cover
Contact Name
Frangky J. Paat
Contact Email
jurnalsr_agroekotek@unsrat.ac.id
Phone
+62895395272667
Journal Mail Official
jurnalsr_agroekotek@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi , Jl Kampus Bahu, Kec. Malalayang, Manado Sulawesi Utara 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Agroekoteknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : 27970647     DOI : https://doi.org/10.35791/jat.v2i1.34060
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Agroekoteknologi Terapan adalah bagian dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado 95115. Bertujuan untuk mempublikasikan akumulasi dari hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi pertanian terapan (applied agrotechnology).
Articles 19 Documents
PREDICTION OF EROSION BY THE METHOD OF USLE (UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION) Garing, Martha Fera; Lengkong, Edy F.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 2, No 1 (2021): EDISI JANUARI-JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v2i1.34061

Abstract

Soil as a natural resource has been subjected to various pressure along with an increase in the number of human beings. Such pressure has led to a decrease in the quality of the soil that leads to the reduction of the soil's ability to produce. A decrease in the quality of the soil is caused by the process of leaching of nutrients and the process of soil erosion, especially on land - land that does not have closing vegetation. Erosion is the events of emigration land or portions of land from one place to another by nature. Erosion in the event, the ground or parts of the land eroded and transported, are then deposited in other places.Keywords =    erosion; soil. AbstrakTanah sebagai sumber daya alam telah mengalami berbagai tekanan seiring dengan peningkatan jumlah manusia. Tekanan tersebut telah menyebabkan penurunan mutu tanah yang berujung pada pengurangan kemampuan tanah untuk berproduksi. Penurunan mutu tanah disebabkan oleh proses pencucian hara dan proses erosi tanah terutama pada lahan- lahan yang tidak memiliki penutupan vegetasi. Erosi adalah peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Pada peristiwa erosi, tanah atau bagian- bagian tanah terkikis dan terangkut, kemudian diendapkan di tempat lain.Kata kunci =   pengikisan; tanah.
THE APPLICATION OF COMPOST TO INCREASE PRODUCTION POTATO PLANTS (Solanum tuberosum L.) Bannepadang, Abraham Sanda; Ogie, Tommy B.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 1, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34070

Abstract

The potato crop is a horticultural crop production during the times in a season. Indonesia has the production of potatoes is lower if compared with the State of Europe to the other. In developed countries such as the United States, New Zealand, Japan, and the Netherlands, the productivity of the potato range from 33 - 38 tons/ ha. While in Indonesia, the average production of only 15-16 tons/ha. In 2016, the potato plant has a productivity value of 1.2 million tons/ha with an average value of production that amounted to 16 tons/ha. The value is somewhat lower than the European production which has an average value of production of 25.5 tons/ha. Keywords: potato., compost., fertilizer. AbstrakTanaman kentang merupakan tanaman hortikultura yang berproduksi selama satu kali dalam semusim. Indonesia memiliki produksi kentang yang lebih rendah jika dibandingkan dengan Negara bagian Eropa yang lain. Di Negara maju seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, dan Belanda produktivitas kentangnya berkisar 33- 38 ton/ ha. Produksi di Indonesia rata-rata hanya 15-16 ton/ha. Pada tahun 2016, tanaman kentang memiliki nilai produktivitas sebesar 1,2 juta ton/ha dengan nilai rata-rata produksi sebesar 16 ton/ha. Nilai tersebut terbilang rendah dari nilai produksi Eropa yang memiliki nilai rata-rata produksi sebesar 25,5 ton/ha. Kata kunci : kentang., kompos., pupuk.
DISEASE CONTROL USING BIOPESTICIDE ON RICE PLANTS (Oryza sativa L.) Monareh, Jonatan; Ogie, Tommy B.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 1, No 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i1.33978

