cover
Contact Name
Ronny Prasetyo
Contact Email
apsrj.policejournal@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
apsrj.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jl. Sultan Agung No.131, Candi Baru, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Advances in Police Science Research Journal
ISSN : 27224864     EISSN : 27224872     DOI : -
Advances in Police Science Research Journal (Adv. Police Sci. Research J.) (ISSN Online 2722-4872 ISSN Print 2722-4864) merupakan jurnal double blind peer-reviewed journal yang terbit tiap bulan, diterbitkan oleh Akademi Kepolisian Indonesia. Jurnal ini memuat artikel-artikel hasil penelitian berkaitan dengan kajian ilmu kepolisian dalam berbagai perspektif, baik sosial, hukum, kebudayaan, politik, ekonomi, teknologi, maupun pertahanan dan keamanan. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, mahasiswa, pemangku kebijakan, dan masyarakat dalam memberikan masukan bagi pengembangan studi ilmu kepolisian di Indonesia dan dalam konteks global. Advances in the Police Science Research Journal (Adv. Police Sci. Research J.) (ISSN Online 2722-4872 ISSN Print 2722-4864) is a double-blind peer-reviewed journal, published monthly, published by the Indonesian National Police Academy. This journal contains research articles relating to the study of police science in various perspectives, both social, legal, cultural, political, economic, technological, as well as defense and security. This journal aims to be a forum for researchers, academics, students, policymakers, and the public to provide input for the development of police science studies in Indonesia and in a global context.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 169 Documents
Keefektifan Game Petualangan Baseta untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Uji Teori Calon Pemohon SIM C di Wilayah Hukum Polres Jepara: The Effectiveness of the Baseta Adventure Game to Improve Understanding of Theory Test Material for Applicant Candidates for Driving License C in the Jepara Regional Police Jurisdiction Surahman, Irvan
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Akan tetapi banyak masyarakat merasa kesulitan untuk lulus dalam ujian SIM terutama ujian teori karena masyarakat tidak mengerti materi ujian tersebut dan tidak adanya bimbingan atau penyuluhan kepada pemohon SIM sebelum ujian SIM. Game Petualangan Baseta merupakan sebuah media belajar bagi masyarakat yang berisi tentang soal-soal uji teori SIM dengan dikemas dalam bentuk game adventure, selain bisa menambah wawasan tentang berlalu lintas game ini juga bermanfaat sebagai media belajar untuk menghadapi uji teori SIM. Game ini sejalan dengan program PROMOTER yaitu “Peningkatan Pelayanan Publik yang Lebih Mudah Bagi Masyarakat dan Berbasis Teknologi Informasi”. Dengan adanya inovasi tersebut, penelitian ini dilakukan guna mengetahui ada atau tidak peningkatan pemahaman materi uji teori SIM C setelah memainkan game petualangan Baseta. Pertama, peneliti mendeskripsikan game tersebut sebagai sumber belajar lalu peneliti melakukan eksperimen terhadap 15 orang calon pemohon SIM C untuk belajar dengan Game Petualangan Baseta ini. Setelah hasil ekperimen didapat lalu peneliti menganalisa bagaimana agar Game Petulalangan Baseta ini efektif serta menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi game tersebut. Kesimpulannya Game petualangan Baseta ini efektif untuk meningkatkan pemahaman materi uji teori SIM C bila dijadikan media pembelajaran oleh calon pemohon SIM. Faktor yang mempengaruhi game ini diantaranya adalah perkembangan teknologi, nilai budaya setempat, ekonomi pada umumnya dan keadaan pengguna. Driving License (SIM) is proof of registration and identification given by the National Police to someone who has fulfilled administrative requirements, is physically and mentally healthy, understands traffic rules and is skilled at driving a motorized vehicle. However, many people find it difficult to pass the SIM test, especially the theory test because people do not understand the exam material and there is no guidance or counseling to the SIM applicant before the SIM exam. Baseta Adventure Game is a learning media for the community that contains questions about the theory of SIM tests with packaged in the form of adventure games, in addition to being able to add insight about the game traffic is also useful as a learning medium for dealing with SIM theory tests. This game is in line with the PROMOTER program, namely "Improving Public Services Easier for Society and Based on Information Technology". With this innovation, this research was conducted to find out whether or not there was an increase in understanding of the SIM C theory test material after playing the Baseta adventure game. First, the researcher described the game as a learning resource and then the researchers conducted an experiment with 15 prospective SIM C applicants to study with this Baseta Adventure Game. After the experimental results are obtained then the researcher analyzes how to make the Baseta Petulalangan Game effective and analyzes the factors that influence the game. In conclusion, this Baseta adventure game is effective in increasing understanding of the SIM C theory test material if it is used as a learning medium by potential SIM applicants. Factors that influence this game include technological developments, local cultural values, the economy in general and the state of the user.
