cover
Contact Name
Dr.Kiman Siregar
Contact Email
ksiregar.tep@unsyiah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ksiregar.tep@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Rona Teknik Pertanian
ISSN : 20852614     EISSN : 25282654     DOI : -
JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and biosystems: agricultural machinery, soil and water engineering, tillage, precision farming, post-harvest technology, agricultural instrumentation, sensors, bio-robotics, systems automation, processing of agricultural products and foods, quality evaluation and food safety, audit energy, waste treatment and management, environmental control, energy utilization agricultural systems engineering, bio-informatics, computer simulation, farm work systems and mechanized farming.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Model Simulasi Penanganan Pascapanen Sekunder (Teknologi Pengolahan) Nanas (Ananas comosus merr) (Studi Kasus: Kabupaten Aceh Tengah) Agustina, Raida; Jayanti, Dewi Sri; Mechram, Siti
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 1 (2014): Volume 7, No. 1, April 2014
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i1.2645

Abstract

Abstrak. Nanas (Ananas comosus Merr) mempunyai prospek agribisnis yang semakin meningkat baik untuk kebutuhan buah segar maupun bahan olahan. Model simulasi penanganan pascapanen sekunder (teknologi pengolahan) nanas (selai, dodol dan manisan) merupakan salah satu upaya untuk menginformasikan kepada pihak yang terkait agar dapat memperoleh informasi tingkat keuntungan (pendapatan) yang lebih besar, jika dibandingkan dengan menjual langsung dalam bentuk buah segar. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi kelayakan penanganan pascapanen sekunder (teknologi pengolahan); mensimulasi tingkat keuntungan yang diperoleh petani nanas melalui produk olahan; serta memprediksi tingkat keuntungan petani nanas selama 8 tahun ke depan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Powersim untuk melihat kelayakan penanganan pasca panen sekunder (teknologi Pengolahan) nanas berdasarkan analisis teknis dan ekonomi. Pada tahun 2008 petani nanas mendapatkan penerimaan dari manisan nanas sebesar Rp 5.072.874,60, penerimaan dari selai nanas sebesar Rp 4.191.896, 60, dan  penerimaan dari dodol nanas sebesar Rp 26.664.472,00. Jika diasumsikan harga jual produk olahan nanas tetap maka pada tahun 2020 penerimaan petani dari penjualan manisan nanas bisa mencapai Rp 30.998.132,90, penerimaan dari selai nanas bisa mencapai Rp 25.586.879,80, dan  penerimaan dari dodol nanas bisa mencapai Rp 135.572.561,00. Total keuntungan petani nanas dari penerimaan hasil penjualan produk olahan nanas yang berupa manisan, selai dan dodol di Kabupaten Aceh Tengah mencapai Rp 35.929.243,20 pada tahun 2008. Dan hasil simulasi prediksi pada tahun 2020 keuntungan petani nanas dapat mencapai Rp 195.147.574,00.. Simulation Model of Secondary Postharvest Handling (Processing Technology) of Pineapple (Ananas comosus Merr) (Case Study: Aceh Tengah District)Abstract. Pineapple (Ananas comosus Merr) has a growing agribusiness prospects in terms of  fresh fruit and processed materials. Simulation model of secondary postharvest handling (processing technology) of  pineapple (jam, candy, and dodol) is an effort informing the relevant parties in order to obtain information rate of profit (income) greater compared with direct selling in the form of fresh fruit. The purpose of this study was to get some information of an eligibility secondary postharvest handling (processing technology); to simulate the level of benefits pineapple growers through refined products, as well as to predict the pineapple farmer returns for 8 years.  Data processing was performed using software Powersim to measure the feasibility of secondary post-harvest handling (processing technology) pineapple based on the technical and economic analysis. In 2008, farmers obtain an acceptance of dodol pineapple Rp 5,072,874.60 pineapple, pineapple jam acceptance of Rp 4,191,896, 60, and acceptance of candy pineapple Rp 26,664,472.00. If it is assumed selling price of processed pineapple products in 2020 remains the farmer acceptance of dodol pineapple sales may reach Rp 30,998,132.90, acceptance of pineapple jam may reach Rp 25,586,879.80 and acceptance of pineapple candy may reach Rp 135 572. 561.00. The total profit of the pineapple growers receive from the sale of refined products such as dodol pineapple, jam, and candy in Aceh Tengah District reached Rp 35,929,243.20 in 2008. And the simulation results predicted 2020 profit pineapple farmers may reach Rp 195,147,574.00
Uji Kinerja Pengering Surya dengan Kincir Angin Savonius untuk Pengeringan Ubi Kayu (Manihot esculenta) Yanda, Rian Juli; Syah, Hendri; Agustina, Raida
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 2 (2014): Volume 7, No. 2, Oktober 2014
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i2.2649

