cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
esafarmasia@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 Telp : 021 5674223 ext 266
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Archives Pharmacia
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 26556073     EISSN : 27977145     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Archives Pharmacia mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu farmasi mencakup Farmasetika dan Teknologi Formulasi, Farmakologi dan Toksikologi, Biologi Farmasi, Kimia Farmasi, Farmasi Fisika, Neutrasetikal, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Klinis. Diterbitkan setiap 2 (dua) kali dalam satu tahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 31 Documents
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Air Perasan Buah Pepaya (Carica Papaya L.) dengan Metode DPPH Rakhmawati, Irvani; Fauzi, Anwar
Archives Pharmacia Vol 1, No 1 (2019): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractAntioxidants are defined as substances, present at low concentration, relative to the oxidizable substrate, which significantly delay or prevent oxidation of substrate. Antioxidants also have free radical scavenging activity and can delay deleterious effect of free radical. Antioxidants can be found in fruits and vegetables. Papaya (Carica papaya, L.) is a popular fruit in Indonesia and has a potential antioxidant activity due to flavonoid substances and vitamin C content. In this research, antioxidant activity of Californian papaya was determined using DPPH method with vitamin C as a standard. Papaya used in this research were juiced then its juice were freeze-dried. The test result showed that dried papaya juice has low antioxidant activity with IC50 value 7167,83 ± 644,64 μg/ml. Keywords: papaya,  antioxidant, DPPH, free radicals AbstrakAntioksidan merupakan senyawa yang dalam konsentrasi rendah dapat teroksidasi sehingga mencegah oksidasi senyawa lain. Antioksidan juga memiliki kemampuan menangkap radikal bebas dan menunda efek merugikan radikal bebas pada sistem biologis. Antioksidan banyak terkandung di dalam buah dan sayuran. Buah pepaya (Carica papaya, L.)merupakan buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan sangat mudah diperoleh. Berdasarkan penapisan fitokimia yang dilakukan pada serbuk kering dari air perasan buah pepaya, bahan uji mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C yang dapat berperan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini, penentuan aktivitas antioksidan dilakukan pada serbuk kering air perasan buah pepaya dengan metode peredaman senyawa radikal DPPH dan menggunakan vitamin C sebagai senyawa pembanding. Buah pepaya yang digunakan adalah buah pepaya Califonia yang dilumatkan dengan alat penghancur lalu diambil airnya. Air perasan buah pepaya tersebut lalu dibuat menjadi serbuk dengan metode kering beku. Dari pengujian, diperoleh hasil bahwa serbuk kering dari air perasan buah pepaya memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50 7167,83 ± 644,64 μg/ml. Kata kunci: pepaya, antioksidan, DPPH, radikal bebas 
Pengaruh Latihan FisikTerhadap Hipertensi yang Diinduksi Obesitas Utami, Tyas Putri; Balumbi, Musthamin
Archives Pharmacia Vol 1, No 2 (2019): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan penyebab utama tingginya mortalitas kardiovaskular. Hipertensi menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8%, sesuai dengan data Riskesdas 2013. Sebagian besar kejadian hipertensi ini berhubungan dengan obesitas. Latihan fisik diketahui sangat baik bagi upaya dalam mengontrol berat badan dan kesehatan kardiovaskular.Artikel ini bertujuan untuk mereview pengaruh latihan fisik dalam memotong jalur mekanisme seluler adiposit dalam menginduksi terjadinya hipertensi. Kata kunci:latihan fisik, hipertensi, obesitas ABSTRACTHypertension is a major cause of increased cardiovascular mortality. Hypertension is a health problem in Indonesia with a high and equal prevalence to 25.8%, according to the 2013 Riskesdas data. Most of these hypertension events are related to obesity. Physical exercise is very well understood to control their bodies and cardiovascular health. This article aims to review the effect of physical exercise in cutting the pathways of the cellular mechanism of adipocytes in inducing hypertension. Keywords: physical exercise, hypertension, obesity
Studi Literatur Potensi Pemanfaatan dan Pengolahan Alga Genus Sargassum yang Terdapat di Kepulauan Seribu Sebagai Bahan Obat Utami, Tyas Putri; Sayogo, Budiarto Heru
Archives Pharmacia Vol 3, No 1 (2021): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu organisme laut dapat dijumpai di hampir seluruh pantai di Indonesia adalah makroalga dari Genus Sargassum. Kandungan yang terdapat di dalamnya berkhasiat sebagai obat dari berbagai macam penyakit karena Sargassum sp. diketahui mengandung alginat, protein, vitamin C, tanin, yodium, dan fenol. Tercatat ada 58 jenis makroalga dari jenis Sargassum dan terdapat lebih dari 15 jenis yang ada di perairan Indonesia. Di wilayah perairan Kepulauan Seribu diketahui terdapat Sargassum binderi, Sargassum crassifolium, Sargassum echinocarpum, Sargassum gracillimum, Sargassum mollerii, Sargassum polycystum, Sargassum sinereum, Sargassum asperifolium dan Sargassum ilicifolium. Dari setiap jenis Sargassum yang diketahui terdapat di Keplauan Seribu, masih terdapat beberapa jenis yang belum dieksplorasi lebih jauh mengenai kandungan senyawa aktifnya.