Optimalisasi Patroli Sabhara Dalam Mencegah Curanmor di Wilayah Hukum Polres Klaten: Optimization of Sabhara Patrol in Prevention Motorized Vehicle Theft in the Jurisdiction of Klaten District Police Department Ramadhan, Kevin Fahri
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka Curanmor di wilayah hukum Polres Klaten. Hal ini berkaitan dengan belum optimalnya pelaksanaan patroli oleh Satuan Sabhara untuk mencegah terjadinya kejahatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pelaksanaan patroli Satuan Sabhara Polres Klaten, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan patroli, dan mengetahui upaya mengoptimalkan Patroli Sabhara Polres Klaten dalam mencegah Curanmor. Penelitian ini menggunakan teori dan konsep yang relevan dengan judul penelitian, antara lain konsep optimalisasi, konsep patroli, konsep sabhara, konsep Curanmor, teori manajemen, dan teori analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian lapangan (field research). Sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah sumber data primer berupa hasil wawancara dengan berbagai narasumber dan sumber data sekunder berupa buku-buku dan dokumen yang berkaitan dengan skripsi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan penelitian, yaitu pelaksanaan patroli Satuan Sabhara Polres Klaten telah melalui 3 tahapan sesuai dengan prosedurnya, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengakhiran. Faktor-faktor yang mempengaruhi berasal dari internal maupun eksternal. Faktor-faktor tersebut ada yang bersifat mendukung yaitu kendaraan yang dimiliki sabhara Polres Klaten sudah memadai dan dalam kondisi baik. Terdapat juga faktor yang menghambat yaitu kurangnya jumlah personel, kemampuan personel yang masih kurang, dan BBM yang kurang. Upaya Mengoptimalkan Patroli oleh satuan Sabhara dalam mencegah Curanmor Di Wilayah Hukum Polres Klaten Adalah dengan melaksanakan empat bentuk patroli polisi, yaitu patroli jalan kaki, patroli bersepeda, patroli roda dua, dan patroli roda empat. Patroli tersebut dilakukan dengan menggunakan metode patroli dialogis. This research is motivated by the high number of Curanmor in the Klaten police area. This is related to the non-optimal implementation of patrols by the Sabhara Unit to prevent the occurrence of these crimes. The purpose of this study is to describe the implementation of the Patrol Sabhara Unit of the Klaten Police Station, find out the factors that influence the implementation of the patrol, and find out the efforts to optimize the Patrol Sabhara Patrol Unit in preventing Curanmor. This study uses theories and concepts that are relevant to the title of the research, including optimization concepts, patrol concepts, Sabhara concepts, Curanmor concepts, management theories, and SWOT analysis theories. This research uses a qualitative approach and uses field research methods. Data sources taken in this study are primary data sources in the form of interviews with various sources and secondary data sources in the form of books and documents related to the thesis. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research resulted in research findings, namely the implementation of the Klaten Sabhara Police Unit patrol through 3 stages in accordance with the procedure, namely the preparatory stage, the implementation stage, and the termination stage. The influencing factors come from internal and external. These factors are supportive, namely that the vehicle owned by the Klaten Police Station is adequate and in good condition. There are also inhibiting factors, namely the lack of personnel, the ability of personnel who are still lacking, and the lack of fuel. Efforts to Optimize Patrol by the Sabhara unit in preventing Curanmor in the Klaten Police Precinct are to carry out four forms of police patrol, namely walking patrol, cycling patrol, two-wheeled patrol, and four-wheeled patrol. The patrol is carried out using the dialogical patrol method.