Abstract

Abstrak. Ubi kayu merupakan salah satu tanaman yang mengandung karbohidrat. Ubi kayu dapat dikeringkan untuk mendapatkan produk olahan contohnya pembuatan tepung dan gaplek. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi pengering surya dengan menambahkan kincir angin savonius sebagai penggerak kipas pada pengering tersebut yang bertujuan untuk memaksimalkan sirkulasi udara didalam ruang pengering. Parameter yang dilakukan diantaranya pengukuran kecepatan udara, distribusi temperatur, kelembaban relatif, iradiasi surya dan pengukuran kadar air. Dengan penambahan kincir angin savonius, kecepatan udara di dalam pengering surya lebih stabil bila dibandingkan dengan kecepatan udara di lingkungan. Temperatur di dalam ruang pengering lebih tinggi dari pada temperatur lingkungan, sedangkan kelembaban relatif di dalam pengering lebih rendah dibandingkan dengan di lingkungan. Hal ini menyebabkan proses pengeringan berlangsung cepat. Nilai iradiasi surya yang didapat berfluktuasi. Iradiasi tertinggi diperoleh pada hari kedua penelitian yaitu 595 W/m2. Kadar air awal ubi kayu yaitu 61,7 %. Kadar air akhir yang diperoleh rak A5 yaitu sebesar 11,7% dan rak B1 yaitu sebesar 12,9% sudah mendekati kadar air yang diharapkan untuk  pembuatan tepung yaitu 12%. Performance of Solar Dryer by Using Savonius Windmill for Cassava (Manihot esculenta) DryingAbstract. Cassava is one of the plants that contain carbohydrates. Cassava can be dried to produce processed products such as cassava flour and “gaplek”. In this research, the solar dryer was modified by adding a savonius windmill as fan drive which aims to maximize the air circulation inside the drying chamber. The observed parameters include air velocity, the distribution of temperature, relative humidity, solar irradiation and the water content. The addition of savonius windmill caused the air velocity in the solar dryer was more stable when compared to the speed of the air in the environment. Moreover, the temperature in the drying chamber was higher than the ambient temperature, while the relative humidity in the dryer was lower than in the environment. As a result, it caused rapid drying process. Solar irradiation values obtained fluctuate. The highest irradiation was obtained on the second day of the study (595 W / m2). The moisture content of the cassava decreased from  61.7% to 11.7% (at A5 rack) and 12.9% (at B1 rack). Those values was approaching the expected flour water content (12% ).
Pembuatan Mi Kering Komposit Rumput Laut Labu Kuning Sebagai Pangan Fungsional Manurung, Hotman; Simanjuntak, Rosnawyta; Pakpahan, Yossi A.; Pandiangan, Samse
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Volume 12, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.246 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v12i2.14717