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Utami, Tyas Putri
Archives Pharmacia Vol 1, No 1 (2019): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe onset of type 2 diabetes mellitus is associated with obesity. Decrease of insulin sensitivity induced by obesity can get insulin resistance that causes hyperglycemia. In another case, obesity can induce hypertension by release leptin and others adipokin from adipocytes. Majority of type 2 diabetes mellitus patients accompanied by hypertension. This research aimed to examine relationship between body mass index and blood pressure in type 2 diabetes mellitus patients. Research conducted on 150 patients with type 2 diabetes mellitus registered in  Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat. The result shows that there were correlated between body mass index and sistol and diastole pressure with low correlation strength. It showed that though body mass index influenced blood pressure, but it was not the main factor that influence blood pressure in type 2 diabetes mellitus patients.                                                                                                                           Keywords: blood pressure, body mass index, type 2 diabetes mellitus AbstrakOnset penyakit diabetes mellitus tipe 2 diketahui berhubungan dengan obesitas. Penurunan sensitivitas insulin yang diinduksi oleh obesitas menyebabkan terjadinya resistensi insulin yang mengakibatkan hiperglikemia. Di sisi lain, obesitas dapat menginduksi terjadinya hipertensi melalui pelepasan leptin dan adipokin lainnya dari adiposity. Diketahui bahwa mayoritas pasien diabetes mellitus tipe 2 disertai dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara indeks massa tubuh dan tekanan darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian dilakukan pada 150 pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan antara indeks massa tubu dan tekanan darah sistoldan diastole dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa indeks massa tubuh bukanlah factor utama yang mempengaruhi tekanan darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kata kunci: tekanan darah, indeks massa tubuh, diabetes mellitus tipe 2
Profil Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Provinsi NTB Tahun 2018 Widiyastuti, Royani; Puspitasari, Candra Eka; Dewi, Ni Made Amelia R
Archives Pharmacia Vol 3, No 1 (2021): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas normal dan merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penyakit hipertensi memerlukan perhatian serius untuk mencapai tujuan terapi karena pengobatannya dalam jangka waktu lama bahkan seumur hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan di RSUD Provinsi NTB tahun 2018. Penelitian dilakukan dengan melihat data rekam medis secara retrospektif tahun 2018 dengan jumlah sampel sebesar 113 pasien. Kriteria inklusi penelitian adalah pasien hipertensi dewasa berusia ≥18 tahun dan memiliki kelengkapan data rekam medis. Kriteria eksklusi adalah pasien hamil dan pasien hipertensi dengan penyakit penyerta kanker dan HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipertensi terbanyak di instalasi rawat jalan RSUD Provinsi NTB tahun 2018 adalah amlodipin sebesar 47.42% diikuti golongan ARB yakni valsartan sebesar 24.51%.Kata Kunci :Amlodipin, Hipertensi, Rawat Jalan,  Profil
UJI AKTIVITAS REPELLENT SEDIAAN GEL MINYAK ATSIRI HERBA LEMON BALM (Melissa officinalis L) TERHADAP NYAMUK Aedes Aegypti Purwati, Purwati
Archives Pharmacia Vol 2, No 2 (2020): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab penyakit DBD. Penggunaan repellent nyamuk berbahan aktif kimia sintetis berdampak buruk bagi kesehatan. Repellent yang berasal dari minyak atsiri mampu memproteksi kulit dari gigitan nyamuk dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repellent nyamuk Aedes aegypti dari sediaan gel minyak atsiri herba lemon balm (Melissa officinalis L) dengan variasi konsentrasi FI (0,5 %), FII (1 %), FIII (2 %), kontrol (-) basis gel dan kontrol (+) sediaan bahan aktif DEET. Evaluasi fisik sediaan gel meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, pH, viskositas, daya sebar yang disimpan selama 8 minggu dan uji iritasi selama 24 jam. Pengujian aktivitas repellent nyamuk dilakukan dengan pengolesan gel uji terhadap masing-masing lengan 5 relawan dan dimasukkan ke dalam kandang berisi 50 ekor nyamuk betina secara bergantian. Banyaknya hinggapan nyamuk pada lengan relawan dihitung selama 4 jam, dimulai dari jam ke-0 sampai jam ke-4 dengan 5 kali pengulangan tiap jamnya dan setiap pengulangan dilakukan selama 5 menit. Uji analisa statistik One Way ANOVA menunjukkan ada perbedaan bermakna antar masing-masing formula gel perlakuan dengan taraf siginifikansi (p<0,05). Hal ini berarti bahwa masing-masing konsentrasi sediaan gel minyak atsiri herba lemon balm memiliki perbedaan aktivitas sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti. Konsentrasi paling baik didapat pada F III (2 %) yang memiliki rata-rata keseluruhan daya proteksi sebesar 91,55 % selama 4 jam
