cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LENSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Teacher’s Directive Expressions Analysis in English Teaching Classes Haryanto, Haryanto; Mubarok, Husni
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.482 KB) | DOI: 10.26714/lensa.8.1.2018.22-42

Abstract

This paper aimed at finding out the types of teacher‟s directive expressions at two schools and describing the realizations of directive expressions in English teaching. This research was designed as a qualitative and comparative study. The subjects of the research were English teachers at one Senior High School (first School) at Semarang city and one (second school) at Jepara city. The data of this research were gained through recording, observation and interview. The result showed that there were 11 illocutionary kinds found in the teacher‟s directive expressions at the first school, and 8 illocutionary types in teacher‟s directive expressions at the second school. The most illocutionary kind found in the conversation of teaching activity in both schools was question. The directive‟s expression in both schools used direct and indirect utterances. The teachers of first school more often used language instruction in the classroom because they applied varieties of directive expression. Meanwhile, the teachers at the first school used little directive expressions in English teaching because they did not apply varieties of directive‟s expressions. The implication in teaching learning English process is that teacher-centered and student-centered type of learning depends on the frequency of production of directive expressions. More directives the teacher expresses, more center the learning by the teacher. On the other hand, less directives the teacher expresses, less center the learning by the teacher.
THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) TO TEACH SPOKEN RECOUNTS IN SENIOR HIGH SCHOOL Rusnawati, Eri
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.382 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan metode Communicative Language Teaching/CLT untuk pembelajaran spoken recount. Penelitian ini menelaah data yang kualitatif. Penelitian ini mengambarkan fenomena yang terjadi di dalam kelas. Data studi ini adalah perilaku dan respon para siswa dalam pembelajaran spoken recount dengan menggunakan metode CLT. Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuaro yang terdiri dari 34 siswa. Observasi dan wawancara dilakukan dalam rangka untuk mengumpulkan data dalam mengajarkan spoken recount melalui tiga aktivitas (presentasi, bermain-peran, serta melakukan prosedur). Dalam penelitian ini ditemukan beberapa hal antara lain bahwa CLT meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam pembelajaran recount. Berdasarkan pada grafik peningkatan, disimpulkan bahwa tata bahasa, kosakata, pengucapan, kefasihan, serta performa siswa mengalami peningkatan. Ini berarti bahwa performa spoken recount dari para siswa meningkat. Andaikata presentasi ditempatkan di bagian akhir dari langkah-langkah aktivitas, peforma spoken recount para siswa bahkan akan lebih baik lagi. Kesimpulannya adalah bahwa implementasi metode CLT beserta tiga praktiknya berkontribusi pada peningkatan kemampuan berbicara para siswa dalam pembelajaran recount dan bahkan metode CLT mengarahkan mereka untuk memiliki keberanian dalam mengonstruksi komunikasi yang bermakna dengan percaya diri.
PENINGKATAN KECEPATAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER PADA SISWA KELAS V SD 1 JEKULO KABUPATEN KUDUS Lestariningsih, Enny Dwi; Suhartono, -; Priono S, Catur Karya Agus
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1693.805 KB) | DOI: 10.26714/lensa.5.2.2015.132-154

Abstract

According to the initial test result in Year V, SD Negeri 1 Jekulo, Kudus Regency, it is known that the ability of speed reading and comprehension in Year V of the school was low. There were stillseveral students that had a low abilities of reading. There were only 31 students (68.89%) out of 45 students that achieved scores the same or higher than 70. Meanwhile, the number of students who got scores under 70 was 14 (31.11%). It is estimated that the students l ow abilities were due to thelack of variations of learning models of reading so that the motivations of the students to learn were low. A solution is needed to cope with such a condition in order to enhance the ability of reading comprehensions. The sol ution of f ered in this research is co mputer-based learning model as an effortof enhancing the ability of reading comprehensions in the Year V, SD Negeri 1 Jekulo. The problem in this research is that Can the ability of reading comprehensions be improved af terattending reading comprehensions learning through computer-based learning model using learning CDs? based on the research, the purpose of the research is to improve the students reading comprehension skills through computer-based learning model using learning CDs. The type of this research is classroom action research) using a qualitative method in form of recycle consisting of learning cycles. There are two cycles used in this research, such as classical learning management andindividual learning. The result of this research is that the computer-based learning method using learning CDs is able to improve the ability of reading speed and comprehension of the students of Year V, SD Negeri 1 Jekulo, Kudus Regency.Keywords: reading speed, learning model, computer
Peningkatan Keterampilan Menulis Letter of Opinion (Surat Opini) pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Media Fantastic Card di Kelas XI (Improving the Skill of Writing Letter of Opinion in English Subject Using Fantastic Card in the 11th Grade) Indriyastuti, Atiek
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.771 KB) | DOI: 10.26714/lensa.9.1.2019.26-45