Abstract

Pembuatan mi kering komposit bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi mi terutama komponen pangan fungsional dengan melakukan subtitusi sebagian tepung terigu dengan tepung rumput laut dan tepung labu kuning.Penelitian dilakukan dengan tiga tahap. Tahap ke 1 pembuatan tepung rumput laut dan tepung labu kuning.Tahap ke 2 pembuatan mi kering komposit, dan tahap ke 3 analisis kimia, dan uji fisik mi kering.Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan perbandingan (%)  tepung rumput laut dan tepung labu kuning yang terdiri  atas 4 taraf (t=4): P0= 30:0; P1= 20:10: P2= 10:20; dan P3=0:30. Dilakukan dengan 3 ulangan.Tepung rumput laut dan tepung labu kuning mengandung komponen pangan fungsional (iodium, serat, dan karoten) masing-masing 27,05 ppm, 5,65%, dan 12,32 ppm pada tepung rumput laut dan 0,10 ppm, 9,69%, dan 397,20 ppm pada tepung labu kuning. Iodium dan karotenoid pada tepung terigu tidak terdeteksi, sedangkan serat hanya 0,29%. Komposisi kimia mi kering adalah:  air 6,75-7,99%; protein 7,32-11,24%; iodium 0,03-7,39 ppm; serat 1,01-2,11%; dan karoten 1,69-80,25 ppm. Waktu optimum pemasakan rata-rata 3,50 menit dan KPAP antara 14,42-20,72. Mi yang memenuhi SNI 01-2974-1996 adalah mi kering R10L20 dan R0L30. Mi R10L20 dapat dijadikan makanan fungsional karena sangat potensial sebagai sumber karoten dan sumber iodium.Making Composite Dry Noodles Of Seaweed (E.Cottonii)  Pumpkin Flour (Cucurbita moschata)  as  Functional Food Composite dry noodle-making aims to improve the nutritional value of noodles, particularly functional food components by performing partial substitution of wheat flour with seaweed and wheat flour pumpkin. Research carried out by three stages. The first stage is to manufacture seaweed flour and flour pumpkin. The second stage is to make dry noodle by using seaweed flour and flour pumpkin as the wheat substituer and third stage is to analyze the component of dry noodle. Methods of experimental research with completely randomized design with treatment ratio (%) for seaweed flour and flour pumpkin which consisting of 4 levels (t = 4).  R30L0 = 30: 0; R20L10 = 20:10: R10L20 = 10:20; and R0L30 = 0: 30. It is done with three time repetitions.Flour seaweed and flour pumpkin contain functional food components (iodine, fiber, and carotenoids) respectively 27.05 ppm, 5.65%, and 12.32 ppm in flour seaweed and 0.10 ppm, 9.69%, and 397.20 ppm in flour pumpkin. Iodine and carotenoid of rice flour undetected, and the fiber was only 0.29%.The chemical compositions of dry noodles are:,6.75-7.99% moisture content; protein content of 7,32-11,24%; 0.03 -7.39 ppm iodine content; 1.01-2.11% crude fiber; and 1.69-80.25 ppm carotene.The optimum cooking time is average of 3.50 minutes and KPAP between 14.42-20.72%. Noodles that meet SNI 01-2974-1996 are R10L20 and R0L30 dry noodles. The noodles  R10L20 is very potential as a source of carotene and iodine.  
Modifikasi dan Uji Kinerja Alat Pengering Energi Surya-Hybrid Tipe Rak untuk Pengeringan Ikan Teri Hanafi, Risman; Siregar, Kiman; Nurba, Diswandi
Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 1 (2017): Volume 10, No. 1, April 2017
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.535 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v10i1.7447

