cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
PERAWATAN PASIEN KEMOTERAPI: STRATEGI KOPING RELIGIUS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP Mulia, Vera Dewi; Gunawan, Indra; Suryawati, Suryawati
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.345 KB)

Abstract

Perawatan pasien kanker payudara selama kemoterapi khususnya yang menjalani rawat inap di rumah sakit tidak hanya harus didukung oleh keterampilan perawat di bidang ilmu medis tetapi juga pemahaman ilmu psikologis. Strategi koping religius dipercaya dapat mengatasi perubahan psikologis pada pasien sehingga dapat meningkatkat kualitas hidupnya. Penelitan ini dilakukan untuk melihat hubungan koping religius dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh. Studi pada 40 orang pasien menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki koping religius adaptif (82%) dan memiliki kualitas hidup baik (82%) sehingga dapat disimpulkan bahwa koping religius sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci : Religius koping, kualitas hidup, kemoterapi ABSTRACT  The care of breast cancer patients during chemotherapy, especially those undergoing hospitalization in hospitals, must not only be supported by nurses' skills in the medical sciences but also psychological sciences. Religious coping strategies are believed to be able to overcome psychological changes in patients so they can improve their quality of life. This research was conducted to look at the relationship of religious coping in improving the quality of life for breast cancer patients at Zainoel Abidin Hospital, Banda Aceh. Studies on 40 patients showed that the majority of patients had adaptive religious coping (82%) and had a good quality of life (82%) so it could be concluded that religious coping was very influential in improving the quality of life of patients.  Keywords : Religious coping, quality of life, chemotherapy  
PELAKSANAAN PATIENT CENTERED CARE DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA BANDA ACEH Rachma, Anggie Havistia; Kamil, Hajjul
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.152 KB)

Abstract

Patient Centered Care (PCC) merupakan suatu pendekatan dalam perencanaan, pemberian dan evaluasi pelayanan kesehatan berbasis pada kemitraan yang saling memberikan manfaat antara penyedia pelayanan, pasien, dan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan PCC di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian pasien yang dirawat di ruang rawat inap berjumlah 368 orang, penentuan besar sampel menggunakan rumus Lameshow dengan jumlah sampel 114 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Picker Adult in-Patient Questionnaire, dan data dianalisa menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian pelaksanaan PCC di Rumah Sakit umum Kota Banda Aceh 88,6% telah terlaksana, sedangkan dimensi menghormati nilai,  preferensi dan kebutuhan pasien 75,4% terlaksana, koordinasi dan perawatan 78,9% terlaksana, informasi,komunikasi dan pendidikan 85,1% terlaksana, kenyaman fisik 87,7% terlaksana, dukungan emosionalmenghilangkan rasa takut dan kecemasan 88,6% terlaksana, keterlibatan keluarga dan teman 83,3% terlaksana dan kontinuitas dan transisi 67,5% tidak terlaksana. PCC di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh sebahagian besar telah terlaksana pada semua dimensi, namun masih perlu peningkatan kemampuan koordinasi dan komunikasi antar PPA dalam persiapan discharge planning pada dimensi kontinuitas dan transisi pelayanan guna meningkatkan keberlangsungan pelaksanaan asuhan kesehatan, pemberian obat dan tindaklanjut di rumah maupun pada institusi pelayanan kesehatan rujukan serta peran serta keluarga. Kata kunci: Pelaksanaan, Patient Centered Care, Rumah Sakit. ABSTRACT Patient Centered Care (PCC) is an approach in the planning, delivery and evaluation of health services based on partnerships that provide mutual benefits between healthcare service providers, patients and families. The purpose of this study was to determine the implementation of PCC in Banda Aceh Hospital. The Correlational study was conducted with a quantitative method and a cross-sectional study design. The population were 368 patients treated in the inpatient ward, sample size using Lameshow and a number of 114 respondents were chosen as a the sample by using a simple random sampling technique. The data collected through questionnaire that adopted from the Adult in Patient Questionnaire, and then analyzed computerized using descriptive statistics. The results of the study showed that the  implementation of PCC in Banda Aceh Hospital have been implemented (88.6%), which consist of the dimensions of respecting the values, preferences and needs of patients (75.4%), coordination and care (78.9%), information, communication and education (85,1%), physical comfort (87.7%), emotional support-eliminating fear and anxiety (88.6%), involvement of family and friends (83.3%) have been implemented, beside continuity and transition (67.5%) did not implemented. PCC in  Banda Aceh Hospital has largely been implemented in all dimensions, but there is still a need improvement, coordination and communication skills between healthcare providers in the preparation of discharge planning in the dimensions of continuity and service transition to improve the continuity of health care, drug delivery and follow-up at home and at referral health care institutions and family participation. Keywords: Patient Centered Care.
22 CARE DEPENDENCY PADA LANSIA DENGAN ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH Rahmi, Miftahul; Juanita, Juanita; Nurhasanah, Nurhasanah
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.524 KB)