Studi Perbandingan Efektivitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Sectio Caesarea di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Hardiyanti, Rahma; Rodiani, Rodiani; Kurniawati, Evi; Sari, Ratna Dewi Puspita
Archives Pharmacia Vol 2, No 1 (2020): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAngka kejadian persalinan dengan sectio caesarea sekitar 10-15% dari semua proses persalinan. Ada beberapa resiko dari sectio caesarea dan sekitar 90% morbiditas pasca operasi disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi (ILO). Resiko ILO dari tindakan sectio caesarea tersebut dapat diturunkan dengan adanya pemberian antibiotik prabedah dan pascabedah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas penggunaan antibiotik pada pasien sectio caesarea di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan metode pengambilan sampel total sampling. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 88 pasien section caesarea yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama (n=44) adalah kelompok pasien yang mendapatkan antibiotik cefazoline 1gr IV prabedah dan kelompok kedua (n=44) adalah kelompok pasien yang mendapatkan antibiotik ceftriaxone 1gr IV dan cefotaxime 1gr IV pascabedah. Parameter penilaian perbedaan efektivitas penggunaan antibiotik prabedah dan pascabedah yaitu suhu tubuh, kadar leukosit dan lama perawatan pasien. Hasil analisis antara waktu pemberian antibiotik dengan suhu tubuh dan kadar leukosit pasien didapatkan p-value sebesar 0,016<0,05 dan 0,000<0,05 dan hasil analisis antara perbedaan waktu pemberian antibiotik dengan lama perawatan pasien didapatkan p-value sebesar 0,554>0,05.Kesimpulan terdapat perbedaan efektivitas penggunaan antibiotik prabedah dan pascabedah yang bermakna berdasarkan suhu tubuh dan kadar leukosit pasien sectio caesarea, namun tidak ditemukan perbedaan yang bermakna berdasarkan lama perawatan pasien. Kata kunci: antibiotik, lama perawatan, leukosit, sectio caesarea, suhu. ABSTRACTIncidence of cesarean sections about 10% and 15% of all labor process. There are several risks of cesarean section,  around 90% of postoperative morbidity is caused by Surgical Site Infection (SSI). Risks of SSI in a cesarean section can be reduced by an administration of preoperative and postoperative antibiotics. The study aimed was to analyze the difference in the effectiveness of antibiotic in cesarean section patientsat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analytical observational design with cross-sectional, using a total sampling method. Respondents in this study were 88 cesarean section patients who were divided into 2 groups. The first group (n = 44) was a group of patients who received a preoperative antibiotic, cefazoline 1gr IV antibiotics and the second group (n = 44) were groups of patients who receivedpostoperative antibiotics, ceftriaxone 1gr IV antibiotics and cefotaxime 1gr IV. Parameters of the assessment of differences in the effectiveness between preoperative and postoperative antibiotics are body temperature, leukocyte levels and maternal hospitality stay. From research between the time difference of antibiotic administration with body temperature and leukocyte level obtained p-value of 0,016< 0,05 and 0,000<0,05 and the research between the time difference of antibiotic administration with maternal hospital stay obtained p value of 0,554>0,05. It can be concluded that there are significant differences in body temperature and leucocyte levels between the administrasion of preoperative and postoperative antibiotic.However, there are no significant differences in the matrenal hospitality stay of patients. Keywords:antibiotic, body temperature, cesarean section, leukocyte levels, maternal hospitality stay
Pemeriksaan Angka Lempeng Total Bakteri pada Susu Pasteurisasi Tanpa Merek di Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat Abna, Inherni Marti; Amir, Mellova; Puspitalena, Ayu; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 3, No 2 (2021): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu sapi diminati masyarakat luas karenasusu merupakan bahan pangan dengan nilai gizi yang tinggi. Susu mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, laktosa dan enzim-enzim serta beberapa jenis mikroba yang bermanfaat bagi kesehatan sebagai probiotik. Susu dapat tercemar oleh bakteri patogen dari lingkungan, peralatan perah, atau berasal dari sapi itu sendiri. Susu pasteurisasi adalah susu yang aman untuk dikonsumsi tetapi tidak menutup kemungkinan adanya mikroba yang mencemari susu apabila lingkungan sekitarnya mendukung.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah total bakteri pada susu pasteurisasi yang terdapat di Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat dan untuk mengetahui apakah susu tersebut persyaratan sesuai peraturan BPOM. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengukur nilai Angka lempeng Total (ALT). Hasil pengujian menunjukkan  nilai ALT susu pasteurisasi adalah7,8  x 103  koloni/ml dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Peraturan BPOM Nomor HK.00.06.1.52.4011 untuk produk susu pasteurisasi yaitu tidak melebihi 5x104 koloni/ml.
