cover
Contact Name
Prof. Widiatmaka
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtl_soilipb@yahoo.com
Editorial Address
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Wing 12 Lt 4, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment)
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan merupakan media yang menyajikan artikel mengenai hasil penelitian dan telaah perkembangan mutakhir dalam bidang ilmu tanah, air, dan ilmu lingkungan sebagai bahan kajian utama.
Articles 211 Documents
THE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) AS A SYSTEM OF AGRICULTURAL INNOVATION Upboff, Norman
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.418 KB) | DOI: 10.29244/jitl.10.1.27-40

Abstract

The System of Rice Intensification (SRI). developed in Madagascar some 25 years ago. is gaining increasing credence and momentum as probably 500.000 farmers in more than 20 countries are now using its methods to raise their rice. production -- while also reducing their use of external inputs and production costs. Rather than focus on the innovation itself, this paper will introduce SRI only briefly, focusing instead on the transnational system for innovation that has emerged in response to this agronomic opportunity that can be particularly beneficial for resource-limited households. Within SRI's conceptual and practical framework. farmers have devised many innovations. These are the focus of a parallel paper written for this workshop. That paper considers how farmers have made the original SRI methodology less labor-intensive (even labor-saving). and how they have extended methods devised for irrigated rice production both to unirrigated (rainfed) areas for growing rice and to other crops beyond rice. This paper is concerned with what can be considered as a de facto 'system of innovation' that surrounds and has accelerated the spread of SRI worldwide. SRI has differed from most other agricultural innovations in the extent to which farmers have voluntarily invested their own time and resources in taking SRI to peers as an impressive example of farmer-to-farmer extension. Also. innovative alliances have formed among diverse persons and organizations to disseminate and adjust the methodology. thereby supporting the spread of this innovation even despite resistance from some established institutions.
EFEKTIFITAS EMBUNG UNTUK IRIGASI TANAMAN HORTIKULTURA DI CIKAKAK SUKABUMI Tarigan, Suria Darma
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.465 KB) | DOI: 10.29244/jitl.10.1.1-6

Abstract

Dryland farming provides a promising opportunity in increasing agricultural production in rural areas. But, the lack of available water during dry season poses a problem in developing dryland farming. An effective water conservation technique should be developed to alleviate this problem. The use of a small farm reservoir (embung) can be considered as one viable option for such conservation techniques. The purpose of this research was to study the effectivity of small farm reservoirs to supply irrigation water for horticulture commodities. Two different types of small farm reservoir (SFR) were constructed in the micro catchment for the research, i.e. a) SFR built with concrete, b) SFR built without concrete. SFR built with concrete had higher water available for irrigation, which is 34% higher compared to SFR without concrete. In addition, the empirical equation that was used in this research was quite reliable in predicting colected water in the SFRs. Using 80% monthly rain probability, on average one small farm reservoir with dimension 8 m x 2m x 2 m was able to supply irrigation water for 100 m2 horticulture plants for the whole growing period. Keywords: Small farm reservoir, dry season, irrigation, dryland farming.
Aplikasi Bakteri Endofit dan Mikoriza Terhadap Kandungan Unsur N, P dan K pada Pembibitan Tanaman Lada: Application of Endophytic Bacteria and Mycorrhizal toward N, P, and K Content of Pepper Seedling Hazra, Fahrizal; Gusmaini, Gusmaini; Wijayanti, Devi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.01 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.42-50

Abstract

Application of endophytic bacterial formulas and mycorrhizal expected to improve the quality of seedling in pepper. This research aims to determine the effect of endophytic bacterial formulas and mycorrhizal to the absorption of N, P, and K in Podsolik Jasinga, and the growth of pepper in seedling phase. The research method used randomized block design grouped by replication. Endophytic bacteria formulas types (B2), (B3) and without endophytic bacterial formulas (B0) as the first factor. Mycorrhiza with three levels, without mycorrhizal (M0), 10 g plant-1 (M1) and 20 g plant-1 (M2) as the second factor. The treatments tested were nine combinations and each treatment was repeated three times. This experiment obtained 27 experimental units. Each replication represented by five plants, so there were 135 plants. In general, endophytic bacteria formula of and mycorrhizal 10 g plant-1 (M1) is better to increasing the vegetative phase of pepper plants.
Keanekaragaman Collembola dan Serangga Permukaan Tanah di Berbagai Umur Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.): Diversity of Collembola and Ground Surface Insects at Different Ages of Oil Palm Plantations (Elaeis guineensis Jacq.) Putri, Kartika; Santi, Ratna; Aini, Sitti Nurul
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.096 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.37-41

