cover
Contact Name
Supriando
Contact Email
jurnal.musica@gmail.com
Phone
+6281277696805
Journal Mail Official
jurnal.musica@gmail.com
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musica: Journal of Music
ISSN : -     EISSN : 28071026     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/musica.v1i1
Core Subject : Art,
Musica: Journal of Music is an academic journal published by Department of Music, Faculty of Performing Arts, Institut Seni Indonesia Padangpanjang twice a year. This journal publishes original articles with focuses on the results of studies in the field of music. The coverage of topics in this journal includes: Western Music Studies, Composition or Arrangement, Musical Performances Such as Orchestra/Ensemble/Chamber Music, History of music, Theory of Music or Analysis, Music Education, Instrument of Music, Music Technology, Popular or Traditional Music.
Articles 6 Documents
Sampelong Batu Putiah: Komposisi Musik untuk Orkestra Aluna, Aluna; Sidik, Hadaci; Enida, Delfi
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 1 (2021): MUSICA: JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v1i1.1720

Abstract

Sampleong as one of the traditional Minangkabau music that grows and develops in the Tolang Mau area, kec. Please, kab. 50 Kota has a unique and interesting musical idiom to be developed as a musical idea in the creation of new musical compositions. Sampleong is a traditional Minangkabau music performance that is performed in a duet between a singer and a sample of wind music player. At the beginning of its growth, it had a mystical feel, but along with the development of religion and culture, it turned into a function of entertainment music. This mystical atmosphere is reflected in the melodic aesthetics of the songs contained in the sampleong music. Sampleong music has several songs, one of which is Batu Putiah. In this paper, the melody of the sampleong Batu Putiah is taken as the basis for the creation of a thematic new musical composition that is worked on in an orchestral format. This material was worked out through examination of, exploration, and experimentation of musical elements, so that it became a new musical that represents the journey of Sampelong without losing the distinctiveness of Sampleong itself.Keywords: Sampelong, Batu Putiah, CompositionABSTRAKSampelong sebagai salah satu musik tradisional minangkabau yang tumbuh dan berkembang di daerah Tolang Mau, kec. Mungka, kab. 50 Kota memiliki idiom musikal yang unik dan menarik untuk dikembangkan sebagai ide musikal dalam penciptaan komposisi musik baru. Sampelong merupakan pertunjukan musik tradisional minangkabau yang ditampilkan secara duet antara penyanyi dan pemain musik tiup sampelong. Pada awal pertumbuhannya sampelong memiliki nuansa mistik, namun seiring dengan perkembangan agama dan kebudayaan, sampelong berubah fungsi menjadi musik hiburan. Suasana mistik ini tergambar dalam estetika melodi yang dimiliki oleh lagu-lagu yang terdapat pada musik sampelong. Musik sampelong memiliki beberapa lagu, salah satunya adalah Batu Putiah. Pada tulisan ini, melodi lagu sampelong Batu Putiah diambil sebagai dasar terciptanya sebuah tematik komposisi musik baru yang digarap ke dalam format orkestra. Komposisi ini digarap melalui identifikasi, eksplorasi, dan eksperimentasi terhadap unsur-unsur musikal, sehingga menjadi musikal baru yang mewakili perjalanan Sampelong tanpa menghilangkan ciri khas dari Sampelong itu sendiri.Kata Kunci: Sampelong, Batu Putiah, Komposisi
Interpretasi Penyaji Solis Violin pada Pertunjukan Concerto No 1 In A Minor, Liebesleid dan Batanghari Seprizal, Seprizal; Anggaraini, Nora; Murniati, Murniati
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 1 (2021): MUSICA: JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v1i1.1721

