cover
Contact Name
Lukmanulhakim
Contact Email
ukmanulhakim@fkip.untan.ac.id
Phone
+6281345635378
Journal Mail Official
jurnalvisi@untan.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124 Telp: (0561) 740144 Kotak Post 1049
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan
ISSN : 20859848     EISSN : 2579552X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jvip.vi.id
Core Subject : Education,
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in education, education policy, curriculum and materials development, education on culture and characters of nation, teacher education, and other relevant activities. The journal welcomes submissions from around the world Focus and Scope: 1. Research in education, 2. Teaching and learning, 3. Theory and practice in education, 4. Education policy, 5. Curriculum and materials development, 6. Education on culture and characters of nation, 7. Teacher education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 172 Documents
Respon Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Menggunakan Model Siklus Belajar 5E pada Materi Hukum Dasar Kimia Hadi, Lukman
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v7i2.17048

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui respon mahasiswa terhadap pembelajaran menggunakan model siklus belajar 5E pada hukum dasar kimia. Untuk menjawab permasalahan digunakan metode pra-eksperimen dengan desain one-shot case study. Subjek penelitian adalah 25 mahasiswa PGMIPAU Tahun 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan komunikasi tak langsung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa mahasiswamemberikan respon yang baik terhadap pembelajaran menggunakan model siklus belajar 5E pada materi hukum dasar kimia. This study was aimed to know students’ responses towards 5e learning cycle model on law of fundamental chemistry course. One-shot case study design was used to answer the research problem. Research subject are 25 students of PGMIPAU class. Indirect communication technique was usedto collect data. Result of this research informed that students had given good responses towards 5e learning cycle model on law of fundamental chemistry course.   Kata-kata kunci:Model siklus belajar 5E, respon, hukum dasar kimia.
KEEFEKTIVAN PEMODELAN TERHADAP PENINGKATAN EFIKASI-DIRI AKADEMIK SISWA SMP (Kajian Teoritik Aplikasi Teori Bandura) Wicaksono, Luhur
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v6i3.9024

Abstract

Efikasi-diri akademik merupakan keyakinan-diri dan pengharapan terhadap hasil pada tugas-tugas khusus dalam bidang akademik. Individu yang mempunyai efikasi-diri akademik tinggi lebih memungkinkan untuk berpartisipasi dan berhasil dalam tugas-tugas akademik. Efikasi-diri akademik (khususnya yang rendah) dapat ditingkatkan melalui bantuan konseling modifikasi-kognitif perilaku (MKP) dengan memanfaatkan teknik pemodelan. Teknik ini menurut Bandura merupakan bentuk induksi yang dapat meningkatkan efikasi-diri akademik. Kata Kunci: Efikasi-diri akademik, pemodelan. Abstract: Academic self-efficacy is efficacy-belief and outcome expectations about the results of the specific tasks in the academic field. Individual who have high academic self-efficacy are more likely to participate and succeed in academic tasks. Academic self-efficacy (particularly low) can be improved through the help of cognitif-behavioral modification (CBM) counseling by making use of modeling techniques. This technique is a form of induction according to Bandura can increase academic self-efficacy. Key Word: academic self-efficacy, modeling
Kejujuran Salah Satu Pendongkrak Pendidikan Karakter di Sekolah ., Fadillah
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 9, No 3 (2012): Volume 9 Nomor 3 Edisi Agustus 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v9i3.432