Abstract

Lanjut usia merupakan fase akhir dari kehidupan. Perubahan yang terjadinya pada lansia salah satunya, penurunan kemampuan muskuloskeletal kearah yang lebih buruk menyebabkan lansia terserang penyakit athritis seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis dan gout arthritis. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga membutuhkan bantuan orang lain. Semakin lama lansia menderita penyakit arthritis maka semakin tinggi kategori ketergantungannya, dan dapat mempengaruhi care dependency. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran care dependency pada lansia dengan arthritis. Desain penelitian deskriptif study dengan cross sectional study. Populasi penelitian berjumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel accidental sampling, berjumlah 97 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner CDS-I dalam bentuk skala likert yang berjumlah 40 pertanyaan. Metode analisis data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa care dependency lansia di Puskesmas Banda Aceh berada pada kategori Partial dependent yaitu 75 orang (77,3%) lansia mampu melakukan sebagian aktivitas secara mandiri dan sebagian dibantu. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada petugas Puskesmas Kota Banda Aceh agar dapat memberikan pelayanan secara berkelanjutan bagi lansia, karena tingkat ketergantungan lansia dapat berubah dari waktu ke waktu, oleh karena itu perawat harus merencanakan dan menyesuaikan tindakan keperawatan yang memadai sesuai dengan kebutuhan lansia, terutama yang berkaitan dengan aspek mobilitas. Kata kunci: arthritis, care dependency, lanjut usia. ABSTRACT Elderly is the last phase of life. There are some physical deteriorations to the elderly people such as musculoskeletal which gets worse by time and leads to arthritis like rheumatoid arthritis, osteoarthritis, and gout arthritis. It could disturbed their daily activities, so they need help from others. The longer the elderly suffered from arthritis the higher level of their dependency and it wolud be affected their care dependency. This study aimed to examine the care dependency on elderly people with arthritis. The study design was a descriptive study with a cross-sectional study. The population of this research was 100 people. The sampling technique was accidental sampling with 97 respondents. The instruments used to collect the data was CDS-I Questionnaire in the form of Likert Scale consisting of 40 questions. The data was analyzed by univariate analysis. The result of this study showed that the care dependency of elderly people in the Community Health Center in Banda Aceh was in Partial dependent category which are 75 people (77.3%). They are capable of doing their daily activities by themselves or with minimum help. Based on this study, it was expected that the Banda Aceh Health Center staff can provide services sustainably for the elderly, because the level of dependency of the elderly may change over time, therefore nurses have to plan and tailor adequate nursingcare measures to patient needs, especially with respect to the aspect of mobility. Keywords: arthritis, care dependency, elderly.
PENGARUH DISKUSI KELOMPOK TENTANG PENANGGULANGAN FILARIASIS TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KELUARGA DI KABUPATEN PIDIE Nirwan, Nirwan
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.846 KB)

