cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 24069019     EISSN : 24430668     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL RETORIKA is the Journal of Linguistics who published research articles and of theoretical articles in linguistic science. The scope of this journal includes linguistics micro and macro. The scope of linguistics micro restricted to the fields of syntax, morphology, phonology, typology and semantics, whereas the scope of linguistics macro restricted to sociolinguistics, antropolinguistic , language-teaching , eco-linguistic and translation. The journal is published twice a year every April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
TELAAH BUKU TEKS PEGANGAN GURU DAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII BERBASIS KURIKULUM 2013 asri, sahrul sahrul
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.741 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.94.70-82

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas buku teks pegangan guru dan pegangan siswa ?Bahasa Indonesia: Wahana Pengetahuan? kelas VII. Salah satu aspek yang memiliki peranan penting dalam pembelajaran di sekolah adalah keberadaan buku teks pelajaran. Dalam hal ini, kualitas buku teks pelajaran yang dijadikan sumber pembelajaran turut menentukan hasil pencapaian tujuan pembelajaran. Pengabaian telaah buku teks berarti mengabaikan mutu pembelajaran juga. Telah banyak diberitakan pada media massa mengenai kasus buku teks yang mencoreng dunia pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Salah satu kebijakan pemerintah dalam implementasi kurikulum 2013 adalah penggunaan buku pegangan siswa dan dilengkapi oleh buku pegangan guru. Buku tersebut disusun dan didistribusikan oleh pemerintah pusat. Penyusunan buku teks tersebut diduga kurang maksimal akibat terburu-burunya penerapan kurikulum 2013. Pendekatan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah terkait kualitas, keterbacaan, dan keselarasan buku teks. Data bersumber dari buku teks pegangan guru dan siswa BIWP kelas VII. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik penganalisisan data menggunakan teknik analisis isi melalui coding, klasifikasi, dan deskripsi. Berdasarkan telaah yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas buku teks pegangan guru dan buku teks pegangan siswa termasuk pada kategori cukup. Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa komponen/subkomponen yang tidak memenuhi standar sebagaimana yang telah ditetapkan oleh BSNP. Kata kunci: telaah, buku teks guru, buku teks siswa, kurikulum 2013
EKOLOGI PENAMAAN KELURAHAN DI KOTA MATARAM subayil, imam
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.923 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.95.83-92

Abstract

Abstrak Masalah utama yang dikaji pada penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk dan makna penamaan kelurahan di Kota Mataram. Pendekatan deskriptif merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan deskriptif digunakan untuk membuat deskripsi atau gambaran, lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan fenomena-fenomena yang diteliti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini digunakan ketika menghimpun dan menganalisa data tentang nama kelurahan di kota Mataram yang penamaannya berdasarkan ekologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, simak, cakap, wawancara, dan rekam. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan nama-nama kelurahan di Kota Mataram yang penamaannya berdasarkan ekologi dan menganalisis bentuk dan makna penamaannya. Berdasarkan pengamatan dan analisis data mengenai lingkungan biotic dan abbiotik ditemukan bahwa masyarakat Mataram menamai entitas atau objek yang berupa tempat/institusi yakni kelurahan yang ada di sekeliling mereka berdasarkan hal-hal berikut, yakni (1) Penamaan Berdasarkan Persamaan Sifat/Tingkah Laku, (2) Penamaan Berdasarkan Tempat/lahan tumbuh, (3) Penamaan Berdasarkan Kondisi, (4) Penamaan Berdasarkan Jumlah, (5) Penamaan berdasarkan Penemu/Pemilik Pertama, (6) Penamaan Berdasarkan Proses, (7) Penamaan Berdasarkan Bentuk, (8) Penamaan Berdasarkan Jumlah, (9) Penamaan Berdasarkan Ciri Fisik, (10) Penamaan Berdasarkan Manfaat/Fungsi, (11) Penamaan Berdasarkan Sifat, dan (12) Penamaan berdasarkan Arah. Kata kunci : Penamaan, Ekolinguistik, Bentuk, dan Makna
DURASI AKUSTIK PEMBELAJAR BAHASA ARAB DI MEDAN Jamil, Khoirul; Silvana, Tengku
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.855 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.96.62-69