Abstract

Kejujuran sebagai suatu nilai , seharusnya tidak lagi dipandang sebagai harga material, yang hanya sebatas kebutuhan hidup saja, tetapi menjadi harga yang immaterial, sehingga telah menjadi esensi hidup yang akan melekat pada diri, yang tidak lekang oleh kondisi dan waktu. Hal ini akan ditunjukkan bahwa seseorang yang telah menghayati nilai kejujuran akan terdorong untuk bersikap dan bertindak jujur kepada orang lain bahkan terhadap dirinya sendiri, karena pada dirinya telah tertanam sistem nilai dan keyakinan sistem, yang mengharuskannya untuk berperilaku jujur. Menyikapi secara kritis, begitu pentingnya menumbuhkembangkan nilai kejujuran, karena merupakan konsekuensi logis dari keberadaan (eksistensi) serta hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya, yang dapat dilakukan melalui pendidikan. Membangun karakter melalui pendidikan , tidak hanya pada tataran konsep tetapi mampu dicerna untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan . Dengan demikian akan tumbuh pribadi yang mandiri yang tidak menggantungkan hidup dari pihak atau individu lain. Dan ini perlu dilakukan sejak dini. Jika peserta didik, tak dibangun karakternya, maka yang akan menjadi pemimpin di masa depan nanti, adalah individu-individu yang mudah tunduk pada kepentingan-kepentingan individu atau kelompok lain yang memiliki kepentingan ,yang bisa berakibat negatif dan fatal. Kata kunci : Kejujuran, karakter
Otonomi dan Pemberdayaan : Refleksi Pendidikan Bagi Pemberdayaan Perempuan Syukri, M.
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 2, No 1 (2010): Volume 2 Nomor 1 Edisi Januari 2010
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v2i1.364

Abstract

Perubahan-perubahan perilaku perempuan dimediasi oleh akuisisi mereka terhadap otonomi (kemandirian). Sementara otonomi-diri atau keberdayaan perempuan pada umumnya dikondisikan oleh stratifikasi gender dan otoritas patriarkal mayarakat di mana mereka tinggal, ternyata pendidikan juga dapat meningkatkan kemandirian/keberdayaan perempuan. Jejeebhoy (l996) menandaskan bahwa ada lima aspek kemandirian perempuan yang saling bergantung antara satu dengan yang lainnya, khususnya yang dipengaruhi oleh pendidikan, yaitu: otonomi pengetahuan, otonomi dalam membuat-keputusan, otonomi fisik, otonomi emosional, otonomi ekonomi dan sosial dan percaya-diri. Meskipun teori-teori belajar sosial dapat membantu menjelaskan hubungan antara persekolahan dan perubahan perilaku, namun sekolah bukanlah satu-satunya lingkungan (setting) dimana individu dapat mengamati perilaku-perilaku baru dan memdapatkan sense of self-efficacy yang dibutuhkan untuk mengadopsi perilaku-perilaku baru tersebut. Kata-kata Kunci: autonomy (keberdayaan), empowering (pemberdayaan)
AKTUALISASI MODERASI KEBERAGAMAAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN BERCIRI ISLAM: Studi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Malang-Jawa Timur Indonesia Mardiana, Dina; Rahman, M. Taufiqi
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 13, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v13i1.42200

Abstract

The theme of religious moderation is increasingly important to study in line with the emergence of anxiety about strengthening intolerant, extremist, and radicalism-terrorism movements in several educational institutions in Indonesia. This research aims to examine the actualization of religious moderation values (read: Islamic moderation) of teachers at SMP Aisyiyah Boarding School and SMP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Malang. Therefore, this research uses a qualitative approach to the type of case study research. Methods of data collection are carrying out through observation, in-dept interview, and documentation of the two research locus. At the same time, the data analysis used the interactive Miles-Huberman model. This results showed that teachers' religious moderation actualizes in two ways. First, the pathway formal-curriculum through the learning planning tools which are explicitly stated in the Learning Implementation Plan (RPP), as well as through extracurricular activities guided by teachers to students, namely scouts and student council; Second, is the pathways hidden-curriculum manifested in a pattern of habituation from teachers to students through an organizational culture that is run in schools, especially in the aspect of shared basic assumptions from the students
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA TENTANG MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN PADA SISWA KELAS XI IPS 5 SMAN 3 KETAPANG MELALUI METODE SIMULASI Yustandar, Agus
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v12i1.37501