Abstract

Kasus filariasis di Kabupaten Pidie cukup tinggi dan cenderung meningkat, dimana pada tahun 2014 mencapai 86 kasus dan meningkat pada tahun 2015 menjadi 95 kasus. Kegiatan promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan yang dilakukan belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penanggulangan penyakit filariasis. Bentuk lain dari promosi kesehatan yang dapat dilakukan adalah diskusi kelompok. Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui pengaruh diskusi kelompok pada keluarga terhadap perubahan perilaku tentang penanggulangan filariasis. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experiment one group pre test – post test design. Teknik sampling secara total populasi sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 77 keluarga (18 keluarga tidak bersedia menjadi sampel). Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner pada saat sesi pre test dan post test. Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskusi kelompok efektif untuk meningkatkan pengetahuan (P=0,0001), sikap (P=0,0001) dan tindakan (P=0,0001) keluarga dalam penanggulangan filariasis. Diskusi kelompok terbukti dapat meningkatkan perilaku keluarga dalam penanggulangan filariasis. Kata Kunci : Diskusi Kelompok, Keluarga, Filariasis. ABSTRACTFilariasis cases in Pidie District was high and tend to increase, where in 2014 about 86 cases and increased in 2015 to 95 cases. Many health promotion activities did not influence on the prevention of filariasis. Another intrvention of health promotion that can be done is group discussion. Purpose of the study to determine the effect of group discussion about filariasis prevention on family behavior in Pidie district.  This study was a pre experiment one group pre test - post test design. The sampling technique was a total population with a total sample of 77 families. Data was collected by using a questionnaire during the pre test and post test sessions. Data were analyzed by using t-test. The result showed that group discussion was effective for filariasis prevention including knowledge (P = 0,0001), attitudes (P = 0,0001) and actions (P = 0,0001). Group discussion is one of the intervention for filariasis prevention and health care provider were suggested to perform this intervention for this desease prevention. Keywords: Group Discussion, Family, Filariasis.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH Deviana, Mirna; Novitayani, Sri
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.694 KB)

Abstract

Stres kerja merupakan suatu fenomena yang sangat komplek dan unik. Seseorang yang mengalami stres mempunyai perilaku marah, gelisah, murung, cemas dan semangat kerja yang rendah. Hal ini dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Pelayanan yang sistematik dan tuntutan yang sering memunculkan kondisi yang dapat menimbulkan stres kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan cross sectional study. Populasinya adalah perawat pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Teknik  purposive sampling digunakan dalam menentukan 88 responden dan tiga kuesioner meliputi data demografi, The Workplace Stres Scale dan kinerja perawat digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan pada 2 Agustus s.d 4 Agustus 2018. Analisa data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Aceh (p-value 0,036). Peneliti menyarankan agar atasan dapat memfasilitasi perawat pelaksana dalam mengemukakan pendapat terkait kondisi kerja dan memberikan penghargaan atas pekerjaan mereka yang baik. Selain itu, perawat pelaksana juga diharapkan dapat melaksanakan kinerja yang maksimal dengan memberikan pelayanan keperawatan melalui tahapan proses keperawatan dengan benar. Kata kunci: stres kerja, kinerja, perawat pelaksana. ABSTRACTWorkplace stres is a phenomenon that is very complex and unique. An individual who is experiencing stres has an angry, fidgety, moody, anxious and low morale. This can affect someone in doing their work. Systematic services and demands that often lead to conditions which can cause work stres on nurses. This study aims to determine the relationship between workplace stres and the nurses’ performance in Aceh Mental Hospital. This study is descriptive correlative with cross sectional study. The population is nurses’ practitioner in Aceh Mental Hospital. The purposive sampling technique was used to determine 88 respondents and three questionnaires consisting of demographic data, The Workplace Stres Scale and nurse performance were used in this study. Data collection was conducted on August 2 to August 4, 2018. Data analysis was done using the Chi Square test. The results showed that there was a relationship between workplace stres and the nurses’ performance in Aceh Mental Hospital (p-value 0.036). Researchers suggest that the leader can facilitate practitioner nurses in giving their opinion about their work condition and give reward to them when they had provide good working. Beside, practitioner nurses also can maximal do their performance by giving service to the patient through nursing process in correctly. Keywords: workplace stres, performance, practitioner nurses.
PERBANDINGAN GEJALA ANSIETAS PADA KELOMPOK UMUR LANSIA maulidya, agusty; Febriana, Dara
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.346 KB)