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis bunyi tuturan Bahasa Arab yang diujarkan oleh pembelajar Bahasa Arab melalui analisis durasi tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif. Tujuan menganalisis durasi tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif adalah untuk menemukan bunyi akustik tuturan oleh pembelajar Bahasa Arab dan menjelaskan faktor penyebab terjadinya durasi. Sumber data penelitian ini adalah enam tuturan Bahasa Arab yaitu dua tuturan dalam modus deklaratif, tiga tuturan dalam modus interogatif dan satu tututuran dalam modus imperatif yang dituturkan oleh empat penutur pembelajar Bahasa Arab. Kerangka teoritis Fonetik Akustik dan metode kualitatif dalam menganalisis durasi bunyi-bunyi setiap tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif. Metode eksperimental digunakan dalam menganalisis bunyi tuturan Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menemukan durasi penutur asli dalam menuturkan bunyi vokal rangkap, pembelajar tidak menuturkan vokal dengan bunyi yang panjang. Hal ini menunjukkan adanya sistem bunyi konsonan dan vokal Bahasa Arab berbeda dengan bahasa Indonesia dan sistem bunyi bahasa Indonesia tidak memiliki bunyi-buni vokal rangkap. Dari temuan ini disimpulkan bahwa perbedaan sistem bunyi mengakibatkan pembelajar Bahasa Arab mengujarkan bunyi-bunyi tidak pada titik artikulasi yang tepat. Untuk itu, pembelajar Bahasa Arab memerlukan penguasaan terhadap ilmu Aswat dan pelatihan terhadap pengucapan lafal Bahasa Arab secara artikulatoris. Penelitian ini menyarankan agar metode pembelajaran kemahiran lafal BA perlu ditingkatkan secara teknologi baru dan dengan menggunakan penutur asli. Kata kunci : fonetik eksperimental, frekuensi, intensitas, durasi, metode praat.
KAJIAN BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA UNGKAPAN TRADISIONAL WACANA SORONG SERAH AJI KRAMA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN MULOK DI SMP sihwatik, sihwatik
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.91 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.99.93-103

Abstract

Abstract Sorong Serah Ajikrama text is a traditional idiom which is threathened with extinction. This is caused some factors, one of them because of the influence of globalization era and the high of technology. To prevent this condition, it needs an effort to preserve its. The aim of this traditional idiom description consist of form,function and meaning at west Lombok.the structural theory or function theory and semioyic theory which are released by some experts.The kind of this research is qualitative research. It explines the form, function, meaning and the steps in creating the learning matter in Junior High School (SMP). The description is done based on the numbers of traditional idiom of sorong serah ajikrama text in the whole Lombok Island (Sasaknesh) in general and specifically at West lombok. The method of this reserach is literature study and field study,interview, observation and recording. The result of this research will be useful for upgrading and adding the knowledge, as a reference for the other researchers whose relevance to this research.
PENYIMPANGAN TEORI BROWN DAN LEVINSON DALAM TINDAK TUTUR PESERTA TALK SHOW INDONESIA LAWYERS CLUB (ILC) DI TV ONE DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA muslim, bukhori
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.702 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.100.104-117