Abstract

Classroom Action Research is based on the fact that students' ability to understand financial statements is still low. Whereas with the mastery of Economics in general students do not have difficulty learning other subjects. This observation took place in January to May 2017, because in those months students have completed general semester examinations and are still at the beginning of the semester so that student conditions can be observed from the beginning. Simulation method is a learning method wherein the teaching and learning process the teacher invites students to group together in completing assignments in class and allows students to find information that is traditionally informed or disguised. From this study it can be concluded that with the motivation in learning simulation learning methods the ability of students to compile financial statements and learning outcomes will be optimal. The more precise the motivation given, the more successful the lesson will be. With high motivation, the intensity of student learning efforts will also be high. So motivation will always determine the intensity of student learning. This will improve student learning achievement.Keywords: Compiling Financial Statements, Simulation Methods
Peningkatan kinerja guru melalui kegiatan supervisi kepala sekolah (548 555) Ijang Kurnia Kurnia, Ijang
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v6i3.49

Abstract

Pendidikan merupakan suatu inventaris bangsa yang bisa dijadikan modal pembangunan. Sukses tidaknya pendidikan akan menentukan keberlangsungan bangsa dan masa depan. Peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari peningkatan mutu guru melalui kinerja guru yang berkaitan dengan tiga kemampuan dasar yang harus dikuasai guru yaitu kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan melalui optimalisasi peran kepala sekolah sebagai : educator, manajer, administrator, supervisor, leader, pencipta iklim kerja dan wirausahawan, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru, khususnya peran kepala sekolah sebagai supervisor. Kata Kunci : Kinerja guru, Supervisi akademik, kompetensi guru
PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS AUD Miranda, Dian
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v10i1.25975

Abstract

Anak merupakan pembelajar yang penuh kejujuran dalam mengekspresikan perasaan dan imajinasinya. Terkait dengan imajinasi, pada dasarnya semua anak kreatif dimana menurut George & Zhou (dalam Ashkanasy & Rowe, 2008) kreativitas adalah suatu produk ide atau solusi yang bersifat baru dan berguna. Menurut munandar (2002) salah satu manfaat kreativitas ilah dapat meningkatkan kulitas hidup dan memecahkan masalah dari berbagai  sudut pandang, oleh sebab itu kreativitas penting untuk diasah sejak dini, agar menjadi karakter yang melekat dalam diri anak. Namun perlu difahami bahwa kreativitas tidak hanya terkait dengan kebaruan, tetapi juga harus berguna. Oleh sebab itu, kreativititas tidak boleh semaunya dan harus dibatasi dengan kemampuan memilih hal yang baik dan buruk, bermanfaat atau tidak bermanfaat, atau bahkan berdampak negatif. Oleh sebab itu anak perlu untuk diarahkan mengenai cara mengekspresikan perasaan dan imajinasinya dengan benar sesuai dengan nilai dan norma yang diterima di masyarakat maupun agama. Dalam rangka upaya meningkatkan kemampuan kreativitas dan menanamkan nilai karakter anak, maka penelitian ini berusaha untuk merancang dan membuat sebuah media pembelajaran yang sesuai bagi anak yaitu sebuah buku cerita bergambar bermuatan pendidikan karakter dan juga dapat meningkatkan kreativitas anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode research and development (R&D)  dengan model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah buku cerita bergambar dinilai baik sebagai media penanaman karakter  religius, toleransi, bersahabat, peduli sosial, disiplin, dan cinta damai serta baik digunakan sebagai media pengembang kreativitas anak usia dini khususnya anak usia 5-6 tahun.
STUDI KOMPARASI TINGKAT ASERTIFITAS PADA MAHASISWA PG-PAUD DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK Jati, Sri Nugroho; ., Diana
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v6i3.17562