Abstract

ABSTRAKKeberadaan populasi lansia di dunia meningkat sangat cepat. Dengan meningkatnya populasi penduduk lansia, akan diiringi dengan masalah kesehatan mereka, salah satunya adalah masalah psikososial akan. Ansietas merupakan salah satu masalah psikososial yang mempengaruhi populasi lansia. Masalah psikososial terjadi karena jarang teridentifikasi oleh profesional keperawatan serta lansia yang tidak memahami masalah psikososial yang dialami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan gejala ansietas pada berbagai kelompok umur lansia di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif komparasi dengan pendekatan cross sectional study. Cara penarikan sampel menggunakan metode convinience sampling, dan diperoleh besar sampel sebanyak 201 responden yang didapatkan dengan menggunakan perhitungan rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan instrumen baku GAI (Geriatric Anxiety Inventory). Hasil analisis data dengan menggunakan chi-square didapatkan tidak ada perbandingan antara gejala ansietas dengan umur lansia di Kota Banda Aceh (p-value 0,316) dikarenakan responden pada setiap kelompok umur memiliki gejala ansietas lebih banyak dari pada responden yang tidak ada gejala ansietas. Oleh karena itu, diharapkan pihak pelayanan agar dapat memberikan pelayanan yang sesuai dan mampu memberikan asuhan keperawatan pada lansia dengan membantu lansia beradaptasi dalam perubahan fisik, konsep diri, serta fungsi peran sehingga lansia mampu berespon adaptif terhadap ansietas.Kata kunci: Ansietas, lansia dan umur ABSTRACTThe population of the elderly is increasing worldwide and this phenomenon brought with it health problems such as psychosocial anxiety. Anxiety is one of the psycho-social problems affecting the elderly population. Nurses rarely identify this psychosocial problem and the elderly who suffers from it are often unaware of the problem they experience. This study aimed to compare the symptoms of anxiety in various age groups in Banda Aceh. Descriptive comparative with cross-sectional study approach was used in the current study. A total of 201 respondents were drawn using convenience sampling method with solvin formula. Standard GAI instruments (Geriatric Anxiety Inventory) were used to collect the data. The results of the data analysis using the chi-square showed that there was no comparison between anxiety symptoms and the age of the elderly in Banda Aceh (p-value 0.316) because the respondents in each age group had more symptoms of anxiety than those who had no such symptom. Therefore, it is expected that the health service unit provides appropriate services and nursing care to the elderly by helping them to adapt to physical changes, self-concept, role, and functions so that the elderly can respond adaptively to anxiety. Keyword: Anxiety, the elderly and age.
GAMBARAN PENGABAIAN DIRI (SELF-NEGLECT) PADA LANJUT USIA Maulida, Ayu; Nurhasanah, Nurhasanah
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.362 KB)