Abstract

Abstract This research purpose to describe forms of deviation Brown and Levinson's theory of politeness in speech act participant Indonesia Lawyers Club on TV One and its relevance to the Indonesian language learning in high school. The theory is used to solve the problem in this research is the pragmatic theory. While the approach used is descriptive qualitative approach with data collection technique is a technique of documentation and observation. The results showed that the forms of deviations Brown and Levinson's theory of politeness that occur in the speech act participant Indonesia Lawyers Club edition of May 27, 2014 and 7 April 2015 consisted of threatening the positive face and negative face threats. Participants utterances that threaten positive face expression covers complaints, charges, disapproval, criticism, expressions that do not koopratif, embarrass opponents said, and words taboo. While the band is used in the expression of negative advance threatening the expression of rejection, suggestions, advice, requests, prohibitions, promises and praise. Types of speech acts band is used that speech acts directive, declarative, expressive, and refresentatif. Meanwhile, the offense Brown and Levinson?s theory in speech acts ILC participants more based on an awareness for justice, self-defense, solidarity groups, power, recognition of self and groups, law enforcement, the fight against corruption and advocacy on behalf of the people. Relevance of the research results can be applied in learning Indonesian in class XI SMA second half, KD 9. 2 with the subject matter by providing comments on the discussion.
TINDAK TUTUR NGGAHI PANATI DALAM PROSESI LAMARAN PERNIKAHAN ADAT BIMA: SUATU KAJIAN PRAGMATIK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MULOK DI SEKOLAH irham, irham
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.509 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.102.118-133

Abstract

Abstract There are three aspects of the meaningfulness of speech acts Nggahi Panati in procession Bima customary marriage proposal, namely the form of speech acts, cooperation aspects, and aspects of politeness. This study aims to determine the significance of the speech act in a procession Nggahi Panati Bima customary marriage proposal and its implications for the learning of local content in local language school. The results showed that the form of speech act category Nggahi Panati representative (states, states, and reporting), categorized directive (beg, ask, and urge), expressive category (praise, laud, and grateful), category commissive (promise and declare readiness ), and categorized declarative (grant and decide). The study concluded also that aspects of cooperation and aspects of speech acts Nggahi Panati in politeness very considered and prioritized by the speaker and hearer in speaking. In addition to the use of idioms, speaker and hearer using rhymes and language metaphor anyway.
PERANAN PEREMPUAN DALAM TEKS TRADISIONAL BALI GEGURITAN DIAH SAWITRI Suarniti, Gusti Ayu Made Rai
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.278 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.115.134-144

Abstract

Abstrak Karya sastra sebagai sebuah kreativitas, baik estetis maupun respons kehidupan sosial, mencoba mengungkapkan perilaku manusia dalam suatu komunitas sosial. Dimensi-dimensi yang dilukiskan merupakan dimensi kehidupan dari sebuah struktur sosial yang di dalamnya tertuang nilai keindahan, nilai etika dan moral, sehingga mempunyai fungsi yang sangat besar artinya bagi kehidupan. Penelitian ini fokus pada sastra tradisional Bali berupa geguritan.Geguritan yang dijadikan objek tulisan ialah Geguritan Diah Sawitri yang memuat gambaran hidup dan kehidupan dan sangat patut dijadikan pedoman dan dicontoh dalam menjalankan kehidupan. Perilaku kehidupan yang dijalankan sang tokoh cerita (Sawitri) berkaitan erat dengan nilai-nilai Hindu (tri hita karana, trikaya parisuda); peranan jender; dan cita-cita feminisme radikal-kultural yang menekankan pada esensi perempuan (keperempuanan).
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS ON KOMPAS DAILY NEWSPAPER REPORT ON PROFITEERING THROUGH THE NAMES OF PRESIDENT JOKOWI AND VICE PRESIDENT JUSUF KALLA Todo, Marianus Fergilus Lede; Budiarta, I Wayan
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.286 KB) | DOI: 10.22225/jr.4.1.162.26-37

