cover
Contact Name
Ilil Maidatuz Zulfa
Contact Email
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Phone
+6285731833263
Journal Mail Official
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Editorial Address
Akademi Farmasi Surabaya Jl. Ketintang Madya No. 81 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Pharmacy and Science
ISSN : 25276328     EISSN : 25493558     DOI : https://doi.org/10.53342/pharmasci
Core Subject : Health, Science,
Journal of Pharmacy and Science (Pharmasci) publishes full-length original articles and reviews. The scope of the journal is pharmaceutical and basic science, including its research and application. The editors, therefore, welcome contributions on the following topics: 1. Clinical pharmacy 2. Pharmacology and Toxicology 3. Community pharmacy 4. Dosage forms formulation 5. Pharmaceutics 6. Pharmacognosy 7. Natural product 8. Biology and Microbiology 9. Pharmaceutical Chemistry 10. Applied physics
Articles 93 Documents
Profil Penurunan Tekanan Darah pada Terapi Obat Antihipertensi Golongan CCB Dihidropiridin Antara Amlodipin Dibandingkan Nifedipin Oral Osmotik (Studi Dilakukan di Poli Penyakit Dalam RS Bhayangkara Porong) Ulfa, Ninik Mas; Prasetya, Rahmad Aji; Adelia, Lailatul
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i1.72

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang tidak normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penurunan tekanan darah pada terapi obat antihipertensi yaituAmlodipin dibandingkan Nifedipin Oros dan untuk mengetahui prevalensi efek samping obat. Penelitian ini bersifat observasional. Pengamatan berdasarkan perubahan tekanan darah pre, selama terapi, dan post terapi obat antihipertensi selama 4 bulan terapi. Hasil penelitian tekanan darah pada terapi Amlodipin menunjukkan bahwa mayoritas tekanan darah pre adalah pada kategori hipertensi stage II yaitu 13 pasien (92,86%), setelah 1-2 bulan terapi, tekanan darah mencapai kategori hipertensi stage I, setelah 3 bulan terapi mencapai kategori pre hipertensi, dan pada 4 bulan terapi (tekanan darah post) mayoritas tekanan darah pasien pada kategori pre hipertensi yaitu 13 pasien (92,86%). Sedangkan pada terapi Nifedipin Oros, tekanan darah pasien pada kategori hipertensi stage II yaitu 14 pasien (100,00%), setelah 1-3 bulan terapi, tekanan darah mencapai kategori hipertensi stage I, dan pada 4 bulan terapi (tekanan darah post) mayoritas pasien hipertensi pada kategori pre hipertensi yaitu 13 pasien (92,86%). Berdasarkan analisis statistika deskriptif menunjukkan pola grafik yang sama pada kedua kelompok terapi. Hasil penelitian efek samping obat yaitu hipotensi postural berupa pusing/nyeri kepala dan mual menunjukkan bahwa pada kelompok terapi Amlodipin terdapat 1 pasien (7,14%)yang mengalami efek samping hipotensi postural. Sedangkan pada Nifedipin Oros tidak terdapat pasien yang mengalami efek samping obat. Ini menunjukkan bahwa Amlodipin dan Nifedipin Oros memiliki efek samping obat yang ringan.Kata kunci: Amlodipin, Nifedipin Oros, Profil Tekanan Darah, Hipertensi. ABSTRACTHypertension is a medical situation in which sistolic and diastolic blood pressure is high. This research intended to know, first, the reduction of blood pressure toward antihypertensive medicine such as Amlodipin compare with Nifedipin Oros. Second, to know the prevalence of side effect of the medicines. This study wasobservational research. Observation was based on the changes of “pre” blood pressure, during therapy, and “post” therapy of antihypertensive medicines within 4 months therapy. The result of blood pressure study toward Amlodipin treatment showed that “pre” blood pressure was dominated by hypertensive stage II with 13 patients (92,86%). Furthermore, after 1-2 month therapy, the blood pressure attained to hypertensive stage I. In3 month therapy, the blood pressure reach pre hypertensive category. Moreover, after 4 moth therapy (“post” blood pressure), was dominated by pre hypertensive patients with 13 patients (92,86%). Nevertheless, inNifedipin Oros therapy, most of blood pressure was in the hypertensive stage II ie 14 patients (100,00%). Furthermore, after 1-3 months therapy, the blood pressure attained to hypertensive stage I, then in 4 mothstherapy (“post” blood pressure), was dominated by pre hypertensive patients with 13 patients (92,86%). Based on descriptive statistical analysis showed similar trend in both treatment groups chart. The result of side effects observation was postural hypotension (with signed of headache) and nausea only showed in the Amlodipin therapy, ie 1 patients (7,14%) who got postural hypotension. This showed that Amlodipin and Nifedipin had mild side effects.Key Words: Amlodipin, Nifedipin Oros, Blood pressure profile, Hypertension
Pengaruh Linen Bedah Rekondisi terhadap Shelf-Life Linen Bedah Steril di CSSD Rumah Sakit “X” Surabaya Dipahayu, Damaranie; Butsianto, Marcelinus; Ebtavany, Tamara Gusti
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i1.71