Abstract

Indonesia is an area that has excellent potential in the agricultural sector, so that at the international level Indonesia is one of the world's largest producers and consumers of rice under China. Rice is a rice-producing food crop commodity that plays an important role in Indonesia's economic life. Rice plant disease is leaf blight caused by bacteria (Xanthomonas campestris pv. Pryzae), tugro disease (tugro virus), pyricularia fungal leaf spot (Pyricularia grisea), stem rot (Helminthosporium sigmoideun), leaf blight (Rhizoctonia solani Kuhn), empty stunts (reget stunts) and grassy stunts (Nuryanto, 2018). loss of agricultural production due to pest attack is ± 30% of the potential yield, and loss of yield due to disease is around 20-25% (Untung, 2010). Keywords: Rice; leaf blight; biopesticides.AbstrakIndonesia merupakan daerah yang memiliki potensi yang sangat baik pada sektor pertanian, sehingga Indonesia di tingkat internasional merupakan salah satu produsen sekaligus konsumen beras terbesar dunia di bawah Cina. Padi merupakan komoditas tanaman pangan penghasil beras yang memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia. Penyakit tanaman padi adalah hawar daun yang disebabkan oleh bakteri (Xanthomonas campestris pv. Pryzae), penyakit tugro (Virus tugro), bercak daun jamur pyricularia (Pyricularia grisea), busuk batang (Helminthosporium sigmoideun), hawar pelepah daun (Rhizoctonia solani Kuhn), kerdil hampa (reget stunt) dan kerdil rumput (grassy stunt) (Nuryanto, 2018). kehilangan hasil produksi pertanian karena serangan OPT ±30% dari potensi hasil, dan kehilangan hasil karena penyakit sekitar 20-25% (Untung, 2010).Kata kunci: Padi; penyakit hawar daun; biopestisida.
PEST ARMYWORMS (Spodoptera frugiperda) ON CORN PLANTS (Zea mays L.) Silap, Brayen; Rante, Caroulus S.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 2, No 1 (2021): EDISI JANUARI-JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v2i1.34066

Abstract

Corn (Zea mays L.) is the main food commodity after the rice has a strategic role in the development of agriculture and the economy. The development of this commodity contributes to the provision of foodstuffs and industrial raw materials. The development of corn on a wider scale can potentially increase the income of farmers and the regional economy. Corn is a source of food, carbohydrates, and protein. Corn has the potential as an alternative food substitute for rice.Keywords:  corn., pests., commodities. AbstrakJagung (Zea mays L.) merupakan komoditas pangan utama setelah padi yang mempunyai peranan strategis untuk pembangunan pertanian dan perekonomian. Pengembangan komoditas ini berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan dan bahan baku industri. Pengembangan jagung dalam skala yang lebih luas dapat berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian daerah. Unsur gizi pada jagung merupakan sumber bahan pangan, karbohidrat dan protein. Jagung berpotensi sebagai bahan pangan alternatif pengganti padi.Kata kunci :  jagung., hama., komoditas.
INFLUENCE OF PRUNING THE LEAVES TO THE PRODUCTION OF CORN PLANTS (Zea mays L.) Dolot, Kelvin; Tumbelaka, Selvie
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 2, No 1 (2021): EDISI JANUARI-JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v2i1.34060

Abstract

Corn plants (Zea mays L.) is a plant cereals important in the world. Maize ranks third after rice and wheat, while in Indonesian, corn ranks second after rice. Corn contains nutrients which are very high, especially carbohydrates contained in the seeds of corn exceeds the carbohydrates that exist in rice. Demand for corn increases from year to year, while the increase in production is not as fast as the surge needs. Corn production in Indonesian is not stable, many factors that influence it, among others, the varieties used, pests and diseases, and the cultivation technique is not adequate. The energy of sunlight absorbed the leaves of the plant is proportional to the leaf area that receives sunlightKeywords: pruning; corn.AbstrakJagung (Zea mays L.) merupakan tumbuhan serealia penting di dunia. Jagung menempati urutan ketiga setelah padi dan gandum, sedangkan di Indonesia jagung menempati urutan kedua setelah padi. Jagung mengandung zat gizi yang sangat tinggi, terutama karbohidrat yang terkandung di dalam biji jagung melebihi karbohidrat yang ada dalam padi. Permintaan jagung dari tahun ke tahun meningkat, sedangkan kenaikan produksi tidak secepat lonjakan kebutuhan. Produksi jagung di Indonesia tidak stabil, banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain, varietas yang digunakan, hama dan penyakit, dan teknik budidaya yang belum memadai. Teknik pemangkasan efektif untuk meningkatkan produksi. Energi sinar matahari yag diserap daun tanaman proporsional terhadap luas daun yang menerima sinar matahari. Kata kunci:  pemangkasan;  jagung.
PEST CONTROL Thrips sp. USING TRAP COLOR ON THE PLANTS of RED PEPPER (Capsicum annum L.) Ngilamele, Wadilkota; Pinaria, Arthur G.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 1, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34071

