cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
PENENTUAN KONDUKTIVITAS DAN RESISTIVITAS AIR LAUT DENGAN PENGUKURAN TIDAK LANGSUNG Fauzi, Ahmad
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 2 (2012): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.928 KB)

Abstract

Perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan karya intelektual yang inovatif serta lulusan yang unggul danrelevan. Peran perguruan tinggi sangat penting terutama dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa.Salah satu peran perguruan tinggi yang sangat strategis adalah menghasilkan sumber daya manusia yangberkualitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan perubahan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan terutama pendidikan sains diIndonesia adalah banyaknya konsep yang dikembangkan dalam kurikulum tidak berhubungan secaralangsung dengan lingkungan mahasiswa sehingga ketika pertama kali diperkenalkan dengan konsep-konsepdan aplikasi konsep-konsep tersebut mahasiswa merasa asing. Di era sekarang ini, kehidupan masyarakatbanyak dipengaruhi oleh sains dan teknologi. Banyak permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehariharimemerlukan informasi ilmiah untuk memecahkannya. Oleh karena itu, literasi sains menjadikebutuhan setiap manusia agar memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menyesuaikan diri dengandinamika kehidupan. Fisika sebagai salah satu bagian dari sains sangat penting perannya dalam pemecahanberbagai masalah dalam masyarakat. Biasanya informasi ilmiah diperoleh dari berbagai pengukuran baikpengukuran langsung maupun tidak langsung. Konduktivitas dan resistivitas air laut merupakan suatubesaran fisika yang cukup sulit ditentukan dengan pengukuran secara langsung. Salah satu cara yang dapatdigunakan untuk mengukur konduktivitas dan resistivitas air laut adalah dengan melakukan pengukuransecara tidak langsung yakni dengan menggunakan beberapa besaran Fisika yang secara tidak langsungberhubungan dengan besaran konduktivitas dan resistivitas air laut namun besaran-besaran tersebutmerupakan penjabaran dari hubungan persamaan konduktivitas dan resistivitas air laut.Kata kunci: Pengukuran tidak langsung, konduktivitas, resistivitas.
KOVARIAN PERSAMAAN MAXWELL MELALUI TRANSFORMASI LORENTZ Teguh Rahardjo, Dwi
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.307 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitianini adalah merumuskan persamaan transformasi Lorentz secara umum dan merumuskan persamaan Maxwell setelah melalui transformasi Lorentz. Sebagai hukum fisika, persamaan Maxwell juga berlaku di semua kerangka acuan inersial sehinggabentuk persamaan Maxwell harus kovaian terhadap transformasi Lorentz. Persamaan Maxwell dapat ditulis ulang sebagai persamaan tensor dalam ruang Minkowski. Metodologi penelitian berupa kajian pustaka yang diambil dari berbagai sumber referensi buku-buku fisika modern. Dari kajian pustaka diperoleh hasil yaitu transformasi Lorentz secara umum berupa . Bentuk persamaan Maxwell setelah melalui transformasi Lorentz adalah kovarian dengan persamaan sebagai berikut : atau Kata kunci :Transformasi Lorentz, kovarian persamaan Maxwell, Minkowski
KONSEP BERPIKIR ANABABE SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI LISTRIK DC DAN LISTRIK AC DI SMA Kholifudin, M. Yasin
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.528 KB)