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui shelf-life linen bedah rekondisi yang disterilkan dengan otoklaf dan disimpan di ruang yang memenuhi syarat penyimpanan di CSSD Rumah Sakit “X” Surabaya.Uji sterilitasdilakukan menggunakan metode inokulasi langsung dengan lidi kapas. Sampel disimpan selama 12 hari pada suhu (18-22)0C dan kelembaban (35-75)%. Sampel ini diambil di hari ke 0, 3, 6, 9, dan 12. Untuk menghindari positif palsu, harus dilakukan uji sterilitas media, uji fertilitas media , uji cairan pembasah, dan uji efektivitas LAFC. Sebagai jaminan proses sterilitas dilakukan kontrol indikator sterilisasi yang meliputiindikator fisika, indikator kimia, dan indikator biologi. Ada dua media kultur yang digunakan, yaituFluid Thyoglycollate Medium dengan Bacillus subtilisuntuk menguji adanya bakteri dan Soybean-CaseinDigest Medium dengan Candida albicans untuk mengetahui adanya pertumbuhan jamur. Hasil dari uji sterilitas media, uji fertilitas media, dan uji efektivitas LAFC juga uji sterilitas cairan pembasah memenuhii persyaratan. Hasil pengujian sampel menunjukkan bahwa selama 12 hari penyimpanan tetap steril.Kata kunci: Linen bedah rekondisi, Shelf-life, dan SterilisasiABSTRACTThis research was conducted to determine shelf-life linen recondition which sterilized with autoclaves and stored at conditional storage room of CSSD “X” Surabaya hospital. Sterility test was using direct inoculation method with cotton swab. Samples were stored for 12 days at a temperature of (18-22)0C and humidity of (35-75)%. These samples were taken at days 0, 3, 6, 9, and 12. To avoid false positive, it had to used media sterility test, media fertility test, wetting liquid test, and effectiveness test LAFC. As the assurance sterility process, sterilization indicator control was using with physic, chemistry,and biologi indicator. There are two culture media used, were Thyoglycollate Medium Fluid with Bacillus subtilis tested bacteria and Soybean-casein DigestMedium with Candida albicans. The research result of media Sterility test, media fertility test, and LAFC effectivity test also sterility test of sterile wetting liquid is meet the requirements. The result samples showed that during 12 days of storage remains sterile.Keywords: Linen surgical recondition, Shelf-life, and Sterilization
Studi Potensi Interaksi Obat-Obat pada Peresepan Penyakit Gigi di Salah Satu Apotek di Surabaya Zulfa, Ilil Maidatuz
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i1.70