Abstract

Abstrak. Pada saat musim panen ikan, para nelayan banyak mendapatkan ikan teri sebagai hasil tangkapan dengan jumlah yang sangat besar. Karena jumlah yang sangat banyak, terkadang ikan teri tidak habis terjual. Hal tersebut mengakibatkan ikan teri membusuk jika tidak ada tempat pengawetan (cool storage). Salah satu cara yang dilakukan nelayan adalah dengan mengeringkan ikan teri tersebut secara alami (penjemuran dibawah sinar matahari). Alat pengering surya tipe rak adalah alat pengering berbentuk kotak yang memanfaatkan matahari sebagai energi termalnya. Adapun kendala dari alat pengering ini adalah hanya memanfaatkan panas dari energi matahari sehingga ketika cuaca dalam keadaan mendung atau saat malam tiba alat ini tidak bisa difungsikan. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi alat pengering surya tipe rak, menjadi alat pengering hybrid untuk pengeringan ikan teri. Hasil penelitian diperoleh total efisiensi penggunaan energi selama pengeringan yaitu, untuk pengeringan uji kosong hybrid adalah 0,010%, untuk pengeringan uji hybrid sebesar 0,695% dan untuk pengeringan uji surya sebesar 20,319%. Sementara untuk lamanya waktu pengeringan, uji hybrid ulangan 1 selama 7 jam, uji hybrid ulangan 2 selama 8 jam, uji surya ulangan 1 selama 10 jam dan uji surya ulangan 2 selama 11 jam. Untuk total energi tersedia, pengeringan hybrid sebesar 305,838 MJ dan pengeringan surya sebesar 9,896 MJ. Modifications and Performance Test Instrument Solar-Hybrid Dryer Type Rack for Drying AnchovyAbstract. At the time of harvest fish, fishermen get a lot of anchovy as catches with very large amount. Due to the very large number of these, sometimes anchovy is not sold out. This resulted in an anchovy rot if not done preservation (cool storage). One way in which the fisherman is by drying anchovy naturally (the drying in the sun). A tool rack type solar dryer is a box-shaped dryer that utilize the sun as thermal energy. The constraints of this tool is only utilizing the heat from solar energy, so when the weather is cloudy or at nightfall these tools can not function. The research aims to modify the tool rack type solar dryer to be a hybrid dryer for drying anchovy. The results were obtained that total efficiency of energy use during drying is for drying empty test hybrid is 0,010%, for drying hybrid test at 0,695%, and for drying solar test of 20,319%. As for the length of drying time, hybrid test replicates 1 for 7 hours, hybrid test replicates 2 for 8 hours, solar test replicates 1 for 10 hours, and solar test replicates 2 for 11 hours. For the total energy available, hybrid drying of 305,838 MJ and solar drying of 9,896 MJ.
Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Longsor Di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah Rahmi, Faidha
Rona Teknik Pertanian Vol 6, No 2 (2013): Volume 6, No. 2, Oktober 2013
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v6i2.20426

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana longsor di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap bencana longsor, 2) mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana longsor, 3) mengidentifikasi dan menilai peranan kearifan lokal dalam menghadapi bencana tanah longsor, dan 4) menyusun strategi kesiapsiagaan dalam pengurangan risiko bencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui survei di 3 desa, yaitu Desa Arul Item, Desa Antara dan Desa Kemerleng. Variabel penelitian yang diukur adalah pemahaman, kesiapsiagaan dan peranan kearifan lokal yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Linge memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda terhadap bencana longsor. Mayoritas masyarakat (55%) memiliki pemahaman yang sedang, tingkat kesiapsiagaan masyarakat berada berada pada tingkat siap yaitu 49,5%. Sebagian besar masyarakat (49,5%) menyatakan bahwa kearifan lokal memiliki peranan dalam pengurangan risiko bencana longsor. Diperoleh 5 alternatif strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Linge dalam menghadapi bencana longsor yaitu: meningkatkan peran lembaga kampung sebagai pusat informasi dan merintis kerjasama yang kontinyu dan berkesinambungan dengan lembaga lain seperti BPBD, mengkaji lebih lanjut peranan kearifan lokal melalui kerjasama dengan organisasi/lembaga lain yang ingin mengkaji peranan kearifan lokal untuk jenis bencana lain, menganjurkan masyarakat mengikuti penyuluhan dan simulasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan terkait kebencanaan, meningkatkan peran lembaga donor dalam penyediaan dana untuk pengelolaan bencana dan  meningkatkan partisipasi masyarakat melalui penyuluhan yang kontinyu dengan menggerakkan masyarakat dalam mengurangi dampak bencana.Abstract. A research to study the preparedness of society for landslide in Linge, District of Central Aceh has been done. The aim of this research: 1) to know the level of society comprehension on landslide, 2) to know the level of society preparedness on landslide, 3) to identify and to asses the role of local wisdom in facing the disaster of landslide, and 4) to arrange the strategy of preparedness in reducing the risk of disaster. This research used a descriptive method by conducting a survey at 3 villages: Arul Item Village, Antara Village and Kemerleng Village. The research variables were comprehension, preparedness, and the role of local wisdom by distributing questionnaire. The sampling technique conducted by using Cluster Random Sampling. The results showed that the society in Linge had different level of comprehension towards landslide. The majority (55%) had a mid level of comprehension, the level of society preparedness was at high (ready) level 49,5%. Most of society (49,5%) said that the local wisdom played an important role in reducing the risk of landslide. There were 5 strategic alternatives to increase the society preparedness in Linge to facing the landslide: 1) to improve the play role of village board as the information centre and to pioneer a continued corporation with other board such as BPBD, 2) to further study the play role of local wisdom through corporation with other organizations who interested to study the other type of disasters, 3) to suggest the society to take a part in training and simulation in order to improve the comprehension and the preparedness regarding the disaster, 4) to improve the role of donor institution in providing the funds, and 5) to increase the society participation by a continuous training to reduce the effect of disaster.
Penggunaan Metode Pemupukan Awal Broadcast Incorporated Menggunakan Mesin Tanam Terintegrasi Dan Pengaruhnya Pada Fase Awal Pertumbuhan Tanaman Jagung Sitorus, Agustami
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Volume 11, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.031 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v11i2.13587