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan keterampilan siswa dalam menulis letter of opinion di Kelas XI. Penelitian ini dilakukan pada kelas XI-IPS-2 SMA Negeri 15 Semarang semester 1 Tahun Pelajaran 2017-2018 sebagai hasil penggunaan media fantastic card. Penelitian ini juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan dan sikap belajar siswa selama pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dengan teknik siklus yang terdiri dari dua tindakan siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk data kuantitatif berupa tes tertulis ulangan harian dan data kualitatif digunakan lembar observasi atau pengamatan, lembar refleksi diri, lembar penilaian antar teman, dan rubrik penilaian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan media fantastic card dapat meningkatkan keterampilan menulis letter of opinion. Ketuntasan Belajar mengalami peningkatan dari kondisi awal 53,13% menjadi 65,63% pada siklus I dan meningkat menjadi 93,75% pada siklus II. Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis letter of opinion  pada siklus I mencapai 2,53% dari rata-rata hasil belajar pada pra siklus dan hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,81% dari rata-rata hasil belajar  pada siklus I atau mengalami peningkatan sebesar 9,34% jika dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar pada pra siklus.Kata kunci: menulis, letter of opinion, media fantastic cardABSTRACTThis research was aimed to find out the extent of students’ skill at writing letter of opinion in 11th grade. The research was conducted in the 11th Grade of Social Science 2at Public Senior High School 15 Semarang in Academic Year 2017-2018 after using fantastic card. It was to know the improvement of knowledge and attitude of the students during learning. Method used was class action research method with cycle technique consisting of two cycles, i.e. cycle 1 and cycle 2. Instruments of data taking were written daily tests and as for qualitative data, observation sheet, self-reflection sheet, peer evaluation sheet, and performance evaluation rubric were used. Results of the research showed that fantastic card could improve the skill of writing letter of opinion. The learning completeness improved from 53.13% to 65.63% in cycle I, and 93.75% in cycle II. The students’ skill in writing letter of opinion in cycle I improved up to 2.53% from the average learning result in pre-cycle. Meanwhile, th elearning result in cycle II improved as much as 6.81% from the average learning result in cycle I, or 9.34%, compared to the average learning result in pre-cycle.
The Error Analysis of Reported Speech in English Version of Muria Kudus University Website in June 2011 Harun, Much; Riyono, Ahdi
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.2.2.2012.201-215

Abstract

Dewasa  ini,  perkembangan  internet  begitu  cepat.  Agar  bisa  mengimbanginya Universitas Muria  Kudus  (UMK)  membuat  website  dengan  nama  www.umk.ac.idyang  memilikiversi Indonesia  dan  lnggris.Tujuan  dari  riset  ini  adalah  untuk  mengetahui jenis-jeniskesalahan danpenyebabkesalahandiversi  lnggriswebsiteUMKpadaJuni2011.  Penulismenemukan8 beritapada  bulanJuni  2011.Penulis  menggunakan teori Corder  untuk  menganalisa  berita dengan  mengumpulkandata,mengidentifikasikesalahan,menjabarkankesalahan, menjelaskankesalahandan  mengevaluasi. Selanjutnya  penulismenemukan68kesalahan yangterdiri  2omissions,2additions,  63misinformationsdan1misorderingdanmenemukan 2faktoryakniinterlingualtransferdanintralingualtransfer sebagaifaktorkesalahan.
ERROR ANALYSIS OF PHONETIC FOSSILIZATION UTTERED BY ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS UNIVERSITY OF PGRI SEMARANG Ardini, Sukma Nur; Yosephin WL, Maria; Ouwpoly, Nicolas Lodawik
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.986 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tipe dan latar belakang fosilisasi fonetik yang diucapkan oleh mahasiswa semester 5 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas PGRI Semarang tahun 2014/2015. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Populasi dari penelitian ini adalah para mahasiswa semester 5 yang mengambil mata kuliah English Phonology dengan jumlahmahasiswa 200. Sampel penelitian adalah kelas 5E, kelas yang paling aktif dan dominan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 15% kata di dalam kuesioner penelitian yang berhasil dilafalkan dengan baik oleh para responden. Itu artinya bahwa fosilisasi fonetik dilakukan lebih dari 75% responden. Tipe kesalahan yang dibuat adalah tipe fosilisasi fonetik baik dalam kategori perseorangan maupun kelompok, sementara itu alasan-alasan mereka melakukan kesalahan adalah; 1)Simbol fonetik yang masih tidak familier bagi mahasiswa semester. 2) Terdapat habituasi dan kebiasaan-kebiasaan yang merujuk pada dua faktor: internal dan eksternal. Faktor internalnya adalah mahasiswa itu sendiri, yang berarti motivasi untuk belajar dan hasrat untuk lebih dalam mempelajari simbol -simbol fonetik. Faktor eksternalnya merujuk pada proses pembelajaran dan sudut pandang dosen. 3) Metode yang digunakan oleh para dosen pengampu mata kuliah English Phonology and Pronounciation. Masalah ini harus diturunkan karena 90% dari mahasiswa menyatakan di dalam wawancara bahwa mereka sangat tertarik dengan subjek ini danjuga menyatakan bahwa para dosen tidak memberikan tekanan, namun faktanya persentase kesalahan dalam pelafalan di atas rata-rata.Berdasarkan pada hasil-haasil ini, peneliti memberika saran sebagai berikut; 1) Permasalahan ini menjadi tugas bagi seluruh dosen bahasa Inggris, tidak hanya dosen yang mengajar mata kuliah English Phonology and Pronunciation. 2) Simbolsimbol fonetik harus diterapkan secara intensif dan integral sehingga para mahasiswa dapat familier dengan simbol-simbol tersebut. 3) Kebutuhan akan penelitian lebih lanjut yang terkait dengan metode-metode yang digunakan oleh para dosen.Kata kunci: fosilisasi fonetik, mahasiswa semester 5, pendidikan bahasa Inggris
An Analysis of Tropes Used in Electronic Appliances Advertisements in English Magazines Sulistyawati, Anin Eka
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.442 KB) | DOI: 10.26714/lensa.2.1.2012.%p