Abstract

Pengabaian diri (self-neglect) merupakan masalah yang sering terjadi dan masih tersembunyi, masyarakat. Pengabaian diri merupakan kondisi dimana perilaku lansia yang mengabaikan pemenuhan kebutuhan dasar seperti kebersihan diri, pakaian yang sesuai, nutrisi, lingkungan tempat tinggal dan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran pengabaian diri (self-neglect) pada lansia. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar pada tanggal 08 juni sampai dengan 08 Juli 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan deskripstif exploratif. Populasi sebanyak 1419 lansia, teknik pengumpulan sampel menggunakan cluster sampling dengan jumlah sampel 102. Alat ukur penelitian ini menggunakan instrumen baku (SN-37) oleh Mary Rose Day dengan cara ukur wawancara terpimpim. Hasil penelitian tentang pengabaian diri lansia di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh besar berada dalam kategori ringan (66,7%). Dari hasil penelitian, diharapkan bagi Puskesmas agar lebih aktif dalam mengurangi masalah pengabain diri pada lansia seperti melakukan home visite ke rumah-rumah lansia yang tidak berhadir ke acara Posyandu lansia, sehingga dapat mendeteksi dan menemukan lansia-lansia yang mengalami pengabaian diri, agar para lansia dapat mencapai masa tua yang sehat dan damai. Kata Kunci: Self-neglect, Pengabaian diri, Lansia ABSTRACTSelf-neglect is a largely hidden global phenomenon, and a serious public health problem. Self-neglect is a condition where elderly behaviors ignore basic needs such as personal hygiene, appropriate clothing, nutrition, living environment and health. The purpose of this study is to know the self-neglect image of the elderly. The place and time of the research was conducted in the work area of Puskesmas Darussalam Aceh Besar on 30 June until 08 July 2018. This research type is quantitative research with descriptive explorative. Population counted 1419 elderly, sample collecting technique using cluster sampling with sample number 102. This study used standard instrument (SN-37) by Mary Rose Day by measuring the guided interview. The results of the study of self-neglect in the work area of Puskesmas Darussalam Aceh Besar are in the mild category (66.7%). From the results of the research, it is hoped that the Puskesmas will be more active in reducing the problem of self-neglect in the elderly such as conducting home visite to the elderly houses that are not facing the elderly Posyandu event, so they can detect and find elderly people who have self-negelect, can achieve a healthy and peaceful old age. Keywords: Self-neglect, Elderly
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN PENGABAIAN PADA LANJUT USIA Nurhasanah, Nurhasanah; Jufrizal, Jufrizal; Juanita, Juanita
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.612 KB)

Abstract

Satu dari sepuluh lansia mengalami pengabaian, baik yang dilakukan oleh keluarga ataupun pengasuh, lansia yang menggalami gangguan fungsi kognitif lebih sering mengalami pengabaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif, dengan pengabaian pada lansia. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. yang berjumlah 1844 orang. Tehnik pengambilan sampel stratified random sampling dengan jumlah sampel 104 responden. Instrument yang digunakan Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ). Anailisis menggunakan Chi- Square. Hasil penelitian   adanya hubungan fungsi kognitif dengan pengabaian  (χ2 0.001, α 0.05). Diskusi: adanya hubungan dari fungsi kognitif dengan kejadian pengabaian pada lansia. Saran diharapkan kepada pemberi pelayanan kesehatan terutama pihak institusi untuk dapat mengadakan kegiatan memandirikan lansia dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kata kunci:   Fungsi kognitif, pengabaian, lansia ABSTRACTOne from ten elderly had experience neglect, whether done by family or caregivers, the elderly who had cognitive dysfunction more often experience neglect. The purpose of this study was to determine the relationship between cognitive function with neglect among elderly. Type of study was explorative descriptive. The population in this study were the elderly in the Work Area of the Krueng Barona Jaya Health Center, Aceh Besar Regency, which numbered 1844 people. The sample tehnique used stratified random sampling with a sample size of 104 respondents. The instrument used was the Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ). Analysis used Chi-Square. The results of the study showed tha there was relationship between cognitive function with neglect (χ2 0.001, α 0.05). Discussion: the relationship between cognitive function and the incidence of neglect in the elderly. Suggestions for health service providers, especially institutions, to be able to carry out activities to help elderly people meet their daily needs. Keywords:     Cognitive function, Neglect, elderly
STIGMA MASYARAKAT PADA PENDERITA KUSTA Nurhasanah, Nurhasanah; Jufrizal, Jufrizal
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.084 KB)