Abstract

Abstract. Aplikasi penggunaan pupuk kimia pada pertanian yang belum tepat takaran, waktu, jenis dan tempat pemberiannya menjadi isu pencemaran lingkungan di dunia akhir dekade ini. Suatu metode pemupukan yang lebih presisi dan efisien terus dicari dan diteliti hingga saat ini. Metode penebaran pupuk di dalam tanah (broadcast incorporated) menjadi hal baru yang terus dikembangkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur penyebaran pupuk hasil aplikasi metode pemupukan broadcast incorporated sebagai pupuk awal (starter) untuk budidaya jagung. Aplikasi pemupukan awal menggunakan mesin penanam dan pemupuk jagung terintegrasi yang telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Untuk mengetahui dampak penggunaan metode pemupukan dan mesin tersebut dilakukan pengamatan terhadap 20 tanaman jagung. Pengamatan dilakukan hingga 14 hari setelah tanam (HST) terhadap tinggi dan jumlah daun yang muncul dari benih jagung hibrida dan jagung manis. Metode tanam yang digunakan adalah jajar legowo dengan 1-3 benih per lubang tanam dan jarak antar tanamannya adalah ± 20 cm. Sebuah kotak persegi berukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing 15 cm, 15 cm, dan 15 cm didesain sebagai peralatan untuk pengambilan sample. Wadah tersebut diberi sekat setiap 5 cm sehingga terdapat 27 ruang dalam kotak tersebut. Jenis pupuk yang digunakan adalah NPK dengan distribusi ukuran butiran 2.36 mm - 4.76 mm sebanyak 81.20%. Dosis pemupukan yang diterapkan adalah 150 kg/ha atau 11.25 g/m alur tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua sekat sampel ditemukan pupuk NPK dengan rata-rata 0.071±0.035 g. Hal ini mengindikasikan bahwa pupuk telah tercampur dan tersebar didalam tanah. Nilai coefficient of variation dari sebaran pupuk termasuk dalam klasifikasi sangat teracak atau tercampur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman dan jumlah daun pada benih jagung hibrida dan jagung manis (14 HST) masing-masing adalah 11.9±2.6 cm, 3.85±0.4 daun, 10.7±2.3 cm, 3.4±0.5 daun. The Use Of Broadcast Incorporated As A Method Of Starter Fertilizers Using Integrated Corn Transplanter And The Effect On The First Phase Of Corn Growth Abstrak. The application of chemical fertilizers to agriculture that is not precisely measured, not on time, not suitable for the type and not ideal for the place becomes an issue of environmental pollution at the end of this decade. A more precise and efficient fertilization method is continually being search and investigation to date. The method of broadcast incorporated is a new thing that continues to be developed. Therefore, this study aims to measure the broadcast incorporated of fertilizers as a starter fertilizer for corn cultivation. The starter fertilizer application uses integrated corn growers and fertilizers which have been developed in previous studies. A total of 20 corn plants were observed to determine the impact of using the fertilization method and the machine. Observations were made up to 14 days after planting (DAP) on the height and number of leaves that emerged from hybrid corn seeds and sweet corn. The planting method used is jajar legowo with 1-3 seeds per planting hole, and the distance between plants is ± 20 cm. A container of length, width, and height of 15 cm, 15 cm, and 15 cm respectively is designed as equipment for sampling. The container is given an insulation every 5 cm so that there are 27 spaces in the box. The type of fertilizer used is NPK with a grain size distribution of 2.36 mm until 4.76 mm as much as 81.20%. The applied fertilizer dose is 150 kg/ha or 11.25 g / m planting groove. The results showed that in all sample partition NPK fertilizer was found with an average of 0.071±0.035 g. This indicates that the fertilizer has been mixed and spread in the soil. The value of the coefficient of variation from the distribution of fertilizers included in the classification is highly randomized or mixed. The results showed that the parameters of plant height and the number of leaves on hybrid corn seeds and sweet corn (14 DAP) were 11.9±2.6 cm, 3.85±0.4 leaves, 10.7±2.3 cm, 3.4±0.5 leaves, respectively.
Penggunaan Kendal Sebagai Media Penyimpan Panas pada Kolektor Surya Plat Datar Mustaqimah, Mustaqimah
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 2 (2016): Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.725 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v9i2.5648