Abstract

Sebagian besar siswa kelas XII IPA SMA Negeri 2 Kebumen mengalami kesulitan dalam mempelajari kompetensi dasar kelistrikan yaitu arus dc dan arus ac khususnya dalam mempelajari dan mengaplikasikan dalam pemecahan masalah. Hal ini berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar mereka pada KD tersebut. Melihat kondisi terebut, penulis memberikan solusi untuk mempermudah mereka dalam mempelajari materi tersebut yaitu dengan mengaplikasikan pola berpikir Anababe yang meliputi menganalogi (C2), membandingkan (C6) dan membedakan (C4) materi listrik dc dan ac. Pada proses pembelajaran siswa melakukan aktivitas eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi dari buku literatur, merangkum, mencatat, menabelkan konsep, melalui proses berpikir Anababe siswa menyimpulkan konsep dan mengaplikasikannya dalam menyelesaikan soal latihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa merasa termotivasi, sistematis dan terstruktur dalam belajar. Disamping itu motivasi, pola berpikir tingkat tinggi siswa serta hasil belajarnya meningkat Kata kunci : Konsep berpikir anababe, listrik dc, listrik ac.
KAJIAN KUALITATIF EFEKTIVITAS BLENDED LEARNING IPA TERPADU BERBASIS SETS DI SMP WILAYAH EKS KARESIDENAN SURAKARTA Budiharti, Rini; Ekawati, Elvin Yusliana; Pujayanto, Pujayanto; Wahyuningsih, Daru; Adilah, Dina Nur
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.045 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kualitatif efektivitas blended learning dibandingkan model pembelajaran lain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Eks Karesidenan Surakarta. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan ketersediaan jaringan internet sebagai fisilitas utama yang diperlukan untuk pelaksanaan pembelajaran e-learning. Lima sekolah yang terpilih sebagai sampel penelitian adalah SMP Negeri 6 Surakarta, SMP Negeri 7 Surakarta, SMP Negeri 9 Surakarta, SMP Negeri 10 Surakarta, dan SMP Negeri 15 Surakarta. Dari masing-masing sampel sekolah tersebut diambil dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan teknik cluster random sampling. Kelas ekperimen merupakan kelas yang diberikan perlakuan dengan menerapkan model blended learning tipe kelas murni, sedangkan kelas kontrol merupakan kelas yang diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembanding pembelajaran yang lain yaitu learning cycle 7E, blended learning tipe aplikasi praktis, joyfull learning, Attention Relevancy Convident Satisfaction (ARCS), dan cooperative learning tipe TAI (Team Assisted Individualization). Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan observasi. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif didukung dengan data kuantitatif berupa nilai rerata hasil tes kemampuan kognitif siswa di masing-masing sekolah pada kelas ekperimen dan kelas kontrol. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa model model blended learning tipe kelas murni lebih efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran dibandingkan dengan model learning cycle 7E, joyfull learning, ARCS, maupun cooperative learning tipe TAI namun kurang efektif jika dibandingkan dengan model blended learning tipe aplikasi praktis.Kata kunci : IPA Terpadu, blended learning, learning cycle 7E, joyfull learning, ARCS, cooperative learning
RANCANG BANGUN SENSOR POLIMER SERAT OPTIK UNTUK PENDETEKSI KONSENTRASI ION CA2+ DALAM AIR Khambali, Imam; Endarko, Endarko
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.136 KB)

Abstract

Telah dirancang sebuah sistem sensor serat optik untuk mendeteksi konsentrasi ion Ca2+ dalam air. Penulis menggunakan serat optik jenis plastik (POF) Autonics FTP?320?10 dengan garis tengah jaket 2,2 mm dan inti 0,98 mm dan cladding 0,02 mm. Perancangan sensor POF dilakukan dengan metode pengupasan cladding yang nantinya akan diganti dengan larutan uji yaitu larutan ion Ca2+. Pengupasan dilanjutkan dengan etsa dengan larutan aseton 70%. Bagian POF yang terkupas disebut sebagai sensor head. Sistem disusun terdiri dari LED merah 650 nm sebagai sumber cahaya dan fototransistor BP1331 sebagai penerima. Data luaran sensor dihubungkan dengan sistem instrumentasi yang terdiri dari pengolah, penguat dan konversi digital (A/D). Larutan sampel logam yang dipakai adalah Ca(NO3)2 dengan konsentrasi 0,1 M, 0,2 M, 0,3 M, 0,4 M, dan 0,5 M. Larutan sampel akan kontak langsung dengan inti serat, dan bertindak sebagai ?cladding baru?. Pengolahan hasil penelitian dilakukan dengan membuat grafik hubungan konsentrasi dan luaran sensor. Untuk melihat korelasi antara nilai absorbsi larutan terhadap tingkat konsentrasi dilakukan pengujian UV-vis Thermo Scientific GENESYS 10S. Puncak absorbsi maksimum pada beberapa variasi konsentrasi didapatkan pada panjang gelombang 300nm. Hasil pendeteksian konsentrasi ion logam Ca2+ dalam larutan Ca(NO3)2 untuk konsentrasi 0,25M dan 0,45M masing-masing didapat selisih sebesar 0,017M dan 0,031M. Kata kunci : konsentrasi molar, serat optik plastik (POF), fototransistor.
MASALAH INVERS DALAM TOMOGRAFI : INTERPOLASI PADA REKONSRUKSI CITRA DARI BERKAS PARALEL 2 DIMENSI Supurwoko, Supurwoko; Fitriana, Dyah; Wiyono, Edy; Pujayanto, Pujayanto
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.403 KB)