Abstract

Paradigma pelayanan kefarmasian yang telah bergeser dari fokus pengelolaan obat (drug oriented) menjadi pelayanan komprehensif antara pelayanan obat dan farmasi klinik menuntut farmasis lebih berperan dalam mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait obat. Interaksi obat-obat (IOO) merupakan salah satu bentuk masalah terkait obat. Peresepan dua atau lebih obat untuk suatu terapi seperti terapi infeksi gigi berpotensi menimbulkan IOO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan prevalensi IOO antara obat-obat yang diresepkan untuk penyakit gigi. Kajian observasional retrospektif dilakukan pada rekam resep tahun 2016 di salah satu Apotek di Surabaya. Sebanyak 114 resep untuk penyakit gigi telah dianalisis dalam penelitian ini dan sebanyak 61 resep berpotensi menimbulkan IOO dan ditemukan 54 potensi IOO dalam terapi infeksi gigi dimana 80,36% adalah IOO farmakokinetik dan 19,64% adalah IOO farmakodinamik. Disamping itu keparahan IOO yang muncul adalah kategori minor 44(81,48%), kategori moderat 8(14,81%), kategori mayor 1(1,85%), dan tidak diketahui 1(1,85%). Hasil studi menunjukkan penggunaan amoksisilin bersama diklofenak berpotensi menurunkan efek amoksisilin. Sedangkan kombinasi NSAID-fluoroquinolon akan menyebabkan resiko penekanan sistem syaraf pusat, sementara kombinasi NSAID-kortikosteroid dan duplikasi NSAID akan meningkatkan resiko efek samping gangguan gastrointestinal. Kajian IOO dalam terapi infeksi gigi sangat diperlukan guna mengurangi resiko efek merugikan dari interaksi obat-obat yang digunakan.Kata Kunci: Interaksi obat-obat (IOO), Resep, Infeksi gigi.
Identifikasi Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) pada Lipstik yang Beredar di Pasar Darmo Trade Center (DTC) Surabaya dengan Reagen Sederhana Arifiyana, Djamilah
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi logam berat dalam produk lipstik yang beredar di pasar Darmo Trade Center (DTC) Surabaya. Dua belas sampel lipstik diteliti untuk mengetahui kandungan logam timbal (Pb). Empat reagen sederhana, meliputi HCl, NaOH, KI dan NH4OH digunakan untuk mengidentifikasi adanya logam berat ini. Dari dua belas sampel lipstik, enam diantaranya memiliki nomor registrasi BPOM dan enam sampel lainnya tidak memiliki nomor registrasi BPOM. Dan masing-masing keenam sampel ini terdiri dari tiga merk berbeda yang dibeli dari tiga toko berbeda, dalam penelitian ini disebut varian. Identifikasi Pb menunjukkan bahwa dari enam sampel lipstik yang memiliki nomor registrasi BPOM, empat diantaranya positif mengandung Pb. Sedangkan enam sampel lain yang tidak memiliki nomor registrasi BPOM, dua diantaranya positif mengandung cemaran logam Pb.Kata kunci: Logam berat, Timbal, Darmo Trade Center (DTC) Surabaya, Reagen sederhana
Modifikasi Abu Bawah Batubara (Bottom Ash) Menggunakan Larutan Basa Kuat Natrium Hidroksida Wardani, Ratih Kusuma
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i1.69

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan modifikasi abu bawah batubara menggunakan larutan basa kuat natrium hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 3M. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan abu bawah batubara sebelum dan sesudah modifikasi menggunakan larutan NaOH 3M. Terdapat perbedaan morfologi antara abu bawah batubara sebelum dan sesudah modifikasi. Abu bawah batubara tanpa modifikasi dan dengan modifikasi juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan konsentrasi logam berat Cd dalam larutan. Abu bawah batubara tanpa modifikasi dapat menurunkan konsentrasi logam berat Cd dalam larutan sekitar 40%, sedangkan abu bawah termodifikasi dapat menurunkan konsentrasi logam berat Cd dalam larutan sekitar 70%.Kata kunci: Abu Bawah Batubara, Modifikasi, Adsorben
Identifikasi dan Penetapan Kadar Klorin Dalam Pembalut Wanita yang Beredar di Kelurahan Ketintang dengan Metode Titrasi Iodimetri Devianti, Vika Ayu; Yulianti, Cicik Herlina
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i1.67

