cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
agrisistemsosekdanpenyuluhan@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
agrisistemsosekdanpenyuluhan@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (92171) Telp/Fax: (0411) 8210117
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian dan peternakan yang meliputi topik: Sosial Ekonomi Penyuluhan Kelembagaan
Articles 69 Documents
ANALISIS KEPUTUSAN PRODUKSI USAHATANI KEDELAI DAN JAGUNG DI KABUPATEN GOWA Muis, M.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan petani dalam memproduksi kedelai dan jagung dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam mengusahakan kedelai dan jagung. Penelitian didesain berdasarkan tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang sudah dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer (observasi dan wawancara langsung) dan data sekunder (diperoleh dari berbagai dinas atau instansi terkait, dan dari laporan penelitian terdahulu). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan metode tabulasi data dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani dalam memutuskan untuk menanam kedelai dan jagung melalui lima tahap yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Dari delapan faktor yang diduga mempengaruhi keputusan petani dalam menentukan jenis tanaman yang akan diusahakan hanya dua faktor yang berpengaruh nyata, yaitu faktor pendapatan dan faktor teknik budidaya.
BIAYA TRANSAKSI PADA PEMELIHARAAN TERNAK ITIK BERPINDAH DI KABUPATEN PINRANG Rahman, M.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan ternak itik berpindah merupakan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh peternak dengan memindahkan ternak itik mereka ke suatu wilayah dengan maksud dan tujuan untuk memperoleh pakan secara gratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi biaya transaksi terhadap biaya produksi pada pemeliharaan ternak itik berpindah. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriktif yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Penelitian ini dilakukan dikecamatan Mattiro Bulu dengan populasi peternak yaitu 412 orang. Penentuan sampel penelitian dengan menggunakan metode Slovin yaitu sebesar 80 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya transaksi pada pemeliharaan ternak itik berpindah yaitu sebesar Rp. 8.303.198 sedangkan besar biaya produksi yaitu sebesar Rp. 72.886.910. Kemudian proporsi biaya transaksi terhadap biaya produksi yaiu sebesar 11,39%.
PROSPEK PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI TANAMAN PADI DENGAN TERNAK SAPI PADA PROGRAM PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN MELALUI INOVASI DI KABUPATEN BARRU Kallo, R.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi tanaman padi dengan ternak Sapi di lahan sawah dapat dipergunakan sebagai alternatif untuk mempercepat peningkatan produksi tanamana pangan dan sapi melalui aplikasi teknologi sederhana dalam Model Pembangunan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru selama 2 tahun (2014-2015) dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui penerapan model Integrasi ternak sapi dan padi berbasis Zero Waste yang selanjutnya dapat diterapkan pada agroekosistem yang sama di Indonesia. Metoda penelitian dengan statistik sederhana yang didahului dengan pengambilan data primer menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan perioritas masalah yang dialami petani terkait penerapan inovasi teknologi. Data-data sekunder yang berhubungan dengan tujuan kajian ini diperoleh dari Instansi terkait dan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Penerapan komponen Teknologi PTT padi secara terpadu meningkatkan produksi sebesar 27,29% - 31,57%/MT. Kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini adalah penerapan Sistim integrasi padi dan ternak sapi berbasis Zero Waste meningkatkan pendapatan petani sebesar 20,25% dengan nilai R/C 1,8 yang berarti usaha ini layak untuk dikembangkan. Kondisi riil di lapangan (tahun 2015) Model integrasi padi dan ternak sapi berbasis Zero Waste belum diadopsi disebabkan terdapat beberapa kendala antara lain : (a) Kesenjangan antara kelembagaan petani dengan Penyuluhan Pertanian maupun Pemerintah Daerah, (b) Unit usaha komersial yang dapat dikelola Gapoktan sebagai sumber dana (Pupuk Organik Cair Biourine dan kompos) belum memiliki izin edar produk sehingga terkendala dalam pemasaran, (c) Sumber Daya Manusia pengelola unit mekanisasi belum memadai, d) Skala usaha kecil, unit produksi tidak ekonomis dan berorientasi subsisten, e) Tidak adanya Trust atau kepercayaan yang bersifat timbal-balik antara Pengurus Gapoktan dan Kelompok tani untuk menumbuhkan partisipasi, kerjasama, bahkan kemitraan stakeholders. Hal ini sangat membutuhkan intervensi Pemerintah Daerah dalam penerapan model usahatani terintegrasi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA CETAK DALAM PENYULUHAN PERTANIAN DI KELOMPOKTANI SIPAPPACCEI KABUPATEN GOWA C., Maskur
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dilaksanakan di kelompoktani Sipappaccei Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa berlangsung pada Bulan Maret sampai dengan Mei 2018. Tujuan dari kajian ini Untuk mengetahui efektivitas penggunaan media cetak dalam penyuluhan pertanian di kelompok tani Sipappaccei Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa Populasi atau subjek dalam pengkajian ini adalah pelaku utama/kelompok tani Sipappaccei Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Semua anggota Kelompok tani dijadikan sampel (metode sensus). Parameter pengamatan mengukur sikap, pendapat ,dan persepsi responden terhadap inovasi pertanian dapat menggunakan skala likert melalui tabulasi yang selanjutnya dapat digambarkan dalam bentuk garis kontinuum. Media cetak yang paling efektif dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Kelompoktani Sipappaccei berdasarkan urutan tingkat ketertarikan responden: Poster 48 persen. Efektivitas kegiatan penyuluhan pertanian di Kelompok tani Sipappaccei Kelurahan Samata yakni, 66.92 persen (Efektif).