Abstract

This article is an article that describes how a violin soloist performs a musical performance and interprets the karaya that is played. The repertoire played in the show is Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, and Batanghari. The presenter dissects the interpretative aspects of playing the work so that a good musical performance is realized. This journal aims to provide an overview of the application of techniques and interpretations of violin solo play in the repertoire of Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, and Batanghari. The techniques used are; rubato, arpeggio, staccato, rhythm variation, vibrato, staccato, legato, and shifting. Execution of expression marks in notations such as; Ritardando, Con Espresso, Con Sentiment, and Poco Meno Mosso are studied to find the right way to play them. Each work has different characteristics and levels of difficulty, so it is very important to do interpretive research on the work before performing. The method used in the performance is related to how the music presenter designs the performance, the rehearsal process, and the techniques used to carry out the execution of the work..Keywords: Violin Solist; Aplication of Techniques; InterpretationABSTRAKArtikel ini merupakan tulisan yang menggambarkan bagaimana seorang solis violin melakukan pertunjukan musik dan interpretasi terhadap karaya yang dimainkan. Adapaun repertoar yang dimainkan dalam pertunjukan adalah Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, dan Batanghari. Penyaji membedah aspek-aspek insterpretatif dalam memainkan karya sehingga terwujud sebuah pertunjunkan musik yang baik. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang penerapkan teknik dan interpetasi permainan solis violin pada pertunjukan repertoar Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, dan Batanghari. Adapun teknik-teknik yang digunakan adalah; rubato, arpeggio, staccato, rhythm variation,vibrato, staccato, legato, dan shifting. Eksekusi terhadap tanda ekspresi dalam notasi seperti; ritardando, con espresso, con sentiment, dan poco meno mosso dikaji untuk ditemukan cara yang tepat dalam memainkannya. Setiap karya memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda sehingga sangat penting untuk melakukan research interpretatif terhadap karya sebelum melakukan pertunjukan. Metode yang digunakan dalam pertunjukan adalah terkait bagaimana pernyaji musik merancang pertunjukan, proses latihan, dan teknik-teknik yang digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap karya.Kata Kunci: Solis Violin; Penerapan Teknik; Interprestasi
Deteritorialisasi Khaos Melalui Permainan Musik Calempong di Nagari Unggan Marh, Fahmi; Kasman, Selvi
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 1 (2021): MUSICA: JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v1i1.1715

Abstract

This article reveals the element of deterritorialization in the sub-culture of the Minangkabau community with the Deleuze concept. The concept of deterritorialization to reveal what the Minangkabau man with the title Datuak Paduko Alam did to the chaos he faced with the loss of a woman is called Mande. The female figure behind the birth of the traditional Minangkabau calempong music game in Nagari Uggan. The musical detritorialization that occurs in Minangkabau society is particularly a part of the life experiences of female calempong players in Nagari Uggan. The purpose of this research using the Deleuze concept is to reveal the past problems of calempong which have deterritorialization elements. However, this is expressed through the experiences of calempong players and stories or stories of life in society. The method used in this research is qualitative data analysis from five players who are really experienced in playing the composition of calempong in Nagari Uggan. The approach used to reveal the experiences and stories of the community is life history ethnography. The results of this study are about how the experiences of female calempong players are able to express their deterritorialization musically, as well as a new form of reading about Minangkabau traditional music problems through women.Keywords: Deterritorialization; calempong; man and woman; Minangkabau.ABSTRAKArtikel ini mengungkapkan unsur deteritorialisasi dalam sub-budaya masyarakat Minangkabau dengan konsep Deleuze. Konsep deteritorialisasi untuk mengungkapkan apa yang dilakukan laki-laki Minangkabau yang bergelar Datuak Paduko Alam terhadap khaos yang dihadapinya terhadap kehilangan perempuan yang disebut Mande. Sosok perempuan yang melatarbelakangi lahirnya permainan musik tradisional Minangkabau calempong di Nagari Unggan. Detritorialisasi yang secara musikal terjadi dalam masyakat Minangkabau secara khusus menjadi bagian dari pengalaman hidup perempuan pemain calempong di Nagari Unggan. Tujuan penelitian dengan menggunakan konsep Deleuze ini adalah untuk mengungkapkan masalah masa lalu calempong yang memiliki unsur deteritorialisasi. Namun hal itu diungkap melalui pengalaman pemain calempong dan cerita atau kisah yang hidup dalam mayarakat. Metode yang digunakan dalam penelitin ini yaitu data analisis kualitatif dari lima orang pemain yang benar-benar berpengalaman dalam memainkan komposisi calempong di Nagari Unggan. Pendekatan yang digunakan untuk mengungkapkan pengalaman dan cerita masyarakat tersebut adalah etnografi life history. Hasil dari penelitian ini adalah tentang bagaimana pengalaman perempuan pemain calempong mampu mengungkapkan deteritorialisai secara musikal, sekaligus sebagai bentuk pembacaan baru masalah musik tradisional sub-budaya Minangkabau melalui perempuan.Kata Kunci: Deteritorialisasi; calempong; laki-laki dan perempuan; Minangkabau.
Identifikasi Interval Melodi Lagu Aneuk Yatim Ciptaan Rafly Kande Rahman, Surya; Gusmanto, Rico
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 1 (2021): MUSICA: JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v1i1.1717