Abstract

ABSTRAKPembalut wanita adalah produk yang berbentuk lembaran/pad terbuat dari bahan selulosa/sintetik yang digunakan untuk menyerap cairan menstruasi atau cairan dari vagina, namun terdapat pembalut yang menggunakan bubur kertas dalam proses pembuatannya. Bubur kertas merupakan hasil limbah kertas, karton dan kardus melalui proses daur ulang yang mengalami proses pemutihan menggunakan klorin (Cl2). Pembalut yang mengandung klorin beresiko tinggi terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar klorin pada beberapa merk pembalut wanita yang beredar di Kelurahan Ketintang, Kota Surabaya menggunakan metode titrasi iodimetri. Penelitian ini bersifat eksperimental. Sampel penelitian adalah 5 (lima) pembalut wanita lalu diuji di laboratorium Kimia Akademi Farmasi Surabaya dengan metode Titrasi Iodimetri. Hasil uji kualitatif dari 5 sampel hanya terdapat 1 sampel yang positif mengandung klorin. Sampel yang positif dilanjutkan dengan uji kuantitatif dan diperoleh kadar klorin sebesar 0,37 ppm.Kata kunci: Pembalut, Klorin, Titrasi IodimetriABSTRACTThe sanitary napkin is made from pulp as its main ingredient, which in the production process using  bleach pads, one of which is chlorine. Chlorine is high chemical which has a high oxide potential that can be used as a bleaching agent and disinfectant (eliminating germ). Chlorine in sanitary napkins is at high risk for reproductive health. This research was conducted to analyze and determine chlorine level in sanitary napkin with color reaction test and iodometry titration method. According to the minister of Health RI Regulation No. 492 / MENKES / PER / IV / 2010 regarding drinking water quality requirement that is maximum drinking water chlorine 5 ppm. The result of this study indicate that there is a sanitary napkins containing chlorine with a content of 0,37 ppm. As a result, indicate that chlorine levels in sanitary napkins are below the safe limits of the allowed chlorine content in drinking water quality requirement.Key Words: Sanitary Napkins, Chlorine, Iodimetry Titration.  
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) Menggunakan Pelarut Etanol terhadap Escherichia coli. Handrianto, Prasetyo
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i1.64