Optimalisasi Patroli Satuan Sabhara dalam Mencegah Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan di Wilayah Hukum Polres Klaten: Optimization of Sabhara Unit Patrols in Preventing Crime of Theft with Weights in the Klaten PoliceJurisdiction Andreaz, Lucky
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka pencurian dengan pemberatan di Kabupaten Klaten setiap tahunnya berkaitan dengan belum optimalnya pelaksanaan patroli oleh Satuan Sabhara Polres Klaten untuk mencegah terjadinya tindak pidana tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pelaksanaan patroli Satuan Sabhara Polres Klaten, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi patroli Sabhara, dan mengetahui bentuk optimalisasi patroli yang dilakukan untuk mencegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan oleh Satuan Sabhara Polres Klaten. Penelitian ini menggunakan teori dan konsep yang relevan dengan judul penelitian, antara lain konsep optimalisasi, konsep patroli, konsep pencurian dengan pemberata, teori manajemen, dan teori analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian lapangan (field research). Sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah sumber data primer berupa hasil wawancara dengan berbagai narasumber dan sumber data sekunder berupa buku-buku dan dokumen yang berkaitan dengan skripsi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan penelitian, yaitu pelaksanaan patroli Satuan Sabhara Polres Klaten telah melalui 3 tahapan sesuai dengan prosedur, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran, namun belum optimal dikarenakan masih tingginya angka pencurian dengan pemberatan. Faktor-faktor penghambat pelaksanaan patroli di Polres Klaten antara lain kurangnya subsidi BBM dan personil patroli, kondisi sosial masyarakat Klaten, dan kurangnya partisipasi dari masyarakat. Optimalisasi yang dilakukan adalah melakukan patroli dialogis, dan mengintensifkan patroli siang hari serta melakukan patroli subuh. Saran yang diberikan peneliti adalah memaksimalkan kerjasama dengan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dan Bhabinkamtibmas sebagai pelaksana tugas yang langsung berdekatan dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait keamanan lingkungan. The high rate of theft by weighting in Klaten District each year is related to the suboptimal implementation of patrols by the Klaten Police Station Sabhara Unit to prevent such crime. The purpose of this study is to describe the patrol implementation of the Klaten Sabhara Police Unit, to know the factors that influence the optimization of the Sabhara patrol, and to determine the form of patrol optimization carried out to prevent criminal acts of theft by weighting by the Sabhara Police Unit in Klaten. This study uses theories and concepts relevant to the title of the study, including the concept of optimization, the concept of patrol, the concept of theft with a civil servant, management theory, and SWOT analysis theory. This research uses a qualitative approach and uses field research methods. Data sources taken in this study are primary data sources in the form of interviews with various sources and secondary data sources in the form of books and documents related to the thesis. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research resulted in research findings, namely the implementation of the Klaten Sabhara Police Unit patrol through 3 stages in accordance with procedures, namely the stages of preparation, implementation, and termination, but not yet optimal due to the high number of theft with ballast. Factors that hamper patrol implementation at the Klaten Police Station include the lack of fuel subsidies and patrol personnel, the social conditions of the Klaten community, and the lack of community participation. Optimization is carried out by conducting dialogical patrols, and intensifying daytime patrols and conducting dawn patrols. The advice given by researchers is to maximize collaboration with the Community Police Partnership Forum and Bhabinkamtibmas as the executor of tasks that are directly adjacent to the community to obtain information related to environmental safety.
Upaya Bhabinkamtibmas dalam Mencegah Perkara Pelecehan Seksual oleh Anak di Wilayah Hukum Polres Purbalingga: Bhabinkamtibmas’s Efforts to Prevent Cases of Sexual Abuse by Children in the Jurisdiction of the Purbalingga District Police Pratama, Lutfi Arinugraha
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang permasalahan penelitian ini timbul karena adanya peningkatan perkara pelecehan seksual oleh anak dari tahun 2015 sebanyak 7 kasus menjadi 8 kasus di tahun 2016. Oleh karena itu, maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tugas Bhabinkamtibmas, faktor – faktor yang menghambat serta bagaimana upaya Bhabinkamtibmas yang telah dilakukan dalam mencegah perkara pelecehan seksual oleh anak. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian yang berupa studi kasus serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa Bhabinkamtibmas di wilayah Purbalingga mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya dikarenakan kurangnya personel dan sarana prasarana. Anggota Bhabinkamtibmas di wilayah Purbalingga mengeluh karena mereka dalam membina desa bisa mencapai 3 desa binaannya, padahal dominannya satu Bhabinkamtibmas mengemban satu desa. Sarana prasarana juga tidak tersedia untuk Bhabinkamtibmas dalam melaksanakan tugas seperti komputer untuk pendataan warga, lalu alat transportasi untuk Bhabinkamtibmas patroli dan berkunjung ke warga – warga binaannya dan dapat mengimplementasikan program 3 in 1 Bhabinkamtibmas dengan tidak ada hambatan serta ruangan khusus apabila ada warga masyarakat terjadi konflik dan dapat di mediasi secara musyawarah. Berdasarkan pembahasan dari hasil temuan tersebut, maka penulis menyimpulkan beberapa hal diantaranya (1) Kapolres Purbalingga harus meminta tambahan personel khususnya anggota Bhabinkamtibmas oleh pimpinan agar pelaksanaan tugas di lapangan tidak ada kesulitan, (2) Memberikan sarana dan prasarana kepada petugas Bhabinkamtibmas agar dalam pelaksanaan tugasnya tidak mengalami kesulitan dan hambatan, (3) Perlunya dikjur/pelatihan bagi Bhabinkamtibmas terkait dalam melaksanakan tugasnya untuk menjaga kamtibmas. The background of this research problem arises because of the increase in cases of child sexual abuse from 2015 by 7 cases to 8 cases in 2016. Therefore, a study was conducted to find out the task of Bhabinkamtibmas, factors that hinder and how Bhabinkamtibmas efforts which has been done in preventing cases of child sexual abuse. This research was conducted with a qualitative approach and using research methods in the form of case studies and data collection techniques with interviews, observations and document review. The results of the study found that Bhabinkamtibmas in the Purbalingga region had difficulty carrying out their duties due to the lack of personnel and infrastructure. Bhabinkamtibmas members in the Purbalingga region complained that in developing their village they could reach 3 of their target villages, even though the dominance of one Bhabinkamtibmas carries one village. Infrastructure facilities are also not available for Bhabinkamtibmas in carrying out tasks such as computers for community data collection, transportation for Bhabinkamtibmas to patrol and visit its fostered residents and can implement a 3 in 1 Bhabinkamtibmas program with no obstacles and special rooms when there are community conflicts. and can be mediated by deliberation. Based on the discussion of these findings, the authors conclude several things including (1) the Police Chief of Purbalingga must ask for additional personnel, especially members of Bhabinkamtibmas by the leadership so that the implementation of tasks in the field is no difficulty, (2) Providing facilities and infrastructure to Bhabinkamtibmas officers so that in carrying out their duties not experiencing difficulties and obstacles, (3) The need for education / training for the relevant Bhabinkamtibmas in carrying out their duties to maintain kamtibmas.
Upaya Satuan Reskrim Polres Kebumen Dalam Penyelesaian Perkara Pidana Melalui Restorative Justice Guna Memenuhi Rasa Kemanfaatan dan Keadilan Masyarakat dalam Studi Kasus Tindak Pidana Penipuan Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil BKD Pemerintah Wilayah : The efforts of the Kebumen Police Criminal Unit in the Settlement of Criminal Cases through Restorative Justice to Fulfill a Sense of Public Benefit and Justice in a Case Study of the Criminal Act of Fraud Recruitment of Prospective Civil Serva Darmawan, Muhammad Indra Putera
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penegakan hukum yang lama dianggap sudah tidak dapat dilaksanakan kembali dikarenakan masyarakat lebih membutuhkan rasa kemanfaatan dan keadilan dibandingkan kepastian hukum. Dalam skripsi ini, penulis membahas tentang upaya Satuan Reskrim Polres Kebumen dalam penyelesaian perkara pidana melalui restorative justice guna memenuhi rasa kemanfaatan dan keadilan masyarakat. Adanya perbedaan proses penyelesaian perkara antara retributive dengan restorative. Proses penyelesaiannya diatur dalam standar operasional tertentu dan bertolak belakang dengan aturan formal yang ada. Namun timbul beberapa pandangan negatif dari masyarakat terkait penyelesaiannya. Tujuan penelitian ini meliputi, mengetahui gambaran pelaksanaan restorative justice yang tidak hanya dilakukan pada kasus delik aduan melainkan juga pada kasus delik murni; mengetahui faktor yang mempengaruhi penyidik dalam pelaksanaannya; dan mengetahui upaya kedepan terkait pelaksanaan restorative justice. Dengan berlandaskan Teori Ultimum Remedium dan Teori Social Jurisprudence didalamnya. Kemudian dikembangkan dalam konsep penyelesaian perkara pidana, restorative justice, Diskresi Kepolisian, Konsep kemanfaatan dan keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur guna menggali fakta lebih dalam. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan hasil wawancara, pengamatan dan data dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adanya aturan hukum yang belum jelas dan penggunaan aturan yang tidak sesuai dengan isi dari penerapan standar operasional pelaksanaan restorative justice. Simpulan dari data diatas hal ini sangat dibutuhkan masyarakat namun adanya kekurangan dari dasar hukum yang mengaturnya. Dibutuhkan legalisasi aturan hukum yang jelas dan perbaikan terhadap pelaksanaan penegakan hukum restorative. Dikawatirkan akan berdampak negatif yang berkelanjutan di masa yang akan datang baik untuk organisasi maupun masyarakat. The old law enforcement process was deemed unable to be carried out again because the community needed a sense of expediency and justice rather than legal certainty. In this thesis, the author discusses the efforts of Kebumen Police Criminal Unit in the resolution of criminal cases through restorative justice in order to fulfill the sense of benefit and justice of the community. There is a difference in the case settlement process between