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP PAKET TEKNOLOGI INTRODUSKSI KAKAO PADA KAWASAN PERKEBUNAN NASIONAL DI SULAWESI BARAT Indrayana, K.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengembangan kawasan pertanian nasional di Propinsi Sulawesi Barat yang berupa perkebunanan kakao merupakan program strategis nasional Kementerian Pertanian. Pengembangan kawasan perkebunan kakao diharapkan berdampak terhadap peningkatan perekonomian petani kakao yang ada. Produksi kakao di sekitar kawasan umumnya masih rendah (0,5t/ha), hal ini karena tanaman kakao terkena serangan hama PBK (penggerek buah kakao) dan busuk buah (VCD). Pengembangan perkebunan kakao yang menggunakan bibit klonal dapat meningkatkan produksi. Peningkatan adopsi petani terhadap teknologi introduksi tanaman kakao dilakukan dengan cara sosialisasi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar selama tahun 2015. Teknologi pengembangan kakao di Sulawesi Barat dilakukan dengan mengitroduksi paket teknologi budidaya kakao beruapa sanitasi lahan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta peningkatan mutu biji kakao melalui inovasi teknologi Fermentasi. Pada kawasan pendampingan di Kabupaten Mamuju, petani kakao mampu menerapkan teknologi introduksi budidaya sebesar 56,40% dengan produktivitas sebesar 0,702 t/ha. Sedangkan di Polewali Mandar penerapan inovasi teknologi budidaya sebesar 59,40% dengan produktivitas 0,706 t/ha. Inovasi teknologi peningkatan mutu biji kakao pada kawasan pengembangan kakao di Mamuju hanya sebesar 24%, sedangkan di Polewali Mandar sebesar 29%. Peningkatan inovasi teknoologi budidaya berpengaruh positif atau berbanding lurus dengan produktivitas hasil biji kakao pada kedua kawasan pengembangan, sehingga peluang produktivitas masih berpotensi untuk ditingkatkan. Penerapan teknologi sperti ini diharapkan dapat dikembangkan pada kawasan yang lebih luas lagi. pada akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi atau pendapatan serta kesejahteraan petani.
PENGARUH LAMA BETERNAK TERHADAP TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI PERKANDANGAN PADA PEMELIHARAAN TERNAK KAMBING DI KECAMATAN LIMBORO KABUPATEN POLEWALI MANDAR K., Ja’far
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternak kambing merupakan salah satu komoditas ternak yang cukup potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama beternak terhadap tingkat adopsi teknologi budidaya ternak kambing di Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksplanatori dengan jumlah sampel 85 orang peternak di dua desa yang dipilih dengan teknik proportional random sampling dengan memperhatikan proporsi untuk tiap Desa. Hasil penelitian menunjukkan Nilai Adjusted R Square sebesar 0,63 memberikan gambaran besarnya kontribusi pengaruh variabel lama beternak terhadap variabel tingkat adopsi teknologi perkandangan pada pemeliharaan ternak kambing. Hasil perhitungan di dapatkan nilai Fhitung sebesar 6.625 dan nilai FTabel 3.95, berarti Fhitung lebih besar dari FTabel (6.625>3.95), sedangkan nilai thitung lama beternak sebesar 3.540 dan nilai tTabel 1.989 (3.540 > 1.989), dari hasil perhitungan tersebut maka dapat dikatakan bahwa variabel lama beternak secara bersama-sama dan secara parsial memberikan pengaruh (signifikan pada level 5%) terhadap adopsi teknologi perkandangan pada pemeliharaan ternak kambing di Kecamatan Limboro Kabupaten Polewali Mandar.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI PENGGEMUKAN SAPI POTONG DENGAN INTRODUKSI TEKNOLOGI PAKAN MURAH DI KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN Tondok, A.R.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas ternak dipengaruhi oleh faktor lingkungan sampai 70% dan faktor genetik hanya sekitar 30%. Diantara faktor lingkungan tersebut, aspek pakan mempunyai pengaruh paling besar sekitar 60% . Biaya untuk pakan dapat mencapai 60-80% dari keseluruhan biaya produksi. Olehnya itu perlu mencari bahan pakan pengganti yang mempunyai nilai gizi yang sama dengan pakan komersial. Untuk mendukung penggemukan sapi di desa Tompok Kec. Barru Kab. Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, dilaksanakan kegiatan Kaji terap teknologi formulasi pakan murah yang berkualitas, dilaksanakan pada bulan Januari sampai Desember 2018 dengan melibatkan 25 peternak.Metode penelitian yang digunakan adalah demonstrasi plot dan data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder berupa pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi, jumlah imput yang digunakan, harga masing-masing input, jumlah produksi yang diperoleh dan tingkat produksi. Data dianalisis dengan analisis statistik sederhana untuk melihat kelayakan teknis teknologi kaitannya dengan perimbangan harga pakan dan harga daging. Kelayakan financial ditentukan berdasarkan imbangan antara tambahan penerimaan dengan tambahan biaya akibat penerapan teknologi introduksi atau Marginal benefit cost ratio (MBCR) dan Revenue cost ratio (R/C Ratio). Hasil yang diperoleh adalah kandungan gizi pakan yaitu protein kasar 16,10, dapat meningkatkan pertambahan berat badan sapi sebesar 0,7 kg/hr. Harga pakan yang dihasilkan lebih murah 68% dari harga pakan komersial. Nilai MBCR yang diperoleh sebesar 10,3, disimpulkan bahwa usahatani tersebut layak untuk dikembangkan. Hasil pengenalan teknologi formulasi pakan murahmenunjukkan bahwa nilai R/C rasio sebesar 1,98 dan nilai, sedangkan cara petani diperoleh nilai rasio R / C sebesar 1,44.