Abstract

ABSTRAKJamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) merupakan herbal yang memiliki aktivitas antibiotik atau antibakteri. Triterpenoid dalam Jamur Lingzhi mengandung senyawa yang menunjukkan aktivitas antibakteri melaluimekanisme pengikatan polimer yang kuat terhadap porin (protein transmembran) pada membran luar dari dinding sel bakteri sehingga menyebabkan kerusakan pada porin. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek ekstrak etanol Jamur Lingzhi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan adalah metode cakram dengan mengamati zona hambat yang muncul disekitar cakram. Kosentrasi ekstrak yang digunakan adalah 20 µg / ml, 40 µg / ml, 60 µg / ml, 80 µg / ml, 100 µg / ml. Kosentrasi ekstrak 20µg / ml dan 40 µg / ml menghasilkan zona hambat masing-masing 10,5 mm dan 12,4 mm yang dikategorikan sebagai kurang aktif, sedangkan kosentrasi 60 µg / ml, 80 µg / ml, dan 100 µg / ml menghasilkan zona hambat 13,65 mm, 14,9 mm, dan 16,5 mm yang dikategorikan sebagai aktif. Hasil menunjukkan ekstrak etanol Jamur Lingzhi dapat  menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.Kata kunci : Ganoderma lucidum, Escherichia coli, Ekstrak etanol, Antibakteri.ABSTRACTLingzhi mushroom (Ganoderma lucidum) is a herbal remedy that has as an antibiotic or antibacterial activity. Lingzhi mushroom triterpenoids containing compounds which possess antibacterial activity by reacting with porin mechanisms (transmembrane protein) on the outer membrane of the bacterial cell wall, forming a strong bond polymers that cause damage porin. The purpose of this study was to was to determine the effect of Lingzhi mushroom extract (Ganoderma lucidum) using ethanol in inhibiting the growth of bacteria Escherichia coli. The method used was paper disc method by observing the clear zone that is visible around the paper disc. And concentration used was 20 µg / ml, 40 µg / ml, 60 µg / ml, 80 µg / ml, 100 µg / ml. At a concentration of 20 µg /ml and 40 µg / ml produce inhibition zone of 10.5 mm and 12.4 mm by category inhibition zone less active and at a concentration of 60 µg / ml, 80 µg / ml, 100 µg / ml produce inhibition zone 13.65 mm by 14.9 mm and 16.5 mm in the active category. The results obtained show that the extract of lingzhi mushroom (Ganoderma lucidum) using ethanol effect on the growth of the bacterium Escherichia coli.Keywords: Ganoderma lucidum , Escherichia coli, Ethanol extract, Antibacterial.
Identifikasi Senyawa Tanin Pada Daun Kemuning (Murraya panicullata L. Jack) Dengan Berbagai Jenis Pelarut Pengekstraksi Kusumo, Galuh Gondo; Ferry Fernanda, M.A. Hanny; Asroriyah, Heppy
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i1.63

Abstract

ABSTRAKKemuning (Murraya paniculata L. Jack) adalah salah satu kekayaan alam yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Tanin merupakan salah satu metabolit sekunder dari kemuning yang dapat digunakan sebagai anti diare dan pelangsing. Ekstrak kemuning didapatkan dari maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda, yaitu metanol, etanol dan etil asetat. Tannin kemudian dipisahan dari ekstrak dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan berbagai jenis pelarut. Hasil nalisis menunjukkan bahwa pelarut terbaik untuk mengekstraksi tanin adalah metanol dengan perolehan 23,6989 g (31,59%). Skrining fitokimia yang dilakukan menggunakan dua reagen yang berbeda menunjukkan hasil yang positif mengandung tanin. Eluenterbaik untuk analisa tanin pada penelitian ini adalah dengan n-heksan-etil asetat (6 : 4) dengan nilai Rf sebesar 0,62.Kata Kunci : kemuning (Murraya paniculata L. Jack), tannin, kromatografi lapis tipis (KLT)ABSTRACTOrange Jessamine (Murraya paniculata L. Jack) is one of the natural treasures which has many benefits for human life. Tannin is one of secondary metabolite of orange jessamine that can be used as antidiarrhoeal and body slimming. It was obtained by maceration using 3 different solvents, such as : methanol, ethanol, and ethyl acetate. Tannins was separated from crude extract using thin layer chromatography (TLC) in different type of eluent. The analysis showed that the best solvent to extract tannin is methanol that produce of 23.6989 g (31.59%). The phytochemical screening test of the two reagents shows positif result contain tannin compound. The best eluent in this study aimed is n-hexane: ethyl acetate (6 : 4) with tannin Rf value of 0.62.Keywords: Orange jessamine (Murraya paniculata L. Jack), tannin, maceration, thin layer chromatography
Studi Efektifitas Antiretroviral Regimen Obat Kombinasi Dosis Tetap (Tenofovir/Lamivudin/Efavirenz) Berdasarkan Peningkatan Kadar Cd4 T-Limfosit (Studi dilakukan di Intalasi Farmasi Rumah Sakit X Surabaya) Wardani, Putri Kusuma; Ulfa, Ninik Mas; Natalia, A.C Aditya
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i1.62

Abstract

ABSTRAKHIV adalah virus yang secara bertahap menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dan sel yang terinfeksi yang memiliki molekul Cluster of Differentiation 4 (CD4). Pengobatan dengan antiretroviral memiliki mekanisme tindakan untuk mencegah replikasi virus yang secara bertahap menurunkan jumlah virus dalam darah. Penelitian ini observasional yang dilakukan secara retrospektif selama 2 tahun (Januari 2014 - Desember 2015) pada pasien HIV / AIDS denganjumlah 51 pasien rawat jalan. Hasil studi observasional menunjukkan bahwa pengobatan dengan antiretroviral regimen obat kombinasi dosis tetap (Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 mg + Efavirenz 600 mg) mengalami peningkatan jumlah CD4 selama terapi dan analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa ada perbedaansebelum dan sesudah terapi, sehingga dapat disimpulkan bahwa antiretroviral regimen obat kombinasi dosis tetap efektif.Kata Kunci: HIV / AIDS, CD4 T-Limfosit, Tenofovir, Lamivudin, Efavirenz.ABSTRACTHIV is a virus that gradually attack the human immune system. HIV can lead to the AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) and infected cells that have molecul Cluster of Differentiation 4 (CD4). Treatment withantiretroviral have mechanism of action to prevent replication virus which is step by step decrease the amount of virus in blood. This observasional study conducted retrospectively during 2 years (Januari 2014 - December2015) againt patient HIV/AIDS with 51 outpatients. The result of the observational study showed that treatment with Antiretroviral Fixed Dose Combination (Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 mg + Efavirenz 600 mg) had increased CD4 level during therapy and descriptive statistic analysis showed that there was a differences in preand post theraphy, so if could be concluded that Antiretroviral Fixed Dose Combination administration was effective.Key Words: HIV/AIDS, CD4 T-Limfosit, Tenofovir, Lamivudin, Efavirenz.
Review: Potensi Berbagai Spesies Ganoderma Sebagai Tanaman Obat ., Surahmaida
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i1.61

Abstract

ABSTRAKDi dunia, jamur Ganodermatelah dikenal sebagai jamur obat. Ganoderma lebih dikenal dengan sebutan jamur Lingzhi atau Reishi. Dari 2000 spesies Ganoderma, hanya 6 spesies yang telah diteliti memiliki efek potensial dalam bidang kesehatan, yaitu G. lucidum, G. applanatum, G. tsugae, G. oregonense, G. boninense, dan G. neojapanicum. Kandungan senyawa bioaktif yang terkandung di dalam Ganoderma terus dikembangkan dalam pemanfaatannya sebagai obat alternatif. Hal inilah yang menyebabkan jamur Ganoderma bebas dari efek samping.Enam spesies Ganoderma ini memiliki karakteristik dengan berbagai potensi kesehatan yang berbedabeda dan berkhasiat sebagai bahan obat. Dari keenam Ganoderma, hanya G. boninense yang memiliki toksisitas terhadap larva udang Artemia salina.Kata Kunci: Tipe-tipe Ganoderma sp, karakteristik fisik, senyawa bioaktif, manfaat Ganoderma sp. bagi kesehatanABSTRACTIn the world, the fungus Ganoderma has been known as a medicinal mushroom. Ganoderma is known as Lingzhi or Reishi mushroom. From 2000 Ganoderma species, only six species that have been studied have a potential effect on health, namely G. lucidum, G. applanatum, G. tsugae, G. oregonense, G. boninense, and G. neojapanicum. The content of bioactive compounds contained in Ganoderma continue to be developed in their usage as an alternative medicine. This is what causes the fungus Ganoderma is free from side effects. Six speciesof Ganoderma has characteristics with various health potentials that vary and efficacious as a drug ingredient. Of the six Ganoderma, only G. boninense has toxicity to the shrimp larvae of Artemia salina.Keywords: Types of Ganodermasp., physical characteristics, bioactive components, health benefits of Ganoderma sp.

Page 1 of 10 | Total Record : 93