Abstract

Keberadaan Collembola dan serangga tanah pada umur perkebunan kelapa sawit yang berbeda dapat menandakan kualitas dan kesuburan tanah yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman Collembola dan serangga permukaan tanah sebagai indikator kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2018 di perkebunan kelapa sawit milik petani Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka pada umur tanaman kelapa sawit 3 tahun, 5 tahun, dan 13 tahun dan dilanjutkan identifikasi keanekaragaman Collembola dan serangga tanah di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional dengan teknik survei dan teknik purposive sampeling menggunakan perangkap jebak pitfall trap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keanekaragaman Collembola dan serangga tanah perkebunan kelapa sawit termasuk dalam katagori sedang. Keanekaragaman paling tinggi terdapat pada umur tanaman 3 tahun dengan nilai 2.098. Korelasi keanekaragaman Collembola dan serangga tanah dengan C-organik tanah memiliki korelasi yang positif.
Aplikasi Model MapDAS untuk Simulasi Karakteristik Hidrologi DAS Mikro yang Didominasi Perkebunan Sawit: Application of MAPDAS Model for Micro-Watersheds Hydrological Characteristics Simulation Dominated by Oil Palm Plantation Pidin, Faqihna; Tarigan, Suria Darma; Kartiwa, Budi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.917 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.30-36

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dalam ekspansi perkebunan berpotensi menyebabkan degradasi tanah, yang dapat menyebabkan kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Model hidrologi sangat penting untuk mensimulasikan fluktuasi debit dari dampak perubahan penggunaan lahan diperkebunan. Penelitian ini menggunakan Model MAPDAS untuk tujuan simulasinya. Model MAPDAS menggunakan 4 (empat) parameter input utama simulasi, meliputi: koefisien aliran permukaan (Kr), waktu jeda, kecepatan aliran jaringan hidrografi, dan kecepatan aliran lereng. Tujuan dari penelitian adalah untuk, 1) Menguji akurasi hasil hidrograf aliran permukaan pada Model MAPDAS pada metode penentuan hujan efektif; dan 2) melakukan kajian karakteristik hidrologi DAS mikro khususnya aliran permukaan dengan lahan yang didominasi tanaman kelapa sawit menggunakan Model MAPDAS pada 3 skenario penentuan hujan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Model MAPDAS dengan input curah hujan berdasarkan metode koefisien runoff (Kr), indeks infiltrasi (F) dan SCS-CN didapat nilai Kr berkisar antara 12%-70%. Model MAPDAS mampu mensimulasikan karakteristik hidrologi dengan baik. Dilihat dari nilai hasil uji CE lebih besar dari 0.7, yang menyatakan bahwa model ini memiliki akurasi yang tinggi sampai sangat tinggi.
Keselarasan Penggunaan Lahan dengan Pola Ruang dan Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Bengkulu Selatan: Conformity of Land Use with Spatial Pattern and Direction of Green Open Space Development in South Bengkulu Regency Sitorus, Santun R.P.; Mustamei, Engge; Mulya, Setyardi Pratika
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.277 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.21-29