Abstract

Abstrak. Kolektor surya merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengumpulkan energi matahari yang masuk dan diubah menjadi energi termal dan meneruskan energi tersebut ke fluida. Fluida yang digunakan  dapat berupa minyak, oli ataupun udara. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menguji kinerja kolektor surya plat datar dengan menggunakan kendal (lemak sapi) sebagai media penyimpan panas. Bagian utama kolektor surya plat datar  yang dibangun dari:  rangka, cover, isolator, pipa tembaga dan absorber. Penyiapan kolektor surya plat datar yaitu dengan cara memanaskan lemak sapi hingga mencair, lalu dimasukkan kedalam pipa tembaga. Kemudian kolektor surya diletakkan pada posisi orientasi dengan sudut kemiringan 20 o. pengujian dilakukan mulai pukul 09.00 sampai dengan 17.30 WIB  pada cuaca yang cerah. Berdasarkan hasil penelitian, total radiasi tertinggi terjadi pada hari pertama sebesar 4240,82 (Watt Jam/m2). Jumlah energi yang diterima oleh kolektor tertinggi terjadi pada hari pertama yaitu sebesar 5540,07 kJ. Suhu rata-rata pada  media penyimpan panas (kendal) adalah sebesar 43,20oC dan menghasilkan suhu rata-rata outlet sebesar 45,6oC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kendal sebagai media penyimpan panas sangat baik karena suhu kolektor surya tetap stabil pada saat radiasi matahari sudah tidak ada. Use of Kendal As a Heat Storage Medium on The Flat Solar  Collector Type Abstract. Solar collector is a device that serves to collect the incoming solar energy and converted into thermal energy and redirects energy into the fluid. This study aimed to develop and test the performance of solar collector using kendal (beef fat) as a heat storage medium. The main parts of flat solar collector is constructed of: frame, cover, insulator, copper pipes and absorber. Preparation of flat plate solar collector that is done by heating until melted beef fat. Then inserted it into the copper pipe. After that, the solar collector is placed in a position with a slope angle 20o orientation. Testing was conducted from 09.00 until 17.30 on a sunny day. Based on the results of the study, the highest total radiation occurs on the first day at 4240.82 (Watt hours / m2). The amount of energy received by the collector is highest on the first day which amounted to 5540.07 kJ. The average temperature in the heat storage medium (Kendal) amounted 43.20 oC and generates an average outlet temperature that is equal 45.6 oC. The results of this study indicate that the use of kendal as excellent heat storage medium for solar collector temperature remains stable when solar radiation is not there.
Studi Penggunaan Plat Elektroda Netral Stainless Steel 316 dan Aluminium Terhadap Performa Generator HHO Dry Cell Arifin, Tasrif; Rudiyanto, Bayu; Susmiati, Yuana
Rona Teknik Pertanian Vol 8, No 2 (2015): Volume 8, No. 2, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.81 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v8i2.3009