Abstract

Iklan adalah pemberitahuan publik untuk menawarkan atau meminta barang, jasa, dll. Salah satu faktor krusial dan penting untuk membuat iklan menjadi menarik dan mudah dipahami adalah kiasan. Selain itu, kiasan dapat membantu produsen dalam membujuk konsumen untuk membeli produk mereka. Ada dua hal yang diteliti dalam penelitian ini. Yang pertama adalah kiasan apa yang paling sering digunakan dalam iklan barang elektronik di majalah berbahasa Inggris dan yang kedua adalah di mana mereka sering digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kiasan yang umum digunakan dalam iklan peralatan elektronik di majalah berbahasa Inggris dan untuk mengidentifikasi posisi kiasan tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengiklan yang berniat untuk merancang iklan, khususnya dalam bentuk tertulis. Obyek penelitian ini adalah iklan peralatan elektronik di majalah berbahasa Inggris. Iklan-iklan tersebut diambil dari enam majalah bahasa Inggris, yaitu; Majalah Connected Mei/Juni 2004 dan Juli/Agustus 2004; Majalah Time edisi 22 Mei 2006 dan 26 Juni 2006, Majalah Info Komputer Agustus 2007, dan Majalah The Jakarta Post Weekender Agustus 2007. Untuk tujuan analisis, data disajikan melalui beberapa langkah. Pertama, iklan dikumpulkan dan dibaca. Kemudian mereka dimasukkan ke dalam kelompok-kelompok. Setelah itu, data yang telah diidentifikasi diinventarisasi dalam tabel. Langkah terakhir adalah mengklasifikasikan iklan dengan memilih data yang sesuai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masalah penelitian. Pada tahap ini penulis mengklasifikasikan beberapa elemen dari iklan, yang terkait dengan topik tersebut. Hasil analisis itu dalam bentuk penjelasan secara rinci mengenai penggunaan kiasan dalam iklan peralatan elektronik. Kiasan yang digunakan dalam iklan adalah hiperbola, metonimi, sinekdok, personifikasi dan klimaks. Dengan melengkapi analisis, pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian ini akan terjawab. Pertama, kiasan yang paling dominan digunakan dalam iklan peralatan elektronik adalah hiperbola. Persentase rinciannya adalah hiperbola 43,33%, sinekdok dan personifikasi 20%, klimaks 10%, dan metonimi hanya 6,67%. Dan kiasan sebagian besar ditempatkan pada judul.Keyword: kiasan
Oposisi dalam Novel 'Rahuvana Tattwa' karya Agus Sunyoto: Analisis Intertekstual Julia Kristeva (Opposition in Agus Sunyoto's 'Rahuvana Tattwa' Novel: Julia Kristeva’s Intertextual Analysis) Septiyani, Viandika Indah; Sayuti, Suminto A.
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.958 KB) | DOI: 10.26714/lensa.9.2.2019.174-186