retributive and restorative. The settlement process is regulated in certain operational standards and contrary to existing formal rules. However, a number of negative views have emerged from the community regarding its resolution. The purpose of this study includes, knowing the description of the implementation of restorative justice which is not only done in the complaint offense but also in the case of pure offense; know the factors that influence the investigator in their implementation; and knowing future efforts related to the implementation of restorative justice. Based on the Ultimum Remedium Theory and Social Jurisprudence Theory therein. Then developed in the concept of settlement of criminal cases, restorative justice, Police Discretion, Concepts of expediency and justice. This study uses a qualitative approach with structured and unstructured interviews in order to dig deeper facts. Data analysis in this study uses the results of interviews, observations and documentation data. The research findings show that there are unclear legal rules and the use of rules that are not in accordance with the contents of the implementation of operational standards in the implementation of restorative justice. The conclusion from the above data is very much needed by the community, but there is a lack of legal basis governing it. Legalization of clear legal rules and improvements to the implementation of restorative law enforcement are needed. It is feared that it will have a continuing negative impact in the future both for the organization and the community.
Peran Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo dalam Menekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas: The Role of Dikyasa Traffic Unit Police of Purworejo Regional Police in Suppressing Traffic Accident Rates Fakhrudiyanto, Naufal
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah tentang peran unit dikyasa satuan lalu lintas polres purworejo dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Fokus kajian ini dipandang penting dilakukan sebab unit dikyasa merupakan peran sentral dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ada tiga persoalan yang diajukan dalam penelitian ini, yakni tentang; (1) Bagaimana gambaran umum kegiatan Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo?, (2) Bagaimana peran unit dikyasa dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas?, (3) Apa saja faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan unit dikyasa dalam menekan jumlah kecelakaan lalu lintas? Pisau analisis yang digunakan untuk menganalisis tiga persoalan tersebut adalah konsep Dikmas Lantas, teori peran, teori komunikasi sosial, unsur-unsur manajemen, teori manajemen P.O.A.C, Standar Operasional Prosedur tentang Penerangan Masyarakat, konsep kecelakaan lalu lintas, konsep unit diyasa. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data secara observasi, dokumentasi data dan melakukan wawancara. Hasil temuan penelitian ini di ketahui bahwa (1) Kegiatan Unit dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo dalam memberikan dikmas lantas kurang tepat sasaran. (2) Peran yang dilaksanakan oleh Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo sudah sesuai dengan yang seharusnya walaupun pada faktanya belum bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purworejo. (3) Faktor yang mempengaruhi kegiatan Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo dalam memberikan dikmas lantas adalah faktor jumlah personil, faktor anggaran, faktor sarana dan prasarana. Dari temuan penelitian tersebut, disarankan Kapolres Purworejo memberikan tembusan ke Mabes Polri tentang memperbantukan tugas unit dikyasa pada tingkat polres ke satuan lalu lintas. The focus of this research is about the role of units in the Purwakarta police traffic police unit in reducing the number of traffic accidents. The focus of this study is considered important because the unit is believed to be a central role in efforts to reduce the number of traffic accidents. There are three issues raised in this study, namely about; (1) What is the general description of Purworejo Regional Police Traffic Unit Unit?? (2) What is the role of the unit in charge of suppressing the number of traffic accidents? The analysis knife used to analyze these three problems is the Dikmas Lantas concept, role theory, social communication theory, management elements, P.O.A.C management theory, Standard Operating Procedures on Community Information, the concept of traffic accidents, the concept of DIY units. The research method used in this study is to use a qualitative approach with observational data collection techniques, data documentation and conducting interviews. The findings of this study are known that (1) the Unit Activity of the Purworejo Regional Police Traffic Unit in providing Community Services was then not on target. (2) The role carried out by the Purworejo Regional Police Traffic Unit Unit is in accordance with what is supposed to be even though in fact it has not been able to reduce the number of traffic accidents in Purworejo Regency. (3) Factors that influence the activities of the Purworejo Regional Police Traffic Unit Unit in providing community education then are factors in the number of personnel, budget factors, facilities and infrastructure factors. From these research findings, it is recommended that the Purworejo District Police Chief provide a copy to the National Police Headquarters about assigning assigned unit tasks at the police station level to traffic units.