Abstract

Penyakit kusta (Morbus Hansen) merupakan penyakit yang ditakuti oleh masyarakat sampai saat ini, baik keluarga, termasuk sebagian dari petugas kesehatan, yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kepercayaan yang keliru terhadap penderita kusta dan kecacatan yang terjadi. Dampak negatif dari segi sosial yang menjadi sumber permasalahan kehidupan penderita kusta yaitu kecacatan pada tubuh penderita yang membuat sebagian besar masyarakat merasa jijik menyebabkan penderita dijauhi, dikucilkan oleh masyarakat serta timbulnya tindakan diskriminasi dan penderita sulit mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stigma masyarakat pada penderita kusta di Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, populasi pada penelitian ini sebanyak 200 orang dan tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel 200 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan dari konsep Scheid dan Bown 2010. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa stigma masyarakat negatif sebanyak 127 orang (63,5 %). Disarankan kepada pemberi pelayanan kesehatan untuk dapat memberikan edukasi/informasi bagi masyarakat mengenai penyakit kusta sehingga dapat mengubah stigma yang tidak baik bagi penderita kusta.                              Kata kunci: stigma masyarakat, kusta. ABSTRACTLeprosy (Morbus Hansen) is a disease that is feared by the community until today, both by patients families, and some of health workers. This problem is caused by lack of knowledge and mistaken beliefs about leprosy and the physical defect that occurs. The negative impact from social aspect that the sufferers got from the environment was caused by the flawed in their body affected by this illness. Therefore, some people feel disgusted and tend to ostracize the patients of the community. Also, they faced the emergence of discrimination and difficult to find work. This study aims to determine the community stigma towards lepers in Tanah Pasir District, North Aceh Regency. This research was analytical quantitative with a cross-sectional approach, the population was 200 people. the sampling technique applied was total sampling with 200 people was taken as sample. Data was collected through interviews using a questionnaire developed from the 2010 Scheid and Bown concepts. Data processing was conducted by using frequency distribution. The results showed that the negative stigma was gathered from 127 people (63,5%). It is recommended to health service providers to be able to provide education/information for the community regarding leprosy so that it can change the negative stigma which was not good for lepers. Keywords: community stigma, leprosy.
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL Darmawati, Darmawati; Laila, Khiyurul; Kamil, Hajjul; Tahlil, Teuku
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.308 KB)

Abstract

Anemia merupakan masalah kehamilan yang paling banyak terjadi di negara berkembang, terutama anemia defisiensi zat besi yang disebabkan oleh beberapa faktor risiko diantaranya sosial ekonomi, budaya, nutrisi, serta penyakit parasit seperti malaria. Umumnya, faktor sosial ekonomi menjadi masalah yang dihadapi negara berkembang, ditambah dengan opini masyarakat yang menganggap anemia merupakan kondisi yang wajar pada kehamilan sehingga hal tersebut berkontribusi terhadap tingginya prevalensi anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan prevalensi anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah correlation study dengan pendekatan cross sectional dengan responden sebanyak 116 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar kuesioner dan Hb meter. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil pengumpulan data menunjukan prevalensi anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil sebanyak 22.4%. Ditemukan adanya hubungan antara faktor tingkat pendidikan dengan anemia ( 0.05) namun tidak terdapat hubungan antara penghasilan keluarga dan pekerjaan dengan anemia ( 0.05). Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan program penyuluhan kesehatan serta meningkatkan pengetahuan melalui penyediaan media cetak berupa leaflet, booklet maupun media elektronik serta tindakan promotif dalam menghadapi masalah anemia defisiensi zat besi. Kata kunci: kehamilan, sosial ekonomi, anemia defisiensi zat besi. ABSTRACTAnemia is the most common pregnancy problem in developing countries, especially iron deficiency anemia caused by several risk factors including socio-economic, cultural, nutritional, and parasitic diseases such as malaria. Generally, socio-economic factors become a problem in developing countries due to public opinion that considers anemia as a reasonable condition in pregnancy so that it contributes to the high prevalence of anemia during pregnancy. This study aims to determine the relationship of socio-economic factors between the prevalence of iron deficiency anemia in pregnant women in the Krueng Barona Jaya Community Health Center Working Area, Aceh Besar District. The research method used is a correlation study with a cross sectional approach with 116 respondents selected by purposive sampling method. Data collection techniques were carried out through questionnaire and Hb meters. Data analysis using chi-square. The results showed that the prevalence of iron deficiency anemia in pregnant women was 22.4%. It was found that there was an association between education level and anemia ( 0.05) but there was no correlation between family income and occupation with anemia ( 0.05). It is expected that health workers can improve health education programs and increase knowledge through the provision of print media in the form of leaflets, booklets and electronic media as well as promotive actions in dealing with the problem of iron deficiency anemia. Keywords: pregnancy, socioeconomic, iron deficiency anemia.

Page 1 of 27 | Total Record : 267