RESPONS WANITA TANI TERHADAP PENGGUNAAN TEPUNG UBI JALAR UNGU SEBAGAI SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN BROWNIES Yuliana, I.N.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan respons wanita tani terhadap penggunaan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) sebagai subtitusi tepung terigu dalam pembuatan brownies. Penentuan sampel dengan menggunakan Purposive sampling. Metode kajian eksperimen dengan empat perlakuan masing-masing; A dengan penambahan tepung ubi jalar ungu 100%, B dengan formulasi tepung ubi jalar ungu 75% dan tepung terigu 25%, selanjutnya C dengan formulasi tepung ubi jalar ungu 50% dan tepung terigu 50%, dan D dengan formulasi tepung ubi jalar ungu 25% dan tepung terigu 75%. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini adalah data kualitas dengan uji organoleptik yang diperoleh dari penilaian penelis berjumlah 20 orang dengan uji inderawi meliputi aspek warna, rasa dan tekstur. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan A dengan nilai rata-rata 3,4 memberikan uji organoleptik terbaik. Hasil analisis pembuatan brownies ubi jalar ungu dapat meningkatkan pendapatan kelompok wanita tani sebesar Rp 28.100 dengan R/C 1,8.
RESPONS WANITA TANI TERHADAP PEMBUATAN SAOS TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) DENGAN PENAMBAHAN BUAH BELIMBING DAN KACANG MERAH Aimanah, U.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh pemberian buah belimbing dan kacang merah terhadap mutu saus tomat berdasarkan uji organoleptik dan untuk mengetahui respons wanita tani terhadap pemberian buah belimbing dan kacang merah terhadap mutu saos tomat. Hasil penelitian Pemberian buah belimbing dan kacang merah berpengaruh terhadap mutu saos tomat. Hasil uji organoleptik diperoleh saos tomat terpilih adalah warna dan kekentalan pada perlakuan P1 dengan formulasi tomat 1 kg + 400 gr buah belimbing + 100 gr kacang merah, rasa diperoleh pada P2 dengan formulasi tomat 1 kg + 350 gr buah belimbing + 150 gr kacang merah. Respons wanita tani terhadap pemberian buah belimbing dan kacang merah terhadap mutu saus tomat adalah baik dengan efektivitas penyuluhan 68,50% pada kategori efektif.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK DALAM MEMBANGUN KESETARAAN JENDER Suwardi, S.
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui penerapan program penguatan kapasitas dalam membangun kesetaraan jender pada kegiatan usaha di kelompok tani. Sedangkan objek penulisan adalah rekonstruksi teori-teori perubahan sistem sosial, komunikasi, dan difusi inovasi, serta program penguatan kapasitas yang berimplikasi terhadap kesetaraan jender pada kegiatan usaha di kelompok tani. Penelusuran dan kajian pustaka dilakukan selama 1 (satu) bulan, yaitu pada bulan Oktober 2018. Hasil analisis disimpulkan bahwa 1). Peranan jender pada kegiatan usaha kelompok tani dilaksanakan mulai dari perencanaan usaha, pelaksanaan usaha dan pengembangan usaha, 2). pembelajaran penguatan kapasitas tentang kesetaraan jender harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Materi pendampingan berbentuk modul yang disusun sesuai kebutuhan lapangan. Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara rutin. Optimalisasi koordinasi dapat dilaksanakan oleh host agency atau leading sector yang dietapkan oleh pemerintah daerah, dan 3). tingkat kesetaraan jender merupakan dimensi penting dalam memperlancar pelaksanaan program penguatan kapasitas kelompok yang memiliki dampak terciptanya dinamika kelompok yang handal.