Upaya Patroli Dialogis Unit Patroli Satuan Sabhara dalam Mencegah Tindak Pidana Curanmor di Wilayah Hukum Polres Cilacap: The Dialogical Patrol Efforts of the Sabhara Unit Patrol in Preventing Criminal Acts of Motorized Vehicle Theft in the Jurisdiction of the Cilacap Regional Police Department Pratama , Redho Rizki
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencurian kendaraan bermotor roda dua saat ini merupakan kejahatan yang sering terjadi di wilayah Polres Cilacap. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah dengan melakukan patroli dialogis di daerah-daerah rawan yang sering terjadi tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor dan dilakukan dengan modus operandi yang berbeda. Kepolisian selaku lembaga pengayom masyarakat memiliki satuan Sabhara dalam hal patroli guna mencegah terjadinya suatu tindakan kriminalitas, memberikan rasa aman, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Pelaksanaan patroli dialogis oleh satuan sabhara polri meliputi patroli jalan kaki, patroli bersepeda, patroli bermotor R2 dan R4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di wilayah hukum Polres Cilacap, yang dilakukan pada bulan Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya patroli diaologis unit patroli satuan Sabhara Polres dalam mencegah tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polres Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan patroli dialogis, faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan patroli dialogis unit patroli satuan Sabhara dalam mencegah tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polres Cilacap. Berdasarkan hasil telaah maka penelitian ini menyimpulkan bahwa kejahatan pencurian kendaraan bermotor semakin hari semakin meningkat. Faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya curanmor terdiri dari dua faktor yaitu pendukung dan penghambat. Satuan Sabhara dapat berperan secara preventif dan represif dalam mengurangi pencurian kendaraan bermotor dengan cara melakukan patroli dialogis dan patroli rutin di tempat-tempat rawan seperti tempat keramaian / rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tempat rawan kriminalitas, serta tempat kegiatan masyarakat. The theft of two-wheeled motor vehicles is now a crime that often occurs in the Cilacap Regional Police Station. Various efforts undertaken by the police are by conducting dialogical patrols in vulnerable areas which often occur crime of motor vehicle theft and carried out with a different modus operandi. The police as a community protection institution has a Sabhara unit in terms of patrolling to prevent an act of crime, providing a sense of security, protection and protection to the community. The implementation of dialogic patrols by the Sabhara National Police Unit included walking patrols, cycling patrols, R2 and R4 motorized patrols. This study uses a qualitative approach with a research location in the jurisdiction of the Cilacap Police Station, which was conducted in March 2017. This study aims to determine the efforts of the patrol unit of the Sabhara Polres unit in preventing the criminal acts of curanmor in the jurisdiction of the Cilacap Regional Police. This study aims to determine the implementation of dialogical patrols, what factors influence the implementation of the dialogical patrol unit Sabhara unit in preventing criminal acts of curanmor in the jurisdiction of the Cilacap Regional Police Station. Based on the results of the study, this study concluded that the crime of theft of motorized vehicles is increasingly increasing. Factors underlying the occurrence of curanmor consist of two factors, namely supporting and inhibiting. The Sabhara Unit can play a preventive and repressive role in reducing motor vehicle theft by conducting dialogic patrols and routine patrols in vulnerable areas such as crowded places / traffic violations and traffic accidents, crime-prone places, and places of community activity.
