures on the trajectory of history proves that Indonesian women have truly laid the foundation of women in the name of social justice. This research aims to make the understanding of history as the foundation for women who are active today in fighting for social and political rights. The research method used is the historical method. The result is that the movement of women from the end of the 19th century to the most recent one has been fluctuating or tidal. The strong waves raised by female figures in voicing women's rights in all fields were born from gender injustice. Therefore, Indonesian women leaders have given an example, women today have the responsibility to continue the struggle. Abstrak Diskursus mengenai peran perempuan tidak pernah habis dibicarakan. Perempuan sebagai aktor pekerjaan domestik ataupun perannya di ruang publik tidak usang diperdebatkan, dijadikan wacana diskusi di mana-mana. Salah satunya mengenai pergerakan perempuan. Gerakan yang diciptakan para aktivis perempuan secara mendasar bertujuan untuk mengangkat posisi perempuan. Langkah demi langkah yang dilakukan para tokoh perempuan pada lintasan sejarah membuktikan bahwa perempuan Indonesia bersungguh-sungguh meletakkan dasar pergerakan perempuan atas nama kemanusiaan dan keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan pemahaman sejarah sebagai landasan pergerakan perempuan di masa sekarang dalam memperjuangkan hak-hak sosial dan politik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis. Hasilnya adalah pergerakan perempuan sejak akhir abad 19 sampai yang paling mutakhir bersifat fluktuatif atau pasang surut. Gelombang kencang yang diembuskan para tokoh perempuan dalam menyuarakan hak perempuan dalam segala bidang lahir dari ketidakadilan gender. Maka dari itu, para tokoh perempuan Indonesia telah mencontohkan, perempuan hari ini punya tanggung jawab melanjutkan perjuangan.
Uni Emirat Arab: Kuasa Ekonomi di Timur Tengah (2002-2018) Khaeruddin, Khaeruddin; Hidayat, Syahrul
CHRONOLOGIA Vol 2 No 2 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v2i2.5891

Abstract

Uni Emirat Arab terkenal di dunia sebagai lambang globalisasi dan sebagai pintu untuk masuk wilayah Arab dan sekitarnya serta sebagai jembatan antara Timur dan Barat. Uni Emirat Arab memiliki sumber kekayaan yang berasal dari minyak bumi dan tambang mineral yang berguna untuk pembangunan di Uni Emirat Arab. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas tentang kuasa ekonomi Uni Emirat Arab di Timur Tengah. Sedangkan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan 4 tahapannya, yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menemukan bahwa Uni Emirat Arab sebagai negara kedua yang kaya di Timur Tengah dengan kekayaan minyak bumi dan tambang mineralnya yang membuat negara ini memiliki perekonomian yang sangat tinggi di bawah Qatar. Namun, Uni Emirat Arab tidak hanya bergantung pada sektor tersebut, melainkan juga pada sektor lain, seperti UKM, perkebunan, infrastruktur, dan pariwisata. Negara ini praktis tidak mengalami dampak signifikan akibat krisis ekonomi dan perlambatan perekonomian global.

Page 1 of 4 | Total Record : 35