Abstract

Aneuk Yatim is a Aceh Pop song created by Rafly who is a member of the Kande Group. This group creates songs using lyrics, characters, and Aceh music instruments. The vocals of this song consist of three parts, where each part has antecedents and consequent sentences or what is known as question sentences and answer sentences. Each sentence of the song has a measurable interval. In western music theory, the intervals are in the order of Prime, Second, Terts, Quart/Kwart, Quint/Kwint, Sekt, Septim, None, Decim, Undecim, Dodecim, and Tredecim. Then, this study identifies the use of intervals using western music theory in studying and analyzing each part of the Aneuk Yatim song by Rafly Kande. This study uses a qualitative method with stages in the form of data reduction, data presentation, and looking of conclusions. Data analysis was carried out with an interactive model as a way to looking the conclusions and verify all things contained in the reduction and presentation of the data when data collection ended. The purpose of this study is to identify more deeply the tune intervals in the melody in each part of music. The result of this research is to know the shape of the interval of each melodic journey of the Aneuk Yatim song.Keywords: Aneuk Yatim; Interval; Melody; Rafly KandeABSTRAKLagu Aneuk Yatim adalah lagu Pop Aceh ciptaan Rafly yang tergabung dalam Grup Kande. Grup ini menciptakan karya lagu menggunakan lirik, karakter, dan penggunaan instrumen musik Aceh. Vokal lagu ini terdiri dari tiga bagian, dimana setiap bagian memiliki kalimat antecedents dan consequents atau yang dikenal dengan kalimat tanya dan kalimat jawab. Setiap kalimat lagu memiliki interval atau jarak nada yang dapat diukur. Dalam teori musik barat, interval tersebut memiliki urutan antara lain Prime, Second, Terts, Quart/Kwart, Quint/Kwint, Sekt, Septim, None, Decim, Undecim, Dodecim, dan Tredecim. Dengan demikian, penelitian ini mengidentifikasi penggunaan interval dengan menggunakan teori musik barat dalam mengkaji dan menganalisis setiap bagian pada lagu Aneuk Yatim karya Rafly Kande. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisa data dilakukan dengan model interaktif sebagai cara untuk menarik kesimpulan dan verifikasi atas semua hal yang terdapat dalam reduksi dan sajian datanya ketika pengumpulan data berakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi lebih dalam mengenai interval nada pada melodi dalam sebuah karya musik. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk jarak nada dari setiap perjalanan melodi dari lagu Aneuk Yatim.Kata Kunci: Aneuk Yatim; Interval Nada; Melodi Lagu; Rafly Kande
Manajemen Sanggar Seni Saweuna Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar Andiko, Benny; Sari, Lusi Intan
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 1 (2021): MUSICA: JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v1i1.1718

Abstract

This study examines how the management of the Saweuna Art Studio, Kuta Malaka, Aceh Besar District. The purpose of this research is to find out how the management of the Saweuna Art Studio. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The theory used is management theory by George R. Terry, which suggests the basic function of management as a dynamic process which includes planning, organizing, movement, monitoring or evaluation functions. The research results obtained in the manajement of the Saweuna Art Studio which includes: 1). Planning process by making weekly, monthy, annual, incidental and field work programs. 2). Organizing, namely in the form of division of each respective field and division of responsibilities. 3). The movement process is a process of traveling for all members of the studio in terms of training, coordination of performances and all work programs that have been determined. 4). Supervision, namely through evaluation after each routine exercise with the aim of discussing the obstacles encountered during the training process in order to pursue activities in accordance with predetermined plans.Keywords: Management; Saweuna Art Studio; Kuta MalakaABSTRAKPenelitian ini mengkaji bagaimana manajemen Sanggar Seni Saweuna Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen Sanggar Seni Saweuna Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Manajemen oleh George R. Terry, yang mengemukakan fungsi dasar manajemen sebagai proses dinamis yang meliputi fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pergerakan (actuating), pengawasan atau evaluasi (controlling). Hasil penelitian yang didapatkan dalam Manajemen Sanggar Seni Saweuna yaitu meliputi: 1). Proses Perencanaan dengan pembuatan program kerja mingguan, bulanan, tahunan, Insidental dan program kerja lapangan. 2). Pengorganisasian yaitu berupa pembagian bidang masing-masing dan tanggung jawab perdivisi. 3). Proses Pergerakan berupa proses perjalanan seluruh anggota sanggar dalam hal latihan, koordinasi pertunjukan dan segala program kerja yang telah ditetapkan. 4). Pengawasan, yaitu melalui evaluasi setiap selesai latihan rutin dengan tujuan membahas kendala yang dihadapi saat proses latihan demi mengupayakan kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.Kata Kunci: Manajemen; Sanggar Seni Saweuna; Kuta Malaka.
Bentuk Melodi Syair Saleum Pada Kesenian Meusifeut Sebagai Media Dakwah Di Kemukiman Lamteuba Kabupaten Aceh Besar Denada, Berlian; Khatimah, Husnul
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 1 (2021): MUSICA: JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v1i1.1719

Abstract

Meusifeu is one of the arts in Aceh Province which is a medium of da'wah and is conveyed through poems that are formed in such a way with certain rules. Meusifeut itself is influential in spreading the teachings of Islam to the community which is later expected so that listeners can get closer to Allah and always obey His commands. The poems conveyed through Meusifeut are taken from Aceh's dhikr books, the results of the ancient teungku or ulama's compositions and also the compositions of the Meusifeut members themselves. Meusifeuut art is presented from several Arabic languages which are translated into Acehnese. Apart from being a medium of propaganda. In an era that is all about using technology like today, Acehnese arts, especially those with Islamic nuances are expected to foster a sense of knowledge and also the desire of the younger generation to always get closer to Allah SWT. The purpose of this study was to identify the melody of Saleum's poetry and to seek accurate information by directly asking the sources of Meusifeut art as a medium of da'wah in the Lamteuba settlement, Aceh Besar District, using descriptive qualitative research methods.Keywords: Meusifeut; Saleum Poetry Melody; Da’wah; Acehnese Arts; Lamteuba; Lambada.ABSTRAKMeusifeut merupakan salah satu kesenian di Provinsi Aceh yang menjadi media dakwah dan disampaikan melalui syair-syair yang dibentuk sedemikian rupa dengan aturan-aturan tertentu. Meusifeut itu sendiri berpengaruh dalam penyampaian ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat yang nantinya diharapkan agar pendengar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah dan selalu taat atas segala perintahNya. Syair-syair yang disampaikan melalui Meusifeut diambil dari buku dzikir Aceh, hasil karangan teungku atau ulama pada zaman dahulu dan juga karangan dari anggota Meusifeut itu sendiri. Kesenian Meusifeut ini disajikan dari beberapa bahasa Arab yang diterjemahkan kedalam bahasa Aceh. Selain sebagai media dakwah. Di zaman yang serba menggunakan teknologi seperti sekarang ini, kesenian-kesenian Aceh khususnya yang bernuansa Islami diharapkan dapat memupuk rasa pengetahuan dan juga keinginan generasi muda agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi melodi syair Saleum serta menggali informasi yang akurat dengan bertanya langsung kepada narasumber mengenai kesenian Meusifeut sebagai media dakwah di Kemukiman Lamteuba Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.Kata Kunci: Meusifeut; Melodi Syair Saleum; Dakwah; Kesenian Aceh; Lamteuba; Lambada

Page 1 of 1 | Total Record : 6