Pengaruh Kompetensi dan Integritas Terhadap Kinerja Personel Satuan Lantas Polres Cilacap: Influence of Competence and Integrity on the Performance of Personnel of the Cilacap Regional Traffic Police Unit Panggabean, Rio Rinaldy
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangani oleh permasalahan kinerja yang terjadi di Institusi Polri khususnya di Satuan Lalu-lintas. Reseacrh dari WHO menunjukkan bahwa Kinerja Institusi Polri khususnya Satuan Lalu-lintas belum optimal. Kompetensi dan Integritas digunakan sebagai variabel bebas, sedangkan kinerja sebagai variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompetensi dan integritas terhadap tingkat kinerja personel Satuan Lalu-lintas Polres Cilacap. Beberapa peneliti terdahulu Rizal, dkk. (2013) dan Zaim, Fatif, dan Faruk (2013) menunjukkan adanya pengaruh positif kompetensi terhadap kinerja. Disisi lain, Lotuni, dkk (2014) dan Erkutlu dan Chafra (2015) menunjukkan adanya pengaruh positif integritas terhadap kinerja. Sebelum dilakukan penelitian, dilaksanakan Pilot Project terhadap 30 personel Satuan Sabhara Polres Cilacap. Penelitian ini melakukan survei pada seluruh personel Satuan Lalu-lintas Polres Cilacap yang berjumlah 104 orang. Desain penelitian ini adalah penelitian terapan pada permasalahan kinerja di Polres Cilacap dengan cross-sectional. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan program AMOS. Hasil dari penelitian ini adalah kompetensi dan integritas sama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja Satuan Lalu-lintas Polres Cilacap. Rekomendasi penelitian ini adalah dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap sampel yang lebih besar dengan melibatkan seluruh fungsi kepolisian sehingga model SEM yang didapat akan lebih baik. This research is motivated by performance issues that occur at the National Police Institution, especially at the Traffic Unit. Reseacrh from WHO shows that the performance of Polri Institutions especially the Traffic Unit is not optimal. Competence and Integrity are used as independent variables, while performance is the dependent variable. This study aims to examine the effect of competence and integrity on the performance level of the Cilacap Police Traffic Unit personnel. Previous researchers Rizal et al. (2013) and Zaim, Fatif, and Faruk (2013) showed the positive influence of competence on performance. On the other hand, Lotuni, et al (2014) and Erkutlu and Chafra (2015) showed a positive effect of integrity on performance. Prior to the research, a Pilot Project was carried out on 30 personnel from the Cilacap Regional Police Station. This study conducted a survey of all 104 Cilacap Police Traffic Unit personnel. The design of this study is applied research on performance problems in the Cilacap District Police with cross-sectional design. The analysis in this study uses the Structural Equation Model (SEM) using the AMOS program. The results of this study are that competence and integrity have a positive effect on the performance of the Cilacap Regional Police Traffic Unit. The recommendation of this research is to conduct further research on a larger sample involving all police functions so that the SEM model obtained will be better.
Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Kinerja Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan (Studi Tentang Penggunaan Whatsapp) Meirika, Riski
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 2 (2017): February, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Whatsapp merupakan suatu aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan menggunakan paket data internet tanpa harus membayar biaya SMS. Pemanfaatan media komunikasi dikandung maksud dan tujuan untuk meningkatkan kinerja anggota kepolisian. Adanya pemanfaatan Whatsapp ini didasari oleh Program Promoter Kepala Kepolisian Republik Indonesia yaitu “Peningkatan Pelayanan Publik yang Lebih Mudah Bagi Masyarakat dan Berbasis Teknologi Informasi.”, dengan harapan kinerja anggota kepolisian dapat menjadi semakin baik. Jauhnya jarak antar Polsek dengan Polres di wilayah kabupaten Pekalogan membuat Bhabinkamtibmas yang memiliki tanggung jawab di wilayah Polsek masing-masing kesulitan untuk berkomunikasi dengan Kasat Binmas yang ada di Polres Pekalongan. Semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas terkait dengan tugas pokoknya merupakan prestasi kerja bagi Bhabinkamtibmas, untuk dapat tercatatnya prestasi ini maka dibutuhkan suatu media komunikasi yang dapat secara cepat menyampaikan informasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui PENGARUH MEDIA KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA BHABINKAMTIBMAS POLRES PEKALONGAN (Studi Tentang Penggunaan Whatsapp). Untuk menjawab permasalahan di atas, teori media komunikasi dioprasionalkan sesuai dengan fungsi media komunikasi yang meliputi efektivitas, efisiensi, konkret, dan motivatif menjadi variabel independen (X). Kemudian diuji pengaruhnya terhadap variable dependen (Y), yaitu kinerja Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan, yang menggunakan Perkap No. 16 th.2011 mengenai sistem manajemen kinerja. Penelitian dilaksanakan terhadap Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei. Pengambilan sampel dengan sampling jenuh terhadap seluruh anggota Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan yang berjumlah 67 orang. Analisis data menggunakan statistik, meliputi uji instrumen, normalitas dan asumsi klasik, dilanjutkan analisis regresi sederhana serta uji signifikansi (pengaruh) terhadap hipotesis. Kesimpulan dalam penelitian ini menemukan bahwa variable Pemanfatan Whatsapp sebagai Media Komunikasi (X) berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan (Y) serta kekuatan hubungan antara variabel X dan Y sebesar 12,2%.