Abstract

Abstrak. Generator HHO merupakan alat yang menggunakan prinsip elektrolisis air untuk memisahkan unsur-unsur kandungan air murni (H2O) menjadi Gas HHO, dalam upaya peningkatan performanya tentu dibutuhkan bahan konduktor yang memiliki sifat kelistrikan baik. Penambahan plat elektroda netral ialah bertujuan untuk meningkatkan performa elektroliser dan mengatasi berbagai macam permasalahan yang terjadi pada saat proses elektrolisis air bekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa plat elektroda netral aluminium mampu meningkatkan nilai performanya sedangkan untuk plat SS 316 mampu meminamalisir persentase losses energy. Larutan AMDK murni terbukti mampu meningkatkan produktivitas gas dibandingkan dengan larutan aquades murni, tetapi kelemahan dari larutan AMDK yaitu mudahnya terbentuk gel-gel, sehingga menghambat pergerakan elektron dan laju aliran produksi. Karateristik sifat bahan sangat berpengaruh terhadap pencapaian kinerja Generator HHO karena tidak semua jenis plat elektroda netral mampu meningkatkan performanya. Sifat-sifat kelistrikkan bahan yang sangat berpengaruh ialah sifat keelektronegatifan atau potesial elektroda dan koefisien nilai muai dari suatu bahan konduktor. Usage Study Neutral Electrode Plate Stainless Steel 316 and Aluminium of Performance Generator HHO Dry Cell TypeAbstract. Generator is a tool that use principle of water electrolysis to separated the element of pure water conscience (H2O) be HHO gas, in effort to increase the perform of HHO Generator is needed a conductor ingredients which has a good electricity character the direction of addition neutral electrode plate is to increase the electrolyzer perform and to overcome every problem that happen when the water electrolisys process is going. This research shows that neutral electrode aluminium plate can increase the performance value and the SS 316 plate can minimize the percentage of losses energy. The pure AMDK solution proofs that can increase the gas productivity than the pure aquadest solution, but the weakness of AMDK solution can to form gel easily, which cause the electrons movement and the flowrate production are blocked. The characteristic of water usage is influence to HHO Generator work maximum value, because for every type of netral electrode plate can’t increase the performance of generator. The electricity characteristic of material that every influence is the electronegatifity character or electrode potential and the expansion coefficient from the conductor materials.
Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) Rangkuti, Fadillah Ramadhanti; Agustina, Raida; Mustaqimah, Mustaqimah; Mustafril, Mustafril
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 1 (2018): Volume 11, No. 1, April 2018
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.886 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v11i1.10026

Abstract

Abstrak. Pala merupakan salah satu tanaman rempah yang menghasilkan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak biji pala. Variasi perlakuan yang digunakan adalah lama penyulingan yaitu 0-3 jam, 3-6 jam, 6-9 jam, 9-12 jam, 12-15 jam, 15-18 jam, 18-21 jam, 21-24 jam, 24-27 jam, dan 27-30 jam. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi rendemen, bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapat rendemen minyak pala yang bervariasi, tergantung dari lama penyulingan. Pada jam ke 3 menghasilkan rendemen yang lebih besar dibandingkan dengan jam yang lain, dimana rendemen minyak pala pada jam ke 3 didapat sebesar 5,58 % sedangkan rendemen yang paling rendah terdapat pada jam ke 30 dengan hasil sebesar 0.12%. Berdasarkan hasil perhitungan rendemen kumulatif yang didapat dari range waktu 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, dan 27-30 adalah sebesar 10, 48 %. Nilai bobot jenis minyak pala yang diperoleh dari hasil penyulingan pada jam ke 24 menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan hasil yang lainnya dengan nilai 0,936 dan tidak memenuhi standar SNI. Sedangkan yang paling rendah terdapat pada jam ke 3 dengan nilai 0.872 yang juga tidak sesuai dengan standar SNI. Penyulingan dengan nilai bobot jenis yang sesuai dengan standar SNI terdapat pada jam ke 6 dengan nilai 0,902. Nilai indeks bias yang tinggi didapatkan pada jam ke 12- 15, 18-21, 21-24 dan 24- 27 dengan nilai 1,496 dan memenuhi standar SNI sedangkan pada jam ke 3-6 diperoleh nilai indeks bias sebesar 1,436 dan tidak memenuhi standar SNI. Tingkat kelarutan dalam alkohol 90% minyak pala yang dihasilkan dari 6 jam sampai 30 jam adalah sama, yaitu jernih yang diuji dengan perbandingan 1:3 dan sudah sesuai standar SNI sedangkan pada ke 3 jam hasilnya adalah opalisensi yaitu tidak keruh dan tidak jernih. Effect of Old Distillation on Rendemen and Quality of Essential Oils on Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) Abstract. Nutmeg is one of the herbs that produce essential oil. This study aims to determine the effect of distillation on rendemen and quality of nutmeg oil. The variation of treatment used was the distillation time of 0-3 hours, 3-6 hours, 6-9 hours, 9-12 hours, 12-15 hours, 15-18 hours, 18-21 hours, 21-24 hours, 24- 27 hours, and 27-30 hours. Characteristic analyzes performed include rendemen, species weight, refractive index and solubility in alcohol. The results of the research have been obtained the yield of various nutmeg oil, depending on the length of distillation. At third hours it produces a higher yield compared to the other hour, where the yield of nutmeg oil at third hourswas5.58%, while the lowest yield was at 30thhours with a yield of 0.12%. Based on the results of cumulative rendemen calculations obtained from the range of time 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, and 27-30 was 10, 48%. The weight value of nutmeg oil obtained from the distillation at 24 hours indicates a higher rate than the other results with a value of 0.936 and didn't meet the SNI standard. While the lowest was at third hours with a value of 0.872 which was also not in accordance with SNI standards. Distillation with value of weight of type according to SNI standard is at 6th hours with value 0,902. High refractive index values were obtained at 12 to 15, 18-21, 21-24 and 24-27 hours with a value of 1.496 and met the SNI standard while at 3-6 hours the refractive index value was 1.436 and did not meet the SNI standard. The solubility rate in 90% alcohol of nutmeg oil produced from 6th hours to 30th hours is the same, that was clear tested with ratio of 1: 3 and was accordance with SNI standard while in 3 hours the result is opalisensi that is not cloudy and not clear.
Pengembangan Minyak Nilam Sebagai Aromaterapi Dan Potensinya Sebagai Produk Obat Ermaya, Dewi; Patria, Anshar; Hidayat, Fadlan; Razi, Fachrul
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Volume 12, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.84 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v12i2.14612