Abstract

Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan wilayah yang terus berkembang, terbukti dengan sedang dilakukannya pengajuan Manna sebagai ibukota Kabupaten menjadi sebuah kota. Pemanfaatan lahan harus selalu dievaluasi dengan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah (RTRW). Sesuai UU Penataan Ruang No 26 Tahun 2007, salah satunya harus memenuhi kebutuhan minimal ruang terbuka hijau (RTH) (30%) yang terdiri dari RTH publik (20%) dan RTH privat (10%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penggunaan lahan eksisting Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2018, mengevaluasi keselarasan penggunaan lahan dengan rencana pola ruang RTRW, mengetahui jenis dan luas penyebaran RTH di Kota Manna tahun 2018, dan menyusun arahan rencana pengembangan RTH. Metode yang digunakan adalah analisis sistem informasi geografi, matriks logis keselarasan dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada 3 penggunaan lahan eksisting terluas adalah hutan seluas 55,861.0 ha (47.91%), perkebunan 43,186.7 ha (37.04), dan sawah 7,257.8 ha (6.23%). Luas penggunaan lahan yang selaras dengan pola ruang RTRW adalah sebesar 84,823.7 ha (73%), transisi sebesar 27,115.0 ha (23%), dan tidak selaras sebesar 4.648.0 ha (4%). Penggunaan lahan yang selaras disarankan untuk dilanjutkan dan yang tidak selaras disarankan pengembangan lebih lanjut untuk dihentikan. Luas RTH publik eksisting Kota Manna masih kurang 23.2 ha berdasarkan luas wilayah, tetapi sudah melebihi kebutuhan berdasarkan jumlah penduduk 2,515.3 ha. Pengembangan ruang hijau publik dapat dilakukan pada lahan prioritas pertama dengan luas 38,6 ha karena cukup untuk kebutuhan RTH publik, arahan untuk pengendalian penggunaan ruang dilakukan dengan empat instrumen, yaitu peraturan zonasi harus segera dibuat untuk menetapkan zona alokasi ruang, perizinan harus lebih diperketat sesuai dengan arah alokasi ruang, melaksanakan kontrol pemberian insentif dan disinsentif dengan membuat pedoman operasional dalam implementasinya, dan menerapkan sanksi kepada setiap pelanggar untuk menyebabkan efek jera.
Karakterisasi Pelepasan Nitrat pada Andisol di Jawa Barat dan Jawa Tengah: Characterization of Nitrate Release on Andisols in West and Central Java Hartono, Arief; Anwar, Syaiful; Ruliana, Novianti
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.169 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.16-20

Abstract

Andisol tersebar luas di Indonesia dengan luas total mencapai 5.4 juta ha. Tanah-tanah ini digunakan secara luas oleh petani sebagian besar untuk pertanian hortikultura dan perkebunan teh, dan sebagian kecil untuk peternakan. Karakteristik pola pelepasan anion nitrat sangat spesifik lokasi sehingga perlu diteliti lebih jauh sifat-sifat kimia tanah apa saja yang berpengaruh terhadap pola pelepasan nitrat pada Andisol di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah: (i) mengkarakterisasi sifat kimia Andisol, (ii) mengkarakterisasi pola pelepasan nitrat pada Andisol dengan sifat kimia yang berbeda, (iii) mendapatkan hubungan antara sifat-sifat kimia tanah dengan pola pelepasan nitrat pada Andisol di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Percobaan pelepasan nitrat dilakukan dengan metode inkubasi. Jumlah nitrat yang terlepaskan dalam penelitian ini disimulasikan dengan menggunakan persamaan first order kinetic. Berdasarkan hasil analisis, sifat-sifat kimia tanah Andisol di Jawa Barat dan Jawa Tengah bervariasi. Pelepasan nitrat pada Andisol Lembang, Pangalengan, Sukamantri, dan Dieng secara umum semakin menurun dengan meningkatnya kedalaman tanah pada satu profil tanah dan semakin meningkat dengan meningkatnya waktu inkubasi. Hasil uji korelasi sederhana menunjukkan bahwa untuk nitrat maksimum yang dapat dilepaskan (N0) memiliki korelasi yang tidak nyata dengan sifat-sifat kimia tanah yang dianalisis. Hal ini menunjukkan bahwa nitrat sangat mobil di dalam tanah. Walaupun demikian N0 berkorelasi positif dengan C organik, N total, Fe-oksalat (Feo), Al-dithionite dan Fe-dithionite. Sebaliknya N0 berkorelasi negatif dengan Al-oksalat (Alo), dan Alo + ½ Feo. Untuk konstanta kecepatan pelepasan nitrat (k) berkorelasi negatif dengan semua sifat tanah tersebut kecuali dengan dengan Fe-dithionite yang mempunyai korelasi positif. Hasil ini menyimpulkan bahwa pelepasan nitrat pada Andisol punya kemungkinan meningkat dengan meningkatnya kadar C organik dan N total tanah akan tetapi menurun dengan meningkatnya Alo + ½ Feo. Alo + ½ Feo juga mempunyai kemungkinan menurunkan kecepatan pelepasan nitrat pada Andisol.
Uji Kelarutan Si Tersedia pada Trass Bakar dan Non Bakar: Experiment of Silica Solubility Availabilityon Fuel and Non Fuel Trass Amin, Mirawanty; Nugroho, Budi; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.583 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.13-15