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dekriptif komparatif untuk menggambarkan perbandingan tingkat asertifitas mahasiswa PG-PAUD ditinjau dari hasil The Rathus Assertiveness Schedule (RAS) dan Assertiveness Rating Scale (ARS). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGPAUD  angkatan tahun 2011 dan 2012 yang keseluruhannya berjumlah 70 mahasiswa. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah  The Rathus Assertiveness Schedule (RAS) dan Assertiveness Rating Scale (ARS) yang dimodifikasi. Dalam skala asertivitas mengukur tingkat asertifitas individu dengan menetapkan tiga kategori penilaian yaitu sepanjang waktu (skor 3), kadang-kadang (skor 2) dan jarang (skor 1). Skala asertifitas ini di  Analisis data akan dilakukan secara deskriptif yaitu menguraikan skor data hasil skala asertifitas pada 66 mahasiswa secara kuantitatf dan secara statistic dengan menggunakan uji t untuk melihat perbandingan variabel. Hasil penelitian Berdasarkan analisis data yang dialakukan dengan menggunakan teknik korelasi Pearson (2 taled), menunjukkan tidak ada hubungan yang sangat signifikan  perilaku asertif pada mahasiswa PGPAUD pada angkatan 2011 dan 2012 yaitu diketahui dari nilai r yang diperoleh sebesar -0,87 dengan signifikansi 0,629 > 0,05 (p>0,05). Dari hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa secara keseluruhan dari perhitungan uji statistik yang dilakukan disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat asertifitas pada mahasiswa PGPAUD angkatan tahun 2011 dan 2012, yaitu t hitung (1,816) < t tabel (2,04), sehingga Ha ditolak dan H0 diterima. Kata Kunci : Studi Komparasi, Assertiveness, Mahasiswa   Abstract : This study is a comparative descriptive study to illustrate the comparative level of student asertifitas PG-PAUD in terms of the results of the Rathus Assertiveness Schedule (RAS) and Assertiveness Rating Scale (ARS). The subjects were students PGPAUD force in 2011 and 2012 the total amounted to 70 students. Measuring instrument used in this study is the Rathus Assertiveness Schedule (RAS) and Assertiveness Rating Scale (ARS) are modified. In assertiveness scale measuring the level of individual asertifitas to establish three categories of assessment that is all the time (score 3), occasionally (score 2) and rare (score 1). This asertifitas scale in the data analysis will be carried out descriptive outlines asertifitas scale score outcome data on 66 students in kuantitatf and statistically by using t tests to compare variables. Based on the research results of data analysis done by using the Pearson correlation technique (2 taled), showed no significant relationship assertive behavior in students PGPAUD force in 2011 and 2012 that is known of the value of      r obtained at -0.87 with significance 0,629 > 0.05 (p> 0.05).  From these results, it can be said that overall from the calculation of statistical tests performed concluded that there was no difference in the level of the student asertifitas PGPAUD of 2011 and 2012 years,  t count (1.816) <t table (2.04), so that Ha is rejected and H0 is accepted. Keywords: Comparative Studies, Assertiveness, Student
Mengembangkan Sikap Toleransi dan Kebersamaan di Kalangan Siswa Purwaningsih, Endang
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v7i2.17156

Abstract

Toleransi sesungguhnya berkembang dalam kerangka adanya keberagaman dalam berbagai dimensi kehidupan, sehingga akan dapat terwujud keserasian dan keharmonisan hidup, jauh dari konflik-konflik dan ketegangan-ketegangan sosial, lebih-lebih lagi pertentangan dan permusuhan antar sesamanya dalam masyarakat. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pentingya pengembangan sikap toleransi dan kebersamaan melalui rekayasa paedagogis guru dalam latar masyarakat majemuk. Kamajemukan ini juga terjadi dalam seting atau lingkungan sekolah, di mana di dalamnya siswa saling berinteraksi, saling belajar menghargai perbedaan serta saling menerima sesuatu karakteristik tertentu yang mungkin pada lingkungannya tidak pernah dia temui. Kata-kata Kunci: Rekayasa Paedagogis Guru, Sikap Toleransi, Kebersamaan Abstract: Tolerance actually developed in the framework of the diversity in the various dimensions of life, so it will be realized harmony and harmony of life, far from the conflicts and social tensions, even more conflict and hostility between each other in society. This paper aims to describe the importance of the development of tolerance and togetherness through paedagogis engineering background of teachers in a plural society. Kamajemukan also occurs in the setting or the school environment, in which students interact with each other, learn from each other to appreciate the differences and mutually accept certain characteristics that might be something in the environment he's never met. Keywords: Treatment Paedagogis Teacher, Attitude Tolerance, Togetherness

Page 1 of 18 | Total Record : 172