Abstract

Pada rekonstruksi citra tomografi terhjadi perubahan dari fungsi kontinu menjadi diskrit. Hal ini menyebabkan tidak semua data yang dibutuhkan dapat diketahui dengan pasti dan didapatkan dengan cara interpolasi. Karena itu pada penelitian ini diselidiki pengaruh interpolasi terhadap citra hasil rekonstruksi. Tampang lintang obyek uji yang akan diteliti adalah bentuk ?+? dan ?H?, sedangkan interpolasi yang digunakkan adalah rata-rata 2 titik, rata-rata berbobot dan interpolasi splin kubik. Dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa jenis interpolasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai rata-rata piksel termasuk juga kehomogennannya dan beda sisi obyek dengan lingkungannya.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI POKOK KALOR PADA SISWA KELAS X SMA Hastuti, Isnani; Toro, Surantoro; Teguh Rahardjo, Dwi
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 2 (2012): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.665 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikansoal pada materi pokok Kalor. (2) Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalammenyelesaikan soal pada materi pokok Kalor. (3) Cara mengatasi penyebab kesalahan siswa dalammenyelesaikan soal pada materi pokok Kalor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatifterhadap siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Karanganyar. Analisis data dilakukan terhadap 10 siswa dari 34siswa kelas X.1. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, metode tes, dan metode wawancara.Analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisisdata dan pembahasan disimpulkan : (1) Jenis kesalahan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soalmateri pokok Kalor adalah: Kesalahan konsep, kesalahan menggunakan data, kesalahan strategi, kesalahansistematik, kesalahan hitung, dan soal tidak direspon oleh siswa. (2) Penyebab kesalahan yang dialamisiswa dalam menyelesaikan soal materi pokok Kalor adalah: (a) Penyebab kesalahan konsep: Siswa tidakmemahami materi yang disampaikan oleh guru, siswa tidak mempelajari kembali materi yang belumdipahaminya, siswa tidak berani bertanya kepada guru apabila belum memahami materi, siswa hanyabelajar dari buku catatan yang kurang lengkap, kesiapan siswa yang kurang maksimal, siswa kurang latihansoal yang bervariasi, dan siswa tidak mengikuti pelajaran. (b) Penyebab kesalahan menggunakan data:Siswa kurang teliti dalam membaca soal, siswa tidak tahu lambang/ simbol besaran Fisika, dan siswakurang latihan soal. (c) Penyebab kesalahan strategi: Siswa tidak membaca petunjuk mengerjakan soal,siswa kurang paham dengan apa yang ditanyakan dari soal, dan siswa kurang latihan soal yang bervariasi.(d) Penyebab kesalahan sistematik: Siswa lupa rumus luas permukaan bola. (e) Penyebab kesalahan hitung:Kurangnya pemahaman konsep siswa dalam menghitung dan kurangnya ketelitian siswa dalammenghitung. (e) Penyebab soal tidak direspon oleh siswa: Siswa tidak memahami materi, siswa tidakpaham dengan apa yang diketahui dari soal, siswa kurang latihan soal, dan kesiapan siswa yang kurangmaksimal. (3) Cara mengatasi penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi pokokKalor: (a) Bagi guru diharapkan untuk memperbaiki cara mengajarnya agar siswa dapat memahami danmengerti materi yang sedang diajarkan. (b) Bagi guru Fisika diharapkan dapat bekerjasama dengan gurumata pelajaran Matematika untuk dapat memberikan dasar-dasar matematis yaitu mengenai persamaan,pembagian, maupun perkalian. (c) Bagi guru diharapkan lebih kreatif dalam membuat bentuk-bentuk soalsehingga membuat siswa menjadi lebih terampil dalam menyelesaikan soal-soal Fisika. (d) Bagi siswahendaknya aktif dengan selalu menanyakan kepada guru materi yang belum dipahaminya. (e) Bagi siswahendaknya dalam mengerjakan soal lebih meningkatkan konsentrasi dan ketelitian.Kata kunci: analisis kesalahan, mengerjakan soal, kalor.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK BERBASIS DYNAMIC INTELLECTUAL LEARNING (DIL) UNTUK MATAKULIAH GELOMBANG DAN OPTIK Supurwoko, Supurwoko; Sukarmin, Sukarmin; Rahmasari, Lita
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.753 KB)