Abstract

This research was conducted to determine the available Si between burned trass and unburned trass, also to determine the best formula to be used as silica fertilizer. This research was conducted at the Laboratory of Soil Chemistry and Fertility, Department of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, IPB University. The experimental design was the split-plot with the main plot consisted of burned trass and unburned trass, and the subplot consisted of combination dosage of trass and CaCO3, those were 100% trass, 83.33% trass + 16.67 CaCO3, 66.67.% trass + 33.33% CaCO3, each treatment was replicated three times, resulting in 18 experiment units. The result showed that the burned trass showed the highest available Si compared to the unburned trass. The combination of 83% trass + 17% CaCO3 showed the highest available Si of those were 120.02 ppm, 72.67 ppm and 53.43 ppm, respectively with extractant of ammonium acetate pH 4.8, 0.5 M HCl and H2O. Keywords:
Indeks Produktivitas Tanah Berbasis Soil Taxonomy dan Korelasinya Dengan Produktivitas Kopi pada Beberapa Ordo Tanah: Soil Productivity Index Based on Soil Taxonomy and Its Correlation with Coffee Productivity in Several Soil Orders Hadi, Rizky Maulidita Pratama; Sutikto, Tarsicius; Bowo, Cahyoadi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.84 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.7-12

Abstract

Productivity Index (PI) assessment based on Soil Taxonomy is one of the simplest and relatively fixed models, so this model promising to be practical importance for regional scale, but up to now field tests concerning the model's accuracy for perennial crops have not been done. The present study aimed to evaluate the accuracy of IP model application based on Soil Taxonomy for coffee plant, which was manifested in the form of goodness of the correlation between productivity index and the productivity of Robusta coffee. The research was carried out in six locations of coffee plantation spread in Jember and Banyuwangi districts, namely Sidomulyo (smallholder farmer), Rayap-1 and Rayap-2, Tretes, Kampung Tengah, and Gumitir (PTPN XII plantation). In each location, a 1 x 1.5 meter of soil profile was established with a depth of 1 m for soil morphological identification and an analysis of the physical and chemical properties of each soil layer. Analysis of soil properties included soil texture, pH (H2O) and pH (KCl), soil organic-C, cation exchange capacity (CEC), and basic saturation. Based on soil physical and chemical properties of the six research sites, four soil subgroup along with their IP values were obtained, namely Typic Udorthents for Sidomulyo (IP = 6); Typic Dystrudepts for Rayap-2 (IP = 7); Typic Hapludalfs for Rayap-1, Kampung Tengah and Tretes (IP = 10); and Typic Eutrudepts for Gumitir (IP = 11). The results of this study indicated that IP had a very strong positive correlation with productivity of Robusta coffee (r = 0.84) in the form of simple linear model,. the higher the index of planting Robusta coffee productivity increases.
Evaluasi Kinerja Daerah Irigasi Cikeusik Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Gabungan Penilaian Kinerja Irigasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun 2017: Performance Evaluation Cikeusik Irrigation Area Based on Combined Instructions for Assessment of Irrigation Performance of the Ministry of Public and Household Housing (PUPR) in 2017 Ananda, Kiki Rishki; Rachman, Latief Mahir; Tarigan, Suria Darma
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.541 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.1-6

Abstract

The Cikeusik irrigation area was built in 1883 and started operation in 1884, but its operation now is not optimum. Cikeusik irrigation area is located at Cikeusik District, Pandeglang Regency, Banten Province. The agriculture sector in that area has great potential. Cikeusik District has 650 hectares of agricultural land. Cikeusik irrigation area is a technical irrigation network that has 9 intake gates. Right now, Cikeusik irrigation area water supply to tertiary plots is getting shortened. This study aims to evaluate the performance of D.I. Cikeusik. The method used in this research is a guidance of joint implementation of performance assessment of main and tertiary irrigation system of the ministry of PUPR 2017. The result of the research indicated that Irrigation System Performance Value (NKSI) is still lacking.

Page 1 of 22 | Total Record : 211


Filter by Year

1999 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue