cover
Contact Name
Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si.
Contact Email
haedar652002@yahoo.com.au
Phone
-
Journal Mail Official
haedar652002@yahoo.com.au
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ilmu Administrasi Publik
ISSN : 20866364     EISSN : 25497499     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal ini akan tetap diterbitkan dua kali dalam setahun yang akan menghadirkan tulisan ilmiah dalam bidang ilmu administrasi publik. Jurnal ini adalah media publikasi untuk menyalurkan karya ilmiah para dosen, teoritisi dan praktisi di bidang administrasi publik, serta pemerhati administrasi publik.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
The Influence of Leadership and Work Environment on Employee Performance at PT. Suksesindo Pratama in Jakarta Catio, Mukhlis
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v10i1.14468

Abstract

To achieve the goals of the company, then a leader must apply a leadership style to manage his subordinates because a leader will greatly influence the success of the organization in achieving its objectives. This study aims to determine the effect of leadership and work environment on employee performance at PT. Suksesindo Pratama in Jakarta. The method used was explanatory research with a sample of 60 respondents. The analysis technique uses statistical analysis with regression testing, correlation, determination, and hypothesis testing. The results of this study leadership have a significant effect on employee performance by 45.5%, hypothesis testing obtained significance 0,000 <0.05. The work environment has a significant effect on employee performance by 24.4%, the hypothesis test obtained a significance of 0,000 <0.05. Simultaneous leadership and work environment significantly influence employee performance by 50.7%, hypothesis testing obtained significance 0,000 <0.05
PEMBANGUNAN EKONOMI DALAM ERA OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG, INDONESIA Wenda, Wellington L.; Akib, Haedar
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v5i1.1079

Abstract

Kabupaten Pengunungan Bintang merupakan daerah otonomi baru hasil pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya yang berusaha memacu pembangunannya di berbagai bidang, termasuk di bidang ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan menjelaskan capain hasil pembangunan berbagai sektor di bidang ekonomi berdasarkan indikator Produk Domestik Regional Bruto, dengan menggunakan metode survai evaluatif. Teknik analisis yang digunakan adalah Shift Share. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat beberapa sektor kegiatan yang mampu memberikan konstribusi positif terhadap pembangunan ekonomi dan pengembangan daya saing Kabupaten Pegunungan Bintang. Sektor basis yang paling unggul dan memiliki prospek dalam pengembangan kompetensi lokal dan sebagai sumber keunggulan daya saing daerah di bidang ekonomi adalah sektor bangunan, kemudian disusul oleh sektor pertanian, dan sektor jasa-jasa. Kata Kunci: Otonomi daerah, Pembangunan, Sektor Ekonomi
Implementasi Kebijakan: Apa, Mengapa dan Bagaimana Akib, Haedar
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v1i1.289

Abstract

Policy implementation has gained substantial currency and popularity among teoriticians and pratitioners. Many now indicate an interest or involvement in research and discussion about such topic as policy implementation of poverty alleviation program or community development driven program, implementation of decentralization or local autonomy program, and implementation of strategic decision, etc. At the same time, perspectives, schools and program have been introduced and established. In spite of all this interest in policy implementation theories and practices, there is still no aggreement on what policy implementation model applicable to all kinds of development programs or projects, and to different sectors. This article will explain policy implementation concepts and their perspectives, models and measurement criteria with the contour or focus on what, why, and how policy implementation.   Kata Kunci: Apa, Mengapa dan Implementasi Kebijakan, Berbasis Pengetahuan.
Government and Community Conflict Resolution in Gold Mining Areas without Permission of Bungo District, Jambi Province Rupaiedah, Ane; Kismartini, Kismartini
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v10i1.14610

Abstract

Unlicensed Gold Mining in Bungo District caused prolonged conflict between the government and the community. This research is intended to analyze and describe the conflict resolution between the government and the community in the Unlicensed Gold Mining Area in Bungo District. In conducting research the Galtung Conflict Resolution theory is used with qualitative descriptive methods and Milles and Huberman data analysis techniques. The results showed that the process of resolving conflicts of gold mining without permission between the government and the community in Bungo District was carried out in several stages, namely: 1. Peacekeeping at this stage did not provide a deterrent effect for illegal gold miners, this is because during a joint operation of the TNI-POLRI and SatPOLPP occurred , gold miners have already escaped, 2. Peacemaking at this stage the Regional Government has coordinated with Rio or the village head together with the community to find solutions to the PETI problem. The solution offered by the community is the determination of a people's mining area (WPR), 3. Peacebuilding Bungo regency Regional Government through an integrated team to supervise the implementation of the PETI problem in its implementation is still constrained by social factors where the existence of changes in livelihoods that occur from generation to generation demanded on economic needs, and political factors in which there is a pattern of relations between law enforcement officials and cukong or people who facilitate gold mining without permission. To respond to the PETI problem in Bungo Regency: 1). The Bungo District Government needs to crack down on gold miners without permission, 2). Outreach will take place on the impacts of gold mining without permission, 3). Need to make a Regional Regulation (PERDA) in the management of community mining.
Implementasi Kebijakan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Lokal Dan Ketahanan Pangan Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ., Nursalam
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v1i1.133

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang sering mengalami berbagai masalah yang berkaitan dengan ketahanan pangan seperti kelangkaan pangan, gagal panen, dan busung lapar. Sementara itu, pada sisi lain luas panen yang dioptimalkan baru mencapai  45 persen dari potensi luas panen tanaman pangan lokal yang mencapai 210.000 ha., belum lagi dikaitkan dengan potensi lahan yang cukup memadai. Kesenjangan dalam peningkatan produksi tanaman pangan lokal salah satu determinannya adalah persoalan implementasi kebijakan yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi yang berasal dari media massa yaitu Pos Kupang dan Kompas. Penelitian ini menggunakan model model teori Jones (1994), yang memiliki tiga dimensi, yakni organisasi, interpretasi dan aplikasi. Keseluruhan dimensinya dianggap relevan dengan kondisi yang terjadi dalam implementasi kebijakan peningkatan produksi tanaman pangan lokal di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan peningkatan produksi tanaman lokal belum optimal sehingga masih terdapat kesenjangan yang besar antara produksi dengan potensi tanaman pangan lokal. Beberapa masalah mendasar yang perlu mendapat perhatian yaitu masalah kurangnya pelibatan para implementor pada tataran operasional, masalah koordinasi pelaksanaan antar unit yang terkait; dan masalah klasik yaitu anggaran yang memadai untuk program peningkatan produksi tanaman pangan lokal.Kata Kunci: Implementasi, Pangan Lokal, dan Ketahanan Pangan
Model Manajemen Mutu Terpadu Pelayanan Kesehatan Untuk Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar hidayah, nur
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v5i1.1062

Abstract

Peningkatan mutu suatu organisasi rumah sakit sangat bergantung pada pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, untuk itu dibutuhkan suatu pengembangan model manajemen mutu pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang baik dapat digunakan dalam pengembangan rumah sakit kota Makassar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan merekomendasikan model manajemen mutu pelayanan kesehatan dalam pengembangan rumah sakit kota Makassar. Hasil yang diperoleh adalah kriteria minimal/batas ambang (threshold) terdiri atas 6 aspek yaitu tata laksana/governance, SDM, infrastruktur, finansial, strategi planning dan measurement, yang dijabarkan dengan indikator sesuai kriteria normatif (benchmarking) yang tersedia, berkesinambungan, dapat diterima dan wajar, dapat tercapai, dapat dijangkau, dapat dimengerti, dan layak/tepat. Dua faktor utama yang mempengaruhi model yaitu, (a) faktor internal (mutu, proses, dan sistem) dan (b) faktor eksternal (lingkungan, K3, sosial dan budaya). Pengembangan model melewati fase-fase pengembangan yaitu (a) pendefinisian (define), (b) perancangan (design), (c) pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate). Kata Kunci: Model Manajemen Mutu Terpadu, Pelayanan Rumah Sakit
Implementasi Keputusan Stratejik (Suatu Studi di Universitas Negeri Makassar) Kahar, Fakhri
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v1i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mendeksripsikan implementasi keputusan stratejik, mendiskripsikan ketercapaian sasaran implementasi setiap keputusan stratejik, dan  mendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh dalam implementasi keputusan stratejik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara pelaksanaannya adalah survei. Lokus penelitian yaitu Universitas Negeri Makassar. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu rektor dan pembantu rektor, dekan fakultas, ketua lembaga, anggota senat, dan kepala biro. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara,  dokumentasi, dan angket. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Hasil penelitian menunjukkan implementasi keputusan stratejik terpilih yakni peraturan akademik dan rencana strategik belum optimal.
Revitalisasi Manajemen Pelatihan Tenaga Kerja (Studi Kasus Pada Balai Latihan Kerja Industri Makassar) Hanrahmawan, Fitroh
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v1i1.135

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Makassar. Fokus penelitian ini adalah manajemen pelatihan pada BLKI Makassar dalam mendukung penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar. Hasil yang diharapkan adalah untuk mengetahui: 1) perencanaan program pelatihan pada BLKI Makassar; (ii) pengembangan program pelatihan pada BLKI Makassar; 2) pelaksanaan pelatihan pada BLKI Makassar; 3) evaluasi pelatihan pada BLKI Makassar; dan 4) revitalisasi manajemen pelatihan pada BLKI Makassar dalam mendukung penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu: wawancara partisipan dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan Program Pelatihan pada BLKI Makassar yang berfokus pada identifikasi kebutuhan pelatihan telah dilaksanakan sesuai alokasi dana proyek yang tersedia. 2) Pengembangan Program Pelatihan pada BLKI Makassar yang berfokus pada kerjasama pelatihan secara internal masih terjadi dikotomi jurusan serta ego sektoral dan kerjasama eksternal dengan perusahaan kurang berkembang bahkan kerjasama program pemagangan berjenjang belum ada lagi. 3) Pelaksanaan Program Pelatihan pada BLKI Makassar berfokus pada pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi (CBT) belum sepenuhnya dilaksanakan. 4) Evaluasi Pelatihan pada BLKI Makassar menunjukkan bahwa penilaian pelayanan pelatihan telah dilakukan namun hasilnya sebatas menjadi bahan koreksi dan perbaikan bagi manajemen. 5) Dukungan revitalisasi manajemen pelatihan pada Balai Latihan Kerja Industri Makassar terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar, menunjukkan bahwa BLKI Makassar sangat mendukung penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar.
Work Culture Analysis, Professionalism, Work Motivation In Improving The Quality Of Employment Education In Padang State University Utami, Adelyn Alista; Frinaldi, Aldri
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v10i1.13790

Abstract

The big challenge facing bureaucracy is how they are able to carry out activities efficiently and effectively. Therefore, so far bureaucracy has been identified with convoluted performance, structure that is too large, full of collusion, corruption and nepotism, and there are no definite standards. Padang State University has currently carried out bureaucratic reform agendas from 2010 to 2014. Although not yet comprehensive and very well organized, the change agenda has been implemented and the results have been felt by employees and related stakeholders. However, the long road to bureaucratic reform continues, the challenges and problems of the bureaucracy have not been completely completed, requiring solutions and solutions to solve bureaucratic problems and create a professional bureaucracy. This study aims to determine the direct and indirect effects of work culture, professionalism and work motivation variables on the quality of work of educational staff at Padang State University. The method used is a quantitative method, with a survey approach. The study population was all education staff employees in the rector of Padang State University. The number of research samples was determined using the Slovin formula. The number of research samples as many as 160 people were determined by proportional stratified random sampling technique. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. This study found that partially and simultan, work culture variables, professionalism and work motivation had a direct and indirect influence on the quality of work of educational staff at Padang State University.
The Urgency of Management Functions in Improving the Quality of Education Services in Public Senior High Schools 1 Biak Iriawan, Hermanu; Sasmita, Wilda; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.929 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v9i2.12337

Abstract

The quality of education services is a "fixed price" in realizing the quality of education by the objectives of the Republic of Indonesia. This study aims to determine the importance of management functions in improving the quality of education in the Public Senior High School (SMAN) 1 Biak. A qualitative research approach carried out at Biak 1 High School located in Biak Numfor Regency, West Papua. Data collection techniques are done through observation, interviews, literature study, and documentation. The data analysis technique is done descriptively in compiling information systematically, from existing data so that it is easily understood and interpreted. The results showed that the management functions applied in the Biak Kota 1 High School were: planning, organizing, directing, coordinating, and controlling. In the process seen based on the condition of the school in implementing management functions. These results provide good results from every aspect of the implementation of management functions.

Page 1 of 15 | Total Record : 150