Abstract

Telah dikembangkan instrumen soal tes diagnostik persamaan gelombang sebagai prasyarat mengikuti kuliah ?Interferensi Gelombang? di program studi Pendidikan Fisika FKIP UNS? berbasis DIL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research & Development yang meliputi 8 langkah sebagai berikut : Analisis Kebutuhan, Membuat Rancangan Awal Instrumen, Pengumpulan Data Rancangan, Pembuatan Desain Instrumen, Pembuatan Instrumen, Validasi, Revisi dan Pengujian. Instrumen tes yang dikembangkan berupa tes pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban. Instrumen tes diagnostik ini telah divalidasi dan telah diuji kelayakannya meliputi uji reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda dan efektivitas pengecohnya sehingga dapat digunakan sebagai instrumen untuk menentukan kelayakan mahasiswa mengikuti kuliah interferensi gelombang. Melalui rangkuman hasil analisis ANATES V4 menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diuji cobakan kepada 40 mahasiswa menghasilkan skor rata-rata 23,0. Nilai reliabilitas tes 0,95 menunjukkan bahwa instrumen tes ini tergolong sangat tinggi karena memenuhi 0,80 ? rxy? 1,00. Kata Kunci :InterferensiGelombang, DIL
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN KEAKTIFAN MAHASISWA (LESSON STUDY) Puja, Pujayanto
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 2 (2012): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.823 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian melalui kegiatan lesson study untuk mengetahui pengaruh penggunaan mediapembelajaran berbasis TIK dalam meningkatkan kemampuan analisis dan keaktifan mahasiswa.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1). Kemampuan analisis dapat dicapai melalui pembelajaranmenggunakan media animasi; (2). Pembelajaran menggunakan media animasi laboratorium (virtuallaboratorium) lebih baik daripada media animasi non laboratorium dalam meningkatkan keaktifanmahasiswa dalam pembelajaran, tetapi kurang baik dalam pencapaian kemampuan analisis; (3). Untukmeningkatkan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran lebih baik menggunakan media LKS daripadamedia animasi.
PENYEBARAN LARUTAN ASAM HIDROKLORIK (HCL) PADA PERMUKAAN LOGAM TEMBAGA (CU) Wulaningrum, Sarah Rizky; Nugroho, Fahrudin
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.767 KB)

Abstract

Korosi terjadi karena adanya pengikisan pada logam akibat larutan pengikis. Pada penelitian ini telah dilakukan pengamatan proses korosi awal dengan menggunakan mikroskop optik yang terhubung dengan kamera digital. Larutan pengikis yang digunakan dalam penelitian adalah larutan asam hidroklorik (HCl) dengan variasi konsentrasi 0,07 M; 0,08 M; 0,10 M; dan 0,12 M. Adapun logam yang digunakan adalah logam tembaga (Cu). Metode yang dilakukan yaitu dengan meneteskan larutan asam HCl pada permukaan logam tembaga, lalu diamati proses penyebarannya. Pengamatan dilakukan sejak larutan asam diteteskan hingga penyebaran berhenti. Hasilnya diketahui jangkauan rerata penyebaran larutan asam HCl, kecepatan penyebaran larutan asam HCl, dan pola korosi permukaan logam yang terdiri atas pola seragam, tak seragam, dan fingering.Kata kunci : penyebaran, asam HCl, logam tembaga, korosi, pola.