Evaluasi Efek Samping Penggunaan Obat Tetes Mata Kortikosteroid Pada Pasien Pasca Operasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center Kedoya Husna, Ihsanil; Ramatillah, Diana Laila; Anggraeni, Yunita Dian
Archives Pharmacia Vol 1, No 2 (2019): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKObat golongan kortikosteroid termasuk golongan obat yang sangat penting dalam dunia pengobatan. Salah satu penggunaannya yaitu dalam pemberian topikal pada mata pada pasien pasca operasi. Efek samping yang sering ditemui bila menggunakan obat tetes mata kortikosteroid ialah reaksi alergi sesaat serta dalam jangka waktu yang lama yaitu akanmeningkatkan tekanan intra okluar (TIO) yang bisa menyebabkan glaukoma. Lama penggunaan obat tetes mata kortikosteroid pun berpengaruh terhadap pemberian obat penurun TIO. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran efek samping penggunaan obat tetes mata kortikosteroid serta lama penggunaan obat tetes mata kortikosteroid.Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu lama penggunaan  obat tetes mata kortikosteroid pasca operasi yaitu lebih dari 30 hari. Sebanyak 32,31% tidak mengalami efek samping, 23,08% pasien mengalami perih, 13,85% pasien mengeluhkan buram. Pasien yang mengalami efek samping samping merah, pusing, dan ganjal masing-masing sebesar 3,08% dan sebanyak 21,54% pasien mengalami efek samping gabungan. Efek samping berupa peningkatan tekanan intra okuler terjadi pada 33,85% pasien. Kata kunci:kortikosteroid, efek samping, TIO, glaukoma ABSTRACTCorticosteroid drugs are a class of drugs that are very important in the world of medicine. One of its uses is in topical administration to the eye in postoperative patients. Side effects that are often found when using corticosteroid eye drops are instantaneous allergic reactions and for a long period of time that will increase intra-external pressure (IOP) which can cause glaucoma. The duration of use of corticosteroid eye drops also affects the administration of IOP-lowering drugs. This study aims to look at a picture of the side effects of using corticosteroid eye drops and the duration of use of corticosteroid eye drops. The data obtained from the results of this study are the duration of use of postoperative corticosteroid eye drops which is more than 30 days. A total of 32.31% did not experience side effects, 23.08% of patients experienced pain, 13.85% of patients complained of blurring. Patients who experienced side effects of red, dizzy, and bumpy were 3.08% respectively and 21.54% of patients experienced combined side effects. Side effects in the form of increased intraocular pressure occurred in 33.85% of patients.Keywords: corticosteroids, side effects, IOP, glaucoma
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTION CAESAREA DI RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2018 Cahyana, Indah Pertika Putri; Puspitasari, Candra Eka; Hasyim, Raisya
Archives Pharmacia Vol 3, No 1 (2021): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar memerlukan perhatian khusus, sebab angka kejadian infeksi luka operasi yang masih tinggi. Antibiotik profilaksis merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dan data diperoleh dari rekam medik secara retrospektif. Sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 100 data dimana 7 diantaranya termasuk dalam kriteria eksklusi dan 93 data termasuk kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik profilaksis  di RSUD Provinsi NTB tahun 2018 adalah sefalosporin golongan III dan golongan penisilin sebagai minoritas. Pemberian antibiotik profilaksis seluruhnya diberikan melalui rute intravena, dengan waktu pemberian kurang dari 30 menit. Proporsi penggunaan sefotaksim sebesar 77,4 %, seftriakson sebesar 17,2 %, serta ampisilin sebesar  5,4 %.

Page 1 of 4 | Total Record : 31