Abstract

Novel Rahuvana Tattwa digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji teori intertekstual perspektif Julia Kristeva yang berupa oposisi. Terdapat dua pertentangan atau lebih yang disandingkan dalam teori oposisi. Pertentangan itu menyebabkan terjadinya perpecahan karena tidak dapat dipersatukan. Oposisi diungkap menggunakan teori intertekstualitas Julia Kristeva yang terdapat pada novel Rahuvana Tattwa karya Agus Sunyoto. Novel Rahuvana Tattwa merupakan salah satu pertentangan dari cerita Ramayana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui baca catat, penelitian dilakukan dengan cara membaca secara keseluruhan kemudian mencatat data-data yang terdapat di dalam novel Rahuvana Tattwa karya Agus Sunyoto cetakan pertama tahun 2009. Instrumen penelitian pada metode penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri yang bertugak untuk mengumpulkan data, menganalisis, kemudian menjabarkan. Ditemukan tiga oposisi pada novel Rahuvana Tattwa,  yaitu sesembahan dengan jumlah tujuh data, sistem kekerabatan empat data  dan peradaban 12 data dari kedua golongan.Kata kunci: intertekstual, oposisi, budaya, Rahuvana Tattwa, Julia KristevaABSTRACTRahuvana Tattwa is the novel used in this study to examine the intertextual theory of Julia Kristeva's perspective in the form of opposition. There are two or more contradictions that are juxtaposed in opposition theory. This contradiction causes division because it cannot be united. The opposition was expressed using Julia Kristeva's intertextuality theory contained in Agus Sunyoto's Rahuvana Tattwa novel. Rahuvana Tattwa's novel is one of the contradictions of the Ramayana story. The research method used is descriptive qualitative, data is collected through reading notes, research is done by reading as a whole and then recording the data contained in the novel Rahuvana Tattwa by Agus Sunyoto the first printing in 2009. The research instrument in qualitative research methods is the researcher himself which has a duty to collect data, analyze, and then describe. Found three oppositions in the novel Rahuvana Tattwa, namely offering seven data, kinship four data systems and 12 civilization data from both groups.
The Shift in Gender Roles in Amy Tan’s 'The Joy Luck Club' and Khaled Hosseini’s 'The Kite Runner' Afandi, Mujad Didien
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.863 KB) | DOI: 10.26714/lensa.8.1.2018.1-21

Abstract

The unfair gender roles under patriarchal system are constructed to preserve gender inequality between men and women. Gender role practices extend gradually to maintain the male hegemony to make women powerless because female traditional gender roles (femininities) create dependency to men. Men are assigned to masculinities equipped with power, whereas women are ascribed to femininities to set boundaries that limit their movement. Yet, the increase of female awareness of gender equality has changed this situation. Gender roles are gradually shifting from traditional to modern as the opportunities to receive education and job open widely to develop women's roles that enable them to give financial contribution to the family. This study was purposed to analyze the shift in gender roles in 'The Joy Luck Club' and 'The Kite Runner'. This study used qualitative design in which Chinese traditional gender roles were described using Confucian perspective, whereas Afghan traditional gender roles were exposed in Islamic perspective. Moreover, Karl Marx's conflict theory was used to analyze the shift in gender roles in both novels. The results of study found that the construction of traditional gender roles in both China and Afghanistan was influenced mostly by patriarchy which perceives men as more superior than women. However, the dynamic changes of gender roles, especially femininities, supported by the increase of female education and occupation provide women with more power to achieve development. Further studies are encouraged to analyze other gender roles which have not discussed in this study.
THE IMPLEMENTATION OF TASK-BASED LEARNING IN TEACHING RECOUNT TEXT WRITING FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Chairena, Mei Setya
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.37 KB)

Abstract

Penelitian ini menelaah cara guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis tugas dalam pengajaran menulis melalui beberapa langkah dan menjelaskan bagaimana kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif karena hasil data dianalisis dan dideskripsikan dalam bentuk kata- kata, kalimat, dan ujaran. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan tulisan siswa. Analisis data dilakukan melalui kategorisasi, displai data dan pengambilan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah seorang guru Bahasa Inggris dan tiga puluh siswa kelas 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis tugas memiliki banyak kelemahan dalam beberapa aspek, diantaranya adalah tidak lengkapnya langkah- langkah dalam pelaksanaan pada saat penerapan, kekurangan waktu pada saat mengerjakan tugas dan juga penggunaan bahasa ibu dan bukannya bahasa target oleh siswa yang membuat penerapan pembelajaran berbasis tugas tidak berhasil seperti yang diharapkan. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa saran diajukan. Guru Bahasa Inggris seharusnya menggunakan dan mendesain tugas yang tidak memakan waktu lama dalam pengerjaannya, sehingga langkah- langkah dalam pembelajaran berbasis tugas ini dapat terlaksana dalam satu pertemuan. Para siswa harus berbicara menggunakan bahasa target ketika pembelajaran berbasis tugas ini diterapkan agar tujuan pendekatan ini dapat tercapai.

Page 1 of 16 | Total Record : 154