Abstract

Abstrak. Aromaterapi adalah suatu bentuk terapi atau pengobatan menggunakan bahan tanaman volatil, yang bertujuan untuk mengatur fungsi kognitif, mood, dan kesehatan. Tanaman volatil dikenal juga minyak atsiri. Minyak atsiri biasa diperoleh dari tanaman dengan berbagai cara yang berbeda-beda seperti ekstraksi, penyulingan dan distilasi fraksinasi.  Salah satu minyak atsiri adalah minyak nilam. Kandungan minyak nilam yang utama yaitu patchouli alcohol (40-50%) digunakan sebagai bahan baku, bahan pencampur dan fixative (pengikat wangi-wangian) dalam industri parfum, kosmetik, dan obat-obatan. Pengembangan minyak atsiri sebagai aromaterapi perlu dilakukan sebagai upaya peningkatan pemanfaatan dari produk minyak atsiri. Komponen aroma dari minyak atsiri cepat berinteraksi saat dihirup. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur aktifitas lokomotor pada mencit untuk melihat efek yang ditimbulkan setelah di inhalasi dengan minyak nilam. Hasil menunjukkan adanya penurunan aktifitas setelah diinhalasi dengan minyak nilam. Ini menunjukkan minyak nilam memberikan efek depresi sistem syaraf pusat terhadap mencit. Persentase penurunan aktifitas gerak terbesar pada dosis 0,5 ml.Development of Patchouli Oil as Aromatherapy and Its Potential as Medicinal ProductsAbstract. Aromatherapy is a form of therapy or treatment using material from a volatile plant, intended to regulate cognitive, mood, and health function. Volati is also known for essential oil. Essential oil is often obtained from plants in various ways such as extraction, distillation and distillation of fractures. One essential oil is patchouli oil. The primary patchouli oil content is alcohol (40-50%), which is used as a ingredient, mixative and fixative in the perfume, cosmetics, and drugs industry. Commercial loans grew by 14 percent to RPM from the same period last year. Essential oil scent components must interact quickly when inhaled. The study was done to measure the locomotive activities of er er er to see the effect that was caused after inhalation with patouli oil. Results indicate a decrease in activity following inhalation with sapphire oil. This suggests patchouli oil, giving a depressed effect of the central nervous system on chiming. It's the largest drop in activity at a 0.5 ml dose.

Page 1 of 13 | Total Record : 124