Abstract

The objectives of this study were to (1) describe the structure of Kompas daily news texts about the profiteering of the names of Indonesian President Joko Widodo and Vice President Jusuf Kalla, (2) to explain the mental consciousness of journalists forming daily Kompas texts about profiteering the names of Indonesian President Joko Widodo and Vice President Jusuf Kalla, and (3) to explain the social context influencing the formation of Kompas daily texts about the profiteering of President Joko Widodo and Vice President Jusuf Kalla. The method used in this research was qualitative research method. The data used in this research was news texts from Kompas daily newspaper, which reported about the case of profiteering of the name of Indonesian President and Vice President. Data collection method employed was literature study. The data in was analyzed with the orientation of analytic descriptive method. The results of data analysis showed that at the level of macro structure, superstructure, and micro structure, the global meaning of discourse developed in the news is about the settlement of cases of profiteering of the President and Vice President. The act of profiteering on the name of Indonesian President and Vice President was judged only to delegitimize the authority of the President and Vice President and state institutions. Meanwhile, the journalist's mental awareness that formed the Kompas daily news texts includes role schemes and event schemes. While the social context that influenced the formation of the discourse of naming consists of power and access. The ideology reflected in Kompas daily news texts is Pancasila.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR Doko, Yunitha Devrudyan
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.132 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.163.159-169

Abstract

Abstrak Penelitian dengan sumber data Kumpulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis maksim sebagai kaidah kesantunan berbahasa dan pelanggarannya, serta implikatur di dalam tuturan yang ditemukan. Kesantunan Berbahasa dalam Kumpulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah yang dikemukakan oleh Leech (1983) tentang prinsip kesantunan berbahasa yang terbagi dalam enam maksim. Data dianalisis berdasarkan uraian cerita dan dialog tuturan antar tokoh untuk menemukan pematuhan kaidah maksim-maksim dan pelanggarannya. Kemudian dari tuturan yang ditemukan dipilah jenis implikaturnya. Hasil penelitian menunjukkan dari sebelas sumber data yang peneliti gunakan ditemukan keenam maksim yang menjadi patokan kesantunan berbahasa. Maksim kebijaksanaan terdiri dari 13 tuturan, maksim kedermawanan terdiri atas 5 tuturan, maksim penghargaan terdiri atas 15 tuturan, maksim kerendahan hati terdiri atas 2 tuturan, maksim kecocokan terdiri atas 8 tuturan dan maksim simpati terdiri atas 6 tuturan. Beberapa pelanggaran maksim yang ditemukan meliputi pelanggaran maksim kebijaksanaan terdiri dari 29 tuturan, pelanggaran maksim penghargaan terdiri atas 1 tuturan, pelanggaran maksim kerendahan hati terdiri atas 1 tuturan, dan pelanggaran maksim simpati terdiri atas 3 tuturan. 3 tuturan yang masuk kedalam jenis implikatur nonkonvensional sedangkan sisanya 80 tuturan merupakan tuturan dengan implikatur konvensional Kata kunci: cerita rakyat, kesantunan, maksim kebahasaan
FONOLOGI BAHASA KANAUMANA KOLANA Banik, Lodia Amelia
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Linguistic Department, Postgraduated Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.657 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.164.145-158

Abstract

This research entitled is Phonology of Kanaumana Kolana Language. The purpose of this study was to describe the system of phonemes and describe the phonological processes found in Kanaumana Kolana language. The method used in this research was descriptive qualitative method. Data collected in the form of the sounds of language Kanaumana Kolana obtained from interviews with native speakers Kanaumana Kolana. Based on the research results Language Kanaumana Kolana had six vowels were vowel /i/, /u/, /e/, /?/, /o/ and /a/, thirteen consonant, the consonant resistor: /p, b, t, d, j, k, g/, consonant fricatives: /s/, consonant nasal: /m, n, ?/, consonant liquid or lateral: / l /, consonant trill / r / and two semi-vowels: / y, w /. The existence of the six vowels, twelve consonant and two glides supported by evidence using minimal pairs at the time to identify sounds such phonemes in a language Kanaumana Kolana. Phonological processes found in Kanaumana Kolana language there were two, they were the deletion process syllable structure and deletion processes accompanied by changes in the structure of the syllable form phonemes sound changes. The phonological processes found during the two segments combined into one segment. Keywords: phoneme, phonological process, ruling

Page 1 of 14 | Total Record : 140