Abstract

Red pepper (Capsicum annum L.) is one kind of important vegetable that has high economic value and is suitable to be developed in tropical areas such as Indonesia. Pepper is largely used for household consumption and partly for export in the form of dry, sauce, flour, and others. Specifically in the Province of North Sulawesi, red pepper including one commodity crop of vegetables featured is the needs of the community of North Sulawesi chili is very high. The commodity cultivated on dry land both the highlands and the lowlands. Productivity of pepper plants can be reduced caused by the disruption of a variety of Plant pests (OPT), one of which is the insect pests of the Order Thysanoptera, family Thripidae, better known by the name of Thrips sp. Keywords: Thrips sp., red pepper. AbstrakCabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan di daerah tropika seperti di Indonesia. Cabai sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga dan sebagiannya untuk ekspor dalam bentuk kering, saus, tepung dan lainnya. Khusus di Provinsi Sulawesi Utara, cabai merah termasuk salah  satu komoditi tanaman sayuran unggulan karena kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara akan cabai sangat tinggi. Komoditi cabai banyak diusahakan di lahan kering baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Produktivitas tanaman cabai dapat berkurang disebabkan oleh gangguan berbagai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya yaitu serangga hama dari Ordo Thysanoptera, famili Thripidae atau yang lebih dikenal dengan nama Thrips sp.Kata kunci : Thrips sp., cabai merah.
IMMERGING SOLUTION (PULSING) ON Chrysanthemum CUTTING FLOWER Soleman, Agnesia Yolanda; Polii, Bobby J.V.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 1, No 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i1.33980

Abstract

Post-harvest handling is important to increase vase life and maintain the freshness of cut chrysanthemums. Cut flowers are very sensitive to physical and chemical damage, and pathogenic infections, and pest attacks during and after harvest. Supplementation of water and nutrients from outside is used as an additional source of energy for the survival of the flowers after harvesting. The role of a freshener solution in cut flowers is to provide a nutritional replacement after the flowers are cut from the parent plant so that their freshness can be maintained. The main component that must be present in the preservative solution is sugar as an energy source for metabolic processes, acidic substances such as citric acid are used to reduce the pH of the solution to 3 - 4.5 so as to increase the absorption of the solution by cut flower stalks, and the addition of germicides for antibacterial.Keywords: Flower; soaking; Chrysanthemum; Post-harvestAbstrakPenanganan pascapanen sangat penting untuk meningkatkan vase life dan mempertahankan kesegaran krisan potong. Bunga potong sangat peka terhadap kerusakan fisik maupun kimia, dan infeksi patogen serta serangan hama selama dan setelah panen. Pemberian pengganti air dan nutrisi dari luar digunakan untuk tambahan sumber energi bagi kelangsungan hidup bunga setelah pemanenan. Peranan larutan penyegar pada bunga potong adalah untuk memberikan pengganti nutrisi setelah bunga dipotong dari induk tanaman sehingga kesegarannya dapat dipertahankan. Komponen utama yang harus ada dalam larutan pengawet adalah gula sebagai sumber energi untuk berlangsungnya proses metabolisme, zat pengasam seperti asam sitrat digunakan untuk menurunkan pH larutan menjadi 3 - 4,5 sehingga dapat meningkatkan penyerapan larutan oleh tangkai bunga potong, serta penambahan germisida untuk antibakteri.Kata kunci: Bunga; perendam; Chrysanthemum; Pascapanen
THE INFLUENCE OF THE TYPE AND CONCENTRATION OF ZPT ON GROWING MEDIA ON THE GROWTH OF PLANTS ORCHID (Dendrobium sp.) Tanawani, Mersi M.; Lengkong, Edy F.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 1, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34067

Abstract

Plant propagation can be done by generative and vegetative. Generative plant propagation is usually done through seeds and experience natural pollination with the help of the wind or insects. The advantages of generative plant propagation, the plants have root systems that are strong and sturdy, it is easily propagated, and a fruitful period is long. While the drawbacks are like planting is done at the time of the season, the resulting offspring is likely not the same as its parent, the percentage of germinated low and need a long time to germinate and time to bear fruit for longer.Keywords: propagation; growth regulator; Dendrobium sp. AbstrakPerbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Perbanyakan tanaman secara generatif dilakukan melalui biji dan mengalami penyerbukan alami dengan bantuan angin atau serangga. Keunggulan dari perbanyakan tanaman secara generatif yaitu tanaman memiliki sistem perakaran yang kuat dan kokoh, lebih mudah diperbanyak dan jangka waktu berbuah lebih panjang. Sedangkan kekurangannya yaitu seperti penanaman dilakukan pada saat musimnya, keturunan yang dihasilkan kemungkinan tidak sama dengan induknya, persentase berkecambah yang rendah dan membutuhkan waktu yang agak lama untuk berkecambah dan waktu untuk berbuah lebih lama.Kata kunci: perbanyakan;  zpt;  Dendrobium sp.
UTILIZATION OF RICE WASHING WATER AND EGG HELLS AS LIQUID ORGANIC FERTILIZER FOR GROWTH GREEN SAWI (Brassica juncea) Rombe, Nadia J.; Pakasi, Sandra E.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 1, No 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i1.33276

Abstract

Mustard greens (Brassica juncea) are a type of vegetable that is popular with people because of their delicious taste, easy access, easy cultivation, and high economic value after cabbage and broccoli. The Central Bureau of Statistics (2015) saw that the production of mustard plants from 2010 to 2013 has decreased. The production of mustard greens in 2010, 2011, 2012, and 2013 respectively was 240.78 tonnes; 196.57 tons; 169.20 tons; and 116.30 tons. Liquid organic fertilizer is a fertilizer that is available in liquid form, POC can be defined as a fertilizer that is made naturally through a fermentation process to produce a solution of decay from plant residues, as well as animal or human waste To increase the content of main nutrients such as nitrogen, phosphorus, and potassium, you can use rice washing water waste as water to water plants that can fertilize plants which can improve the quality of liquid fertilizers, especially the nutrient content of N, P and K. Based on the results of the analysis of eggshell content In the Soil Laboratory, it is known that eggshells contain 0.121% potassium, 8.977% calcium, 0.394% phosphorus, and 10.541% magnesium.Keywords: Mustard greens, Liquid organic fertilizer, Rice water, EggshellsAbstrakTanaman sawi hijau (Brassica juncea) merupakan jenis sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak, mudah diperoleh, mudah untuk dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi setelah kubis dan brokoli. Badan Pusat Statistik (2015) produksi tanaman sawi dari tahun 2010 hingga 2013 mengalami penurunan. Produksi tanaman sawi pada tahun 2010, 2011, 2012 dan 2013 berurut-urut adalah 240,78 ton; 196,57 ton; 169,20 ton; dan 116,30 ton. Pupuk organik cair adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia. Untuk meningkatkan kandungan unsur hara utama seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dapat menggunakan limbah air cucian beras sebagai air untuk menyiram tanaman yang mampu menyuburkan tanaman yang dapat meningkatkan kualitas pupuk cair terutama kandungan unsur hara N,P dan K. Berdasarkan hasil analisis kandungan kulit telur di Laboratorium Tanah diketahui bahwa kulit telur mengandung unsur hara kalium sebesar 0,121%, kalsium sebesar 8,977%, fosfor sebesar 0,394% dan magnesium 10,541%.Kata Kunci : Tanaman Sawi hijau, Pupuk organik cair, Air beras, Cangkang telur 
EFFECT OF COW MANURE ON THE GROWTH AND CROP PRODUCTION OF WATERMELON (Citrullus lanatus) Sambelorang, Rivanly; Nayoan, Jemmy
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol 1, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34072

Abstract

Watermelon plants are widely cultivated by people, especially in the lowlands, so that they provide many benefits to watermelon farmers and entrepreneurs, and can improve the improvement of the Indonesian economy, especially in agriculture. Watermelon cultivation increases farmers' income. The attraction of watermelon cultivation for farmers lies in its high economic value. Some of the advantages of watermelon farming include its relatively short life. Special for around 70-80 days, it can be used as intercropping plants in paddy fields during the dry trend. Watermelon production has a fast prospect in the country. Based on the Central Statistics Agency the development of watermelon production in Indonesia in 2009 reached 474,327 tons.Keywords:   fertilize., cultivation., watermelon. Abstrak Tanaman semangka dibudidayakan secara luas oleh masyarakat terutama di dataran rendah, sehingga memberi banyak keuntungan kepada petani dan pengusaha semangka, serta dapat meningkatkan perbaikan tata perekonomian Indonesia, khususnya bidang pertanian. Budidaya tumbuhan semangka meningkatkan pendapatan petani. Daya tarik budidaya semangka bagi petani terletak pada nilai ekonominya yang tinggi. Beberapa kelebihan usahatani semangka diantaranya yaitu berumur relatif singkat. Istimewa untuk sekitar 70-80 hari, sanggup dijadikan tumbuhan penyelang di lahan sawah pada trend kemarau. Hasil produksi Semangka mempunyai prospek yang pesat di dalam negeri. Berdasarkan Badan Pusat Stastistik perkembangan produksi tanaman semangka di  Indonesia tahun  2009  mencapai 474.327 ton.Kata kunci:   pupuk., budidaya., semangka.

Page 1 of 2 | Total Record : 19