Peran Bhabinkamtibmas Polsek Margorejo Dalam Mencegah Tindak Pidana Curanmor Di Wilayah Hukum Polres Pati Putra, Ryan Tiantoro
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 2 (2017): February, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tindak pidana curanmor di kecamatan Margorejo kabupaten Pati, menyebabkan masyarakat menuntut terhadap peran Polisi yang selalu hadir di tengah masyarakat. Untuk menjawab tuntutan tersebut satuan Binmas Polsek Margorejo melalui para Bhabinkamtibmas yang dalam hal ini memiliki peran sebagai garda terdepan dalam berhadapan langsung dengan masyarakat Margorejo. Sesuai dengan tugasnya untuk menjaga Kamtibmas Bhabinkamtibmas harus menjalankan perannya sebagai pembina, pembimbing, pendidik masyarakat. Rumusan masalah yang menjadi permasalahan yaitu, bagaimana peran Bhabinkamtibmas polsek Margorejo dalam mencegah tindak pidana curanmor di wilayah hukum polres Pati, pelaksanaan peran Bhabinkamtibmas polsek Margorejo dalam mencegah tindak pidana curanmor di wilayah hukum polres Pati dan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah tindak pidana curanmor di wilayah hukum polres Pati. Pendekatan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Dimana data yang didapat melalui wawancara dan studi dokumen kemudian dalam menganalisa serta membahas peran menggunakan teori aktifitas rutin Lawrence Cohen, teori peran (Rhole theory) Bidle dan Thomas, dan teori manajemen POAC menurut George R. Terry dan lima konsep yaitu konsep peran, konsep Bhabinkamtibmas, konsep pencegahan, konsep curanmor, dan konsep kamtibmas. Peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah tindak pidana curanmor di kecamatan Margorejo dinilai belum optimal. Belum optimalnya peran Bhabinkamtibmas tersebut karena dalam pelaksanaannya menemui berbagai faktor penghambat. Faktor yang menghambat peran Bhabinkamtibmas tersebut terdiri dari kendala internal dan eksternal. Faktor internal meliputi sumberdaya manusia yang kurang memadai, sarana dan prasarana yang tidak mendukung pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas, dan rendahnya motivasi Bhabinkamtibmas dalam melaksanakan tugas di lapangan. Sedangkan faktor eksternal yang menghambat peran Bhabinkamtibmas adalah kultur masyarakat Kecamatan Margorejo yang masih menggunakan mindset lama. Kesimpulan dari pembahasan di atas, kinerja Bhabinkamtibmas masih perlu ditingkatkan baik melalui kualitas dan harus tepat sasaran dalam menentukan tempat yang diberikan penyuluhan kemudian memanfaatkan teknologi seperti media sosial serta bekerja sama dengan instansi samping dan dealer kendaraan yang berada di Margorejo dalam menyampaikan pesan kamtibmas.

Page 1 of 17 | Total Record : 169


Filter by Year

2017 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2021): January, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 9 (2020): September, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 8 (2020): August, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 7 (2020): July, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 6 (2020): June, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 5 (2020): May, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 4 (2020): April, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 3 (2020): March, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 2 (2020): February, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 12 (2020): December, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 11 (2020): November, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 10 (2020): October, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 1 (2020): January, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 9 (2019): September, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 12 (2019): December, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 11 (2019): November, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 10 (2019): October, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 5 (2017): May, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 4 (2017): April, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 3 (2017): March, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 2 (2017): February, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal More Issue